JurnalKota – AKTRIS Emma Corrin jadi sorotan publik. Ia telah menjadi bagian dari sederet selebritas dunia yang mengikuti tren fesyen pantless. Tren ini hanya mengenakan pakaian dalam untuk bawahannya. Corin tampil bergaya seperti itu di Festival Film Venesia.
Corrin terkenal lewat penampilannya dalam serial keluaran Netflix berjudul The Crown dan film layar lebar bertajuk Lady Chatterley’s Lover.
Melansir laman CNN, Corrin mengenakan tampilan koleksi musim gugur/musim dingin 2023 rancangan rumah mode Miu Miu untuk festival tersebut (3/9). Ia berada di kota Venice untuk mewakili film Women’s Tales dari label Italia tersebut.
Pakaian Corrin terdiri dari kardigan rajutan hijau dengan celana dalam hijau yang serasi. Ini menjadi sesuatu yang sangat berbeda dari apa yang kamu harapkan untuk dilihat di karpet merah. Misalnya gaun panjang yang berhias ornamen glamor.
Namun, ternyata Corrin bukanlah selebriti pertama yang tampil dengan tren fesyen pantless ini. Supermodel Bella Hadid tertangkap kamera mengenakan celana dalam boxer di jalanan pada musim gugur lalu. Sedangkan Lil Nas X hanya mengenakan tali G metalik ke Met Gala pada bulan Mei.
Corrin, yang mendefinisikan dirinya sebagai nonbiner karena menggunakan kata ganti they/them, dinominasikan untuk Primetime Emmy pada 2021 untuk perannya sebagai Putri Diana dalam The Crown. Dia dinominasikan dalam kategori Outstanding Actress dalam serial drama.
Festival Film Venesia 2023, yang dimulai pada hari Rabu (6/9), akan menampilkan pemutaran perdana film-film baru dari Bradley Cooper, Sofia Coppola, Yorgos Lanthimos, Michael Mann, dan Ava DuVernay.
Film pembuka festival ini adalah Comandante sebuah drama dari Italia garapan sutradara Edoardo De Angelis. Film ini dibintangi oleh Pierfrancesco Favino yang juga membintangi The Traitor.
Pakaian dalam sebagai pengganti celana bukanlah hal baru. Pada awal era indie sleaze, sekitar satu dekade yang lalu, Lady Gaga menjadikan celana dalam berpotongan tinggi sebagai ciri khasnya. Dia kerap mengenakannya di atas panggung dan kala bekerja di New York City.
Dekade 1990-an Vivienne Westwood memelopori tampilan pakaian dalam sebagai pakaian luar. Ini mungkin merupakan salah satu contoh terbaik dari tren yang muncul di runway beberapa dekade lalu. Koleksi musim gugur 1989 miliknya menampilkan bodysuit dengan daun ara perspex.
Dikutip dari laman Elle, seorang sejarawan mode dan direktur Museum di Fashion Institute of Technology, Valerie Steele, mengakui fakta bahwa banyak tren fesyen yang fokus pada perhatian antara menutupi dan mengekspos bagian tubuh.
“Area tertentu sebagian besar tidak dimasukkan dalam geografi eksposur karena itu adalah hal yang paling tabu,” ungkapnya.
Fesyen bersifat sangat pribadi. Jadi, tidak semua orang akan menyukai setiap pilihan. Tips gaya terbaik untuk tren ini adalah kepercayaan diri. Inilah kunci dalam tren seperti ini.
Miliki dengan bangga dan biarkan kepercayaan dirimu menjadi cara terbaik untuk mengaksesnya. Namun kayaknya sebelum melakukannya, harus disesuaikan lagi dengan kultur budaya di Indonesia.