Wakil Ketua I DPRD Lampung Selatan Hadiri Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97

LAMPUNG SELATAN – Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Lampung Selatan, Merik Havit, S.H., M.H., menghadiri upacara peringatan…

Unit Humas dan Protokol FKIP Gelar Pelaporan dan Evaluasi Kegiatan 2025

Lampung – Telah dilaksanakan kegiatan Pelaporan dan Evaluasi Kegiatan Unit Humas dan Protokol Fakultas Keguruan dan…

Inovasi Inkubator Pintar Solusi Teknologi Unila untuk Peternak Kambing di Lamteng

Lampung – Tim dosen dari Program Studi Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Lampung (Unila), berhasil mengembangkan…

Ketua PMI Lampung Ibu Purnama Wulan Sari Kunjungi Lampung Barat, Kobarkan Semangat Relawan Kemanusiaan

JurnalKota.net – LAMPUNG BARAT — Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Lampung Ibu Purnama Wulan Sari Mirza melakukan kunjungan kerja ke Kantor PMI Kabupaten Lampung Barat di Liwa, Minggu (26/10/2025) malam.

Dalam kesempatan itu, Ibu Wulan Sari Mirza menjelaskan bahwa kunjungan tersebut merupakan bagian dari agenda kerja PMI Lampung untuk memperkuat sinergi dan semangat relawan di tingkat kabupaten/kota.

“Setiap kali kunjungan kerja ke daerah, saya selalu menyempatkan diri berkunjung ke PMI setempat. Saya ingin melihat langsung kondisi PMI di daerah, sekaligus memberikan semangat agar PMI Lampung Barat dapat terus berkiprah dan berperan aktif dalam pembangunan kemanusiaan,” ujarnya.

Meski suasana diguyur gerimis, antusiasme relawan dan anggota PMI Lampung Barat tidak surut. Sejumlah anggota Palang Merah Remaja (PMR) dari berbagai SMA di wilayah tersebut turut hadir menyambut rombongan dengan menyanyikan lagu selamat datang.

Kehadiran Ketua PMI Provinsi disambut langsung oleh Ketua PMI Lampung Barat Edi Novial bersama jajaran pengurus, serta turut dihadiri Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus.

Dalam sambutannya, Bupati Parosil mengapresiasi kunjungan Ketua PMI Lampung. Ia menilai kehadiran Ibu Purnama Wulan Sari menjadi momentum penting yang dapat menumbuhkan semangat baru bagi para relawan kemanusiaan di daerah.

“Sejak PMI Lampung Barat berdiri, sepertinya baru kali ini Ketua PMI Provinsi berkunjung langsung. Semoga kehadiran Ibu Ketua memberikan motivasi dan semangat bagi PMI Lampung Barat untuk terus berkarya dan berkontribusi bagi masyarakat,” ujar Parosil.

Kunjungan ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat komitmen PMI Lampung Barat dalam meningkatkan layanan kemanusiaan, terutama di bidang kesehatan, sosial, dan kesiapsiagaan bencana.*

Produk Perhutanan Sosial Lampung Naik Kelas, OJK Hadir Dorong Akses Permodalan dan Pasar Lewat Buyer Visit KUPS

JurnalKota.net – Bandar Lampung, 23 Oktober 2025 – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Lampung bersama Dinas Kehutanan Provinsi Lampung menyelenggarakan kegiatan Buyer Visit Produk Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) sebagai bagian dari
upaya memperluas akses pembiayaan dan pemasaran bagi kelompok usaha
perhutanan sosial di Provinsi Lampung.
Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Lampung, Yanyan
Ruchyansyah; Kepala Kantor OJK Provinsi Lampung yang diwakili oleh Deputi
Direktur Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan 2, Indah Puspitasari; Kepala Balai
Perhutanan Sosial Palembang Sekwil Lampung; serta perwakilan dunia usaha dari
KADIN, HIPMI, APINDO, dan PHRI Lampung. Turut hadir pula perwakilan Bank Lampung, pejabat struktural Dinas Kehutanan, serta para Ketua Kelompok Perhutanan Sosial dari berbagai kabupaten.

Dalam sambutannya, Kepala OJK Provinsi Lampung yang diwakili oleh Indah
Puspitasari menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata peran OJK
dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif di daerah, melalui penguatan kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga jasa keuangan, dan pelaku usaha.

“OJK tidak hanya berfungsi mengatur dan mengawasi lembaga jasa keuangan, tetapi juga memiliki mandat untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif di daerah. Salah satu langkah konkret kami adalah mempertemukan kelompok perhutanan sosial dengan lembaga keuangan dan dunia usaha agar mereka dapat memperoleh pembiayaan yang mudah serta memiliki pasar yang berkelanjutan,” ujar Indah.

Lebih lanjut, Indah menjelaskan bahwa petani perhutanan sosial tidak hanya
membutuhkan akses pembiayaan, tetapi juga pendampingan dan jaminan pasar.

Oleh karena itu, kegiatan ini menjadi wadah untuk mempertemukan kelompok
perhutanan sosial dengan asosiasi dunia usaha seperti KADIN, HIPMI, APINDO, dan
PHRI guna membuka peluang kerja sama perdagangan produk hasil perhutanan
sosial.

Sementara itu, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Lampung, Yanyan Ruchyansyah,
menjelaskan bahwa hingga saat ini terdapat 451 izin perhutanan sosial di Provinsi
Lampung yang melibatkan lebih dari 94.000 kepala keluarga dengan luas area mencapai lebih dari 209.000 hektare. Nilai transaksi ekonomi perhutanan sosial di Lampung juga tercatat menempati peringkat tiga nasional pada tahun 2023.

Ia menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor, termasuk dukungan pembiayaan dari
lembaga jasa keuangan yang diawasi OJK, menjadi kunci keberlanjutan usaha
masyarakat di sekitar hutan.

Melalui kegiatan ini, OJK Provinsi Lampung menegaskan komitmennya dalam
memperkuat ekosistem keuangan inklusif dan berkelanjutan bagi sektor kehutanan, sekaligus mendorong terciptanya model pemberdayaan ekonomi hijau
yang berbasis masyarakat dan ramah lingkungan.*

OJK dan TPAKD Lampung Timur Tingkatkan Literasi dan Inklusi Keuangan Melalui Pembukaan 1.364 Polis Asuransi Bagi Kader Posyandu 

JurnalKota.net – Sukadana, 21 Oktober 2025 – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Lampung bersama Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kabupaten Lampung Timur menyelenggarakan kegiatan Product Matching dan Pembukaan 1.364 Polis
Asuransi bagi kader Posyandu sebagai bagian dari upaya meningkatkan literasi dan
inklusi keuangan di Provinsi Lampung.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program
kerja TPAKD Kabupaten Lampung Timur yang bertujuan memperluas akses
masyarakat terhadap produk dan layanan keuangan formal, khususnya di sektor
asuransi.

Acara dihadiri oleh Bupati Lampung Timur, Ela Siti Nuryamah; Sekretaris Daerah
Provinsi Lampung yang dalam hal ini diwakili oleh Staf Ahli Gubernur Bidang
Ekonomi dan Pembangunan, Bani Ispriyanto; Sekretaris Daerah Kabupaten
Lampung Timur, Rustam Effendi; serta Kepala Kantor OJK Provinsi Lampung yang
diwakili oleh Deputi Direktur Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan 2, Indah Puspitasari.

Turut hadir pula perwakilan Asuransi Astra, Kepala OPD terkait, dan para kader Posyandu dari berbagai kecamatan di Kabupaten Lampung Timur.

Dalam sambutannya, Indah Puspitasari menyampaikan bahwa kegiatan ini
merupakan salah satu langkah nyata OJK dalam memperkuat peran TPAKD di
daerah. “TPAKD dibentuk sesuai arahan Kementerian Dalam Negeri sebagai wadah
koordinasi untuk memperluas akses masyarakat terhadap lembaga jasa keuangan
formal. Berdasarkan survei OJK tahun 2025, tingkat literasi keuangan nasional
baru mencapai 66%, sementara inklusi keuangan sudah mencapai 80%. Artinya,
banyak masyarakat yang sudah menggunakan layanan keuangan, namun belum sepenuhnya memahami manfaat dan risikonya,” ujar Indah.

Lebih lanjut, Indah menegaskan bahwa peningkatan pemahaman keuangan
masyarakat, khususnya bagi perempuan, menjadi salah satu prioritas OJK. “Kami
percaya ibu-ibu memiliki peran penting sebagai pengelola keuangan rumah tangga
dan agen perubahan di lingkungannya. Karena itu, OJK menjadikan kader
Posyandu sebagai sasaran strategis edukasi keuangan agar mampu menjadi duta
literasi bagi masyarakat sekitar,” tambah Indah.

Sementara itu, Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Bani
Ispriyanto, mewakili Pemerintah Provinsi Lampung, menyampaikan apresiasi atas
terselenggaranya kegiatan ini. Ia menegaskan bahwa literasi dan inklusi keuangan
merupakan pilar penting pembangunan ekonomi daerah yang inklusif dan
berkelanjutan. Ia juga mengatakan bahwa banyak masyarakat belum memahami
pentingnya perlindungan asuransi. Padahal, asuransi berperan besar dalam
menjaga ketahanan ekonomi keluarga dan pelaku usaha kecil saat menghadapi
risiko yang tak terduga.

Bupati Lampung Timur, Ela Siti Nuryamah, menambahkan bahwa kegiatan ini
menjadi bagian dari gerakan percepatan akses keuangan di seluruh tingkatan
pemerintahan, termasuk pemberian perlindungan bagi kader Posyandu. Ia
menegaskan bahwa kader Posyandu bekerja tanpa pamrih membantu masyarakat,
terutama dalam kesehatan ibu dan anak. Dengan adanya perlindungan asuransi,
kader Posyandu dapat terlindungi dari risiko kerja dan dapat terus berkontribusi
bagi kesejahteraan masyarakat.

Melalui kegiatan ini, OJK bersama TPAKD Lampung Timur mempertegas
komitmennya untuk memperluas akses dan pemahaman keuangan yang inklusif
bagi seluruh lapisan masyarakat, dengan menjadikan kader Posyandu sebagai
pionir literasi keuangan di tingkat desa.*

Gelar Tradisi Penerimaan Warga Baru, Pangdam XXI/Raden Inten Ucapkan Selamat atas Kepercayaan yang Diberikan TNI AD

JurnalKota.net – Bandar Lampung — Bertempat di Aula A. Yani Makodam XXI/Raden Inten, Jl. Teuku Umar, Penengahan, Bandar Lampung, Pangdam XXI/Raden Inten Mayjen TNI Kristomei Sianturi, S.Sos., M.Si. (Han) memimpin acara Tradisi Penerimaan Warga Baru dan Penciuman Pataka Kodam XXI/Raden Inten, Senin (27/10/2025).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kasdam XXI/Raden Inten Brigjen TNI Andrian Susanto, S.I.P., M.Han., M.I.Pol., Irdam XXI/Raden Inten Brigjen TNI Enjang, S.I.P., M.Han., Danrem 043/Gatam Brigjen TNI Haryantana, S.H., Kasrem 043/Gatam Kolonel Inf Sumarlin Marzuki, S.E., para Pejabat Utama Kodam XXI/Raden Inten, Dandim 0410/KBL, Ketua Persit KCK Daerah XXI/Raden Inten beserta pengurus.

Dalam sambutannya, Pangdam XXI/Raden Inten menyampaikan ucapan selamat atas kepercayaan yang diberikan oleh TNI Angkatan Darat kepada para prajurit yang mengemban jabatan baru di lingkungan Kodam XXI/Raden Inten beserta keluarganya.

> “Kita adalah generasi pertama yang mengawaki Kodam XXI/Raden Inten yang sama-sama kita cintai ini. Menjadi bagian dari keluarga besar Kodam XXI/Raden Inten bukan sekadar kebanggaan, tetapi juga amanah dan tanggung jawab yang luhur,” ujar Pangdam.

Lebih lanjut Pangdam menegaskan, sejak Kodam XXI/Raden Inten diresmikan, setiap prajurit harus menanamkan dalam diri bahwa kehormatan tidak diukur dari pangkat atau jabatan, melainkan dari pengabdian tulus dan konsistensi dalam memegang teguh Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan Delapan Wajib TNI.

> “Saya harap momentum tradisi satuan ini menjadi titik awal bagi seluruh warga baru untuk menumbuhkan semangat juang, loyalitas tanpa pamrih, serta tekad kuat untuk terus belajar, berlatih, dan berbuat yang terbaik bagi satuan dan masyarakat. Ingat, kebersamaan dan kekompakan adalah kunci utama keberhasilan dalam setiap pelaksanaan tugas,” tegasnya.

Di akhir sambutannya, Pangdam XXI/Raden Inten berpesan kepada seluruh warga baru, prajurit, dan PNS jajaran Kodam XXI/Raden Inten untuk terus menunjukkan dedikasi terbaik.

> “Banggalah menjadi Prajurit Kodam XXI/Raden Inten. Tunjukkan dengan prestasi, dedikasi, serta semangat pantang menyerah,” pungkas Pangdam.*

Lampung Fest 2025 Gaungkan “Coffee and Tourism” untuk Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Berbasis Potensi Lokal

JurnalKota.net – BANDARLAMPUNG —– Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal memperkuat langkah pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal.

Salah satunya diwujudkan melalui penyelenggaraan Lampung Fest 2025 yang mengusung tema “Coffee and Tourism”, dengan menghadirkan Lampung Coffee Pavilion sebagai simbol sinergi antara industri kopi dan pariwisata.

Hal tersebut terungkap dalam acara Ramah Tamah Lampung Coffee Pavilion yang digelar di El’s Coffee Roastery, Bandar Lampung, Senin (27/10/2025).

Dalam sambutannya, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menekankan bahwa kopi bukan hanya komoditas ekspor utama, tetapi juga bagian dari identitas budaya dan kekuatan ekonomi daerah.

“Ekspor komoditas kopi Indonesia pada tahun 2024 meningkat hingga 76,33 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Menariknya, lebih dari 51 persen ekspor tersebut berasal dari Lampung, dengan nilai mencapai 840 juta dolar AS. Ini menunjukkan bahwa Lampung memiliki peran vital dalam industri kopi nasional,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa di balik keberhasilan ekspor, terdapat potensi besar yang perlu terus dikembangkan di sektor domestik.

Berdasarkan data, 79 persen masyarakat Indonesia merupakan peminum kopi, dan 71 persen di antaranya memilih kopi siap saji.

Tren ini membuka peluang inovasi di berbagai lini, mulai dari produk, layanan, hingga pengalaman menikmati kopi.

“Kita perlu berinovasi dalam menciptakan pengalaman yang unik, memperkenalkan rasa yang lebih beragam, serta memperkuat ekosistem industri kopi dari hulu hingga hilir,” ungkapnya.

Gubernur Mirza menilai, tema “Coffee and Tourism” bukan sekadar konsep seremonial, tetapi strategi konkret untuk menggabungkan dua kekuatan besar Lampung, yakni budaya kopi dan potensi wisata alam.

Ia mencontohkan gagasan festival kopi yang terintegrasi dengan konsep agrowisata, di mana kebun kopi tidak hanya menjadi sumber ekonomi, tetapi juga destinasi wisata yang edukatif dan berkelanjutan.

Gubernur Mirza juga menyampaikan arah kebijakan pembangunan Lampung Maju, Pemprov Lampung menggariskan lima fokus utama yang menjadi motor penggerak pariwisata daerah, yakni:

1. Pembangunan Desa Wisata, dengan memperkuat program SIGER MADANI yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat dan pelestarian lingkungan.
2. Penguatan Investasi Pariwisata, melalui proyek strategis seperti Bakauheni Harbour City (BHC) sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di kawasan barat Indonesia.
3. Pengembangan Ekonomi Kreatif, dengan dukungan kegiatan seperti Lampung Boemi Event dan KALDERA 2025, untuk membuka ruang bagi pelaku seni, budaya, dan UMKM.
4. Digitalisasi dan Inovasi, agar pelaku pariwisata mampu beradaptasi dengan teknologi modern dan bersaing di pasar global.
5. Kolaborasi Inklusif, yang menekankan pentingnya kerja sama antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat.

Melalui Lampung Fest 2025, Pemprov Lampung memperkenalkan Pavilion Kopi Lampung, yang dirancang sebagai ruang kolaboratif bagi seluruh ekosistem kopi, mulai dari petani, pelaku usaha, pengrajin, hingga penikmat kopi.

Di pavilion tersebut, akan diselenggarakan berbagai kegiatan seperti lomba barista, edukasi kopi, temu bisnis, hingga kompetisi kuliner berbahan dasar kopi.

Pengunjung juga berkesempatan menikmati kopi khas Lampung secara gratis.

Lebih dari sekadar pameran, Gubernur Mirza berharap Pavilion Kopi Lampung dapat menjadi wadah promosi dan pembelajaran tentang praktik budidaya berkelanjutan, seperti sistem agroforestri dan teknologi roasting modern yang mampu meningkatkan kualitas dan nilai jual kopi Lampung.

“Kami berkomitmen untuk melibatkan para petani yang mengedepankan praktik ramah lingkungan dan inovasi teknologi pertanian. Melalui Lampung Fest, kita ingin dunia tahu bahwa Lampung bukan hanya penghasil kopi unggulan, tetapi juga pusat inovasi dan pariwisata kopi Indonesia,” ujarnya.

Gubernur Mirza juga mengajak untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor, agar potensi besar Lampung dalam bidang kopi dan pariwisata dapat memberikan manfaat luas bagi masyarakat.

“Acara seperti Lampung Fest ini adalah momentum untuk menunjukkan bahwa Lampung kaya akan alam, budaya, dan semangat kolaborasi. Dengan gotong royong dan kerja bersama, kita bisa membawa Lampung lebih maju, lebih dikenal, dan lebih sejahtera,” pungkasnya.

Seperti diketahui, Lampung Fest 2025 sendiri akan berlangsung dari 11-25 November 2025 di PKOR Way Halim, Bandar Lampung.*

Mutasi Perwira Bermasalah Disorot, Divpropam Polri Periksa Proses Mutasi Salah Satu Anggota yang Masih Jalani Hukuman Etik

Jakarta – Divisi Profesi dan Pengamanan (Divpropam) Polri tengah melakukan pemeriksaan terhadap proses mutasi jabatan Iptu Nikolas…

Retreat Nasional di IPDN Jatinangor Bahas Penguatan Efektivitas Pemerintahan dan Sinkronisasi Program Pusat–Daerah

JurnalKota.net – JAWA BARAT — Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan, mengikuti Retreat Sinkronisasi Program dan Kegiatan Kementerian/Lembaga Pemerintah Non Kementerian (LPNK) dengan Pemerintah Daerah Tahun 2025, yang berlangsung di Balairung Rudini Kampus Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Sabtu (26/10/2025), malam.

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya, yang dalam arahannya menegaskan pentingnya sinergi dan efektivitas pemerintahan antara pusat dan daerah dalam mewujudkan target Indonesia menjadi negara maju dalam 20 tahun ke depan.

Menurut Bima, saat ini Indonesia berada di persimpangan penting menuju status negara maju pada 2045. Untuk itu, seluruh elemen pemerintahan—baik pusat maupun daerah—harus memperkuat kolaborasi dan memastikan roda birokrasi berjalan secara efektif dan efisien.

“Pemerintahan yang efektif hanya akan terjadi ketika kementerian, lembaga, provinsi, kota, dan kabupaten bisa seirama,” ujar Bima Arya.

Bima menekankan pentingnya pengelolaan keuangan negara dan daerah yang lebih efisien. Pemerintah, kata dia, tengah melanjutkan gelombang kedua efisiensi melalui penyesuaian Transfer ke Daerah (TKD), setelah sebelumnya melakukan penyisiran terhadap kegiatan non-substantif. Langkah ini, menurutnya, harus dilakukan secara sinergis agar kebijakan nasional dapat berjalan sejalan dengan kebutuhan dan dinamika di masing-masing daerah.

Kemendagri berperan sebagai fasilitator dan mediator agar sinkronisasi program kementerian/lembaga dengan pemerintah daerah berjalan optimal. Forum retreat ini juga menjadi ruang dialogis untuk menyerap aspirasi daerah serta memastikan prioritas pembangunan nasional terlaksana dengan baik.

Dalam kesempatan tersebut, Bima turut menjelaskan pembagian tugas tiga Wakil Menteri Dalam Negeri. Ia sendiri membawahi wilayah Jawa dan Sumatera, Wamendagri Rika menangani Indonesia Timur (termasuk Papua, Nusa Tenggara, dan Maluku), sedangkan Wamendagri Amartyagus fokus pada Kalimantan dan Sulawesi. Ketiganya berperan sebagai mentor bagi daerah dalam memperkuat koordinasi kebijakan.

Dari Provinsi Lampung, kegiatan retreat ini diikuti oleh Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan, Kepala Bappeda Anang Risgiyanto, dan Kasat Pol PP M. Zulkarnain, yang hadir langsung di Kampus IPDN Jatinangor. Kehadiran jajaran Pemerintah Provinsi Lampung tersebut mencerminkan komitmen daerah dalam memperkuat sinkronisasi program dan efektivitas pelaksanaan kebijakan pemerintah.

Menutup arahannya, Bima Arya mengajak seluruh peserta untuk menjaga semangat kebersamaan dan fokus pada substansi kegiatan. Ia berharap seluruh kepala daerah dapat terus memperkuat efektivitas pemerintahan menuju Indonesia Maju 2045.*