Gunung Semeru Erupsi, Warga Diminta Jauhi Puncak dan Tepi Sungai Besuk Kobokan

Gunung Semeru yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, erupsi dan meletuskan abu vulkanik setinggi 700 meter di atas puncak. Menurut Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Mukdas Sofian, erupsi ini tercatat pada Jumat (12/4) pukul 03.31 WIB.

“Tinggi kolom letusan teramati sekitar 700 meter di atas puncak atau 4.376 meter di atas permukaan laut,” ucap Mukdas dikutip dari Antara, Jumat (12/4).

Menurut Mukdas, kolom abu vulkanik teramati berwarna putih hingga kelabu dan tebal ke arah barat daya dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 186 detik. Menurut laporan pengamatan dari pukul 00.00-06.00 WIB, tercatat ada 10 kali gempa letusan/erupsi.

Pada pukul 09.02 WIB, erupsi juga tercatat dengan kolom abu setinggi 800 meter di atas puncak. Erupsi tersebut terekam dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 109 detik.

Status Siaga

Saat ini Gunung Semeru masih berstatus siaga atau Level III. Dengan status ini, PVMBG mengimbau masyarakat untuk tidak beraktivitas di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan dan sejauh 13 kilometer dari puncak atau pusat erupsi.

Masyarakat juga diminta untuk menjauhi tepi sungai hingga radius 500 meter di sepanjang Besuk Kobokan karena ada potensi perluasan awan panas dan aliran lahar hingga 17 km dari puncak.

Masyarakat juga diminta tidak beraktivitas dalam radius 5 km dari kawah atau puncak Gunung Semeru karena ada potensi terjadi lontaran batu dan material pijar. Potensi awan panas, guguran lava, lahar di sepanjang aliran sungai yang berhulu di puncak Semeru, terutama di sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat.