12 Pj Peratin Dilantik, Wabup Lambar Tegaskan: Jangan Abaikan Rakyat!
LAMPUNG BARAT — Pemerintah Kabupaten Lampung Barat melantik 12 Penjabat (Pj) Peratin di empat kecamatan untuk…
Pisah Sambut Kalapas Kalianda, DPRD Lamsel Tegaskan Pentingnya Sinergi
LAMPUNG SELATAN — DPRD Kabupaten Lampung Selatan menegaskan pentingnya sinergi lintas lembaga dalam mendukung pelayanan dan…
Perubahan APBD 2026 Lamsel Masuk Paripurna, DPRD Soroti Kepentingan Rakyat
LAMPUNG SELATAN — DPRD Kabupaten Lampung Selatan mulai membahas Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Perubahan Anggaran…
Maulid Nabi dan HUT Ke-79, Korem 043/Gatam Perkuat Semangat Pengabdian Bersama Rakyat
JurnalKota.net – METRO — Keluarga besar Korem 043/Gatam menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 12 Rabiul Awal 1448 H/2026 M yang dirangkaikan dengan doa bersama dalam rangka HUT ke-79 Korem 043/Gatam di Aula Pamungkas Makorem 043/Gatam, Metro, Rabu (26/8/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Danrem 043/Gatam Brigjen TNI Sumarlin Marzuki, Kasrem Kolonel Kav. Roli Dewanto, para Kasi Kasrem, para Dankadisjan jajaran Korem 043/Gatam, Ketua Persit KCK Koorcab Rem 043 PD XXI/Radin Inten Ny. Bebi Sumarlin, serta Pengasuh Pondok Pesantren Roudhatul Ilmi Ustaz Dedi Aulia, S.Pd. Seluruh prajurit dan PNS Korem 043/Gatam turut mengikuti kegiatan tersebut.
Dalam sambutannya, Danrem 043/Gatam Brigjen TNI Sumarlin Marzuki mengatakan, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial tahunan, tetapi momentum untuk meneladani akhlak dan kepemimpinan Rasulullah SAW dalam melaksanakan tugas pengabdian.
“Rasulullah memberikan teladan tentang kejujuran, disiplin, keberanian dalam memimpin, kepedulian, dan persatuan. Nilai-nilai itu harus menjadi landasan moral kita dalam mengabdi kepada bangsa dan negara,” ujar Brigjen Sumarlin.
Ia mengajak seluruh prajurit mengamalkan tema Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H, yakni “Melalui Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW Tahun 1448 H/2026 M Kita Mantapkan Tekad Bersama Rakyat TNI Prima dan Kuat Siap Mewujudkan Indonesia yang Maju dan Berdaulat.”
Brigjen Sumarlin juga mengingatkan jati diri TNI yang lahir dari rakyat. Menurutnya, kekuatan TNI tidak hanya ditentukan oleh profesionalisme prajurit, tetapi juga oleh kedekatan dan kemanunggalan dengan masyarakat.
“TNI lahir dari rakyat. Kuatnya TNI bukan hanya karena profesional, tetapi karena dekat dan menyatu dengan rakyat. Teruslah menjadi prajurit yang bermanfaat dan menjadi solusi bagi masyarakat,” tegasnya.
Selain memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, doa bersama digelar sebagai bentuk rasa syukur atas perjalanan 79 tahun Korem 043/Gatam. Kegiatan tersebut juga diikuti anak-anak yatim piatu sebagai bagian dari kepedulian dan kebersamaan keluarga besar Korem 043/Gatam dengan masyarakat.
Peringatan HUT ke-79 Korem 043/Gatam mengusung tema “Mengabdi Sepenuh Hati, Menjaga Lampung Adil dan Makmur.” Melalui doa bersama tersebut, keluarga besar Korem 043/Gatam memohon kekuatan, keselamatan, dan keberkahan dalam menjalankan setiap tugas pengabdian.
Doa juga dipanjatkan agar Provinsi Lampung senantiasa berada dalam keadaan aman, damai, maju, dan sejahtera.
“Semoga Allah SWT senantiasa melindungi seluruh prajurit dan keluarga besar Korem 043/Gatam. Semoga semangat mengabdi sepenuh hati terus kita wujudkan melalui kerja nyata bersama rakyat,” tutur Brigjen Sumarlin.
Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren Roudhatul Ilmi Ustaz Dedi Aulia dalam tausiyahnya mengajak seluruh hadirin untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga persatuan, kepedulian, dan gotong royong, serta membiasakan sikap jujur, amanah, dan disiplin dalam kehidupan sehari-hari.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan doa bersama tersebut diharapkan menjadi penguat spiritual bagi keluarga besar Korem 043/Gatam sekaligus menumbuhkan semangat bagi prajurit untuk semakin profesional, berintegritas, disiplin, dan dekat dengan masyarakat.
Memasuki usia ke-79, Korem 043/Gatam berkomitmen menjaga soliditas serta memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat sebagai bagian dari upaya memberikan pengabdian terbaik bagi bangsa dan negara.*
Gabah 10 Ton Hendak Dikirim ke Jawa, Satpol PP Lampung Turun Tangan di Bakauheni
LAMPUNG SELATAN — Pemerintah Provinsi Lampung memperketat pemantauan pergerakan komoditas gabah sebagai bagian dari upaya menjaga…
Api Lahap 2,2 Hektare Lahan di Kedaung, Babinsa Bergerak Cepat Padamkan Kebakaran
BANDAR LAMPUNG — Kebakaran lahan kosong seluas sekitar 2,2 hektare terjadi di Jalan M. Ali 1…
Takut Diburu Polisi, Terduga Pelaku Pencurian dan Pencabulan Akhirnya Menyerahkan Diri
PRINGSEWU — Terduga pelaku pencurian dan dugaan pencabulan terhadap seorang pelajar di Kabupaten Pringsewu akhirnya menyerahkan…
Lawan Karhutla Way Kambas Harus Cepat, Terpadu, dan Tidak Menunggu Api Membesar
JurnalKota.net – LAMPUNG TIMUR — Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Taman Nasional Way Kambas (TNWK) harus dilakukan secara cepat, terpadu, dan mengedepankan deteksi dini. Upaya tersebut dinilai penting untuk mencegah kebakaran meluas dan mengancam kawasan konservasi.
Hal itu ditegaskan Danrem 043/Gatam Brigjen TNI Sumarlin Marzuki usai mengikuti rapat koordinasi dan peninjauan lapangan di Posko Karhutla, Desa Braja Kencana, Kecamatan Braja Selebah, Lampung Timur, Selasa (25/8/2026).
Rapat dipimpin Pangdam XXI/Radin Inten Mayjen TNI Kristomei Sianturi dan dihadiri Kapolda Lampung Irjen Pol. Helfi Assegaf, Wakil Gubernur Lampung dr. Jihan Nurlela, serta unsur BPBD, Manggala Agni, pengelola TNWK, dan organisasi nonpemerintah (NGO) konservasi.
Pertemuan tersebut menjadi bagian dari penguatan sinergi lintas sektor dalam menghadapi ancaman karhutla di kawasan konservasi TNWK.
Kepala Balai TNWK M. Zaidi memaparkan kondisi kawasan, potensi kerawanan karhutla, serta langkah penanganannya. TNWK memiliki luas 125.631 hektare yang terbagi dalam lima zona, yakni zona inti, penyangga, pemanfaatan, rehabilitasi, dan khusus. Kawasan tersebut memiliki peran penting dalam menjaga kelestarian ekosistem dan habitat satwa, khususnya gajah Sumatera.
Pangdam XXI/Radin Inten menegaskan penanganan karhutla tidak boleh bersifat reaktif. Deteksi dini, patroli rutin, pemetaan wilayah rawan, serta kesiapan personel dan peralatan harus diperkuat.
“Kita tidak boleh menunggu api membesar baru bergerak. Deteksi dini, patroli rutin, pemetaan daerah rawan, dan kesiapsiagaan personel harus menjadi prioritas. Karhutla ini tanggung jawab kita bersama,” tegas Mayjen TNI Kristomei Sianturi.
Ia juga mengingatkan masyarakat di sekitar TNWK agar ikut menjaga kelestarian hutan dan tidak membuka lahan dengan cara membakar.
“Jangan gadaikan kelestarian hutan demi kepentingan sesaat. Way Kambas adalah aset kita, aset anak cucu. Pencegahan harus dimulai dari rumah kita sendiri,” ujarnya.
Sejalan dengan arahan tersebut, Danrem 043/Gatam Brigjen TNI Sumarlin Marzuki menegaskan kesiapan jajarannya memperkuat koordinasi lintas sektor dan meningkatkan respons cepat di lapangan.
“Korem 043/Gatam akan terus memperkuat koordinasi. Kuncinya sinergi dan respons cepat. Jangan biarkan persoalan kecil menjadi bencana besar,” tegas Brigjen TNI Sumarlin Marzuki.
Menurut dia, kesiapsiagaan harus didukung komunikasi yang efektif, pemantauan wilayah secara berkelanjutan, serta kemampuan personel bergerak cepat ketika ditemukan indikasi titik api. Dengan demikian, potensi karhutla dapat segera dikendalikan sebelum meluas dan menimbulkan dampak ekologis maupun sosial yang lebih besar.
Dari sisi penegakan hukum, Kapolda Lampung Irjen Pol. Helfi Assegaf menegaskan tidak ada toleransi terhadap pembakaran lahan yang dilakukan secara sengaja. Ia mengapresiasi kerja seluruh unsur di lapangan dan meminta setiap tindakan yang mengandung unsur kesengajaan diproses sesuai ketentuan hukum.
“Jika ditemukan unsur kesengajaan, proses hukum harus tegas. Tidak ada kompromi,” tegas Irjen Pol. Helfi Assegaf.
Sementara itu, Wakil Gubernur Lampung dr. Jihan Nurlela mendukung penguatan pencegahan melalui patroli intensif, pemetaan wilayah rawan, deteksi dini, dan respons cepat. Ia juga mengapresiasi sinergi TNI, Polri, pemerintah daerah, serta seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan karhutla.
Usai rapat, rombongan meninjau titik penyeberangan tanggul di Desa Braja Luhur. Di lokasi tersebut, Pangdam XXI/Radin Inten mengecek kesiapan Tim Alva TNWK sekaligus melihat kondisi medan yang berpotensi menjadi titik api.
Peninjauan dilakukan untuk memastikan kesiapan personel, peralatan, dan jalur komunikasi sehingga seluruh unsur dapat bergerak cepat apabila terjadi karhutla. Kesiapsiagaan tersebut menjadi bagian dari sistem penanganan yang harus berjalan selama 24 jam.
Kolaborasi TNI, Polri, pemerintah daerah, pengelola TNWK, Manggala Agni, masyarakat, dan unsur konservasi diharapkan mampu membangun sistem penanganan karhutla yang terpadu, mulai dari pencegahan, deteksi dini, patroli, pemadaman, hingga penegakan hukum.
Menjaga Way Kambas bukan sekadar melindungi kawasan hutan, tetapi juga mempertahankan habitat satwa, menjaga kualitas lingkungan, dan memastikan warisan alam tersebut tetap lestari bagi generasi mendatang.*
Gubernur Mirza Tinjau Kebakaran Braja Harjosari, Api Dicegah Masuk TN Way Kambas
LAMPUNG TIMUR — Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal meninjau langsung penanganan kebakaran yang terjadi di Desa…
Babinsa Patroli Malam, Jaga Keamanan Bandar Lampung Tetap Kondusif
BANDAR LAMPUNG — Babinsa jajaran Koramil Kodim 0410/Kota Bandar Lampung melaksanakan patroli malam di sejumlah titik…