
LAMPUNG – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Lampung menggelar Seminar Nasional BKS PTN Barat pada Jumat (17/4/2026) di Aula A Gedung A FISIP Unila.
Kegiatan ini menghadirkan sejumlah tokoh penting, di antaranya Wakil Menteri Dalam Negeri RI, Bima Arya Sugiarto, Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela, Sekretaris Daerah Kota Bandar Lampung Iwan Gunawan, serta Rektor Unila Lusmeilia Afriani.
Turut hadir Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan, Dekan FISIP Unila, para delegasi BKS PTN Barat, serta jajaran pimpinan di lingkungan Unila.
Dalam pemaparannya, Jihan Nurlela menegaskan bahwa Provinsi Lampung memiliki potensi besar di sektor pertanian, sumber daya alam, dan bonus demografi. Namun, potensi tersebut dinilai belum optimal dan membutuhkan penguatan di berbagai sektor pendukung.
“Perlu peningkatan layanan kesehatan, kualitas sumber daya manusia, serta kolaborasi lintas sektor agar potensi ini bisa dimaksimalkan untuk pembangunan berkelanjutan,” ujarnya.
Sementara itu, Bima Arya menyoroti masih adanya kesenjangan antara hasil riset akademik dengan kebijakan publik yang diambil pemerintah. Menurutnya, perguruan tinggi memiliki peran strategis sebagai penghubung antara dunia akademik dan pengambil kebijakan.
“Masih ada gap antara riset dan kebijakan. Kampus harus menjadi jembatan yang mampu menerjemahkan hasil riset menjadi kebijakan yang berbasis data dan aplikatif,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan akademisi dalam menghasilkan kebijakan yang tepat sasaran dan berdampak langsung bagi masyarakat.
Melalui seminar ini, diharapkan terbangun sinergi yang lebih kuat antara pemerintah, akademisi, dan perguruan tinggi dalam mendorong kebijakan publik berbasis riset serta mendukung pembangunan berkelanjutan di daerah maupun nasional.