Polres Tanggamus Gelar Apel Pasukan Operasi Zebra Krakatau 2025

Tanggamus – Polres Tanggamus menggelar Apel Pasukan dalam rangka pelaksanaan Operasi Zebra Krakatau 2025, Senin (17/11/2025),…

Resmi, Bupati Lambar ditetapkan menjadi Pelindung, Ketua DPRD sebagai Ketua PMI Lampung Barat

Lambar – Parosil Mabsus ditetapkan sebagai pelindung PMI Kabupaten Lampung Barat. Jabatan itu tertera pada struktur…

Unila Gelar Workshop Implementasi Balanced Scorecard Perkuat Sistem Perencanaan

Lampung – Universitas Lampung (Unila) melalui bidang perencanaan menyelenggarakan workshop Implementasi Balanced Scorecard (BSC) dalam Sistem…

Pascasarjana Gelar Asesmen Lapangan Reakreditasi Prodi S-2 MIP3M

Lampung – Program Pascasarjana Universitas Lampung (Unila) menggelar Asesmen Lapangan (AL) Reakreditasi Program Studi S-2 Magister…

Cindi Ratna Putri, Lulusan Terbaik Magister Pendidikan Fisika Unila Periode II 2025

Lampung – Cindy Ratna Putri, mahasiswi Program Studi Magister Pendidikan Fisika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan…

Hakrab ITSNU Lampung Jadi Ajang Penguatan Solidaritas Mahasiswa Teknologi Informasi

JurnalKota.net – Bandar Lampung – Institut Teknologi dan Sains Nahdlatul Ulama (ITSNU) Lampung sukses menggelar Hari Keakraban (Hakrab) di Wira Garden, Bandar Lampung, Sabtu 15 November 2025.

Kegiatan yang diikuti mahasiswa baru dari seluruh program studi di Fakultas Teknologi ini bertujuan memperkuat rasa kebersamaan, mengenalkan budaya akademik, serta membangun ikatan yang harmonis antarwarga kampus.

Wakil Rektor I ITSNU Lampung, Dr. Sunarto, M.Pd.I, menegaskan bahwa Hakrab merupakan sarana fundamental untuk membentuk karakter mahasiswa sejak awal.

“Hakrab ini bukan hanya kegiatan penyambutan, tetapi proses pembentukan budaya akademik yang sehat dan penuh kekeluargaan. Kami ingin mahasiswa baru merasa memiliki tempat yang tepat untuk belajar, berkembang, dan berdaya,” ujarnya.

Dekan Fakultas Teknologi ITSNU Lampung, Aan Budianto, S.Pd., MA., turut memberikan apresiasi terhadap terselenggaranya kegiatan ini.

“Kegiatan ini membantu mahasiswa baru untuk cepat beradaptasi dengan lingkungan kampus. Kami ingin mereka merasa diterima dan siap menempuh perjalanan akademik dengan percaya diri, semangat, dan rasa kebersamaan,” jelasnya.

Sementara itu, Kaprodi Teknologi Informasi, Maisaroh, S.Kom., M.TI, menekankan pentingnya interaksi antar-mahasiswa dan dosen dalam proses pembelajaran di era teknologi yang dinamis.

“Hakrab menjadi pintu awal bagi mahasiswa untuk mengenal budaya Prodi Teknologi Informasi. Kami ingin mahasiswa tidak hanya memahami kurikulum, tetapi juga membangun kedekatan dengan dosen, kakak tingkat, serta seluruh elemen pembelajaran di prodi. Interaksi yang baik akan mendukung proses akademik mereka ke depan,” ungkapnya.

Maisaroh juga berharap mahasiswa baru dapat memanfaatkan kegiatan ini untuk menumbuhkan rasa percaya diri dan motivasi belajar.

“Kami ingin mahasiswa menjadi pribadi yang aktif, kolaboratif, dan siap menghadapi tantangan di dunia teknologi digital,” tambahnya.

Di sisi lain, Ketua Umum (Ketum) Himpunan Mahasiswa Teknologi Informasi (HIMATI), Anggi Meliyani, menyampaikan bahwa Hakrab menjadi ruang perkenalan yang sangat penting bagi mahasiswa baru Prodi Teknologi Informasi.

“Kegiatan ini kami rancang agar mahasiswa baru TI bisa saling mengenal, tidak hanya dengan teman seangkatan, tetapi juga dosen, Kaprodi, dan kakak tingkat. Ini menjadi dasar terbentuknya lingkungan belajar yang solid dan suportif,” katanya.

Anggi menegaskan bahwa kegiatan pertama HIMATI ini mendapat dukungan penuh dari kampus.

“Alhamdulillah kampus memberikan dukungan luar biasa sehingga kegiatan ini dapat berjalan lancar. Ini bentuk sambutan hangat kami kepada mahasiswa baru,” ujarnya.

Sebagai pesan penutup, Anggi mengajak seluruh mahasiswa memaksimalkan momentum ini.

“Jadikan Hakrab sebagai awal perjalanan panjang penuh prestasi. Bangun relasi, kembangkan potensi, dan jadilah bagian dari mahasiswa ITSNU Lampung yang membanggakan,” katanya.

Dengan terselenggaranya Hakrab di Wira Garden ini, Fakultas Teknologi ITSNU Lampung berharap munculnya generasi mahasiswa yang unggul, berkarakter kuat, dan mampu bekerja sama dalam menciptakan iklim akademik yang kreatif dan produktif.*

Gubernur Lampung Apresiasi Kajian Malam Minggu Pemuda Masjid Raya Al-Bakrie: “Masa Depan Negara Ada pada Generasi Mudanya”

Lampung – Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, mengapresiasi kegiatan Kajian Malam Minggu yang rutin diselenggarakan Pemuda Masjid Raya Al-Bakrie Lampung. Ia menilai kegiatan yang diinisiasi oleh para anak muda ini sebagai wadah positif untuk memperkuat pemahaman agama sekaligus membentuk karakter generasi penerus bangsa.

“Kalau suatu daerah mau baik, maka agama umatnya dulu yang harus diperbaiki,” ujar Gubernur Mirza saat menghadiri kajian tersebut pada Sabtu, 15 November 2025.

Ia menegaskan bahwa peran pemuda dalam kegiatan keagamaan sangat penting untuk menentukan arah masa depan daerah dan negara.

“Saya sangat bangga, apalagi ini pengajian malam Minggu. Saya tahu kegiatan ini lahir dari inisiatif anak-anak muda,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Mirza juga menyampaikan pesan khusus kepada seluruh jemaah yang hadir.
“Kalau mau lihat masa depan suatu negara, lihat anak-anak mudanya,” ucapnya.

Koordinator Kajian Malam Minggu, Febrian Maulana Putra, turut mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia memberikan apresiasi kepada pemerintah provinsi atas kehadiran dan dukungan langsung dari Gubernur Lampung dan jajaran.

“Kehadiran Gubernur dan jajaran menjadi semangat bagi kami untuk terus maju. Terima kasih atas support yang diberikan kepada kajian malam Minggu ini,” kata Febrian.

Ia menambahkan bahwa dukungan dari pemerintah menjadi motivasi bagi para pemuda untuk terus mengembangkan kegiatan keagamaan di Masjid Raya Al-Bakrie.

Kajian malam Minggu Pemuda Masjid Raya Al-Bakrie akan terus digelar secara rutin sebagai upaya memperkuat literasi keagamaan, mempererat silaturahmi, serta membentuk karakter remaja dan pemuda agar semakin aktif dalam kegiatan positif.

Kegiatan ini turut didukung oleh Forum Pemuda Lampung Maju, HIPMI Syari’ah Provinsi Lampung, KNPI, BKPRMI Provinsi Lampung, Infokyai Team, dan Serabutan Team.

6.573 Peserta Ramaikan Pawai Budaya HUT ke-69 Lampung Selatan, Atraksi Terbesar Sepanjang Penyelenggaraan

LAMSEL, Kalianda – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan sukses menyelenggarakan Pawai Budaya sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-69 Kabupaten Lampung Selatan, Minggu (16/11/2025).

Digelar di kawasan kompleks perkantoran Pemkab Lampung Selatan, kegiatan ini diikuti 6.573 peserta, menjadikannya pawai budaya terbesar dalam sejarah perayaan HUT daerah tersebut.

Ribuan peserta menampilkan ragam adat, busana tradisional, atraksi seni, serta berbagai replika budaya dari kecamatan dan perangkat daerah se-Lampung Selatan. Sepanjang rute pawai dipadati penonton yang ikut menikmati kemeriahan acara, menciptakan suasana penuh warna dan antusiasme masyarakat.

Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam menyukseskan kegiatan tersebut.

“Semua hadir dengan semangat persatuan. Saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh peserta pawai dan masyarakat yang memeriahkan HUT ke-69 Lampung Selatan,” ujar Bupati Egi.

Budaya Sebagai Identitas dan Fondasi Masa Depan

Dalam sambutannya, Bupati Egi menekankan bahwa Pawai Budaya tidak hanya sekadar hiburan, melainkan wadah pelestarian tradisi dan identitas masyarakat Lampung Selatan.

“Lampung Selatan adalah rumah bagi keberagaman adat, bahasa, pakaian tradisional, dan nilai-nilai leluhur. Pawai ini mengingatkan kita bahwa budaya adalah identitas, dan tradisi merupakan warisan yang menjadi fondasi masa depan,” katanya.

Ia juga menyebut bahwa Pawai Budaya tahun ini menjadi panggung kolaborasi bagi tokoh adat, seniman, komunitas kreatif, serta perwakilan kecamatan.

“Ini bukan sekadar tampil cantik dengan busana adat, tetapi bukti bahwa kita bangga dengan daerah kita,” lanjutnya.

Tokoh Nasional Turut Hadir

Pawai Budaya HUT ke-69 Lampung Selatan turut dihadiri sejumlah tokoh nasional, di antaranya Menko Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Perdagangan Budi Santoso, Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto, serta anggota DPR RI seperti Sigit Purnomo, Surya Utama, Primus Yustisio, Eko Purnomo, Desi Ratnasari, dan Putri Zulkifli Hasan.

Selain itu hadir pula Ketua TP PKK Lampung Selatan sekaligus UKP Bidang Pariwisata Zita Anjani, Wakil Bupati Lampung Selatan M. Syaiful Anwar, Wakil Ketua TP PKK Reni Apriyani, Forkopimda Lampung Selatan, anggota DPRD, tokoh adat, tokoh agama, pemuda, serta ribuan warga.

Kehadiran para tokoh tersebut menegaskan bahwa Pawai Budaya Lampung Selatan kini menjadi salah satu ikon perayaan budaya terbesar di Provinsi Lampung.

Momen Penguat Kebersamaan

Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan juga mengapresiasi seluruh panitia dan pihak yang terlibat dalam rangkaian Lamsel Fest 2025, yang untuk pertama kalinya digelar selama tiga hari berturut-turut dan sepenuhnya gratis untuk masyarakat.

Dengan pelaksanaan yang tertib dan meriah, Pawai Budaya HUT ke-69 Lampung Selatan menjadi momentum penting untuk mempererat kebersamaan, menumbuhkan rasa bangga terhadap budaya lokal, sekaligus mendorong perkembangan pariwisata dan kreativitas daerah.

1.500 Penari Pecahkan Rekor MURI, Tari Tuping Lampung Selatan Ukir Sejarah di Panggung Budaya Dunia

LAMSEL, Kalianda – Sebuah pertunjukan megah menghentak Lapangan Korpri, Kalianda, Minggu (16/11/2025). Sebanyak 1.500 pelajar dari berbagai sekolah di Lampung Selatan menari secara serempak dalam Pagelaran Tari Tuping 12 Wajah, yang sukses memecahkan Rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) untuk kategori Pagelaran Tari Tuping dengan Penari Terbanyak.

Aksi kolosal ini langsung dinilai sebagai salah satu pertunjukan tari topeng terbesar yang pernah digelar di Indonesia, bahkan di tingkat dunia. Iringan musik tradisional Lampung, hentak ribuan langkah penari, serta kemilau topeng 12 wajah menghadirkan panorama budaya yang memukau dan membangkitkan rasa bangga ribuan penonton yang memadati area acara.

Pagelaran monumental tersebut menjadi salah satu rangkaian utama dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-69 Kabupaten Lampung Selatan, sekaligus menyita perhatian publik dan media nasional.

Piagam penghargaan MURI diserahkan langsung kepada Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, didampingi Ketua TP PKK yang juga Utusan Khusus Presiden (UKP) Bidang Pariwisata, Zita Anjani. Momen bersejarah ini turut disaksikan sejumlah tokoh nasional, di antaranya Menko Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Perdagangan Budi Santoso, Wamendagri Bima Arya, serta para anggota DPR RI seperti Sigit Purnomo, Surya Utama, Primus Yustisio, Eko Purnomo, Desi Ratnasari, dan Putri Zulkifli Hasan.

Menko Pangan Zulkifli Hasan menyampaikan kekagumannya atas gelaran budaya tersebut. Ia menyebut pagelaran ini bukan hanya memecahkan rekor, tetapi juga menghidupkan kembali nilai-nilai sejarah Lampung.

“Belum pernah ada di Lampung, Indonesia, bahkan dunia, tari topeng sebanyak ini tampil bersama. Ini luar biasa. Pagelaran ini mengingatkan pada kisah Radin Inten II dan para prajuritnya yang menyamar demi perjuangan. Semangat itu terasa hidup pagi ini,” ujarnya takzim.

Menghidupkan Legenda Dua Belas Pendekar Bertopeng

Tari Tuping 12 Wajah terinspirasi dari kisah dua belas pendekar yang menggunakan topeng sebagai lambang keberanian, kesetiaan, dan kehormatan. Nilai-nilai tersebut tercermin dalam gerak harmonis para penari yang tampil penuh disiplin, energi, dan kebanggaan sebagai generasi penerus budaya Lampung Selatan.

Bupati Radityo Egi Pratama mengungkapkan rasa bangganya atas keberhasilan para pelajar menghadirkan pertunjukan kelas dunia tersebut.

“Saya sangat terharu melihat anak-anak kita tampil dengan penuh dedikasi membawa budaya Lampung Selatan ke panggung dunia. Rekor ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus merawat dan mempromosikan budaya daerah,” ujar Bupati Egi.

Keberhasilan memecahkan Rekor MURI ini menegaskan bahwa Tari Tuping 12 Wajah bukan sekadar seni pertunjukan, tetapi identitas budaya yang mampu menyatukan ribuan generasi muda dalam ekspresi yang penuh harmoni dan kebanggaan.

Rekor tersebut semakin memperkuat posisi Lampung Selatan sebagai daerah yang berkomitmen menghadirkan pertunjukan budaya kelas dunia dalam rangka peringatan HUT ke-69.

GAUL Bareng Bupati Parosil: Sawah Lega Berubah Jadi Pusat Kreativitas UMKM Lambar

LAMPUNG BARAT — Minggu pagi 16 November di Sawah Lega, Kecamatan Kebun Tebu, mendadak berubah jadi…