
BANDAR LAMPUNG — PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Lampung terus memperkuat kontribusinya terhadap masyarakat dan lingkungan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).
Salah satu bentuk kepedulian tersebut diwujudkan melalui dukungan terhadap Bank Sampah Emak.ID, lembaga pengelolaan sampah berbasis digital yang aktif di Bandar Lampung dan wilayah sekitarnya.
Dukungan PLN UID Lampung menjadi bagian dari upaya mendorong pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) 12, yakni Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab. Fokusnya mencakup penguatan edukasi masyarakat, pemilahan, hingga pengelolaan sampah secara berkelanjutan.
Melalui keberadaan Bank Sampah Emak.ID, masyarakat diharapkan semakin memahami bahwa sampah tidak hanya menjadi persoalan lingkungan, tetapi juga memiliki potensi untuk dimanfaatkan dan dikelola secara lebih produktif.
Manager Komunikasi dan TJSL PT PLN UID Lampung, Badai Marindro, mengatakan dukungan tersebut merupakan bagian dari komitmen PLN untuk memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
“Program ini merupakan wujud komitmen PT PLN UID Lampung, tidak hanya menghadirkan layanan kelistrikan yang andal, tetapi juga memberikan kontribusi positif bagi lingkungan dan masyarakat,” ujar Badai.
Menurutnya, persoalan sampah tidak dapat diselesaikan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan kolaborasi antara dunia usaha, pemerintah, komunitas, dan masyarakat agar edukasi serta praktik pengelolaan sampah dapat berjalan secara konsisten.
Bank Sampah Diharapkan Jangkau Lebih Banyak Masyarakat
Founder Emak.ID, Ahmad Khairudin Syam, M.Si., mengapresiasi dukungan PLN UID Lampung terhadap pengembangan Bank Sampah Emak.ID.
Ia berharap dukungan tersebut dapat memperluas jangkauan edukasi dan meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan sampah.
“Dengan adanya Bank Sampah Emak.ID, semoga bisa bermanfaat untuk banyak masyarakat di Lampung, terutama dalam bidang edukasi sampah,” kata Ahmad.
Sementara itu, Kabid Persampahan DLH Kota Bandar Lampung, Ahmad Junaedi, S.IP., juga menyambut positif kolaborasi tersebut.
Ia berharap kegiatan dan dukungan serupa dapat terus berlanjut sehingga semakin banyak masyarakat yang terlibat dalam pengelolaan sampah dari tingkat lingkungan.
“Harapan saya kegiatan ini bisa terus dilaksanakan dan semakin luas,” ujarnya.
Kolaborasi PLN UID Lampung bersama Bank Sampah Emak.ID, pemerintah, komunitas, dan masyarakat diharapkan dapat memperkuat sistem pengelolaan sampah di Lampung.
Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya mendorong perubahan perilaku masyarakat agar lebih bijak dalam mengonsumsi, memilah, dan memanfaatkan kembali sumber daya yang masih memiliki nilai guna.
Dengan pengelolaan yang dilakukan secara konsisten dan melibatkan berbagai pihak, sampah diharapkan tidak lagi hanya dipandang sebagai persoalan lingkungan, tetapi juga dapat menjadi bagian dari solusi menuju lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan.