Kembangkan Potensi Seni Generasi Muda, Bento Kopi Gelar Lomba Solo Song Part II

JurnalKota.net – Bandar Lampung – Bernyanyi merupakan satu di antara aktivitas yang banyak digemari semua kalangan, baik pria wanita, tua muda, bahkan anak-anak hingga kaum lansia.

Bento kopi hadir bertujuan untuk memberikan wadah bagi remaja kita dalam mengekspresikan bakat musik mereka, sekaligus menginspirasikan mereka untuk terus mengembangkan potensi dalam bidang seni musik.

Muhammad Rifqi Al Fatah selaku selaku manager mengatakan Acara lomba ini merupakan bagian dari pengembangan bakat seni dan kreativitas generasi muda yang Terdiri dari tingkatan anak anak, remaja dan dewasa, khusus nya di wilayah kota Bandar lampung.

Lomba menyanyi ini menarik perhatian luas masyarakat, dengan peserta dari berbagai usia mulai dari kalangan anak anak, remaja hingga dewasa yang siap menunjukan kemampuan vokal mereka.(29/10/25)

“Acara ini di mulai dari tanggal 31 Oktober sampai dengan 3 november dan Hadiah hadiah nya menarik dari juara pertama 750 ribu piala dan piagam, juara kedua 500 ribu piala dan piagam, juara ketiga 300 ribu piala dan piagam. Dan untuk pendaftaran nya hanya 25 ribu saja, kalian bisa datang ke outlet kami di jalan pulau Sebesi Sukarame tepatnya di belakang kampus UIN, ataupun bisa by online, langsung hubungin CP di flayer dan payment pendaftaran bisa transfer. Tunggu apalagi, daftarkan diri kalian”. ujarnya kepada media.

Ditempat yang sama yaser yang sering disapa Acen selaku ketua pelaksana mengatakan lomba ini kita adakan yang kedua kali nya, dimana lomba pertama sukses dan meriah, kami juga berharap lomba kedua ini sukses kembali. Lomba ini juga tidak kalah seru karna di final ada penampilan menarik perfome dari band astagiri dan DJ bian, jadi tunggu apalagi daftarkan segera tunjukan bakat. mu.pungkasny.*

CAKAK NUWO: DPP Mighrul Lappung Bersatu Resmikan Kantor Sekretariat, Wujudkan Semangat Persatuan

JurnalKota.net – Bandar Lampung, Minggu 26 Oktober 2025 — Suasana penuh kehangatan dan kebersamaan mewarnai acara “Cakak Nuwo” dalam rangka Peresmian Kantor Sekretariat Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Mighrul Lappung Bersatu, yang digelar pada Minggu (26/10/2025). Kegiatan tersebut dihadiri oleh jajaran Pengurus Pusat, Tokoh Adat, Tokoh Masyarakat, serta para tamu undangan dari berbagai kalangan.

Dalam acara yang berlangsung khidmat dan meriah itu, para peserta tampak kompak mengenakan busana khas daerah Lampung, memancarkan nuansa kearifan lokal serta kebanggaan terhadap warisan budaya. Momentum “Cakak Nuwo” ini menjadi simbol semangat baru bagi organisasi Mighrul Lappung Bersatu dalam mempererat tali silaturahmi dan memperkuat peran perempuan Lampung dalam pembangunan sosial, budaya, dan kemasyarakatan.

Ketua Umum DPP Mighrul Lappung Bersatu dalam sambutannya menyampaikan bahwa berdirinya kantor sekretariat baru ini merupakan langkah penting dalam memperkuat koordinasi dan konsolidasi organisasi. Ia juga menegaskan komitmen untuk menjadikan Mighrul Lappung Bersatu sebagai wadah yang mampu melestarikan nilai-nilai luhur adat Lampung sekaligus berkontribusi nyata bagi kemajuan daerah.

Acara ditutup dengan sesi foto bersama para pengurus dan tamu undangan, menandai momen bersejarah lahirnya pusat kegiatan organisasi yang diharapkan menjadi rumah bagi kebersamaan dan pemberdayaan masyarakat Lampung.*

Festival Tunas Bahasa Ibu 2025, Ajang Pelestarian Bahasa dan Budaya Lampung

JurnalKota.net – Bandar Lampung — Balai Bahasa Provinsi Lampung kembali menggelar Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) 2025, sebuah ajang tahunan yang bertujuan melestarikan bahasa daerah dan memperkuat kecintaan generasi muda terhadap budaya Lampung. Kegiatan ini diikuti oleh 120 peserta dari jenjang Sekolah Dasar (SD) se-Provinsi Lampung, dan berlangsung pada 22–24 Oktober 2025 di Aula Balai Bahasa Provinsi Lampung.

Untuk jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP), kegiatan serupa dijadwalkan akan digelar pada 28–30 Oktober 2025 mendatang. Festival ini menjadi wadah bagi siswa-siswi untuk menampilkan kemampuan berbahasa daerah melalui berbagai cabang lomba, seperti membaca cerita rakyat, berpidato, menulis aksara Lampung, hingga bernyanyi lagu Lampung.

Salah satu cabang lomba yang menarik perhatian adalah lomba bernyanyi lagu Lampung jenjang SD se-Provinsi Lampung. Dalam kategori ini, Andriel Gilbert, siswa SD Negeri 2 Kampung Baru, Bandar Lampung, berhasil meraih Juara Harapan II. Prestasi tersebut mendapat apresiasi dari pihak sekolah maupun panitia karena dianggap menjadi bukti nyata semangat pelajar dalam mencintai budaya daerahnya.

Kepala sekolah SD Negeri 2 Kampung Baru, Rahmatiyah, M.Pd., mengungkapkan rasa bangganya atas capaian siswanya dalam ajang bergengsi tersebut.

“Kami sangat mengapresiasi semangat dan kerja keras Andriel. Ia menjadi contoh bagi teman-temannya untuk terus belajar, berani tampil, dan mencintai bahasa serta budaya Lampung. Festival ini bukan sekadar lomba, tapi juga bentuk nyata pelestarian warisan daerah kita,” ujar Rahmatiyah.

Sementara itu, Kasubag Umum Balai Bahasa Provinsi Lampung yang juga bertindak sebagai Ketua Panitia FTBI 2025, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program nasional Revitalisasi Bahasa Daerah yang digagas oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

“Kami ingin menanamkan rasa bangga berbahasa daerah sejak dini. Melalui festival ini, anak-anak dapat menunjukkan kemampuan mereka sekaligus mengenal nilai-nilai luhur budaya Lampung,” jelasnya.

Festival Tunas Bahasa Ibu 2025 diharapkan dapat menjadi momentum penting dalam membangun kesadaran generasi muda untuk terus melestarikan bahasa daerah sebagai bagian dari identitas bangsa.*

Pangeran Nata Adiningrat Kunjungi Lamban Gedung Kuning

JurnalKota.net – BANDAR LAMPUNG – Kehadiran Pangeran Nata Adiningrat, Dr. R.A. Huzaifah bin Dato’ R.H. Hashim, di Lamban Gedung Kuning, Bandar Lampung, Rabu (17/9/2025), mendapat sambutan hangat dari para tokoh adat dan masyarakat Lampung. Suasana penuh keakraban dan kekhidmatan menyertai acara silaturahmi tersebut yang tidak hanya memperkuat ikatan budaya, tetapi juga meneguhkan persaudaraan serumpun Melayu-Lampung yang telah terjalin sejak ratusan tahun silam.

Dalam keterangan persnya kepada wartawan, Pangeran Nata Adiningrat menegaskan bahwa kunjungannya ke Indonesia bukanlah hal baru. Ia mengakui masih memiliki ikatan darah yang kuat dengan keluarga besar di tanah air, khususnya di wilayah Sumatera.

“Saya sudah sering ke Indonesia karena masih banyak saudara, keluarga, dan teman di sini. Kami memang keturunan raja, tetapi saya tegaskan kami bukan raja. Hal ini harus diluruskan agar tidak menimbulkan salah paham. Kami datang sebagai bagian dari keluarga besar yang memiliki ikatan sejarah dengan kerajaan-kerajaan di Nusantara,” jelasnya.

Pangeran Nata Adiningrat, yang kini bertugas di Pemerintahan Negeri Malaka, juga menjabat sebagai Kepala Bidang Penyelidikan pada organisasi Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI). Organisasi tersebut berpusat di Malaka dan telah memiliki cabang di 23 negara, termasuk Indonesia.

Dalam kesempatan itu, Pangeran Nata Adiningrat mengaku terkesan dengan penyambutan masyarakat Lampung. Ia juga menyoroti kekayaan budaya yang masih terpelihara dengan baik di Lamban Gedung Kuning sebagai salah satu cagar budaya yang bernilai tinggi.

“Saya tidak menyangka sambutannya sehebat ini. Awalnya saya kira hanya silaturahmi sederhana, ternyata di sini ada cagar budaya yang sangat bernilai. Masyarakat Lampung patut bangga karena masih menjaga warisan leluhur, bukan hanya dari trah raja, tetapi juga dari semangat melestarikan budaya Islam dan Nusantara,” ungkapnya.

Sambutan hangat juga datang dari Sutan Raja Diraja Lampung, Kanjeng Sutan Pangeran Ratu Yang Agung yang juga mantan Kapolda Lampung, Irjen Pol (Purn) Drs. H. Ike Edwin, SH., MH. Menurutnya, kedatangan tokoh Melayu dari Malaka ini menjadi bukti nyata eratnya persaudaraan serumpun yang telah terjalin sejak masa kerajaan-kerajaan Islam di Nusantara.

“Ini adalah kebanggaan bagi kita. Melayu dan Lampung itu satu keturunan serumpun. Dulu para raja Nusantara saling menyatukan, hari ini kita melanjutkan persaudaraan itu. Kalau tidak ada adat dan budaya, kita tidak mungkin bisa bersatu. Indonesia punya Pancasila dan NKRI sebagai pemersatu, sementara adat dan budaya menjaga kita tetap bersaudara,” tegas Dang Ike, sapaan akrab dari Ike Edwin.

Dang Ike Edwin juga menuturkan bahwa hubungan Lampung–Malaka memiliki akar sejarah panjang, mulai dari era perdagangan lada, jalur pelayaran Nusantara, hingga perjalanan para ulama yang singgah di Malaka sebelum berangkat menuju Tanah Suci.

Baik Pangeran Nata Adiningrat maupun Dang Ike Edwin sepakat bahwa adat dan budaya memiliki peran penting sebagai perekat dalam menjaga persatuan, tidak hanya di Indonesia, tetapi juga dalam lingkup yang lebih luas di Asia Tenggara.

Silaturahmi ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat hubungan serumpun, melestarikan warisan budaya, serta menjaga keharmonisan di tengah masyarakat yang majemuk.*

IKBL Tampilkan Siger Mighul di HUT ke-80 RI, Simbol Pelestarian Budaya Lampung

JurnalKota.net – Bandar Lampung – Ikatan Keluarga Bank Lampung (IKBL) memberikan sentuhan khas budaya lokal pada Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia, Senin (17/8/2025).

Pada kesempatan itu, seluruh anggota IKBL kompak mengenakan busana adat Lampung, Siger Mighul, saat mengikuti upacara di Kantor Pusat Bank Lampung.

Ketua IKBL, Desiyanti Mahdi Yusup, menuturkan bahwa penggunaan pakaian adat ini bukan sekadar seremonial, melainkan wujud nyata komitmen dalam melestarikan budaya Lampung.

“Kami ingin mengangkat dan melestarikan budaya Lampung agar generasi muda semakin mengenal serta mencintai pakaian adat daerahnya. Dengan demikian, Siger Mighul tidak akan tergerus oleh zaman,” jelas Desiyanti.

Siger Mighul sendiri dikenal sebagai busana adat yang kerap dilengkapi dengan Syuket atau Siket, yakni mahkota khas yang dipadukan dengan kain Sembagi. Perpaduan ini memberikan kesan anggun sekaligus berwibawa bagi pemakainya.

Lebih lanjut, Desiyanti berharap tradisi penggunaan pakaian adat dalam momentum penting seperti HUT RI dapat menjadi inspirasi generasi penerus.

“Harapan kami, Siger Mighul dapat terus berperan penting dalam menjaga kelestarian adat dan budaya Lampung, serta meneruskan nilai-nilai luhur kepada generasi muda,” pungkasnya.*

Keluarga Besar Buay Belunguh Gelar Silaturahmi, Teguhkan Jati Diri Paksi Pak Skala Brak

BANDAR LAMPUNG – Dalam upaya mempererat hubungan kekeluargaan dan menjaga nilai-nilai adat istiadat, keluarga besar Saibatin Marga Kepaksian Buay Belunguh Paksi Pak Skala Brak menggelar kegiatan silaturahmi pada Sabtu, 2 Agustus 2025.

Kegiatan yang berlangsung khidmat ini menjadi ajang berkumpulnya para tokoh adat, perwakilan raja-raja, serta masyarakat Buay Belunguh dari berbagai daerah, termasuk dari Kabupaten Lampung Barat, Tanggamus, dan warga yang menetap di Kota Bandar Lampung.

Hadir dalam kegiatan tersebut di antaranya:

  1. Muhammad Yanuar Firmansyah gelar Suttan Junjungan Sakti
  2. Hj. Yusnani Barlian PN gelar Ratu Indoman Marga
  3. Perwakilan Raja-raja dari marga Buay Belunguh Jak Kenali Kabupaten Lampung Barat, Kabupaten Tanggamus serta Warga Buay Belunguh yang berada di Kota Bandar Lampung.

Keluarga Besar Buay Belunguh Gelar Silaturahmi, Teguhkan Jati Diri Paksi Pak Skala Brak

Dalam sambutannya, Ina Dalom Hj. Yusnani Barlian PN menegaskan bahwa Paksi Pak Skala Brak terdiri dari empat paksi utama: Buay Belunguh, Buay Pernong, Buay Bejalan di Way, dan Buay Nyerupa. Ia menekankan bahwa tidak ada paksi lain di luar empat tersebut yang termasuk dalam struktur adat resmi Paksi Pak Skala Brak.

“Empat Paksi ini bersatu dalam semboyan: Bersatu Tidak Bersekutu, Berpisah Tidak Bercerai,” ujar Hj. Yusnani.

Silaturahmi Buay Belunguh: Warisan Adat Paksi Pak Skala Brak Dijaga Lintas Generasi

Sementara itu, Suttan Junjungan Sakti Buay Belunguh, Drs. Yanuar Firmansyah, mengumumkan penunjukan generasi penerus adat, yakni Erik Budiman Utama yang menyandang gelar Pangeran Djaya Lampung III, serta Muhammad Mahatir sebagai pemapah.

Ia juga menekankan pentingnya menjalin silaturahmi lintas generasi demi menjaga eksistensi dan kelestarian adat istiadat Saibatin Marga Buay Belunguh.

Silaturahmi Buay Belunguh: Warisan Adat Paksi Pak Skala Brak Dijaga Lintas Generasi

“Silaturahmi ini adalah amanat leluhur yang harus terus dirawat oleh anak cucu agar adat tetap hidup dan dihormati dalam kehidupan masyarakat,” kata Yanuar Firmansyah.

Kegiatan ini sekaligus menjadi penanda semangat bersama keluarga besar Buay Belunguh untuk terus menjaga marwah adat dan memperkuat persatuan dalam bingkai budaya Lampung yang luhur.

Dang Ike Gelar Silaturahmi Tokoh Adat Saibatin dan Pepadun: Perkuat Persatuan, Lestarikan Budaya Lampung

JurnalKota.net – Lampung, [KoPI] — Tokoh adat sekaligus tokoh masyarakat Lampung, Irjen Pol (Purn) Drs. H. Ike Edwin, S.H., M.H., M.M., atau akrab disapa Dang Ike, menggelar silaturahmi bersama para Pemangku Adat Lampung Saibatin dan Penyimbang Tuha Raja di kediamannya, Lamban Gedung Kuning (LGK), pada Minggu (20/7/2025).

Kegiatan ini mengangkat tema “Merawat dan Melestarikan Adat Budaya Lampung serta Memperkuat Persatuan Suku Lampung yang Bermartabat dan Bermanfaat.” Dalam sambutannya, Dang Ike menegaskan pentingnya menyatukan kekuatan antara tokoh adat Saibatin dan Pepadun untuk menjaga kekayaan budaya Lampung di tengah tantangan zaman.

“Sudah saatnya tokoh adat Saibatin dan Pepadun bersatu untuk melestarikan adat dan budaya. Jangan sampai kita terpecah belah,” ujar Dang Ike.

Ia mengajak seluruh tokoh adat untuk tidak hanya menjaga warisan budaya, tetapi juga berkontribusi nyata bagi kemajuan daerah, terutama dalam menanamkan nilai-nilai adat kepada generasi muda.

“Lampung punya piil pesenggiri, punya harga diri. Mari kita jaga bersama dari pengaruh budaya luar yang tidak sesuai dengan jati diri kita. Jangan sampai anak cucu kita tidak lagi mengenal adat orang tuanya karena terpengaruh pergaulan bebas,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Dang Ike juga menyoroti fenomena meningkatnya jumlah kelompok LGBT di Lampung yang kini mencapai sekitar 20 ribu orang, menurut beberapa sumber. Ia menilai hal tersebut sebagai ancaman serius terhadap nilai-nilai budaya dan moral masyarakat Lampung.

“Fenomena ini menjadi tanggung jawab kita semua, termasuk para Saibatin dan Pennyimbang Tuha Raja. Kita tidak bisa membiarkannya. Para tokoh adat dan aparat hukum harus bertindak tegas sesuai aturan yang berlaku,” tegasnya.

Senada dengan itu, Tokoh Adat dari Kabupaten Pesawaran sekaligus Anggota DPRD Provinsi Lampung, Mustika Bahrum, turut menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi tersebut. Ia menilai keberadaan LGBT sebagai bentuk penyimpangan yang tidak hanya dilarang oleh adat, tapi juga agama.

“Adat Lampung sangat menjunjung tinggi nilai kesusilaan. Kita harus bersama-sama menjaga generasi muda agar tidak terjebak dalam pergaulan bebas, apalagi sampai terlibat dalam praktik LGBT,” ucapnya.

Mustika juga memberikan apresiasi atas inisiatif Dang Ike yang mempertemukan tokoh adat Saibatin dan Pepadun untuk memperkuat sinergi dan membangun masa depan adat Lampung.

“Kita bisa mencontoh Bali, bagaimana adat dan budaya dijaga, dikembangkan, hingga menjadi daya tarik wisata. Lampung juga punya potensi besar, tinggal bagaimana kita kelola bersama,” tuturnya.

Acara silaturahmi tersebut dihadiri oleh sedikitnya 37 perwakilan tokoh adat dari kedua unsur, yang menyatakan komitmen untuk terus menjalin komunikasi dan kebersamaan demi memperkuat persatuan serta memperjuangkan kemajuan budaya Lampung.

Sebagai simbol persatuan, acara diakhiri dengan saling tukar tanda pin antara tokoh adat Saibatin dan Pepadun, sebagai bentuk kebersamaan dan semangat kolaborasi lintas adat di Provinsi Lampung. [*]

Silaturahmi Penuh Makna, Forum Komunitas Ibu-Ibu Sumatera Bagian Selatan (FKIISBS) Berkunjung ke Lamban Gedung Kuning

JurnalKota.net – Lampung – Forum Komunitas Ibu-Ibu Sumatera Bagian Selatan (FKIISBS) menggelar kunjungan silaturahmi ke Lamban…

Melihat Momen Kemeriahan Perayaan Malam Imlek di Pontianak

Pontianak – Tak kalah dengan momen pergantian tahun baru, perayaan malam Imlek di Kota Pontianak juga…

Diawali Sembahyang, Malam Tahun Baru Imlek di Manado Dimeriahkan Kembang Api

MANADO – Perayaan pergantian Tahun Baru Imlek 2576 Kongzili di Kota Manado, Sulawesi Utara (Sulut), dimeriahkan…

Fakta Menarik Perayaan Imlek, dari Angpao Amplop Merah Hingga Shio Ular Kayu

Perayaan Imlek atau Tahun Baru Tionghoa menjadi momen yang sarat makna bagi masyarakat Tionghoa, termasuk di…

Mirza – Jihan Silaturahmi Bersama Paguyuban Bela Budaya Nusantara

JurnalKota.net – BANDARLAMPUNG – Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih Provinsi Lampung, Rahmat Mirzani Djausal dan Jihan…

Danrem 043/Gatam Sambut Kunjungan Kerja Kepala BSIP Kementan RI

JurnalKota.net – Lampung – Komandan Korem 043/Gatam Brigjen TNI Rikas Hidayatullah, S.E., M.M., menyambut kunjungan kerja…

Antarkan Arwah ke Tanah Leluhur, Kapal Wangkang Tiap Tahun Bertambah 2 cm

Pontianak – Warga Tionghoa Pontianak, Kalimantan Barat miliki tradisi mengantarkan arwah ke tanah leluhur dengan membakar…

Besok, 37 Perupa Lampung Pameran & Bazar Lukisan di Nuwono Tasya

JurnalKota.net, BANDAR LAMPUNG – Sebanyak 37 perupa Lampung akan menggelar pameran dan bazar lukisan bertajuk “Lampung Bahagia 2024”. Kegiatan akan berlangsung pada 6-9 Juni 2024 di Nuwono Tasya Guest House, Rajabasa, Bandar Lampung.

Pada momen yang sama dihelat pula lomba melukis dan mewarnai untuk anak-anak mulai tingkat TK hingga SD. Kegiatan ini juga akan digelar di Nuwono Tasya pada Sabtu, 8 Juni 2024.

Perupa Eko Martoyo selaku inisiator kegiatan mengatakan, pameran dan bazar lukisan akan diikuti oleh para pelukis senior dan junior di Lampung. “Ada sekitar 100 lukisan yang akan dipamerkan. Karena sekaligus bazar, lukisan-lukisan tersebut juga akan dijual dengan harga bersahabat di kantong para penikmat seni. Meski begitu, kami pastikan para perupa akan menampilkan karya-karya terbaiknya,” ujar Eko dalam keterangan persnya, Rabu, 5/6.

Dijadwalkan pameran dan bazar yang berlangsung selama empat hari tersebut akan dibuka oleh Ketua Dewan Kesenian Lampung (DKL) Prof Dr Satria Bangsawan pada Kamis siang.

Kegiatan ini didukung sepenuhnya oleh Nuwono Tasya Guest House milik dosen senior Universitas Lampung Prof Dr Eng Admi Syarif, DKL, dan sejumlah pihak lainnya. **