Profil Pratikno, Mensesneg Yang Diminta Masuk di Kabinet Prabowo

Mensesneg Pratikno dipanggil ke Kediaman Presiden Terpilih, Prabowo Subianto, pada Senin (14/10). Pada hari itu, Prabowo memang memanggil sejumlah tokoh dan politisi, untuk dijadikan menteri pada kabinetnya mendatang.

“Bapak Presiden terpilih menyampaikan ke saya, minta saya untuk membantu beliau gabung kabinet itu aja,” kata Pratikno, usai bertemu Prabowo.

Isunya, Pratikno akan menjabat sebagai Menko Pembangunan Manusia dan Kemanusiaan. Ia menanggapi santai isu itu.

“Rahasia dong,” kata Pratikno tertawa.

Bagaimana profil Pratikno?, berikut rangkuman profilnya:

Pratikno lahir di Bojonegoro, 13 Februari 1962. Ia menghabiskan masa pendidikan dasar hingga menengahnya di kota tersebut.

Pada 1985, Pratikno mengenyam pendidikan S1 di Universitas Gadjah Mada (UGM) jurusan Ilmu Pemerintahan. Lalu, pada 1990, ia meraih gelar S2 jurusan Development Administration di Birmingham University, Inggris.

Pratikno meraih gelar doktoral nya di Flinders University, Australia pada bidang Ilmu Politik, pada 1997. Ia dinobatkan sebagai profesor Ilmu Politik di UGM, pada 2008. Pada 2012, ia menjabat sebagai rektor UGM hingga 2014.

Pratikno juga menjadi salah satu pemandu debat capres, pada pemilu 2009.

Karirnya moncer. Pada 2014 ia ditunjuk sebagai Mensesneg oleh Jokowi. Ia jadi salah satu menteri yang tak pernah diganti oleh Jokowi selama 2 periode pemerintahan.

Satu pesan Prabowo yang ia sampaikan kepada wartawan, ia diminta masuk kabinet untuk menjaga soliditas para menteri.

“Ya kan, memang dalam kabinet banyak menteri sesuai bidang, tidak bisa satu kementerian beda dengan kementerian lain, ada tumpang tindih masalah pengentasan kemiskinan, SDM, beliau tekankan soliditas di kabinet,” ucap Pratikno.

“Supaya target pemerintahan Pak Prabowo bisa tercapai,” tutup Pratikno.

Tinggalkan Balasan