Pj. Bupati Pringsewu Marindo Kurniawan Peroleh 2 Penghargaan Nasional Sekaligus

JURNAL KOTA, MATARAM – Pj. Bupati Kabupaten Pringsewu Marindo Kurniawan mendapat dua penghargaan dari Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI Prof. Dr. A. Halim Iskandar, pada Gelar Teknologi Tepat Guna Nusantara (GTTGN) XXV Tahun 2024 di Mataram Provinsi Nusa Tenggara Barat, Senin (15/07/2024).

Kedua penghargaan itu diberikan kepada Penjabat Bupati Pringsewu Dr. Marindo Kurniawan, S.T., M.M., atas Kontribusi dan Kerja Keras dalam membina Pengembangan Teknologi Tepat Guna Inovasi Desa.

Serta Piagam Lencana Satya Inovasi Desa diberikan kepada Selviana Larasati dkk, sebagai Juara II Kategori Inovasi Teknologi Tepat Guna, Lomba Teknologi Tepat Guna Nusantara XXV Tahun 2024 yang merupakan binaan dari Pemerintah Kabupaten Pringsewu melalui Dinas Pemberdayaan masyarakat Pekon Kabupaten Pringsewu.

GTTGN merupakan kegiatan nasional yang dilaksanakan setiap tahunnya dalam rangka menjaring kreatifitas dan inovasi teknologi akar rumput, disamping menjadi ajang sharing infomasi dan promosi terkait Inovasi Teknologi Tepat Guna dari seluruh Indonesia.

Beberapa kegiatan dalam GTTGN XXV di Kota Mataram, NTB, diantaranya Pentas Seni dan Budaya, Malam Keakraban Pejuang Inovasi, Temu Bisnis, Seminar Internasional, Rakornis, Pameran dan Ekspo, Bazar UMKM dan lainnya. (Rls)

Walikota Eva Dwiana Hadiri Pelepasaan KRI Dewaruci dan Laskar Muhibah Jalur Rempah Bertolak dari Bandar Lampung

JURNAL KOTA, BANDAR LAMPUNG — Walikota Bandar Lampung Hj. Eva Dwiana, hadiri pelepasan KRI Dewaruci dan Laskar Muhibah jalur rempah yang bertolak dari bandar lampung yang setelah menjalani pelayaran bersama 75 laskar terpilih dari setiap provinsi dalam rangka Muhibah Budaya Jalur Rempah di 7 Kota, dan akan menuju etape terakhir ke Jakarta dari Dermaga Pelindo Panjang Bandar Lampung. Minggu (14/07/2024).

Seperti yang kita ketahui, Kapal legendaris KRI Dewaruci merupakan latihan Taruna Akademi TNI Angkatan Laut sekaligus Kapal Diplomasi yang memperkuat jajaran TNI AL sejak tahun 1953, telah melaksanakan dua kali pelayaran muhibah keliling dunia mengarungi 7 (tujuh) samudra serta 5 (lima) benua.

Acara pelepasan selain dihadiri Walikota Bandar Lampung Hj. Eva Dwiana, Danlanal Lampung Kolonel Laut (P) Dwi Atmojo, Dirjen Kebudayaan Prov. Lampung Drs. Siswanto, Plh Sekda Kota Bandar Lampung Drs. Sukarma Wijaya, serta Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan.

Dalam sambutannya, Walikota Bandar Lampung menyampaikan “atas nama Pemerintah Kota Bandar Lampung kami mengucapkan terima kasih kepada pihak Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi serta TNI Angkatan Laut yang telah memilih Kota Bandar Lampung sebagai salah satu titik yang terkoneksi dengan jalur yang bersejarah yakni sebagai tempat pelaksanaan Program Muhibah Budaya Jalur Rempah Kemendikbudristek RI, sehingga semakin mengukuhkan Kota Bandar Lampung sebagai jalur penting di Indonesia melintasi Selat Malaka”, unjar Eva Dwiana.

“Program ini tidak hanya mempromosikan kekayaan budaya Indonesia, namun juga memperkuat diplomasi dengan negara sahabat, untuk itu saya mengajak kita semua bersama-sama bersinergi dalam upaya mempertahankan kejayaan jalur rempah di Indonesia, serta menumbuh-kembangkan kecintaan dan kesadaran generasi muda akan kearifan lokal”, Tutup Eva Dwiana.(Kwt)

Walikota Eva Dwiana Hadiri Pelepasaan KRI Dewaruci dan Laskar Muhibah Jalur Rempah Bertolak dari Bandar Lampung

BANDAR LAMPUNG – Walikota Bandar Lampung Hj. Eva Dwiana, hadiri pelepasan KRI Dewaruci dan Laskar Muhibah jalur rempah yang bertolak dari bandar lampung yang setelah menjalani pelayaran bersama 75 laskar terpilih dari setiap provinsi dalam rangka Muhibah Budaya Jalur Rempah di 7 Kota, dan akan menuju etape terakhir ke Jakarta dari Dermaga Pelindo Panjang Bandar Lampung. Minggu (14/07/2024).

Seperti yang kita ketahui, Kapal legendaris KRI Dewaruci merupakan latihan Taruna Akademi TNI Angkatan Laut sekaligus Kapal Diplomasi yang memperkuat jajaran TNI AL sejak tahun 1953, telah melaksanakan dua kali pelayaran muhibah keliling dunia mengarungi 7 (tujuh) samudra serta 5 (lima) benua.

Acara pelepasan selain dihadiri Walikota Bandar Lampung Hj. Eva Dwiana, Danlanal Lampung Kolonel Laut (P) Dwi Atmojo, Dirjen Kebudayaan Prov. Lampung Drs. Siswanto, Plh Sekda Kota Bandar Lampung Drs. Sukarma Wijaya, serta Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan.

Dalam sambutannya, Walikota Bandar Lampung menyampaikan “atas nama Pemerintah Kota Bandar Lampung kami mengucapkan terima kasih kepada pihak Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi serta TNI Angkatan Laut yang telah memilih Kota Bandar Lampung sebagai salah satu titik yang terkoneksi dengan jalur yang bersejarah yakni sebagai tempat pelaksanaan Program Muhibah Budaya Jalur Rempah Kemendikbudristek RI, sehingga semakin mengukuhkan Kota Bandar Lampung sebagai jalur penting di Indonesia melintasi Selat Malaka”, unjar Eva Dwiana.

“Program ini tidak hanya mempromosikan kekayaan budaya Indonesia, namun juga memperkuat diplomasi dengan negara sahabat, untuk itu saya mengajak kita semua bersama-sama bersinergi dalam upaya mempertahankan kejayaan jalur rempah di Indonesia, serta menumbuh-kembangkan kecintaan dan kesadaran generasi muda akan kearifan lokal”, Tutup Eva Dwiana.(Kawat)

Walikota Bandar Lampung Eva Dwiana Raih Penghargaan dari Kemenkop UKM

JURNAL KOTA, JAKARTA – Walikota Bandar Lampung Eva Dwiana menerima penghargaan pembina koperasi andalan dari Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) dan Kementerian Koperasi dan UKM Republik Indonesia.

Penghargaan ini diserahkan oleh Ketua Umum Dekopin Dr. Sri Untari Bisowarno kepada Walikota Eva Dwiana, pada puncak Peringatan Hari Koperasi Nasional ke 77 di Gedung Smesco Jakarta, Jumat (12 juli 2024).

“Koperasi memiliki peran penting dalam perekonomian, itulah kenapa Bunda berkomitmen dalam melakukan pembinaan dan pengembangan koperasi,” kata Eva Dwiana.

Keberadaan koperasi menurut Eva Dwiana memiliki kontribusi signifikan dalam memajukan ekonomi lokal serta meningkatkan kesejahteraan karyawan dan masyarakat secara umum.

“Diera seperti sekarang, pinjaman online ilegal dan rentenir bisa ditekan dengan adanya koperasi. Atas dasar itu pemerintah kota terus mendorong agar dapat membina para anggotanya seperti UMKM melalui pinjaman modal maupun peningkatan unit usaha,” tutup Eva Dwiana. (Rls)

Vittorio Dwison PKS: RSUD Abdul Moeloek Harus Serius Berbenah

JURNAL KOTA, BANDAR LAMPUNG, – Anggota DPRD Provinsi Lampung dari Fraksi PKS, Vittorio Dwison, menyoroti masalah pelayanan di Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek (RSUDAM) yang dinilai perlu mendapatkan perhatian serius. Kamis, (11 Juli 2024).

“Beberapa hari ini, terjadi kejadian pelayanan yang buruk di RSUDAM. Banyak pasien yang kecewa dan merasa tidak mendapatkan perlakuan manusiawi. Tentu masih banyak lagi kasus serupa yang belum terungkap di media,” ujar Vittorio.

Vittorio Dwison meminta atensi serius dari jajaran direktur, unsur pimpinan, hingga petugas medis dan pelayanan di RSUDAM. Dalam RDP (Rapat Dengar Pendapat) Panitia Khusus Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) 2022 yang lalu, Vittorio telah menyampaikan perhatiannya kepada Lukman Pura, Direktur RSUDAM saat itu, mengenai evaluasi standar pelayanan minimal.

“Teknologi memungkinkan pimpinan untuk mendapatkan umpan balik secara real-time melalui aplikasi, dengan respon cepat. Dengan platform ini, rumah sakit bisa mendapatkan bintang atau tanda kepuasan pasien secara langsung,” tambahnya.

Vittorio menekankan pentingnya perbaikan cepat dalam hal pelayanan dasar, seperti kepastian kepada keluarga pasien mengenai kapan tindakan medis bisa dilakukan, hingga peningkatan keramahan dalam pelayanan. Standar-standar ini harus dipenuhi demi memberikan pelayanan yang layak kepada masyarakat.

Dalam rapat dengar pendapat (RDP) waktu LKPJ kepala daerah 2022, Lukman Pura menyatakan bahwa RSUDAM berkomitmen menjadi rumah sakit kelas dunia atau “world class hospital.” Menanggapi hal tersebut, Vittorio berkata, “Bagus sebagai suatu misi, tapi yang mendasar belum bisa diberikan, seperti jauh panggang dari api.”

Vittorio juga menyarankan bahwa jika sumber daya manusia (SDM) di RSUDAM belum mampu memenuhi standar pelayanan, perlu dilakukan peningkatan melalui pelatihan. Dia juga menekankan bahwa meskipun tenaga medis di rumah sakit “pelat merah” dan swasta sama-sama memiliki sumpah profesi yang sama, hasil pelayanannya berbeda.

“Di rumah sakit swasta, pelayanan sangat baik, namun sebaliknya di rumah sakit pemerintah daerah,” pungkas Vittorio. (*)

Walikota Bandar Lampung Eva Dwiana Hadir dalam Acara Jajanan Pasar & Masakan Tradisional Lampung

JURNAL KOTA, BANDAR LAMPUNG – Walikota Bandar Lampung Hj. Eva Dwiana hadir dalam acara jajanan pasar & masakan traditional Lampung di Bandar Lampung Expo lapangan Enggal Saburai, Kamis (11/07/2024).

Hadir juga Wakil Walikota Deddy Amarullah Bandar Lampung, Plh. Sekda Kota Bandar Lampung, pimpinan pratama, Camat Sebandar Lampung, Lurah sebandar Lampung, Ibu PKK Se Kecamatan dan Ibu PKK Se Kelurahan Sebandar Lampung serta undangan lainnya.

Walikota Bandar Lampung, Hj. Eva Dwiana menyampaikan, bahwa acara jajanan pasar & Lampung di Bandar Lampung Expo di lapangan Enggal Saburai adalah bertujuan untuk menghidupkan usaha UMKM sebandar lampung agar UMKM bisa berkembang dan menjadi urat nadi ekonomi di masyarakat kota bandar lampung. Ujar Eva Dwiana

“bunda Eva berharap perlombaan seperti ini agar bisa berkelanjutan untuk menggali potensi masyarakat dalam mengolah makanan dan jajanan yang ada di masyarakat serta menumbuhkan kembangkan UMKM yang ada kota bandar lampung.” Tutup Eva Dwiana. (adr)

Lagi-lagi Pasien Keluhkan Pelayanan Buruk, Direktur RS. Abdul Moeloek Akui Kekurangan

JURNAL KOTA, BANDAR LAMPUNG – Belum selesai persoalan terkait pelayanan yang dianggap buruk oleh pasien dari istri Anggota TNI Angkatan Laut (AL) hingga gagal operasi, lagi-lagi muncul keluhan baru dari pasien lain berasal dari Kabupaten Lampung Barat, Liwa, Provinsi Lampung.

Di beritakan sebelumnya, pasien berinisial DR (41) Warga Teluk Betung Bandar Lampung yang juga merupakan seorang istri dari anggota TNI AL bernama Tulus (42) mengatakan, awalnya istrinya hendak menjalani operasi hernia dan telah mendapat rujukan dari dr. Henky Prabowo agar dioperasi di RSUD Abdul Moeloek.

Namun setelah mendaftar di RS tersebut dan hendak menjalani operasi, pasien tidak mendapatkan pelayanan baik semenjak tiba di instalasi gawat darurat (IGD) dari pukul 15.05 WIB, pada Minggu (07/07/2024) hingga 20.10 WIB malam hari.

“Tidak ada kamar kosong, disarankan perawat yang bertugas untuk turun kelas dari kelas ll turun menjadi kelas lll,” ucapnya, Senin (08/07/2024).

Lalu, setelah akhirnya pihak RS memberikan satu kamar di ruangan Mawar pihak keluarga merasa miris lantaran pihak keluarga diminta untuk pulang mengambil seprai karena seprai kasur di RSUd Abdul Moeloek persediaannya habis.

“Saya disuruh carikan sprei sendiri atau pulang ke rumah mengambil seprei dari rumah saya. Alasannya sprei di rumah sakit sudah habis,” jelas Tulus.

Selain karena sudah berkali-kali dikecewakan pihak RS, dan melihat kondisi kasur tidak layak akhirnya tulus dan sang istri membatalkan operasi hernia di Rumah Sakit milik Pemprov itu.

“Ya saya merasa pelayanan RSUD Abdul Moeloek benar-benar buruk karena hal kecil seperti itu pun mereka tidak menyiapkan. Akhirnya saya minta operasinya dibatalkan saja,” ujarnya.

Kemudian, belum selesai persoalan tersebut hingga viral di medsos dan ada nya komentar netizen yang menilai sama akan buruk nya pelayanan di RSUD Abdul Moeloek. Muncul lagi keluhan warga dari Kabupaten Lampung Barat, Liwa, Provinsi Lampung, Ari yang sedang mengantarkan adik nya untuk proses persalinan.

Ari mengatakan, diri nya sedang mengantarkan adik nya yang di rujuk dari RS. Harapan Bunda kemudian di rujuk kembali ke RSUD Abdul Moeloek untuk diambil tindakan operasi.

Namun, ia menilai pelayanan yang dilakukan oleh RSUD Abdul Moeloek dianggal kurang profesional dibandingkan Rumah Sakit yang merujuk nya.

“Masih mending pelayanan di RS Harapan Bunda dibandingkan RSUD Abdul Moeloek,” katanya.

Ari menyampaikan, setelah masuk Ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) untuk mendaftar dan meneruskan rujukan, pelayanan yang didapatkan dianggap cuek dan minim nya informasi.

“Pelayanan nya terkesan cuek, sudah 2 jam kami disini tetapi tidak ada informasi lebih lanjut,” ungkapnya.

Menanggapi hal tersebut, Direktur RSUD Abdul Moeloek, Lukman Pura saat dikonfirmasi oleh media ini mengakui bahwasanya RSUDAM masih banyak kekurangan dan akan lakukan perbaikan untuk melayani masyarakat Lampung yang membutuhkan tenaga medis.

” Kita memang masih banyak kekurangan dan insyaallah untuk kedepannya kita akan lakukan perbaikan terimakasih atas saran dan kritiknya,” katanya melalui via WhatsApp. (Tim)

Walikota Bandar Lampung Eva Dwiana Hadir dalam Acara Makan Malam Bersama Pj. Gubernur dan Wakil Kepala Staf Angkatan Laut

JURNAL KOTA, BANDAR LAMPUNG — Walikota Bandarlampung Hj. Eva Dwiana Hadir dalam acara Makan Malam Bersama Pj. Gubernur Samsudin dan Wakil Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana Madya TNI Erwin S. Aldedharma di rumah dinas Gubernur Lampung Mahan Agung Selasa malam. (9 Juli 2024).

Dalam sambutannya bapak Pj. Gubernur mengucapkan selamat datang kepada Wakil Kepala Staf Angkatan Laut RI beserta rombongan di bumi Sai Bumi Rua Jurai, Sebagai penjaga kedaulatan Negara RI.

Wakasal juga menyampaikan amanat Bapak Kasal, bahwa Provinsi Lampung merupakan wilayah strategis pertahanan Indonesia karena berbatasan dengan Laut Samudra dan sebagai jalur Distribusi Ekonomi melalui Selat Sunda.(Adran)

Pelayanan RSUD Abdul Moeloek Buruk, Istri Anggota TNI AL Batal Jalani Operasi Hernia

JURNAL KOTA, BANDAR LAMPUNG — Pelayanan dan fasilitas di RSUD Abdul Moeloek Bandar Lampung lagi-lagi dikeluhkan masyarakat. Bahkan seorang istri Anggota TNI AL terpaksa batal menjalani operasi hernia repair di RS ini.

Pasien berinisial DR (41) Warga Teluk Betung Bandar Lampung. Hal yang paling miris lantaran keluarga pasien disuruh pulang ke rumah untuk mengambil sprei karena sprei Kasur di RSUD Abdul Moeloek katanya sudah habis.

Suami pasien yang juga merupakan anggota TNI AL bernama Tulus (42) mengatakan, awalnya istrinya hendak menjalani operasi hernia dan telah mendapat rujukan dari dr. Henky Prabowo agar dioperasi di RSUD Abdul Moeloek.

Namun setelah mendaftar di RS ini dan hendak menjalani operasi, pasien tidak mendapatkan pelayanan baik semenjak tiba di instalasi gawat darurat (IGD) dari pukul 15.05 WIB, pada Minggu (07/07/2024) hingga 20.10 WIB malam hari.

Tulus menyebut dari awal kedatangan pasien sudah mengalami kesulitan mencari ruang rawat inap. Pihak RS beralasan tidak ada kamar yang tersedia.

“Tidak ada kamar kosong, disarankan perawat yang bertugas untuk turun kelas dari kelas ll turun menjadi kelas lll,” ucapnya, Senin (08/07/2024).

Tulus lalu melakukan berbagai upaya agar istrinya mendapatkan kamar. Karena sang istri butuh istirahat untuk persiapan tindakan operasi besar keesokan harinya.

Tulus dan keluarganya pun terpaksa menunggu sampai pukul 22.00 WIB. Setelah Tulus berkali-kali menyampaikan argument, akhirnya pihak RS memberikan satu kamar di Ruang Mawar.

Namun setelah sampai di Ruang Mawar, lagi-lagi Tulus dan istrinya kecewa, karena petugas tidak menyiapkan alas sprei. Pasien disuruh langsung berbaring di kasur yang kondisinya kotor dan banyak bekas noda-noda hitam yang masih menempel.

Melihat kondisi kasur yang tidak layak, Tulus lalu meminta sprei kepada petugas RS. Bukannya dilayani, perawat itu malah menyuruh Tulus dan keluarganya pulang ke rumah untuk membawa sprai sendiri.

“Saya disuruh carikan sprei sendiri atau pulang ke rumah mengambil seprei dari rumah saya. Alasannya sprei di rumah sakit sudah habis,” jelas Tulus.

Karena sudah berkali-kali dikecewakan pihak RS, akhirnya ia dan sang istri membatalkan operasi hernia di Rumah Sakit milik Pemprov itu.

Tulus mengaku kecewa karena dari awal sudah tidak mendapat pelayanan yang baik. Bahkan untuk sekadar menyiapkan sprei pun perawat RS tidak mau.

“Ya saya merasa pelayanan RSUD Abdul Moeloek benar-benar buruk karena hal kecil seperti itu pun mereka tidak menyiapkan. Akhirnya saya minta operasinya dibatalkan saja,” ujarnya.

Untuk itu, Tulus menyarankan agar Pemprov Lampung mengevaluasi pelayanan RSUD Abdul Moeloek. Karena sudah banyak keluhan yang disampaikan masyarakat soal pelayan RS ini.

Bahkan menurutnya untuk peralatan dan fasilitas yang ada di RS ini juga perlu dicek kembali. Karena sangat mengherankan RSUD milik Pemprov Lampung tapi tak punya stok sprei untuk Kasur pasien.

“Kejadian ini perlu jadi perhadian Pemprov Lampung termasuk Badan Pengelola Aset Daerah. Karena setahu saya anggaran dari Pemprov turun ke RSUD untuk pengadaan. Apakah mungkin mereka salah beli barang yang seharusnya beli sprei malah beli sepatu dokter atau perawat,” tandasnya.

Setelah gagal menjalani operasi hernia, kini pasien (DR) hanya bisa beristirahat di rumah kediaman. (Adran)

Walikota Bandar Lampung Eva Dwiana Hadiri Pelatihan Peningkatan Tahsin Al Quran dan Kualitas Mutu Guru TPQ

BANDAR LAMPUNG – Walikota Bandar Lampung Hj. Eva Dwiana menghadiri pelatihan peningkatan tahsin al quran dan kualitas mutu guru TPQ Sekota Bandar Lampung di sekolah MAN 2 Garuntang pada hari Selasa pagi (09/07/2024).

Dalam acara tersebut mendampingi Walikota Bandar Lampung Hj. Eva Dwiana, Kemenag kota Bandar Lampung Hi. Makmur, Ketua Pelaksana yang juga Ketua FKPQ, Hi. Saparudin, S.Sos.i, Asisten II, Pimpinan Pratama, camat Teluk betung Selatan, Bumi Waras, dan lurah garuntang dan Forkopimda Kota Bandar lampung serta para undangan lainnya.

Dalam sambutannya Ketua Pelaksana sekaligus Ketua FKPQ H. Saparudin S.Sos.i, menurutnya ajang pelatihan ini untuk meningkatkan tahsin Al Quran dan kualitas mutu Guru Ngaji TPQ sekota bandar lampung. Ujar Saparudin.

Kegiatan pelatihan peningkatan tahsin AlQuran dan kualitas mutu guru TPQ sekota Bandar Lampung sebagai momen untuk mengasah keahlian guru ngaji agar bisa trampil dalam mendidik anak-anak kita dalam mengaji Al Quran agar bisa pasih membaca Al Quran, dan juga ucapan terima kasih kepada Pemerintah Kota Bandar Lampung yang telah mendukung para Guru Ngaji yang ada di kota Bandar Lampung agar lebih berkualitas lagi kedepan dalam mendidik anak-anak kita generasi penerus kedepan lebih baik. Tambah Saparudin.

Walikota Bandar Lampung Hj. Eva Dwiana dalam sambutannya sekaligus membuka pelatihan peningkatan tahsin Al quran dan kualitas mutu guru TPQ Sekota Bandar Lampung.

“Terkait pelatihan peningkatan Tahsin Al quran dan kualitas mutu guru TPQ sekota Bandar Lampung, Alhamdulillah udah dibuka, dan bunda Eva berharap dari guru ngaji semua agar bisa lebih baik lagi, dengan adanya pelatihan peningkatan mutu Guru ngaji seperti ini semua guru-guru ngaji bisa memberikan materi yang belum pernah diberikan kepada anak-anak dan bisa dipelajari oleh anak-anak kita ini. Jelas Eva Dwiana.

“Kedepan agar bisa berkolaborasi bersama Dinas Pendidikan dan Harapan Bunda Eva juga Dinas pendidikan kota Bandar Lampung, juga bisa melakukan pelatihan serupa seperti ini kepada guru-guru ngaji kita sebandar lampung, supaya kapasitas Guru Ngaji kita semua bisa mendapatkan hal yang lebih baik lagi bagi guru Ngaji kita yang berkualitas.” Tutup Eva Dwiana. (Adran)