Opini Jamal, Pengurus Komite Nasional Pemuda Indonesia

JurnalKota.net – BANDARLAMPUNG – Demokrasi yang sehat tidak hanya diukur dari kebebasan menyampaikan pendapat, tetapi juga dari bagaimana kita menghargai perbedaan pandangan. Belakangan ini, ruang publik kerap diwarnai dengan narasi yang mengkhawatirkan. Ada pihak yang ketika tidak sependapat dengan kritik justru menyuruh orang lain untuk pindah ke negara lain. Bahkan, tidak sedikit yang melontarkan sebutan-sebutan yang bernada menghina, seperti “londo ireng”, kepada jurnalis, wartawan, reporter, aktivis LSM, pengamat, akademisi, maupun masyarakat yang menyampaikan kritik.

Menurut saya, kondisi seperti ini tidak boleh dianggap sebagai hal yang biasa. Demokrasi membutuhkan ruang dialog yang sehat, bukan ruang yang dipenuhi caci maki, pelabelan, dan penghinaan. Kritik merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan berbangsa dan bernegara. Kehadiran pers, organisasi masyarakat sipil, akademisi, serta berbagai elemen masyarakat justru menjadi salah satu pilar yang membantu mengawal jalannya pemerintahan dan pembangunan agar tetap berada pada koridor kepentingan rakyat.

Sebagai Pengurus KNPI Lampung, saya memandang bahwa perbedaan pendapat harus dijawab dengan argumentasi, data, dan diskusi yang bermartabat. Apabila ada kritik yang dianggap keliru, bantahlah dengan fakta dan penjelasan yang objektif. Jangan sampai perbedaan pandangan berubah menjadi serangan terhadap identitas pribadi atau penghinaan yang dapat memperkeruh suasana.

Kita semua memiliki tanggung jawab untuk menjaga etika dalam ruang publik. Kebebasan berpendapat merupakan hak setiap warga negara, tetapi hak tersebut juga harus dijalankan dengan rasa tanggung jawab dan saling menghormati. Begitu pula dalam menanggapi kritik, setiap pihak hendaknya mengedepankan kedewasaan, bukan emosi yang berujung pada ujaran yang merendahkan.

Indonesia adalah negara yang dibangun di atas semangat persatuan dalam keberagaman. Oleh karena itu, mari kita jadikan kritik sebagai bahan evaluasi, bukan sebagai alasan untuk saling memusuhi. Demokrasi akan semakin kuat apabila setiap perbedaan disikapi dengan kepala dingin, menghormati martabat sesama, dan mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan golongan.

Saya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga ruang publik yang sehat, menjunjung tinggi etika, serta membangun budaya diskusi yang santun. Dengan demikian, perbedaan pendapat akan menjadi kekuatan untuk melahirkan solusi, bukan sumber perpecahan.*

Founder Read Aloud Lampung Berbagi Teknik Membaca Nyaring dalam Webinar RELIMA

JurnalKota.net – LAMPUNG – Upaya menghidupkan kembali koleksi buku di perpustakaan terus dilakukan Relawan Literasi Masyarakat (RELIMA) Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI) di Provinsi Lampung. Salah satunya melalui penyelenggaraan webinar Membaca Nyaring (Read Aloud) yang akan dilaksanakan pada Rabu, 22 Juli 2026, pukul 10.45–12.00 WIB secara daring melalui Zoom.

Kegiatan ini menjadi wadah pembelajaran bagi para relawan literasi, pengelola perpustakaan, guru, orang tua, hingga pegiat literasi agar mampu memanfaatkan buku-buku yang tersedia di perpustakaan melalui metode membaca nyaring. Selain meningkatkan minat baca, teknik tersebut dinilai efektif membangun kedekatan anak dengan buku sejak usia dini.

Founder Read Aloud Lampung sekaligus Founder Read Aloud Kota Metro, Anggun Novitia Sari, dipercaya menjadi narasumber dalam webinar tersebut. Ia akan mengulas konsep dasar membaca nyaring, manfaatnya terhadap perkembangan bahasa anak, serta praktik sederhana yang dapat diterapkan di lingkungan keluarga, sekolah, maupun perpustakaan.

Menurut Anggun, membaca nyaring bukan hanya aktivitas membacakan isi buku, tetapi juga proses membangun kemampuan berbahasa secara bertahap. Anak yang terbiasa mendengarkan cerita akan memiliki kesempatan lebih besar untuk memperkaya kosakata, meningkatkan kemampuan menyimak, mengembangkan keterampilan berbicara, hingga mendukung kemampuan membaca dan menulis.

Sementara itu, Koordinator RELIMA Perpusnas RI Wilayah Provinsi Lampung sekaligus RELIMA Perpusnas RI Lokus Kota Bandar Lampung, Yoga Pratama, menjelaskan bahwa webinar tersebut merupakan bagian dari strategi agar koleksi buku yang dimiliki perpustakaan semakin bermanfaat bagi masyarakat.

“Perpustakaan memiliki banyak koleksi bacaan yang berasal dari bantuan Perpustakaan Nasional RI maupun berbagai pihak lainnya. Melalui pelatihan membaca nyaring ini, kami ingin mendorong agar koleksi tersebut lebih sering dimanfaatkan dalam kegiatan literasi, sehingga buku benar-benar hadir di tengah masyarakat, bukan hanya tersimpan di rak,” kata Yoga.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut juga menjadi bentuk penguatan kapasitas para relawan literasi agar mampu menghadirkan aktivitas membaca yang lebih menarik dan interaktif di wilayah masing-masing.

Webinar ini terselenggara berkat kolaborasi lintas RELIMA di Provinsi Lampung yang melibatkan relawan dari Bandar Lampung, Way Kanan, Mesuji, Tulang Bawang, Lampung Tengah, Lampung Barat, Lampung Timur, Pringsewu, Lampung Selatan, Pesawaran, Tanggamus.

Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperluas gerakan membaca nyaring di berbagai daerah serta mengoptimalkan pemanfaatan koleksi buku yang telah tersedia di perpustakaan desa, sekolah, taman bacaan masyarakat, maupun perpustakaan umum. Dengan semakin banyak masyarakat yang mempraktikkan membaca nyaring, budaya membaca di Lampung diharapkan tumbuh semakin kuat dan berkelanjutan.*

Pemprov Lampung Ajukan Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025, Raih Opini WTP Ke-12 Berturut-turut

BANDAR LAMPUNG – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung kembali menegaskan komitmennya dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang…

Gibran Sambangi Kediaman Ketua Umum Bela Budaya di Lampung Timur

JurnalKota.net – Lampung Timur : Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka berkunjung ke kediaman Ketua Umum Bela Budaya Nusantara, Mulyono, di Taman Randu Mas, Desa Pugung Raharjo, Kabupaten Lampung Timur, Rabu (15/7/2026).

Kunjungan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka tersebut turut didampingi oleh Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela, Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Kristomei Sianturi, Kapolda Lampung Irjen Pol. Helfi Assegaf, serta Bupati Lampung Timur Ella Siti Nuryamah.

Dalam kesempatan itu, Mulyono berkomunikasi melalui sambungan telepon dengan Presiden ke-7 RI Joko Widodo. Ia menyampaikan salam hangat dari masyarakat Lampung Timur kepada Joko Widodo serta mendoakan agar beliau senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, dan keberkahan dalam menjalani aktivitasnya.

Mulyono juga menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang tetap meluangkan waktu berkunjung ke Taman Randu Mas untuk bertemu dengan pengurus Bela Budaya Nusantara dan masyarakat Pugung Raharjo di tengah padatnya agenda kenegaraan.

Menurut Mulyono, kehadiran Gibran menjadi perhatian yang sangat berarti bagi masyarakat. Ia berharap Gibran dapat terus mendampingi dan membantu Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan pembangunan Indonesia menuju Indonesia Emas 2045 dengan menyiapkan generasi yang cerdas, berkarakter, serta berbudaya.

“Semoga Mas Gibran terus diberikan kesehatan dan kekuatan untuk membantu Bapak Presiden Prabowo membangun Indonesia. Kami berharap cita-cita Indonesia Emas 2045 dapat terwujud dengan lahirnya generasi yang cerdas dan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai budaya bangsa,” ujar Mulyono.

Mulyono menambahkan, kehadiran Gibran di Taman Randu Mas juga menjadi penghibur bagi masyarakat Pugung Raharjo yang sebelumnya merasa sedih dan kecewa atas batalnya kunjungan Joko Widodo beberapa waktu lalu. Menurutnya, kunjungan tersebut menjadi bentuk perhatian yang mampu mengobati kerinduan masyarakat terhadap sosok Presiden ke-7 RI itu.

” Hadirnya mas Gibran tentu saja menjadi obat bagi masyarakat yang sempat sedih dan kecewa karena bapak Jokowi batal ke pugung Raharjo, namun hari ini masyarakat jadi sangat senang, saya juga mendoakan bapak Jokowi dan mas Gibran senantiasa diberikan kesehatan, semoga silaturahmi ini bisa terus terjalin “Pungkasnya.*

GPL Awards 2026 Jadi Ajang Apresiasi Penggerak Pendidikan Muda Lampung

JurnalKota.net – BANDARLAMPUNG – Semangat kolaborasi dan pengabdian generasi muda kembali ditunjukkan melalui penyelenggaraan GPL Awards 2026 yang digelar Gebyar Pelajar Lampung di Aula A Dekanat Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Lampung, Sabtu (4/7/2026).

Ajang tahunan ini menjadi bentuk apresiasi kepada pengurus Gebyar Pelajar Lampung, Lampung Education Volunteers, dan Forum Pelajar Lampung (FPL) periode 2025–2026 yang selama ini aktif menghadirkan berbagai program pendidikan, kepemudaan, dan pengabdian kepada masyarakat di Provinsi Lampung.

Kegiatan dihadiri oleh Dekan FKIP Universitas Lampung Dr. Albet Maydiantoro, M.Pd., Pejabat Fungsional Dinas Ketenagakerjaan Provinsi Lampung Ir. ZF Arif BS, S.T., M.T., IPM., Dewan Pembina Gebyar Pelajar Lampung Dr. Ryzal Perdana, M.Pd, Founder Gebyar Pelajar Lampung Ricky Rachman Nursa, M.T., serta Nana Maulana, S.T.

Dalam sambutannya, Dr. Albet Maydiantoro menilai Gebyar Pelajar Lampung telah menjadi ruang positif bagi generasi muda untuk berkembang sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Optimalkan wadah ini sebagai jalan untuk mewujudkan cita-cita. FKIP Universitas Lampung siap berkolaborasi, baik dalam kegiatan akademik maupun nonakademik. Kami yakin banyak potensi generasi muda yang dapat dikembangkan melalui berbagai bentuk kerja sama,” ungkapnya.

Founder Gebyar Pelajar Lampung, Ricky Rachman Nursa, M.T., mengajak seluruh pengurus dan relawan untuk terus menjaga semangat pengabdian meskipun masa kepengurusan telah berakhir.

“Terima kasih atas setiap pengabdian, dedikasi, dan kontribusi yang telah diberikan. Apa yang kita lakukan hari ini akan menjadi rantai kebaikan yang manfaatnya terus dirasakan banyak orang. Teruslah belajar, berkolaborasi, dan menjadi pribadi yang mampu menginspirasi lingkungan sekitar,” katanya.

Tidak hanya memberikan penghargaan, GPL Awards 2026 juga menghadirkan seminar informasi beasiswa yang disampaikan oleh Dr. Ryzal Perdana, M.Pd serta sesi Coaching Career bersama Ricky Rachman Nursa, M.T., dan Ir. ZF Arif BS, S.T., M.T., IPM., yang membahas pengembangan kompetensi, kepemimpinan, dan kesiapan memasuki dunia profesional.

Momentum tersebut juga menjadi ajang pelepasan simbolis Koordinator dan Wakil Koordinator Forum Pelajar Lampung sebagai bentuk penghormatan atas pengabdian mereka selama satu periode.

Sebagai puncak acara, Gebyar Pelajar Lampung menyerahkan penghargaan kepada individu dan Forum Pelajar Lampung yang menunjukkan performa terbaik sepanjang tahun. Beragam kategori diberikan, mulai dari Pengurus GPL Berdampak, Volunteers of The Year 2025, hingga penghargaan bagi Forum Pelajar Lampung seperti FPL Terfavorit, FPL Terproduktif, FPL Terinspiratif, FPL Terinovatif, Best Collaboration Project, FPL People’s Choice Award, dan penghargaan tertinggi FPL of The Year.

Melalui GPL Awards 2026, Gebyar Pelajar Lampung menegaskan komitmennya untuk terus membangun ekosistem kepemudaan yang kolaboratif, inovatif, serta berorientasi pada kemajuan pendidikan di Provinsi Lampung.*

Khalisa Azzura Cahya Raih Dua Medali Piala Kemenpora RI 2026

JurnalKota.net – Bandarlampung – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan atlet renang cilik Lampung. Khalisa Azzura Cahya, siswi kelas II SD Pelita Khoirul Ummah yang berlatih di Orca Swimming Club, sukses membawa pulang dua penghargaan pada Kejuaraan Renang Piala Kemenpora RI 2026 Antar Perkumpulan dan Sekolah Seluruh Indonesia yang berlangsung di Kolam Renang Pahoman, Bandar Lampung, 10–12 Juli 2026.

Pada ajang bergengsi tersebut, Khalisa meraih Juara 1 nomor 25 meter Gaya Bebas Fins Putri serta Juara 3 nomor 25 meter Gaya Bebas Putri. Capaian itu menjadi bukti bahwa pembinaan atlet usia dini di Lampung mulai menunjukkan hasil yang membanggakan.

Ketua Umum Akuatik Indonesia Lampung periode 2023–2027, Ade Utami Ibnu, mengapresiasi pencapaian Khalisa yang dinilai menjadi inspirasi bagi lahirnya atlet-atlet muda berprestasi di Provinsi Lampung.

“Prestasi Khalisa menunjukkan bahwa Lampung memiliki potensi besar dalam melahirkan perenang-perenang berbakat sejak usia dini. Kami mengapresiasi kerja keras atlet, pelatih, orang tua, dan klub yang konsisten melakukan pembinaan. Akuatik Indonesia Lampung akan terus mendorong sistem pembinaan berjenjang agar atlet-atlet seperti Khalisa mampu berkembang hingga level nasional bahkan internasional,” ujar Ade Utami Ibnu.

Pelatih sekaligus CEO Orca Swimming Club, Coach Ahmad Abas, mengatakan keberhasilan tersebut merupakan buah dari latihan yang disiplin, semangat belajar yang tinggi, serta dukungan penuh dari keluarga.

“Khalisa memiliki semangat berlatih yang luar biasa untuk usianya. Ia cepat memahami instruksi, disiplin, dan selalu ingin memperbaiki catatan waktunya. Dua medali ini bukan akhir, tetapi awal perjalanan menuju prestasi yang lebih tinggi. Kami akan terus membina teknik, mental bertanding, dan karakter agar ia siap menghadapi kejuaraan-kejuaraan berikutnya,” kata Ahmad Abas.

Rasa bangga juga disampaikan ibunda Khalisa, Ramona Pasaur Dini, yang mengaku terharu melihat kerja keras putrinya berbuah prestasi.

“Kami sebagai orang tua sangat bersyukur dan bangga. Terima kasih kepada Coach Ahmad Abas dan seluruh keluarga besar Orca Swimming Club yang telah membimbing Khalisa dengan penuh kesabaran. Semoga prestasi ini menjadi motivasi bagi Khalisa untuk terus berlatih, tetap rendah hati, dan mengharumkan nama Lampung serta Indonesia di masa depan,” tutur Pasaur Dini.

Kejuaraan Renang Piala Kemenpora RI 2026 diikuti peserta dari berbagai perkumpulan renang dan sekolah di Indonesia. Ajang tersebut menjadi wadah pencarian bibit atlet potensial sekaligus mengukur hasil pembinaan olahraga renang usia dini di berbagai daerah.

Bagi Lampung, keberhasilan Khalisa menambah daftar atlet muda yang mampu bersaing di tingkat nasional dan memperkuat optimisme bahwa pembinaan yang dilakukan klub-klub renang daerah akan terus melahirkan generasi perenang berprestasi. (*)

Reporter Tribun Lampung Diintimidasi Pria Berkacamata Hitam Saat Meliput Sidang Eks Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona

JurnalKota.net – BANDARLAMPUNG – Wartawan Tribun Lampung Bayu Saputra mendapat perlakuan tak mengenakkan saat meliput sidang dugaan korupsi proyek SPAM Kabupaten Pesawaran, Jumat (3/7/2026).

Seorang pria berkacamata hitam tiba-tiba memukul smartphone milik Bayu Saputra yang saat itu tengah menjalankan tugas jurnalistik mengambil video terdakwa Dendi Ramadhona.

Aksi yang mengarah ke intimidasi dari pria yang berpakaian serba hitam itu terjadi saat terdakwa Dendi Ramadhona keluar dari ruang sidang.

“Saya lagi ngambil video, tiba-tiba bapak berkacamata hitam itu memukul kamera ponsel saya pakai kertas karton. Saya kaget dan takut karena gesturnya seperti mengancam saya,” kata Bayu kepada wartawan usai peristiwa itu.

Bayu mengaku, upaya intimidasi dari pria berkacamata hitam saat meliput sidang dugaan korupsi proyek SPAM Pesawaran dengan terdakwa Dendi Ramadhona tak hanya terjadi kali ini saja.

“Setiap kali sidang orang itu selalu mendekati saya, dia sering kali bilang kalau buat berita (sidang Dendi Ramadhona) yang bener yah,” terang Bayu.

Tak hanya itu, pria berkacamata hitam itu juga kerap menghalangi wartawan yang hendak mengambil foto Dendi Ramadhona di ruang sidang.

“Bahkan dia pernah tanya saya, kamu wartawan apa. Tinggal dimana. Saya sebenarnya ada rawa khawatir ada terjadi apa-apa,” ungkap Bayu.

Usai peristiwa yang mengarah ke intimidasi itu, Bayu mengaku trauma dan ada kekhawatiran kalau ‘algojo’ yang mengawal Dendi Ramadhona saat sidang akan melakukan tindakan kekerasan terhadap Jurnalis.

Karena itu, Bayu berharap hakim maupun petugas pengamanan dalam pengadilan negeri Tanjung Karang dapat menertibkan para ‘algojo’ Dendi Ramadhona itu.

“Kalau bisa aparat kepolisian bisa berjaga dan mengambil tindakan tegas terhadap pria berkacamata hitam itu dan kelompoknya,” tandas Bayu.*

Kenaikan BI Rate ke 5,75 Persen

‎
BI Rate Naik ke 5,75 Persen, Bank Indonesia Perkuat Stabilitas Rupiah di Tengah Ketidakpastian Global
‎
‎Oleh : Sugiarto
‎
‎JurnalKota.net – Bank Indonesia (BI) memutuskan menaikkan suku bunga acuan (BI Rate) sebesar 25 basis poin menjadi 5,75 persen dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang berlangsung pada 17–18 Juni 2026. Bersamaan dengan itu, suku bunga Deposit Facility naik menjadi 4,75 persen dan Lending Facility menjadi 6,50 persen. Keputusan tersebut diumumkan secara resmi oleh Bank Indonesia pada 18 Juni 2026.
‎
‎Gubernur Bank Indonesia menjelaskan bahwa kenaikan BI Rate merupakan langkah lanjutan untuk memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tingginya ketidakpastian ekonomi global. Kebijakan ini juga bersifat pre-emptive guna menjaga inflasi tahun 2026 dan 2027 tetap berada dalam sasaran pemerintah sebesar 2,5 persen ±1 persen.
‎
‎Selain kebijakan moneter, Bank Indonesia menegaskan bahwa kebijakan makroprudensial tetap diarahkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan penyaluran kredit ke sektor riil, dengan tetap menjaga stabilitas sistem keuangan. Di sisi lain, kebijakan sistem pembayaran terus diperkuat agar mendukung transaksi ekonomi dan keuangan digital yang aman, andal, serta efisien.
‎
‎Berdasarkan data resmi Bank Indonesia, kenaikan menjadi 5,75 persen merupakan lanjutan dari penyesuaian bertahap BI Rate sepanjang tahun 2026. Sebelumnya, BI Rate berada pada level 4,75 persen pada Januari hingga April 2026, naik menjadi 5,25 persen pada Mei, kemudian 5,50 persen pada awal Juni, sebelum kembali meningkat menjadi 5,75 persen pada pertengahan Juni.
‎
‎Secara umum, kenaikan suku bunga acuan berpotensi meningkatkan biaya pinjaman bagi dunia usaha maupun masyarakat. Namun, kebijakan tersebut juga dapat memperkuat daya tarik aset keuangan domestik, menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, serta membantu mengendalikan tekanan inflasi.
‎
‎Bank Indonesia menegaskan akan terus mencermati perkembangan ekonomi global dan domestik serta mengoptimalkan bauran kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran guna menjaga stabilitas ekonomi sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan.(Ugie)
‎
‎

Kenaikan BI Rate ke 5,75 Persen

‎
‎*BI Rate Naik ke 5,75 Persen, Bank Indonesia Perkuat Stabilitas Rupiah di Tengah Ketidakpastian Global*
‎
‎Oleh : Sugiarto
‎
‎Bank Indonesia (BI) memutuskan menaikkan suku bunga acuan (BI Rate) sebesar 25 basis poin menjadi 5,75 persen dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang berlangsung pada 17–18 Juni 2026. Bersamaan dengan itu, suku bunga Deposit Facility naik menjadi 4,75 persen dan Lending Facility menjadi 6,50 persen. Keputusan tersebut diumumkan secara resmi oleh Bank Indonesia pada 18 Juni 2026.
‎
‎Gubernur Bank Indonesia menjelaskan bahwa kenaikan BI Rate merupakan langkah lanjutan untuk memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tingginya ketidakpastian ekonomi global. Kebijakan ini juga bersifat pre-emptive guna menjaga inflasi tahun 2026 dan 2027 tetap berada dalam sasaran pemerintah sebesar 2,5 persen ±1 persen.
‎
‎Selain kebijakan moneter, Bank Indonesia menegaskan bahwa kebijakan makroprudensial tetap diarahkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan penyaluran kredit ke sektor riil, dengan tetap menjaga stabilitas sistem keuangan. Di sisi lain, kebijakan sistem pembayaran terus diperkuat agar mendukung transaksi ekonomi dan keuangan digital yang aman, andal, serta efisien.
‎
‎Berdasarkan data resmi Bank Indonesia, kenaikan menjadi 5,75 persen merupakan lanjutan dari penyesuaian bertahap BI Rate sepanjang tahun 2026. Sebelumnya, BI Rate berada pada level 4,75 persen pada Januari hingga April 2026, naik menjadi 5,25 persen pada Mei, kemudian 5,50 persen pada awal Juni, sebelum kembali meningkat menjadi 5,75 persen pada pertengahan Juni.
‎
‎Secara umum, kenaikan suku bunga acuan berpotensi meningkatkan biaya pinjaman bagi dunia usaha maupun masyarakat. Namun, kebijakan tersebut juga dapat memperkuat daya tarik aset keuangan domestik, menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, serta membantu mengendalikan tekanan inflasi.
‎
‎Bank Indonesia menegaskan akan terus mencermati perkembangan ekonomi global dan domestik serta mengoptimalkan bauran kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran guna menjaga stabilitas ekonomi sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan.(Ugie)
‎
‎

Inflasi Lampung 2,46 Persen, Pemprov Perketat Pengawasan Harga

LAMPUNG — Pemerintah Provinsi Lampung memperkuat pengendalian inflasi melalui koordinasi lintas instansi dan pengawasan komoditas strategis…