Partai Golkar Kota Metro Resmi Buka Penjaringan Bakal Calon Ketua DPD
Metro | DPD II Partai Golkar Kota Metro resmi membuka penjaringan bakal calon Ketua DPD selama…
Ribuan PPPK Paruh Waktu Lampung Selatan Tanam Pohon Serentak, Gaungkan Kampanye “Pohon Asuh”
Lampung Selatan – Sebanyak 5.792 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu di Kabupaten Lampung…
Pemdes Haduyang Klarifikasi Akses Jalan Dusun Puloraya, Kondisi Utama Sudah Layak
Lampung Selatan – Pemerintah Desa (Pemdes) Haduyang, Kecamatan Natar, memberikan klarifikasi terkait pemberitaan yang menyebutkan akses…
PAN Bandar Lampung Pasang Target Besar Pileg 2029: 8 Kursi DPRD Kota, 2 Provinsi, 2 DPR RI
LAMPUNG — Dewan Pimpinan Daerah Partai Amanat Nasional (DPD PAN) Kota Bandar Lampung menargetkan perolehan suara…
Pemira Unila 2025 Dinyatakan Cacat Total, Koalisi Satu Cita Tolak Hasil dan Ajukan Tuntutan Tegas
JurnalKota.net – Bandar Lampung, Selasa (23/12/2025) Pemira Universitas Lampung 2025 dinyatakan cacat total dan kehilangan legitimasi demokratis. Koalisi Satu Cita secara resmi dan tegas menolak hasil Pemira setelah menemukan rangkaian kecurangan serius berupa penggelembungan suara, intimidasi terhadap saksi, serta pemaksaan penandatanganan berita acara yang terjadi secara nyata, khususnya di Fakultas Teknik.
Ketua Tim Pemenangan Pasangan Calon Nomor Urut 01, Muhamad Zidan Al Zakri, menegaskan bahwa Pemira tahun ini bukan lagi pesta demokrasi mahasiswa, melainkan proses yang dikendalikan oleh tekanan dan manipulasi.
“Pemira ini sudah menyimpang jauh dari prinsip demokrasi. Ketika intimidasi dibiarkan dan suara dimanipulasi, maka hasilnya gugur secara moral dan politik. Kami menolak hasil Pemira Unila 2025,” tegas Zidan.
Fakultas Teknik menjadi titik paling terang dari praktik kecurangan tersebut. Berdasarkan laporan saksi dan dokumentasi video yang beredar luas, terlihat seorang pemilih telah mencelupkan jarinya ke tinta biru sebagai tanda telah memilih, namun kembali mengantre untuk melakukan pencoblosan ulang. Fakta ini menguatkan dugaan penggelembungan suara, penggunaan KTM ganda, serta manipulasi absensi pemilih.
“Itu bukan kelalaian. Jarinya sudah bertinta. Fakta ini tidak bisa dibantah dan menunjukkan adanya pelanggaran serius dalam proses pemungutan suara,” ujar Zidan.
Situasi semakin memburuk ketika saksi Paslon 01 yang menjalankan fungsi pengawasan justru mengalami intimidasi, tekanan psikologis, hingga pemaksaan untuk menandatangani berita acara. Bahkan, terdapat dugaan teror dari pihak tak dikenal terhadap saksi di lapangan.
Koalisi Satu Cita menilai kondisi ini menunjukkan adanya pembiaran, bahkan dugaan keterlibatan oknum dari Bapra, Panra, dan DPM, yang seharusnya menjamin netralitas dan keamanan jalannya Pemira.
“Ketika saksi dibungkam dan dipaksa menandatangani berita acara, maka demokrasi sudah mati di tempat,” kata Zidan dengan nada keras.
Sebagai bentuk penolakan dan perlawanan terhadap proses yang dinilai busuk dan tidak berintegritas, Koalisi Satu Cita menarik seluruh saksi dari Fakultas Teknik. Penarikan ini dilakukan agar Koalisi tidak ikut melegitimasi hasil Pemira yang lahir dari intimidasi dan manipulasi suara.
Berdasarkan seluruh temuan tersebut, Tim Pemenangan Koalisi Satu Cita secara resmi mengajukan tuntutan tegas:
Pertama, menuntut penghapusan dan pembatalan seluruh suara Fakultas Teknik, karena dinilai cacat prosedural dan tidak sah secara demokratis akibat praktik penggelembungan suara dan intimidasi terhadap saksi.
Kedua, menuntut dilaksanakannya pemilihan ulang Pemira Universitas Lampung, karena proses yang berjalan telah kehilangan legitimasi dan tidak dapat diperbaiki hanya melalui evaluasi administratif.
Ketiga, menuntut pembentukan panitia Pemira yang baru oleh pihak Rektorat Universitas Lampung, mengingat adanya indikasi kuat bahwa panitia sebelumnya tidak netral dan gagal menjaga integritas serta independensi Pemira.
“Tuntutan ini bukan permintaan. Ini keharusan demokratis. Jika diabaikan, maka Pemira Unila 2025 akan tercatat sebagai preseden runtuhnya demokrasi mahasiswa,” tegas Zidan.
Koalisi Satu Cita menegaskan akan mengawal kasus ini hingga tuntas melalui seluruh jalur resmi dan mekanisme hukum yang tersedia. Penolakan hasil Pemira ini disebut sebagai langkah penyelamatan demokrasi kampus, bukan upaya menciptakan kegaduhan.
“Jika kecurangan seperti ini dibiarkan, maka ke depan Pemira hanya akan menjadi sandiwara kekuasaan. Kami berdiri di pihak kebenaran dan keadilan,segala cara akan kami lakukan agar permintaan kami dapat diindahkan demi menjaga nilai nilai demokrasi yang sesungguhnya” pungkas Zidan.*
Kado Akhir Tahun, Ribuan Honorer Lampung Selatan Resmi Jadi PPPK Paruh Waktu
Lampung Selatan – Suasana haru dan bahagia mewarnai Lapangan Radin Inten, Kalianda, Rabu (24/12/2025), saat 5.792…
Unila Serahkan SK PPPK Paruh Waktu 2025
Lampung – Universitas Lampung (Unila) menyelenggarakan kegiatan penyerahan Surat Keputusan (SK) Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja…
Peringati Hari Ibu ke-97, TP Sriwijaya Lampung Tegaskan Peran Perempuan Menuju Indonesia Emas 2045
JurnalKota.net – Bandarlampung – Pengurus Daerah Tenaga Pembangunan (TP) Sriwijaya Provinsi Lampung menggelar Peringatan Hari Ibu ke-97 Tahun 2025 dengan mengusung tema “Perempuan Berdaya, Berkarya, dan Berbudaya: Peran Ibu Sriwijaya Mengantarkan Indonesia Emas 2045”. Kegiatan berlangsung khidmat di Lamban Sabah Resto, Bandar Lampung, Selasa (23/12/2025).
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal yang diwakili Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Provinsi Lampung, Dra. Hanita Fahrial, M.Si, menegaskan pentingnya peran perempuan sebagai pilar pembangunan bangsa.
“Perempuan, khususnya para ibu, memiliki peran strategis dalam membentuk karakter keluarga dan generasi masa depan. Pemberdayaan perempuan harus terus diperkuat agar Lampung mampu berkontribusi nyata menuju Indonesia Emas 2045,” ujar Hanita saat membacakan sambutan gubernur.
Ketua Pengurus Daerah TP Sriwijaya Lampung, Hj. Nurhasanah, SH, MH, mengatakan peringatan Hari Ibu bukan sekadar seremoni, tetapi momentum mempertegas kontribusi nyata perempuan dalam pembangunan.
“TP Sriwijaya berkomitmen mendorong perempuan Lampung agar berdaya, berkarya, dan berbudaya, sekaligus menjadi penggerak pembangunan sosial dan kebangsaan,” tegas Nurhasanah.
Ketua Panitia, Nina Zusanti, menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang sebagai ruang silaturahmi sekaligus penguatan nilai spiritual dan kebangsaan.
“Peringatan Hari Ibu ini kami kemas sebagai refleksi peran perempuan, dengan menghadirkan tokoh lintas sektor agar semangat kebersamaan dan kolaborasi semakin kuat,” ujarnya.
Acara inti diisi dengan ceramah oleh Almukarom Ustadz Asep Kolis, yang menekankan kemuliaan peran ibu dalam keluarga dan masyarakat.
“Ibu adalah madrasah pertama bagi anak-anaknya. Dari tangan ibu lahir generasi yang menentukan arah masa depan bangsa,” tutur Ustadz Asep Kolis dalam tausiyahnya.
Kegiatan ini turut dihadiri Anggota DPR RI yang juga Sekretaris Pengurus Daerah TP Sriwijaya Lampung Mukhlis Basri, Anggota DPD RI Bustami Zainudin, Ketua DPRD Lampung yang diwakili Anggota DPRD Lampung Budhi Condrowati, Ketua DPD PDI Perjuangan Lampung Winarti, Ketua Peradi Bandar Lampung Bey Sujarwo, Ketua Srikandi TP Sriwijaya Lampung Hj. Ce’nah, perwakilan pimpinan partai politik se-Lampung, ketua organisasi perempuan se-Lampung, serta jajaran pengurus TP Sriwijaya Lampung.
Rangkaian acara ditutup dengan ramah tamah dan makan siang bersama, sebagai simbol kebersamaan dan penguatan sinergi antara perempuan dan pemangku kepentingan di Provinsi Lampung. (*)
Raed Arada, Alumnus Unila Asal Palestina Salurkan Bantuan Korban Banjir Sumatra
Lampung – Raed Arada, alumnus Universitas Lampung (Unila) menunjukkan kepedulian kemanusiaan sebagai penggerak bantuan bagi korban…
AKBP Vicky Dzulkarnain Terpilih Secara Aklamasi sebagai DANMENWA Lampung Periode 2025–2028
Bandar Lampung – AKBP Vicky Dzulkarnain, S.Ag., M.M. terpilih secara aklamasi sebagai Komandan Resimen Mahasiswa (DANMENWA) Provinsi Lampung periode 2025–2028 dalam Rapat Komando Daerah (RAKOMDA) Resimen Mahasiswa Raden Intan Provinsi Lampung.
RAKOMDA tersebut digelar pada Sabtu, 20 Desember 2025, bertempat di Gedung Serba Guna (GSG) UIN Raden Intan Lampung. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka pemilihan DANMENWA Lampung untuk masa bakti selanjutnya.
Rapat dibuka secara resmi oleh DANMEN Maharatan Lampung AKBP (Purn) Muchtar, S.E., S.H., M.H. Selanjutnya, sambutan disampaikan oleh Rektor UIN Raden Intan Lampung serta Kolonel Sus Drs. H. Ahmad Yani, S.H., M.H., yang menegaskan pentingnya peran strategis Resimen Mahasiswa dalam pembinaan karakter, bela negara, dan kepemimpinan generasi muda.
Proses pemilihan DANMENWA Lampung berlangsung secara musyawarah mufakat dan menghasilkan keputusan aklamasi yang menetapkan AKBP Vicky Dzulkarnain sebagai komandan terpilih.
RAKOMDA tersebut turut dihadiri oleh berbagai unsur strategis, di antaranya Dewan Pimpinan Nasional IARMI yang mengikuti kegiatan secara virtual melalui Zoom, Dewan Pimpinan Provinsi IARMI Lampung, jajaran DANMEN beserta staf, DANSUB Bandar Lampung, DANSUB Metro, DANSUB Pringsewu, dan DANSUB Lampung Selatan, serta delapan Danyon Menwa se-Provinsi Lampung.
Selain itu, kegiatan juga diikuti oleh sekitar 150 personel Menwa aktif se-Lampung, Rektor Universitas Muhammadiyah Pringsewu, serta AKBP Radius Utama, S.H., M.H. dari Polda Lampung.
Dengan terpilihnya AKBP Vicky Dzulkarnain sebagai DANMENWA Lampung, diharapkan Resimen Mahasiswa Provinsi Lampung semakin solid, profesional, dan mampu berkontribusi aktif dalam pembinaan mahasiswa serta penguatan nilai-nilai kebangsaan dan bela negara di Bumi Ruwa Jurai.
Bupati Lampung Selatan Terima Anugerah Daerah Harmonis dan Berkelanjutan dari JMSI Lampung
Bandar Lampung – Komitmen Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, dalam mewujudkan pembangunan daerah yang harmonis…
Bunda Eva Buka APEKSI Outlook 2025: Semangat Kolaborasi Antar Kota
Bandar Lampung — Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia Outlook 2025 menjadi forum strategis nasional yang mempertemukan pemerintah kota se-Indonesia untuk memperkuat kolaborasi, bertukar gagasan, serta mendorong inovasi pelayanan publik dan pembangunan daerah berkelanjutan.
Sebagai tuan rumah APEKSI Outlook 2025, Pemerintah Kota Bandar Lampung mengawali rangkaian kegiatan dengan prosesi adat Begawi Jejama pada Sabtu (20/12/2025). Prosesi adat ini menjadi simbol pembuka sekaligus penyambutan resmi bagi para wali kota dari berbagai daerah, pelaku UMKM, serta masyarakat.
Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana menjelaskan bahwa Begawi Jejama merupakan tradisi adat Lampung yang bermakna bekerja bersama-sama. Nilai tersebut dinilai selaras dengan semangat APEKSI sebagai forum kolaboratif yang menekankan kebersamaan dan kekompakan antarkepala daerah dalam membangun kota masing-masing.
APEKSI Outlook 2025 menjadi momentum strategis

Menurut Eva Dwiana, pelaksanaan APEKSI Outlook 2025 juga menjadi momentum strategis untuk memperluas jejaring kerja sama lintas daerah serta mendorong lahirnya inovasi dan tata kelola pemerintahan yang lebih efektif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Selain membahas pembangunan, Wali Kota Bandar Lampung juga mengajak seluruh pemerintah kota meningkatkan kewaspadaan dan koordinasi, khususnya dalam menghadapi tantangan daerah dan dinamika cuaca yang tidak menentu.
Melalui APEKSI Outlook 2025, Pemkot Bandar Lampung berharap terwujud kolaborasi nyata dan gagasan strategis yang memperkuat peran pemerintah kota dalam mendukung pembangunan nasional yang inklusif dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.
Ratusan Buruh PT San Xiong Steel Ajukan Gugatan PHI ke PN Tanjungkarang
JurnalKota.net – Bandarlampung – Konflik managemen PT San Xiong Steel Indonesia berakibat buruk terhadap para pekerjanya. Sudah sejak April 2025 para buruh tidak mendapatkan kejelasan dari perusahaan.
Akibatnya, Ratusan buruh yang sudah 8 bulan tidak menerima gaji mengajukan Gugatan Perselisihan Hak ke Pengadilan Hubungan Industrial Tanjung Karang dengan menunjuk kantor hukum WFS & Rekan sebagai kuasanya.
Kuasa hukum Para Penggugat dari kantor WFS & Rekan, Arif Hidayatullah, S.H., M.H., mengatakan bahwa pihaknya telah mendaftarkan gugatan dan hari ini (kamis, 18/12/25) adalah sidang pertama.
“Ada 152 buruh yang memberikan kuasa kepada kami. Kami ajukan dua gugatan yang telah teregistrasi dengan nomor 37/Pdt.Sus-PHI/2025/ PN Tjk dan Nomor 38/Pdt.Sus-PHI/2025/ N Tjk, kata “Arif hidayatullah pada kamis, 18/12/25”.
Managing Partner’s Pada kantor Hukum WFS & Rekan ini melanjutkan bahwa sudah ada perintah membayar dari dinas ketenagakerjaan.
“Tripartit sudah dilakukan dan risalah hingga anjuran juga sudah diterbitkan. Namun karena perusahaan tidak juga melakukan pembayaran maka kami ajukan gugatan, lanjutnya.
Arif mejelaskan bahwa dalam gugatan yang diajukan hanya berfokus pada gaji yang belum dibayarkan beserta dendanya.
“Dalam aturan ketenagakerjaan dijelaskan bahwa bagi setiap pengusaha yang telat membayar gaji maka disamping membayar gaji pokok, juga dikenakan denda atas keterlambatan, jelasnya.
Saat ditanya mengenai total kewajiban yang harus dibayar oleh perusahaan, pihaknya menyampaikan hingga 6 Milyar lebih.
” Ada 3 (tiga) item dalam hak yang sedang kami perjuangkan, yaitu gaji pokok, denda keterlambatan dan denda suku bunga pemerintah dengan total Rp. 6.215.429.078,” tutupnya.
Ketua Serikat buruh FSPBI-KSN, Yohanes Joko Purwanto mewakili dari anggotanya mengucapkan terimakasih.
” saya mewakili anggota serikat mengucapkan terimakasih kepada kantor Hukum WFS & Rekan karna telah memberikan bantuan hukum secara gratis, ucap joko pada” kamis 18/12/25.
Pihaknya berharap kasus ini segera mendapatkan titik terang demi kesejahteraan anggotanya.
“Banyak dari anggota kami yang memiliki keluarga, tidak mendapatkan gaji tentu berefek pada kesejahteraan keluarganya, semoga majelis hakim mengabulkan gugatan kami,”harapnya.*
Dugaan Korupsi Dana Desa Rp1 Miliar Lebih, Satreskrim Polres Tanggamus Tahan Oknum Kakon Atar Lebar
TANGGAMUS — Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Satreskrim Polres Tanggamus resmi menahan FH, oknum Kepala Pekon…
Raih Skor 556, RBRA TK IT Al Mumtaza Kalianda Selangkah Menuju Anugerah Ramah Anak
LAMSEL, Kalianda — Ruang Bermain Ramah Anak (RBRA) TK IT Al Mumtaza Kalianda selangkah lebih dekat…