Meriahkan Usia ke-45, SMA YP Unila Gelar Jalan Sehat dan Potong Tumpeng

JurnalKota.net – BANDAR LAMPUNG –SMA YP Unila sukses menggelar rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-45 dengan penuh kemeriahan dan rasa syukur. Mengusung tema “45 Tahun Melangkah Bersama Mengukir Prestasi Untuk Masa Depan”, sekolah yang dikenal dengan jargon “Sekolahnya Juara, Juaranya Sekolah” ini kembali menegaskan komitmennya untuk terus mencetak generasi berprestasi.
Tahun 2026 ini menjadi masa keemasan bagi YP Unila di bawah nahkoda Dr. Ryzal Perdana, M.Pd. selaku Ketua Dewan Pengurus YP Unila.

Lembaga pendidikan ini terbukti mampu mencetak berbagai raihan prestasi, baik di tingkat nasional maupun internasional, melalui berbagai program inovatif dan sinergi yang berdampak lintas sektor.
Rangkaian kegiatan diawali dengan aksi jalan sehat bersama yang diikuti oleh seluruh keluarga besar sekolah, mulai dari jajaran pimpinan, guru, staf, hingga para siswa.

Pengibaran bendera start bermotif kotak-kotak menandai dimulainya jalan sehat, di mana para peserta berbaris rapi dan bersemangat menyusuri rute jalan raya. Kemeriahan berlanjut pada puncak acara yang ditandai dengan prosesi pemotongan tumpeng dan doa bersama sebagai bentuk rasa syukur atas dedikasi SMA YP Unila dalam mendidik generasi bangsa.

Dalam kesempatan tersebut, Dr. Ryzal Perdana, M.Pd., menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk membawa lembaga pendidikan ini ke tingkat yang lebih tinggi.
“Untuk membawa YP Unila semakin maju dan berdaya saing, dibutuhkan sinergi pentahelix yang kuat antara akademisi, pemerintah, dunia usaha, media, dan masyarakat. Melalui kolaborasi dan komitmen bersama seluruh elemen ini, SMA YP Unila akan mampu terus mencetak generasi unggul yang siap menjawab tantangan masa depan,” tegasnya.

Acara perayaan HUT ke-45 ini turut dihadiri dan didukung penuh oleh Ketua Dewan Pembina YP Unila, Prof. Dr. Lusmeilia Afriani, D.E.A., I.P.M., ASEAN Eng., Kepala SMA YP Unila, Dra. Hj. Mey Sriyani, M.M., jajaran Dewan Pengawas, serta segenap alumni dan mitra civitas akademika.

Melalui momentum usia ke-45 tahun ini, SMA YP Unila optimis untuk terus bertransformasi menjadi sekolah pilihan yang unggul, berprestasi, dan berkarakter.*

Opini Jamal, Pengurus Komite Nasional Pemuda Indonesia

JurnalKota.net – BANDARLAMPUNG – Demokrasi yang sehat tidak hanya diukur dari kebebasan menyampaikan pendapat, tetapi juga dari bagaimana kita menghargai perbedaan pandangan. Belakangan ini, ruang publik kerap diwarnai dengan narasi yang mengkhawatirkan. Ada pihak yang ketika tidak sependapat dengan kritik justru menyuruh orang lain untuk pindah ke negara lain. Bahkan, tidak sedikit yang melontarkan sebutan-sebutan yang bernada menghina, seperti “londo ireng”, kepada jurnalis, wartawan, reporter, aktivis LSM, pengamat, akademisi, maupun masyarakat yang menyampaikan kritik.

Menurut saya, kondisi seperti ini tidak boleh dianggap sebagai hal yang biasa. Demokrasi membutuhkan ruang dialog yang sehat, bukan ruang yang dipenuhi caci maki, pelabelan, dan penghinaan. Kritik merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan berbangsa dan bernegara. Kehadiran pers, organisasi masyarakat sipil, akademisi, serta berbagai elemen masyarakat justru menjadi salah satu pilar yang membantu mengawal jalannya pemerintahan dan pembangunan agar tetap berada pada koridor kepentingan rakyat.

Sebagai Pengurus KNPI Lampung, saya memandang bahwa perbedaan pendapat harus dijawab dengan argumentasi, data, dan diskusi yang bermartabat. Apabila ada kritik yang dianggap keliru, bantahlah dengan fakta dan penjelasan yang objektif. Jangan sampai perbedaan pandangan berubah menjadi serangan terhadap identitas pribadi atau penghinaan yang dapat memperkeruh suasana.

Kita semua memiliki tanggung jawab untuk menjaga etika dalam ruang publik. Kebebasan berpendapat merupakan hak setiap warga negara, tetapi hak tersebut juga harus dijalankan dengan rasa tanggung jawab dan saling menghormati. Begitu pula dalam menanggapi kritik, setiap pihak hendaknya mengedepankan kedewasaan, bukan emosi yang berujung pada ujaran yang merendahkan.

Indonesia adalah negara yang dibangun di atas semangat persatuan dalam keberagaman. Oleh karena itu, mari kita jadikan kritik sebagai bahan evaluasi, bukan sebagai alasan untuk saling memusuhi. Demokrasi akan semakin kuat apabila setiap perbedaan disikapi dengan kepala dingin, menghormati martabat sesama, dan mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan golongan.

Saya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga ruang publik yang sehat, menjunjung tinggi etika, serta membangun budaya diskusi yang santun. Dengan demikian, perbedaan pendapat akan menjadi kekuatan untuk melahirkan solusi, bukan sumber perpecahan.*

Founder Read Aloud Lampung Berbagi Teknik Membaca Nyaring dalam Webinar RELIMA

JurnalKota.net – LAMPUNG – Upaya menghidupkan kembali koleksi buku di perpustakaan terus dilakukan Relawan Literasi Masyarakat (RELIMA) Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI) di Provinsi Lampung. Salah satunya melalui penyelenggaraan webinar Membaca Nyaring (Read Aloud) yang akan dilaksanakan pada Rabu, 22 Juli 2026, pukul 10.45–12.00 WIB secara daring melalui Zoom.

Kegiatan ini menjadi wadah pembelajaran bagi para relawan literasi, pengelola perpustakaan, guru, orang tua, hingga pegiat literasi agar mampu memanfaatkan buku-buku yang tersedia di perpustakaan melalui metode membaca nyaring. Selain meningkatkan minat baca, teknik tersebut dinilai efektif membangun kedekatan anak dengan buku sejak usia dini.

Founder Read Aloud Lampung sekaligus Founder Read Aloud Kota Metro, Anggun Novitia Sari, dipercaya menjadi narasumber dalam webinar tersebut. Ia akan mengulas konsep dasar membaca nyaring, manfaatnya terhadap perkembangan bahasa anak, serta praktik sederhana yang dapat diterapkan di lingkungan keluarga, sekolah, maupun perpustakaan.

Menurut Anggun, membaca nyaring bukan hanya aktivitas membacakan isi buku, tetapi juga proses membangun kemampuan berbahasa secara bertahap. Anak yang terbiasa mendengarkan cerita akan memiliki kesempatan lebih besar untuk memperkaya kosakata, meningkatkan kemampuan menyimak, mengembangkan keterampilan berbicara, hingga mendukung kemampuan membaca dan menulis.

Sementara itu, Koordinator RELIMA Perpusnas RI Wilayah Provinsi Lampung sekaligus RELIMA Perpusnas RI Lokus Kota Bandar Lampung, Yoga Pratama, menjelaskan bahwa webinar tersebut merupakan bagian dari strategi agar koleksi buku yang dimiliki perpustakaan semakin bermanfaat bagi masyarakat.

“Perpustakaan memiliki banyak koleksi bacaan yang berasal dari bantuan Perpustakaan Nasional RI maupun berbagai pihak lainnya. Melalui pelatihan membaca nyaring ini, kami ingin mendorong agar koleksi tersebut lebih sering dimanfaatkan dalam kegiatan literasi, sehingga buku benar-benar hadir di tengah masyarakat, bukan hanya tersimpan di rak,” kata Yoga.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut juga menjadi bentuk penguatan kapasitas para relawan literasi agar mampu menghadirkan aktivitas membaca yang lebih menarik dan interaktif di wilayah masing-masing.

Webinar ini terselenggara berkat kolaborasi lintas RELIMA di Provinsi Lampung yang melibatkan relawan dari Bandar Lampung, Way Kanan, Mesuji, Tulang Bawang, Lampung Tengah, Lampung Barat, Lampung Timur, Pringsewu, Lampung Selatan, Pesawaran, Tanggamus.

Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperluas gerakan membaca nyaring di berbagai daerah serta mengoptimalkan pemanfaatan koleksi buku yang telah tersedia di perpustakaan desa, sekolah, taman bacaan masyarakat, maupun perpustakaan umum. Dengan semakin banyak masyarakat yang mempraktikkan membaca nyaring, budaya membaca di Lampung diharapkan tumbuh semakin kuat dan berkelanjutan.*

Gibran Sambangi Kediaman Ketua Umum Bela Budaya di Lampung Timur

JurnalKota.net – Lampung Timur : Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka berkunjung ke kediaman Ketua Umum Bela Budaya Nusantara, Mulyono, di Taman Randu Mas, Desa Pugung Raharjo, Kabupaten Lampung Timur, Rabu (15/7/2026).

Kunjungan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka tersebut turut didampingi oleh Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela, Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Kristomei Sianturi, Kapolda Lampung Irjen Pol. Helfi Assegaf, serta Bupati Lampung Timur Ella Siti Nuryamah.

Dalam kesempatan itu, Mulyono berkomunikasi melalui sambungan telepon dengan Presiden ke-7 RI Joko Widodo. Ia menyampaikan salam hangat dari masyarakat Lampung Timur kepada Joko Widodo serta mendoakan agar beliau senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, dan keberkahan dalam menjalani aktivitasnya.

Mulyono juga menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang tetap meluangkan waktu berkunjung ke Taman Randu Mas untuk bertemu dengan pengurus Bela Budaya Nusantara dan masyarakat Pugung Raharjo di tengah padatnya agenda kenegaraan.

Menurut Mulyono, kehadiran Gibran menjadi perhatian yang sangat berarti bagi masyarakat. Ia berharap Gibran dapat terus mendampingi dan membantu Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan pembangunan Indonesia menuju Indonesia Emas 2045 dengan menyiapkan generasi yang cerdas, berkarakter, serta berbudaya.

“Semoga Mas Gibran terus diberikan kesehatan dan kekuatan untuk membantu Bapak Presiden Prabowo membangun Indonesia. Kami berharap cita-cita Indonesia Emas 2045 dapat terwujud dengan lahirnya generasi yang cerdas dan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai budaya bangsa,” ujar Mulyono.

Mulyono menambahkan, kehadiran Gibran di Taman Randu Mas juga menjadi penghibur bagi masyarakat Pugung Raharjo yang sebelumnya merasa sedih dan kecewa atas batalnya kunjungan Joko Widodo beberapa waktu lalu. Menurutnya, kunjungan tersebut menjadi bentuk perhatian yang mampu mengobati kerinduan masyarakat terhadap sosok Presiden ke-7 RI itu.

” Hadirnya mas Gibran tentu saja menjadi obat bagi masyarakat yang sempat sedih dan kecewa karena bapak Jokowi batal ke pugung Raharjo, namun hari ini masyarakat jadi sangat senang, saya juga mendoakan bapak Jokowi dan mas Gibran senantiasa diberikan kesehatan, semoga silaturahmi ini bisa terus terjalin “Pungkasnya.*

GPL Awards 2026 Jadi Ajang Apresiasi Penggerak Pendidikan Muda Lampung

JurnalKota.net – BANDARLAMPUNG – Semangat kolaborasi dan pengabdian generasi muda kembali ditunjukkan melalui penyelenggaraan GPL Awards 2026 yang digelar Gebyar Pelajar Lampung di Aula A Dekanat Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Lampung, Sabtu (4/7/2026).

Ajang tahunan ini menjadi bentuk apresiasi kepada pengurus Gebyar Pelajar Lampung, Lampung Education Volunteers, dan Forum Pelajar Lampung (FPL) periode 2025–2026 yang selama ini aktif menghadirkan berbagai program pendidikan, kepemudaan, dan pengabdian kepada masyarakat di Provinsi Lampung.

Kegiatan dihadiri oleh Dekan FKIP Universitas Lampung Dr. Albet Maydiantoro, M.Pd., Pejabat Fungsional Dinas Ketenagakerjaan Provinsi Lampung Ir. ZF Arif BS, S.T., M.T., IPM., Dewan Pembina Gebyar Pelajar Lampung Dr. Ryzal Perdana, M.Pd, Founder Gebyar Pelajar Lampung Ricky Rachman Nursa, M.T., serta Nana Maulana, S.T.

Dalam sambutannya, Dr. Albet Maydiantoro menilai Gebyar Pelajar Lampung telah menjadi ruang positif bagi generasi muda untuk berkembang sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Optimalkan wadah ini sebagai jalan untuk mewujudkan cita-cita. FKIP Universitas Lampung siap berkolaborasi, baik dalam kegiatan akademik maupun nonakademik. Kami yakin banyak potensi generasi muda yang dapat dikembangkan melalui berbagai bentuk kerja sama,” ungkapnya.

Founder Gebyar Pelajar Lampung, Ricky Rachman Nursa, M.T., mengajak seluruh pengurus dan relawan untuk terus menjaga semangat pengabdian meskipun masa kepengurusan telah berakhir.

“Terima kasih atas setiap pengabdian, dedikasi, dan kontribusi yang telah diberikan. Apa yang kita lakukan hari ini akan menjadi rantai kebaikan yang manfaatnya terus dirasakan banyak orang. Teruslah belajar, berkolaborasi, dan menjadi pribadi yang mampu menginspirasi lingkungan sekitar,” katanya.

Tidak hanya memberikan penghargaan, GPL Awards 2026 juga menghadirkan seminar informasi beasiswa yang disampaikan oleh Dr. Ryzal Perdana, M.Pd serta sesi Coaching Career bersama Ricky Rachman Nursa, M.T., dan Ir. ZF Arif BS, S.T., M.T., IPM., yang membahas pengembangan kompetensi, kepemimpinan, dan kesiapan memasuki dunia profesional.

Momentum tersebut juga menjadi ajang pelepasan simbolis Koordinator dan Wakil Koordinator Forum Pelajar Lampung sebagai bentuk penghormatan atas pengabdian mereka selama satu periode.

Sebagai puncak acara, Gebyar Pelajar Lampung menyerahkan penghargaan kepada individu dan Forum Pelajar Lampung yang menunjukkan performa terbaik sepanjang tahun. Beragam kategori diberikan, mulai dari Pengurus GPL Berdampak, Volunteers of The Year 2025, hingga penghargaan bagi Forum Pelajar Lampung seperti FPL Terfavorit, FPL Terproduktif, FPL Terinspiratif, FPL Terinovatif, Best Collaboration Project, FPL People’s Choice Award, dan penghargaan tertinggi FPL of The Year.

Melalui GPL Awards 2026, Gebyar Pelajar Lampung menegaskan komitmennya untuk terus membangun ekosistem kepemudaan yang kolaboratif, inovatif, serta berorientasi pada kemajuan pendidikan di Provinsi Lampung.*

Khalisa Azzura Cahya Raih Dua Medali Piala Kemenpora RI 2026

JurnalKota.net – Bandarlampung – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan atlet renang cilik Lampung. Khalisa Azzura Cahya, siswi kelas II SD Pelita Khoirul Ummah yang berlatih di Orca Swimming Club, sukses membawa pulang dua penghargaan pada Kejuaraan Renang Piala Kemenpora RI 2026 Antar Perkumpulan dan Sekolah Seluruh Indonesia yang berlangsung di Kolam Renang Pahoman, Bandar Lampung, 10–12 Juli 2026.

Pada ajang bergengsi tersebut, Khalisa meraih Juara 1 nomor 25 meter Gaya Bebas Fins Putri serta Juara 3 nomor 25 meter Gaya Bebas Putri. Capaian itu menjadi bukti bahwa pembinaan atlet usia dini di Lampung mulai menunjukkan hasil yang membanggakan.

Ketua Umum Akuatik Indonesia Lampung periode 2023–2027, Ade Utami Ibnu, mengapresiasi pencapaian Khalisa yang dinilai menjadi inspirasi bagi lahirnya atlet-atlet muda berprestasi di Provinsi Lampung.

“Prestasi Khalisa menunjukkan bahwa Lampung memiliki potensi besar dalam melahirkan perenang-perenang berbakat sejak usia dini. Kami mengapresiasi kerja keras atlet, pelatih, orang tua, dan klub yang konsisten melakukan pembinaan. Akuatik Indonesia Lampung akan terus mendorong sistem pembinaan berjenjang agar atlet-atlet seperti Khalisa mampu berkembang hingga level nasional bahkan internasional,” ujar Ade Utami Ibnu.

Pelatih sekaligus CEO Orca Swimming Club, Coach Ahmad Abas, mengatakan keberhasilan tersebut merupakan buah dari latihan yang disiplin, semangat belajar yang tinggi, serta dukungan penuh dari keluarga.

“Khalisa memiliki semangat berlatih yang luar biasa untuk usianya. Ia cepat memahami instruksi, disiplin, dan selalu ingin memperbaiki catatan waktunya. Dua medali ini bukan akhir, tetapi awal perjalanan menuju prestasi yang lebih tinggi. Kami akan terus membina teknik, mental bertanding, dan karakter agar ia siap menghadapi kejuaraan-kejuaraan berikutnya,” kata Ahmad Abas.

Rasa bangga juga disampaikan ibunda Khalisa, Ramona Pasaur Dini, yang mengaku terharu melihat kerja keras putrinya berbuah prestasi.

“Kami sebagai orang tua sangat bersyukur dan bangga. Terima kasih kepada Coach Ahmad Abas dan seluruh keluarga besar Orca Swimming Club yang telah membimbing Khalisa dengan penuh kesabaran. Semoga prestasi ini menjadi motivasi bagi Khalisa untuk terus berlatih, tetap rendah hati, dan mengharumkan nama Lampung serta Indonesia di masa depan,” tutur Pasaur Dini.

Kejuaraan Renang Piala Kemenpora RI 2026 diikuti peserta dari berbagai perkumpulan renang dan sekolah di Indonesia. Ajang tersebut menjadi wadah pencarian bibit atlet potensial sekaligus mengukur hasil pembinaan olahraga renang usia dini di berbagai daerah.

Bagi Lampung, keberhasilan Khalisa menambah daftar atlet muda yang mampu bersaing di tingkat nasional dan memperkuat optimisme bahwa pembinaan yang dilakukan klub-klub renang daerah akan terus melahirkan generasi perenang berprestasi. (*)

Reporter Tribun Lampung Diintimidasi Pria Berkacamata Hitam Saat Meliput Sidang Eks Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona

JurnalKota.net – BANDARLAMPUNG – Wartawan Tribun Lampung Bayu Saputra mendapat perlakuan tak mengenakkan saat meliput sidang dugaan korupsi proyek SPAM Kabupaten Pesawaran, Jumat (3/7/2026).

Seorang pria berkacamata hitam tiba-tiba memukul smartphone milik Bayu Saputra yang saat itu tengah menjalankan tugas jurnalistik mengambil video terdakwa Dendi Ramadhona.

Aksi yang mengarah ke intimidasi dari pria yang berpakaian serba hitam itu terjadi saat terdakwa Dendi Ramadhona keluar dari ruang sidang.

“Saya lagi ngambil video, tiba-tiba bapak berkacamata hitam itu memukul kamera ponsel saya pakai kertas karton. Saya kaget dan takut karena gesturnya seperti mengancam saya,” kata Bayu kepada wartawan usai peristiwa itu.

Bayu mengaku, upaya intimidasi dari pria berkacamata hitam saat meliput sidang dugaan korupsi proyek SPAM Pesawaran dengan terdakwa Dendi Ramadhona tak hanya terjadi kali ini saja.

“Setiap kali sidang orang itu selalu mendekati saya, dia sering kali bilang kalau buat berita (sidang Dendi Ramadhona) yang bener yah,” terang Bayu.

Tak hanya itu, pria berkacamata hitam itu juga kerap menghalangi wartawan yang hendak mengambil foto Dendi Ramadhona di ruang sidang.

“Bahkan dia pernah tanya saya, kamu wartawan apa. Tinggal dimana. Saya sebenarnya ada rawa khawatir ada terjadi apa-apa,” ungkap Bayu.

Usai peristiwa yang mengarah ke intimidasi itu, Bayu mengaku trauma dan ada kekhawatiran kalau ‘algojo’ yang mengawal Dendi Ramadhona saat sidang akan melakukan tindakan kekerasan terhadap Jurnalis.

Karena itu, Bayu berharap hakim maupun petugas pengamanan dalam pengadilan negeri Tanjung Karang dapat menertibkan para ‘algojo’ Dendi Ramadhona itu.

“Kalau bisa aparat kepolisian bisa berjaga dan mengambil tindakan tegas terhadap pria berkacamata hitam itu dan kelompoknya,” tandas Bayu.*

Kenaikan BI Rate ke 5,75 Persen


BI Rate Naik ke 5,75 Persen, Bank Indonesia Perkuat Stabilitas Rupiah di Tengah Ketidakpastian Global

‎Oleh : Sugiarto

‎JurnalKota.net – Bank Indonesia (BI) memutuskan menaikkan suku bunga acuan (BI Rate) sebesar 25 basis poin menjadi 5,75 persen dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang berlangsung pada 17–18 Juni 2026. Bersamaan dengan itu, suku bunga Deposit Facility naik menjadi 4,75 persen dan Lending Facility menjadi 6,50 persen. Keputusan tersebut diumumkan secara resmi oleh Bank Indonesia pada 18 Juni 2026.

‎Gubernur Bank Indonesia menjelaskan bahwa kenaikan BI Rate merupakan langkah lanjutan untuk memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tingginya ketidakpastian ekonomi global. Kebijakan ini juga bersifat pre-emptive guna menjaga inflasi tahun 2026 dan 2027 tetap berada dalam sasaran pemerintah sebesar 2,5 persen ±1 persen.

‎Selain kebijakan moneter, Bank Indonesia menegaskan bahwa kebijakan makroprudensial tetap diarahkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan penyaluran kredit ke sektor riil, dengan tetap menjaga stabilitas sistem keuangan. Di sisi lain, kebijakan sistem pembayaran terus diperkuat agar mendukung transaksi ekonomi dan keuangan digital yang aman, andal, serta efisien.

‎Berdasarkan data resmi Bank Indonesia, kenaikan menjadi 5,75 persen merupakan lanjutan dari penyesuaian bertahap BI Rate sepanjang tahun 2026. Sebelumnya, BI Rate berada pada level 4,75 persen pada Januari hingga April 2026, naik menjadi 5,25 persen pada Mei, kemudian 5,50 persen pada awal Juni, sebelum kembali meningkat menjadi 5,75 persen pada pertengahan Juni.

‎Secara umum, kenaikan suku bunga acuan berpotensi meningkatkan biaya pinjaman bagi dunia usaha maupun masyarakat. Namun, kebijakan tersebut juga dapat memperkuat daya tarik aset keuangan domestik, menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, serta membantu mengendalikan tekanan inflasi.

‎Bank Indonesia menegaskan akan terus mencermati perkembangan ekonomi global dan domestik serta mengoptimalkan bauran kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran guna menjaga stabilitas ekonomi sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan.(Ugie)

Kenaikan BI Rate ke 5,75 Persen


‎*BI Rate Naik ke 5,75 Persen, Bank Indonesia Perkuat Stabilitas Rupiah di Tengah Ketidakpastian Global*

‎Oleh : Sugiarto

‎Bank Indonesia (BI) memutuskan menaikkan suku bunga acuan (BI Rate) sebesar 25 basis poin menjadi 5,75 persen dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang berlangsung pada 17–18 Juni 2026. Bersamaan dengan itu, suku bunga Deposit Facility naik menjadi 4,75 persen dan Lending Facility menjadi 6,50 persen. Keputusan tersebut diumumkan secara resmi oleh Bank Indonesia pada 18 Juni 2026.

‎Gubernur Bank Indonesia menjelaskan bahwa kenaikan BI Rate merupakan langkah lanjutan untuk memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tingginya ketidakpastian ekonomi global. Kebijakan ini juga bersifat pre-emptive guna menjaga inflasi tahun 2026 dan 2027 tetap berada dalam sasaran pemerintah sebesar 2,5 persen ±1 persen.

‎Selain kebijakan moneter, Bank Indonesia menegaskan bahwa kebijakan makroprudensial tetap diarahkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan penyaluran kredit ke sektor riil, dengan tetap menjaga stabilitas sistem keuangan. Di sisi lain, kebijakan sistem pembayaran terus diperkuat agar mendukung transaksi ekonomi dan keuangan digital yang aman, andal, serta efisien.

‎Berdasarkan data resmi Bank Indonesia, kenaikan menjadi 5,75 persen merupakan lanjutan dari penyesuaian bertahap BI Rate sepanjang tahun 2026. Sebelumnya, BI Rate berada pada level 4,75 persen pada Januari hingga April 2026, naik menjadi 5,25 persen pada Mei, kemudian 5,50 persen pada awal Juni, sebelum kembali meningkat menjadi 5,75 persen pada pertengahan Juni.

‎Secara umum, kenaikan suku bunga acuan berpotensi meningkatkan biaya pinjaman bagi dunia usaha maupun masyarakat. Namun, kebijakan tersebut juga dapat memperkuat daya tarik aset keuangan domestik, menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, serta membantu mengendalikan tekanan inflasi.

‎Bank Indonesia menegaskan akan terus mencermati perkembangan ekonomi global dan domestik serta mengoptimalkan bauran kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran guna menjaga stabilitas ekonomi sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan.(Ugie)

Inflasi Tahunan Lampung Juni 2026 Tetap Terjaga Dalam Sasaran 

JurnalKota.net – Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS), Provinsi Lampung pada Juni 2026 mengalami inflasi 0,55% (mtm), lebih rendah dari bulan sebelumnya (0,82%; mtm).

Realisasi tersebut lebih tinggi jika dibandingkan rata-rata inflasi bulan Juni dalam tiga tahun terakhir yang sebesar 0,03% (mtm). Secara tahunan, inflasi Provinsi Lampung tercatat sebesar 2,46% (yoy), lebih rendah dibandingkan inflasi nasional yang sebesar 3,34% (yoy).

Dilihat dari sumbernya, inflasi Juni 2026 terutama didorong oleh kenaikan harga pada kelompok transportasi. Komoditas utama penyumbang inflasi adalah bensin, dengan andil sebesar 0,21% (mtm).

Kenaikan tersebut sejalan dengan penyesuaian harga BBM non-subsidi oleh Pemerintah yang berlaku sejak 10 Juni 2026. Selain itu, kelompok makanan, minuman, dan tembakau juga turut memberikan andil terhadap inflasi Juni 2026.

Komoditas yang menjadi penyumbang utama antara lain bawang merah, tomat, bawang putih, dan minyak goreng, dengan andil masing-masing sebesar 0,07%; 0,05%; 0,04%; dan 0,02% (mtm). Kenaikan harga bawang merah dipengaruhi oleh penurunan produksi pascapanen di sentra produksi.

Sementara itu, harga tomat meningkat seiring tingginya permintaan dari program MBG di tengah keterbatasan pasokan akibat kondisi cuaca yang tidak menentu. Harga bawang putih juga meningkat akibat berkurangnya pasokan dari distributor, yang turut dipengaruhi oleh kenaikan harga BBM dan fluktuasi nilai tukar Rupiah.

Adapun kenaikan harga minyak goreng didorong oleh meningkatnya harga plastik sebagai salah satu komponen input produksi.

Di sisi lain, tekanan inflasi lebih lanjut tertahan oleh penurunan harga sejumlah komoditas dalam kelompok makanan, minuman, dan tembakau.

Komoditas cabai merah, telur ayam ras, cabai rawit, daging ayam ras, dan nugget masing-masing memberikan andil deflasi sebesar -0,03%; -0,02%; -0,02%; -0,02%; dan -0,02% (mtm).

Penurunan harga aneka cabai sejalan dengan meningkatnya pasokan dari panen di sentra produksi serta tambahan pasokan dari luar daerah.

Sementara itu, harga daging ayam ras menurun seiring normalisasi permintaan pasca-HBKN Iduladha.

Ke depan, KPw BI Provinsi Lampung memprakirakan inflasi di Provinsi Lampung akan tetap terjaga dalam rentang sasaran inflasi 2,5±1% (yoy) pada akhir tahun 2026.

Namun demikian, sejumlah risiko perlu tetap diwaspadai dan dimitigasi. Dari sisi Inflasi Inti (Core Inflation), risiko bersumber dari

(i) peningkatan permintaan agregat sejalan dengan implementasi kenaikan UMP 2025 sebesar 5,35% yang direalisasikan secara bertahap sepanjang tahun 2026;

(ii) potensi terus berlanjutnya kenaikan harga emas dunia di tengah ketidakpastian geopolitik global yang masih tinggi;

(iii) meningkatnya tekanan harga plastik akibat gangguan pasokan petrokimia berisiko meningkatkan harga pangan kemasan, termasuk minyak goreng; serta

(iv) risiko gangguan pasokan gula pada musim giling 2026 akibat tertundanya proses tebang-giling berpotensi meningkatkan harga gula pasir.

Dari sisi Inflasi Bahan Makanan Bergejolak (Volatile Food), risiko yang perlu dicermati meliputi (i) rendahnya realisasi tanam di Lampung pada Maret 2026 akibat curah hujan yang tinggi, sehingga berpotensi menekan capaian panen dan meningkatkan tekanan inflasi pada triwulan II; serta (ii) potensi curah hujan rendah dan peralihan menuju El Nino lemah pada semester II yang berisiko menekan produksi hortikultura dan tanaman pangan.

Sementara itu, dari sisi Inflasi Harga yang Diatur Pemerintah (Administered Prices), risiko yang perlu diwaspadai meliputi

(i) potensi kenaikan harga BBM seiring risiko peningkatan harga minyak dunia akibat berlanjutnya tensi geopolitik dan ketidakpastian global; serta

(ii) dampak lanjutan kenaikan tarif Tol Lampung ruas Bakauheni–Terbanggi Besar yang berlaku sejak 27 November 2025 terhadap penyesuaian tarif transportasi antarkota serta harga rokok.

Meninjau perkembangan inflasi Mei dan mempertimbangkan peningkatan risiko global dan domestik, Bank Indonesia dan TPID Provinsi Lampung terus memperkuat pengendalian inflasi melalui strategi 4K sebagai berikut:

1. Keterjangkauan Harga

a. Melaksanakan operasi pasar beras/SPHP secara terarah dan targeted.

b. Memperkuat monitoring harga dan pasokan komoditas strategis (beras, cabai, bawang, daging sapi, serta daging dan telur ayam ras), termasuk antisipasi dampak kenaikan biaya distribusi akibat volatilitas energi global.

2. Ketersediaan Pasokan a. Mengoptimalkan realisasi KAD eksisting sebagai respons dini terhadap indikasi kenaikan harga atau permintaan komoditas pangan defisit, khususnya di kab/kota sample IHK.

b. Mendorong perluasan KAD bawang merah dengan Provinsi Sumatera Barat. Saat ini, kerja sama telah memasuki tahap pembahasan dokumen MoU dan PKS antara Kota Bandar Lampung dan Kabupaten Solok.

c. Memperkuat koordinasi antar-OPD untuk mengoptimalkan intensifikasi pertanian, memastikan kesiapan alsintan dan distribusi pupuk bersubsidi, serta mengantisipasi potensi gangguan pasokan akibat faktor cuaca dan distribusi, terutama pada komoditas beras, bawang merah dan aneka cabai.

d. Memperkuat koordinasi intensif dengan distributor, pedagang besar, BUMD Pangan, dan BULOG guna menjamin kecukupan pasokan serta kelancaran suplai ke pasar utama pembentuk harga, termasuk toko-toko inflasi.

3. Kelancaran Distribusi

a. Memperkuat efektivitas Fasilitas Distribusi Pangan (FDP) melalui optimalisasi peran BUMD pangan sebagai operator distribusi, termasuk penyaluran komoditas pangan strategis dari sentra produksi ke kab/kota sample IHK.

b. Mendorong percepatan perbaikan jalan usaha tani melalui koordinasi dengan Pemprov Lampung guna menekan hambatan distribusi dan biaya logistik komoditas pangan strategis.

c. Memastikan dan memperkuat kesiapan sarana dan prasarana distribusi melalui pemanfaatan Mobil Transportasi Operasi Pasar (TOP), serta memastikan berlanjutnya upaya perbaikan jalan kab/kota dan pedesaan yang dilalui angkutan pangan.

4. Komunikasi efektif

a. Melakukan rapat koordinasi rutin TPID Provinsi dan Kabupaten/Kota dalam rangka menjaga awareness terkait dinamika harga dan pasokan terkini.

b. Memperkuat sistem informasi neraca pangan melalui integrasi data pangan yang terkini dan berkualitas (Pengembangan Simpel Aja dan e-Horti), guna mendukung pengambilan kebijakan pengendalian harga yang tepat.

c. Memanfaatkan media digital untuk menyampaikan informasi terkini mengenai inflasi di Provinsi Lampung.*