Lampung Barat Hebat! Program Kesehatan Parosil-Mad Hasnurin Hadirkan Ambulance Gratis, USG Ibu Hamil hingga Beasiswa Dokter

LAMPUNG BARAT – Pemerintah Kabupaten Lampung Barat terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat melalui berbagai program unggulan yang inovatif dan berkelanjutan.

Di bawah kepemimpinan Bupati Parosil Mabsus dan Wakil Bupati Mad Hasnurin, visi “Lampung Barat Hebat dan Setia” diwujudkan melalui penguatan layanan kesehatan yang merata, mudah diakses, serta berbasis kebutuhan masyarakat.

Berbagai terobosan di sektor kesehatan yang dijalankan melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Barat menjadi bukti nyata keseriusan pemerintah daerah dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat sekaligus menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan mandiri.

Salah satu inovasi terbaru yang mendapat perhatian masyarakat adalah layanan pemeriksaan ultrasonografi (USG) gratis bagi ibu hamil. Program ini memberikan kesempatan kepada ibu hamil untuk menjalani pemeriksaan sebanyak dua kali selama masa kehamilan, yakni pada trimester pertama dan trimester ketiga.

Layanan tersebut bertujuan untuk mendeteksi secara dini kondisi kesehatan ibu dan janin sehingga risiko komplikasi kehamilan dapat dicegah sedini mungkin.

Selain itu, masyarakat juga dapat memanfaatkan Program Cek Kesehatan Gratis yang tersedia di 15 Puskesmas yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Lampung Barat. Program ini dapat diakses melalui pendaftaran langsung di fasilitas kesehatan maupun secara daring melalui aplikasi Satu Sehat.

Program tersebut menunjukkan capaian yang sangat positif. Pada tahun 2024, jumlah masyarakat yang mengikuti layanan kesehatan gratis mencapai 52.585 jiwa dan berhasil melampaui target yang ditetapkan. Sementara pada tahun 2025, pemerintah menargetkan sebanyak 47.895 masyarakat dapat memanfaatkan layanan tersebut.

Di sisi pelayanan kegawatdaruratan, Program Ambulance Hebat tetap menjadi salah satu program unggulan yang sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat sejak diluncurkan pada tahun 2018.

Program ini menyediakan layanan ambulans gratis selama 24 jam bagi masyarakat yang membutuhkan pertolongan medis darurat. Saat ini, setiap kecamatan di Kabupaten Lampung Barat telah memiliki armada Ambulance Hebat yang siap memberikan pelayanan cepat dan responsif.

Pemerintah daerah juga terus meningkatkan fasilitas kesehatan melalui pengembangan layanan rawat inap di seluruh Puskesmas yang tersebar di 15 kecamatan.

Fasilitas tersebut dirancang dengan standar pelayanan setara rumah sakit tipe D sehingga masyarakat dapat memperoleh layanan kesehatan yang lebih dekat tanpa harus dirujuk ke daerah lain.

Tak hanya fokus pada pelayanan kesehatan saat ini, Pemerintah Kabupaten Lampung Barat juga menyiapkan masa depan pelayanan kesehatan melalui Program Beasiswa Pendidikan Kedokteran.

Program yang telah berjalan sejak tahun 2018 ini menjadi salah satu terobosan strategis dalam mengatasi kekurangan tenaga dokter, terutama di wilayah terpencil.

Melalui program tersebut, pemerintah daerah memberikan dukungan penuh kepada mahasiswa kedokteran berupa biaya kuliah, uang saku, biaya transportasi, hingga biaya hidup selama masa pendidikan.

Hingga saat ini, sebanyak 15 penerima beasiswa tengah menempuh pendidikan di berbagai perguruan tinggi negeri terkemuka di Indonesia, baik sebagai calon dokter umum maupun dokter gigi.

Dari jumlah tersebut, dua penerima beasiswa telah menyelesaikan pendidikan dan bersiap untuk kembali mengabdi di Kabupaten Lampung Barat sebagai tenaga kesehatan profesional.

Bupati Parosil Mabsus menegaskan bahwa pembangunan sektor kesehatan merupakan investasi jangka panjang yang sangat penting dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing.

Karena itu, keberlanjutan berbagai program unggulan seperti Ambulance Hebat, layanan kesehatan Puskesmas, pemeriksaan kesehatan gratis, hingga Beasiswa Pendidikan Kedokteran akan terus menjadi prioritas pemerintah daerah pada periode kedua kepemimpinannya bersama Wakil Bupati Mad Hasnurin.

Melalui berbagai inovasi tersebut, Lampung Barat semakin memantapkan diri sebagai daerah yang peduli terhadap kesehatan masyarakat serta siap menghadapi tantangan pembangunan di masa depan.

Dengan dukungan pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dan partisipasi aktif masyarakat, visi mewujudkan Lampung Barat yang sehat, mandiri, maju, dan sejahtera diyakini dapat tercapai.

Program-program kesehatan yang dijalankan saat ini tidak hanya menjadi solusi atas kebutuhan masyarakat hari ini, tetapi juga menjadi fondasi kuat bagi lahirnya generasi Lampung Barat yang lebih sehat dan berkualitas di masa mendatang.

Warga Way Sulan Desak Puskesmas Naik Status Jadi Rawat Inap, Jarak ke RS Dinilai Terlalu Jauh

LAMPUNG SELATAN – Warga Kecamatan Way Sulan menyuarakan aspirasi peningkatan layanan kesehatan dengan mendorong Puskesmas setempat…

Rencana Demo RSAM Terbongkar Hoaks, LSM PELTU Ingatkan Ormas Tak Asal Ancam

JurnalKota.net – Bandar Lampung, Rencana demonstrasi ke RSAM Bandar Lampung oleh salah satu LSM ternyata hanya isapan jempol dan gertak sambal.

Hal itu diungkapkan oleh Jonson Ketua LSM Peltu (Pemuda Lampung Satu) Lampung, Jumat, 15 Agustus 2025.

” Gembar gembor adanya Surat kemana mana akan melakukan aksi Demonstrasi di RSAM Bandar Lampung ternyata cuma hoaks saja, ” ujar Jonsah Ketua LSM Peltu Lampung.

Masih menurut Jonson Peltu, jangan sampai LSM dan Ormas hanya main main prihal ancaman Demonstrasi yang membuat sibuk aparat keamanan prihal menjaga supaya situasi kondusif,” jelas Hendrik .

Sebelumnya , Emil Salim ketua LSM Jilmek Lampung ( Jaringan Lampung Merakyat) menilai adanya rencana aksi demonstrasi besok Kamis tanggal 14 Agustus 2025 oleh ormas dan LSM merupakan tindakan melanggar hukum dan pantas untuk dilakukan tindakan tegas oleh Kepolisian Lampung.

” Adanya rencana aksi demo besok di RSUAM oleh segelintir ormas dan LSM merupakan bentuk pelanggaran hukum dan pantas untuk dilakukan tindakan oleh aparat penegak hukum dalam hal ini kepolisian daerah Lampung, ” ujar Emil Salim 13 Agustus 2025.

” Mohon tindakan tegas karena menurut Pasal 9 ayat ( 2) huruf a UU No 9 tahun 1998 Jo Pasal 10 Perkap Kapolri No 9 Tahun 2008 melarang aksi Demo dilakukan di tempat ibadah, instalasi Militer, rumah sakit, pelabuhan udara atau laut , stasiun kereta api, Terminal angkutan darat dan objek vital nasional, ” tandas Emil Salim.

Seperti diketahui Organisasi masyarakat (Ormas) berencana menggelar aksi unjuk rasa di RSUD Abdul Moeloek pada Kamis, 14 Agustus 2025. Aksi ini terkait dugaan pemutusan hubungan kerja (PHK) sepihak terhadap seorang karyawan outsourcing bernama Istiana oleh PT Artha Sarana Cemerlang (ASC), perusahaan jasa kebersihan (housekeeping) yang beroperasi di lingkungan rumah sakit tersebut.

Menanggapi rencana aksi tersebut, Ketua Umum Himpunan Masyarakat Transparansi (Himatra) Taufik mengimbau agar unjuk rasa tidak dilakukan di RSUD Abdul Moeloek. Ia menilai rumah sakit adalah objek vital yang melayani masyarakat, sehingga aksi massa berpotensi mengganggu pelayanan bahkan membahayakan keselamatan pasien.

“Bahaya jika terjadi penumpukan massa di sana. Bisa saja pasien gawat darurat terhambat menuju rumah sakit. Kalau sampai ada korban jiwa karena akses terhambat, siapa yang mau bertanggung jawab?” ujar Taufik.

Taufik menambahkan, permasalahan PHK tersebut sebenarnya tidak berkaitan langsung dengan pihak RSUD Abdul Moeloek. Menurutnya, tanggung jawab sepenuhnya berada di PT ASC selaku perusahaan pemberi kerja.

“RSUD Abdul Moeloek sudah menyerahkan urusan ini kepada PT ASC sesuai peraturan dan mekanisme yang berlaku. Saya sarankan rekan-rekan Pagas mempelajari undang-undang ketenagakerjaan atau berkoordinasi dengan Dinas Tenaga Kerja Provinsi Lampung maupun Kota Bandar Lampung agar tuntutannya tepat sasaran,” tegas Taufik.

Senada dengan itu, Noperwan AB juga mengingatkan bahwa aksi di objek vital seperti rumah sakit diatur ketat oleh undang-undang. Ia meminta Pagas menahan diri demi menjaga kelancaran pelayanan publik.

“Saya sepakat dengan Ketum Himatra. Lebih baik rekan-rekan Pagas berkoordinasi dengan Dinas Tenaga Kerja agar masalah ini dapat diakomodir tanpa mengorbankan kepentingan masyarakat,” pungkas Noperwan. *

Pegawai Kominfo Lampung Selatan Ikuti Skrining Kesehatan dari Dinkes

Kalianda, Lampung Selatan – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lampung Selatan melalui UPT Puskesmas Kalianda kembali melaksanakan kegiatan Skrining Kesehatan bagi aparatur sipil negara (ASN) dan tenaga honorer di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan, Kamis (19/6/2025).

Kegiatan ini merupakan bagian dari program tahunan Pelayanan Terpadu Penyakit Tidak Menular (Pandu PTM) yang menyasar deteksi dini berbagai penyakit tidak menular di kalangan pegawai pemerintah.

Kali ini, giliran Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Lampung Selatan yang menjadi lokasi pemeriksaan. Pegawai terlihat antusias mengikuti setiap tahapan skrining, mulai dari wawancara risiko kesehatan, pengukuran berat badan, tinggi badan, lingkar perut, tekanan darah, kadar gula darah, hingga konsultasi kejiwaan.

Sub Koordinator Penyakit Tidak Menular Dinkes Lampung Selatan, Samsu Rizal, menjelaskan bahwa kegiatan ini penting untuk mencegah penyakit tidak menular seperti hipertensi, diabetes, hingga gangguan mental, yang kerap berkembang tanpa disadari.

“Penyakit tidak menular sering kali tanpa gejala. Karena itu, deteksi dini sangat penting agar kita bisa mengantisipasi sejak awal,” ujarnya.

Samsu juga menambahkan, skrining kesehatan ini akan terus dilakukan ke seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Lampung Selatan. Sasaran utamanya adalah masyarakat usia 15 tahun ke atas, terutama para ASN yang rentan mengalami stres akibat beban kerja yang tinggi.

“ASN memiliki tekanan kerja yang besar. Pemeriksaan rutin seperti ini membantu mereka tetap menjaga kondisi tubuh dan pikiran,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kominfo Lampung Selatan, Anasrullah, menyambut positif pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia mengajak seluruh pegawai untuk aktif berpartisipasi demi menjaga kebugaran dan mendeteksi potensi penyakit sejak dini.

“Kadang kita merasa sehat, padahal tubuh kita menyimpan potensi gangguan yang belum terdeteksi. Jangan menunggu terlambat,” pesannya.

Walikota Eva Dwiana Hadiri Munas APEKSI Ke – VII di Surabaya 

JK, SURABAYA – Walikota Bandar lampung, Hj. Eva Dwiana menghadiri Musyawarah Nasional (Munas) VII Asosiasi Pemerintah…

Rumah Sunat Khitan Lampung Satu-Satunya Rumah Sunat Memberikan Pelayanan Terbaik

JurnalKota.net – BANDAR LAMPUNG – Rumah Sunat Khitan Lampung yang beralamat di Jalan Pulau Singkep, Sukarame,…

Bakti Sosial HKKI Terkait Pentingnya Skrining Dini Kanker Serviks Melalui Pemeriksaan HPV DNA

Jurnalkota.net – Metro | Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Metro, Bangkit Haryo Utomo, menghadiri kegiatan bakti sosial…

GERMAS Gelar Jum’at Sehat

JurnalKota.net – Gerakan Masyarakat Hidup Sehat atau yang disering dikenal GERMAS tetap menjadi perhatian penting Pemerintah…

Ekonom Minta Syarat Bantuan Modal bagi Mitra Makan Bergizi Gratis Dipermudah

Jakarta – Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang menjadi mitra program Makan Bergizi Gratis (MBG)…

Menkes: Pemeriksaan Kesehatan Gratis Dikasih Presiden, Tak Perlu BPJS

Jakarta – Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) merupakan pemberian…