IHSG Sesi I Ditutup Melemah 0,37 Persen ke 7.211

JurnalKota.net – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di zona merah atau turun 26,787 poin (0,37…

Pj. Bupati Nukman Cek Persiapan Kunjungan Menteri Perdagangan Di Lambar.

Pj. Bupati Nukman Cek Persiapan Kunjungan Menteri Perdagangan Di Lambar JurnalKota.net-Lampung Barat-Jelang H-1 kedatangan Menteri Perdagangan…

Optimisme Konsumen Terhadap Perekonomian Lampung Pada Desember 2023 Tetap Kuat

JurnalKota.net-Bandar Lampung, Keyakinan masyarakat Lampung terhadap kinerja ekonomi Lampung secara keseluruhan pada Desember 2023 tetap kuat.…

Kinerja Penjualan Eceran Kota Bandar Lampung Bulan November 2023 Tetap Kuat

Kinerja Penjualan Eceran Kota Bandar Lampung Bulan November 2023 Tetap Kua JurnalKota.net-Hasil Survei Penjualan Eceran (SPE)…

Rumah Singgah Pasien YBM PLN Ringankan 1.093 Mustahik yang Berobat di Bandar Lampung

JurnalKota, Bandar Lampung (19 Juni 2023) – Rumah Singgah Pasien (RSP) Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN Lampung yang diresmikan pada Desember 2018 telah menjadi tempat singgah bagi 1.093 pasien pengobatan dari berbagai daerah di luar Kota Bandar Lampung.

Beralamat di Jalan Danau Tondano, Kedaton, Bandar Lampung, RSP yang didirikan YBM PLN ini merupakan rumah singgah yang dapat dimanfaatkan oleh pasien dari luar Kota Bandar Lampung yang sedang menjalani pengobatan di berbagai rumah sakit rujukan seperti, RSUD Abdul Moeloek dan RS Urip Sumoharjo.

General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Lampung, Saleh Siswanto menjelaskan Rumah Singgah Pasien merupakan program dari YBM PLN dengan menggandeng Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) sebagai pengelola RSP di Bandar Lampung.

“YBM PLN menyediakan rumah singgah ini untuk pasien-pasien pengobatan dari luar Kota Bandar Lampung yang membutuhkan tempat untuk menginap atau tinggal sementara untuk menjalani pengobatan di RS rujukan yang ada di Bandar Lampung,” ucap Saleh.

Dengan total 8 kamar untuk pasien dan pendamping, RSP YBM PLN juga menyediakan fasilitas ambulans yang dapat digunakan oleh pasien untuk antar-jemput dari RSP ke rumah sakit tempat pengobatan.

“Pasien-pasien yang tinggal di RSP YBM PLN ini merupakan rekomendasi dan atas verifikasi dari RS rujukan sehingga dapat dipastikan ditempati oleh pasien yang benar-benar membutuhkan,” jelas Saleh.

Sutayem, warga Desa Sri Gading, Kecamatan Labuhan Maringgai, Kabupaten Lampung Timur yang sempat menempati RSP selama kurang lebih 2 bulan merasa sangat terbantu dengan keberadaan Rumah Singgah Pasien YBM PLN untuk menjadi tempat tinggal sementara selama beliau menjalani proses pengobatan tanpa perlu memikirkan jarak tempuh sekitar 85 km dari tempat tinggalnya ke RSUD Abdul Moeloek.

Sutayem didiagnosa penyakit Kanker Sarkoma pada selubung saraf tepi atau Neurofibrosarcoma sehingga perlu menjalani Radioterapi di RSUD Abdul Moeloek selama 30 kali setelah mendapat rujukan dari RS A. Yani Metro.

“Alhamdulillah dengan adanya Rumah Singgah Pasien YBM PLN ini saya merasa sangat terbantu. Tempat singgahnya nyaman, fasilitasnya baik, saya jadi bisa menjalani pengobatan sampai tuntas,” jelas Sutayem yang telah menempati RSP dari awal pengobatannya pada 25 Desember 2022 sampai dengan Februari 2023.

Beliau juga menambahkan sangat senang dengan aktivitas lain yang ada di RSP YBM PLN seperti pengajian bersama dan tausiyah sehingga dapat menambah ilmu serta menjadi penyemangat spiritual bagi pasien-pasien yang berada di RSP YBM PLN.

“Harapan saya, semoga Rumah Singgah Pasien YBM PLN-IZI ini akan selalu ada sehingga bisa membantu saudara-saudara yang membutuhkan rumah singgah seperti saya,” tutup Sutayem. (red)

OJK Lampung Terus Perkuat Peran Industri Jasa Keuangan Dalam Mendukung Pertumbuhan Ekonomi Daerah

JurnalKota, Bandar Lampung  – Industri Jasa Keuangan memiliki peran penting dalam mendorong perekonomian nasional dan daerah, terutama melalui pembiayaan sektor riil yang terus menggeliat. Peningkatan penyaluran kredit/pembiayaan di sektor UMKM khususnya di Provinsi Lampung, tercermin pada posisi Triwulan I 2023 secara year on year meningkat sebesar Rp2,37 T atau naik 10,55% dari Rp25,26 T menjadi sebesar 27,64 T.

Hal ini berdampak pada peningkatan share kredit UMKM sebesar 1,24% yaitu dari sebesar 35,13% menjadi sebesar 36,38%.

“Membaiknya kondisi perekonomian khususnya di Provinsi Lampung (secara yoy, Triwulan I-2023 terhadap triwulan I-2022, mengalami pertumbuhan sebesar 4,96%, sedangkan secara q to q, triwulan I2023 terhadap triwulan sebelumnya mengalami pertumbuhan sebesar 0,79%) tentunya mendorong aktivitas sosial ekonomi yang semakin tinggi dan hal ini sangat membantu pemulihan ekonomi di sektor riil khususnya sektor-sektor yang terdampak pandemik Covid-19. Lembaga pembiayaan baik perbankan maupun Industri Keuangan Non Bank (IKNB) seperti perusahaan pembiayaan dan fintech P2P Lending membuka akses yang lebih luas sebagai sumber permodalan usaha bagi para pelaku UMKM. Hal ini diharapkan akan semakin mempercepat pemulihan ekonomi baik di daerah maupun secara nasional” ungkap Kepala OJK Provinsi Lampung, Bambang Hermanto dalam acara Media Update Pemaparan Kinerja Industri Jasa Keuangan di Provinsi Lampung Triwulan I 2023, bersama insan media pada Selasa (25/5).

Bahkan untuk sector perbankan syariah di Provinsi Lampung mencatat pertumbuhan dua digit baik untuk pembiayaan maupun penghimpunan dana pihak ketiga masyarakat. Bank Umum Syariah dan Unit Usaha Syariah (BUS/UUS) mengalami pertumbuhan pembiayaan secara year on year sebesar 23,34% atau meningkat Rp780 Miliar dan Bank Perekonomian Rakyat Syariah (BPRS) pembiayaan meningkat sebesar 15,58% atau meningkat Rp96 Miliar.

Sementara penghimpunan dana pihak ketiga di masing-masing jenis perbankan syariah tersebut di atas mencapai pertumbuhan year on year sebesar 11,20% (BUS/UUS) dan 13,78% (BPRS).

Pertumbuhan pembiayaan dan dana pihak ketiga yang cukup signifikan ini diharapkan juga mampu menggerakan ekosistem ekonomi berbasis syariah di Provinsi Lampung. Kinerja Perbankan Penyaluran kredit/pembiayaan perbankan di Provinsi Lampung menunjukkan optimisme dan berfungsinya lembaga intermediasi dengan baik, yang tercermin dari penyaluran kredit/pembiayaan posisi triwulan 1-2023 yang mengalami peningkatan bila dibandingkan dengan triwulan 1-2022 (yoy) yaitu meningkat sebesar Rp4.065 M atau 5,65% yaitu dari sebesar Rp71,91 T menjadi sebesar Rp75,98 T.

Namun jika dibandingkan dengan triwulan 4-2022 (ytd) mengalami kontraksi sebesar Rp821 M atau 1,07% yaitu dari sebesar Rp76,80 T menjadi Rp75,98 T. Berdasarkan sektor ekonomi penurunan terjadi pada sektor transportasi, pergudangan dan komunikasi (Rp1,27 T) serta perantara keuangan (Rp590,25 M). Dari sisi total Aset Perbankan di Provinsi Lampung posisi triwulan 1-2023, tercatat mengalami peningkatan bila dibandingkan dengan triwulan 1-2022 yaitu meningkat sebesar 5,10% dari sebesar Rp110,65 T menjadi sebesar Rp116,29 T.

Sementara itu, jika dibandingkan dengan triwulan 4-2022 Total Aset Perbankan di Provinsi Lampung tercatat mengalami kontraksi sebesar 0,11% dari sebesar Rp116,42 T menjadi sebesar Rp116,29 T yang didorong dari adanya kontraksi dari penyaluran kredit. Untuk Penghimpunan DPK Provinsi Lampung posisi triwulan 1-2023 tercatat mengalami peningkatan bila dibandingkan dengan triwulan 1-2022 yaitu meningkat sebesar 5,48% dari sebesar Rp59,40 T menjadi sebesar Rp62,66 T.

Jika dibandingkan dengan triwulan 4-2022 penghimpunan DPK Provinsi Lampung tercatat juga meningkat sebesar 1,49% dari sebesar Rp61,74 T menjadi Rp62,66 T. Kinerja kualitas kredit secara nasional di Triwulan I 2023 juga semakin membaik dibandingkan triwulan I 2022. Pada Triwulan 1 tahun 2023 perbankan di Provinsi Lampung sudah cukup dapat mengendalikan kualitas kredit yaitu dengan membaiknya rasio kredit bermasalah (NPL) gross dari periode sebelumnya posisi Maret 2022 sebesar 4,33% menjadi sebesar 2,51%.

Penurunan NPL tersebut didorong adanya penurunan kredit bermasalah khususnya Bank Umum Konvensional sebesar Rp1,19 T atau 2,20%. Kinerja Industri Keuangan Non-Bank (IKNB) Kinerja Perusahaan Pembiayaan di Provinsi Lampung, nilai outstanding piutang pembiayaan di Lampung tumbuh 18,13% yoy pada Maret 2023 menjadi sebesar Rp9,35 T, didukung pembiayaan multiguna dan investasi yang masing-masing tumbuh sebesar 12,70% yoy dan 18,35% yoy dengan penyaluran piutang pembiayaan terbesar pada sektor Perdagangan besar dan eceran; reparasi dan perawatan mobil dan sepeda motor sebesar 36,93% serta sektor Pertanian, kehutanan dan perikanan sebesar 9,75%.

Untuk Perusahaan pergadaian, hingga Maret 2023, jumlah penyaluran pinjaman di Provinsi Lampung tumbuh 16,77% yoy atau sedikit di atas nasional, meningkat Rp100,30 M tercatat sebesar Rp698,50 M pada Maret 2023 dengan jumlah nasabah yang juga terus tumbuh tercatat sebanyak 235.510 kontrak.

Penyaluran pembiayaan Mekaar pada Maret 2023, tercatat tumbuh sebesar 27,92% yoy, meningkat sebesar Rp388,68 M dan tercatat sebesar Rp1.781 M pada Maret 2023 dengan NPL sedikit meningkat menjadi sebesar 0,06% (Februari 2023: 0,04%). Untuk kinerja Perusahaan Asuransi, pendapatan premi asuransi di Provinsi Lampung meningkat sebesar 47,40% yoy, meningkat sebesar Rp215,03 M atau tercatat menjadi sebesar Rp668,70 M pada Maret 2023 yang didorong oleh peningkatan premi asuransi umum sebesar Rp276,94 M (158,48% yoy) atau sebesar Rp451,68 M pada Maret 2023.

Sementara premi asuransi jiwa di Lampung terkontraksi sebesar 22,19% yoy, turun sebesar Rp61,90 M atau tercatat sebesar Rp451,68 M pada Maret 2023. Kinerja Industri Fintech Peer-to-Peer Lending dan Pasar Modal Pertumbuhan kinerja Fintech P2P Lending di Provinsi Lampung dari sisi outstanding tumbuh sebesar 50,07% yoy, meningkat Rp0,28 T menjadi Rp0,84 T.

Sementara penyaluran dana oleh pemberi pinjaman di Provinsi Lampung tercatat terkontraksi sebesar 14,33% yoy, menurun sebesar Rp1,83 M menjadi Rp10,95 M. Kinerja Pasar Modal pada TW I 2023 mencatat SID total di Provinsi Lampung tumbuh 32,21% yoy, meningkat 63.636 SID tercatat sebanyak 261.177 SID pada Maret 2023 atau 2,44% dari total SID nasional yang mencapai 10.695.044 SID dengan jumlah investor terbanyak berada di Kota Bandar Lampung sebesar 87.934 SID atau 35,04% dari total investor di Lampung.

Jenis SID didominasi oleh SID S-INVEST yang meningkat sebesar 71,67% atau 253.816 dan SID C-BEST sebesar 25,74% atau 91.169. Transaksi saham di Lampung menunjukkan tren menurun sejak akhir tahun 2022. Rata rata penurunan transaksi saham sebanyak Rp 186 M dari periode Des 2022 – Maret 2023. Penurunan transaksi saham di Provinsi Lampung pada awal tahun disebabkan adanya (pada awal tahun pelaku pasar masih aksi wide and see dari pelaku pasar mengamati prospek ekonomi tahun 2023) dimana kondisi perekonomian baru pulih dari pandemi.

Selain itu, pelaku pasar masih menunggu kebijakan Bank Central AS (The Fed) dan Bank Indonesia mengingat adanya kenaikan suku bunga The Fed pada awal tahun. Kondisi penurunan transaksi saham ini dialami secara nasional. Hingga 30 Maret 2023, sudah terdapat 16 platform SCF berizin OJK dengan jumlah penerbit sebanyak 376, jumlah pemodal sebanyak 145.908 dan total dana yang tersalurkan sebanyak Rp 817,68 M. Untuk membuka akses seluas-luasnya bagi masyarakat atau investor retail, saat ini di Provinsi Lampung sudah terdapat 16 Galeri Investasi, 11 di Perguruan Tinggi/Sekolah yang tersebar di Metro dan Bandar Lampung serta 5 diantaranya di Desa yang tersebar di Lampung Selatan dan Pesawaran.

Dengan adanya Galeri Investasi BEI diharapkan dapat memberikan manfaat bagi semua pihak sehingga penyebaran informasi pasar modal tepat sasaran serta dapat memberikan manfaat yang optimal bagi mahasiswa, praktisi ekonomi, investor, pengamat pasar modal maupun masyarakat umum di daerah dan sekitarnya baik untuk kepentingan sosialisasi dan pendidikan/edukasi pasar modal maupun untuk kepentingan ekonomis atau alternatif investasi.

Untuk mempermudah masyarakat khususnya para pelaku usaha UMKM mengakses informasi dan kredit yang murah, mudah dan cepat yang disediakan oleh lembaga jasa keuangan di Lampung melalui website Pasar Kredit Murah Lampung yang dapat diakses di www.pakemlampung.id.

Website ini selain menjadi ajang business matching secara online antara UMKM dengan penyedia produk jasa keuangan dari Bank Umum, Bank Umum Syariah, BPR, BPRS, Lembaga Pembiayan Ekspor Impor (LPEI), Pergadaian, PNM, Fintech P2P Lending dan Bank Wakaf Mikro, juga ditujukan untuk memerangi rentenir dan pinjol illegal yang kerap tidak membantu masyarakat namun justru membebani pelaku usaha UMKM dengan lilitan utang.

“Tercatat per Maret 2023 terdapat 60 pengajuan pembiayaan kepada 10 lembaga penyalur dengan total nominal sebesar Rp3,58 M. Melalui website ini diharapkan masyarakat Lampung dapat mencari informasi dan pengajuan awal pinjaman/pembiayaan dengan lebih mudah tanpa harus datang ke kantor Bank terlebih dahulu” tandas Bambang.

Sebagai penutup, Layanan konsumen yang diterima selama Triwulan 1 2023 sebanyak 324 layanan konsumen, yaitu 76 layanan pengaduan, 233 layanan pertanyaan dan 15 Layanan informasi. Sedangkan untuk SLIK (Sistem Layanan Informasi Keuangan), selama Triwulan 1-2023 OJK Lampung telah memberikan layanan kepada masyarakat sebanyak 1.567 permohonan. (red)

OJK Provinsi Lampung Dorong Peningkatan Inklusi dan Literasi Keuangan Penyandang Disabilitas

JurnalKota, Lampung – Dalam rangka memaksimalkan pencapaian target indeks literasi dan indeks inklusi Keuangan (target indeks Literasi 50% dan Indeks Inklusi 90% di tahun 2024), Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melakukan kegiatan sosialisasi “Litrasi dan Inklusi Keuangan kepada Penyandang Disabilitas”, sesuai dengan sasaran prioritas pada arahan Strategi Nasional Literasi Keuangan Indonesia (SNLKI) 2021- 2025, pada, Selasa (23/5/2023).

Kegiatan dihadiri oleh 75 peserta yang terdiri dari OJK Provinsi Lampung, Dinas Sosial Provinsi Lampung, Persatuan Komunitas Disabilitas (PKD) Provinsi Lampung, Gerakan Untuk Kesejahteraan Tuna Rungu Indonesia (Gerkatin), Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI), Pengurus Asbisindo Lampung, Perwakilan BPD Lampung, BRI Kanwil Lampung, Fintech Lahan Sikam, dan BPJS Kesehatan.

OJK Provinsi Lampung bekerja sama dengan Dinas Sosial Provinsi Lampung dan Persatuan Komunitas Disabilitas (PKD) Provinsi Lampung, melaksanakan kegiatan tersebut untuk pertama kalinya bersama dengan penyandang Disabilitas, dengan harapan dapat lebih meningkatkan pengetahuan, pemahaman, keterampilan dan keyakinan serta memiliki akses bagi penyandang disabilitas terhadap lembaga, produk dan/atau layanan jasa keuangan yang ada di Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, OJK Provinsi Lampung memberikan informasi dan pemahanan mengenai  kelembagaan OJK, Pengenalan produk-produk jasa Keuangan, Literasi dan Inklusi Keuangan, Perencanaan Keuangan dan Satgas Waspada Investasi (SWI), yang disampaikan oleh Aprianus John Risnad dan Dwi Krisno Yudi Pramono selaku Narasumber.

Dalam sambutannya, Bambang Hermanto selaku Kepala OJK Provinsi Lampung, menyampaikan pentingnya peran penyandang Disabilitas untuk turut serta meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di masyarakat.

Menurutnya, melalui kegiatan ini, diharapkan dapat meningkatkan literasi Keuangan, memperluas akses inklusi keuangan penyandang disabilitas sehingga dapat membuka kesempatan dan kemampuan untuk lebih mandiri secara finansial, berwirausaha dan meningkatkan kesejahteraan masing masing, jelas Bambang.

Dalam kegiatan ini, turut diperkenalkan produk-produk UMKM yang dibuat dan dihasilkan oleh penyandang disabilitas seperti jasa bengkel motor/mobil, produksi tas, keripik pisang, minuman jahe instan, serta bermacam macam jenis kuliner lainnya. Penyandang disabilitas sebagai pelaku UMUK juga berharap adanya dukungan dan
support dari industri jasa keuangan yang ada di Provinsi Lampung dalam hal penyediaan akses keuangan bagi mereka terutama dalam penyediaan kredit/pembiayaan yang dapat dijangkau oleh penyandang disabilitas.

Pada kesempatan tersebut, Bambang Hermanto memperkenalkan website Pasar Kredit Murah (PAKEM) Lampung sebagai sarana untuk memudahkan masyarakat Lampung dalam memperoleh akses pinjaman/pembiayaan sekaligus mempertemukan masyarakat yang membutuhkan dana atau modal usaha dengan produk produk kredit/pembiayaan murah dan cepat dari industri jasa keuangan di provinsi Lampung.

“Kami berharap, industri jasa Keuangan khsususnya yang ada di Provinsi Lampung memberikan perhatian yang lebih kepada penyandang disabilitas, khususnya bagi mereka yang memiliki usaha, sehingga dapat terpenuhi kebutuhan permodalan dengan bunga yang terjangkau, sesuai dengan kapasitas usaha mereka,” pungkas Bambang Hermanto. (red)

PLN Dukung Masyarakat Gunakan Motor Listrik, Bisa Hemat Biaya Operasional Hingga 75%

JurnalKota, Jakarta (17 Mei 2023) – PT PLN (Persero) terus menunjukkan dukungannya dalam pengembangan ekosistem kendaraan listrik di tanah air. Hitungan PLN, menggunakan kendaraan listrik mampu menghemat biaya operasional hingga 75 persen. Pada gelaran Periklindo Electric Vehicle Show (PEVS) 2023 yang akan berlangsung pada 17 hingga 21 Mei 2023 di JIEXPO Kemayoran, PLN menampilkan showcase ekosistem kendaraan listrik ini.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan, beralih ke motor dan mobil listrik punya keuntungan berlipat dari sisi ekonomi. Perbandingannya cukup jauh, dengan asumsi tarif listrik sebesar Rp1.699 per kilowatt hour( kWh), hanya diperlukan sekitar Rp2.500 untuk sepeda motor listrik menempuh jarak 50 kilometer (km) dan 10 km untuk mobil listrik. Sedangkan, jika menggunakan BBM harus menghabiskan sekitar Rp14 ribu untuk menempuh jarak yang sama.

“Ini adalah salah satu bentuk keberpihakan Negara terhadap masyarakat untuk meringankan biaya transportasi rakyat. Dengan menggunakan motor listrik, masyarakat lebih hemat biaya 75 persen dibanding menggunakan sepeda motor berbasis BBM,” ujar Darmawan.

Darmawan juga menambahkan dengan menggunakan kendaraan listrik masyarakat juga akan mendapatkan manfaat penghematan tambahan dalam sisi perawatan.

“Motor atau mobil listrik tidak memerlukan penggantian oli. Selain itu, spare part motor maupun mobil listrik juga lebih sedikit jika dibandingkan dengan motor ataupun mobil berbasis BBM,” ucap Darmawan.

Lebih lanjut Darmawan meyakinkan bahwa ekosistem kendaraan listrik di Indonesia kini telah semakin kuat. Dari sektor hulu, melalui Indonesia Battery Corporation (IBC), Kementerian BUMN telah mendorong terciptanya industri baterai dalam negeri.

Lebih dari itu, infrastruktur ekosistem kendaraan listrik tanah air juga telah siap digunakan dengan disediakannya Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU), Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU), layanan pengisian baterai di rumah atau Home Charging, hingga platform one stop services untuk pemilik kendaraan listrik yaitu Electric Vehicle Digital Services (EVDS) yang tersedia di aplikasi PLN Mobile.

“Harapannya, akan terjadi shifting baik di hulu maupun di hilir dari energi berbasis impor yang kotor dan mahal menjadi energi berbasis dalam negeri yang murah, ramah lingkungan dan dapat mereduksi emisi karbon,” ungkapnya.

Oleh sebab itu, ia mengajak kepada seluruh elemen masyarakat untuk berkunjung langsung dalam PEVS 2023 dan merasakan bagaimana ekosistem kendaraan ramah lingkungan ini telah siap diterapkan di Indonesia. Di pameran kendaraan listrik terbesar di Indonesia ini juga disediakan berbagai fasilitas untuk masyarakat bisa merasakan sendiri kemudahan menggunakan kendaraan listrik melalui fasilitas test drive.

“Semoga langkah ini mengawali langkah-langkah besar selanjutnya kita dalam terus memperluas ekosistem electric vehicle (EV) di Indonesia. Peralihan menuju transportasi berbasis listrik adalah upaya bersama yang dapat berdampak signifikan untuk lingkungan dan masa depan anak-cucu kita,” tutup Darmawan. (red)

IHKA Lampung Gelar Uji Kompetensi Bidang Housekeeping

JurnalKota, Bandar Lampung – Indonesian Housekeeper (IHKA) Lampung menggelar kegiatan Uji kompetensi Bidang Housekeeping dengan penyelenggara LSP Pariwisata Housekeeper di Hotel Sparkslite – Bandar Lampung pada 16-17 Mei 2023. Skema yang dilaksanakan pada uji kompetensi ini antara lain Public Area Attendance, Housekeeping Administration, Room attendance, Housekeeping Supervisor, Assistant Executive Housekeeper dan Executive Housekeeper.

Menurut Ketua IHKA BPD Lampung Ria Admaja dalam sambutannya menyampaikan bahwa uji kompetensi ini adalah program dari IHKA Bekerjasama dengan LSP HKI yang bertujuan menguji sejauh mana tenaga kerja housekeeping diposisi yang saat ini untuk dapat membandingkan dengan formulir asesmen baku yang telah disiapkan oleh LSP HKI.

Sementara itu perwakilan LSP HKI Giri Suseno yang khusus hadir dari Jakarta sebagai Senior Asesor pada sambutannya menyampaikan pada uji kompetensi ini bertujuan untuk menggali dan mengobservasi kemampuan assesi (peserta uji kompetensi), setelah dinyatakan kompeten maka akan diberikan sertifikat kemampuan peserta sebagai bukti autentik kemampuan personil.

Pada kesempatan tersebut juga hadir Ketua Apklindo Lampung Ahmad Apriliandi Passa yang atas undangan Ketua IHKA BPD Lampung mengikutsertakan karyawan dari 5 perusahaan anggota nya antara lain dari PT. Gemilang Mulia Sarana, CV. Wilis Tirta Kencana, PT. Gemilang Garda Perkasa, PT. Izza Rizki Pratama dan PT. Elynaz Indomasr Global dengan jumlah peserta yang diutus dari Apklindo Lampung berjumlah 60 orang, tuturnya. Menurutnya “sinergi antara IHKA Lampung dan Apklindo Lampung sangat baik dan inilah yang disebut sinergi dalam rangka sama-sama membangun SDM di bidang Housekeeping handal di bumi Lampung atas ini semua kami mengucapkan terimakasih, ke depan semoga dapat lebih bersinergi misalnya saja untuk memberikan pelatihan di dunia kebersihan kepada perusahaan dari Apklindo Lampung dan juga sebaliknya.”

Lain hal nya yang disampaikan oleh salah satu peserta yang ikut serta pada uji kompetensi yaitu Kani yang bekerja sebagai pengawas cleaning service di PT Gemilang Mulia Sarana Area Krakatau Park Lampung senang dapat mengikuti kegiatan uji kompetensi untuk dapat mengasah kemampuan dan berbagi ilmu dengan rekan-rekan lainnya yang ikut serta pada uji kompetensi ini.

Saat dikonfirmasi media salah satu pengurus IHK BPD Lampung Allan Lutfi menyampaikan peserta kegiatan ini ada 100 lebih peserta yang berasal dari Hotel yang ada di Provinsi Lampung dan juga beberapa perusahaan terkait. (red)

Pertumbuhan Ekonomi Lampung TW I 2023 Tetap Kuat, Meski Sedikit Melambat

JurnalKota – Kinerja perekonomian Provinsi Lampung pada triwulan I 2023 tumbuh kuat 4,96% (yoy), meski sedikit melambat dibandingkan  pertumbuhan triwulan sebelumnya yang tercatat 5,05% (yoy). Pertumbuhan  pada triwulan laporan ini ditopang oleh kinerja Konsumsi Rumah Tangga, Konsumsi LNRPT, Ekspor, Investasi, PMTB dan Konsumsi Pemerintah yang semuanya mengalami pertumbuhan positif dan meningkat dibandingkan dengan triwulan sebelumnya. Secara nominal, perekonomian Lampung pada triwulan I 2023 berdasarkan ADHB tercatat sebesar 105,59 triliun dan berdasarkan ADHK (2010) sebesar Rp63,86 triliun.

Selain itu, Pertumbuhan di triwulan tersebut juga memberikan indikasi perbaikan ekonomi Lampung terus berlanjut dan semakin solid serta menuju pada rata-rata pertumbuhan ekonomi sebelum masa pandemi.

Dari sisi permintaan, sedikit melambatnya kinerja perekonomian Lampung pada triwulan I 2023 disebabkan oleh penurunan kontribusi sektor eksternal seiring dengan peningkatan total impor. Net ekspor pada triwulan I 2023 tercatat mengalami kontraksi 29,81% (yoy), lebih dalam jika dibandingkan dengan triwulan sebelumnya yang terkontraksi 20,05% (yoy). Perkembangan tersebut dipengaruhi oleh impor Provinsi Lampung pada triwulan I 2023 yang tumbuh 8,08% (yoy), meningkat jika dibandingkan dengan triwulan sebelumnya yang tumbuh 4,62% (yoy) sejalan dengan peningkatan impor besi dan baja, kendaraan bermotor, serta aneka produk plastik.

Sementara itu, ekspor juga tercatat meningkat, menjadi 10,12% (yoy) dari 8,88% (yoy) pada triwulan sebelumnya, didorong oleh peningkatan kinerja ekspor kopi robusta, bungkil inti kelapa sawit, produk olahan minuman, serta ikan dan udang. Penurunan kontribusi net ekspor juga disebabkan oleh kinerja ekspor minyak kelapa sawit dan batubara yang masih terkontraksi sejalan dengan normalisasi harga acuan kelapa sawit dunia dan permintaan batubara India yang melambat.

Di sisi lain, kinerja setiap komponen permintaan domestik meningkat pada triwulan I 2023. Kinerja Konsumsi Rumah Tangga (Konsumsi RT) pada triwulan I 2023 tumbuh 4,88% (yoy), meningkat jika dibandingkan dengan 4,67% (yoy) pada triwulan sebelumnya. Peningkatan tersebut didorong oleh peningkatan impor barang konsumsi, pelaksanaan festival musik, dan gerai makanan sejalan dengan penghapusan kebijakan PPKM.

Optimisme masyarakat yang meningkat sejalan dengan peningkatan UMP tahun 2023 juga turut mendukung peningkatan Konsumsi RT pada triwulan I 2023, tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen pada triwulan I 2023 yang tercatat sebesar 130, meningkat jika dibandingkan 116 pada triwulan sebelumnya. Investasi (PMTB) pada triwulan I 2023 tumbuh 2,83% (yoy), meningkat jika dibandingkan dengan 2,78% (yoy) pada triwulan sebelumnya sejalan dengan PMA dan PMDN yang masing-masing meningkat 154,78 (yoy) dan 21,53% (yoy) pada triwulan I 2023.

Peningkatan aktivitas investasi juga terkonfirmasi dari peningkatan impor besi dan baja serta kendaraan bermotor.  Lebih lanjut, Konsumsi Pemerintah tercatat tumbuh 3,01% (yoy), meningkat jika dibandingkan dengan triwulan sebelumnya yang terkontraksi 5,18% (yoy). Peningkatan Konsumsi Pemerintah didorong oleh peningkatan pagu belanja pegawai dan persentase realisasi belanja barang dan jasa sebesar 12,22%, lebih tinggi jika dibandingkan 8,74% pada periode yang sama di tahun sebelumnya. Adapun konsumsi LNPRT tercatat tumbuh 6,90% (yoy) pada triwulan I 2023, meningkat jika dibandingkan triwulan sebelumnya yang terkontraksi 4,36% (yoy).

Dari sisi Lapangan Usaha (LU), laju pertumbuhan ekonomi Provinsi Lampung pada triwulan I 2023 terutama ditopang oleh Kinerja LU Perdagangan Besar dan Eceran tercatat tumbuh 14,29% (yoy), tetap kuat meski melambat jika dibandingkan dengan triwulan sebelumnya yang tumbuh 17,51% (yoy). Lebih lanjut, LU Transportasi dan Pergudangan (Trans-Gud) tercatat tumbuh 25,80% (yoy), tetap kuat meski melambat jika dibandingkan dengan 27,02% (yoy) pada triwulan sebelumnya.

Peningkatan kinerja kedua LU didorong oleh peningkatan mobilitas akibat penghapusan kebijakan PPKM dan penyebaran COVID-19 yang jauh lebih terkendali jika dibandingkan dengan triwulan I 2022. Adapun kinerja LU PBE dan LU Trans-Gud yang sedikit melambat dipengaruhi oleh pola seasonal pasca berakhirnya HBKN Natal dan Tahun Baru tahun 2022.

Sementara itu, kinerja LU Industri Pengolahan pada triwulan I 2023 tumbuh 3,32% (yoy), meningkat jika dibandingkan dengan triwulan sebelumnya yang terkontraksi 6,19% (yoy).

Peningkatan kinerja LU Industri Pengolahan didorong oleh peningkatan permintaan produk olahan makanan (terutama nata de coco dan aneka jelly) serta produk bahan pakan ternak, termasuk bungkil inti kelapa sawit, menjelang Bulan Ramadhan 1444 H.

Kuatnya kinerja ekonomi Lampung pada TW I 2023 juga ditopang oleh kinerja LU Informasi dan Komunikasi yang tumbuh 11,95% (yoy), meningkat jika dibandingkan triwulan sebelumnya yang tercatat tumbuh 9,40% (yoy), sejalan dengan peningkatan jumlah pengguna layanan jasa telekomunikasi untuk konsumen rumah tangga serta terdapat perluasan jaringan 5G pada kabupaten/kota di Provinsi Lampung.

Kinerja perekonomian Lampung pada triwulan I 2023 yang tumbuh melambat disebabkan oleh penurunan kinerja Lapangan Usaha (LU) Primer dan Jasa Keuangan. Kinerja LU Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan pada triwulan I 2023 tercatat mengalami kontraksi 0,75% (yoy), lebih rendah jika dibandingkan kinerja triwulan sebelumnya yang tumbuh 6,16% (yoy).

Penurunan kinerja tersebut disebabkan oleh pergeseran periode panen raya padi ke bulan April – Mei, yang sebelumnya terjadi pada bulan Maret – April, seiring dengan tertundanya periode tanam padi akibat adanya peralihan fungsi lahan sawah untuk tanaman ubi kayu. Kinerja LU Pertambangan dan Penggalian pada triwulan laporan tercatat terkontraksi 1,62% (yoy), meski membaik jika dibandingkan dengan -2,79% (yoy) pada triwulan sebelumnya, akibat proses ekplorasi kilang minyak baru yang belum mencatatkan hasil tambang yang optimal.

Lebih lanjut, kinerja LU Jasa Keuangan dan Asuransi pada triwulan I 2023 tercatat masih mengalami kontraksi 5,00% (yoy) sejalan dengan penurunan Return on Assets (RoA) pada periode laporan.

Ke depan, perbaikan kinerja ekonomi Provinsi Lampung diperkirakan terus berlanjut, meski risiko dari sektor eksternal perlu diwaspadai. Untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang optimal serta menjaga stabilitas makroekonomi di tengah adanya scarring effect akibat penyebaran COVID-19 dan meningkatnya risiko inflasi akibat tekanan eksternal dan domestik, diperlukan upaya bersama seluruh pihak, antara lain:

  1. Memperkuat permintaan domestik dengan mendorong peningkatan produktivitas Lapangan Usaha Utama antara lain Lapangan Usaha Pertanian, terutama subsektor tanaman pangan, melalui peningkatan pemanfaatan alat dan mesin pertanian (ALSINTAN) dan benih berkualitas, penguatan askes pembiayaan procyclical bagi Petani, serta memastikan ketersediaan pupuk berkualitas di Provinsi Lampung di tengah tereskalasinya tensi geopolitik antara Rusia dan Ukraina;
  2. Mendorong sinergi pemulihan dan penguatan struktur industri pengolahan, terutama terkait ketersediaan bahan baku berkualitas, debottlenecking permasalahan logistik, percepatan pemulihan stabilitas finansial, serta hilirisasi;
  3. Mendorong hilirisasi industri berbasis pertanian dengan mendukung UMKM klaster pertanian yang termasuk ke dalam komoditas unggulan daerah dan memberikan kontribusi besar terhadap stabilitas harga serta didukung dengan ketersediaan bahan baku yang ada di daerah.
  4. Mendorong berlanjutnya peningkatan konsumsi rumah tangga dengan menjaga pemulihan daya beli masyarakat, percepatan pemanfaatan dana desa, realisasi bantuan sosial/subsidi dan program perbaikan kesejahteraan terutama yang menyasar pada UMKM dan MBR (Masyarakat Berpenghasilan Rendah), termasuk akselerasi digitalisasi sistem pembayaran melalui perluasan penggunaan QRIS dan intensifikasi program elektronifikasi;
  5. Mendorong pertumbuhan investasi dengan menjaga persepsi positif investor swasta. Hal tersebut dapat dilakukan melalui:
    1. Perbaikan dan penyempurnaan iklim kemudahan berusaha termasuk aspek informasi;
    2. Aspek regulasi termasuk di antaranya percepatan penyempurnaan OSS-RBA;
    3. Mengoptimalkan peran Forum Investasi Lampung (FOILA) sebagai salah satu media untuk mempromosikan potensi investasi Lampung;
    4. Mengidentifikasi dan mendaftar proyek yang clean and clear yang siap dipromosikan di event promosi investasi luar negeri melalui GIRU-IRU-RIRU; dan
    5. Mendorong dan mendukung investasi bagi sektor ekonomi lain seperti Pariwisata sebagai new source of growth dan mendorong pengembangan Quality Tourism.
    6. Mendorong penguatan investasi melalui penguatan infrastruktur.
  6. Menjaga dan meningkatkan kinerja ekspor Lampung dengan (1) hilirisasi produk untuk penciptaan nilai tambah; (2) meningkatkan kelembagaan dan kapasitas serta digitalisasi untuk mendukung UMKM Go Export; (3) Perluasan ekspor ke pasar non tradisional, promosi, dan penguatan kerjasama perdagangan; (4) memastikan ketersediaan infrastruktur yang memadai; serta (5) pemberian dukungan untuk efisiensi biaya logistik;
  7. Identifikasi potensi sumber-sumber baru pertumbuhan ekonomi antara lain melalui optimalisasi local value chain (LVC) sebagai strategi dalam mendorong percepatan pemulihan ekonomi di daerah, dan tidak terbatas pada sektor pertanian pangan, namun termasuk sektor lainnya memuat komoditas/produk/jasa usaha (KPJU) unggulan UMKM Provinsi Lampung yaitu industri pengolahan, perdagangan, perikanan, dan akomodasi, makan, dan minum. Penguatan LVC tersebut di antaranya dengan membentuk klaster-klaster ekonomi baru atau ekosistem dimana korporasi dapat berperan sebagai aggregator dan offtaker;
  8. Pemantauan indikator terkini ekonomi daerah (Early Warning System) yang akurat dan terkini untuk memantau denyut perekonomian daerah;

Upaya 4K, diantaranya memastikan keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif. (red)