Pencanangan Pasar KHAS Lebak Budi Tandai Awal Rangkaian FESyar Sumatera 2025

LAMPUNG – Dalam rangka menyambut Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Sumatera 2025, Bank Indonesia Provinsi Lampung bersama OJK dan KDEKS meresmikan Pasar KHAS (Kuliner Halal, Aman, dan Sehat) di Lebak Budi, Bandar Lampung. Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung, Junanto Herdiawan, dalam sambutannya mengatakan, “Ekonomi dan keuangan syariah memiliki peran penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Pasar KHAS ini merupakan bagian dari upaya mempercepat penguatan ekosistem halal di Provinsi Lampung.”

Kegiatan di Pasar KHAS Lebak Budi yang berlangsung dari 10 hingga 27 Maret 2025, menghadirkan berbagai acara menarik seperti bazar kuliner, talkshow, lomba, dan hiburan. Acara ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap produk halal yang berkualitas dan sehat.

Menurut Junanto, literasi dan inklusi keuangan serta ekonomi syariah sangat penting dalam menciptakan ekonomi yang inklusif, berdaya tahan, dan berkelanjutan. Ini juga menjadi kunci untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat produsen halal terkemuka di dunia. Pengembangan ekonomi keuangan syariah, meskipun berakar pada nilai-nilai Islam, memiliki prinsip-prinsip yang bermanfaat tidak hanya bagi umat Muslim tetapi juga bagi seluruh masyarakat. Prinsip ekonomi syariah yang berbasis pada keadilan, transparansi, dan etika menjadikannya inklusif dan bermanfaat bagi semua kalangan.

FESyar Sumatera 2025, yang puncaknya akan diselenggarakan pada 23-25 Mei 2025, akan menjadi wadah untuk mempromosikan dan mengembangkan ekosistem ekonomi syariah yang kuat dan berkelanjutan. Sebagai event showcase ekonomi syariah terbesar di Sumatera, acara ini akan dimeriahkan dengan berbagai kegiatan seperti tabligh akbar, talkshow, seminar, showcase UMKM, fashion show modest, Gerakan Sadar Wakaf, dan kompetisi ekonomi syariah.

Gelar QRIS 3×3 Siger Slam, BI Perluas Transaksi Digital dengan Event Olahraga Kekinian

JurnalKota.net – Perluas adopsi pembayaran non tunai di kalangan generasi muda, Bank Indonesia Provinsi Lampung menyelenggarakan kompetisi basket QRIS 3×3 Siger Slam 2024. Kompetisi bola basket 3×3 pertama di Lampung yang diadakan di Lampung City Mall pada 15-18 Agustus 2024 tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Pekan QRIS Nasional Provinsi Lampung 2024.

“Event olahraga yang kekinian ini diharapkan dapat mendorong semangat olahraga generasi muda, serta mendorong akselerasi pembayaran digital melalui QRIS. Pembayaran kepada seluruh tenant kuliner pada event ini dapat dilakukan menggunakan QRIS.” Disampaikan oleh Junanto Herdiawan, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung dalam sambutan pembukanya (15/08). Kegiatan ini juga merupakan bentuk berkolaborasi dengan Pemerintah Daerah dan komunitas basket Provinsi Lampung untuk mendorong akselerasi ekonomi digital.

Selaras dengan Junanto, Staf Ahli Gubernur Lampung Bidang Ekonomi, Ir. Zainal Abidin, M.T mewakili Pj. Gubernur Provinsi Lampung menyampaikan “Mari kita jadikan acara ini sebagai wujud kebanggaan kita sebagai bangsa untuk mendorong olah raga di Provinsi Lampung dengan semangat sportivitas”.

Pj. Gubernur Provinsi Lampung juga menyampaikan apresiasi kepada Bank Indonesia dan Komunitas Basket Lampung atas inisiatif dan dukungannya dalam pengembangan generasi muda di bidang olahraga.

Turut hadir pada kegiatan ini, Kepala Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Lampung, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Lampung, Ketua Umum Perbasi Provinsi Lampung, serta Perwakilan dari Bank Lampung, PT Bank Negara Indonesia, dan Gopay selaku mitra yang turut memdukung perluasan digitalisasi pada event ini.

Selain kompetisi basket 3×3, rangkaian kegiatan QRIS 3×3 Siger Slam 2024 juga menghadirkan coaching clinic oleh pemain IBL, kompetisi 3 points shoot, donasi perbaikan sarana basket di Lampung melalui QRIS, serta dilengkapi dengan hiburan dan festival kuliner. Harapannya melalui kegitan ini generasi muda Provinsi Lampung termotivasi untuk membangun hidup sehat melalui olah raga serta bertransaksi melalui kanal pembayaran yang aman.(*)

Menuju Pertengahan Tahun, Inflasi Gabungan Provinsi Lampung Melanjutkan Tren Deselerasi

JurnalKota.net – Indeks Harga Konsumen (IHK) di Provinsi Lampung Juli 2024 tercatat mengalami deflasi0,16% (mtm), lebih rendah dibandingkan Juni 2024 yang tercatat mengalami deflasi sebesar 0,11% (mtm).

Realisasi tersebut lebih rendah dibandingkan rata-rata tingkat inflasi di Provinsi Lampung Pada Juli dalam 3 (tiga) tahun terakhir sebesar 0,31% (mtm), namun sedikit lebih tinggi dibandingkan capaian nasional yang mencatat deflasi sebesar 0,18% (mtm). Secara tahunan, IHK di Provinsi Lampung pada Juli 2024 mengalami inflasi 2,55% (yoy), lebih tinggi dibandingkan inflasi nasional yang tercatat sebesar 2,13% (yoy) dan inflasi pada bulan sebelumnya sebesar 2,84% (yoy).
Dilihat dari sumbernya, deflasi disebabkan oleh beberapa komoditas yang mengalami penurunan harga seperti: bawang merah, tomat, cabai merah, bawang putih dan susu cair kemasan dengan andil masing-masing sebesar -0,32%; -0,10%; -0,08%; -0,02%; dan -0,02%.

Penurunan harga bawang merah sejalan dengan terjaganya pasokan seiring dengan tengah berlangsungnya musim panen pemasok di Brebes. Lebih lanjut, penurunan harga cuma gatomat disebabkan oleh terjaganya produksi didukung oleh kondisi cuaca yang kondusif. Penurunan harga cabai merah disebabkan oleh terjaganya pasokan seiring dengan masuknya masa panen di beberapa sentra produksi di Lampung Selatan dan Tanggamus.

Adapun penurunan harga bawang putih sejalan dengan masih terjaganya pasokan pasca realisasi importasi bawang putih pada triwulan II 2024.

Di sisi lain, pada Juli 2024 terdapat sejumlah komoditas yang mengalami inflasi, terutama beras, cabai rawit, kopi bubuk, emas perhiasan dan sigaret kretek tangan (SKT) dengan andil masing-masing sebesar 0,12%; 0,05%; 0,05%; 0,03%; dan 0,02%. Kenaikan harga beras disebabkan oleh penurunan pasokan pasca puncak panen pada periode April-Mei 2024. Kenaikan cabai rawit disebabkan oleh penurunan pasokan di tingkat distributor. Kenaikan harga emas di Provinsi Lampung Sejalan dengan berlanjutnya tren kenaikan harga emas dunia. Lebih lanjut kenaikan harga kopi bubuk jalan dengan kenaikan harga kopi robusta sejalan dengan tingginya permintaan ekspor di tengah tetap tingginya harga kopi robusta dunia. Adapun kenaikan harga sigaret kretek tangan (SKT) sejalan dengan kenaikan tarif cukai rokok pada awal tahun 2024. [2/8 06.58] Sugiarto:

Ke depan, KPW BI Provinsi Lampung memprakirakan bahwa inflasi IHK di Provinsi Lampung akan tetap terjaga pada rentang sasaran inflasi 2,5±1% (yoy) sampai dengan akhir tahun 2024.Namun, diperlukan upaya mitigasi risiko-risiko sebagai berikut, antara lain dari Inflasi Inti berupa (i)potensi kenaikan permintaan dampak kenaikan UMP tahun 2024; (ii) Berlanjutnya tren peningkatan harga emas dunia.

Sementara itu dari sisi Inflasi Volatile Food (VF), adalah (i) kenaikan harga beras seiring dengan berakhirnya periode panen raya; (ii) kenaikan harga minyak goreng sejalan dengan relaksasi HET MinyaKita. Selanjutnya risiko dari Inflasi Administered Price (AP) yang perlu mendapat perhatian di antaranya yaitu (i) Kenaikan harga aneka rokok sejalan dengan kenaikan tarif cukai rokok tahun 2024 sebesar 10% dan rokok elektrik sebesar 15%; (iii) Kenaikan harga BBM sejalan dengan meningkatnya harga acuan.

Meninjau perkembangan inflasi bulan berjalan dan mempertimbangkan risiko inflasi kedepan, Bank Indonesia dan TPID akan terus berupaya menjaga stabilitas harga. Adapun strategi 4k Yang ditempuh adalah sebagai berikut:

1. Keterjangkauan Harga
a. Melakukan operasi pasar beras/SPHP secara kontinyu hingga harga kembali turun sampai dengan HET.
b. Melakukan monitoring harga dan pasokan, khususnya pada komoditas beras dan daging ayamras.

2. Ketersediaan Pasokan
a. Implementasi Toko Pengendalian Inflasi di seluruh wilayah IHK/Non-IHK. Program tersebut dibuka dengan toko MAPAN “Metro Antisipatif Pengendalian Harga Pangan“ di Kota Metro dan toko TAPIS “Toko Pengendalian Inflasi di Provinsi Lampung“ di Kota Bandar Lampung.

3. Kelancaran Distribusi
a. Penguatan kapasitas transportasi dengan penambahan volume penerbangan Lampung – Jakarta, perluasan rute penerbangan Lampung – Bali dan Lampung – Batam, serta operasionalisasi Dermaga Eksekutif Pelabuhan Bakauheni.

b. Implementasi Mobil TOP “Transportasi Operasi Pasar“ yang berperan sebagai transportasi
komoditas yang dijual dalam operasi pasar.

4. Komunikasi efektif
a. Melakukan rapat koordinasi rutin mingguan di setiap Kabupaten/Kota dalam rangka menjaga
awareness instansi terkait dinamika harga dan pasokan terkini.
b. Memperkuat sinergi komunikasi dengan media dan masyarakat dalam rangka menghindari perilaku panic buying. (*)

TPID Provinsi Lampung Laksanakan Arahan Presiden RI dalam Rakornas Pengendalian Inflasi 2024

JurnalKota.net – Bank Indonesia terus berkoordinasi dengan Pemerintah untuk mengendalikan inflasi di berbagai daerah dalam sinergi Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah (TPIP dan TPID). Presiden Presiden Republik Indonesia (RI), Ir. Joko Widodo, mengapresiasi kinerja TPIP dan TPID atas terjaganya inflasi Indonesia hingga Mei 2024. “Inflasi kita pada Mei 2024 terjaga stabil pada 2,84% (yoy), memberikan angin segar kepada masyarakat di tengah perekonomian Indonesia yang tumbuh 5,11% (yoy) pada triwulan I 2024” disampaikan oleh Presiden RI, Ir. Joko Widodo, dalam arahannya pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengendalian Inflasi 2024 di Istana Negara (14/06).

Dalam rangka memperkuat pengendalian inflasi, Presiden RI juga menuntut penguatan inovasi untuk
menghadapi risiko inflasi ke depan.

“Gangguan produksi dan pasokan akibat cuaca, serta rantai pasok yang
belum efisien masih menjadi tantangan dalam pengendalian inflasi. Seluruh TPID harus beradaptasi dengan
tantangan, lakukan riset inovatif untuk potensi unggulan, kemudian replikasi untuk daerah-daerah lain yang juga
potensial“ disampaikan oleh Presiden RI, Ir. Joko Widodo.

Dengan sinergi yang begitu kuat, Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, meyakini inflasi Indonesia
hingga akhir tahun 2024 tetap terjaga pada kisaran 2,5±1%. Optimisme tersebut tentunya didukung dengan
pelaksanaan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) dan langkah-langkah konkrit yang
dikomandoi Menko Perekonomian, Airlangga Hartanto, sebagai Ketua TPIP.

Menindaklanjuti arahan Presiden RI, Pemerintah Provinsi Lampung tengah melaksanakan inovasi
pengendalian inflasi di sisi hulu dan hilir. “Menyimak arahan Bapak Presiden RI, kita telah berada di jalur yang
tepat. Saat ini, kita sedang melaksanakan beberapa inovasi seperti digital farming, optimalisasi BUMD Pangan
sebagai distribution hub, serta digitalisasi data dan informasi. Terima kasih kepada Bank Indonesia Provinsi
Lampung atas advisory dan sinergi dalam pelaksanaan inovasi ini” disampaikan oleh Inspektur Provinsi
Lampung, Bpk. Ir. Fredy, S.M, M.M., CGCAE, dalam sambutannya mewakili Plh. Gubernur Provinsi Lampung
ketika menghadiri kegiatan Rakornas Pengendalian Inflasi 2024 secara daring di KPw BI Provinsi Lampung
(14/06).

Bank Indonesia Provinsi Lampung memprakirakan inflasi Provinsi Lampung tahun 2024 lebih rendah
dan stabil dibandingkan tahun 2023. “Inflasi Provinsi Lampung sampai dengan Mei 2024 tercatat 3,09% (yoy),
berangsur menurun dari realisasi tahun 2023 yang sebesar 3,47% (yoy), dan akan terus terjaga pada kisaran
2,5±1% hingga akhir tahun 2024” disampaikan oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung,
Junanto Herdiawan, dalam paparannya. Menurut Junanto,sinergi dan inovasi pelaksaan GNPIP tahun 2024 yang
semakin baik akan mendukung capaian inflasi tahun 2024 yang lebih rendah dan stabil dibandingkan tahun
sebelumnya. “Penguatan sinergi dan inovasi tahun ini terbukti berhasil menjaga stabilitas harga, inflasi year-to-date kita masih terjaga pada 0,64% (ytd) pada Mei 2024, merupakan yang terendah dalam tiga tahun terakhir”
lanjutnya.

Rapat Koordinasi Nasional Pengendalian Inflasi 2024 yang dilaksanakan pada Jum’at, 14 Juni 2024
merupakan forum strategis yang menjadi wadah bagi para pemimpin dan pemangku kepentingan untuk
merumuskan langkah-langkah dalam menjaga stabilitas inflasi di Indonesia. Sinergi dan inovasi pengendalian
inflasi terus diperkuat untuk mendukung tercapainya sasaran inflasi nasional, melanjutkan upaya penanganan
isu struktural dalam membangun ketahanan pangan nasional, dan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
Kegiatan yang dipimpin oleh Presiden RI di Istana Negara ini dihadiri oleh Menko Perekonomian, Gubernur Bank
Indonesia, Menteri Keuangan, jajaran Gubernur dari seluruh Provinsi, serta Bupati/Walikota yang menghadiri
kegiatan secara daring.(*)

Inflasi Gabungan Provinsi Lampung Mei Stabil di Tengah Pasokan yang Terjaga

JurnalKota.net, Lampung – Indeks Harga Konsumen (IHK) di Provinsi Lampung Mei 2024 relatif stabil dan tercatat mengalami inflasi 0,08% (mtm), lebih tinggi dibandingkan April 2024 yang tercatat mengalami deflasi sebesar 0,01% (mtm).

Realisasi tersebut lebih rendah dibandingkan rata-rata tingkat inflasi di Provinsi Lampung pada Mei dalam 3 (tiga) tahun terakhir sebesar 0,22% (mtm) namun lebih tinggi dari tingkat inflasi nasional yang mencatat deflasi sebesar 0,03% (mtm).

Secara tahunan, IHK di Provinsi Lampung pada Mei 2024 mengalami inflasi 3,09% (yoy), lebih tinggi dibandingkan inflasi nasional yang tercatat sebesar 2,84% (yoy) namun lebih rendah dibandingkan dengan inflasi pada bulan sebelumnya sebesar 3,29% (yoy).

Dilihat dari sumbernya, pada Mei 2024 terdapat sejumlah komoditas yang mengalami inflasi, antara lain bawang merah, emas perhiasan, kopi bubuk, cabai merah, dan sigaret kretek mesin (SKM) dengan andil masing-masing sebesar 0,21%; 0,06%; 0,04%; 0,03%; dan 0,03%.

Kenaikan harga bawang merah disebabkan oleh keterbatasan pasokan akibat banjir di daerah sentra produksi di Jawa Tengah yang merupakan pemasok bawang merah terbesar untuk Lampung.

Peningkatan harga emas perhiasan sejalan dengan berlanjutnya tren kenaikan harga emas dunia seiring dengan ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

Lebih lanjut, peningkatan harga kopi bubuk disebabkan oleh terbatasnya bahan baku seiring penurunan produksi kopi robusta asal Lampung menjelang panen raya yang akan berlangsung pada Juni 2024.

Selanjutnya peningkatan harga SKM sejalan dengan penerapan tarif cukai hasil tembakau pada awal tahun 2024. Di sisi lain, inflasi lebih tinggi tertahan oleh beberapa komoditas yang mengalami deflasi seperti: beras, daging ayam ras, angkutan antar kota, cabai rawit, dan bawang putih dengan andil masing-masing sebesar -0,44%; -0,32%; -0,06%; -0,02%; dan -0,02%.

Penurunan harga beras sejalan dengan terjaganya pasokan pasca periode panen raya serta relaksasi harga eceran tertinggi (HET) untuk komoditas beras medium dan premium hingga 31 Mei 2024.

Lebih lanjut, penurunan harga daging ayam ras disebabkan oleh relaksasi harga acuan pembelian (HAP) untuk komoditas jagung pipilan kering serta telur dan ayam ras.

Adapun penurunan tarif angkutan antar kota terjadi seiring dengan normalisasi permintaan pasca high demand periode HBKN Idulfitri. Penurunan harga cabai rawit dan bawang putih disebabkan oleh pasokan dan permintaan yang terjaga.

Ke depan, KPw BI Provinsi Lampung memprakirakan bahwa inflasi IHK di Provinsi Lampung akan tetap terjaga pada rentang sasaran inflasi 2,5±1% (yoy) sampai dengan akhir tahun 2024. Namun, diperlukan upaya mitigasi risiko-risiko sebagai berikut, antara lain dari Inflasi Inti berupa (i) Potensi kenaikan permintaan agregat yang didorong oleh kenaikan UMP tahun 2024; (ii) Berlanjutnya kenaikan harga emas dunia sejalan dengan belum meredanya tensi geopolitik di Timur Tengah; (iii) melemahnya nilai tukar berpotensi menghambat komoditas yang bertumpu pada impor. Sementara itu dari sisi Inflasi Volatile Food (VF), adalah (i) Peningkatan harga komoditas hortikultura, terutama bawang merah akibat banjir di daerah sentra produksi dan kenaikan harga bawang putih sejalan dengan masih tingginya harga di negara asal impor; (ii) Kenaikan harga referensi minyak kelapa sawit pada awal tahun; (iii) Meningkatnya harga daging dan telur ayam ras seiring dengan tingginya harga pakan ayam. Selanjutnya risiko dari Inflasi Administered Price (AP) yang perlu mendapat perhatian di antaranya yaitu (i) Kenaikan harga minyak dunia sejalan dengan berlanjutnya ketidakpastian kondisi perang di Timur Tengah (ii) Kenaikan harga aneka rokok sejalan dengan kenaikan tarif cukai rokok tahun 2024 sebesar 10% dan rokok elektrik sebesar 15%.

Meninjau perkembangan inflasi bulan berjalan dan mempertimbangkan risiko inflasi ke depan, Bank Indonesia dan TPID akan terus berupaya menjaga stabilitas harga. Adapun strategi 4K yang ditempuh adalah sebagai berikut:

  1. Keterjangkauan Harga

a. Melakukan operasi pasar beras/SPHP secara kontinyu hingga harga kembali turun sampai dengan HET.

b. Melakukan monitoring harga dan pasokan, khususnya pada komoditas bawang merah, daging ayam ras, dan gula pasir, telur ayam ras, minyak goreng, dan aneka cabai.

2. Ketersediaan Pasokan

a. Memperkuat dan memperluas Kerjasama Antar Daerah (KAD) Intra Provinsi Lampung.

b. Implementasi percepatan penanaman padi, realisasi penyaluran pupuk bersubsidi, optimalisasi peran bendungan dan pompanisasi, pendistribusian varietas yang cukup resisten terhadap genangan, dan pendistribusian traktor/alsintan.

3. Kelancaran Distribusi

a. Memastikan kecukupan kapasitas dan jumlah moda transportasi untuk menjaga kelancaran lalu lintas angkutan barang dan manusia.

b. Melanjutkan upaya percepatan perbaikan jalan Kabupaten/Kota dan Pedesaan.

4. Komunikasi efektif

a. Melakukan rapat koordinasi secara formal, dilaksanakan rutin setiap minggu, dan informal, melalui WhatsApp Group, dalam rangka menjaga awareness TPID Lampung terkait dinamika harga dan pasokan terkini.

b. Memperkuat sinergi komunikasi dengan media dan masyarakat dalam rangka menghindari perilaku panic buying. (*)

Bank Indonesia Provinsi Lampung Ajak Generasi Muda Tingkatkan Daya Literasi Melalui Perayaan World Book Day Tahun 2024

JurnalKota.net –  Bank Indonesia Provinsi Lampung gaungkan perayaan World Book Day tahun 2024 untuk tingkatkan daya literasi putra-putri Provinsi Lampung. Melalui penyelenggaraan talkshow gerakan literasi yang bertema “Salurkan Inovasi dan Menginspirasi”, Perpustakaan Bank Indonesia Provinsi Lampung bekerjasama dengan Pemerintah Daerah untuk membangun kesadaran masyarakat dalam menghargai pentingnya buku dan
keterampilan literasi.

“Kesadaran generasi muda dalam meningkatkan daya literasi perlu dibangun sejak dini, mengingat tekanan distraksi yang tinggi dari social media pada era digitalisasi ini, terutama berbagai informasi bohong atau hoax.” disampaikan oleh Junanto Herdiawan, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Lampung, pada saat menyampaikan keynote speech pembuka acara di Swissbel-hotel Bandar Lampung (29/05).

Daya literasi yang baik menjadi fondasi bagi generasi muda dalam mengembangkan kompetensi dan kualitas karakternya, melalui pengelolaan pengetahuan dan informasi dengan bijaksana.

Penulis buku “Filosofi Teras”, Henry Manampiring, membedah karyanya untuk meningkatkan minat generasi muda dalam membaca suatu karya tulis. Dengan membedah buku “Filosofi Teras”, Henry menjelaskan filsafat Stoa yang digambarkan secara sederhana dalam karyanya.

“Buku Filosofi Teras menggambarkan inti trikotomi kendali yang dicetuskan William Irvine secara sederhana dan related dengan kehidupan sehari-hari generasi milenial dan Gen Z. Dengan membacanya, kita dapat mempelajari bahwa tidak semua hal ada dalam kendali kita, namun ada juga emosi-emosi negatif yang bisa kita kendalikan” ujar Henry.

Upaya peningkatan semangat literasi melalui pendekatan bedah buku ini diharapkan dapat mendorong minat baca generasi muda, dengan terbukanya pemahaman bahwa suatu karya tulis mampu menyajikan solusi atas permasalahan kehidupan sehari-hari.

Lebih lanjut, Purwanto Putra, pegiat literasi, juga menyampaikan bahwa literasi merupakan jendela bagi generasi muda untuk menguasai keterampilan abad ke-21.

“Gerakan Literasi Nasional menjadi salah satu cara agar  masyarakat Indonesia terbiasa membaca buku, misalnya seperti penduduk Jepang yang menghabiskan waktu perjalanan dengan membaca buku” ujar Purwanto.

Perpustakaan merupakan salah satu instrumen Gerakan Literasi Nasional untuk meningkatkan minat baca, yang memiliki beragam pustaka referensi kredibel bagi generasi muda dalam mengembangkan diri.

“Perpustakaan menghadapi tantangan untuk mempertahankan eksistensinya,  berbagai inovasi perlu dilakukan untuk menarik minat kunjungan generasi muda, seperti penyediaan e-book yang mudah diakses atau dipinjam. Kendati demikian, minat baca tetap menjadi faktor penting yang mendorong hidupnya suasana perpustakaan, semoga generasi muda Lampung semakin termotivasi untuk membaca buku dengan seminar dan bedah buku seperti hari ini” ujar Purwanto.

Perayaan World Book Day yang dilaksanakan setiap tanggal 23 April di seluruh dunia merupakan wujud sikap mengormati buku dan penulisnya. Buku memiliki peran penting dalam perkembangan suatu bangsa karena perannya sebagai penghubung antarmasa, antargenerasi, dan antarbudaya.

Tanggal 23 April memiliki makna khusus dalam dunia sastra, yaitu sebagai hari wafatnya penulis-penulis ternama seperti William Shakespeare, Miguel de Cervantes, dan Inca Garcilaso de la Vega.

Kegiatan talkshow gerakan literasi yang diselenggarakan oleh Perpustakaan Bank Indonesia Provinsi Lampung hari ini diharapkan dapat meningkatkan baca serta menyulut semangat generasi muda untuk meningkatkan daya literasinya.

Peserta talkshow yang mayoritas merupakan mahasiswa dan pelajar sangat antusias dalam menyimak pemaparan narasumber, ditunjukan dengan keikutsertaan 358 peserta di Swissbel-hotel Bandar Lampung dan 229 peserta yang menonton melalui zoom meeting dan siaran live kanal youtube Bank Indonesia Provinsi Lampung. (*)

OPTIMISME KONSUMEN TERHADAP PEREKONOMIAN LAMPUNG PADA APRIL 2024 TETAP KUAT

JurnalKota.net – Keyakinan masyarakat Lampung terhadap kinerja ekonomi Lampung secara
keseluruhan pada April 2024 tetap kuat. Hal ini terindikasikan dari hasil Survei Konsumen
Bank Indonesia Provinsi Lampung (BI Lampung) yang menunjukkan bahwa Indeks
Keyakinan Konsumen (IKK) berada pada level optimis (>100) sebesar 141,75. Optimisme
konsumen tersebut tercatat lebih tinggi jika dibandingkan dengan 129,00 pada bulan Maret
2024. IKK Provinsi Lampung yang tetap positif, sejalan dengan IKK Nasional pada April
2024 yang sebesar 127,7, atau tetap berada pada level optimis.
Indeks Kondisi Ekonomi (IKE) yang mencerminkan persepsi konsumen terhadap
kinerja perekonomian saat ini tetap berada pada level optimis. Hal ini tercermin dari IKE
sebesar 125,17 dibandingkan dengan 117,00 pada bulan Maret 2024. Tetap kuatnya
keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini didukung oleh optimisme
konsumen terhadap penghasilan, ketersediaan lapangan kerja saat ini, dan tingkat
konsumsi barang tahan lama (durable goods).
Pada April 2024, 54,5% responden memiliki persepsi bahwa penghasilan saat ini
meningkat jika dibandingkan dengan 6 bulan yang lalu. Sementara itu keyakinan konsumen
dalam melakukan pembelian durable goods lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya.
Tercatat 34,5% responden yang mengkonsumsi durable goods saat ini meningkat,
sementara 52,0% responden lainnya menyatakan relatif stabil. Konsumsi durable goods
yang meningkat terutama pada belanja furnitur dan perabotan rumah tangga serta belanja
elektronik yang masing-masing tercatat sebanyak 42,0%.
Sementara itu, Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) yang mencerminkan persepsi
konsumen terhadap kinerja perekonomian 6 bulan ke depan (Oktober 2024) juga tetap
berada pada level optimis yaitu pada April 2024 tercatat sebesar 158,33, lebih tinggi jika
dibandingkan dengan 141,00 pada periode sebelumnya. Ekspektasi konsumen terhadap
kondisi ekonomi ke depan yang tetap optimis terutama ditopang oleh meningkatnya
perkiraan penghasilan 6 bulan yang akan datang. Sebanyak 64,5% responden
memprakirakan penghasilan 6 bulan mendatang meningkat, sementara 33,5% responden
lainnya memprakirakan stabil. Sebanyak 41,9% responden menyatakan penghasilan yang
lebih tinggi pada 6 bulan mendatang karena adanya kenaikan/tambahan gaji/upah,
sementara 34,9% responden menyatakan karena didorong oleh kenaikan omzet. Di sisi lain

indeks ekspektasi terhadap perkiraan kondisi kegiatan usaha secara umum pada 6 bulan
yang akan datang tercatat sebesar 157,50, lebih tinggi jika dibandingkan dengan 129,50
pada bulan sebelumnya. Hal ini sejalan dengan peningkatan pada perkiraan ketersediaan
lapangan kerja pada 6 bulan yang akan datang.(*)

Sasaran 2,5 ±1%, Inflasi Lampung Februari 2024 Terkendali

JurnalKota.net, Lampung – Indeks Harga Konsumen (IHK) gabungan empat kabupaten /kota di Provinsi Lampung bulan Februari…

Inflasi Gabungan Dua Kota di Provinsi Lampung Pada Akhir Tahun 2023 Terkendali Dalam Sasaran 3±1%

JurnalKota.net-Indeks Harga Konsumen (IHK) gabungan dua kota di Provinsi Lampung bulan Desember 2023 tercatat mengalami inflasi…

Begini Kata Bank Indonesia Tentang Pengendalian Inflasi Pangan di Tengah Kemarau Panjang

JurnalKota.net, Lampung – Indeks Harga Konsumen (IHK) gabungan dua kota di Provinsi Lampung pada bulan September…

Gubernur Arinal Resmi Buka Lampung Begawi 2023, Pulih dan Tumbuhkan Ekonomi Melalui UMKM

JurnalKota, Lampung – Gubernur Lampung Arinal Djunadi secara resmi membuka kegiatan Lampung Begawi 2023 yang digelar oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi Lampung di pelataran Lampung City Mall, Bandar Lampung, Jumat (12/05/2023) malam.

Lampung Begawi 2023 mengusung tema “Bertumbuh dan Stabil dengan Digitalisasi, Wirausaha, dan UMKM”. Lampung Begawi merupakan serangkaian kegiatan yang ditujukan untuk mendukung UMKM melalui kegiatan edukasi, capacity building, pendampingan promosi, showcasing, business matching, dan kompetisi

Kegiatan yang telah dilaksanakan sejak tahun 2021 ini merupakan ikhtiar bersama dalam mengkampanyekan Gerakan Nasional Bangga Buatan lndonesia (GBBI) sebagai bentuk kolaborasi Bank lndonesia dengan Pemerintah Provinsi Lampung, OJK Provinsi Lampung, perbankan, dan stake holderslainnya.

Gubernur Arinal Djunaidi saat membuka kegiatan tersebut menyatakan sangat mengapresiasi kepada Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung atas pelaksanaan kegiatan ini dalam mewujudkan cita-cita bersama, yaitu mengakselerasi pemulihan ekonomi Lampung melalui kemitraan dan kolaborasi semua pemangku kepentingan.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi Provinsi Lampung pada Triwulan I  2023 secara year-on-year sebesar 4,96%, lebih tinggi dari rerata Sumatera, dan untuk q-to-q Lampung menjadi satu-satunya provinsi di Sumatera yang menikmati pertumbuhan ekonomi positif sebesar 0,79%, sementara 9 (sembilan) provinsi lainnya mengalami kontraksi atau pertumbuhan negatif.

“Terjadinya peningkatan pertumbuhan ekonomi menjadi sinyal pulihnya aktivitas ekonomi di Provinsi Lampung. Kita perlu melihat ini sebagai sebuah peluang dan tantangan untuk menggagas dan memunculkan ide-ide kreatif guna mengoptimalkan pembangunan ekonomi Provinsi Lampung,” ujar Gubernur.

Transformasi spirit kewirausahaan pada ekonomi kerakyatan yakni UMKM, menurut Gubernur memiliki peran strategis dalam menopang pertumbuhan ekonomi. Kewirausahaan dapat menghasilkan lapangan kerja, inovasi, meningkatkan produksi dan diversifikasi sumber pendapatan ekonomi dengan mendorong pengembangan UMKM.

Oleh karenannya, Gubernur mengajak semua pihak untuk selalu mendorong kewirausahaan berbasis UMKM untuk dapat naik kelas, memperluas akses pembiayaan UMKM, memastikan digitalisasi agar dapat meningkatkan daya saing UMKM, sehingga tidak lagi hanya sebagai pasar bagi produk-produk asing di tengah laju perekonomian digital yang tidak terbendung.

Berkaitan dengan digitalisasi, Gubernur juga menyampaikan bahwa berdasarkan data Bank Indonesia Institute, perkembangan digitalisasi sistem pembayaran di Provinsi Lampung sangat menggembirakan. Jumlah pengguna dan merchant QRIS Lampung mencapai level signifikan dan menempatkan Lampung peringkat ke-2 se-Sumatera setelah Kepulauan Riau, dan peringkat ke-9 Nasional.

Selain itu, pada sisi Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah Provinsi Lampung telah berhasil mencapai 100% dari target pembentukan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah dengan capaian  indeks signifikan 96,5% atau sebagai salah satu yang tertinggi di Sumatera.

Adapun Deputi Gubernur Bank Indonesia, Aida S Budiman, dalam sambutannya mengatakan bahwa Lampung Begawi 2023 adalah wadah bersama untuk menjaga dan meningkatkan kinerja dari UMKM sehingga semua pihak bisa berkolaborasi secara berkelanjutan.

Lebih jauh, Aida S Budiman juga mengapresiasi kenerja Gubernur Lampung Arinal Djunaidi karena telah memperoleh penghargaan dari BPK RI, dimana pengelolaan keuangan Provinsi Lampung telah memperoleh predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) sebanyak 9 kali berturut-turut.

Kemudian Aida S Budiman juga menyampaikan angka pertumbuhan ekonomi lampung saat ini, beserta semua indikator-indikator ekonomi Lampung mengalami trend yang positif, salah satunya adalah transaksi perdagangan yang surplus 22 bulan berturut-turut, yang artinya bahwa ekspor Provinsi Lampung dalam kondisi yang sangat baik.

“Tadi sebelum acara sempat duduk sebentar dengan pak Gubernur, beliau cerita banyak tentang bagaimana program-program dan rencana kerja beliau untuk memajukan lampung ini, jadi insya Allah Lampung ini sudah di tangan Gubernur yang benar, untuk itu kita tepuk tangan dan apresiasi atas semua upayanya dan dedikasinya untuk rakyat,” ucap Deputi Gubernur Bank Indonesia.

Sementara itu Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung, Budiyono dalam laporannya mengatakan bahwa Lampung Begawi 2023 dilaksanakan untuk mengakselerasi pemulihan ekonomi nasional melalui UMKM yang unggul, global, dan berkelanjutan.

Menurut Budiyono, Lampung Begawi 2023 memprioritaskan keikutsertaan sumber daya Provinsi Lampung untuk berparitisipasi pada setiap rangkaian kegiatan, baik pelaku usaha, asosiasi, musisi, dan stake holders strategis lainnya dibidang pengembangan UMKM.

“Hal ini sejalan dengan makna dari kata Begawi, dimana Begawi pada Lampung Begawi bermakna perayaan atas hasil kerja adat dalam masyarakat Lampung,” ucapnya.

Kemudian Budiyono juga melaporkan bahwa Lampung Begawi 2023 akan dilaksanakan mulai tanggal 12 Mei sampai Minggu 14 Mei 2023 di Lampung City Mall, Bandar Lampung.

Adapun beberapa kegiatan yang akan dilakukan selama kegiatan Lampung Begawi diantaranya yakni memfasilitasi showcasing lebih dari 60 UMKM food, fashion, dan craft yang telah dikurasi dan sebagian besarnya merupakan hasil  pendampingan dari Bank Indonesia.

Selain UMKM, juga terdapat booth layanan dan konsultasi kepada UMKM mengenai FRIS, pembiayaan, perizinan, dan wakaf, berkolaborasi dengan dinas, perbankan, PJSP, dan lembaga terkait.

Kegiatan promosi wastra Lampung yang dikemas melalui fashion show juga turut meramaikan perhelatan ini. Berbagai kegiatan edukasi dan capacity building jupa diadakan, yang dikemas dalam talkshow menarik membahas mengenai isu-isu terkini yang tentunya dibutuhkan oleh UMKM, pengembangan sektor pariwisata, dan pelaku usaha, sepert isertifikasi, ekonomi digital, pembiayaan, ekonomi hijau, model bisnis pesantren, ekspor, hingga investasi.

“Di samping itu, kita juga menyelenggarakan business matching ekspor yang ditindak lanjuti dengan one on one meeting antara aggregator serta calon buyer dengan UMKM yang telah dikurasi. Serta berbagai kegiatan kompetisi yang kami kemas dalam perlombaan sebagai upaya untuk menjaring champion-champion UMKM lainnya,” tutup Budiyono.

Kegiatan Opening Ceremony Lampung Begawi 2023 juga diisi dengan penyerahan sejumlah sertifikat halal secara simbolis kepada UMKM yang difasilitasi Bank Indonesia. Selain itu juga dilakukan Penandatanganan akad Kredit Usaha Rakyat oleh UMKM dan Bank Rakyat Indonesia, Bank Syariah Indonesia, dan Bank Lampung. (red)

Pertumbuhan Ekonomi Lampung TW I 2023 Tetap Kuat, Meski Sedikit Melambat

JurnalKota – Kinerja perekonomian Provinsi Lampung pada triwulan I 2023 tumbuh kuat 4,96% (yoy), meski sedikit melambat dibandingkan  pertumbuhan triwulan sebelumnya yang tercatat 5,05% (yoy). Pertumbuhan  pada triwulan laporan ini ditopang oleh kinerja Konsumsi Rumah Tangga, Konsumsi LNRPT, Ekspor, Investasi, PMTB dan Konsumsi Pemerintah yang semuanya mengalami pertumbuhan positif dan meningkat dibandingkan dengan triwulan sebelumnya. Secara nominal, perekonomian Lampung pada triwulan I 2023 berdasarkan ADHB tercatat sebesar 105,59 triliun dan berdasarkan ADHK (2010) sebesar Rp63,86 triliun.

Selain itu, Pertumbuhan di triwulan tersebut juga memberikan indikasi perbaikan ekonomi Lampung terus berlanjut dan semakin solid serta menuju pada rata-rata pertumbuhan ekonomi sebelum masa pandemi.

Dari sisi permintaan, sedikit melambatnya kinerja perekonomian Lampung pada triwulan I 2023 disebabkan oleh penurunan kontribusi sektor eksternal seiring dengan peningkatan total impor. Net ekspor pada triwulan I 2023 tercatat mengalami kontraksi 29,81% (yoy), lebih dalam jika dibandingkan dengan triwulan sebelumnya yang terkontraksi 20,05% (yoy). Perkembangan tersebut dipengaruhi oleh impor Provinsi Lampung pada triwulan I 2023 yang tumbuh 8,08% (yoy), meningkat jika dibandingkan dengan triwulan sebelumnya yang tumbuh 4,62% (yoy) sejalan dengan peningkatan impor besi dan baja, kendaraan bermotor, serta aneka produk plastik.

Sementara itu, ekspor juga tercatat meningkat, menjadi 10,12% (yoy) dari 8,88% (yoy) pada triwulan sebelumnya, didorong oleh peningkatan kinerja ekspor kopi robusta, bungkil inti kelapa sawit, produk olahan minuman, serta ikan dan udang. Penurunan kontribusi net ekspor juga disebabkan oleh kinerja ekspor minyak kelapa sawit dan batubara yang masih terkontraksi sejalan dengan normalisasi harga acuan kelapa sawit dunia dan permintaan batubara India yang melambat.

Di sisi lain, kinerja setiap komponen permintaan domestik meningkat pada triwulan I 2023. Kinerja Konsumsi Rumah Tangga (Konsumsi RT) pada triwulan I 2023 tumbuh 4,88% (yoy), meningkat jika dibandingkan dengan 4,67% (yoy) pada triwulan sebelumnya. Peningkatan tersebut didorong oleh peningkatan impor barang konsumsi, pelaksanaan festival musik, dan gerai makanan sejalan dengan penghapusan kebijakan PPKM.

Optimisme masyarakat yang meningkat sejalan dengan peningkatan UMP tahun 2023 juga turut mendukung peningkatan Konsumsi RT pada triwulan I 2023, tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen pada triwulan I 2023 yang tercatat sebesar 130, meningkat jika dibandingkan 116 pada triwulan sebelumnya. Investasi (PMTB) pada triwulan I 2023 tumbuh 2,83% (yoy), meningkat jika dibandingkan dengan 2,78% (yoy) pada triwulan sebelumnya sejalan dengan PMA dan PMDN yang masing-masing meningkat 154,78 (yoy) dan 21,53% (yoy) pada triwulan I 2023.

Peningkatan aktivitas investasi juga terkonfirmasi dari peningkatan impor besi dan baja serta kendaraan bermotor.  Lebih lanjut, Konsumsi Pemerintah tercatat tumbuh 3,01% (yoy), meningkat jika dibandingkan dengan triwulan sebelumnya yang terkontraksi 5,18% (yoy). Peningkatan Konsumsi Pemerintah didorong oleh peningkatan pagu belanja pegawai dan persentase realisasi belanja barang dan jasa sebesar 12,22%, lebih tinggi jika dibandingkan 8,74% pada periode yang sama di tahun sebelumnya. Adapun konsumsi LNPRT tercatat tumbuh 6,90% (yoy) pada triwulan I 2023, meningkat jika dibandingkan triwulan sebelumnya yang terkontraksi 4,36% (yoy).

Dari sisi Lapangan Usaha (LU), laju pertumbuhan ekonomi Provinsi Lampung pada triwulan I 2023 terutama ditopang oleh Kinerja LU Perdagangan Besar dan Eceran tercatat tumbuh 14,29% (yoy), tetap kuat meski melambat jika dibandingkan dengan triwulan sebelumnya yang tumbuh 17,51% (yoy). Lebih lanjut, LU Transportasi dan Pergudangan (Trans-Gud) tercatat tumbuh 25,80% (yoy), tetap kuat meski melambat jika dibandingkan dengan 27,02% (yoy) pada triwulan sebelumnya.

Peningkatan kinerja kedua LU didorong oleh peningkatan mobilitas akibat penghapusan kebijakan PPKM dan penyebaran COVID-19 yang jauh lebih terkendali jika dibandingkan dengan triwulan I 2022. Adapun kinerja LU PBE dan LU Trans-Gud yang sedikit melambat dipengaruhi oleh pola seasonal pasca berakhirnya HBKN Natal dan Tahun Baru tahun 2022.

Sementara itu, kinerja LU Industri Pengolahan pada triwulan I 2023 tumbuh 3,32% (yoy), meningkat jika dibandingkan dengan triwulan sebelumnya yang terkontraksi 6,19% (yoy).

Peningkatan kinerja LU Industri Pengolahan didorong oleh peningkatan permintaan produk olahan makanan (terutama nata de coco dan aneka jelly) serta produk bahan pakan ternak, termasuk bungkil inti kelapa sawit, menjelang Bulan Ramadhan 1444 H.

Kuatnya kinerja ekonomi Lampung pada TW I 2023 juga ditopang oleh kinerja LU Informasi dan Komunikasi yang tumbuh 11,95% (yoy), meningkat jika dibandingkan triwulan sebelumnya yang tercatat tumbuh 9,40% (yoy), sejalan dengan peningkatan jumlah pengguna layanan jasa telekomunikasi untuk konsumen rumah tangga serta terdapat perluasan jaringan 5G pada kabupaten/kota di Provinsi Lampung.

Kinerja perekonomian Lampung pada triwulan I 2023 yang tumbuh melambat disebabkan oleh penurunan kinerja Lapangan Usaha (LU) Primer dan Jasa Keuangan. Kinerja LU Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan pada triwulan I 2023 tercatat mengalami kontraksi 0,75% (yoy), lebih rendah jika dibandingkan kinerja triwulan sebelumnya yang tumbuh 6,16% (yoy).

Penurunan kinerja tersebut disebabkan oleh pergeseran periode panen raya padi ke bulan April – Mei, yang sebelumnya terjadi pada bulan Maret – April, seiring dengan tertundanya periode tanam padi akibat adanya peralihan fungsi lahan sawah untuk tanaman ubi kayu. Kinerja LU Pertambangan dan Penggalian pada triwulan laporan tercatat terkontraksi 1,62% (yoy), meski membaik jika dibandingkan dengan -2,79% (yoy) pada triwulan sebelumnya, akibat proses ekplorasi kilang minyak baru yang belum mencatatkan hasil tambang yang optimal.

Lebih lanjut, kinerja LU Jasa Keuangan dan Asuransi pada triwulan I 2023 tercatat masih mengalami kontraksi 5,00% (yoy) sejalan dengan penurunan Return on Assets (RoA) pada periode laporan.

Ke depan, perbaikan kinerja ekonomi Provinsi Lampung diperkirakan terus berlanjut, meski risiko dari sektor eksternal perlu diwaspadai. Untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang optimal serta menjaga stabilitas makroekonomi di tengah adanya scarring effect akibat penyebaran COVID-19 dan meningkatnya risiko inflasi akibat tekanan eksternal dan domestik, diperlukan upaya bersama seluruh pihak, antara lain:

  1. Memperkuat permintaan domestik dengan mendorong peningkatan produktivitas Lapangan Usaha Utama antara lain Lapangan Usaha Pertanian, terutama subsektor tanaman pangan, melalui peningkatan pemanfaatan alat dan mesin pertanian (ALSINTAN) dan benih berkualitas, penguatan askes pembiayaan procyclical bagi Petani, serta memastikan ketersediaan pupuk berkualitas di Provinsi Lampung di tengah tereskalasinya tensi geopolitik antara Rusia dan Ukraina;
  2. Mendorong sinergi pemulihan dan penguatan struktur industri pengolahan, terutama terkait ketersediaan bahan baku berkualitas, debottlenecking permasalahan logistik, percepatan pemulihan stabilitas finansial, serta hilirisasi;
  3. Mendorong hilirisasi industri berbasis pertanian dengan mendukung UMKM klaster pertanian yang termasuk ke dalam komoditas unggulan daerah dan memberikan kontribusi besar terhadap stabilitas harga serta didukung dengan ketersediaan bahan baku yang ada di daerah.
  4. Mendorong berlanjutnya peningkatan konsumsi rumah tangga dengan menjaga pemulihan daya beli masyarakat, percepatan pemanfaatan dana desa, realisasi bantuan sosial/subsidi dan program perbaikan kesejahteraan terutama yang menyasar pada UMKM dan MBR (Masyarakat Berpenghasilan Rendah), termasuk akselerasi digitalisasi sistem pembayaran melalui perluasan penggunaan QRIS dan intensifikasi program elektronifikasi;
  5. Mendorong pertumbuhan investasi dengan menjaga persepsi positif investor swasta. Hal tersebut dapat dilakukan melalui:
    1. Perbaikan dan penyempurnaan iklim kemudahan berusaha termasuk aspek informasi;
    2. Aspek regulasi termasuk di antaranya percepatan penyempurnaan OSS-RBA;
    3. Mengoptimalkan peran Forum Investasi Lampung (FOILA) sebagai salah satu media untuk mempromosikan potensi investasi Lampung;
    4. Mengidentifikasi dan mendaftar proyek yang clean and clear yang siap dipromosikan di event promosi investasi luar negeri melalui GIRU-IRU-RIRU; dan
    5. Mendorong dan mendukung investasi bagi sektor ekonomi lain seperti Pariwisata sebagai new source of growth dan mendorong pengembangan Quality Tourism.
    6. Mendorong penguatan investasi melalui penguatan infrastruktur.
  6. Menjaga dan meningkatkan kinerja ekspor Lampung dengan (1) hilirisasi produk untuk penciptaan nilai tambah; (2) meningkatkan kelembagaan dan kapasitas serta digitalisasi untuk mendukung UMKM Go Export; (3) Perluasan ekspor ke pasar non tradisional, promosi, dan penguatan kerjasama perdagangan; (4) memastikan ketersediaan infrastruktur yang memadai; serta (5) pemberian dukungan untuk efisiensi biaya logistik;
  7. Identifikasi potensi sumber-sumber baru pertumbuhan ekonomi antara lain melalui optimalisasi local value chain (LVC) sebagai strategi dalam mendorong percepatan pemulihan ekonomi di daerah, dan tidak terbatas pada sektor pertanian pangan, namun termasuk sektor lainnya memuat komoditas/produk/jasa usaha (KPJU) unggulan UMKM Provinsi Lampung yaitu industri pengolahan, perdagangan, perikanan, dan akomodasi, makan, dan minum. Penguatan LVC tersebut di antaranya dengan membentuk klaster-klaster ekonomi baru atau ekosistem dimana korporasi dapat berperan sebagai aggregator dan offtaker;
  8. Pemantauan indikator terkini ekonomi daerah (Early Warning System) yang akurat dan terkini untuk memantau denyut perekonomian daerah;

Upaya 4K, diantaranya memastikan keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif. (red)

Bank Indonesia dan BMPD Lampung Melaksanakan Penyerahan PSBI dan Santunan Sembako

JurnalKota, Lampung –  Kegiatan “Penyerahan Program Sosial Bank Indonesia (PSBI) dan Penyerahan Santunan Sembako dari BMPD Lampung” dilakukan di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung, Bandar Lampung pada tanggal 11 April 2023. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung Bpk. Budiyono, Kepala Badan Amil Zakat (Baznas) Kota Bandar Lampung Bpk. Ismail Saleh, Pimpinan Lembaga Amil Zakat, Lembaga dan Komunitas Sosial di Provinsi Lampung, Anggota Badan Musyawarah Perbankan Daerah (BMPD) Provinsi Lampung, Media, Perwakilan Penerima Bantuan Sosial, serta tamu undangan lainnya.

Kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka menyemarakkan Ramadhan 1444 H ini merupakan kolaborasi BMPD Lampung dengan KPw BI Provinsi Lampung. Dalam kegiatan ini, secara total akan disalurkan sebanyak 2.100 (dua ribu seratus) paket sembako, yang terdiri dari 1.000 (seribu) paket sembako dari BMPD Lampung dan 1.100 (seribu seratus) paket sembako dari PSBI KPwBI Provinsi Lampung. Selain bantuan sosial, bantuan yang diberikan juga berupa sebanyak 250 (dua ratus lima puluh) Al-Quran kepada pihak yang membutuhkan.

Dalam kegiatan tersebut, bantuan Program Sosial Bank Indonesia (PSBI) dan paket sembako BMPD tersebut telah diberikan secara simbolis kepada perwakilan penerima. Adapun bantuan tersebut selanjutnya diberikan terhadap tenaga kerja perbankan outsourcing seperti cleaning service, teknisi, supir, dan tukang kebun yang membutuhkan, warga Kampung Dipasena, warga Kampung Nelayan, warga Kampung Pemulung, Kelompok Tunanetra, Ustadz/Ustadzah dan santri yatim, serta fakir miskin/dhuafa (buruh harian lepas, tukang cuci, pegawai gaji harian).

Selanjutnya Kepala Perwakilan Bank Indonesia Lampung dalam sambutannya menyampaikan bahwa Program Sosial Bank Indonesia (PSBI) merupakan wujud kepedulian dan tanggung jawab sosial Bank Indonesia dalam rangka membantu masyarakat sekitar agar dapat lebih mandiri dalam menjalani kehidupan yang lebih baik. Hal tersebut tidak terlepas dari fungsi dan tugas Bank Indonesia yang didukung oleh seluruh perbankan di wilayah Provinsi Lampung, yang aktif berkontribusi pada perekonomian daerah; salah satunya pada aspek pemberdayaan ekonomi dan kepedulian sosial. Terakhir, Bpk. Budiyono berharap bahwa paket sembako ini dapat didistribusikan dengan optimal, tepat guna, serta tepat sasaran agar dapat menambah kebahagiaan dalam menyambut hari Raya Idul Fitri 1444 H. | red

Lamteng Sukses Panen Bawang Merah dengan Teknologi Digital Farming

JurnalKota, Lampung Tengah – Panen perdana bawang merah dengan teknologi digital farming dilakukan di Desa Nambah Rejo, Kota Gajah, Lampung Tengah pada tanggal 6 April 2023. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Bupati Lampung H. Musa Ahmad, S.Sos., Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung Budiyono, Asisten Dua Perekonomian dan Pembangunan Pemprov Lampung Kusnardi, dan turut hadir juga Wakil Dekan Fakultas Pertanian UNILA Prof. Dr. Purnomo, Anggota Komisi IV DPR-RI Hanan A. Rozak, Kepala Balai Pelatihan Pertanian Lampung Dr Abdul Roni Angkat STP Msi, kelompok petani bawang merah serta tamu undangan lainnya. (6 April 2023)

Melalui digital farming produktivitas dan profitabilitas petani meningkat sekitar 50%. Dari sisi produksi, kemampuan produksi dapat ditingkatkan dan berhasilnya panen bawang tersebut menjadi bukti bahwa Lampung memiliki potensi untuk menjadi sentra penghasil bawang merah, dan tentu ini sangat baik dalam mendukung upaya pemerintah menjaga ketersediaan pasokan dan stabilitas harga bawang merah khususnya.

Kegiatan panen bawang merah ini juga diharapkan dapat menjadi akselerator dalam mendukung pembangunan ekonomi lokal yang berkesinambungan khususnya di Provinsi Lampung.

Teknologi digital farming merupakan proses otomasi penyiraman, otomasi pemupukan, dan sensor kelembaban. Pelaksanaan digital farming ini merupakan kolaborasi Bank Indonesia, Fakultas Pertanian Unila dan Koperasi Koga Sera Tani serta mendapat dukungan penuh dari Pemprov Lampung dan Pemkab Lamteng Tengah. Kolaborasi dilakukan mulai dari persiapan lahan, pemilihan alat, pemasangan alat, hingga pendampingan. Dengan implementasi digital farming ini terjadi peningkatan hasil panen sebesar 50% dari 8 ton ke 12 ton. Selain itu, meningkatkan efisiensi penggunaan tenaga kerja.

Selanjutnya Kepala Perwakilan Bank Indonesia Lampung dalam sambutannya menyampaikan bahwa program digital farming ini merupakan salah satu Program Sosial Bank Indonesia (PSBI) terkait dengan peningkatan produksi pertanian. Bantuan yang diberikan berupa mesin dan instalasi otomosi fertigasi dan pengairan, rumah pompa, reservoir, dan sumur dalam serta bibit bawang merah kepada Koperasi Koga Sera Tani, Kecamatan Kota Gajah, Kabupaten Lampung Tengah yang diberikan pada 19 Desember 2022.

Bantuan diberikan secara simbolis oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung Budiyono kepada Ketua Koperasi Koga Sera Tani Sukarlin, yang disaksikan oleh Bupati Lampung Tengah, Dekan Fakultas Pertanian Universitas Lampung, dan Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Lampung Tengah. Lebih lanjut Budiyono menyampaikan bahwa konsep ketahanan pangan memiliki tiga dimensi yang saling berkaitan yaitu ketersediaan pangan, aksesibilitas masyarakat terhadap pangan, dan stabilitas harga pangan. Ketersediaan pangan tidak hanya dilihat dari aspek keterjangkauan secara fisik saja, tapi juga dari aspek sosial dan ekonomi yang berkaitan dengan stabilitas harga pangan dan keterjangkauan harga pangan di masyarakat.

Selanjutnya, stabilitas harga komoditas pangan menjadi permasalahan yang harus mendapatkan perhatian yang serius. Kenaikan harga bahan pangan yang tidak terkontrol akan menyebabkan terjadinya inflasi yang dapat menyebabkan turunnya pertumbuhan ekonomi dan berdampak terhadap kondisi rumah tangga masyarakat.

Dengan kegiatan panen hari ini diharapkan dapat menginisiasi daerah-daerah lain yang ada di Provinsi Lampung untuk menjadikan komoditas hortikultura seperti bawang merah dan cabai sebagai komoditas unggulan yang dapat dibudidayakan bukan hanya secara tradisional tapi juga dapat mengunakan teknologi pertanian modern seperti digital farming. (red)