Ketua DPRD Lampung Ahmad Giri Akbar Hadiri Monitoring Pengamanan Malam Tahun Baru 2026 di Mapolresta Bandar Lampung

Lampung – Ketua DPRD Provinsi Lampung, Ahmad Giri Akbar, menghadiri kegiatan monitoring pengamanan malam Tahun Baru 2026…

Ribuan PPPK Paruh Waktu Lampung Selatan Tanam Pohon Serentak, Gaungkan Kampanye “Pohon Asuh”

Lampung Selatan – Sebanyak 5.792 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu di Kabupaten Lampung…

Pemdes Haduyang Klarifikasi Akses Jalan Dusun Puloraya, Kondisi Utama Sudah Layak

Lampung Selatan – Pemerintah Desa (Pemdes) Haduyang, Kecamatan Natar, memberikan klarifikasi terkait pemberitaan yang menyebutkan akses…

Kado Akhir Tahun, Ribuan Honorer Lampung Selatan Resmi Jadi PPPK Paruh Waktu

Lampung Selatan – Suasana haru dan bahagia mewarnai Lapangan Radin Inten, Kalianda, Rabu (24/12/2025), saat 5.792…

AKBP Vicky Dzulkarnain Terpilih Secara Aklamasi sebagai DANMENWA Lampung Periode 2025–2028

Bandar Lampung – AKBP Vicky Dzulkarnain, S.Ag., M.M. terpilih secara aklamasi sebagai Komandan Resimen Mahasiswa (DANMENWA) Provinsi Lampung periode 2025–2028 dalam Rapat Komando Daerah (RAKOMDA) Resimen Mahasiswa Raden Intan Provinsi Lampung.

RAKOMDA tersebut digelar pada Sabtu, 20 Desember 2025, bertempat di Gedung Serba Guna (GSG) UIN Raden Intan Lampung. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka pemilihan DANMENWA Lampung untuk masa bakti selanjutnya.

Rapat dibuka secara resmi oleh DANMEN Maharatan Lampung AKBP (Purn) Muchtar, S.E., S.H., M.H. Selanjutnya, sambutan disampaikan oleh Rektor UIN Raden Intan Lampung serta Kolonel Sus Drs. H. Ahmad Yani, S.H., M.H., yang menegaskan pentingnya peran strategis Resimen Mahasiswa dalam pembinaan karakter, bela negara, dan kepemimpinan generasi muda.

Proses pemilihan DANMENWA Lampung berlangsung secara musyawarah mufakat dan menghasilkan keputusan aklamasi yang menetapkan AKBP Vicky Dzulkarnain sebagai komandan terpilih.

RAKOMDA tersebut turut dihadiri oleh berbagai unsur strategis, di antaranya Dewan Pimpinan Nasional IARMI yang mengikuti kegiatan secara virtual melalui Zoom, Dewan Pimpinan Provinsi IARMI Lampung, jajaran DANMEN beserta staf, DANSUB Bandar Lampung, DANSUB Metro, DANSUB Pringsewu, dan DANSUB Lampung Selatan, serta delapan Danyon Menwa se-Provinsi Lampung.

Selain itu, kegiatan juga diikuti oleh sekitar 150 personel Menwa aktif se-Lampung, Rektor Universitas Muhammadiyah Pringsewu, serta AKBP Radius Utama, S.H., M.H. dari Polda Lampung.

Dengan terpilihnya AKBP Vicky Dzulkarnain sebagai DANMENWA Lampung, diharapkan Resimen Mahasiswa Provinsi Lampung semakin solid, profesional, dan mampu berkontribusi aktif dalam pembinaan mahasiswa serta penguatan nilai-nilai kebangsaan dan bela negara di Bumi Ruwa Jurai.

Bupati Lampung Selatan Terima Anugerah Daerah Harmonis dan Berkelanjutan dari JMSI Lampung

Bandar Lampung – Komitmen Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, dalam mewujudkan pembangunan daerah yang harmonis…

Bunda Eva Buka APEKSI Outlook 2025: Semangat Kolaborasi Antar Kota

Bandar LampungAsosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia Outlook 2025 menjadi forum strategis nasional yang mempertemukan pemerintah kota se-Indonesia untuk memperkuat kolaborasi, bertukar gagasan, serta mendorong inovasi pelayanan publik dan pembangunan daerah berkelanjutan.

Sebagai tuan rumah APEKSI Outlook 2025, Pemerintah Kota Bandar Lampung mengawali rangkaian kegiatan dengan prosesi adat Begawi Jejama pada Sabtu (20/12/2025). Prosesi adat ini menjadi simbol pembuka sekaligus penyambutan resmi bagi para wali kota dari berbagai daerah, pelaku UMKM, serta masyarakat.

Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana menjelaskan bahwa Begawi Jejama merupakan tradisi adat Lampung yang bermakna bekerja bersama-sama. Nilai tersebut dinilai selaras dengan semangat APEKSI sebagai forum kolaboratif yang menekankan kebersamaan dan kekompakan antarkepala daerah dalam membangun kota masing-masing.

APEKSI Outlook 2025 menjadi momentum strategis

Begawi Jejama Buka APEKSI Outlook 2025, Bandar Lampung Tegaskan Semangat Kolaborasi Antar Kota

Menurut Eva Dwiana, pelaksanaan APEKSI Outlook 2025 juga menjadi momentum strategis untuk memperluas jejaring kerja sama lintas daerah serta mendorong lahirnya inovasi dan tata kelola pemerintahan yang lebih efektif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Selain membahas pembangunan, Wali Kota Bandar Lampung juga mengajak seluruh pemerintah kota meningkatkan kewaspadaan dan koordinasi, khususnya dalam menghadapi tantangan daerah dan dinamika cuaca yang tidak menentu.

Melalui APEKSI Outlook 2025, Pemkot Bandar Lampung berharap terwujud kolaborasi nyata dan gagasan strategis yang memperkuat peran pemerintah kota dalam mendukung pembangunan nasional yang inklusif dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.

Raih Skor 556, RBRA TK IT Al Mumtaza Kalianda Selangkah Menuju Anugerah Ramah Anak

LAMSEL, Kalianda — Ruang Bermain Ramah Anak (RBRA) TK IT Al Mumtaza Kalianda selangkah lebih dekat…

Memulihkan Paru-Paru Lampung: Ujian Berat Rahmat Mirzani Djausal di TNBBS

JurnalKota.net – Lampung Barat ———*Konflik Lama, Pendekatan Baru* Perambahan hutan lindung di Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) bukan cerita baru. Sudah puluhan tahun, ribuan hektar hutan konservasi yang membentang di Lampung Barat dan Pesisir Barat berubah wajah menjadi kebun kopi dan lahan pertanian. Akibatnya? Banjir bandang datang lebih sering, harimau dan gajah turun ke kampung karena habitatnya makin sempit.

Ketika Rahmat Mirzani Djausal (RMD) dilantik sebagai Gubernur Lampung, ia langsung dihadapkan pada dilema klasik: bagaimana menyelamatkan hutan tanpa mengabaikan nasib ribuan keluarga yang sudah bertahun-tahun hidup dari lahan tersebut?

Yang menarik, RMD tidak memilih jalan pintas. Dia tidak langsung mengirim aparat untuk menertibkan. Sebaliknya, pendekatannya terasa berbeda lebih terukur, lebih manusiawi.

*Satgas Bukan Sekadar Penegakan Hukum*

Langkah pertama yang diambil RMD adalah membentuk Satuan Tugas Khusus untuk penertiban dan relokasi perambah. Kedengarannya formal, tapi esensinya sederhana: pemerintah ingin membantu warga pindah dengan cara yang terhormat, bukan mengusir mereka begitu saja.

Ini bukan soal menggusur dan selesai. Satgas dibentuk untuk mencari solusi jangka panjang menyediakan lahan pengganti, membuka akses mata pencaharian baru, dan yang penting, melibatkan warga dalam prosesnya. Warga Suoh sendiri pernah menyampaikan, mereka tidak menolak penertiban, asalkan ada jalan keluar yang jelas.

Dan itulah yang coba dijawab oleh RMD. Dia paham bahwa konservasi tidak akan berhasil kalau hanya dipaksakan lewat ancaman. Tanpa dukungan masyarakat lokal, hutan yang sudah dipulihkan hari ini bisa dirambah lagi besok.

*Menyeimbangkan Konservasi dan Kemanusiaan*

Persoalan di TNBBS sebenarnya adalah cermin dari konflik konservasi di banyak tempat di Indonesia: di satu sisi ada hutan yang harus dilindungi, di sisi lain ada manusia yang butuh makan. Bukan hitam-putih, tapi abu-abu yang rumit.

RMD, lewat kebijakannya, mencoba mencari titik tengah. Hutan harus diselamatkan, itu jelas. Tapi warga juga punya hak untuk hidup layak. Caranya? Relokasi yang terencana, bukan penggusuran yang brutal. Pemberdayaan ekonomi, bukan sekadar larangan.

Tentu saja, ini bukan pekerjaan mudah. Butuh anggaran, koordinasi lintas sektor, dan yang paling penting, kesabaran. Tapi setidaknya ada upaya serius untuk menyelesaikan masalah yang sudah berlarut puluhan tahun ini.

*Peluang Mencatat Sejarah*

Kalau proses relokasi dan pemulihan TNBBS berjalan lancar, RMD bisa jadi gubernur yang dikenang karena berhasil memutus lingkaran setan perambahan hutan di Lampung. Bukan dengan kekerasan, tapi dengan kebijakan yang punya hati.

Yang jelas, langkahnya patut diapresiasi. Di tengah banyaknya kepala daerah yang lebih suka ambil jalan pintas, RMD memilih jalur yang lebih panjang tapi lebih berkelanjutan. Mudah-mudahan konsistensinya terjaga sampai tuntas.

Lampung butuh paru-parunya kembali sehat. Dan mungkin, RMD adalah orang yang tepat untuk memulihkannya.*

 

Pemkab Lamsel dan Kejati Lampung Kolaborasi Perkuat Ketahanan Pangan Lewat Padi Biosalin di Sragi

LAMSEL, Sragi — Upaya memperkuat ketahanan pangan di wilayah pesisir Lampung Selatan kembali mendapatkan dorongan besar…