Polda Lampung Lakukan Pengamanan, Pertandingan Bhayangkara Presisi Lampung FC vs Persik Kediri

JurnalKota.net – Lampung — Personel gabungan Polda Lampung melaksanakan pengamanan dalam pertandingan lanjutan antara Bhayangkara Presisi Lampung FC melawan Persik Kediri yang digelar di Stadion Sumpah Pemuda, Bandar Lampung. Jumat(19/9/25)

Sebanyak 380 personel gabungan diterjunkan untuk memastikan situasi kamtibmas tetap kondusif selama berlangsungnya pertandingan. Pengamanan dilakukan mulai dari pintu masuk penonton, area tribun, hingga kawasan sekitar stadion.

Kabid Humas Polda Lampung Kombed Pol Yuni Iswandari menyampaikan bahwa pengamanan ini merupakan bentuk komitmen kepolisian dalam memberikan rasa aman dan nyaman kepada para pemain, masyarakat sekitar khususnya pecinta sepak bola.

“Kami menghimbau kepada seluruh penonton untuk menjaga ketertiban dan mematuhi aturan demi kelancaran pertandingan yang berlangsung,” Ujar Kabid Humas

Tambahnya, “Mari kita nikmati pertandingan yang sangat menarik ini dengan selalu menjaga keamanan dan ketertiban, tentunya kita harapkan tim kebanggaan masyarakat Lampung ini bisa meraih hasil yang positif,” Jelasnya

Selain pengamanan personel, petugas juga melakukan rekayasa lalu lintas di sekitar stadion untuk mengantisipasi kemacetan, serta menyiapkan tim kesehatan dan unit escape keselamatan sebagai langkah antisipasi.

Polda Lampung berharap pertandingan ini dapat menjadi ajang hiburan olahraga yang sehat dan sportif bagi masyarakat Lampung, sekaligus memperkuat semangat kebersamaan dalam mendukung tim kebanggaan masyarakat Lampung.*

Pangeran Nata Adiningrat Kunjungi Lamban Gedung Kuning

JurnalKota.net – BANDAR LAMPUNG – Kehadiran Pangeran Nata Adiningrat, Dr. R.A. Huzaifah bin Dato’ R.H. Hashim, di Lamban Gedung Kuning, Bandar Lampung, Rabu (17/9/2025), mendapat sambutan hangat dari para tokoh adat dan masyarakat Lampung. Suasana penuh keakraban dan kekhidmatan menyertai acara silaturahmi tersebut yang tidak hanya memperkuat ikatan budaya, tetapi juga meneguhkan persaudaraan serumpun Melayu-Lampung yang telah terjalin sejak ratusan tahun silam.

Dalam keterangan persnya kepada wartawan, Pangeran Nata Adiningrat menegaskan bahwa kunjungannya ke Indonesia bukanlah hal baru. Ia mengakui masih memiliki ikatan darah yang kuat dengan keluarga besar di tanah air, khususnya di wilayah Sumatera.

“Saya sudah sering ke Indonesia karena masih banyak saudara, keluarga, dan teman di sini. Kami memang keturunan raja, tetapi saya tegaskan kami bukan raja. Hal ini harus diluruskan agar tidak menimbulkan salah paham. Kami datang sebagai bagian dari keluarga besar yang memiliki ikatan sejarah dengan kerajaan-kerajaan di Nusantara,” jelasnya.

Pangeran Nata Adiningrat, yang kini bertugas di Pemerintahan Negeri Malaka, juga menjabat sebagai Kepala Bidang Penyelidikan pada organisasi Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI). Organisasi tersebut berpusat di Malaka dan telah memiliki cabang di 23 negara, termasuk Indonesia.

Dalam kesempatan itu, Pangeran Nata Adiningrat mengaku terkesan dengan penyambutan masyarakat Lampung. Ia juga menyoroti kekayaan budaya yang masih terpelihara dengan baik di Lamban Gedung Kuning sebagai salah satu cagar budaya yang bernilai tinggi.

“Saya tidak menyangka sambutannya sehebat ini. Awalnya saya kira hanya silaturahmi sederhana, ternyata di sini ada cagar budaya yang sangat bernilai. Masyarakat Lampung patut bangga karena masih menjaga warisan leluhur, bukan hanya dari trah raja, tetapi juga dari semangat melestarikan budaya Islam dan Nusantara,” ungkapnya.

Sambutan hangat juga datang dari Sutan Raja Diraja Lampung, Kanjeng Sutan Pangeran Ratu Yang Agung yang juga mantan Kapolda Lampung, Irjen Pol (Purn) Drs. H. Ike Edwin, SH., MH. Menurutnya, kedatangan tokoh Melayu dari Malaka ini menjadi bukti nyata eratnya persaudaraan serumpun yang telah terjalin sejak masa kerajaan-kerajaan Islam di Nusantara.

“Ini adalah kebanggaan bagi kita. Melayu dan Lampung itu satu keturunan serumpun. Dulu para raja Nusantara saling menyatukan, hari ini kita melanjutkan persaudaraan itu. Kalau tidak ada adat dan budaya, kita tidak mungkin bisa bersatu. Indonesia punya Pancasila dan NKRI sebagai pemersatu, sementara adat dan budaya menjaga kita tetap bersaudara,” tegas Dang Ike, sapaan akrab dari Ike Edwin.

Dang Ike Edwin juga menuturkan bahwa hubungan Lampung–Malaka memiliki akar sejarah panjang, mulai dari era perdagangan lada, jalur pelayaran Nusantara, hingga perjalanan para ulama yang singgah di Malaka sebelum berangkat menuju Tanah Suci.

Baik Pangeran Nata Adiningrat maupun Dang Ike Edwin sepakat bahwa adat dan budaya memiliki peran penting sebagai perekat dalam menjaga persatuan, tidak hanya di Indonesia, tetapi juga dalam lingkup yang lebih luas di Asia Tenggara.

Silaturahmi ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat hubungan serumpun, melestarikan warisan budaya, serta menjaga keharmonisan di tengah masyarakat yang majemuk.*

Peringatan Maulid Nabi, Momentum Perkuat Peran Perempuan dalam Pembangunan Daerah

JurnalKota.net – Bandar Lampung — Tim Penggerak PKK Provinsi Lampung menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Mahan Agung, Jumat (19/09/2025). Kegiatan tersebut berlangsung khidmat diikuti berbagai jajaran organisasi wanita se-Provinsi Lampung dan sejumlah pejabat Pimpinan Tinggi Pratama dilingkungan Pemerintah Provinsi Lampung.

Ketua TP. PKK Provinsi Lampung, Purnama Wulan Sari Mirza dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa Nabi Muhammad SAW adalah teladan sepanjang masa yang membawa risalah Islam penuh kasih sayang, keadilan, dan kedamaian.

“Melalui peringatan hari ini, kita sama-sama merenungkan ajaran, perilaku Beliau, serta yang pastinya insya Allah berusaha mengimplementasikan, mempraktikkan dalam kehidupan kita sehari-hari. Peringatan Maulid Nabi ini juga mendekatkan diri kita kepada Allah SWT dan meningkatkan iman serta amal kita,” ucapnya.

Purnama Wulan Sari Mirza juga menekankan bahwa Maulid Nabi bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan pengingat untuk senantiasa bersyukur dan meneladani ajaran Rasulullah SAW. Menurutnya, rasa syukur itu harus diwujudkan dengan memperbanyak dzikir, shalawat, serta menebarkan kebaikan dalam kehidupan bermasyarakat.

“Dengan rasa syukur kita kepada Allah SWT, kita juga selalu mencoba berbuat kebaikan. Karena kita umat Nabi Muhammad, kita selalu berkiblat pada ajaran-ajarannya. Insya Allah ibu-ibu yang hadir dalam kegiatan ini selalu dapat menebarkan kebaikan karena seperti yang ada di surat al-rahman ayat 60 yang berarti ‘Tidak ada balasan untuk kebaikan selain kebaikan (pula)’ Kita sama-sama belajar disini,” lanjutanya.

Ia berharap momentum peringatan Maulid Nabi ini dapat semakin memperkuat tekad dan semangat seluruh organisasi perempuan di Provinsi Lampung untuk ikut serta bersama-sama membangun daerah.

“Peringatan Maulid Nabi ini tentu semakin menguatkan tekad dan semangat yang sama dan kita semua mempunyai peran yang sangat penting dalam perkembangan daerah,” tegasnya.

“Marilah kita semua bersemangat selalu mencintai Nabi Muhammad Saw, selalu bersilaturahmi, saling mendukung dan berkolaborasi dalam setiap program-program pembangunan daerah Provinsi Lampung kita tercinta karena kita tidak bisa melakukan program sendiri, tentunya kita harus saling mendukung, saling berkolaborasi,” pungkasnya.

Acara peringatan Maulid Nabi diisi dengan tausiyah dan doa yang dipimpin oleh Ustadzah Nabila Zainuri, serta diikuti para santri dari Pondok Pesantren Al Ikhlas Babussalam.*

Aspirasi Petani Singkong Lampung Didengar, Presiden Instruksikan Lartas Impor Tapioka

JurnalKota.net – JAKARTA – Perjuangan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal dalam menyampaikan aspirasi petani singkong mendapat respons dari pemerintah pusat. Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto segera menerapkan larangan terbatas (Lartas) impor etanol dan tepung tapioka untuk melindungi petani lokal serta menjaga ketahanan pangan nasional.

Instruksi tersebut disampaikan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman usai memimpin Rapat Perlindungan dan Penyelesaian Permasalahan Petani Ubi Kayu dan Tebu, di Auditorium Gedung F Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Jumat (19/9/2025). Rapat dihadiri pemerintah pusat, pemerintah daerah, aparat penegak hukum, asosiasi petani, serta pelaku usaha dari sektor singkong, tapioka, dan tebu.

Mentan Amran menegaskan bahwa kebijakan Lartas merupakan arahan langsung Presiden.
“Khusus etanol, kita akan terbitkan Lartas, larangan terbatas impor. Kalau produksi dalam negeri mampu memenuhi kebutuhan, impor ditiadakan. Begitu juga singkong, jika bisa dipenuhi, impor tepung tapioka tidak diperbolehkan,” ujar Amran.

Tepung tapioka merupakan produk turunan dari singkong. Ketika impor tapioka tinggi, permintaan singkong petani lokal menurun karena industri memilih pasokan impor dengan harga lebih murah. Akibatnya, harga singkong di tingkat petani turun meski produksi melimpah. Dengan adanya Lartas impor tapioka, industri dalam negeri kembali diarahkan untuk menyerap singkong lokal.

Menanggapi kebijakan tersebut, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menyampaikan apresiasi atas perhatian Presiden kepada petani singkong.
“Alhamdulillah, perjuangan panjang kita bersama petani akhirnya mendapat perhatian serius Presiden. Dengan kebijakan Lartas ini, harga singkong InsyaAllah akan kembali naik dan petani Lampung bisa lebih sejahtera,” ujar Gubernur Mirza.

Gubernur Mirza juga mengusulkan agar pemerintah menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk tepung tapioka sebagai upaya mengendalikan rantai perdagangan.
“Kita ingin harga tapioka di pasar terkendali, sehingga petani mendapatkan keuntungan yang lebih layak. Pemprov Lampung akan terus mengawal implementasi kebijakan pusat ini agar benar-benar dirasakan oleh petani,” tambahnya.*

Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Yayasan Al Hidayah Mashumiyah Diresmikan di Desa Mulyorejo II Lampung Utara

JurnalKota.net – LAMPUNG UTARA — Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela, didampingi Bupati Lampung Utara Hamartoni Ahadis, meresmikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Al Hidayah Mashumiyah Dapur Tulus Hati, di Desa Mulyorejo II, Lampung Utara, Jumat (19/9/2025).

Pada kesempatan itu, Wagub Jihan
meninjau langsung gedung, sarana memasak, penyimpanan makanan, dan pengemasan di SPPG untuk memastikan kesiapan mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi siswa sekolah dan ibu hamil.

Ia menegaskan bahwa Lampung saat ini menjadi provinsi nomor satu sasaran utama program MBG secara nasional, sekaligus menempati posisi keempat terbanyak dalam pembentukan SPPG.

Pemerintah Provinsi Lampung juga terus memperluas layanan sosial dan kesehatan masyarakat.

Usai peninjauan dapur gizi, kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan ke Pelayanan Sosial Jejaring Masyarakat (Yansos Jejama) di Balai Desa Mulyorejo II. Program strategis Provinsi Lampung ini mencakup pemeriksaan kesehatan, pendampingan sosial, hingga pemberian alat bantu bagi masyarakat, khususnya penyandang disabilitas.

Wagub Jihan menekankan bahwa lebih dari 2 persen penduduk Lampung adalah penyandang disabilitas yang berhak mendapatkan akses yang sama.

“Kami ingin penyandang disabilitas memperoleh akses ekonomi, pekerjaan, pendidikan, dan pelayanan kesehatan yang setara,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa Yansos Jejama dilaksanakan sebagai wujud komitmen membangun sinergi lintas sektor dalam mewujudkan keadilan sosial. Menurutnya, kegiatan ini bukanlah akhir, melainkan langkah awal membangun jejaring sosial yang lebih kuat dengan melibatkan pemerintah, masyarakat, pelaku usaha, dan akademisi.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Lampung Utara Hamartoni Ahadis mengapresiasi terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia berharap program serupa dapat diperluas ke desa dan kabupaten lain agar semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaat.

Kegiatan ini menegaskan komitmen Pemprov Lampung dalam memperkuat layanan sosial dan kesehatan demi masyarakat yang lebih inklusif dan sejahtera.*

Bantuan Sembako Disalurkan ke Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak Ponpes Tahfidzul Quran Nurul Mutaqqin di Kotabumi

JurnalKota.net – KOTABUMI — Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela, yang juga Ketua Lembaga Koordinasi Kesejahteraan Sosial (LKKS) Provinsi Lampung menyerahkan bantuan paket sembako kepada Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Nurul Mutaqqin di Pondok Pesantren Tahfidzul Quran Nurul Mutaqqin, Kotabumi, Lampung Utara, Jumat (19/9/2025).

Saat penyerahan bantuan, Jihan Nurlela, didampingi Bupati Lampung Utara Hamartoni Ahadis, dan disambut hangat para santri serta pengurus pondok.

Dalam sambutannya, Wagub Jihan menyampaikan bahwa LKSA merupakan mitra strategis pemerintah dalam memperkuat posisi Lampung sebagai provinsi layak anak. Predikat ini, ujarnya, lahir dari kontribusi nyata lembaga sosial yang bekerja tulus dan ikhlas.

“Di balik capaian besar ini ada kerja senyap dan penuh keikhlasan dari para pengasuh, guru, dan pengurus LKSA. Mereka menghadirkan rumah yang penuh energi positif bagi anak-anak, sehingga mereka dapat tumbuh nyaman dan percaya diri,” kata Jihan.

Ia menambahkan, saat ini terdapat 228 Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) di Provinsi Lampung. Pemerintah berkomitmen hadir sebagai mitra, karena keberhasilan pembangunan sosial hanya dapat tercapai melalui sinergi antara pemerintah, lembaga sosial, dan masyarakat.

“Saya berharap kegiatan ini menjadi stimulus untuk pembangunan jejaring kolaboratif untuk seluruh LKS. Dan semua pihak LKS selalu selaras dengan menghubungkan pemerintah dengan masyarakat,” ujarnya.*

Lampung Jadi Target Program Hilirisasi dan Investasi Besar Sektor Pangan

JurnalKota.net – BANDARLAMPUNG — Provinsi Lampung menjadi target program hilirisasi dan investasi besar yang akan dilakukan Pemerintah melalui Kementerian Pertanian. Desember 2025 ini, akan dilakukan peremajaan tanaman di sektor hulu dengan kucuran dana Rp180 miliar. Dan Tahun depan akan dilakukan pembangunan pabrik pengolahan di sektor hilir.

Hal itu terungkap dalam pertemuan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal dengan Dirjenbun Kementan RI Abdul Roni Angkat beserta jajaran dan perwakilan perusahaan di Ruang kerja Gubernur, Bandarlampung, Kamis (18/9/25).

Abdul Roni Angkat menyampaikan bahwa saat ini Lampung menjadi target program hilirisasi dan investasi.

“Sesuai instruksi pak Menteri, insya Allah kita akan usung program hilirisasi dan investasi yang besar untuk Lampung. Hilirisasi produk pangan di bagian hulu yaitu proses peremajaan, kita sediakan benih, jasa penanaman hingga pengolahan tanah.

Kemudian, nilai investasinya yaitu dari bahan baku yang sudah kita berikan itu akan menjadi sebuah ekosistem dan menjadi sebuah bahan baku yang benar benar bisa diperhitungkan untuk dibuat sebuah produk hilirisasi perkebunan seperti pabrik tapioka, pabrik kopi, pabrik coklat, pabrik gula dan lain sebagainya,” jelas Roni.

Roni menyebutkan pada tahap awal ini, Kementan RI akan langsung mengeksekusi proses hilirisasi di bagian hulu (proses peremajaan), “September ini akan langsung kita eksekusi dengan dana Rp180 miliar dan itu ditargetkan selesai di bulan Desember, kemudian untuk pembangunan pabrik pengolahan kemungkinan di tahun depan,” ujar Roni

Gubernur Mirza menyampaikan bahwa mayoritas hasil produk perkebunan dan pertanian di Lampung ini sudah diekspor ke berbagai negara dalam bentuk mentah. Hal tersebut yang menyebabkan pertumbuhan ekonomi di Lampung sangat lamban dikarenakan rasio keuntungan yang didapatkan dari petani sangat kecil.

“Kurang lebih dari 60 persen ekspor kopi Indonesia ke negara luar ini sumber kopinya dari Lampung, coklat juga kurang lebih demikian. Jadi, Lampung ini berdasarkan analisis saya, 70 persen uangnya keluar dari Lampung. Artinya apabila 70 persen uang itu dikelola dan hanya berputar di Lampung, saya yakin pertumbuhan ekonomi kita sangat cepat dan signifikan,” ujar Mirza.

Mirza juga meyakini akan terwujudnya Lampung sebagai daerah sentra hilirisasi produk pangan itu dengan dalih bahwa saat ini setiap perusahaan yang berencana akan membangun pabrik pengolahan produk pangan semuanya melirik Provinsi Lampung.

“Hasil perkebunan kita melimpah, lahan kita luas, lokasi kita strategis tidak terlalu jauh dengan Jakarta, jadi banyak perusahaan-perusahaan yang ingin membangun pabrik itu melirik daerah kita,” ujarnya..*

Desa TAPIS Hadir di Tanggamus, PKK Provinsi Lampung Dorong Kesejahteraan dari Akar Desa

JurnalKota.net – Tanggamus – Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Lampung, Purnama Wulan Sari Mirza, meresmikan pencanangan Pekon Kacapura, Kecamatan Semaka, Kabupaten Tanggamus, sebagai Desa TAPIS (Desa Kesejahteraan Keluarga untuk Lampung Maju Indonesia Emas), Kamis (18/9/2025).

Program Desa TAPIS merupakan desa binaan Tim Penggerak PKK Provinsi Lampung yang berfokus pada pemberdayaan keluarga, peningkatan kesejahteraan masyarakat, serta penguatan ekonomi berbasis potensi lokal. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari kunjungan kerja Wulan Sari Mirza dalam rangka pembinaan berkelanjutan dan implementasi program PKK berbasis desa/kelurahan.

Dalam sambutannya, Wulan Sari menegaskan bahwa kehadirannya bukan sekadar menjalankan program kerja, tetapi juga wujud perhatian dan dukungan nyata terhadap masyarakat desa.

“Keberhasilan program PKK sangat bergantung pada sinergi antara pemerintah daerah, masyarakat, dan seluruh elemen pendukung. Dengan kolaborasi, kita bisa mewujudkan kesejahteraan bersama,” ujar Wulan Sari.

Ia menjelaskan, melalui Desa TAPIS, terdapat sejumlah sasaran yang ingin dicapai bersama Pemerintah Provinsi Lampung dengan pemerintah kabupaten/kota, antara lain :

1. Penurunan prevalensi stunting yang pada tahun 2024 tercatat sebesar 19,85 persen.
2. Peningkatan pelayanan kesehatan dasar melalui kegiatan posyandu dan kesehatan keluarga.
3. Pengendalian inflasi, yang pada Juli 2025 berada di angka 2,63 persen, melalui pemanfaatan pekarangan dengan program HATINYA PKK (Halaman Asri Teratur Indah dan Nyaman).
4. Penguatan ekonomi keluarga melalui usaha peningkatan pendapatan keluarga (UP2K).
5. Peningkatan infrastruktur, di mana pada 2024 kemantapan jalan provinsi mencapai 78,08 persen, sebagai fondasi utama konektivitas antarwilayah.

Wulan Sari juga mengajak seluruh pihak menjaga semangat gotong royong dan terus mengembangkan inovasi sesuai potensi lokal masing-masing desa.

“Mari kita sukseskan program Desa TAPIS ini untuk mewujudkan Lampung Maju menuju Indonesia Emas,” pungkasnya.

Sejak dicanangkan, sejumlah desa di berbagai kabupaten/kota telah resmi menjadi Desa TAPIS binaan TP. PKK Provinsi Lampung. Beberapa di antaranya yaitu : Pekon Way Gelang (Tanggamus), Desa Sidomulyo (Lampung Selatan), Desa Hanura (Pesawaran), Pekon Sinar Banten (Lampung Barat), serta Kampung Gunung Sakti (Tulang Bawang Barat).

Program ini diharapkan mampu menjadi motor penggerak pembangunan berbasis keluarga dan desa di seluruh wilayah Lampung.*

Kepala Bappeda dan Kepala BKD Baru Dilantik, Pemprov Lampung Dorong Tingkatkan Pelayanan dan Percepatan Kesejahteraan Masyarakat

JurnalKota.net – BANDARLAMPUNG – Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal melantik Anang Risgiyanto sebagai Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) dan Rendi Riswandi sebagai Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Lampung, di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur, Kamis (18/9/2025).

Pelantikan ini menjadi momentum bagi Gubernur Mirza untuk menekankan kembali orientasi birokrasi yang harus berfokus pada peningkatan pelayanan dan percepatan kesejahteraan masyarakat.

Pelantikan ini didasarkan pada Keputusan Gubernur Lampung Nomor: 800.1.3.3/5117/VI.04/2025 dan dihadiri oleh para kepala perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung.

Dalam sambutannya, Gubernur Rahmat Mirzani Djausal mengibaratkan Bappeda sebagai “otak” dan BKD sebagai “jantung” dari jalannya roda pemerintahan daerah. Menurutnya, sinergi kedua institusi ini menjadi kunci untuk mewujudkan pembangunan yang efektif dan pelayanan publik yang prima.

“Bappeda adalah arsitek pembangunan daerah. Perencanaan yang baik harus berbasis data, mengutamakan partisipasi masyarakat, serta mampu mengintegrasikan program strategis daerah dengan kebijakan nasional,” ujar Gubernur.

Ia menegaskan bahwa pembangunan ke depan bukan hanya sekadar proyek fisik, tetapi harus menyentuh aspek fundamental seperti peningkatan kualitas manusia, pemerataan ekonomi, dan kelestarian lingkungan. “Ujung dari semua perencanaan ini adalah peningkatan kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, kepada Kepala BKD yang baru, Gubernur Mirza memberikan amanat untuk menata manajemen Aparatur Sipil Negara (ASN) agar lebih profesional, berintegritas, dan responsif terhadap kebutuhan publik. Ia secara khusus menyoroti pentingnya akselerasi transformasi digital dalam pelayanan kepegawaian.

“Di era digital ini, BKD harus mempercepat transformasi dalam rekrutmen, pengembangan kompetensi, hingga sistem penilaian kerja. Tujuannya adalah transparansi dan objektivitas, sehingga kita bisa menemukan talenta-talenta terbaik dari 17.000 ASN di Lampung untuk melayani masyarakat,” kata Rahmat Mirzani.

Menurutnya, digitalisasi akan menutup celah subjektivitas dan membuka kesempatan yang sama bagi seluruh ASN berprestasi untuk berkontribusi. Dengan birokrasi yang diisi oleh personil yang kompeten dan berintegritas, pemerintah akan lebih cepat tanggap dalam memberikan pelayanan.

Gubernur juga mengingatkan bahwa jabatan adalah amanah yang membawa tanggung jawab besar, bukan sebuah hadiah yang harus dirayakan secara berlebihan. Ia berpesan agar para pejabat yang baru dilantik segera beradaptasi, membangun sinergi, dan menjadi motor penggerak perubahan di lingkungan kerjanya.

“Tuntutan masyarakat terhadap pelayanan pemerintah semakin tinggi. Kita harus bekerja keras, inovatif, dan yang terpenting adalah menjaga kebersamaan. Saya percaya, dengan itu semua, Lampung akan menjadi provinsi yang unggul, berdaya saing, dan sejahtera,” ujarnya.*

Pemprov Lampung Dorong Peran IWAPI dalam Memajukan UMKM dan Ekonomi Daerah

JurnalKota.net – Bandar Lampung – Gubernur Lampung yang diwakili Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Lampung, Senen Mustakim menghadiri pelantikan dan pengukuhan pengurus Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Provinsi Lampung, di Gedung Serbaguna (GSG) Umitra, Rabu (17/09/2025).

Gubernur Lampung dalam sambutan tertulis yang dibacakan oleh Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Lampung, Senen Mustakim, menyampaikan bahwa pengukuhan ini bukan sekadar seremoni, melainkan sebuah awal pengabdian dan tanggung jawab baru bagi para pengurus.

Acara ini menjadi momentum penting setelah Musyawarah Daerah (Musda) ke-VII IWAPI Provinsi Lampung yang telah menyatukan visi, merumuskan program, dan memperkuat konsolidasi organisasi.

“Perempuan pengusaha hari ini bukan lagi hanya pelaku ekonomi rumah tangga, tetapi motor penting penggerak UMKM,” ujar Gubernur.

Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM, lebih dari 60% UMKM di Indonesia dikelola oleh perempuan. Ini menunjukkan bahwa masa depan ekonomi daerah sebagian besar berada di tangan perempuan-perempuan hebat.

Gubernur juga menyoroti tantangan yang dihadapi UMKM di Lampung, seperti akses pasar, peningkatan nilai tambah produk, dan pemanfaatan teknologi digital. Di sinilah peran strategis IWAPI sangat dibutuhkan, terutama dalam memanfaatkan era digital untuk memperluas jangkauan pasar hingga ke tingkat nasional dan internasional. Pemerintah Provinsi Lampung sendiri terus memperkuat dukungan melalui fasilitasi permodalan, pelatihan, dan promosi produk.

Dalam kesempatan yang sama Ketua TP. PKK Provinsi Lampung, Purnama Wulan Sari yang juga merupakan Dewan Pembina DPD IWAPI Provinsi Lampung, menyampaikan ucapan selamat atas pelantikan Ketua DPD IWAPI Lampung, Dr. Ir. Armalia Reny Madrie, dan seluruh jajaran pengurus, IWAPI Lampung diharapkan akan terus memberikan manfaat bagi para pelaku UMKM.

“Keberadaan IWAPI di Provinsi Lampung ini sangat Memberikan manfaat yang luar biasa, bukan hanya di dalam kepengurusan, tetapi manfaat yang sangat dirasakan oleh rekan-rekan UMKM,” tutur Purnama Wulan Sari.

Ketua TP. PKK Provinsi Lampung juga mengajak seluruh anggota IWAPI untuk terus meningkatkan inovasi dan kreativitas dalam menjalankan usaha. Kolaborasi antara IWAPI dan Pemerintah Provinsi Lampung diharapkan dapat mendukung visi membangun Lampung yang maju, sejahtera, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Umum DPD IWAPI Provinsi Lampung, Armalia Reny Madrie, dalam sambutannya mengungkapkan rasa terharu dan bangga atas kepercayaan yang diberikan. Ia menekankan pentingnya kekompakan dan persatuan dalam memajukan organisasi.

“Organisasi ini akan maju kalau kita kompak, tidak akan pernah bisa ada kemajuan kalau kita tidak bersatu,” tegasnya.

Armalia juga berharap IWAPI dapat berperan dalam meningkatkan kualitas produk UMKM Lampung agar dapat menembus pasar nasional dan internasional.

Ketua Umum DPP IWAPI, Dyah Anita Prihapsari, turut mengucapkan selamat kepada pengurus yang baru dilantik. Ia menyampaikan bahwa tugas utama pengurus adalah membantu anggota agar bisa “naik kelas.”

“Kita sebagai pengurus mempunyai kewajiban untuk bagaimana anggota bisa naik kelas,” jelas Dyah Anita.

Dengan jumlah anggota perempuan pengusaha yang mencapai 40.000 orang di seluruh Indonesia, ia menekankan pentingnya sinergi antara IWAPI, pemerintah provinsi, dan berbagai pihak lainnya.

Dyah Anita juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi Lampung yang telah menunjukkan komitmen kuat dalam memajukan UMKM, terbukti dari pertumbuhan ekonomi Lampung yang stabil. Ia berharap IWAPI Lampung dapat terus berpartisipasi aktif dalam berbagai program pemerintah untuk memajukan perekonomian daerah.*