Muswil Dekopin Lampung Dorong Penguatan Koperasi Sebagai Penggerak Ekonomi Rakyat

JurnalKota.net – BANDARLAMPUNG — Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal bersama Menteri Koperasi dan UKM Republik Indonesia Ferry Joko Yuliantono mengikuti Musyawarah Wilayah (Muswil) Dewan Koperasi Indonesia Wilayah (Dekopinwil) Lampung di Balai Keratun, Komplek Kantor Gubernur Lampung, Bandarlampung, Rabu (22/10/2025).

Muswil yang mengusung tema “Pulih, Bangkit, dan Maju: Gerakan Koperasi untuk Lampung Maju Menuju Indonesia Emas” tersebut diikuti Menkop Ferry Joko Yuliantono secara virtual. Sedangkan Gubernur Mirza hadir bersama Bendahara Dekopin Pusat, Putri Zulkifli Hasan; unsur Forkopimda Provinsi Lampung; serta para pengurus Dekopinwil se-Lampung.

Muswil tersebut bertujuan untuk memilih kepengurusan baru Dekopinwil Lampung sekaligus memperkuat komitmen gerakan koperasi sebagai bagian penting dari penggerak ekonomi daerah.

Dalam sambutannya, Menteri Koperasi Ferry Joko Yuliantono menegaskan komitmen pemerintah pusat untuk mengembalikan peran koperasi sebagai kekuatan utama ekonomi rakyat. Ia menyebut Dekopin sebagai mitra strategis pemerintah dalam memperkuat fondasi ekonomi nasional berbasis gotong royong.

“Bapak Presiden berkomitmen memperkuat kembali peran koperasi sebagai kekuatan ekonomi nasional. Kami berharap Lampung dapat menjadi provinsi percontohan pengembangan Koperasi Desa Merah Putih yang siap beroperasi,” ujar Ferry.

Ia menjelaskan, Koperasi Desa Merah Putih akan dikembangkan di lebih dari 80 ribu desa di Indonesia, sebagai pusat kegiatan ekonomi masyarakat di tingkat desa dan kelurahan. Koperasi tersebut diharapkan mampu tumbuh sejajar dengan BUMN dan perusahaan besar, hingga menjangkau pasar nasional dan internasional, serta menjadikan masyarakat lebih mandiri dan sejahtera.

Sementara itu, Bendahara Dekopin Pusat Putri Zulkifli Hasan menyebut Muswil ini sebagai momentum strategis untuk menghidupkan kembali semangat koperasi sebagai pilar ekonomi rakyat dan motor penggerak kesejahteraan masyarakat Lampung.

“Lampung memiliki potensi ekonomi rakyat yang luar biasa, terutama di sektor pertanian, perkebunan, dan industri olahan berbasis desa. Potensi ini perlu didorong melalui wadah ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Melalui koperasi, kita ingin mengembalikan semangat gotong royong dan membangun kemandirian ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Dalam arahannya, Gubernur Rahmat Mirzani Djausal menegaskan bahwa Lampung memiliki potensi besar sebagai lumbung pangan nasional dengan berbagai komoditas unggulan seperti beras, jagung, singkong, gula, kopi, dan ternak. Namun demikian, kekayaan sumber daya tersebut belum sepenuhnya memakmurkan masyarakat karena lemahnya penguasaan terhadap tata niaga dan rantai bisnis.

“Koperasi memiliki peran penting sebagai kunci penguatan ekonomi masyarakat agar mampu menciptakan nilai tambah dan meningkatkan daya saing produk lokal. Koperasi harus menjadi sarana untuk mendorong pengolahan komoditas, agar tidak hanya dijual mentah tetapi memberi manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat,” tegas Gubernur.

Gubernur juga menyampaikan dukungannya terhadap program nasional Koperasi Merah Putih yang digagas Presiden Prabowo Subianto sebagai langkah memperkuat ekonomi berbasis desa. Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan Dekopin untuk memastikan program tersebut tersampaikan hingga ke masyarakat akar rumput.

Acara ditutup dengan penyerahan simbolis bantuan rumah bagi anggota Koperasi Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Pelabuhan Panjang sebagai bentuk nyata perhatian koperasi terhadap peningkatan kesejahteraan anggotanya.*

Pemerintah Pusat dan Daerah Bersinergi Siapkan SMA Unggul Garuda di Desa Marga Catur, Kalianda, Lampung Selatan

JurnalKota.net – LAMPUNG SELATAN —– Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela mendampingi Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Stella Christie dalam kunjungan kerja ke calon lokasi pembangunan Sekolah Menengah Atas (SMA) Unggul Garuda di Provinsi Lampung, Rabu (22/10/2025).

Kunjungan yang berlangsung di Desa Marga Catur, Kecamatan Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan ini diproyeksikan menjadi salah satu titik awal pengembangan sekolah unggulan berstandar nasional di bawah program SMA Garuda.

Selain di Lampung Selatan, rencananya akan dibangun juga SMA Garuda di Pekon Bumi Arum, Kabupaten Pringsewu.

Program SMA Garuda merupakan inisiatif pemerintah pusat yang diluncurkan pada Oktober 2025 yang bertujuan untuk memperluas akses pendidikan menengah berkualitas dan menyiapkan generasi unggul di bidang sains, teknologi, rekayasa, dan matematika (STEM).

SMA Garuda memiliki dua skema utama, yakni Sekolah Garuda Transformasi, yaitu penguatan sekolah menengah atas yang sudah ada, serta Sekolah Garuda Baru, yaitu pembangunan sekolah unggulan di daerah yang dinilai memiliki potensi dan kebutuhan pengembangan pendidikan.

Program ini diharapkan menjadi model pendidikan menengah berstandar nasional, yang mengintegrasikan kurikulum berbasis riset, inovasi teknologi serta pengembangan karakter dan kepemimpinan siswa.

Sekolah ini sendiri akan mengadopsi sistem pembelajaran berbasis riset, penguatan literasi digital, serta pendidikan karakter berbasis nilai kebangsaan.

Pemerintah menargetkan sebanyak 100 Sekolah Garuda beroperasi pada 2029, yang terdiri atas 80 Sekolah Garuda transformasi dan 20 Sekolah Garuda baru, termasuk di Lampung

Kunjungan kerja Wamen Stella Christie dan Wagub Jihan Nurlela ini menandai langkah awal sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menghadirkan pendidikan menengah berkualitas di Bumi Ruwa Jurai.

Melalui kehadiran SMA Unggul Garuda, Lampung diharapkan menjadi salah satu pusat lahirnya generasi unggul yang siap berkontribusi bagi kemajuan bangsa.*

Pemprov Lampung Lestarikan Budaya Daerah Lewat Pekan Kebudayaan Daerah IV 2025

JurnalKota.net – Bandar Lampung — Pemerintah Provinsi Lampung melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan bekerja sama dengan Tim Penggerak PKK Provinsi Lampung terus memperkuat sinergi dalam upaya pelestarian budaya daerah. Upaya tersebut tercermin dalam rangkaian penyelenggaraan Pekan Kebudayaan Daerah (PKD) IV Tahun 2025 yang digelar di Teater Tertutup Taman Budaya Lampung, Rabu (22/10/2025).

Kegiatan yang diawali dengan penampilan seni budaya oleh siswa-siswi Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) PKK Bandar Lampung ini berlangsung meriah dan penuh makna.

Hadir dalam kesempatan tersebut Ketua TP. PKK Provinsi Lampung, Purnama Wulan Sari Mirza, Ketua Dharma Wanita Persatuan Provinsi Lampung Agnesia Bulan Marindo, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Lampung Hanita Farial Firsada, serta pejabat di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung yang diwakili oleh Kepala Bidang Kebudayaan, Dra. Heni Astuti, M.IP.

Beragam pertunjukan seni dan budaya menghiasi perhelatan PKD IV, mulai dari tari tradisional Lampung, pertunjukan musik daerah, hingga penampilan khas “Bebay Bertabuh” yang akan digelar besok Kamis ( 22/10/2025), sebuah tradisi musik Lampung yang melambangkan harmoni antara seni, perempuan, dan budaya.

Secara etimologis, bebay berarti “perempuan” atau “gadis”, sedangkan bertabuh berarti “menabuh” atau memainkan alat musik tradisional. Tradisi ini menjadi simbol penting peran perempuan dalam menjaga dan melestarikan nilai-nilai seni serta budaya lokal.

Dalam sambutannya, Ketua TP. PKK Provinsi Lampung, Purnama Wulan Sari Mirza menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya kepada para siswa SLBN PKK Bandar Lampung yang telah menampilkan karya terbaik mereka.

“Saya sangat terkesan dengan penampilan adik-adik dari SLBN PKK Bandar Lampung. Mereka tampil luar biasa dan membanggakan kita semua. Terima kasih kepada para pendidik dan pelatih yang telah membimbing anak-anak kita dengan penuh dedikasi,” ujar Wulan.

Ia juga memberikan penghargaan kepada seluruh panitia dan pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan PKD IV.

“Semoga kegiatan ini menjadi ruang kreatif sekaligus ajang apresiasi bagi pelajar dan seniman daerah, serta membawa keberkahan dan kemajuan bagi masyarakat Provinsi Lampung dalam melestarikan budaya kita tercinta,” tambahnya.

Usai acara, Wulan Sari Mirza berkesempatan meninjau Teater Terbuka serta mengunjungi stan pameran lukisan dan berbagai area di lingkungan Taman Budaya Lampung, yang menampilkan karya-karya seniman lokal.

Sementara itu, Pamong Budaya Ahli Pertama Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah VII, Erric Syah, turut menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung atas keberhasilan penyelenggaraan kegiatan tersebut.

“Kami mengapresiasi setinggi-tingginya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung yang telah sukses menggelar karya Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS) tahun ini. Keberhasilan ini tidak lepas dari kerja keras para seniman, asisten seniman, serta para siswa yang telah menampilkan karya luar biasa,” ujarnya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung yang diwakili oleh Kepala Bidang Kebudayaan, Dra. Heni Astuti, M.IP, juga menyampaikan rasa terima kasih kepada Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia atas kepercayaannya menjadikan Provinsi Lampung sebagai salah satu lokus program Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS) Tahun 2025.

“Tahun ini, terdapat lima sekolah di Provinsi Lampung yang menjadi lokus kegiatan GSMS. Alhamdulillah, seluruh kegiatan berjalan lancar dan sukses hingga kita dapat menyaksikan hasil karya anak-anak yang telah berlatih selama tiga bulan,” ungkap Heni.

Ia berharap agar program tersebut dapat terus berlanjut dan menjadikan Lampung sebagai salah satu pusat pembinaan seni dan budaya di masa mendatang.

“Kami berharap Gerakan Seniman Masuk Sekolah dapat terus dilaksanakan di tahun-tahun berikutnya sebagai wadah pembelajaran kreatif dan pelestarian budaya bagi generasi muda,” tutupnya.

Pekan Kebudayaan Daerah IV Tahun 2025 menjadi momentum penting dalam memperkuat identitas dan kebanggaan masyarakat Lampung terhadap kekayaan budaya daerah. Melalui kolaborasi antara pemerintah, dunia pendidikan, dan organisasi perempuan seperti TP. PKK serta DWP, pelestarian budaya Lampung diyakini akan terus hidup dan berkembang di tengah arus modernisasi.*

Pimpin Upacara Purna Tugas, Ini Pesan Pangdam XXI/Raden Inten

JurnalKota.net – Rejang Lebong, Kamis (23/10/2025) — Kodam XXI/Raden Inten menggelar Upacara Purna Tugas Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) Republik Indonesia–Papua Nugini (RI–PNG) Statis dari Yonif 144/Jaya Yudha, bertempat di Lapangan Mako Yonif 144/JY, Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu.

Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Pangdam XXI/Raden Inten Mayjen TNI Kristomei Sianturi, S.Sos., M.Si.(Han), sedangkan Komandan Upacara dijabat oleh Danyonif 144/JY Letkol Inf Eko Siswanto, S.Hub.Int., M.I.P.

Dalam amanatnya, Pangdam XXI/Raden Inten menyampaikan ucapan selamat datang serta penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh prajurit Yonif 144/Jaya Yudha yang telah kembali dengan selamat dan berhasil menyelesaikan tugas mulia menjaga perbatasan negara dengan penuh dedikasi, disiplin, dan semangat juang yang tinggi.

> “Kembalinya kalian dengan selamat merupakan kebanggaan bagi Kodam XXI/Raden Inten, sekaligus menjadi bukti profesionalisme TNI AD dalam melaksanakan tugas. Keberhasilan ini tentu tidak terlepas dari latihan yang sungguh-sungguh serta doa dari keluarga,” ujar Pangdam.

Lebih lanjut, Pangdam berpesan agar para prajurit segera menyesuaikan diri kembali dengan satuan dan keluarga, serta menjadikan pengalaman selama penugasan sebagai bekal berharga untuk meningkatkan profesionalisme dan loyalitas dalam pengabdian kepada bangsa dan negara.

Mengakhiri amanatnya, Pangdam berharap agar keberhasilan Satgas Yonif 144/Jaya Yudha dapat menjadi inspirasi dan motivasi bagi seluruh prajurit Kodam XXI/Raden Inten untuk terus memberikan karya terbaik dalam menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Turut hadir dalam upacara tersebut Danrem 041/Gamas Brigjen TNI Jatmiko Aryanto, S.E., M.Han., beserta unsur Forkopimda Provinsi Bengkulu, para Asisten Kasdam XXI/Raden Inten, Kasi Kasrem 041/Gamas, Ketua Persit KCK Daerah XXI/Raden Inten beserta pengurus, Ketua Persit KCK Koorcabrem 041 PD XXI/Raden Inten beserta pengurus, unsur Forkopimda Kabupaten Rejang Lebong, Kepahiang, dan Lebong, para pejabat TNI-Polri, tokoh masyarakat, tokoh adat, serta keluarga besar Yonif 144/Jaya Yudha.*

Pemprov Lampung Gelar Rapat Final Persiapan LEIF 2025, Siap Tarik Minat Investor Asing dan Nasional

JurnalKota.net – BANDARLAMPUNG — Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan memimpin rapat final persiapan pelaksanaan Lampung Economic Investment Forum (LEIF) 2025 di Ruang Kerja Sekda, Kantor Gubernur, Bandarlampung, Kamis (23/10/2025).

Rapat tersebut membahas berbagai aspek teknis pelaksanaan, mulai dari susunan acara, kesiapan lokasi, hingga strategi publikasi dan promosi LEIF 2025. Hadir dalam rapat antara lain perwakilan Forum Investasi Lampung (Foila), Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung Bimo Epyanto beserta jajaran, serta sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

Forum investasi berskala internasional yang digelar atas kolaborasi Pemerintah Provinsi Lampung dan Bank Indonesia ini akan berlangsung pada 4 November 2025 di Jakarta, dengan menghadirkan sekitar 130 calon investor asing dari 46 negara, serta sejumlah asosiasi pengusaha nasional sebagai calon investor potensial.

Dalam arahannya, Sekda Marindo menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor agar LEIF 2025 dapat berjalan sukses dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan investasi di Lampung. Ia menyampaikan pesan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal bahwa forum ini bukan hanya ajang promosi proyek strategis, tetapi juga sarana untuk memperkenalkan potensi, sumber daya, dan kearifan lokal Lampung kepada calon investor.

“Pesan Bapak Gubernur, acara ini harus mampu menggambarkan iklim investasi di Lampung — mulai dari potensi sumber daya, kearifan lokal, hingga kondusifitas situasi politik dan sosial,” ujar Marindo.

Beberapa proyek strategis yang akan ditampilkan dalam LEIF 2025 antara lain Bakauheni Harbour City, Bandar Lampung Agripark Kemiling, PLTS Bendungan Way Jepara, dan Kawasan Kota Baru Provinsi Lampung, serta sejumlah proyek dan aset daerah potensial lainnya.

Marindo menambahkan, di tengah keterbatasan fiskal daerah, Pemerintah Provinsi Lampung terus berupaya menghadirkan pembangunan melalui peningkatan investasi dan kolaborasi dengan berbagai pihak.

Ia juga menyampaikan bahwa Pemprov Lampung bersama Bank Indonesia akan terus memperkuat koordinasi dan publikasi agar pelaksanaan LEIF 2025 berjalan lancar serta mampu memberikan dampak positif bagi peningkatan investasi dan pertumbuhan ekonomi daerah.*

Gubernur Rahmat Mirzani Djausal Hadiri Munas VII Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia Tahun 2025 di Jakarta

JurnalKota.net – JAKARTA —– Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menghadiri Musyawarah Nasional (Munas) VII Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) tahun 2025 di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Kamis (23/10/2025).

Dalam Munas yang mengusung tema “Menjaga Integritas Pemerintah Daerah yang Bersih dan Kreatif” tersebut, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud resmi terpilih aklamasi sebagai Ketua Umum APPSI periode 2025-2030.

Sebagai Ketua APPSI baru, Rudy menyampaikan sejumlah fokus utama untuk memperkuat peran organisasi ke depan dengan menekankan lima arah kebijakan prioritas, yakni :
1. Memperkuat kolaborasi antarprovinsi untuk mengurangi kesenjangan dan mempercepat pembangunan daerah.
2. Menjadi mitra strategis pemerintah pusat dalam menyampaikan aspirasi daerah secara profesional dan konstruktif.
3. Mendorong transformasi digital dalam tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik.
4. Memperkuat ketahanan ekonomi daerah, terutama dalam bidang pangan, energi, hilirisasi, dan investasi hijau.
5. Membangun APPSI yang responsif, cepat merespons isu daerah dan nasional untuk menghasilkan gagasan serta kebijakan yang solutif.

Rudy berharap APPSI di bawah kepemimpinannya dapat menjadi motor penggerak sinergi pembangunan nasional yang berpihak pada kemajuan daerah, sekaligus memperkokoh persatuan Indonesia di tengah dinamika global yang semakin kompleks.

Ia juga diberikan waktu 1 bulan untuk membentuk kepengurusan yang baru.

Dikesempatan yang sama, Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Akhmad Wiyagus menekankan bahwa Sebagai mitra strategis pemerintah pusat, APPSI diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel.

Ia menggarisbawahi empat aspek kunci yang dapat dilakukan APPSI untuk menjaga integritas tersebut, yakni transparansi dan akuntabilitas, partisipasi publik, inovasi kreatif serta pemberantasan korupsi di wilayah masing-masing.

Wiyagus menilai keempat aspek tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto mengenai pentingnya membangun pemerintahan daerah yang bersih dan akuntabel di masa mendatang.*

Wagub Jihan Nurlela Kunjungi Rumah Warga dari Keluarga Pra-Sejahtera di Sungai Buaya, Mesuji: Beri Pendampingan Intensif Terkait Persoalan Kesehatan, Psikologis dan Ekonomi

JurnalKota.net – MESUJI —– Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela mengunjungi salah satu rumah warga dari keluarga pra-sejahtera di kawasan Register 45, Pemukiman Karya Jaya, Sungai Buaya, Kabupaten Mesuji, Senin (20/10/2025),

Keluarga tersebut diketahui menghadapi persoalan hukum sehingga harus berurusan dengan Polres Mesuji. Kasusnya terkait perlakuan sang ibu terhadap anaknya, yang mengikat anaknya dengan rantai dan meninggalkannya sendirian di rumah.

Pemerintah Provinsi Lampung bersama Pemerintah Kabupaten Mesuji memberikan pendampingan intensif kepada keluarga ini. Sebab, Wagub Jihan menilai persoalannya bukan hanya soal hukum, tapi juga kesehatan, psikologis, dan ekonomi.

Seperti diketahui, keluarga ini memiliki dua anak: S dan T. S (6 tahun) dan T (2 tahun). Ayah mereka merupakan buruh kecil yang harus bekerja meninggalkan rumah. Si ibu harus mengurus anaknya T untuk berobat karena menderita penyakit jantung bawaan dan labiopalatoskizis (bibir sumbing), yang mengharuskannya menjalani pemeriksaan bulanan. Penyakit tersebut juga berdampak pada kondisi stunting yang dialami T.

Setiap bulan saat akan mengantar T, ibunya harus merantai S agar tidak nakal karena bermain keluar rumah. Dari sini persoalan muncul.

“Karena keterbatasan ekonomi dan tidak memungkinkan membawa dua anak sekaligus dengan sepeda motor, sementara sang ayah bekerja sebagai buruh tani harian lepas, keputusan untuk mengikat S diambil agar tidak bermain ke sungai atau jalan raya, mengingat ada pengalaman sebelumnya,” ujar Wagub Jihan.

Jihan menegaskan bahwa tindakan ibu tersebut tetap merupakan sebuah kesalahan. Meski demikian, Pemprov Lampung dan Pemkab Mesuji menilai bahwa kasus ini tidak bisa dilihat hanya dari satu sisi.

Pendekatan yang komprehensif diperlukan mengingat kondisi sosial, ekonomi, dan kesehatan keluarga yang sangat kompleks.

“Kita harus melihat dari berbagai sisi. Ini bukan hanya soal hukum, tapi juga kesehatan, psikologis, dan ekonomi. Mereka masuk kategori masyarakat desil 1, sangat miskin, dan bahkan tidak memiliki rumah tinggal tetap,” ujar Jihan.

Pemerintah daerah saat ini tengah melakukan berbagai upaya, termasuk intervensi gizi, pemeriksaan kesehatan, dan pendampingan psikologis bagi kedua anak. Rumah sakit telah diminta untuk melakukan asesmen menyeluruh, baik terhadap S maupun T.

“Insya Allah, besok dokter akan menjemput mereka untuk pemeriksaan lanjutan dan persiapan tindakan medis, termasuk kemungkinan operasi untuk penyakit bawaan T,” tambahnya.

Jihan menegaskan bahwa seluruh aspek kehidupan keluarga ini harus ditangani bersama, mulai dari penanganan medis, kondisi anak-anak, hingga solusi atas kesulitan ekonomi dan sosial yang mereka hadapi.

“Kita tidak bisa hanya menyelesaikan satu masalah dan mengabaikan yang lain. Ini masalah yang saling berkaitan dan harus diselesaikan secara menyeluruh,” katanya.*

OJK dan TPAKD Pesawaran Kembangkan Ekosistem Pusat Inklusi Keuangan Syariah Berbasis Pesantren Melalui Program EPIKS

JurnalKota.net – Pesawaran, 14 Oktober 2025 – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Lampung bersama Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kabupaten Pesawaran meluncurkan Program Ekosistem Pusat Inklusi Keuangan Syariah (EPIKS) di
Pondok Pesantren Al-Hidayat Gerning.

Kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam
mewujudkan kemandirian ekonomi pesantren dan perluasan akses keuangan
syariah di masyarakat, khususnya di lingkungan pendidikan berbasis keagamaan.

Acara ini dihadiri oleh Wakil Gubernur Lampung yang dalam hal ini diwakili oleh
Kepala Biro Perekonomian Setda Provinsi Lampung, Ibu Rinvayanti; Bupati
Pesawaran, Ibu Hj. Nanda Indira Bastian, S.E., M.M.; Wakil Bupati Pesawaran,
Bapak Antonius Muhammad Ali, S.H.; Kepala OJK Provinsi Lampung, Bapak Otto
Fitriandy; Pimpinan Pondok Pesantren Al-Hidayat Gerning, Kyai Hi. Ahmad
Ma’shum Abror, M.Pd.I; Bendahara JP3M Provinsi Lampung, Ibu Nyai Hj. Maryam
Maulida; Branch Manager Bank Syariah Indonesia (BSI) Cabang Pesawaran, Ibu
Desy Anggraini; serta perwakilan Bank Sampah Sahabat Gajah, perangkat desa
Gerning, dan para santri Pondok Pesantren Al-Hidayat.

Dalam sambutannya, Kepala OJK Provinsi Lampung, Bapak Otto Fitriandy,
menegaskan bahwa program EPIKS merupakan bagian dari upaya memperkuat
peran suatu daerah atau lembaga, yang dalam hal ini adalah pondok pesantren
selaku lembaga pendidikan keagamaan dalam ekosistem keuangan syariah. “OJK
siap membersamai TPAKD Kabupaten Pesawaran agar tahun depan dapat meraih
TPAKD Awards. Kami melihat Pesawaran memiliki potensi besar untuk menjadi
pusat keuangan syariah karena lebih dari 96% penduduknya beragama Islam dan
terdapat lebih dari 80 pondok pesantren di wilayah ini,” ujar Otto.

Lebih lanjut, beliau menyampaikan bahwa dalam kegiatan EPIKS kali ini diluncurkan program bank sampah di pondok pesantren dengan mengaktifkan agen laku pandai syariah yang dapat membantu pengolahan limbah sampah, menjadi bernilai ekonomis. Selain itu, telah dilakukan pembukaan 650 rekening Simpanan Pelajar (SimPel) berbasis syariah bagi santri Pondok Pesantren Al-Hidayat Gerning, di mana hasil penukaran sampah akan dimasukkan ke dalam tabungan santri.

“Sinergi antara rekening SimPel syariah dan bank sampah ini adalah inovasi yang
luar biasa. Santri tidak hanya belajar menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga
belajar menabung, mengelola keuangan, dan berkontribusi pada ekonomi sirkular
yang berkelanjutan,” tambah Otto.

Sementara itu, Wakil Gubernur Lampung yang diwakili oleh Ibu Rinvayanti,
menyampaikan bahwa Provinsi Lampung memiliki potensi besar dalam
pengembangan ekonomi syariah karena merupakan provinsi dengan jumlah pondok
pesantren terbesar kedua di Sumatera, yaitu sebanyak 1.196 lembaga. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, OJK, lembaga keuangan syariah, dan pesantren dalam memberdayakan masyarakat melalui sistem ekonomi yang adil, etis, dan berkelanjutan.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Pesawaran, Ibu Hj. Nanda Indira Bastian,
mengapresiasi dukungan OJK dan BSI yang telah membuka 600 rekening pelajar
bagi santri. Ia berharap kolaborasi ini dapat memperkuat semangat kemandirian
dan literasi keuangan syariah di kalangan santri serta mendorong pesantren
menjadi pusat pemberdayaan ekonomi yang inklusif dan berdaya saing.

Pimpinan Pondok Pesantren Al-Hidayat, Kyai Hi. Ahmad Ma’shum Abror, turut
menyampaikan bahwa santri di Al-Hidayat tidak hanya belajar ilmu agama, tetapi
juga dibekali keterampilan kewirausahaan seperti membuat roti, meracik kopi,
hingga mengelola pertanian. Ia berharap program EPIKS ini dapat memperluas
manfaat ekonomi pesantren sekaligus membantu pengelolaan sampah menjadi
bernilai ekonomis.

Melalui peluncuran program EPIKS ini, OJK mempertegas komitmennya untuk
mendorong keuangan syariah sebagai pilar penting inklusi keuangan nasional,
dengan menjadikan pesantren sebagai pusat penggerak ekonomi umat dan agen
perubahan menuju masyarakat yang sejahtera, berdaya, dan cerdas finansial.*

Kasdam XXI/RI : Jadikan Dekopinwil Sebagai Pusat Koordinasi Bagi Koperasi Agar Menjadi Kuat, Mandiri dan Mampu Mensejahterakan Masyarakat

JurnalKota.net – Lampung – Bertempat di Balai Keratun Kompleks Perkantoran Pemerintah Provinsi Lampung, Jl. Wolter Monginsidi, Teluk Betung, Bandar Lampung, Kepala Staf Kodam XXI/Radin Inten Brigjen TNI Andrian Susanto, S.I.P., M.Han., M.I.Pol., menghadiri Musyawarah Wilayah Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) Provinsi Lampung, Rabu (22/10/2025).

Kegiatan Musyawarah Wilayah ini turut dihadiri Gubernur Lampung, Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Bendahara Umum Dekopin, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Provinsi Lampung, perwakilan Binda Lampung, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Lampung, serta sejumlah tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Gubernur Lampung menyampaikan apresiasi kepada jajaran Dewan Koperasi Indonesia Wilayah Lampung atas terselenggaranya musyawarah wilayah tersebut.

> “Sebagai salah satu lumbung pangan nasional, Lampung memiliki potensi besar di sektor pertanian. Kita dikenal sebagai penghasil utama padi, jagung, dan ubi kayu serta berbagai komoditas unggulan lainnya. Namun, meskipun memiliki kekayaan alam yang luar biasa, kita masih menghadapi tantangan besar dalam pemerataan kesejahteraan,” ujarnya.

Gubernur menambahkan, dengan PDRB mencapai 483 triliun rupiah, namun pendapatan per kapita masyarakat masih tergolong rendah, sekitar 51 juta rupiah per tahun, sedangkan pengeluaran per kapita rata-rata hanya 15 juta rupiah per tahun, yang sebagian besar digunakan untuk kebutuhan konsumsi.

> “Lampung memang merupakan provinsi dengan perekonomian terbesar keempat di Sumatera, namun dalam hal pendapatan per kapita, kita masih berada di posisi ketiga terendah. Di sinilah koperasi memainkan peran penting. Koperasi bukan sekadar wadah usaha, tetapi juga alat untuk memperkuat ekonomi rakyat, dengan semangat kebersamaan, keadilan, dan kemandirian,” tegasnya.*

Polres Pesisir Barat Hadiri Apel dan Gema Shalawat Peringatan Hari Santri Nasional

JurnalKota.net – Pesisir Barat – Polres Pesisir Barat menghadiri kegiatan Apel dan Gema Shalawat dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional Tahun 2025 yang digelar pada Rabu, 22 Oktober 2025, di Lapangan Merdeka Labuhan Jukung, Kecamatan Pesisir Tengah, Kabupaten Pesisir Barat.

Kegiatan yang dihadiri Forkopimda, tokoh agama, tokoh adat, para ustadz, santri, serta elemen masyarakat tersebut berlangsung khidmat dan penuh makna. Peringatan Hari Santri ini juga dirangkaikan dengan pembacaan shalawat bersama sebagai wujud kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW dan harapan agar daerah senantiasa aman, damai, serta diberkahi.

Kapolres Pesisir Barat AKBP Bestiana, S.I.K., M.M., melalui Kasat Binmas Polres Pesisir Barat IPTU Totok Tri Winarno menyampaikan bahwa kehadiran Polri dalam peringatan Hari Santri merupakan bentuk dukungan terhadap kegiatan keagamaan dan sinergitas bersama ulama, santri, serta masyarakat dalam menjaga situasi kamtibmas.

“Hari Santri menjadi momentum bagi kita semua untuk meneladani semangat perjuangan para ulama dan santri dalam menjaga persatuan bangsa. Polres Pesisir Barat akan terus bersinergi bersama tokoh agama dalam mewujudkan situasi yang aman, damai, dan kondusif di wilayah hukum Polres Pesisir Barat,” ujar IPTU Totok.

IPTU Totok juga menambahkan bahwa peran ulama dan santri sangat penting dalam mencegah paham radikalisme serta menjaga kerukunan umat beragama di tengah masyarakat.

Kegiatan peringatan Hari Santri Nasional tahun 2025 ini berjalan tertib, aman, dan penuh khidmat hingga selesai.*