Pemkab Lampung Selatan Gelar Brainstorming untuk Tingkatkan Pengelolaan Media dan Penyebaran Informasi

LAMPUNG SELATAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan mengadakan kegiatan brainstorming untuk membahas pengelolaan media rilis internal yang bertujuan meningkatkan efektivitas penyebaran informasi kepada publik.

Acara yang digelar di Aula Krakatau, Kantor Bupati Lampung Selatan ini, dihadiri oleh admin media sosial dari setiap perangkat daerah dan kecamatan di Kabupaten Lampung Selatan. Diskusi tersebut membahas berbagai strategi dalam mengoptimalkan penggunaan platform digital, seperti media sosial, blog, dan website resmi pemerintah.

Dalam kesempatan itu, peserta mendengarkan paparan dari narasumber yang hadir langsung dari Jakarta mengenai cara menyampaikan informasi publik secara akurat, cepat, dan transparan.

Mewakili Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Lampung Selatan, Sekretaris Dinas Kominfo Heri Wiyono menjelaskan bahwa optimalisasi media rilis internal sangat penting di era digital ini.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap informasi dari pemerintah dapat tersampaikan dengan baik kepada masyarakat melalui berbagai saluran digital yang ada. Media sosial, blog, dan website adalah alat utama kami dalam membangun komunikasi yang efektif dengan publik,” kata Heri Wiyono.

Selain itu, dalam brainstorming ini, peserta juga membahas peningkatan kualitas konten, penggunaan bahasa yang mudah dipahami oleh masyarakat, serta pemanfaatan teknologi untuk memperluas penyebaran informasi.

Dengan adanya kegiatan ini, Pemkab Lampung Selatan berharap dapat meningkatkan transparansi dan partisipasi publik dalam setiap program pemerintah. Selain itu, diharapkan citra positif daerah semakin kuat melalui komunikasi yang lebih baik dan terstruktur.

(red)

Gercep Tanggapi Aspirasi Saat Reses, Yusnadi Langsung Tinjau Pintu Air 12 di Pasir Sakti

LAMTIM – Selepas menggelar acara reses di Kecamatan Pasir Sakti, Anggota DPRD Provinsi Lampung dari Fraksi…

Ketua Komisi III DPRD Bandar Lampung: Pemkot Harus Prioritaskan Penanganan Banjir Melalui Perbaikan Drainase dan Sungai

BANDAR LAMPUNG – Ketua Komisi III DPRD Kota Bandar Lampung, Agus Djumadi, menegaskan bahwa musibah banjir…

PKS Lampung Gelar Diskusi Publik, Bahas Kolaborasi untuk Pembangunan Desa

Lampung – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Lampung mengadakan Diskusi Publik bertema “Kolaborasi PKS dan Pemerintah Daerah…

Fraksi PKB DPRD Lampung: Efisiensi Anggaran, Sudah Saatnya Swasta Berperan

Lampung – Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Lampung minta perusahaan dan pihak swasta untuk lebih pro-aktif dalam mendukung program kesejahteraan masyarakat yang dijalankan pemerintah.

Hal ini disampaikan Ketua FraksI PKB Lampung, Fatikhatul Khoiriyah, Jumat (14/02), menyusul kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan sesuai dengan instruksi Presiden (inpres) Prabowo Subianto.

Menurut Khoir, sapaan karib Fatikhatul Khoiriyah, efisiensi anggaran merupakan hal yang tidak bisa dihindari. Namun, kebijakan tersebut tidak boleh menghambat program-program yang berpihak kepada kesejahteraan rakyat.

“Ruang sekarang perdebatannya bukan pada ruang setuju atau tidak setuju. Tapi bagaimana dengan kebijakan yang dibuat oleh pemerintah untuk melakukan efisiensi ini tidak mengganggu program-program yang pro terhadap kesejahteraan rakyat,” ujar Khoir.

Untuk itu, ia mendorong pemerintah daerah dan dinas terkait untuk lebih kreatif dalam menyusun program yang tetap memiliki manfaat besar meskipun ada keterbatasan anggaran, salah satunya menggandeng pihak swasta.

“Karena efisiensi sifatnya mutlak, pihak pemerintah, dinas-dinas harus kreatif. Bagaimana menyusun program-program yang secara anggaran kecil tapi manfaatnya besar, termasuk menggandeng pihak-pihak swasta,” imbuhnya.

Khoir mencontohkan bahwa sektor pariwisata dan lingkungan hidup dapat menjalin kemitraan dengan perusahaan. Dinas pariwisata dapat berkolaborasi dalam penyelengaraan event, sementara dinas lingkungan hidup bisa bekerjasama untuk mendukung program pelestarian lingkungan.

Sebagai Anggota Komisi II DPRD Lampung, Khoir juga mengungkapkan bahwa berdasarkan RDP Komisi II dengan OPD yang menjadi mitra kerja komisi, didapatkan informasi bahwa ada dinas yang hanya mengelola dana Rp1 M untuk program 2025. Hal itu setelah dilakukan efisiensi.

“Kami berharap pihak swasta bisa mengambil peran, untuk bisa membantu pemerintah dalam rangka kesejahteraan masyarakat. Baik melalui CSR ataupun melalui mekanisme lainnya. Sehingga program-program yang berkaitan dengan kesejahteraan masyarakat dapat direalisasikan,” pungkasnya seperti dilansir lampungway.

Serap Aspirasi Masyarakat, Asep Priwanto Melakukan Reses di Kelurahan Panaragan Jaya

TUBABA – Anggota Dewan perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) Asep Priwanto SH.…

Efisiensi Anggaran Pemprov Lampung Harus Dibahas Bersama DPRD

LAMPUNG – Universitas Teknokrat Indonesia menggelar Leadership Education Program Tahun 2025 dengan tema Empowering Future Leaders with Solutions Focused, Visionary, and Integrity-Driven Mindsets, pada Rabu (12/2/2025).

Acara yang berlangsung di Kampus UTI ini diikuti oleh mahasiswa terpilih dan bertujuan membekali mereka dengan keterampilan kepemimpinan, wawasan kebangsaan, serta karakter yang berintegritas.

Ketua DPRD Provinsi Lampung, Ahmad Giri Akbar, yang hadir membuka acara, menekankan pentingnya peran pemuda dalam menyongsong Indonesia Emas 2045. Menurutnya, generasi muda harus siap menjadi agen perubahan yang inovatif dan memiliki visi ke depan.

 

“Indonesia memiliki cita-cita besar menjadi negara maju pada 2045. Untuk mewujudkannya, diperlukan sinergi antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, serta peran aktif pemuda dalam membangun bangsa,” ujar Ahmad Giri.

Ia juga menjelaskan bahwa DPRD memiliki tiga fungsi utama, yaitu legislasi, anggaran, dan pengawasan. Ketiga fungsi ini bertujuan memastikan kebijakan daerah berpihak pada kesejahteraan masyarakat serta mendukung pembangunan yang berkelanjutan.

Menurutnya, pemuda harus aktif dalam inovasi dan memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan daya saing. Tantangan menuju Indonesia Emas 2045 masih banyak, termasuk ketimpangan sosial, korupsi, dan kurangnya partisipasi politik generasi muda.

Oleh karena itu, strategi konkret diperlukan untuk memberdayakan mereka, salah satunya melalui pendidikan vokasional, pelatihan kewirausahaan, dan kebijakan yang mendukung usaha kecil dan menengah (UKM).

“Kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat sangat penting dalam menciptakan ekosistem yang mendukung pengembangan generasi muda yang unggul dan berdaya saing. Kita tidak hanya bicara, tetapi harus bertindak nyata untuk mendukung pemuda dalam menciptakan lapangan pekerjaan dan berkontribusi bagi pembangunan nasional,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Rektor Universitas Teknokrat Indonesia, Dr. H. Mahathir Muhammad, SE., MM., yang mewakili Rektor UTI Dr. H. Mahathir Muhammad, SE., MM, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Ketua DPRD Lampung dalam acara tersebut. Ia menegaskan bahwa program ini dirancang untuk membentuk mahasiswa yang memiliki jiwa kepemimpinan nasionalis, cerdas, terampil, serta berakhlak mulia.

“Mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia telah aktif dalam berbagai kegiatan, termasuk menyampaikan aspirasi kepada Pj Gubernur Lampung terkait pembangunan Kota Baru serta berpartisipasi dalam pendidikan politik di DPRD,” kata Mahathir.

Dalam kesempatan ini, Universitas Teknokrat Indonesia juga memaparkan pencapaiannya di tingkat internasional. Kampus ini berhasil meraih tujuh pemeringkatan bergengsi, di antaranya peringkat 15 dunia dalam kategori Generative AI pada WURI 2024 (Korea Selatan), peringkat pertama perguruan tinggi terbaik bidang riset di Indonesia versi AD Scientific Index 2024 (Turki), serta peringkat pertama PTS terbaik di ASEAN dalam bidang riset versi AppliedHE (Singapura).

Sebagai penutup, Mahathir mengajak seluruh mahasiswa untuk mengikuti pelatihan dengan baik dan mengaplikasikan ilmu kepemimpinan dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, program ini bukan hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter mahasiswa agar siap menghadapi tantangan masa depan.

Ketua DPRD Provinsi Lampung Dorong Mahasiswa Teknokrat Jadi Leader di Indonesia Emas 2025

Lampung – Universitas Teknokrat Indonesia menggelar kegiatan Leadership Education Program 2025 di gelanggang Mahasiswa Dr. HM Nasrullah Yusuf, Rabu, 12 Februari 2025.

Kegiatan tersebut dibuka oleh Ketua DPRD Provinsi Lampung Ahmad Giri Akbar, bersama Wakil Rektor Universitas Teknokrat Indonesia Dr. Mahathir Muhammad, SE., MM. dan dihadiri peserta juga jajaran Civitas akademika kampus setempat.

Selain membuka kegiatan tersebut, Ketua DPRD Provinsi Lampung Ahmad Giri Akbar juga memberikan kuliah umumnya untuk para mahasiswa yang hadir.

Giri biasa dia disapa mengatakan jika kini sudah saatnya generasi muda terkhusus para mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia peka terhadap potensi yang sangat besar dalam berbagai sektor, seperti pertanian , perikanan , pariwisata, dan industri kreatif untuk mewujudkan Indonesia emas 2045.

“Potensi ini menjadi modal utama kita dalam mempercepat pembangunan dan mencapai kesejahteraan yang merata. Selain itu, kami juga berada dalam periode Bonus Demografi, di mana sebagian besar penduduk kami berada pada usia produktif. Ini adalah potensi yang sangat besar yang harus dimanfaatkan dengan bijak untuk mendorong pembangunan ekonomi dan sosial,” paparnya.

Namun, untuk mewujudkan hal itu memerlukan peran legislatif yang aktif dan berkualitas. Sebagai lembaga yang bertugas membuat undang-undang dan mengawasi pelaksanaannya.

“DPRD Provinsi Lampung juga berperan penting dalam memastikan kebijakan pemerintah daerah berpihak pada rakyat dan mendorong pembangunan yang berkelanjutan,

Jadi mewujudkan Indonesia emas 2045 itu bukan kerjaan semalam kerjaan yang perlu dicicil sedikit demi sedikit dan saya melihat dan mengapresiasi bahwa teknokrat itu melakukan arah tindak langkah bukan hanya visi dan misi tapi juga pelaksanaan implementasi terkecilnya diimplementasikan dengan sangat baik di Universitas Indonesia,” tegasnya.

Lebih lanjut kata dia, Provinsi Lampung saat ini perlu bangga karena memiliki Universitas Teknokrat Indonesia sebagai salah satu wadah pembentukan generasi emas tersebut.

“Jadi kami provinsi Lampung perlu berbangga bahwa Universitas Teknokrat Indonesia ýang telah melakukan langkah-langkah strategis, dalam membentuk menjadikan menyukseskan para mahasiswanya menjadi leader pemimpin apa namanya di masa gemilang Indonesia emas Saya harap pada saatnya nanti para mahasiswa dari memang sudah benar-benar siap menghadapi tantangan global di masa depan,” imbuhnya.

Sementara itu, Rektor Universitas Teknokrat Indonesia melalui Wakil Rektor Dr. H. Mahathir Muhammad, SE., MM. mengungkapkan rasa terimakasihnya kepada Ketua DPRD Provinsi Lampung karena telah memberikan dorongan itu semua, diluar dari pendidikan keilmuan ýang pihaknya berikan.

“Serta kecerdasan lainnya, Oleh karena itu mahasiswa yang terpilih untuk mendapat pendidikan karakter bukan hanya knowledge namun juga sebagai pemimpin yang Nasionalis, Cerdas, Terampil, serta Berakhlak mulia. Karena Mahasiswa mempunyai peran dalam membangun bangsa ini,”tegasnya.

Pihaknya berharap para peserta yang hadir dapat mengumpulkan sekaligus menerapkan ilmu ýang diberikan Ketua DPRD Provinsi Lampung pada hari ini.

“Kami ucapkan terima kasih penuh kepada Ketua DPRD Lampung yang telah berkenan hadir. Setuju saya dia adalah ketua DPRD pertama yang muda dan pengusaha.

Jadi sangat diharapkan dapat memberikan materi kepada adik-adik mahasiswa bisa mencotoh Ahmad Giri Akbar yang muda cerdas dan pengusaha,” ajaknya.

Diskusi Fraksi PKS DPRD Ungkap Tantangan Pemimpin Baru di Lampung

LAMPUNG – Fraksi PKS DPRD Lampung menggelar diskusi bertajuk “Menyambut Kepemimpinan Baru Lampung 2025-2030” pada Senin (10/2/2025).

Ketua Fraksi PKS DPRD Lampung, Ade Utami Ibnu, dalam sambutannya menyampaikan bahwa diskusi ini digelar untuk menggali perspektif para pakar dalam merumuskan kebijakan yang lebih berbasis data dan kebutuhan riil masyarakat.
“Kami ingin mendapatkan sudut pandang yang lebih luas dari para akademisi dan pakar agar kebijakan yang diambil di masa kepemimpinan baru Lampung benar-benar tepat sasaran. Kajian-kajian seperti ini penting agar kita tidak hanya berbicara visi, tetapi juga strategi konkret untuk pembangunan daerah,” ujar Ade

 

Dalam forum ini, Prof. Marselina, Guru Besar Ilmu Ekonomi Pembangunan Universitas Lampung (Unila) menyoroti sejumlah tantangan utama yang harus dihadapi pemimpin Lampung ke depan, mulai dari ketimpangan ekonomi, pengangguran, hingga inflasi yang berpotensi menghambat kesejahteraan masyarakat.

Dalam pemaparannya, Prof. Marselina menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi Lampung masih menghadapi sejumlah hambatan. Meskipun sebelum pandemi sempat mencapai 5,6%, kini pertumbuhan masih tertahan di bawah angka tersebut. Ketimpangan ekonomi juga semakin melebar antara kabupaten dengan PDRB tinggi, seperti Lampung Tengah dan Bandar Lampung, dengan daerah lainnya.

Selain itu, inflasi yang meningkat akibat kenaikan harga bahan pokok, seperti bawang merah dan telur, menjadi beban bagi masyarakat kelas menengah ke bawah. Kondisi ini diperburuk dengan angka pengangguran terbuka yang masih tinggi, yang jika dibiarkan berisiko meningkatkan kriminalitas di daerah perkotaan.

“Jika tingkat pengangguran terbuka terus berada di angka 4% atau lebih, kita bisa menghadapi krisis sosial-ekonomi yang lebih dalam. Pendidikan tinggi tanpa diiringi penciptaan lapangan kerja hanya akan memperburuk angka pengangguran dan kriminalitas,” kata Prof. Marselina.

Selain menyoroti tantangan, Prof. Marselina juga menekankan perlunya strategi pembangunan yang lebih terencana. Ia mengingatkan agar kebijakan investasi tidak hanya berfokus pada angka pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada dampaknya bagi kesejahteraan masyarakat.

“Banyak investasi yang dilakukan tanpa rencana strategis yang jelas. Kita perlu memastikan bahwa investasi yang masuk benar-benar berdampak pada peningkatan kesejahteraan rakyat, bukan sekadar proyek infrastruktur tanpa hasil konkret bagi ekonomi lokal,” tegasnya.

Sebagai solusi, Prof. Marselina merekomendasikan tiga langkah strategis yakni

  1. Pemberdayaan ekonomi berbasis keluarga untuk meningkatkan kemandirian masyarakat
  2. Optimalisasi sektor pariwisata melalui pendekatan Experience Economics, yang menitikberatkan pada pengalaman unik bagi wisatawan agar Lampung semakin kompetitif sebagai destinasi wisata
  3. Efektivitas belanja modal dan penguatan sektor strategis, seperti transportasi dan pergudangan, yang terbukti berkontribusi besar terhadap PDRB Lampung.

Diskusi ini diharapkan dapat menjadi landasan bagi pemimpin Lampung periode 2025-2030 dalam merancang kebijakan yang lebih berorientasi pada pemerataan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.

Selain jajaran Fraksi PKS DPRD Lampung, hadir pula sebagai peserta yakni Ketua Bidang DPW diantaranya Ketua Bidang Polhukam dan Ketua Bidang Ekuintek LH serta Ketua-Ketua Fraksi PKS Kabupaten/Kota se Lampung.

Selain itu Ketua DPW  PKS Lampung didapuk sebagai Keynote Speaker pada acara yang dihelat di Kantor DPRD Provinsi Lampung tersebut.

Program Cek Kesehatan Gratis, Ini Kata Anggota DPRD Lampung

Lampung – Presiden Prabowo Subianto meluncurkan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) atau Medical Check-up gratis sebagai hadiah ulang tahun masyarakat dari pemerintah. Program ini dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia pada 10 Februari 2025, termasuk di Lampung.

Menanggapi ini, Wakil Ketua I DPRD Lampung Kostiana, mendukung langkah pemerintah yang bertujuan mendeteksi kondisi kesehatan masyarakat melalui program cek kesehatan gratis.

“Cek kesehatan gratis di saat ulang tahun itu merupakan program yang sangat baik. Terlebih untuk masyarakat kita dikelas menengah ke bawah, pasti akan merasakan manfaatnya,” jelas Kostiana saat diwawancarai, Kamis (13/02).

Menurut Kostiana, kegiatan medical check-up membutuhkan biaya terlebih dalam BPJS tidak ada pelayanan cek kesehatan. Oleh karena itu program ini berdampak langsung kepada masyarakat.

Anggota Fraksi PDI Perjuangan Lampung itu berharap, melalui program ini masyarakat bisa mendeteksi sejak dini kondisi kesehatan dan jenis-jenis penyakit yang mungkin dialami oleh masyarakat.

“Mudah-mudahan kedepan masyarakat sudah bisa mendeteksi penyakitnya sejak dini, sehingga menunjang kesehatan masyarakat,” kata dia.

Ia menilai, program ini sudah menjangkau semua lapisan masyarakat dan disambut dengan antusias.

“Pasti Puskesmas dan Dinkes melakukan sosialisasi. Terlebih sosmed hari ini membuat masyarakat lebih mudah mengetahui informasi nya,” pungkasnya.