Perkuat Nilai Persatuan, Gubernur Rahmat Mirzani Djausal Ikuti Dakwah Damai Indonesiaku

JurnalKota.net – Bandar Lampung – Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, menghadiri acara Damai Indonesiaku yang bertema “Hidup Plong, Tanpa Sifat Sombong” di Masjid Raya Al-Bakrie, Minggu (14/09/2025). Acara ini diselenggarakan sebagai bagian dari rangkaian peresmian masjid yang baru saja diresmikan pada Jumat, 12 September 2025.

Masjid Raya Al-Bakrie tidak hanya difungsikan sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat kegiatan keagamaan berskala nasional dan internasional. Hal ini ditegaskan dengan diselenggarakannya program religi Damai Indonesiaku yang disiarkan langsung oleh stasiun televisi tvOne. Program ini dikenal luas karena mengemas dakwah Islam dengan cara yang menarik dan mudah dipahami.

Acara Damai Indonesiaku hari ini diisi oleh penceramah kenamaan, Ustadz Das’ad Latief dan K.H. Cholil Nafis. Dalam ceramahnya, K.H. Cholil Nafis menyampaikan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dengan menjadikan agama sebagai landasan, bukan sumber perpecahan.

Ia juga mengajak umat untuk mengedepankan toleransi dan saling pengertian, serta menghindari konflik yang sering kali muncul akibat perbedaan pendapat. K.H. Cholil Nafis juga menekankan agar umat Islam berdakwah dengan cara yang santun dan bijaksana.

Acara ini berjalan dengan khidmad dan disambut antusias oleh para jamaah yang hadir, menunjukkan dukungan penuh terhadap nilai-nilai perdamaian dan persatuan yang diserukan.*

Dukung Program Nasional, Sekdaprov Lampung Marindo Kurniawan Pastikan Data Akurat

JK, BANDAR LAMPUNG – Pemerintah Provinsi Lampung memperkuat sinergi dengan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung dalam rangka mendukung pembangunan berbasis data yang akurat dan komprehensif. Hal ini ditandai dengan audiensi Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan, bersama Kepala BPS Provinsi Lampung di Ruang Kerja Sekdaprov, Jumat (12/09/2025).

Pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut dari kunjungan BPS kepada Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, sehari sebelumnya, Kamis (11/09/2025). Pemerintah Provinsi Lampung dan BPS meneguhkan komitmen bersama untuk menyukseskan dua agenda nasional, yaitu Hari Statistik Nasional (HSN) 2025 dan Sensus Ekonomi (SE) 2026.

Sekdaprov Marindo Kurniawan menegaskan, keberhasilan agenda nasional tersebut sangat bergantung pada kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.

“Data yang akurat menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan yang tepat sasaran dan berkelanjutan. Pemprov Lampung siap mendukung penuh langkah BPS, baik dalam penyediaan data maupun peningkatan literasi statistik di masyarakat,” ujar Marindo.

Sebagai bagian dari upaya meningkatkan literasi statistik, BPS Provinsi Lampung menerbitkan sejumlah buku dengan bahasa sederhana agar mudah dipahami masyarakat, di antaranya:

1. Cerita di Balik Dua Belas Indikator

2. Statistik Berkisah

3. Potret Kemiskinan di Provinsi Lampung

Publikasi ini diharapkan dapat membantu masyarakat memahami peran penting data statistik dalam kehidupan sehari-hari sekaligus meningkatkan kesadaran publik bahwa data merupakan instrumen vital pembangunan.

Dengan kerja sama yang erat antara Pemerintah Provinsi Lampung dan BPS, diharapkan tersaji data berkualitas yang menjadi landasan kuat bagi perencanaan pembangunan daerah serta mendukung pencapaian program nasional.(*)

Dukung Program Nasional, Sekdaprov Lampung Marindo Kurniawan Pastikan Data Akurat

JK, BANDAR LAMPUNG – Pemerintah Provinsi Lampung memperkuat sinergi dengan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung dalam rangka mendukung pembangunan berbasis data yang akurat dan komprehensif. Hal ini ditandai dengan audiensi Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan, bersama Kepala BPS Provinsi Lampung di Ruang Kerja Sekdaprov, Jumat (12/09/2025).

Pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut dari kunjungan BPS kepada Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, sehari sebelumnya, Kamis (11/09/2025). Pemerintah Provinsi Lampung dan BPS meneguhkan komitmen bersama untuk menyukseskan dua agenda nasional, yaitu Hari Statistik Nasional (HSN) 2025 dan Sensus Ekonomi (SE) 2026.

Sekdaprov Marindo Kurniawan menegaskan, keberhasilan agenda nasional tersebut sangat bergantung pada kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.

“Data yang akurat menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan yang tepat sasaran dan berkelanjutan. Pemprov Lampung siap mendukung penuh langkah BPS, baik dalam penyediaan data maupun peningkatan literasi statistik di masyarakat,” ujar Marindo.

Sebagai bagian dari upaya meningkatkan literasi statistik, BPS Provinsi Lampung menerbitkan sejumlah buku dengan bahasa sederhana agar mudah dipahami masyarakat, di antaranya:

1. Cerita di Balik Dua Belas Indikator

2. Statistik Berkisah

3. Potret Kemiskinan di Provinsi Lampung

Publikasi ini diharapkan dapat membantu masyarakat memahami peran penting data statistik dalam kehidupan sehari-hari sekaligus meningkatkan kesadaran publik bahwa data merupakan instrumen vital pembangunan.

Dengan kerja sama yang erat antara Pemerintah Provinsi Lampung dan BPS, diharapkan tersaji data berkualitas yang menjadi landasan kuat bagi perencanaan pembangunan daerah serta mendukung pencapaian program nasional.(*)

Dukung Program Nasional, Sekdaprov Lampung Marindo Kurniawan Pastikan Data Akurat

JK, BANDAR LAMPUNG – Pemerintah Provinsi Lampung memperkuat sinergi dengan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung dalam rangka mendukung pembangunan berbasis data yang akurat dan komprehensif. Hal ini ditandai dengan audiensi Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan, bersama Kepala BPS Provinsi Lampung di Ruang Kerja Sekdaprov, Jumat (12/09/2025).

Pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut dari kunjungan BPS kepada Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, sehari sebelumnya, Kamis (11/09/2025). Pemerintah Provinsi Lampung dan BPS meneguhkan komitmen bersama untuk menyukseskan dua agenda nasional, yaitu Hari Statistik Nasional (HSN) 2025 dan Sensus Ekonomi (SE) 2026.

Sekdaprov Marindo Kurniawan menegaskan, keberhasilan agenda nasional tersebut sangat bergantung pada kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.

“Data yang akurat menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan yang tepat sasaran dan berkelanjutan. Pemprov Lampung siap mendukung penuh langkah BPS, baik dalam penyediaan data maupun peningkatan literasi statistik di masyarakat,” ujar Marindo.

Sebagai bagian dari upaya meningkatkan literasi statistik, BPS Provinsi Lampung menerbitkan sejumlah buku dengan bahasa sederhana agar mudah dipahami masyarakat, di antaranya:

1. Cerita di Balik Dua Belas Indikator

2. Statistik Berkisah

3. Potret Kemiskinan di Provinsi Lampung

Publikasi ini diharapkan dapat membantu masyarakat memahami peran penting data statistik dalam kehidupan sehari-hari sekaligus meningkatkan kesadaran publik bahwa data merupakan instrumen vital pembangunan.

Dengan kerja sama yang erat antara Pemerintah Provinsi Lampung dan BPS, diharapkan tersaji data berkualitas yang menjadi landasan kuat bagi perencanaan pembangunan daerah serta mendukung pencapaian program nasional.(*)

Wulan Mirza Kunjungi Bocah Penderita Gizi Buruk di Natar: “Kita Dampingi Sampai Sembuh”

JurnalKota.net – Lampung Selatan, 13 September 2025 – Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Lampung, Purnama Wulan Sari Mirza, yang akrab disapa Batin Wulan, turun langsung mengunjungi Rendy Aditia (10), bocah asal Dusun Gedong Bendo, Desa Rulung Sari, Kecamatan Natar, Lampung Selatan, yang mengalami gizi buruk.

Dalam kunjungan tersebut, Batin Wulan tidak hanya hadir memberikan dukungan moril bagi keluarga. Tetapi juga memastikan adanya intervensi cepat dari Pemerintah Provinsi Lampung.

“Kami hadir bukan hanya menyerahkan bantuan, tetapi memastikan Rendy mendapat pendampingan sampai benar-benar sehat. Anak-anak Lampung harus tumbuh kuat, cerdas, dan ceria,” ujar Batin Wulan.

Bantuan awal yang disalurkan dari Dinas Kesehatan Provinsi Lampung menyerahkan bantuan uang tunai dan buah-buahan untuk mendukung pemulihan gizi. TP PKK Provinsi Lampung memberikan paket susu untuk kebutuhan tambahan nutrisi. Serta Dinas Sosial Provinsi Lampung menyalurkan paket sembako untuk kebutuhan keluarga sehari-hari.

Selain itu, tim pendamping telah menyiapkan ambulans jika pasien perlu segera dirujuk ke Rumah Sakit Umum Abdul Moeloek (RSUAM) di Bandar Lampung.

Batin Wulan menegaskan, pendampingan tidak akan berhenti pada bantuan awal. Pemerintah Provinsi melalui Dinas Kesehatan bersama PKK Lampung akan melakukan pemantauan dan pendampingan jangka panjang hingga kondisi Rendy kembali pulih.

“Kami ingin memastikan tidak ada lagi anak-anak Lampung yang luput dari perhatian. Intervensi gizi bukan hanya sekali, tetapi harus terus dikawal,” tegasnya.

Rendy merupakan anak ketiga dari pasangan Widodo, seorang buruh tani, dan Langgeng Ningsih, ibu rumah tangga yang sesekali bekerja di ladang warga. Keterbatasan ekonomi membuat keluarga ini kesulitan membawa anak mereka ke rumah sakit.

Melihat kondisi tersebut, Batin Wulan mengajak semua pihak untuk lebih peka terhadap keluarga pra-sejahtera di sekitar lingkungan.

“Ini tanggung jawab bersama. Mari kita saling peduli, saling membantu, agar tidak ada lagi anak Lampung yang menderita karena kekurangan gizi,” pesan Batin Wulan.

Kunjungan ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Lampung dalam menekan angka stunting dan kasus gizi buruk,l. Sejalan dengan program prioritas nasional makan bergizi gratis dari Presiden RI.

Melalui PKK, Dinas Kesehatan, dan Dinas Sosial, Pemprov Lampung berkomitmen untuk memberikan perhatian penuh terhadap kasus-kasus serupa di seluruh kabupaten/kota.*

Dukung Agenda Nasional, Pemprov Lampung Komitmen Hadirkan Data yang Akurat

JurnalKota.net – Bandar Lampung —- Pemerintah Provinsi Lampung terus memperkuat kolaborasi dengan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung dalam rangka mendukung pembangunan yang berbasis data akurat dan komprehensif. Sinergi ini ditandai dengan audiensi antara Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan dengan Kepala BPS Provinsi Lampung pada Jumat (12/9/2025), di Ruang Kerja Sekdaprov.

Pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut dari kunjungan BPS sebelumnya kepada Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal pada Kamis (11/9/2025). Melalui rangkaian pertemuan ini, Pemerintah Provinsi Lampung bersama BPS meneguhkan komitmen untuk menyukseskan dua agenda nasional, yaitu Hari Statistik Nasional (HSN) 2025 dan Sensus Ekonomi (SE) 2026.

Pemerintah Provinsi Lampung sepakat bahwa keberhasilan kedua agenda nasional tersebut sangat bergantung pada dukungan penuh semua pihak. Data yang akurat dan menyeluruh menjadi landasan penting bagi penyusunan kebijakan yang tepat sasaran dan berkelanjutan.

Selain itu, Pemerintah Provinsi Lampung juga mendukung langkah BPS dalam meningkatkan literasi statistik di masyarakat. Salah satu upaya nyata adalah penerbitan sejumlah buku dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami, di antaranya :

Buku 1: Cerita di Balik Dua Belas Indikator.

Buku 2: Statistik Berkisah.

Buku 3: Potret Kemiskinan di Provinsi Lampung.

Melalui publikasi tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat memahami peran penting statistik dalam kehidupan sehari-hari, sekaligus mendorong kesadaran bahwa data merupakan instrumen vital dalam pembangunan.

Dengan kerja sama yang solid dengan BPS serta dukungan peningkatan literasi statistik di masyarakat, Pemerintah optimis, Lampung dapat menghadirkan data berkualitas yang menjadi dasar kuat dalam perencanaan pembangunan daerah.*

Menteri Agama Resmikan Masjid Raya Al-Bakrie, Hadirkan Pusat Ibadah dan Ekonomi Umat di Lampung

JurnalKota.net – BANDAR LAMPUNG — Menteri Agama RI Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar, M.A., meresmikan Masjid Raya Al-Bakrie, Enggal, Bandarlampung, Jumat (12/09/2025). Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Menteri Agama, bersama Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal dan tokoh nasional Aburizal Bakrie dari perwakilan keluarga Bakrie.

Acara peresmian diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, laporan pembangunan oleh Aninditha Anestya Bakrie, dan sambutan Menteri Agama RI Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar, M.A.
Usai peresmian, dilaksanakan salat Jumat berjemaah, ramah tamah, serta kegiatan sosial berupa pembagian sembako dan santunan.

Dengan hadirnya Masjid Raya Al-Bakrie, Pemerintah Provinsi Lampung menegaskan bahwa pembangunan tidak hanya menyentuh infrastruktur fisik, tetapi juga aspek spiritual, sosial, dan ekonomi. Masjid ini diharapkan menjadi ikon baru yang memperkuat identitas religius sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat Lampung.

Masjid megah yang berdiri di atas lahan seluas 22.000 meter persegi ini mampu menampung hingga 12.000 jemaah. Selain sebagai pusat ibadah, masjid ini juga dirancang menjadi pusat pembinaan umat dan aktivitas sosial-ekonomi, dengan fasilitas ballroom serbaguna, ruang terbuka hijau, taman bermain ramah keluarga, serta lebih dari 70 gerai UMKM yang dapat menggerakkan roda perekonomian masyarakat.

Aburizal Bakrie yang mewakili keluarga besar Bakrie menyampaikan pesan terkait pemeliharaan masjid. Menurutnya, keberadaan Masjid Raya Al-Bakrie harus dijaga bersama, tidak hanya sebagai bangunan megah, tetapi juga agar tetap bersih, nyaman, dan memberi manfaat bagi masyarakat luas.

“Saya sudah menitipkan kepada Bapak Gubernur agar masjid ini diolah dan dipelihara dengan sebaik-baiknya. Sesekali harus dibersihkan, jangan sampai orang beranggapan masjid besar tapi kurang terurus. Justru kita harus tunjukkan bahwa rumah Allah bisa dijaga tetap bersih, rapi, dan indah,” ujar Aburizal.

Ia menambahkan, masjid ini diharapkan menjadi pusat keberkahan bagi masyarakat Lampung. “Mudah-mudahan Masjid Raya Al-Bakrie memberi manfaat besar, mempersatukan umat, dan menghadirkan kebaikan yang berkelanjutan bagi daerah ini,” ujarnya.

Gubernur Rahmat Mirzani Djausal dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas hadirnya Masjid Raya Al-Bakrie yang ia sebut sebagai rumah besar umat Lampung.

“Masjid ini kita harapkan menjadi tempat anak-anak belajar Al-Qur’an, para pemuda menemukan jati diri dan arah hidup, orang tua bersujud memohon ampun, serta seluruh lapisan masyarakat berkumpul dalam semangat ukhuwah Islamiyah. Inilah rumah besar umat Lampung, yang akan terus melahirkan gagasan dan gerakan kebaikan,” ujarnya.

Gubernur menambahkan, kehadiran masjid ini juga sejalan dengan cita-cita Pemerintah Provinsi Lampung dalam membangun ikon-ikon daerah yang bermanfaat langsung bagi rakyat. “Masjid ini bukan hanya kebanggaan secara fisik, tetapi harus hidup dengan sifat-sifat yang indah. Ketika sifat itu terwujud, masyarakat tidak hanya kagum, tapi akan cinta, dan cinta inilah yang membuat masjid terus diramaikan dan dimakmurkan,” tambahnya.

Gubernur Mirza menekankan bahwa Masjid Raya Al-Bakrie tidak hanya diperuntukkan bagi ibadah, tetapi juga terbuka untuk kegiatan sosial, pendidikan Al-Qur’an, bahkan menjadi ruang kebersamaan lintas umat. Beliau juga menggagas ide untuk menjadikan masjid ini destinasi utama bagi para pendatang ke Lampung.

“Saya ingin setiap orang yang datang ke Lampung bisa singgah di Masjid Al-Bakri. Dari bandara, kita akan siapkan akses langsung ke sini. Sehingga yang diceritakan orang tentang Lampung nantinya adalah masjid yang indah ini,” jelasnya.

Sebagai tindak lanjut, Masjid Raya Al-Bakrie juga akan menjadi pusat kegiatan dakwah dan pendidikan keagamaan, termasuk menjadi lokasi program nasional Damai Indonesiaku TV One pada 13–14 September 2025 yang menghadirkan penceramah nasional dan terbuka untuk masyarakat umum.*

Sekretariat DPRD Lampung Selatan Meriahkan Hoarnas 2024 Lewat Pertandingan Voli

LAMPUNG SELATAN – Dalam rangka memeriahkan peringatan Hari Olahraga Nasional (Hoarnas) tahun 2024, tim Sekretariat DPRD…

Pemprov Lampung Perkuat Mitigasi Bencana Melalui Upaya Pelestarian Alam

JurnalKota.net – Bandar Lampung — Pemerintah Provinsi Lampung menegaskan langkah mitigasi bencana akan berfokus pada pelestarian alam, terutama kawasan hutan lindung dan taman nasional.

Hal tersebut diungkapkan oleh Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal dalam wawancara bersama sejumlah awak media seusai mengikuti Rapat Koordinasi Pembangunan Pertanian Provinsi Lampung di Ruang Sungkai Balai Keratun, Kantor Gubernur, Kamis (11/09/2025).

Seperti diketahui bahwa beberapa wilayah di Provinsi Lampung seperti Lampung Barat, Pesisir Barat, dan Tanggamus baru-baru ini mengalami banjir dan longsor akibat tingginya curah hujan, sehingga kondisi ini menjadi perhatian bersama sekaligus mendorong Pemerintah Provinsi Lampung untuk memperkuat langkah mitigasi dan kesiapsiagaan bencana di masa mendatang.

Gubernur Lampung dalam kesempatan tersebut mengungkapkan bahwa langkah awal yang dilakukan Pemerintah Provinsi Lampung dalam memitigasi adalah dengan menitikberatkan pada pelestarian lingkungan.

“Yang pertama kami sudah melakukan mitigasi dengan melakukan sosialisasi, pertama daerah-daerah, hutan lindung kita tidak ingin ada yang ditebangi, tidak ingin ada yang dirambah, tidak ingin ada yang berubah fungsi, hutan lindung, hutan kawasan, taman Nasional dan lain-lain karena itu adalah penjaga utama provinsi kita supaya gak banjir, supaya gak ada bencana dan lain-lain,” ucapnya.

Gubernur juga menambahkan bahwa menjaga kelestarian alam adalah kunci utama dalam mencegah risiko bencana.

“Alam harus tetap dijaga, itu konsep kami, pertama mitigasi kami itu dulu, kita tetap menjaga alam seperti sediakala, sebaik-baik mungkin,” sambungnya.

Terkait banjir besar yang terjadi di beberapa wilayah, Gubernur menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Lampung bersama pemerintah kabupaten/kota terus berkoordinasi untuk memastikan penanganan berjalan dengan baik serta meminimalisir dampak terhadap masyarakat.

“Ada banjir ini tentu kita sudah bekerja sama, ini menjadi koordinasi kami juga. Kami akan berusaha bagaimana kedepan tidak terjadi lagi, tapi intinya alam kedepan di Provinsi Lampung harus dijaga. Kerja sama dengan seluruh masyarakat Lampung itu bagaimana menjaga alam semua,” pungkasnya.*

Diseminasi Laporan Perekonomian Provinsi Lampung Triwulan II 2025, Pentingnya Sinergi Lintas Stakeholder untuk Percepat Hilirisasi Menuju Indonesia Emas 2045

JurnalKota.net – BANDAR LAMPUNG — Pemerintah Provinsi Lampung bersama Bank Indonesia menggelar Diseminasi Laporan Perekonomian Provinsi Lampung Triwulan II 2025 dengan tema “Sinergi Memperkuat Hilirisasi Komoditas Unggulan sebagai Motor Pertumbuhan Ekonomi yang Berkelanjutan”. Acara berlangsung di Ballroom Hotel Novotel, Bandar Lampung, Kamis (11/9/2025).

Dalam acara itu, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, diwakili Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Setda Provinsi Lampung Bani Ispriyanto. Acara diisi dengan pemaparan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung Bimo Epyanto dan Sekretaris Direktorat Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian RI Yulia Astuti.

Turut hadir, jajaran Forkopimda, perwakilan Bupati/Wali Kota, serta pelaku usaha industri di Lampung.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung Bimo Epyanto menyampaikan bahwa hingga Triwulan II 2025, perekonomian Lampung tumbuh solid di atas 5 persen, ditopang konsumsi rumah tangga dan industri pengolahan. Ke depan, pertumbuhan ekonomi diproyeksikan tetap kuat di kisaran 4,6–5,3 persen, dengan hilirisasi komoditas unggulan menjadi strategi utama meningkatkan nilai tambah dan daya saing daerah.

Senada dengan itu, Sekretaris Ditjen Industri Agro Kementerian Perindustrian RI Yulia Astuti menegaskan bahwa percepatan hilirisasi merupakan bagian dari Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dengan target pertumbuhan industri 7,45 persen pada 2029.

Industri agro, lanjutnya, adalah pilar pertumbuhan ekonomi nasional yang harus diperkuat melalui transformasi digital, pengembangan SDM, ekosistem inovasi berkelanjutan, serta dukungan pembiayaan dari dana perkebunan.

Ia menekankan pentingnya sinergi lintas pemangku kepentingan untuk mempercepat hilirisasi sebagai jalan menuju Indonesia Emas 2045.

Sementara itu, dalam sambutan yang dibacakan Bani Ispriyanto, Gubernur Lampung menegaskan bahwa laporan perekonomian Bank Indonesia bukan hanya kajian, tetapi instrumen penting bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan berbasis data, potensi, dan prospek pembangunan ke depan.

“Perekonomian Lampung sepanjang Triwulan II 2025 tumbuh solid sebesar 5,09 persen year on year, lebih tinggi dibanding rata-rata Sumatera,” ujar Bani Ispriyanto.

Untuk menjaga momentum tersebut, Bani Ispriyanto menilai Lampung harus memperkuat sektor primer seperti pertanian, perkebunan, perikanan, dan peternakan yang menjadi motor utama perekonomian sekaligus pusat produksi komoditas nasional.

Sebagai langkah konkret, dalam 100 hari kerja pertama, Pemprov Lampung telah menyalurkan 24 unit dryer padi serbaguna dan 4 mesin penepung mokaf bagi kelompok tani dan UMKM. Program ini menjadi bagian dari penguatan rantai pasok pangan sekaligus tahap awal mendukung hilirisasi.

Bani Ispriyanto menambahkan, keberhasilan hilirisasi membutuhkan energi kolektif dan sinergi lintas sektor, mulai dari pemerintah pusat dan daerah hingga pelaku usaha, UMKM, akademisi, dan perbankan. Pemprov Lampung sendiri berkomitmen menyiapkan infrastruktur pendukung, menciptakan iklim investasi yang kondusif, serta memberikan insentif bagi tumbuhnya industri pengolahan.

Menutup sambutannya, Bani Ispriyanto berharap forum ini tidak hanya memperkaya literatur ekonomi, tetapi juga menghasilkan rekomendasi konkret yang dapat menjadi arah pembangunan daerah.

“Mari kita jadikan hilirisasi sebagai gerakan bersama demi kesejahteraan petani, kemajuan industri, dan peningkatan daya saing Lampung di tingkat nasional maupun global,” ujarnya.*

Sinergi Pemprov Lampung dan BPS, Aplikasi Siger Siap Dukung Pengambilan Kebijakan Berbasis Data

JurnalKota.net – Bandar Lampung —- Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal menyatakan dukungannya terhadap pengembangan aplikasi Siger (Sinergi Gerak Bersama) yang digagas Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung.

Dukungan tersebut disampaikan saat menerima audiensi Kepala BPS Provinsi Lampung Ahmadriswan Nasution, di Ruang Kerja Gubernur, Kamis (11/9/2025).

Aplikasi Siger merupakan platform terintegrasi yang menyediakan data dan informasi terkait Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Keberadaan aplikasi ini diharapkan mampu memperkuat proses pengambilan keputusan pemerintah agar lebih akurat, tepat sasaran, dan berbasis data, khususnya dalam upaya pengentasan kemiskinan.

Sementara itu, Kepala BPS Provinsi Lampung Ahmadriswan Nasution menjelaskan, aplikasi Siger hadir sebagai jawaban atas kebutuhan pemerintah daerah dalam mengakselerasi program penanggulangan kemiskinan.

Siger merupakan aplikasi kolaboratif yang memanfaatkan DTSEN sehingga lebih tepat dalam memberikan intervensi kebijakan.

Dalam audiensi tersebut, Ahmadriswan juga menyampaikan rencana peringatan Hari Statistik Nasional (HSN) yang jatuh pada 26 September mendatang.

Peringatan HSN di Lampung akan diisi dengan berbagai kegiatan, antara lain apel HSN yang melibatkan 1.000 pegawai BPS beserta mitra, sosialisasi Sensus Ekonomi 2026, serta launching tiga buku statistik yang bertema literasi statistik, implementasi indikator, dan pengentasan kemiskinan.*

Siaga Bangsitnas Serta Asah Naluri Tempur Prajurit Yonif 9 Marinir Laksanakan Hanmars Dan Latihan Menembak

JK, PESAWARAN – TNI AL, Kormar, Brigif 4 Marinir, Yonif 9 Marinir. Dalam rangka menyikapi perkembangan situasi nasional saat ini dan mempersiapkan diri untuk menghadapi penugasan yang akan datang, prajurit Yonif 9 Marinir laksanakan Hanmars dan latihan menembak bertempat di Ksatrian Yonif 9 Marinir, Batumenyan, Teluk Pandan, Pesawaran Lampung.Kamis (11/09/2025).

Kegiatan diawali apel organik, senam peregangan dan melaksanakan Hanmars dengan rute luar ksatrian Yonif 9 Marinir dilanjutkan dengan menembak senapan dan pistol. Adapun materi yang dilatihkan meliputi menembak senapan jarak 100 Meter, Untuk menembak pistol jarak 25 Meter yang dilaksanakan secara terencana dan terukur ini bertujuan untuk mengasah kemampuan dasar perorangan prajurit, khususnya dalam hal akurasi, kecepatan dan ketepatan di sasaran.

Latihan ini merupakan bagian dari program pembinaan prajurit  dalam menjaga kebugaran tubuh dan memenuhi salah satu kewajiban yang mutlak harus di kuasai oleh prajurit Korps Marinir yaitu menembak, baik senapan maupun pistol.

Komandan Batalyon Infanteri 9 Marinir Letkol Marinir Achmad Toripin, S.A.P., M. Tr.Opsla., menyampaikan,”Melalui latihan ini, diharapkan setiap prajurit menjaga kebugaran tubuh serta untuk menyakinkan senjata perorangan yang melekat siap tempur dalam penugasan,”Ujarnya.(*)

Kolaborasi Multi-Pihak Diperkuat, Lampung Siapkan Diri Jadi Sentra Industri Agro

JurnalKota.net – Bandar Lampung – Perekonomian Provinsi Lampung mencatat kinerja positif dengan pertumbuhan sebesar 5,09 persen pada triwulan II tahun 2025, melampaui rata-rata pertumbuhan kawasan Sumatra. Capaian ini menjadi sinyal kuat bahwa Lampung mampu menjaga momentum pemulihan ekonomi sekaligus memperkuat posisinya sebagai lumbung pangan dan pusat produksi komoditas strategis nasional.

Hal tersebut disampaikan Staf Ahli Gubernur Lampung Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Bani Ispriyanto, mewakili Gubernur Rahmat Mirzani Djausal dalam acara Diseminasi Laporan Perekonomian Provinsi Lampung yang digelar Bank Indonesia Perwakilan Lampung di Ballroom Hotel Novotel, Kamis (11/9/2025).

Mengusung tema “Sinergi Memperkuat Hilirisasi Komoditas Unggulan sebagai Motor Pertumbuhan Ekonomi yang Berkelanjutan”, forum tersebut menghadirkan pejabat Kementerian Perindustrian, pelaku usaha besar, seperti PT. Great Giant Pineapple dan PT. Kurnia Alam, pimpinan perbankan, akademisi, hingga asosiasi pelaku usaha.

“Pertumbuhan ekonomi Lampung yang solid ini perlu terus diperkuat dengan hilirisasi. Sektor pertanian, perkebunan, perikanan, dan peternakan harus menjadi motor penggerak, bukan hanya sebagai penghasil bahan mentah, tetapi diolah menjadi produk bernilai tambah tinggi,” ujar Bani saat membacakan sambutan Gubernur.

Ia menegaskan, program hilirisasi sejalan dengan RPJMN 2025–2029 yang menitikberatkan pada pembangunan industri pengolahan komoditas unggulan padat karya, padat teknologi, dan berorientasi ekspor. Lampung, menurutnya, memiliki peluang besar menjadi pusat industri agro nasional dengan dukungan kawasan industri dan kawasan ekonomi khusus yang terus berkembang.

Dalam 100 hari kerja, Pemprov Lampung telah menyalurkan 24 unit dryer padi dan 4 mesin penepung mockup kepada kelompok tani dan UMKM sebagai langkah nyata memperkuat rantai pasok pangan. Dukungan pembiayaan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR), dana desa, hingga koperasi juga disebut menjadi instrumen penting mendorong produktivitas petani dan UMKM.

“Keberhasilan hilirisasi membutuhkan sinergi seluruh pihak, mulai dari pemerintah pusat, provinsi, hingga desa. Dunia usaha perlu memperkuat kemitraan dengan petani, akademisi menghadirkan inovasi teknologi pascapanen, sementara perbankan menyalurkan pembiayaan untuk sektor produktif,” katanya.

Dengan strategi tersebut, Gubernur optimistis Lampung mampu mempercepat transformasi ekonomi, mengurangi ketergantungan pada ekspor bahan mentah, serta menjadikan hilirisasi sebagai motor pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan.

“Forum ini bukan hanya memperkaya literatur ekonomi, tetapi juga harus melahirkan rekomendasi konkret bagi pembangunan daerah. Mari jadikan hilirisasi sebagai gerakan bersama demi kesejahteraan petani, kemajuan industri, dan daya saing Lampung di tingkat nasional maupun global,” tutupnya.

Kegiatan dilanjutkan dengan talkshow yang dimoderatori Jurnalis sekaligus presenter Metro TV, Jessica Wulandari dan menghadirkan 4 narasumber profesional yaitu : Kepala Bank Indonesia Perwakilan Lampung Bimo Epyanto, Sekretaris Direktorat Jendral Industri Agro Kementerian Perindustrian RI, Yulia Astuti, Direktur Corporate PT. Great Giant Pineapple Welly Soegiono dan Excecutive Director PT. Sumber Karunia Alam Mulyono Susilo.

Dalam sesi diskusi, Kepala Bidang Perencanaan Perekonomian Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Provinsi Lampung, Ridwan Saifuddin menambahkan bahwa Pemerintah Provinsi Lampung telah menjadikan hilirisasi sebagai instrumen utama dan sejalan dengan program strategis nasional yang telah dijabarkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah dan Jangka Panjang Daerah (RPJMD dan RPJPD) Lampung.

Ridwan mengatakan bahwa pertanian menjadi basis utama program hilirisasi di Provinsi Lampung, melalui pendekatan share value diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah bagi masyarakat. Menurutnya proses hilirisasi pertanian di Lampung masih menghadapi tantangan yang sangat besar dan membutuhkan sinergi dan kolaborasi dari semua pihak baik pihak industri swasta, akademisi dan pelaku pertanian kecil dan menengah serta pemerintah pusat.

Sementara itu Subhan Siafari, Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran hasil perkebunan Dinas Perkebunan Provinsi Lampung, mengatakan bahwa Pemerintah Provinsi Lampung melalui Dinas Perkebunan Provinsi Lampung dalam upayanya meningkatkan hilirisasi di sektor perkebunan telah melakukan berbagai upaya konkrit melalui peningkatan produktivitas dan populasi tanaman perkebunan dan menjalin kolaborasi dengan berbagai pihak.

Dari sisi akademisi, Arivina Ratih Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Lampung memberikan insight bahwa hilirisasi dari sudut pandang ekonomi adalah memberdayakan sumber daya yang dimiliki agar dapat menghasilkan added value yang lebih besar. Tantangan seperti iklim investasi, penyesuaian dan kontribusi pendidikan pada hilirisasi serta implementasi kebijakan di lapangan menjadi beberapa faktor yang perlu mendapatkan perhatian.

Diskusi ini diharapkan dapat dilanjutkan untuk mewujudkan hilirisasi produk unggulan di Provinsi Lampung. Kesamaan pandangan, startegi dan komitmen menjadi instrumen penting dalam mewujudkan hilirisasi yang dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi Provinsi Lampung.*

Membangun Harapan di Atas Sungai, Gubernur Lampung Gerakkan Gotong Royong Perbaiki Jembatan Viral Tampang Muda

JurnalKota.net – Tanggamus, Lampung – Semangat gotong royong, warisan luhur bangsa Indonesia, kembali menyala di bumi Lampung. Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, menunjukkan aksi nyata kepemimpinan responsif dengan turun langsung merespon kondisi darurat Jembatan Gantung Tampang Muda di Kecamatan Pematang Sawa, Tanggamus.

Jembatan yang sempat viral di media sosial karena kondisinya yang rusak dan membahayakan, kini tengah diperbaiki lewat kolaborasi luar biasa lintas elemen masyarakat.

Jembatan yang menjadi satu-satunya akses utama bagi warga, termasuk anak-anak sekolah, sebelumnya nyaris tak layak pakai. Namun, Gubernur yang akrab disapa Mirza ini tak tinggal diam. Ia menginisiasi aksi gotong royong massal, menggandeng Vertical Rescue Indonesia (VRI) Regional Lampung, Pemerintah Kabupaten Tanggamus, masyarakat desa, pelajar, mahasiswa, hingga organisasi pencinta alam untuk membangun kembali jembatan harapan itu.

“Akses pendidikan dan keselamatan anak-anak kita adalah hal yang tidak bisa ditawar. Jembatan ini bukan hanya soal penyambung dua tempat, tetapi penyambung masa depan mereka. Saya mengapresiasi semangat semua relawan dan elemen masyarakat yang dengan cepat merespon call to action ini. Ini adalah bukti nyata kekuatan kolaborasi kita. Saya minta perbaikan dilaksanakan dengan cepat dengan hasil terbaik” tegas Gubernur Mirza saat memberikan arahan.

Ia juga memerintahkan agar perbaikan dilaksanakan secepat mungkin dengan hasil terbaik. Tanggapannya yang cepat dan langsung di lapangan menjadi contoh kepemimpinan yang peduli dan berpihak pada rakyat.

Melalui pendekatan yang kolaboratif dan inklusif. Pemprov Lampung dan Pemkab Tanggamus bertindak sebagai fasilitator, sementara kekuatan utamanya berasal dari para relawan terlatih VRI, didukung penuh oleh pelajar, mahasiswa, dan warga lokal.

Vertical Rescue Indonesia, yang dikenal lewat program nasional“1000 Jembatan Gantung Untuk Indonesia”, langsung menurunkan tim teknis ke lokasi. Mereka telah melakukan survei, membangun sinergi di lapangan, dan berkomitmen menyelesaikan perbaikan jembatan ini paling lambat akhir September 2025. Target ini ditetapkan agar para pelajar dapat kembali beraktivitas dengan aman.

“Ini adalah tugas kemanusiaan. Kami dari VRI Lampung siap memimpin usaha teknis di lapangan dengan standar keselamatan tertinggi,” ujar Muhammad Kariskun, Koordinator VRI Regional Lampung.

“Dukungan semua pihak, dari pemerintah hingga warga yang menyumbang tenaga dan logistik, sangat menguatkan kami.” lanjutnya.

Perbaikan Jembatan Gantung Tampang Muda bukan sekadar proyek infrastruktur, tapi simbol solidaritas, kepedulian, dan kepemimpinan yang hadir untuk rakyat. Aksi ini juga membuktikan bahwa semangat gotong royong masih menjadi kekuatan utama masyarakat Lampung dalam menghadapi tantangan bersama.

Dengan semangat ini, Jembatan Tampang Muda akan kembali berdiri kokoh, bukan hanya sebagai penghubung dua wilayah, tapi sebagai penyambung harapan dan masa depan generasi penerus bangsa.*

Bimtek E-Purchasing, Langkah Lampung Menuju Pengadaan yang Transparan dan Digital

JurnalKota.net – Bandar Lampung, —- Pemerintah Provinsi Lampung melalui Biro Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) menggelar Sosialisasi dan Bimbingan Teknis (Bimtek) Proses Pengadaan E-Purchasing melalui platform Mbizmarket. Kegiatan yang dibuka secara resmi oleh Kepala Biro PBJ Setdaprov Lampung, Puadi Jailani ini berlangsung di Gedung Pusiban, Kamis (11/9/2025).

Dalam sambutannya, Karo PBJ Puadi Jailani menekankan pentingnya adaptasi terhadap perkembangan regulasi dan teknologi pengadaan barang/jasa pemerintah.

Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 46 Tahun 2025 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah pada pasal 50 ayat 5 disampaikan bahwa pelaksanaan E-Purchasing wajib dilakukan untuk memenuhi kebutuhan barang/jasa apabila tersedia dalam Katalog elektronik.

Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) RI bekerjasama dengan PT. Telekomunikasi Indonesia telah mengembangkan Katalog Elektronik Versi 6 dan diimplementasikan dalam Proses Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah. Dengan telah diimplementasikannya Katalog Elektronik Versi 6 ini, kata Puadi Jailani, maka Katalog Elektronik Versi 5 secara keseluruhan telah dinonaktifkan.

Kemudian, LKPP juga telah mengeluarkan Surat Edaran Nomor : 9390/D.2.3/05/2025 tanggal 14 Mei 2025 perihal Pemberlakukan Toko Daring dalam Proses Pengadaan Barang/Jasa. Dalam Surat Edaran tersebut disampaikan bahwa Toko Daring LKPP masih tetap beroperasi dan dapat dimanfaatkan sebagai media belanja Kementerian/Lembaga dan Pemerintah Daerah.

Lebih lanjut, Puadi menyoroti potensi belanja pengadaan di Provinsi Lampung yang sangat besar. Berdasarkan data APBD Tahun Anggaran 2025, total potensi belanjanya mencapai Rp 2,548 triliun, dengan nilai yang dialokasikan untuk E-Purchasing sebesar Rp 1,207 triliun.

“Berdasarkan pemantauan dari AMEL LKPP, realisasi belanja Pemprov Lampung di Katalog Elektronik hingga saat ini mencapai Rp 478 miliar dan di Toko Daring sebesar Rp 6,02 miliar. Artinya, masih tersisa potensi belanja E-Purchasing senilai Rp 723 miliar yang harus kita optimalkan sepanjang 2025,” paparnya.

Menyikapi hal tersebut, Puadi Jailani memberikan dua arahan utama kepada seluruh peserta yang terdiri dari Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan Pejabat Pengadaan di lingkungan Pemprov Lampung.

Pertama, ia mendorong para PPK dan Pejabat Pengadaan untuk memanfaatkan Katalog Elektronik dan Toko Daring secara maksimal dalam setiap proses pengadaan.

Kedua, ia meminta agar para penyedia, khususnya Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), didorong untuk segera memiliki akun INAPROC dan memasukkan produknya ke dalam Katalog Elektronik Versi 6 dan Toko Daring LKPP.

“Kami juga membuka kesempatan seluas-luasnya kepada marketplace nasional yang tergabung dalam tokodaring.lkpp.go.id untuk mensosialisasikan proses bisnisnya kepada seluruh Perangkat Daerah di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota se-Lampung,” tambahnya.

Puadi berharap seluruh peserta dapat memanfaatkan momen Bimtek ini untuk menggali informasi dan pengetahuan sebanyak-banyaknya dari narasumber, khususnya terkait mekanisme belanja melalui Toko Daring Mbizmarket. Di akhir sambutan, ia menyampaikan apresiasi kepada tim Mbizmarket atas penyelenggaraan kegiatan ini.*