MPRD Lampung Gelar Rapat Pleno 2025-2030

Lampung – Rapat Pleno Majelis Pertimbangan Riset Daerah (MPRD) Provinsi Lampung Periode 2025-2030 resmi digelar di…

Tim Kesehatan Unila Tangani 105 Korban Banjir Aceh Tamiang

Lampung – Tim PKM Tanggap Darurat Bencana Universitas Lampung (Unila) melakukan mobilisasi pelayanan kesehatan di wilayah…

Tim Kesehatan FK Unila Bertolak Menuju Aceh Tamiang Salurkan Bantuan dan Layanan Kesehatan

Lampung – Tim kesehatan Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Lampung (Unila) bertolak menuju Kabupaten Aceh Tamiang, untuk…

Unila Salurkan Bantuan Tunai Tahap I untuk Korban Banjir Sumatra

Lampung – Universitas Lampung (Unila) resmi menyalurkan bantuan tunai tahap pertama kepada tiga universitas mitra di…

Unila Gelar Galang Donasi untuk Korban Bencana Alam Sumatra

Lampung – Universitas Lampung (Unila) menggelar galang donasi untuk korban bencana alam Sumatra usai senam bersama…

Sekretaris Daerah Optimis Panorama Negeri di Atas Awan Akan Mampu Hipnotis Gubernur Lampung. 

Lambar – Dijadwalkan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal akan mengunjungi Kabupaten Lampung Barat pada minggu ketiga…

Bupati Lampung Barat Tandatangani MoU Restorative Justice Bersama Pemprov dan Aparat Penegak Hukum

Lampung Barat – Upaya memperkuat penerapan restorative justice di Provinsi Lampung semakin dimatangkan melalui penandatanganan Nota…

Memulihkan Paru-Paru Lampung: Ujian Berat Rahmat Mirzani Djausal di TNBBS

JurnalKota.net – Lampung Barat ———*Konflik Lama, Pendekatan Baru* Perambahan hutan lindung di Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) bukan cerita baru. Sudah puluhan tahun, ribuan hektar hutan konservasi yang membentang di Lampung Barat dan Pesisir Barat berubah wajah menjadi kebun kopi dan lahan pertanian. Akibatnya? Banjir bandang datang lebih sering, harimau dan gajah turun ke kampung karena habitatnya makin sempit.

Ketika Rahmat Mirzani Djausal (RMD) dilantik sebagai Gubernur Lampung, ia langsung dihadapkan pada dilema klasik: bagaimana menyelamatkan hutan tanpa mengabaikan nasib ribuan keluarga yang sudah bertahun-tahun hidup dari lahan tersebut?

Yang menarik, RMD tidak memilih jalan pintas. Dia tidak langsung mengirim aparat untuk menertibkan. Sebaliknya, pendekatannya terasa berbeda lebih terukur, lebih manusiawi.

*Satgas Bukan Sekadar Penegakan Hukum*

Langkah pertama yang diambil RMD adalah membentuk Satuan Tugas Khusus untuk penertiban dan relokasi perambah. Kedengarannya formal, tapi esensinya sederhana: pemerintah ingin membantu warga pindah dengan cara yang terhormat, bukan mengusir mereka begitu saja.

Ini bukan soal menggusur dan selesai. Satgas dibentuk untuk mencari solusi jangka panjang menyediakan lahan pengganti, membuka akses mata pencaharian baru, dan yang penting, melibatkan warga dalam prosesnya. Warga Suoh sendiri pernah menyampaikan, mereka tidak menolak penertiban, asalkan ada jalan keluar yang jelas.

Dan itulah yang coba dijawab oleh RMD. Dia paham bahwa konservasi tidak akan berhasil kalau hanya dipaksakan lewat ancaman. Tanpa dukungan masyarakat lokal, hutan yang sudah dipulihkan hari ini bisa dirambah lagi besok.

*Menyeimbangkan Konservasi dan Kemanusiaan*

Persoalan di TNBBS sebenarnya adalah cermin dari konflik konservasi di banyak tempat di Indonesia: di satu sisi ada hutan yang harus dilindungi, di sisi lain ada manusia yang butuh makan. Bukan hitam-putih, tapi abu-abu yang rumit.

RMD, lewat kebijakannya, mencoba mencari titik tengah. Hutan harus diselamatkan, itu jelas. Tapi warga juga punya hak untuk hidup layak. Caranya? Relokasi yang terencana, bukan penggusuran yang brutal. Pemberdayaan ekonomi, bukan sekadar larangan.

Tentu saja, ini bukan pekerjaan mudah. Butuh anggaran, koordinasi lintas sektor, dan yang paling penting, kesabaran. Tapi setidaknya ada upaya serius untuk menyelesaikan masalah yang sudah berlarut puluhan tahun ini.

*Peluang Mencatat Sejarah*

Kalau proses relokasi dan pemulihan TNBBS berjalan lancar, RMD bisa jadi gubernur yang dikenang karena berhasil memutus lingkaran setan perambahan hutan di Lampung. Bukan dengan kekerasan, tapi dengan kebijakan yang punya hati.

Yang jelas, langkahnya patut diapresiasi. Di tengah banyaknya kepala daerah yang lebih suka ambil jalan pintas, RMD memilih jalur yang lebih panjang tapi lebih berkelanjutan. Mudah-mudahan konsistensinya terjaga sampai tuntas.

Lampung butuh paru-parunya kembali sehat. Dan mungkin, RMD adalah orang yang tepat untuk memulihkannya.*

 

Kapolda Lampung Ungkap Perkembangan Kasus Tongkang Bermuatan Kayu Terdampar di Tanjung Setia

Lampung — Kapolda Lampung Irjen Pol. Helfi Assegaf menyampaikan perkembangan terbaru terkait insiden kapal tongkang bermuatan…

KNPI Provinsi Lampung Terima Penghargaan Kolaborasi pada Seminar Nasional “How To Be A Great” di Graha Adora

JurnalKota.net – PESAWARAN — Gelaran Seminar Nasional “How To Be A Great” yang berlangsung meriah di Gedung Graha Adora menjadi momentum penting bagi dunia pendidikan di Lampung. Dalam acara yang digagas oleh Teacher Preneur Nusantara tersebut, KNPI Provinsi Lampung menerima penghargaan khusus sebagai mitra kolaborasi atas kontribusi besarnya dalam menyukseskan kegiatan tingkat nasional itu, Rabu 10 Desember 2025.

Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk pengakuan atas peran aktif KNPI Lampung dalam mendorong berbagai kegiatan pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia, serta komitmen organisasi kepemudaan ini dalam membangun sinergi bersama komunitas pendidik.

Dalam sambutannya, Founder Teacher Preneur Nusantara, Syafii Efendi, MM., menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh jajaran KNPI Provinsi Lampung. Ia menyebut bahwa seminar nasional tersebut bisa berjalan dengan baik berkat dukungan langsung dari KNPI sebagai salah satu kolaborator utama.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada KNPI Provinsi Lampung atas kerja sama dan support-nya dalam penyelenggaraan Seminar Nasional How To Be A Great ini. Tentu semua dapat terlaksana dengan baik karena adanya dukungan nyata dari KNPI,” ujar Syafii.

Ia menambahkan bahwa kolaborasi ini bukan hanya soal kegiatan satu hari, tetapi merupakan awal dari hubungan jangka panjang antara Teacher Preneur dan KNPI di Lampung.

“Harapan kami, seluruh Teacher Preneur Nusantara yang ada di Lampung dapat terus bergandeng tangan dalam berbagai kegiatan nasional. Alhamdulillah, di banyak provinsi lain, Teacher Preneur Nusantara sudah bersinergi dalam berbagai program serupa, dan kami berharap Lampung menjadi salah satu yang paling aktif,” lanjutnya.

*Ketua KNPI Lampung: Ini Langkah Awal Membangun Gerakan Pendidikan yang Lebih Besar*

Sementara itu, Ketua KNPI Provinsi Lampung, Iqbal Ardiansyah, S.Si., MM., menyampaikan apresiasi kepada Teacher Preneur Nusantara atas terselenggaranya seminar yang dinilai sangat relevan bagi peningkatan kualitas guru dan tenaga pendidik di era modern.

“KNPI Provinsi Lampung sangat mendukung kegiatan seminar nasional ini. Kami melihat kegiatan seperti ini menjadi langkah awal yang sangat penting untuk membangun silaturahmi dan kerja sama antara KNPI dengan Teacher Preneur Nusantara,” ujar Iqbal.

Ia menegaskan bahwa KNPI membuka diri untuk terus menjadi bagian dari berbagai kolaborasi yang memberi manfaat besar, khususnya dalam pemberdayaan guru dan peningkatan kualitas sumber daya manusia di Lampung.

“Kami berharap seminar ini dapat mendorong dan menginspirasi para dewan guru di Lampung, khususnya dalam meningkatkan kapasitas diri serta memahami kompetensi yang dibutuhkan dalam dunia pendidikan saat ini,” jelasnya.

*Sinergi untuk Meningkatkan SDM dan Kualitas Pendidikan di Lampung*

Kegiatan seminar nasional ini menghadirkan Ribuan peserta yang didominasi oleh guru-guru, tenaga pendidik, aktivis pendidikan, hingga mahasiswa dari berbagai daerah di Lampung. Melalui materi dan diskusi yang disampaikan, peserta mendapatkan inspirasi terkait cara menjadi pendidik yang berpengaruh, berdaya saing, dan memiliki karakter kepemimpinan kuat.

Kolaborasi antara KNPI Lampung dan Teacher Preneur Nusantara dipandang sebagai langkah strategis dalam memperkuat gerakan edukasi di daerah. Sinergi pemuda dan tenaga pendidik dinilai penting untuk mempersiapkan generasi yang lebih adaptif, kreatif, dan siap menghadapi perkembangan zaman.

Dengan diterimanya penghargaan kolaborasi tersebut, KNPI Lampung berharap dapat terus menjalin kerja sama yang lebih luas di masa mendatang, baik dalam skala regional maupun nasional.*

Wakil Bupati Pringsewu Turun Langsung Cek Rumah Warga Tidak Mampu di Pekon Gading Rejo Utara

JurnalKota.net – Pringsewu : Wakil Bupati Pringsewu, Umi Laila, turun langsung melakukan peninjauan ke rumah milik Ibu Sapariyati, seorang janda tiga anak, yang tinggal di Pekon Gading Rejo Utara. Selasa (2/12/2025).

Kunjungan ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian pemerintah daerah terhadap warga yang masih tinggal di hunian tidak layak dan membutuhkan bantuan segera.

Rumah yang ditempati Ibu Sapariyati diketahui memiliki kondisi bangunan yang sudah rapuh. Beberapa bagian atap mengalami kebocoran, dinding geribik mulai lapuk, serta lantai rumah yang sudah tidak aman untuk ditempati.

Saat meninjau lokasi, Umi Laila berbincang langsung dengan Ibu Sapariyati mengenai kebutuhan mendesak keluarga tersebut. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah akan mengupayakan bantuan melalui program perbaikan rumah tidak layak huni dan memastikan keluarga ini masuk dalam skala prioritas.

“Ketika kita turun langsung ke lapangan, barulah kita melihat kondisi sebenarnya. Ini penting agar apa yang dialami masyarakat bisa kita carikan solusinya,” ujar Umi Laila.

Selain melihat kondisi rumah, Wakil Bupati juga berdialog dengan Pemerintah Pekon untuk mengumpulkan informasi tambahan mengenai keseharian keluarga ini. Warga menyampaikan bahwa Ibu Sapariyati selama ini berjuang sendiri membesarkan ketiga anaknya dengan kondisi ekonomi terbatas. Dukungan pemerintah sangat dinantikan untuk meringankan beban yang selama ini ia tanggung.

Dalam kesempatan tersebut, Ibu Sapariyati menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Pringsewu dan Pemerintah Pekon Gading Rejo Utara atas perhatian yang diberikan. Ia mengaku tidak menyangka mendapat kunjungan langsung dari Wakil Bupati.

“Saya sangat bersyukur dan berterima kasih. Mudah-mudahan bantuan ini bisa terwujud dan kondisi rumah kami bisa lebih baik,” ujarnya.

Pemerintah pekon dan kecamatan yang turut hadir menyebutkan bahwa data terkait kondisi keluarga dan bangunan sudah mereka laporkan lengkap untuk diproses lebih lanjut. Mereka juga memastikan akan mendampingi proses pengusulan bantuan hingga pelaksanaannya di lapangan.

Kunjungan ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah Kabupaten Pringsewu untuk memperluas jangkauan layanan sosial, khususnya bagi warga yang paling membutuhkan.*

Dari Batu Brak untuk Lampung: Pekon Balak Menjadi Simbol Kebangkitan Ekonomi dan Warisan Budaya

Lampung Barat – Pekon Balak di Kecamatan Batu Brak resmi ditetapkan sebagai salah satu Desa Wisata…

Pemkab Lamsel dan Kejati Lampung Kolaborasi Perkuat Ketahanan Pangan Lewat Padi Biosalin di Sragi

LAMSEL, Sragi — Upaya memperkuat ketahanan pangan di wilayah pesisir Lampung Selatan kembali mendapatkan dorongan besar…

Unila Gelar Rapat Senat Tambah Prodi Baru

Lampung – Universitas Lampung (Unila) menggelar rapat senat di ruang sidang utama rektorat, pada Rabu, 10…

Teknik Geodesi dan Geomatika FT Terima Kunjungan ITB

Lampung – Jurusan Teknik Geodesi dan Geomatika Fakultas Teknik (FT) Universitas Lampung (Unila) menerima kunjungan akademik…