Unik, Jalan Sehat Karnaval Keluarga RW 9 Yosorejo

Metro | Dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan RI, warga RW 9 Kelurahan Yosorejo Metro Timur Kota Metro menggelar kegiatan Jalan Sehat Karnaval keluarga, di Lapangan RW 9 Yosorejo, Minggu (30/8/2026).

Lurah Yosorejo Budi Maryanto, didampingi ketua RW 9 Teddy dan ketua Panpel M. Suyono, melepas kegiatan tersebut dengan diawali Drum band dari SMK Gajah Mada Metro kemudian diikuti seluruh warga masyarakat RW 9, dari yang tua, muda dan balita tumpah ruah memeriahkan jalan sehat karnaval keluarga.

Dikatakan ketua panitia pelaksana M. Suyono, mengusung tema kemerdekaan jalan sehat karnaval keluarga dimaksudkan untuk menjaga kebugaran dan mempererat silaturahmi serta kekompakan warga.

“Jadi maksud jalan sehat karnaval, yakni saat jalan sehat warga dipersilahkan mengenakan pakai bebas, tidak harus pakaian olah raga, boleh memakai seragam sekolah, pakaian adat, pakaian kantoran, dan lain-lain, sehingga terlihat semakin meriah, tetapi tujuan kita tetap harus jaga kesehatan, keguyuban dan kebersamaan warga,” ujar M. Suyono.

Setelah jalan sehat dengan rute mengelilingi area seputar wilayah RW 9, kemeriahan semakin terasa dengan adanya pembagian doorprize, berupa Hadiah utama 1 mesin cuci dan berbagai macam hadiah menarik lainnya.

Lebih lanjut M. Suyono menjelaskan, selain jalan sehat, kegiatan 17 an juga dimeriahkan dengan berbagai lomba-lomba, mulai lomba gebuk bantal diatas kolam, mancing ikan lele suami istri di setier, mini soccer bapak-bapak, makan krupuk anak-anak, karouke bebas, bulutangkis bapak-bapak, volly terpal ibu-ibu, gaple domino, Leng Kartu dan berbagai lomba anak-anak lainnya.

“Puncaknya di malam hari, penyerahan hadiah juara lomba-lomba, tampilan Seni anak-anak, dilanjutkan tasyakuran doa bersama serta makan bareng nasi bungkus yang dibawa masing-masing warga, dikumpulkan dan diacak makan bersama,” ucap M. Suyono.

Sementara itu Lurah Yosorejo Budi Maryanto, sangat mengapresiasi kegiatan jalan sehat karnaval keluarga tersebut, dimana berbeda dari jalan sehat lainnya dan terlihat semakin meriah.

“Di tengah ramai dan meriahnya peringatan kemerdekaan RI ke 81 ini, kita tetap harus jaga kesehatan dan kebersamaan. Semoga semangat kemerdekaan ini jadi energi kita untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, dan warga RW 9 tetap kompak selalu,” pungkas Budi Maryanto.| (Arif).

DPRD Paripurna KUA-PPAS APBD 2027 Kota Metro, Disepakati Pemkot Fokus Perkuat Pembangunan dan Kemandirian Fiskal

Jurnalkota | DPRD Kota Metro gelar paripurna menyepakati dan menetapkan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) serta Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) APBD Kota Metro Tahun Anggaran 2027, berlangsung di Aula DPRD setempat, Kamis (20/08/2026).

Rapat paripurna tersebut dipimpin ketua DPRD Ria Hartini, dihadiri walikota dan wakil walikota Metro, pimpinan dan anggota DPRD, Forkopimda, OPD, tokoh masyarakat dan tamu undangan lainnya.

Paripurna ini menjadi salah satu tahapan penting dalam penyusunan APBD 2027, sekaligus menjadi dasar bagi pemerintah daerah dalam menentukan arah kebijakan pembangunan dan penganggaran pada tahun mendatang.

Wali Kota Metro Bambang Iman Santoso dalam penyampaiannya mengatakan, kesepakatan KUA dan PPAS APBD 2027 telah melalui rangkaian pembahasan, diskusi, asistensi, serta hearing antara Pemerintah Kota Metro dan DPRD Kota Metro.

Menurutnya, dalam proses tersebut telah disepakati sejumlah asumsi makro yang menjadi landasan penyusunan struktur anggaran, termasuk prioritas program, kegiatan, dan subkegiatan yang diarahkan untuk mendukung pencapaian visi dan misi RPJMD Kota Metro Tahun 2025-2029.

Bambang menjelaskan, kondisi keuangan daerah pada 2027 menghadapi sejumlah tantangan akibat adanya perubahan kebijakan fiskal yang berdampak terhadap target pendapatan, belanja, maupun pembiayaan daerah. Kondisi tersebut, kata dia, menuntut pemerintah daerah untuk semakin efektif dan efisien dalam mengelola anggaran serta melaksanakan pembangunan.

“Ketergantungan fiskal yang cukup tinggi terhadap pemerintah pusat memberikan dorongan agar ke depan kita dapat memaksimalkan pendapatan dari pos Pendapatan Asli Daerah,” ujar Bambang dalam rapat paripurna tersebut.

Ia menilai peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dapat dilakukan melalui peningkatan kualitas pelayanan publik sekaligus pengembangan berbagai sumber pendapatan daerah yang potensial.

Dalam KUA-PPAS APBD 2027, Pemerintah Kota Metro juga menetapkan 19 Indikator Kinerja Utama yang menjadi target pembangunan daerah.

Indikator tersebut mencakup sektor pendidikan, kesehatan, pemerintahan, ekonomi, kemiskinan, ketahanan pangan, lingkungan hidup, infrastruktur, kebencanaan hingga kebudayaan.

Target tersebut antara lain Indeks Pembangunan Manusia sebesar 80,64, Angka Harapan Lama Sekolah 14,952 tahun, Rata-Rata Lama Sekolah 11,208 tahun, serta Usia Harapan Hidup 75,86 tahun.

Di bidang kesehatan, pemerintah menargetkan prevalensi stunting balita berada pada angka 10,67. Sementara di bidang tata kelola pemerintahan, target yang ditetapkan meliputi Indeks Reformasi Birokrasi sebesar 79,10, Indeks Pemerintah Digital 1,99, Indeks Pelayanan Publik 4,66, dan Indeks Kepuasan Masyarakat sebesar 85,00.

Pada sektor ekonomi, Pemerintah Kota Metro menargetkan Indeks Daya Saing Daerah sebesar 4,24 dan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,68 persen. Tingkat kemiskinan ditargetkan berada pada kisaran 5,80 hingga 6,30 persen.Selain itu, pemerintah daerah juga menetapkan target Indeks Ketahanan Pangan sebesar 86,53, Indeks Kualitas Lingkungan Hidup 66,05, Indeks Pembangunan Infrastruktur 0,665, serta Indeks Risiko Bencana sebesar 53,74.

Sementara itu, target lainnya meliputi Indeks Harmoni Indonesia sebesar 7,20 dan Indeks Pemajuan Kebudayaan sebesar 55,73.
Seluruh indikator tersebut diharapkan menjadi tolok ukur keberhasilan pembangunan Kota Metro sepanjang 2027.

Dari sisi anggaran, proyeksi pendapatan daerah yang sebelumnya sebesar Rp890,196 miliar mengalami penyesuaian berdasarkan hasil Rapat Paripurna Khusus DPRD Kota Metro sebesar Rp10 miliar. Dengan demikian, pendapatan daerah yang disepakati menjadi sekitar Rp900,197 miliar.

Pada sisi belanja, anggaran yang semula diproyeksikan sebesar Rp893,197 miliar juga mengalami penyesuaian sebesar Rp10 miliar. Berdasarkan kesepakatan, total belanja daerah menjadi sekitar Rp903,197 miliar.

Dengan struktur pendapatan dan belanja tersebut, APBD Kota Metro Tahun Anggaran 2027 mengalami defisit sebesar Rp3 miliar. Defisit tersebut akan ditutupi melalui pos pembiayaan daerah.

Sumber pembiayaan tersebut berasal dari Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) Tahun Anggaran Sebelumnya sebesar Rp5 miliar, serta pengeluaran pembiayaan berupa penyertaan modal pada Bank Lampung sebesar Rp2 miliar.

Walikota menegaskan bahwa angka pendapatan, khususnya pendapatan transfer dalam dokumen KUA-PPAS tersebut, masih menggunakan nilai Tahun Anggaran 2026. Angka tersebut nantinya akan disesuaikan kembali setelah besaran transfer pemerintah pusat kepada daerah untuk Tahun Anggaran 2027 ditetapkan secara resmi.

Bambang menyampaikan apresiasi kepada pimpinan dan seluruh anggota DPRD Kota Metro atas kerja sama serta sumbang pemikiran selama proses pembahasan KUA dan PPAS APBD 2027.

Ia berharap seluruh pihak dapat terus memperkuat koordinasi dan komunikasi agar penyusunan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) APBD Kota Metro Tahun Anggaran 2027 dapat diselesaikan secara efektif meskipun memiliki waktu pembahasan yang relatif singkat.

“Waktu yang cukup singkat akan kita maksimalkan melalui koordinasi dan komunikasi yang efektif,” tegas Bambang.

Dengan disepakatinya KUA dan PPAS APBD 2027, Pemerintah Kota Metro dan DPRD selanjutnya akan melanjutkan tahapan pembahasan menuju penyusunan Raperda APBD 2027.

Kesepakatan tersebut diharapkan menjadi landasan dalam mewujudkan pembangunan yang efektif, efisien, berkelanjutan, serta berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat Kota Metro.| (Red).

Ketua DPRD Metro, Terima Keluhan Warga Kondisi Drainase Yang Tidak Mampu Menampung Debit Air Saat Hujan Deras

Metro | Ketua DPRD Kota Metro Ria Hartini, menyerap aspirasi masyarakat dalam agenda reses konstituen, dimana…

DPRD Metro Panggil Wali Kota, Dugaan Pinjaman Rp20 Miliar Disorot

JurnalKota.net – KOTA METRO – DPRD Kota Metro memanggil Wali Kota Metro untuk menghadiri rapat koordinasi dan evaluasi program pembangunan tahun 2026, di tengah sorotan publik terkait dugaan pinjaman dana sebesar Rp20 miliar kepada Bank Lampung.

Ketua Pendekar Banten Kota Metro, H. Tb Ismail Saleh, SH, mengapresiasi langkah DPRD tersebut sebagai bentuk pengawasan terhadap kebijakan pemerintah daerah.

“Langkah DPRD ini patut diapresiasi. Ini bukan sekadar agenda formal, tetapi bentuk respons terhadap kegelisahan masyarakat yang membutuhkan kejelasan,” ujar Ismail, Selasa (31/03/2026).

Ia menilai, dugaan pinjaman dana tersebut perlu dijelaskan secara terbuka kepada publik, terutama terkait mekanisme dan dasar pengambilan kebijakan.

Menurut Ismail, apabila benar pinjaman dilakukan tanpa persetujuan DPRD, hal tersebut berpotensi menimbulkan persoalan dari sisi administrasi maupun hukum.

“Jika memang dilakukan tanpa persetujuan DPRD, tentu ini harus dikaji karena berpotensi menimbulkan konsekuensi hukum. Oleh karena itu, perlu ada penjelasan yang transparan,” katanya.

Ia menegaskan bahwa setiap kebijakan keuangan daerah, khususnya yang berdampak pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), harus melalui mekanisme yang sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

“Pengelolaan keuangan daerah harus dilakukan secara terbuka dan akuntabel. Semua kebijakan harus melalui prosedur yang sah,” ujarnya.

Ismail juga berharap rapat DPRD tersebut dapat menjadi forum yang efektif untuk mengungkap fakta dan memberikan penjelasan kepada masyarakat.

“Rapat ini diharapkan bisa memberikan kejelasan kepada publik, sehingga tidak menimbulkan spekulasi yang berkepanjangan,” tambahnya.

Sesuai ketentuan yang berlaku, kebijakan pinjaman daerah pada umumnya memerlukan persetujuan DPRD sebagai bagian dari fungsi pengawasan terhadap pengelolaan keuangan daerah.

Pendekar Banten Kota Metro, lanjut Ismail, menyatakan akan terus mengawal persoalan ini sebagai bentuk kepedulian terhadap transparansi dan akuntabilitas pemerintahan.

“Kami berharap semua pihak dapat menjaga kepercayaan masyarakat dengan mengedepankan keterbukaan,” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, Pemerintah Kota Metro belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan pinjaman Rp20 miliar tersebut. Upaya konfirmasi kepada pihak terkait masih terus dilakukan.,*

Bidang Fisik, Ekonomi dan Pertanian Menjadi Usulan Utama, Reses Anggota DPRD Wasis Riyadi

Metro | Bidang fisik, ekonomi dan pertanian menjadi usulan utama, Aspirasi tersebut disampaikan saat reses Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Metro yang berlangsung di kediaman Wasis Riyadi. Jum’at (30/01/2026).

Anggota DPRD Kota Metro Wasis Riyadi menjelaskan, pada bidang fisik, sejumlah usulan disampaikan masyarakat, di antaranya perbaikan drainase, pembangunan onderlah, serta pengadaan sarana pendukung rukun kematian berupa tarub dan kursi. Selain itu, warga juga mengusulkan pengadaan bentor untuk mendukung kegiatan kebersihan lingkungan.

Lebih lanjut, Untuk perbaikan infrastruktur jalan, warga mengusulkan peningkatan jalan di Jalan Pala 1 hingga Pala 7 serta wilayah Apri yang mencakup RW 01, 02, 03, dan 04.

“Usulan lain yang menjadi perhatian utama adalah pemasangan lampu penerangan jalan agar masyarakat dapat merasakan perubahan dan peningkatan pelayanan di tahun ini,” kata Wasis.

Wasis Riyadi menegaskan, bahwa perencanaan tersebut diupayakan untuk direalisasikan pada tahun berjalan dan tidak dialihkan ke tahun 2027.

Terkait adanya kebijakan efisiensi anggaran, Wasis Riyadi menyampaikan bahwa pemerintah akan berupaya semaksimal mungkin, meskipun belum semua usulan dapat direalisasikan.

Namun demikian, program yang menjadi prioritas pelayanan masyarakat tetap diutamakan, khususnya lampu jalan, pelayanan kesehatan, serta perbaikan drainase guna menanggulangi banjir yang kerap terjadi.

Di akhir kegiatan, Wasis Riyadi juga membagikan rompi kepada anggota Linmas.

Wasis menyampaikan, bahwa Walikota telah memiliki niat baik dengan menganggarkan perlengkapan lengkap Linmas berupa topi, baju, celana, dan sepatu. Namun, terdapat kebutuhan rompi yang belum dapat dipenuhi oleh pemerintah daerah.

“Atas dasar itu, saya berinisiatif membantu sedikit dari gaji pribadi untuk melengkapi kebutuhan Linmas berupa 10 rompi, khususnya untuk wilayah Metro Timur, agar mereka lebih semangat dalam membantu dan melayani masyarakat,” ujar Wasis.|(Rio).

Deswan : Aspirasi Wilayah Metro Selatan, Usulan Persoalan Pembangunan Fisik Menjadi Prioritas Utama

Metro | Usulan terkait persoalan fisik menjadi prioritas utama yang disampaikan masyarakat dalam kegiatan reses Anggota DPRD Kota Metro di wilayah Metro Selatan.

Aspirasi tersebut disampaikan kepada Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Metro, Ir. Hi. Deswan, saat reses di rumah kediaman Bidan Rosnilam, Jalan Kamboja V RT 09 RW 03, Kelurahan Margodadi, Kecamatan Metro Selatan, Jumat (30/1/2026).

Anggota DPRD Kota Metro, Deswan menyampaikan, bahwa pada reses kali ini, persoalan fisik, khususnya penanganan jalan rusak, masih menjadi prioritas utama yang disampaikan oleh masyarakat.

“Namun tadi juga disampaikan bahwa ada beberapa ruas jalan yang menjadi kewenangan provinsi, sehingga permasalahannya harus dikoordinasikan terlebih dahulu dengan pemerintah provinsi,” ujarnya.

Deswan menjelaskan, apabila penanganan jalan tersebut masuk dalam kewenangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemerintah Kota Metro, maka akan menjadi prioritas DPRD.

Meski demikian, realisasinya tetap menyesuaikan dengan kemampuan anggaran yang tersedia.

Ia menambahkan, kebijakan efisiensi anggaran menjadi tantangan tersendiri dalam menentukan skala prioritas pembangunan ke depan.

“Dengan adanya efisiensi ini, kita dituntut untuk memilah mana usulan yang benar-benar prioritas dan paling penting untuk dilaksanakan. Saya juga menyampaikan kepada masyarakat agar tetap bersabar dan prihatin,” katanya.

Deswan juga mengimbau masyarakat agar memiliki kesadaran dalam membayar pajak, guna meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sehingga pembangunan di Kota Metro dapat berjalan lebih lancar.

“PAD yang meningkat akan sangat membantu kelancaran pembangunan. Oleh karena itu, partisipasi masyarakat dalam membayar pajak sangat dibutuhkan,” tegasnya.

Menurutnya, di tengah keterbatasan anggaran, pemerintah daerah tetap harus menyelesaikan kewajiban dasar, seperti pembayaran gaji aparatur sipil negara (ASN), guru, serta kebutuhan operasional kantor pemerintahan.

Selain itu, Deswan menegaskan, bahwa DPRD Kota Metro akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk merumuskan langkah-langkah strategis dalam mewujudkan pembangunan. | (Rio).

Reses Masa Sidang Pertama, Subhan Tekankan Perbaikan Jalan Rusak dan Perbaikan Draenase Jebol

Metro | Perbaikan jalan yang rusak, infrastruktur, serta perbaikan draenase yang jebol di Yosorejo Metro Timur menjadi perhatian khusus serta masih banyak jalan di kecamatan Metro timur yang perlu diperbaiki.

Aspirasi tersebut disampaikan langsung kepada Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Metro Subhan saat kegiatan reses 1 Daerah Pemilihan (Dapil) Metro Timur. Acara yang berlangsung di aula sekretariat kantor Golkar di jalan Tongkol Yosorejo, Kecamatan Metro Timur, Kota Metro.Jumat (30/1/2026).

Subhan menyampaikan, bahwa warga mengeluhkan masih banyaknya jalan berlubang dan rusak apalagi saat musim hujan saat ini, dimana ada draenasee yang jebol.

Subhan menjelaskan, Seluruh aspirasi masyarakat yang diterima dalam reses kali ini akan dirangkum dan dijadikan pokok-pokok pikiran (Pokir) anggota dewan untuk menjadi masukan dalam perencanaan pembangunan ke depan.

“Semua aspirasi masyarakat dalam reses masa sidang pertama tahun 2026 akan kita upayakan di tahun 2027 dapat terealisasi. namun akan tetap menitikberatkan pada skala prioritas,” jelas Subhan. | (Arif).

DPRD Paripurna Memperingati Hari Ulang Tahun Kota Metro Yang ke-88

Metro | Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Metro gelar Rapat Paripurna dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Kota Metro yang ke-88 untuk mamantapkan langkah menuju Masa depan yang lebih gemilang.

Rapat Paripurna yang di buka oleh Ketua DPRD Kota Metro Ria Hartini, dihadiri Walikota Metro Bambang Iman Santoso, wakil pimpinan DPRD, Forkopimda, anggota DPRD, OPD, pimpinan Parpol, Camat Sekota Metro, Lurah Sekota Metro, tokoh Masyarakat dan tamu undangan lainnya, berlangsung di Gedung DPRD setempat, Senin, (09/06/2025).

Dalam sambutannya Walikota Metro Bambang Iman Santoso menyampaikan, peringatan ini bukan hanya seremonial semata melainkan ajakan untuk merenungi perjalanan panjang tapak tilas sejarah dan memantapkan langkah wujud Masa depan yang lebih gemilang.

“Kota Metro yang memiliki cikal bakal daerah kolonis terus berkembang sebagai sebuah kota yang memiliki daya saing dan daya tarik tersendiri dengan masyarakat nya yang multikultur serta memiliki semangat gotong royong yang tinggi,” ungkap Bambang.

“Di usia yang ke 88 ini Kota Metro siap melangkah untuk mewujudkan visi pembangunan daerah 2025-2029 yaitu Kota Cerdas Berbasis Jasa dan Berbudaya yang Religius,” ucapnya.

Lebih lanjut, walikota metro menjelaskan bahwa Kota Metro di tahun 2025 ini telah memasuki usia 88 tahun dan akan memasuki masa emas atau 100 tahun di tahun 2037 mendatang.

Dengan melihat pencapaian saat ini sudah semestinya Kota Metro memiliki andil dan mengambil peran dalam mewujudkan cita-cita Indonesia Emas di tahun 2045, dengan visi sebagai Negara Nusantara Berdaulat, Maju dan Berkelanjutan.

“Dengan melihat pencapaian selama 88 tahun pula, Kota Metro telah menunjukan sebagai Kota yang layak diperhitungkan di tingkat provinsi maupun nasional atas prestasi-prestasi yang telah diraih, baik prestasi dalam pelaksanaan pembangunan maupun prestasi anak bangsa, putra daerah. Melalui perspektif pembangunan, Alhamdullillah, Kota Metro termasuk dalam kategori sebagai Kota yang berhasil dan mendapat pengakuan secara nasional,” papar Bambang.

Kemudian, sejalan dengan semangat yang di gaungkan Bapak Presiden pada Retret kepala daerah di Magelang Februari 2025 kita semua di inginkan, akan pentingnya persatuan hilirisasi, industrialisasi, patriotisme dan nasionalisme dalam mempercepat pembangunan daerah dan kesejahteraan rakyat.

“Di Metro semangat ini harus kita terjemahkan dalam setiap langkah dan kebijakan konkret pengelolaan pembangunan mewujudkan visi Kota Cerdas Berbasis Jasa dan Berbudaya yang Religius membutuhkan sinergi dan harmonisasi yang kuat antara pemerintah kota dan seluruh pemangku kepentingan. Kami mengajak untuk terus berkolaborasi demi mewujudkan Kota Metro yang lebih baik,” pungkas Bambang.

Dalam kesempatan yang sama Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal melalui Staf Ahli Gubernur bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Ganjar Jationo menyampaikan dukungannya agar Metro dapat mewujudkan visi dan misinya.

“Memperkuat sinergi antar pemerintah daerah legislatif dan masyarakat dalam menciptakan tata kelola yang baik transparan dan berpihak kepada rakyat,” ucapnya.

“Pak Gubernur berpesan agar Kota Metro terus menggali inovasi baru dalam perspektif digitalisasi pelayanan publik untuk mempercepat transformasi demokrasi dan peningkatan kualitas pelayanan,” paparnya.

“Pak Gubernur juga mengingatkan Kota Metro lebih kreatif, lebih inovatif dalam investasi dan pemberdayaan ekonomi lokal khususnya kepada UMKM dan potensi kreatif anak-anak metro yang harus terus kita bangkitkan,” ujarnya.

“Pak Gubernur juga menyampaikan pesan agar Kota Metro menyiapkan generasi muda sebagai aktor utama Indonesia emas melalui peningkatan kualitas pendidikan pengembangan karakter dan kepemimpinan,” pungkas Ganjar. | (Rio).

Efril Hadi Dorong Pembuatan Irigasi, Penambahan Tiang PLN dan Pembuatan Jembatan

Metro | Pembuatan irigasi, penambahan tiang PLN dan permintaan pembuatan jembatan dari RW 07 Purwosari yang tembus ke Karangrejo menjadi aspirasi utama yang di usulkan masyarakat.

Aspirasi masyarakat tersebut disampaikan langsung kepada Anggota komisi II DPRD Kota Metro Efril Hadi, saat kegiatan Reses masa sidang ll, di rumah bapak Andi Kurniawan, RT 39, RW 07, Kelurahan Purwosari, Kecamatan Metro Utara, Rabu, (21/05/2025).

“Seperti yang kita saksikan bersama ada beberapa masukan dari masyarakat salah satunya terkait irigasi, tetapi memang ada beberapa atau satu titik yang memang harus diprioritaskan di jalan kucing RT 39 insyaallah akan kita kawal secara bersama-sama agar dapat direalisasikan,” ucap Efril.

Selain itu, ada usulan masyarakat meminta adanya jalan tembus dari RW 7 Purwosari ke Karangrejo, permasalahannya sekarang karena menyeberangi kali Bunut.

“Untuk itu kita akan berkoordinasi dengan pihak balai pengairan, karena kan belum tentu kita mengusulkan ke balai akan disetujui, terkait dengan jembatan yang harus kita bangun, maka dari itu kita akan mempelajari secara bersamaan-sama,” ujar Efril.

Efril menambahkan, dalam reses kali ini juga ada usulan terkait penambahan tiang PLN, untuk itu ia akan berkoordinasi dan mendorong pihak PLN agar hal tersebut juga dapat segera terealisasi.

“Tiang PLN di Metro Utara masih terdata sebagai SKS, tiang yang diusulkan akan dipasang dan berkoordinasi dengan pihak PLN juga terkait pengusulan penambahan lampu/ PJU berkaitan dengan ada nya tiang itu sendiri,” jelas Efril.

“Intinya saya siap bersama masyarakat, namanya kita berupaya, seperti terkait PLN, kita akan mengusulkan ke PLN untuk pengadaan tiang jalan yang menurut masyarakat sudah layak. Makanya tadi kita mendorong kepada lurahnya atau pamong untuk memberikan usulan yang betul-betul dari masyarakat, kita bersama masyarakat akan tetap mendorong,” tutup Efril. |(Rio).

Lek Dar : Targetnya Kita Memenuhi Keinginan Masyarakat Yang Memang Real dan Tersurvey

Metro | Serap aspirasi masyarakat, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Metro, fraksi Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Daerah Pemilihan (Dapil II ) Metro Utara, Sudarsono, menggelar reses ke dua tahun 2025, berlangsung di Kediamannya, Jalan Atmo Sentono, Kelurahan Karangrejo, Kecamatan Metro Utara, Rabu (21/5/2025).

Sudarsono mengatakan, dalam kesempatan tersebut pihaknya menggelar reses guna menampung aspirasi dari masyarakat khususnya di Kecamatan Metro Utara.

“Dalam reses kali ini, targetnya adalah kita memenuhi keinginan masyarakat yang memang real, dan memang tersurvey. Dan memang wajar mereka masyarakat membela keadilan terkait masalah jalan WR Supratman yang sudah ada korban meninggal, bahkan dari lebaran ada 13 kasus kecelakaan,” kata Sudarsono.

Selain itu, demi memberikan kenyamanan masyarakat saat melintas ruas jalan di Karangrejo Metro Utara, Sudarsono menghibahkan gajinya satu bulan untuk memperbaiki jalan tersebut.

“Kemarin sudah saya servis dengan kemampuan saya. Karena ada yang meninggal. Ini kami nanti di bulan delapan, gaji saya sebulan saya hibahkan untuk dandanin jalan dari perbatasan bedeng 22 sampai ke sini (Karangrejo, Metro Utara),” ujar Lek Dar, sapaan akrab Sudarsono.

Selain itu, terkait dengan sampah, dirinya juga pernah Operasi Tangkap Tangan (OTT) warga di luar Kota Metro yang membuang sampah di Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) di Karangrejo, Metro Utara.

“Saya sempat OTT waktu itu. Mereka dari luar Metro, malah masuk ke Metro. Ini berarti kan gak benar. Ke depannya harus ada semacam pencerahan, Walikota baru ini harus berani melaksanakan apa yang di Visi kan nya. Tapi kalau tidak ada perubahan, masih seperti ini, akan jadi mimpi,” ujar Darsono.

Dalam reses tersebut, masyarakat di Karangrejo, Metro Utara meminta Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) dan Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) dapat di swastakan.

“Sekarang gini, rumah sakit itu BLUD. Berapa sih keuntungannya, berapa sih pemasukan PAD Kota Metro, berapa sih primer dia, desain bisnis dia seperti apa, enggak ada. Kalau swasta kan, kami kecil-kecilan aja, nyatanya untung,” ungkap Darsono.

“Jadi, masyarakat meminta kepada pemerintah Kota Metro, supaya BLUD dan TPAS di Karangrejo dapat diswastakan,” pungkas Lek Dar. | (Rio).