Riza Mirhadi: Perempuan Golkar Lampung Harus Persiapkan Diri Hadapi Pemilu Nasional dan Daerah

JurnalKota.net – Bandarlampung – DPD Kesatuan Perempuan Partai Golkar (KPPG) Provinsi Lampung menggelar Seminar Politik Perempuan Partai Golkar, di aula Golkar Lampung, Rabu (13/5/2026).

Seminar Politik Perempuan Golkar mengangkat tema “30 % Wajib, 100% Kerja” Perempuan Golkar Solid, Bergerak Menang, dibuka oleh Ketua Harian DPD Partai Golkar Lampung H. Riza Mirhadi, SH, mewakili Ketua DPD Partai Golkar Lampung Hanan A Rozak.

Riza Mirhadi memberi wawasan dan semangat kepada perempuan Partai Golkar. Riza mengatakan, kewajiban perempuan Golkar sekarang mempersiapkan diri. Disampaikan Riza, bahwa Partai Golkar Lampung di bawah kepemimpinan H. Hanan A Rozak, telah melakukan konsolidasi di 13 daerah di Lampung. Ketua Golkar juga terus memonitor pengurus Golkar Lampung termasuk kader perempuan yang potensial.

“Karena itu, luruskan niat. Tunjukkan kerja nyata sehingga nanti bisa menjadi kader yang potensial. Kalaupun nanti tidak nyaleg, hendaknya membantu untuk memenangkan Partai Golkar. Karena itu, jalau ingin menjadi caleg hendaknya persiapkan diri mulai dari sekarang,” harap Riza.

Disampaikan Riza, perlu diketahui bahwa Pemilu nanti terpisah. Pemilu Nasional Pemilihan Presiden, DPR, DPD dilakukan pada tahun 2029. Kemudian dilanjutkan dengan Pemilu Legislatif DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten/Kota dan Pilkada.

Lebih lanjut Riza menyampaikan, meski pemilu tidak serentak, namun perempuan Golkar mulai mempersiapkan diri dari sekarang. “Jangan banyak menuntut saat nyaleg, tapi tidak siap untuk berkontribusi,” tambah Riza.

Menyinggung soal 100 persen kerja, Riza yakin perempuan Golkar bisa, apalagi soal pemenuhan kuota perempuan 30 persen. Partai Golkar paling siap. Karena itu, yang perlu disiapkan sekarang kualitas perempuan Golkar agar siap menghadapi Pemilu mendatang.

Disampaikan Riza, bahwa perempuan Golkar pada Pemilu 2024 untuk DPRD Provinsi cuma dua. Kedepan perempuan yang mempunyai potensi untuk mengisi kursi di legislatif.

Sementara itu, Ketua KPPG Provinsi Lampung Hj. Ririn Kuswantari, S.Sos, MH, KPPG mengucapkan terimakasih kepada Golkar Lampung yang telah memberi kesempatan perempuan Golkar untuk mengadakan kegiatan politik.

Ririn mengajak perempuan Golkar solid. Karena menurut Ririn yang juga Ketua Golkar Pringsewu ini, menilai soliditas perempuan Golkar dalam mewujudkan kemenangan Partai Golkar mutlak. Karena itu, perlunya wawasan bagi perempuan Partai Golkar untuk menyongsong kemenangan.

Sedangkan Ketua Panitia Seminar Amelia Rizka F, melaporkan, seminar Politik Perempuan Partai Golkar diikuti oleh semua organisasi sayap, hasta karya yang mendirikan dan yang dirikan Partai Golkar. Seminar ini bertujuan untuk mencerdaskan perempuan Golkar dan mempersiapkan Pemilu Legislatif.

Seminar Politik Perempuan Partai Golkar menghadirkan pembicara politisi senior Partai Golkar Lampung H. Tony Eka Candra, Ketua KPPG Hj. Ririn Kuswantari dan anggota Fraksi Golkar DPRD Lampung Marsha Dhita Pytaloka, S.IP. (*)

DPD Partai Golkar Bandar Lampung Bentuk Panitia Qurban Idul Adha 1447 H

JurnalKota.net – BANDAR LAMPUNG – Partai Golkar Kota Bandar Lampung menggelar rapat pengurus dalam rangka persiapan kegiatan Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah di Kantor DPD Partai Golkar Kota Bandar Lampung, Senin (11/5/2026).

Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD Partai Golkar Kota Bandar Lampung, H. Riza Mirhadi, dan dihadiri seluruh jajaran pengurus partai.

Dalam sambutannya, Riza Mirhadi menyampaikan bahwa kegiatan qurban merupakan agenda rutin yang selalu dilaksanakan Partai Golkar setiap perayaan Hari Raya Idul Adha.

“Kegiatan qurban ini adalah kegiatan rutin yang setiap tahun dilaksanakan oleh Partai Golkar dalam menyambut Hari Raya Idul Adha. Kami berharap seluruh rangkaian kegiatan nantinya dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Riza.

Dalam rapat tersebut juga dibentuk kepanitiaan pelaksanaan qurban Idul Adha 1447 H. Pengurus menunjuk Hj. Tini Marlina sebagai Ketua Panitia, Yulianti sebagai Sekretaris, dan Sumarni sebagai Bendahara.

Pembentukan panitia tersebut dilakukan sebagai langkah awal dalam mempersiapkan pelaksanaan penyembelihan hewan qurban dan penyaluran daging qurban kepada masyarakat yang membutuhkan.

Suasana rapat berlangsung penuh kekeluargaan dan semangat kebersamaan. Seluruh pengurus yang hadir menyatakan dukungannya agar kegiatan qurban tahun ini dapat terlaksana secara maksimal dan membawa keberkahan bagi masyarakat Kota Bandar Lampung. (*)

Pertemuan Megawati dan Prabowo di Istana Negara

Jakarta – Presiden ke-5 Republik Indonesia, Megawati Soekarnoputri, melakukan pertemuan dengan Presiden RI saat ini, Prabowo…

DPD Partai Golkar Kota Metro Gelar Buka Puasa Bersama dan Beri Tali Asih ke Panti Asuhan

Metro | Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kota Metro menggelar kegiatan buka puasa bersama, di…

Hasto Tegaskan PDIP Koalisi Permanen dengan Rakyat, Golkar–Gerindra Bahas Koalisi Politik 2029

Jakarta – Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, menegaskan bahwa partainya menempatkan rakyat sebagai koalisi permanen…

Ketua DPD I Partai Golkar Provinsi Lampung sekaligus Anggota DPR RI Komisi V Fraksi Partai Golkar : Penempatan Polri di Bawah Presiden Adalah Amanat Reformasi dan Konstitusi

JurnalKota.net – Ketua DPD I Partai Golkar Provinsi Lampung sekaligus Anggota DPR RI Komisi V Fraksi Partai Golkar, Ir. Hanan A. Rozak, MS, menyatakan dukungan penuh terhadap sikap Komisi III DPR RI yang menegaskan bahwa Polri tetap berada langsung di bawah Presiden dan tidak berbentuk kementerian. Menurutnya, penegasan tersebut tidak hanya memiliki dasar yuridis yang kuat, tetapi juga mencerminkan konsistensi terhadap semangat Reformasi 1998.

“Secara konstitusional, posisi Polri di bawah Presiden sudah sangat jelas. Hal ini ditegaskan dalam Pasal 30 ayat (4) UUD 1945 serta diperkuat oleh TAP MPR Nomor VII/MPR/2000. Maka wacana menempatkan Polri di bawah kementerian justru berpotensi menciptakan ketidakpastian hukum,” ujar Hanan A. Rozak saat dimintai tanggapan, Selasa (27/1).

Budiono menilai sikap Komisi III DPR RI yang sejalan dengan pandangan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo merupakan langkah tepat untuk menjaga independensi dan profesionalisme Polri sebagai alat negara. Menurutnya, Polri harus bertanggung jawab langsung kepada Presiden sebagai kepala pemerintahan dan kepala negara, bukan kepada menteri yang bersifat sektoral.

“Polri bukan institusi teknis semata, melainkan instrumen strategis negara dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan penegakan hukum. Karena itu, pertanggungjawabannya harus langsung kepada Presiden, bukan melalui struktur kementerian yang berpotensi membuka ruang intervensi politik,” tegasnya.

Ia juga mengapresiasi dukungan seluruh fraksi di Komisi III DPR RI yang sepakat mempertahankan posisi Polri di bawah Presiden. Konsensus politik tersebut, menurut Budiono, menunjukkan kematangan demokrasi dan pemahaman bersama tentang pentingnya supremasi sipil dalam sistem ketatanegaraan Indonesia.

Terkait penguatan peran Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas), Erwan Bustami menilai langkah tersebut sebagai bentuk checks and balances yang sehat. Optimalisasi Kompolnas dalam memberikan pertimbangan pengangkatan dan pemberhentian Kapolri dinilai sejalan dengan prinsip akuntabilitas institusi kepolisian.

“Pengawasan eksternal melalui Kompolnas dan pengawasan parlemen oleh DPR merupakan instrumen penting agar Polri tetap profesional dan tidak menyimpang dari mandat konstitusionalnya,” ujarnya.

Erwan Bustamu juga menyoroti pentingnya reformasi kultural di tubuh Polri sebagaimana ditekankan Komisi III DPR RI, terutama melalui penguatan kurikulum pendidikan kepolisian berbasis hak asasi manusia dan nilai demokrasi, serta pemanfaatan teknologi modern dalam pelaksanaan tugas kepolisian.

“Reformasi Polri tidak cukup hanya struktural dan regulatif, tetapi juga harus menyentuh budaya hukum dan mentalitas aparat. Penggunaan teknologi seperti body camera dan kecerdasan artifisial harus diiringi dengan etika hukum yang kuat,” jelasnya.

Ia menegaskan, pembahasan Rancangan Undang-Undang Polri harus tetap berpegang pada konstitusi dan produk hukum yang berlaku, bukan didorong oleh wacana populis yang berpotensi melemahkan fondasi reformasi sektor keamanan.

“Penegasan Komisi III DPR RI ini penting untuk menutup polemik yang tidak produktif. Fokus kita seharusnya adalah memperkuat Polri agar semakin profesional, transparan, dan dipercaya publik,” pungkas Hanan A. Rozak. (*)

Musda XI Golkar Lampura Tetapkan Arnando Ferdiansyah sebagai Ketua, Targetkan 8 Kursi di Pemilu 2029

JurnalKota.net – LAMPUNG UTARA – Musyawarah Daerah (Musda) XI Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kabupaten Lampung Utara (Lampura) secara aklamasi menetapkan Arnando Ferdiansyah sebagai Ketua DPD Partai Golkar Lampura. Penetapan sekaligus pelantikan Arnando Ferdiansyah ini menjadi penanda awal konsolidasi besar Golkar Lampura dalam menyongsong Pemilu 2029.

Dalam forum Musda yang digelar di Balai Pusiban Agung, Kotabumi, DPD Partai Golkar Provinsi Lampung secara tegas memasang target ambisius. Golkar Lampura dituntut mampu meningkatkan perolehan kursi legislatif dari 5 (lima) kursi pada Pemilu 2024 menjadi minimal 8 (delapan) kursi pada Pemilu 2029.

Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Lampung, Hanan A. Razak, menegaskan bahwa Golkar Lampura harus menjadi mesin pemenangan partai yang solid dan terstruktur. Ia menekankan pentingnya konsolidasi internal sebagai fondasi utama menghadapi agenda politik ke depan.

“Golkar Kabupaten Lampung Utara harus menjadi mesin pemenangan Partai Golkar yang solid menuju 2029,” tegas Hanan dalam sambutannya.

Menurut Hanan, konsolidasi tidak hanya sebatas pembenahan struktur kepengurusan, tetapi juga mencakup penyamaan visi, arah perjuangan, dan langkah politik seluruh kader. Hal tersebut dinilai penting agar Golkar semakin dekat dan benar-benar hadir di tengah masyarakat.

Selain konsolidasi internal, Golkar Lampura juga diminta terus melakukan evaluasi serta memperkuat komunikasi politik dengan berbagai elemen masyarakat. Langkah ini diyakini mampu menjaga kepercayaan publik sekaligus memperkuat posisi Golkar sebagai partai yang responsif terhadap aspirasi rakyat.

“Alhamdulillah pada Pemilu 2024 Partai Golkar memperoleh lima kursi. Dengan konsolidasi yang ketat dan berjenjang, serta terus berada di tengah masyarakat dan membantu masyarakat, ke depan saya minta kursinya paling tidak menjadi delapan,” ujar Hanan menegaskan.

Sementara itu, Ketua DPD Partai Golkar Lampura terpilih, Arnando Ferdiansyah, menyatakan kesiapan penuh untuk menjalankan amanah partai dan arahan DPD Partai Golkar Provinsi Lampung. Ia mengaku siap memikul tanggung jawab besar untuk merealisasikan target delapan kursi pada Pemilu 2029. “Saya harus mengikuti arahan pimpinan,” ujar Arnando singkat.

Arnando optimistis komposisi kepengurusan yang memadukan kader senior dan junior menjadi kekuatan strategis Golkar Lampura. Perpaduan pengalaman dan energi muda tersebut diyakini mampu menarik dukungan masyarakat secara lebih luas.

“Saya akan merapatkan barisan dengan seluruh stakeholder. Dengan kepengurusan yang terdiri dari senior dan junior, saya yakin kami bisa menarik banyak suara dan merealisasikan target minimal delapan kursi seperti yang diharapkan Ketua DPD Provinsi Lampung,” tegasnya.

Selain menetapkan Arnando Ferdiansyah sebagai ketua, Musda XI DPD Partai Golkar Lampura juga menunjuk Sofyan sebagai Sekretaris dan Muhammad Rizani sebagai Bendahara. (*)

Musda XI Golkar Lampura Aklamasi Arnando Ferdiansyah, Bidik 8 Kursi DPRD di 2029

LAMPUNG UTARA – Musyawarah Daerah (Musda) XI DPD Partai Golkar Kabupaten Lampung Utara (Lampura) resmi menetapkan…

Hanan A. Rozak: Penempatan Polri di Bawah Presiden Merupakan Amanat Reformasi dan Konstitusi

Hanan A. Rozak: Penempatan Polri di Bawah Presiden Merupakan Amanat Reformasi dan Konstitusi

Ketua DPD I Partai Golkar Provinsi Lampung sekaligus Anggota DPR RI Komisi V Fraksi Partai Golkar, Ir. Hanan A. Rozak, M.S., menyatakan dukungan penuh terhadap sikap Komisi III DPR RI yang menegaskan bahwa Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) tetap berada langsung di bawah Presiden dan tidak ditempatkan dalam struktur kementerian.

Menurut Hanan, penegasan tersebut memiliki landasan konstitusional yang kuat serta sejalan dengan semangat Reformasi 1998. Ia menilai wacana penempatan Polri di bawah kementerian justru berpotensi menimbulkan ketidakpastian hukum dan melemahkan prinsip tata kelola pemerintahan yang telah disepakati pascareformasi.

“Secara konstitusional, posisi Polri di bawah Presiden sudah sangat jelas. Hal ini ditegaskan dalam Pasal 30 ayat (4) UUD 1945 dan diperkuat oleh TAP MPR Nomor VII/MPR/2000. Karena itu, menempatkan Polri di bawah kementerian tidak memiliki dasar hukum yang kuat,” ujar Hanan saat dimintai tanggapan, Selasa (27/1).

Ia menilai sikap Komisi III DPR RI yang sejalan dengan pandangan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo merupakan langkah tepat untuk menjaga independensi dan profesionalisme Polri sebagai alat negara. Menurutnya, Polri harus bertanggung jawab langsung kepada Presiden sebagai kepala pemerintahan dan kepala negara, bukan kepada menteri yang bersifat sektoral.

“Polri bukan sekadar institusi teknis, melainkan instrumen strategis negara dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan penegakan hukum. Oleh karena itu, pertanggungjawabannya harus langsung kepada Presiden agar terhindar dari potensi intervensi politik,” tegasnya.

Hanan juga mengapresiasi kesepakatan seluruh fraksi di Komisi III DPR RI yang mempertahankan posisi Polri di bawah Presiden. Konsensus politik tersebut, menurutnya, mencerminkan kematangan demokrasi dan kesadaran bersama akan pentingnya supremasi sipil dalam sistem ketatanegaraan Indonesia.

Terkait penguatan peran Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas), Hanan menilai langkah tersebut sebagai bentuk mekanisme checks and balances yang sehat. Optimalisasi peran Kompolnas dalam memberikan pertimbangan pengangkatan dan pemberhentian Kapolri dinilai sejalan dengan prinsip akuntabilitas dan transparansi institusi kepolisian.

“Pengawasan eksternal melalui Kompolnas serta fungsi pengawasan DPR merupakan instrumen penting untuk memastikan Polri tetap profesional dan tidak menyimpang dari mandat konstitusionalnya,” ujarnya.

Lebih lanjut, Hanan juga menyoroti pentingnya reformasi kultural di tubuh Polri, terutama melalui penguatan pendidikan berbasis hak asasi manusia dan nilai-nilai demokrasi, serta pemanfaatan teknologi modern dalam pelaksanaan tugas kepolisian.

“Reformasi Polri tidak cukup hanya bersifat struktural dan regulatif, tetapi juga harus menyentuh budaya hukum dan mentalitas aparat. Pemanfaatan teknologi seperti body camera dan kecerdasan artifisial harus diiringi dengan etika hukum yang kuat,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa pembahasan Rancangan Undang-Undang Polri harus tetap berpegang pada konstitusi dan peraturan perundang-undangan yang berlaku, bukan didorong oleh wacana populis yang berpotensi melemahkan fondasi reformasi sektor keamanan.

“Penegasan Komisi III DPR RI ini penting untuk mengakhiri polemik yang tidak produktif. Fokus utama harus diarahkan pada upaya memperkuat Polri agar semakin profesional, transparan, dan dipercaya oleh masyarakat,” pungkas Hanan A. Rozak. (*)

Komisi III DPR Setujui Adies Kadir Diusulkan sebagai Hakim Mahkamah Konstitusi

JAKARTA – Komisi III DPR RI menyetujui pengusulan Wakil Ketua DPR, Adies Kadir, sebagai Hakim Mahkamah…

Pelantikan Pengurus DPD NasDem, Bupati Egi Tegaskan Pentingnya Kolaborasi Politik untuk Pembangunan Daerah

Lampung Selatan – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan menegaskan komitmennya dalam memperkuat kolaborasi politik sebagai bagian…

Abdulhak Dikukuhkan Pimpin Dewan Pimpinan Daerah Partai Nasional Demokrat Kota Metro 2025–2030

Metro | Abdulhak kembali dipercaya memimpin Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Nasional Demokrat (NasDem) Kota Metro…

Arnando Ferdiansyah Dipastikan Pimpin Golkar Lampung Utara Periode 2026–2031

KOTABUMI – Arnando Ferdiansyah dipastikan akan menakhodai Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kabupaten Lampung Utara…

PKS Gelar Laga Persahabatan Mini Soccer Bersama Awak Media Kota Metro

METRO | Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Dr. H. Almuzzammil Yusuf, M.Si., melaksanakan laga persahabatan mini…

DPD Golkar Kota Metro Gelar Rapat Pleno Perdana Kepengurusan Periode 2026–2031

Metro | Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kota Metro menggelar Rapat Pengurus Pleno perdana usai…