Gubernur Arinal Resmi Buka Lampung Begawi 2023, Pulih dan Tumbuhkan Ekonomi Melalui UMKM

JurnalKota, Lampung – Gubernur Lampung Arinal Djunadi secara resmi membuka kegiatan Lampung Begawi 2023 yang digelar oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi Lampung di pelataran Lampung City Mall, Bandar Lampung, Jumat (12/05/2023) malam.

Lampung Begawi 2023 mengusung tema “Bertumbuh dan Stabil dengan Digitalisasi, Wirausaha, dan UMKM”. Lampung Begawi merupakan serangkaian kegiatan yang ditujukan untuk mendukung UMKM melalui kegiatan edukasi, capacity building, pendampingan promosi, showcasing, business matching, dan kompetisi

Kegiatan yang telah dilaksanakan sejak tahun 2021 ini merupakan ikhtiar bersama dalam mengkampanyekan Gerakan Nasional Bangga Buatan lndonesia (GBBI) sebagai bentuk kolaborasi Bank lndonesia dengan Pemerintah Provinsi Lampung, OJK Provinsi Lampung, perbankan, dan stake holderslainnya.

Gubernur Arinal Djunaidi saat membuka kegiatan tersebut menyatakan sangat mengapresiasi kepada Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung atas pelaksanaan kegiatan ini dalam mewujudkan cita-cita bersama, yaitu mengakselerasi pemulihan ekonomi Lampung melalui kemitraan dan kolaborasi semua pemangku kepentingan.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi Provinsi Lampung pada Triwulan I  2023 secara year-on-year sebesar 4,96%, lebih tinggi dari rerata Sumatera, dan untuk q-to-q Lampung menjadi satu-satunya provinsi di Sumatera yang menikmati pertumbuhan ekonomi positif sebesar 0,79%, sementara 9 (sembilan) provinsi lainnya mengalami kontraksi atau pertumbuhan negatif.

“Terjadinya peningkatan pertumbuhan ekonomi menjadi sinyal pulihnya aktivitas ekonomi di Provinsi Lampung. Kita perlu melihat ini sebagai sebuah peluang dan tantangan untuk menggagas dan memunculkan ide-ide kreatif guna mengoptimalkan pembangunan ekonomi Provinsi Lampung,” ujar Gubernur.

Transformasi spirit kewirausahaan pada ekonomi kerakyatan yakni UMKM, menurut Gubernur memiliki peran strategis dalam menopang pertumbuhan ekonomi. Kewirausahaan dapat menghasilkan lapangan kerja, inovasi, meningkatkan produksi dan diversifikasi sumber pendapatan ekonomi dengan mendorong pengembangan UMKM.

Oleh karenannya, Gubernur mengajak semua pihak untuk selalu mendorong kewirausahaan berbasis UMKM untuk dapat naik kelas, memperluas akses pembiayaan UMKM, memastikan digitalisasi agar dapat meningkatkan daya saing UMKM, sehingga tidak lagi hanya sebagai pasar bagi produk-produk asing di tengah laju perekonomian digital yang tidak terbendung.

Berkaitan dengan digitalisasi, Gubernur juga menyampaikan bahwa berdasarkan data Bank Indonesia Institute, perkembangan digitalisasi sistem pembayaran di Provinsi Lampung sangat menggembirakan. Jumlah pengguna dan merchant QRIS Lampung mencapai level signifikan dan menempatkan Lampung peringkat ke-2 se-Sumatera setelah Kepulauan Riau, dan peringkat ke-9 Nasional.

Selain itu, pada sisi Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah Provinsi Lampung telah berhasil mencapai 100% dari target pembentukan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah dengan capaian  indeks signifikan 96,5% atau sebagai salah satu yang tertinggi di Sumatera.

Adapun Deputi Gubernur Bank Indonesia, Aida S Budiman, dalam sambutannya mengatakan bahwa Lampung Begawi 2023 adalah wadah bersama untuk menjaga dan meningkatkan kinerja dari UMKM sehingga semua pihak bisa berkolaborasi secara berkelanjutan.

Lebih jauh, Aida S Budiman juga mengapresiasi kenerja Gubernur Lampung Arinal Djunaidi karena telah memperoleh penghargaan dari BPK RI, dimana pengelolaan keuangan Provinsi Lampung telah memperoleh predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) sebanyak 9 kali berturut-turut.

Kemudian Aida S Budiman juga menyampaikan angka pertumbuhan ekonomi lampung saat ini, beserta semua indikator-indikator ekonomi Lampung mengalami trend yang positif, salah satunya adalah transaksi perdagangan yang surplus 22 bulan berturut-turut, yang artinya bahwa ekspor Provinsi Lampung dalam kondisi yang sangat baik.

“Tadi sebelum acara sempat duduk sebentar dengan pak Gubernur, beliau cerita banyak tentang bagaimana program-program dan rencana kerja beliau untuk memajukan lampung ini, jadi insya Allah Lampung ini sudah di tangan Gubernur yang benar, untuk itu kita tepuk tangan dan apresiasi atas semua upayanya dan dedikasinya untuk rakyat,” ucap Deputi Gubernur Bank Indonesia.

Sementara itu Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung, Budiyono dalam laporannya mengatakan bahwa Lampung Begawi 2023 dilaksanakan untuk mengakselerasi pemulihan ekonomi nasional melalui UMKM yang unggul, global, dan berkelanjutan.

Menurut Budiyono, Lampung Begawi 2023 memprioritaskan keikutsertaan sumber daya Provinsi Lampung untuk berparitisipasi pada setiap rangkaian kegiatan, baik pelaku usaha, asosiasi, musisi, dan stake holders strategis lainnya dibidang pengembangan UMKM.

“Hal ini sejalan dengan makna dari kata Begawi, dimana Begawi pada Lampung Begawi bermakna perayaan atas hasil kerja adat dalam masyarakat Lampung,” ucapnya.

Kemudian Budiyono juga melaporkan bahwa Lampung Begawi 2023 akan dilaksanakan mulai tanggal 12 Mei sampai Minggu 14 Mei 2023 di Lampung City Mall, Bandar Lampung.

Adapun beberapa kegiatan yang akan dilakukan selama kegiatan Lampung Begawi diantaranya yakni memfasilitasi showcasing lebih dari 60 UMKM food, fashion, dan craft yang telah dikurasi dan sebagian besarnya merupakan hasil  pendampingan dari Bank Indonesia.

Selain UMKM, juga terdapat booth layanan dan konsultasi kepada UMKM mengenai FRIS, pembiayaan, perizinan, dan wakaf, berkolaborasi dengan dinas, perbankan, PJSP, dan lembaga terkait.

Kegiatan promosi wastra Lampung yang dikemas melalui fashion show juga turut meramaikan perhelatan ini. Berbagai kegiatan edukasi dan capacity building jupa diadakan, yang dikemas dalam talkshow menarik membahas mengenai isu-isu terkini yang tentunya dibutuhkan oleh UMKM, pengembangan sektor pariwisata, dan pelaku usaha, sepert isertifikasi, ekonomi digital, pembiayaan, ekonomi hijau, model bisnis pesantren, ekspor, hingga investasi.

“Di samping itu, kita juga menyelenggarakan business matching ekspor yang ditindak lanjuti dengan one on one meeting antara aggregator serta calon buyer dengan UMKM yang telah dikurasi. Serta berbagai kegiatan kompetisi yang kami kemas dalam perlombaan sebagai upaya untuk menjaring champion-champion UMKM lainnya,” tutup Budiyono.

Kegiatan Opening Ceremony Lampung Begawi 2023 juga diisi dengan penyerahan sejumlah sertifikat halal secara simbolis kepada UMKM yang difasilitasi Bank Indonesia. Selain itu juga dilakukan Penandatanganan akad Kredit Usaha Rakyat oleh UMKM dan Bank Rakyat Indonesia, Bank Syariah Indonesia, dan Bank Lampung. (red)

Pertumbuhan Ekonomi Lampung TW I 2023 Tetap Kuat, Meski Sedikit Melambat

JurnalKota – Kinerja perekonomian Provinsi Lampung pada triwulan I 2023 tumbuh kuat 4,96% (yoy), meski sedikit melambat dibandingkan  pertumbuhan triwulan sebelumnya yang tercatat 5,05% (yoy). Pertumbuhan  pada triwulan laporan ini ditopang oleh kinerja Konsumsi Rumah Tangga, Konsumsi LNRPT, Ekspor, Investasi, PMTB dan Konsumsi Pemerintah yang semuanya mengalami pertumbuhan positif dan meningkat dibandingkan dengan triwulan sebelumnya. Secara nominal, perekonomian Lampung pada triwulan I 2023 berdasarkan ADHB tercatat sebesar 105,59 triliun dan berdasarkan ADHK (2010) sebesar Rp63,86 triliun.

Selain itu, Pertumbuhan di triwulan tersebut juga memberikan indikasi perbaikan ekonomi Lampung terus berlanjut dan semakin solid serta menuju pada rata-rata pertumbuhan ekonomi sebelum masa pandemi.

Dari sisi permintaan, sedikit melambatnya kinerja perekonomian Lampung pada triwulan I 2023 disebabkan oleh penurunan kontribusi sektor eksternal seiring dengan peningkatan total impor. Net ekspor pada triwulan I 2023 tercatat mengalami kontraksi 29,81% (yoy), lebih dalam jika dibandingkan dengan triwulan sebelumnya yang terkontraksi 20,05% (yoy). Perkembangan tersebut dipengaruhi oleh impor Provinsi Lampung pada triwulan I 2023 yang tumbuh 8,08% (yoy), meningkat jika dibandingkan dengan triwulan sebelumnya yang tumbuh 4,62% (yoy) sejalan dengan peningkatan impor besi dan baja, kendaraan bermotor, serta aneka produk plastik.

Sementara itu, ekspor juga tercatat meningkat, menjadi 10,12% (yoy) dari 8,88% (yoy) pada triwulan sebelumnya, didorong oleh peningkatan kinerja ekspor kopi robusta, bungkil inti kelapa sawit, produk olahan minuman, serta ikan dan udang. Penurunan kontribusi net ekspor juga disebabkan oleh kinerja ekspor minyak kelapa sawit dan batubara yang masih terkontraksi sejalan dengan normalisasi harga acuan kelapa sawit dunia dan permintaan batubara India yang melambat.

Di sisi lain, kinerja setiap komponen permintaan domestik meningkat pada triwulan I 2023. Kinerja Konsumsi Rumah Tangga (Konsumsi RT) pada triwulan I 2023 tumbuh 4,88% (yoy), meningkat jika dibandingkan dengan 4,67% (yoy) pada triwulan sebelumnya. Peningkatan tersebut didorong oleh peningkatan impor barang konsumsi, pelaksanaan festival musik, dan gerai makanan sejalan dengan penghapusan kebijakan PPKM.

Optimisme masyarakat yang meningkat sejalan dengan peningkatan UMP tahun 2023 juga turut mendukung peningkatan Konsumsi RT pada triwulan I 2023, tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen pada triwulan I 2023 yang tercatat sebesar 130, meningkat jika dibandingkan 116 pada triwulan sebelumnya. Investasi (PMTB) pada triwulan I 2023 tumbuh 2,83% (yoy), meningkat jika dibandingkan dengan 2,78% (yoy) pada triwulan sebelumnya sejalan dengan PMA dan PMDN yang masing-masing meningkat 154,78 (yoy) dan 21,53% (yoy) pada triwulan I 2023.

Peningkatan aktivitas investasi juga terkonfirmasi dari peningkatan impor besi dan baja serta kendaraan bermotor.  Lebih lanjut, Konsumsi Pemerintah tercatat tumbuh 3,01% (yoy), meningkat jika dibandingkan dengan triwulan sebelumnya yang terkontraksi 5,18% (yoy). Peningkatan Konsumsi Pemerintah didorong oleh peningkatan pagu belanja pegawai dan persentase realisasi belanja barang dan jasa sebesar 12,22%, lebih tinggi jika dibandingkan 8,74% pada periode yang sama di tahun sebelumnya. Adapun konsumsi LNPRT tercatat tumbuh 6,90% (yoy) pada triwulan I 2023, meningkat jika dibandingkan triwulan sebelumnya yang terkontraksi 4,36% (yoy).

Dari sisi Lapangan Usaha (LU), laju pertumbuhan ekonomi Provinsi Lampung pada triwulan I 2023 terutama ditopang oleh Kinerja LU Perdagangan Besar dan Eceran tercatat tumbuh 14,29% (yoy), tetap kuat meski melambat jika dibandingkan dengan triwulan sebelumnya yang tumbuh 17,51% (yoy). Lebih lanjut, LU Transportasi dan Pergudangan (Trans-Gud) tercatat tumbuh 25,80% (yoy), tetap kuat meski melambat jika dibandingkan dengan 27,02% (yoy) pada triwulan sebelumnya.

Peningkatan kinerja kedua LU didorong oleh peningkatan mobilitas akibat penghapusan kebijakan PPKM dan penyebaran COVID-19 yang jauh lebih terkendali jika dibandingkan dengan triwulan I 2022. Adapun kinerja LU PBE dan LU Trans-Gud yang sedikit melambat dipengaruhi oleh pola seasonal pasca berakhirnya HBKN Natal dan Tahun Baru tahun 2022.

Sementara itu, kinerja LU Industri Pengolahan pada triwulan I 2023 tumbuh 3,32% (yoy), meningkat jika dibandingkan dengan triwulan sebelumnya yang terkontraksi 6,19% (yoy).

Peningkatan kinerja LU Industri Pengolahan didorong oleh peningkatan permintaan produk olahan makanan (terutama nata de coco dan aneka jelly) serta produk bahan pakan ternak, termasuk bungkil inti kelapa sawit, menjelang Bulan Ramadhan 1444 H.

Kuatnya kinerja ekonomi Lampung pada TW I 2023 juga ditopang oleh kinerja LU Informasi dan Komunikasi yang tumbuh 11,95% (yoy), meningkat jika dibandingkan triwulan sebelumnya yang tercatat tumbuh 9,40% (yoy), sejalan dengan peningkatan jumlah pengguna layanan jasa telekomunikasi untuk konsumen rumah tangga serta terdapat perluasan jaringan 5G pada kabupaten/kota di Provinsi Lampung.

Kinerja perekonomian Lampung pada triwulan I 2023 yang tumbuh melambat disebabkan oleh penurunan kinerja Lapangan Usaha (LU) Primer dan Jasa Keuangan. Kinerja LU Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan pada triwulan I 2023 tercatat mengalami kontraksi 0,75% (yoy), lebih rendah jika dibandingkan kinerja triwulan sebelumnya yang tumbuh 6,16% (yoy).

Penurunan kinerja tersebut disebabkan oleh pergeseran periode panen raya padi ke bulan April – Mei, yang sebelumnya terjadi pada bulan Maret – April, seiring dengan tertundanya periode tanam padi akibat adanya peralihan fungsi lahan sawah untuk tanaman ubi kayu. Kinerja LU Pertambangan dan Penggalian pada triwulan laporan tercatat terkontraksi 1,62% (yoy), meski membaik jika dibandingkan dengan -2,79% (yoy) pada triwulan sebelumnya, akibat proses ekplorasi kilang minyak baru yang belum mencatatkan hasil tambang yang optimal.

Lebih lanjut, kinerja LU Jasa Keuangan dan Asuransi pada triwulan I 2023 tercatat masih mengalami kontraksi 5,00% (yoy) sejalan dengan penurunan Return on Assets (RoA) pada periode laporan.

Ke depan, perbaikan kinerja ekonomi Provinsi Lampung diperkirakan terus berlanjut, meski risiko dari sektor eksternal perlu diwaspadai. Untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang optimal serta menjaga stabilitas makroekonomi di tengah adanya scarring effect akibat penyebaran COVID-19 dan meningkatnya risiko inflasi akibat tekanan eksternal dan domestik, diperlukan upaya bersama seluruh pihak, antara lain:

  1. Memperkuat permintaan domestik dengan mendorong peningkatan produktivitas Lapangan Usaha Utama antara lain Lapangan Usaha Pertanian, terutama subsektor tanaman pangan, melalui peningkatan pemanfaatan alat dan mesin pertanian (ALSINTAN) dan benih berkualitas, penguatan askes pembiayaan procyclical bagi Petani, serta memastikan ketersediaan pupuk berkualitas di Provinsi Lampung di tengah tereskalasinya tensi geopolitik antara Rusia dan Ukraina;
  2. Mendorong sinergi pemulihan dan penguatan struktur industri pengolahan, terutama terkait ketersediaan bahan baku berkualitas, debottlenecking permasalahan logistik, percepatan pemulihan stabilitas finansial, serta hilirisasi;
  3. Mendorong hilirisasi industri berbasis pertanian dengan mendukung UMKM klaster pertanian yang termasuk ke dalam komoditas unggulan daerah dan memberikan kontribusi besar terhadap stabilitas harga serta didukung dengan ketersediaan bahan baku yang ada di daerah.
  4. Mendorong berlanjutnya peningkatan konsumsi rumah tangga dengan menjaga pemulihan daya beli masyarakat, percepatan pemanfaatan dana desa, realisasi bantuan sosial/subsidi dan program perbaikan kesejahteraan terutama yang menyasar pada UMKM dan MBR (Masyarakat Berpenghasilan Rendah), termasuk akselerasi digitalisasi sistem pembayaran melalui perluasan penggunaan QRIS dan intensifikasi program elektronifikasi;
  5. Mendorong pertumbuhan investasi dengan menjaga persepsi positif investor swasta. Hal tersebut dapat dilakukan melalui:
    1. Perbaikan dan penyempurnaan iklim kemudahan berusaha termasuk aspek informasi;
    2. Aspek regulasi termasuk di antaranya percepatan penyempurnaan OSS-RBA;
    3. Mengoptimalkan peran Forum Investasi Lampung (FOILA) sebagai salah satu media untuk mempromosikan potensi investasi Lampung;
    4. Mengidentifikasi dan mendaftar proyek yang clean and clear yang siap dipromosikan di event promosi investasi luar negeri melalui GIRU-IRU-RIRU; dan
    5. Mendorong dan mendukung investasi bagi sektor ekonomi lain seperti Pariwisata sebagai new source of growth dan mendorong pengembangan Quality Tourism.
    6. Mendorong penguatan investasi melalui penguatan infrastruktur.
  6. Menjaga dan meningkatkan kinerja ekspor Lampung dengan (1) hilirisasi produk untuk penciptaan nilai tambah; (2) meningkatkan kelembagaan dan kapasitas serta digitalisasi untuk mendukung UMKM Go Export; (3) Perluasan ekspor ke pasar non tradisional, promosi, dan penguatan kerjasama perdagangan; (4) memastikan ketersediaan infrastruktur yang memadai; serta (5) pemberian dukungan untuk efisiensi biaya logistik;
  7. Identifikasi potensi sumber-sumber baru pertumbuhan ekonomi antara lain melalui optimalisasi local value chain (LVC) sebagai strategi dalam mendorong percepatan pemulihan ekonomi di daerah, dan tidak terbatas pada sektor pertanian pangan, namun termasuk sektor lainnya memuat komoditas/produk/jasa usaha (KPJU) unggulan UMKM Provinsi Lampung yaitu industri pengolahan, perdagangan, perikanan, dan akomodasi, makan, dan minum. Penguatan LVC tersebut di antaranya dengan membentuk klaster-klaster ekonomi baru atau ekosistem dimana korporasi dapat berperan sebagai aggregator dan offtaker;
  8. Pemantauan indikator terkini ekonomi daerah (Early Warning System) yang akurat dan terkini untuk memantau denyut perekonomian daerah;

Upaya 4K, diantaranya memastikan keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif. (red)

Bank Indonesia dan BMPD Lampung Melaksanakan Penyerahan PSBI dan Santunan Sembako

JurnalKota, Lampung –  Kegiatan “Penyerahan Program Sosial Bank Indonesia (PSBI) dan Penyerahan Santunan Sembako dari BMPD Lampung” dilakukan di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung, Bandar Lampung pada tanggal 11 April 2023. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung Bpk. Budiyono, Kepala Badan Amil Zakat (Baznas) Kota Bandar Lampung Bpk. Ismail Saleh, Pimpinan Lembaga Amil Zakat, Lembaga dan Komunitas Sosial di Provinsi Lampung, Anggota Badan Musyawarah Perbankan Daerah (BMPD) Provinsi Lampung, Media, Perwakilan Penerima Bantuan Sosial, serta tamu undangan lainnya.

Kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka menyemarakkan Ramadhan 1444 H ini merupakan kolaborasi BMPD Lampung dengan KPw BI Provinsi Lampung. Dalam kegiatan ini, secara total akan disalurkan sebanyak 2.100 (dua ribu seratus) paket sembako, yang terdiri dari 1.000 (seribu) paket sembako dari BMPD Lampung dan 1.100 (seribu seratus) paket sembako dari PSBI KPwBI Provinsi Lampung. Selain bantuan sosial, bantuan yang diberikan juga berupa sebanyak 250 (dua ratus lima puluh) Al-Quran kepada pihak yang membutuhkan.

Dalam kegiatan tersebut, bantuan Program Sosial Bank Indonesia (PSBI) dan paket sembako BMPD tersebut telah diberikan secara simbolis kepada perwakilan penerima. Adapun bantuan tersebut selanjutnya diberikan terhadap tenaga kerja perbankan outsourcing seperti cleaning service, teknisi, supir, dan tukang kebun yang membutuhkan, warga Kampung Dipasena, warga Kampung Nelayan, warga Kampung Pemulung, Kelompok Tunanetra, Ustadz/Ustadzah dan santri yatim, serta fakir miskin/dhuafa (buruh harian lepas, tukang cuci, pegawai gaji harian).

Selanjutnya Kepala Perwakilan Bank Indonesia Lampung dalam sambutannya menyampaikan bahwa Program Sosial Bank Indonesia (PSBI) merupakan wujud kepedulian dan tanggung jawab sosial Bank Indonesia dalam rangka membantu masyarakat sekitar agar dapat lebih mandiri dalam menjalani kehidupan yang lebih baik. Hal tersebut tidak terlepas dari fungsi dan tugas Bank Indonesia yang didukung oleh seluruh perbankan di wilayah Provinsi Lampung, yang aktif berkontribusi pada perekonomian daerah; salah satunya pada aspek pemberdayaan ekonomi dan kepedulian sosial. Terakhir, Bpk. Budiyono berharap bahwa paket sembako ini dapat didistribusikan dengan optimal, tepat guna, serta tepat sasaran agar dapat menambah kebahagiaan dalam menyambut hari Raya Idul Fitri 1444 H. | red

Lamteng Sukses Panen Bawang Merah dengan Teknologi Digital Farming

JurnalKota, Lampung Tengah – Panen perdana bawang merah dengan teknologi digital farming dilakukan di Desa Nambah Rejo, Kota Gajah, Lampung Tengah pada tanggal 6 April 2023. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Bupati Lampung H. Musa Ahmad, S.Sos., Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung Budiyono, Asisten Dua Perekonomian dan Pembangunan Pemprov Lampung Kusnardi, dan turut hadir juga Wakil Dekan Fakultas Pertanian UNILA Prof. Dr. Purnomo, Anggota Komisi IV DPR-RI Hanan A. Rozak, Kepala Balai Pelatihan Pertanian Lampung Dr Abdul Roni Angkat STP Msi, kelompok petani bawang merah serta tamu undangan lainnya. (6 April 2023)

Melalui digital farming produktivitas dan profitabilitas petani meningkat sekitar 50%. Dari sisi produksi, kemampuan produksi dapat ditingkatkan dan berhasilnya panen bawang tersebut menjadi bukti bahwa Lampung memiliki potensi untuk menjadi sentra penghasil bawang merah, dan tentu ini sangat baik dalam mendukung upaya pemerintah menjaga ketersediaan pasokan dan stabilitas harga bawang merah khususnya.

Kegiatan panen bawang merah ini juga diharapkan dapat menjadi akselerator dalam mendukung pembangunan ekonomi lokal yang berkesinambungan khususnya di Provinsi Lampung.

Teknologi digital farming merupakan proses otomasi penyiraman, otomasi pemupukan, dan sensor kelembaban. Pelaksanaan digital farming ini merupakan kolaborasi Bank Indonesia, Fakultas Pertanian Unila dan Koperasi Koga Sera Tani serta mendapat dukungan penuh dari Pemprov Lampung dan Pemkab Lamteng Tengah. Kolaborasi dilakukan mulai dari persiapan lahan, pemilihan alat, pemasangan alat, hingga pendampingan. Dengan implementasi digital farming ini terjadi peningkatan hasil panen sebesar 50% dari 8 ton ke 12 ton. Selain itu, meningkatkan efisiensi penggunaan tenaga kerja.

Selanjutnya Kepala Perwakilan Bank Indonesia Lampung dalam sambutannya menyampaikan bahwa program digital farming ini merupakan salah satu Program Sosial Bank Indonesia (PSBI) terkait dengan peningkatan produksi pertanian. Bantuan yang diberikan berupa mesin dan instalasi otomosi fertigasi dan pengairan, rumah pompa, reservoir, dan sumur dalam serta bibit bawang merah kepada Koperasi Koga Sera Tani, Kecamatan Kota Gajah, Kabupaten Lampung Tengah yang diberikan pada 19 Desember 2022.

Bantuan diberikan secara simbolis oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung Budiyono kepada Ketua Koperasi Koga Sera Tani Sukarlin, yang disaksikan oleh Bupati Lampung Tengah, Dekan Fakultas Pertanian Universitas Lampung, dan Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Lampung Tengah. Lebih lanjut Budiyono menyampaikan bahwa konsep ketahanan pangan memiliki tiga dimensi yang saling berkaitan yaitu ketersediaan pangan, aksesibilitas masyarakat terhadap pangan, dan stabilitas harga pangan. Ketersediaan pangan tidak hanya dilihat dari aspek keterjangkauan secara fisik saja, tapi juga dari aspek sosial dan ekonomi yang berkaitan dengan stabilitas harga pangan dan keterjangkauan harga pangan di masyarakat.

Selanjutnya, stabilitas harga komoditas pangan menjadi permasalahan yang harus mendapatkan perhatian yang serius. Kenaikan harga bahan pangan yang tidak terkontrol akan menyebabkan terjadinya inflasi yang dapat menyebabkan turunnya pertumbuhan ekonomi dan berdampak terhadap kondisi rumah tangga masyarakat.

Dengan kegiatan panen hari ini diharapkan dapat menginisiasi daerah-daerah lain yang ada di Provinsi Lampung untuk menjadikan komoditas hortikultura seperti bawang merah dan cabai sebagai komoditas unggulan yang dapat dibudidayakan bukan hanya secara tradisional tapi juga dapat mengunakan teknologi pertanian modern seperti digital farming. (red)