PLN Pastikan Kelistrikan Andal dan Pemerintah Tetapkan Tarif Listrik Triwulan 2 Tidak Naik

JurnalKota, Jakarta – Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah menetapkan tarif listrik periode April – Juni 2023 tidak mengalami perubahan. Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo memastikan perseroan terus melakukan langkah efisiensi serta menyajikan listrik andal dan berkualitas bagi seluruh pelanggan.

“Kehadiran listrik sangat penting bagi pergerakan roda ekonomi. Kami terus memastikan pelanggan dapat terus memperoleh listrik yang andal dan berkualitas,” ujar Darmawan. (1 April 2023)

Selain itu, dalam upaya turut menggerakkan perekonomian nasional, perseroan juga selalu aktif meningkatkan penjualan dan memberikan promo layanan ketenagalistrikan serta beragam insentif menarik dalam mendukung ekosistem kendaraan listrik.

Perlu diketahui, penetapan tarif listrik priode triwulan II tahun 2023 ditentukan oleh realisasi parameter ekonomi makro rata-rata pada bulan November-Desember 2022 dan Januari Tahun 2023, dengan realisasi kurs sebesar Rp 15.522,99 per dolas AS, Indonesian Crude Price (ICP) sebesar 80,90 dolar AS per barel, tingkat inflasi sebesar 0,36 persen, dan Harga Batu Bara Acuan (HBA) sebesar Rp920,41 per kg sesuai kebijakan DMO Batu Bara 70 USD per ton.

Adapun besaran tarif tenaga listrik untuk per April hingga Juni 2023 untuk sektor rumah tangga sebagai berikut:

– Pelanggan Rumah Tangga Daya 450 Volt Ampere (VA) Bersubsidi sebesar Rp 415/ kilowatt hour (kWh)
– Pelanggan Rumah Tangga Daya 900 VA Bersubsidi sebesar Rp 605/kWh.
– Pelanggan Rumah Tangga Daya 900 VA RTM (Rumah Tangga Mampu) sebesar Rp 1.352/kWh.
– Pelanggan Rumah Tangga Daya 1.300-2.200 VA sebesar Rp 1.444,70/kWh.
– Pelanggan Rumah Tangga Daya 3.500 ke atas sebesar Rp 1.699,53/kWh.

Bertahun-tahun Tak Bisa Nikmati Listrik, 3.024 Warga Dapat Bantuan Pasang Listrik dari Donasi Pegawai PLN

JurnalKota, Jakarta – PT PLN (Persero) berbagi kebahagiaan Ramadan 1444 Hijriah dengan menyalurkan program bantuan kepedulian Light Up the Dream (Listrik untuk Nyalakan Mimpi) kepada 3.024 pelanggan di 119 Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3). Bantuan pemasangan listrik gratis itu berasal dari donasi pegawai PLN yang bertujuan untuk membantu masyarakat kurang mampu.

Abdul Senen Kinder, salah seorang penerima manfaat dari UP3 Sorong mengatakan bantuan ini sangat berarti baginya. Abdul yang selama tiga tahun ini memperoleh listrik dengan menyambung pada rumah saudaranya, kini bisa tersambung listrik berkat bantuan Light Up the Dream.

“Terima kasih kepada PT PLN (Persero) karena sangat membantu. Selama dua sampai tiga tahun ini sangat dibantu oleh kakak saya mengambil dari sebelah, sekarang rumah saya sudah mempunyai listrik sendiri,” kata Abdul.

Kebahagian juga terpancar dari wajah Susma Deni yang juga menjadi penerima bantuan Light Up the Dream UP3 Solok. Berkat bantuan ini, kini rumahnya yang berlokasi di Jorong Koto Tingga, Nagari Sirukam ini mendapat penerangan sepenuhnya.

“Terima kasih banyak kami ucapkan pada PLN beserta karyawannya yang telah memberikan kami bantuan berupa pemasangan listrik secara gratis, sehingga dengan bantuan ini kami bisa menikmati penerangan sepenuhnya. Mudah-mudahan kebaikan yang PLN berikan kepada kami dibalas oleh Allah SWT dan menjadi amal ibadah, Aamiin aamiin ya Robbal Aalamiin.” tutur Susma Deni.

Bupati Maluku Tenggara Muhamad Taher Hanubun yang turut hadir menyampaikan apresiasinya pada PLN. Taher mengatakan, bantuan sambung listrik ini sangat membantu masyarakat daerah yang kurang mampu.

“Bertahun-tahun bahkan puluhan tahun mimpi punya lampu, hari ini program Light Up the Dream PLN sungguh luar biasa. Beliau ini sudah sangat tua, sampai saat ini lampunya belum ada, sekali lagi atas nama pemerintah daerah  saya menyampaikan banyak terima kasih,” kata Taher.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan, program Light Up the Dream merupakan wujud nyata dari komitmen dan kekompakan insan PLN dalam mewujudkan energi berkeadilan sekaligus mendukung upaya pemerintah untuk meningkatkan rasio elektrifikasi (RE) agar seluruh masyarakat dapat mengakses listrik sehingga mendorong roda perekonomian.

Darmawan mengaku bahagia ketika melihat senyum seluruh masyarakat yang mimpinya untuk mendapatkan akses listrik telah diwujudkan.

“Pelaksanaan program ini dilakukan berkat empati karyawan PLN untuk berbagi kepada sesama. Ini komitmen kita lakukan dalam menyalurkan listrik kepada masyarakat yang membutuhkan,” tutur Darmawan.

Direktur Legal dan Manajemen Sumber Daya Manusia PT PLN (Persero) Yusuf Didi Setiarto mengatakan, penyaluran listrik gratis dari donasi pegawai PLN ini sebagai bentuk kepedulian PLN kepada masyarakat. Dia mengatakan, PLN dalam pengembangan SDM yang unggul tidak cukup hanya mengembangkan skill dan ilmu pengetahuan, tetapi harus dibarengi kepekaan terhadap lingkungan perusahaan.

Karena itu, bantuan ini diharapkan dapat menciptakan Creating Share Value (CSV) yang memberi manfaat atau nilai tambah kepada perusahaan, masyarakat dan juga lingkungan.

“Tentunya pengorbanan yang teman dan sahabat lakukan baik pihak yang berkontribusi maupun yang mengurusi material (program) ini sangat-sangat kita apresiasi. Teruskan perjuangan mulia ini, perjuangan yang sangat ditunggu dan diharapkan oleh rakyat Indonesia yang memang mungkin belum beruntung di dalam memiliki sambungan listrik,” kata Didi.

Dia merinci program bantuan tersebut disalurkan pada pelanggan di wilayah Aceh (20), Sumut (81), Riau (43), Sumbar (179), S2JB (107), Babel (6), Lampung (151), Banten (83), Jabar (110), Jateng & DIY (430), Jatim (295), Kalbar (34), Kaltim & Utara (85), Kalsel & Tengah (95), NTB (44), NTT (236), Sulselrabar (481), Sulutenggo (227).

Selanjutnya wilayah Maluku & Maluku Utara (264), dan terakhir Papua & Papua Barat (53). Sehingga total penerima bantuan kali ini sebanyak 3.024 pelanggan dan sejak awal dijalankan program kepedulian  Light Up the Dream berhasil disalurkan pada 10.735 pelanggan di Indonesia.

“Seberapa kecil pun yang Bapak atau Ibu berikan untuk program ini, pasti memberi makna khusus bagi pihak yang menerima. Tentunya sentuhan lembut dari insan PLN ini memberikan syiar yang baik bahwa PLN tidak hanya bekerja sesuai tupoksi yang ada, tetapi insan PLN memberikan kontribusi melebihi dari apa yang diamanahkan,” tutup Didi. (Red)

Hadirnya Listrik PLN Permudah Aktivitas Warga Desa Karang Brak Tanggamus

JurnalKota, Bandar Lampung – Hadirnya listrik telah memberikan kemudahan dalam melakukan segala aktivitas di berbagai sektor bagi masyarakat Desa (Pekon) Karang Brak Kecamatan Pematang Sawa Kabupaten Tanggamus. Lebih dari 200 kepala keluarga di Desa Karang Brak telah menikmati energi listrik dari PLN. 09 Maret 2023

Mispaldi, S.Si., M.Pd. selaku Kepala Sekolah SMP Negeri 3 Pematang Sawa mengaku, kehadiran listrik sangat berdampak besar terhadap dunia pendidikan. Sebelum hadirnya listrik, Mispaldi menuturkan, jika Dia bersama rekan sejawatnya yang juga sebagai pengajar di Pekon tersebut sering kali mengalami kesulitan saat malam hari, terlebih saat melakukan koreksi hasil belajar siswa.

“Kini kami merasakan terang dengan hadirnya listrik dari PLN. Tentu saja ini berdampak besar luar biasa terhadap dunia pendidikan, kami bersama siswa dapat belajar lebih baik,” ujar Mispaldi.

Hadirnya Listrik PLN Permudah Aktivitas Warga Desa Karang Brak Tanggamus
Penyalaan Listrik Desa dihadiri oleh Bupati Tanggamus

Ditambahkannya, bahwa hadirnya listrik PLN telah membantu dan memperlancar dalam melakukan proses pembelajaran kepada siswa di SMP Negeri 3 Pematang Sawa tempat Dia dan rekan sejawatnya mengajar.

“Terima kasih kepada PLN, semoga PLN selalu sukses,” imbuhnya.

Hal yang sama diungkapkan Asep Gunawan, selaku perangkat desa Karang Brak. Asep sangat senang atas kehadiran listrik PLN yang telah menerangi desanya itu.

“Tadinya kami belum merasakan terangnya di rumah dan memasak dengan gelap-gelapan, namun sekarang sudah dapat merasakan terangnya listrik dengan lampu-lampu yang begitu terang,” ujarnya.

Ditambahkannya, dengan tersedianya listrik juga membantu dan mempermudah pelayanan desa kepada masyarakat.

“Dulu kami memakai mesin ketik, sekarang sudah bisa membeli komputer dan printer, jadi kami tidak perlu jauh-jauh untuk mencetak berkas-berkas yang kami butuhkan di desa,” kata Asep.

Menurut Asep, bukan hanya berdampak pada pelayanannya di desa, namun listrik juga membawa dampak positif bagi perekonomian dan kesejahteraan masyarakat Desa Karang Brak.

Begitu pun juga diungkapkan Sumartini. Selaku pedagang minuman dingin, Sumartini merasa sangat terbantu dengan tersedianya listrik, karena Dia tidak perlu pergi jauh untuk mencari es sebagai bahan baku dagangannya.

“Semenjak ada listrik PLN, saya harus membeli es di Kota Agung yang cukup jauh, sekarang saya bersyukur PLN sudah masuk dan saya bisa bikin es sendiri,” ungkap Sumartini.