LAMPUNG – Pemerintah Provinsi Lampung menegaskan komitmennya menjadi pusat energi bersih nasional saat menerima kunjungan kerja…
Penulis: Sugiarto
Inflasi Lampung 1,90% Terendah Nasional 2026, BPS Catat Deflasi Bulanan 0,07%: Stabilitas Harga Makin Kuat
LAMPUNG – Provinsi Lampung kembali mencatat prestasi ekonomi membanggakan. Berdasarkan Berita Resmi Statistik per 2 Februari…
Dekranasda Lampung Tembus INACRAFT 2026: Batin Wulan Targetkan Wastra Tapis & UMKM Lokal Go Nasional hingga Global
JAKARTA – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Lampung, Purnama Wulan Sari Mirza atau akrab disapa…
Gubernur Lampung Terbitkan Instruksi Korve 2026: ASN Wajib Bersih-Bersih Rutin, Dukung Gerakan ASRI Presiden
LAMPUNG – Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal resmi mengeluarkan Instruksi Nomor 8 Tahun 2026 tertanggal 3…
Pemprov Lampung Hadiri Diseminasi BULD DPD RI, Sinkronisasi Perda Desa Jadi Sorotan Nasional
Jakarta – Pemerintah Provinsi Lampung terus memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat dalam meningkatkan kualitas tata kelola…
BRT ITERA Jadi Pilot Project Transportasi Publik Lampung, Rute Mall Boemi Kedaton–Kampus ITERA Segera Uji Coba
Lampung – Pemerintah Provinsi Lampung resmi mendorong pengembangan Bus Rapid Transit (BRT) ITERA sebagai proyek percontohan…
Gerakan ASRI Sekretariat DPRD Lampung: Ciptakan Lingkungan Kerja Bersih, Sehat, dan Nyaman
Lampung — Sekretariat DPRD Provinsi Lampung melaksanakan Gerakan ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) sebagai upaya menciptakan…
Gubernur Mirza Wajibkan Gerakan ASRI di Seluruh OPD Lampung, Bersih-Bersih 30 Menit Setiap Hari
Lampung – Rahmat Mirzani Djausal menginstruksikan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung…
Pemprov Lampung Putuskan Jembatan Way Bungur Dibangun Ulang, Ini Alasan Teknisnya
Lampung Timur – Pemerintah Provinsi Lampung resmi menegaskan bahwa Jembatan Way Bungur di Kecamatan Way Bungur,…
Sekretariat DPRD Lampung Tingkatkan Kapasitas ASN Pengadaan Barang dan Jasa 2026, Dorong Digitalisasi e-Katalog
Lampung — Sekretariat DPRD Provinsi Lampung melaksanakan kegiatan peningkatan kapasitas Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam pengadaan…
DPRD Lampung Dorong Perluasan Wilayah Bandar Lampung Jadi Proyek Strategis Nasional
Lampung – Anggota Komisi I DPRD Provinsi Lampung, Budiman AS, berharap rencana perluasan wilayah dari Kabupaten Lampung…
DPRD Lampung Tegaskan Harga Pupuk Subsidi 2026 Wajib Sesuai HET, Awasi Ketat Distribusi
Lampung – Komisi II DPRD Provinsi Lampung yang membidangi sektor pertanian menegaskan bahwa harga jual pupuk…
Pemprov Lampung Tegaskan Pasokan Daging Sapi Aman, Neraca 2025 Surplus
JurnalKota.net – Bandar Lampung – Pemerintah Provinsi Lampung menegaskan bahwa ketersediaan daging sapi dan kerbau di wilayah Lampung sepanjang Tahun 2025 berada dalam kondisi aman dan mencukupi. Klarifikasi ini disampaikan menyusul munculnya berbagai isu dan perbedaan angka terkait neraca supply–demand daging sapi di Lampung yang beredar di ruang publik.
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) Provinsi Lampung, Ir. Lili Mawarti, M.Si., IPU, menjelaskan bahwa berdasarkan hasil kajian teknis Disnakkeswan, neraca supply–demand daging sapi dan kerbau Lampung justru menunjukkan surplus sebesar 3.955 ton pada Tahun 2025.
“Perlu dipahami bahwa perhitungan supply tidak hanya didasarkan pada produksi daging dalam provinsi, tetapi juga harus memasukkan komponen stok awal serta pemasukan ternak dan daging dari luar provinsi,” ujar Lili Mawarti.
Ia menjelaskan, perbedaan angka yang muncul dalam beberapa publikasi disebabkan oleh perbedaan metodologi penghitungan. Dalam publikasi Peternakan dalam Angka 2025 yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS), supply dihitung hanya dari produksi daging sapi dan kerbau dalam provinsi yang tercatat sebesar 18.523 ton, tanpa memperhitungkan stok awal maupun arus lalu lintas ternak dan daging antarprovinsi serta impor.
“Secara faktual, Lampung merupakan daerah sentra ternak sekaligus penyangga pasokan nasional. Berdasarkan data lalu lintas ternak dalam sistem ISIKHNAS, sepanjang Tahun 2025 Lampung menerima pemasukan 162.911 ekor sapi dan kerbau, termasuk 159.117 ekor sapi impor, dan pada saat yang sama mengeluarkan 298.642 ekor ternak ke luar daerah,” jelasnya.
Kondisi pasokan yang stabil tersebut, lanjut Lili, tercermin langsung dari pergerakan harga di pasaran. Berdasarkan Berita Resmi Statistik Tahun 2025, komoditas daging sapi tidak memberikan andil inflasi tahunan (year-on-year) di Provinsi Lampung. Bahkan, daging sapi tercatat mengalami deflasi sebesar 0,01 persen pada bulan April dan Desember 2025.
“Ini membuktikan bahwa sepanjang tahun, termasuk pada momen krusial seperti Ramadhan dan Idul Fitri, pasokan daging sapi di Lampung berada dalam kondisi cukup dan terkendali,” tegasnya.
*Populasi Ternak Meningkat, Bantuan Fokus ke Peternak Rakyat*
Di sisi lain, Pemerintah Provinsi Lampung juga mencatat tren peningkatan populasi ternak yang signifikan sepanjang Tahun 2025. Data Disnakkeswan menunjukkan populasi sapi potong mencapai 905.322 ekor, kambing 1.974.609 ekor, ayam ras pedaging 94.814.874 ekor, dan ayam ras petelur 14.850.524 ekor.
Capaian tersebut memperkuat posisi Lampung sebagai provinsi dengan populasi sapi tertinggi di Pulau Sumatera, sekaligus mendukung agenda nasional swasembada protein hewani.
Dalam keterbatasan anggaran, Lili menegaskan bahwa Pemprov Lampung tetap memprioritaskan bantuan yang berdampak langsung kepada peternak rakyat. Sepanjang Tahun 2025, pemerintah telah menyalurkan bantuan 640 ekor kambing Rambon kepada 32 kelompok tani di 10 kabupaten, 2.000 ekor ayam petelur kepada 20 kelompok tani di 8 kabupaten, serta 2.200 ekor itik lokal kepada 22 kelompok tani di 6 kabupaten, yang seluruhnya dilengkapi pakan konsentrat.
Selain itu, Disnakkeswan juga menyalurkan 32 unit mesin tetas telur kepada 29 kelompok tani di 7 kabupaten. Melalui dukungan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian RI, Provinsi Lampung turut menerima bantuan 37.200 ekor Ayam Merah Putih yang disalurkan kepada 62 kelompok tani di 7 kabupaten/kota, lengkap dengan pakan, kandang, obat-obatan, dan vitamin.
*Efisiensi Anggaran, Kinerja Tetap Berprestasi*
Terkait pengelolaan anggaran, Lili menepis anggapan pemborosan dalam pelaksanaan program peternakan. Ia menegaskan bahwa sepanjang Tahun Anggaran 2025, Disnakkeswan Provinsi Lampung menjalankan program secara efisien dan akuntabel.
“Tidak ada rapat koordinasi di hotel mewah, tidak ada studi banding. Seluruh rapat dan konsolidasi program dilakukan di Aula Disnakkeswan atau secara daring, dengan perjalanan dinas yang sangat terbatas dan selektif,” tegasnya.
Kebijakan efisiensi tersebut, menurutnya, tidak mengurangi capaian kinerja. Justru pada Tahun 2025, Provinsi Lampung berhasil meraih peringkat kedua nasional dalam capaian vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), dengan realisasi 379.791 dosis atau 99,8 persen dari total alokasi 380.550 dosis. Lampung juga mencatat realisasi anggaran operasional vaksinasi tercepat secara nasional di zona pemberantasan, yang mendapatkan penghargaan resmi dari Kementerian Pertanian RI.
*Stabilitas Harga dan Intervensi Pakan*
Keberhasilan menjaga stabilitas harga daging sapi sepanjang Tahun 2025 menjadi salah satu indikator utama keberhasilan pengelolaan sektor peternakan di Lampung. Namun demikian, Pemprov Lampung tidak berhenti pada pengendalian pasokan daging semata.
Untuk menjaga keberlanjutan usaha peternak, pemerintah kini tengah melakukan pemutakhiran data peternak sebagai calon penerima manfaat Cadangan Jagung Pemerintah (CJP) dalam Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) Jagung. Program ini diharapkan mampu menekan biaya pakan, menjaga harga telur dan ayam di tingkat konsumen, sekaligus melindungi peternak rakyat dari gejolak harga.
*Arah Kebijakan 2026: Perkuat Hulu dan Kesejahteraan Peternak*
Menghadapi Tahun 2026, Pemerintah Provinsi Lampung menegaskan arah kebijakan peternakan akan difokuskan pada penguatan sektor hulu, terutama dukungan pakan, kesehatan hewan, dan pembibitan, agar peternak rakyat tidak tertekan oleh fluktuasi pasar.
Selain melanjutkan Program SPHP Jagung, Pemprov Lampung juga akan memperkuat penyediaan pakan ternak unggul melalui inovasi rumput Pakchong varietas Tansa, yang telah ditetapkan secara nasional melalui Keputusan Menteri Pertanian Republik Indonesia pada 2 Januari 2026.
“Pembangunan peternakan bukan sekadar angka statistik, tetapi menyangkut stabilitas sosial dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Lili.
*Komitmen Jangka Panjang*
Ia menambahkan, pembangunan sektor peternakan di Lampung dilaksanakan sesuai kewenangan yang diatur dalam regulasi, mulai dari penyediaan dan pengembangan sarana pertanian, pengendalian kesehatan hewan dan kesehatan masyarakat veteriner, perizinan usaha, hingga penyuluhan. Sinergi dengan pemerintah kabupaten/kota menjadi kunci keberhasilan pembangunan peternakan secara berkelanjutan.
Sepanjang Tahun 2025, indikator kinerja utama sektor peternakan Lampung menunjukkan tren positif, dengan pertumbuhan produksi ternak sebesar 5,85 persen dan peningkatan produksi olahan peternakan sebesar 3 persen.
“Komitmen kami jelas, Lampung tidak hanya kuat sebagai lumbung pangan nasional di atas kertas, tetapi juga kokoh secara sosial dan ekonomi bagi masyarakat peternak,” pungkas Lili Mawarti.*
Kasdam XXI/Radin inten Hadiri Apel Gelar Pasukan Operasi Keselamatan Krakatau 2026
JurnalKota.net – Bandar Lampung – Kepala Staf Kodam XXI/Radin Inten BRIGJEN TNI Andrian susanto, S.I.P . M. HAN, menghadiri kegiatan Apel Gelar Pasukan Operasi Keselamatan Krakatau – 2026 yang diselenggarakan oleh Kepolisian Daerah Polda Lampung di Lapangan Mapolda Lampung, Senin pagi. Kehadiran Kasdam XXI/Radin Inten, BRIGJEN TNI Andrian susanto, S.I.P . M. HAN, tersebut menjadi wujud nyata sinergitas TNI–Polri dalam mendukung pelaksanaan operasi kepolisian kewilayahan guna menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas di wilayah Provinsi Lampung.
Apel Gelar Pasukan dipimpin langsung oleh Kapolda Lampung dan dihadiri oleh unsur Forkopimda Provinsi Lampung, pejabat utama Polda Lampung, jajaran TNI, Dinas Perhubungan, Satpol PP, Jasa Raharja, serta instansi terkait lainnya. Kegiatan ini merupakan bagian dari tahapan penting sebelum dimulainya Operasi Keselamatan Krakatau – 2026, sebagai bentuk pengecekan akhir kesiapan personel maupun sarana dan prasarana pendukung operasi.
Dalam amanatnya, Wakapolda Lampung Brigjen Pol Drs. Sumarto, M.Si. menekankan bahwa Operasi Keselamatan Krakatau merupakan operasi kepolisian yang mengedepankan pendekatan preemtif dan preventif, serta didukung penegakan hukum lalu lintas secara humanis dan edukatif. Operasi ini bertujuan untuk meningkatkan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas serta menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas di wilayah hukum Polda Lampung.
Kasdam XXI/Radin Inten BRIGJEN TNI Andrian susanto, S.I.P .M.HAN, Memberikan wujud nyata bahwa TNI, khususnya jajaran Kodam XXI/Radin Inten, siap mendukung penuh pelaksanaan operasi tersebut sesuai dengan tugas dan fungsi perbantuan kepada Polri. Dukungan tersebut diwujudkan melalui koordinasi yang solid di lapangan, pengamanan kegiatan masyarakat, serta keterlibatan dalam upaya menciptakan situasi wilayah yang aman dan kondusif.
Kehadiran Kasdam XXI/Radin Inten BRIGJEN TNI Andrian susanto, S.I.P .M.HAN, merupakan bentuk komitmen TNI untuk terus bersinergi dengan Polri dan pemerintah daerah dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat. Operasi ini bukan hanya tugas kepolisian, tetapi tanggung jawab bersama demi keselamatan masyarakat pengguna jalan.
Apel Gelar Pasukan juga diisi dengan pemeriksaan pasukan oleh pimpinan apel, pengecekan kendaraan operasional, serta perlengkapan pendukung tugas di lapangan. Pemeriksaan tersebut bertujuan memastikan seluruh personel yang terlibat dalam Operasi Keselamatan Krakatau 2026 berada dalam kondisi siap dan mampu menjalankan tugas secara profesional.
Operasi Keselamatan Krakatau 2026 sendiri akan dilaksanakan selama beberapa hari ke depan dengan fokus pada upaya edukasi tertib berlalu lintas, penertiban pelanggaran yang berpotensi menimbulkan kecelakaan, serta peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya keselamatan di jalan raya. Sasaran operasi meliputi pengendara yang tidak menggunakan helm, tidak memakai sabuk pengaman, penggunaan ponsel saat berkendara, melawan arus, serta pelanggaran kasat mata lainnya yang berisiko tinggi terhadap keselamatan.
Melalui pelaksanaan operasi ini, diharapkan tercipta budaya tertib berlalu lintas di tengah masyarakat serta menurunnya angka kecelakaan lalu lintas, baik dari segi jumlah kejadian maupun tingkat fatalitas korban. Sinergitas antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci utama keberhasilan operasi.
Kegiatan apel berlangsung dengan tertib, khidmat, dan penuh semangat kebersamaan, mencerminkan solidaritas antar instansi dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat di Provinsi Lampung.*
Aster Kasdam XXI/Radin Inten Hadiri Apel Forkopimda di Lapangan Korpri Kantor Gubernur
JurnalKota net – Bandar Lampung – Aster Kasdam XXI/ Radin Inten, Kolonel Inf Anang Sofyan Effendy, menghadiri undangan apel bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) yang digelar di Lapangan Korpri, Kantor Gubernur Provinsi Lampung, pada hari Senin (02/02/2026).
Apel tersebut diselenggarakan dalam rangka meningkatkan komunikasi, koordinasi, serta mempererat kebersamaan antar unsur Forkopimda guna mendukung terciptanya stabilitas keamanan dan kelancaran penyelenggaraan pemerintahan di wilayah Provinsi Lampung.
Kegiatan apel diikuti oleh jajaran Forkopimda Provinsi Lampung, TNI, Polri, instansi pemerintah daerah, serta unsur terkait lainnya.
Dalam kesempatan tersebut, Aster Kasdam XXI/ Radin Inten, Kolonel Inf Anang Sofyan Effendy menyampaikan, bahwa sinergitas dan soliditas antar unsur Forkopimda merupakan kunci utama dalam menghadapi berbagai tantangan tugas ke depan. Melalui komunikasi dan koordinasi yang baik, diharapkan setiap permasalahan di wilayah dapat diselesaikan secara cepat, tepat, dan terkoordinasi.
“Apel bersama ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kebersamaan serta menyamakan visi dan langkah dalam menjaga kondusivitas wilayah dan mendukung pembangunan daerah,” ujarnya.
Kehadiran Aster Kasdam XXI/Radin Inten dalam kegiatan tersebut merupakan wujud komitmen TNI AD untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah dan seluruh komponen bangsa dalam menjaga stabilitas keamanan serta mendukung kesejahteraan masyarakat.*