LAMPUNG – Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal menegaskan komitmen pemerintah untuk tidak meninggalkan umat Hindu dalam…
Penulis: Sugiarto
Untuk Kedua Kalinya, “Raja Besi Tua” Nuryadin Ajukan Praperadilan terhadap Kapolresta Bandar Lampung
LAMPUNG — Nuryadin yang berjulukan “Raja Besi Tua” kembali mempraperadilkan Kapolresta Bandarlampung Kombes Pol. Alfred Jacob Tilukay dan Kasat Reskrim Kompol Faria Arista, Senin (22/11/2025).
Pelapor mendaftarkan gugatannya dengan Nomor Perkara 23/Pid.Pra/2025/PN Tjk sebagaimana dilansir dari Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) PN Tanjungkarang. Sidang perdana rencananya Selasa (2/12/2025).
Sebelumnya, Nuryadin pernah mengajukan gugatan prapradilan ke PN Tanjungkarang dengan termohon yang sama dengan nomor perkara 20/Pid.Pra/2025/PN Tjk, Kamis (9/10/2025 dengan No. Perkara 20/Pid.Pra/2025/PN Tjk.
Cq Kasat Reskrim Polresta Bandarlampung. Gugatan dengan klasifikasi perkara sah atau tidaknya penetapan tersangka ini didaftarkan pada Kamis, 9 Oktober 2025 dengan nomor perkara 20/Pid.Pra/2025/PN Tjk.
Namun, saat sidang gugatan bergulir di PN Tanjungkarang, Nuryadin melalui tim penasehat hukumnya mencabut permohonan praperadilan dan meminta hakim PN Tanjungkarang agar mengabulkan praperadilan.
Surat Perintah Penyidikan Nomor; Sp.Sidik/73/lll/2025/Reskrim tanggal 08 Maret 2025 dan Surat Penetapan Tersangka Nomor: S.Tap/100/VI/2025/Reskrim tanggal 16 Juni 2025 dan Surat Perintah Penyidikan Lanjutan Nomor: Sp.Sidik/73.b/VII/2025/Reskrim tanggal 25 Juli 2025, adalah tidak sah dan tidak berdasar atas hukum.
Oleh karenanya penetapan/surat perintah penyidikan a quo tidak mempunyai kekuatan Hukum yang mengikat dan dinyatakan batal demi hukum dan segala akibat yang ditimbulkan;
Kemudian, Menyatakan Penetapan Tersangka atas diri Pemohon yang dilakukan oleh Termohon adalah tidak sah dan tidak berdasar atas hukum, dan oleh karenanya Penetapan Tersangka a quo tidak mempunyai kekuatan Hukum yang mengikat dan dinyatakan batal demi hukum serta segala akibat yang ditimbulkan.;
Selanjutnya, Menyatakan segala jenis alat bukti yang digunakan oleh Penyidik dalam perkara ini berdasarkan Nomor; Sp.Sidik/73/lll/2025/Reskrim tanggal 08 Maret 2025, dan Surat Penetapan Tersangka Nomor: S.Tap/100/VI/2025/Reskrim tanggal 16 Juni 2025 dan Surat Perintah Penyidikan Lanjutan Nomor: Sp.Sidik/73.b/VII/2025/Reskrim tanggal 25 Juli 2025 Batal demi Hukum dan tidak mempunyai kekuatan hukum lagi.;
Terus, Menghukum Termohon membayar ganti rugi kepada Pemohon sebesar Rp.100.000,- (seratus ribu rupiah) dengan mudah dan tanpa syarat.;
Lalu, memerintahkan kepada Termohon untuk menerbitkan Surat Perintah Penghentian Penyidik (SP3) atas Laporan Polisi Nomor:LP/B/1289/IX/ 2023/SPKT/POLRESTA BANDAR LAMPUNG/POLDA LAMPUNG Resta Balam tertanggal 07 September 2023 di Polres Kota Bandar Lampung dengan pelapor Ujang Tomi, S.H., (untuk dan atas nama H. Darussalam, S.H.);
Terakhir, membebankan biaya perkara yang timbul kepada Negara. (*)
Panaskan Mesin Politik PDI Perjuangan, BMI Gelar Bersukaria Camp 2025
JurnalKota.net – Jakarta – Organisasi sayap PDI Perjuangan, Banteng Muda Indonesia (BMI) menggelar Bersukaria Camp & Rakernas BMI 2025. Kegiatan yang dihelat selama tiga hari di Puncak, Bogor itu secara resmi dibuka oleh Sekjen DPP PDI Perjuangan Ir. Hasto Kristiyanto didampingi Ketua Bidang Organisasi dan Keanggotaan DPP PDI Perjuangan Andreas Hugo Pareira, dan Ketua Bidang Pemuda dan Olahraga DPP PDI Perjuangan My Esti Wijayanti.
Dalam arahannya, Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengungkapkan pesan penting untuk seluruh kader muda BMI, bahwa anak muda harus berani bermimpi besar, berani melahirkan gagasan untuk masa depan, berani menentang arus, dan tidak takut berbeda.
Dia juga menjelaskan bahwa lambang Banteng Muda Indonesia (BMI) secara filosofis memiliki makna yang sangat dalam. Lambang kepala banteng yang tegak lurus ke arah depan menggambarkan anak muda yang progresif dan visioner, anak muda yang berani dan tegak lurus dengan ide-ide kebangsaan.
“Dari makna lambang tersebut, saya berharap Bersukaria Camp & Rakernas BMI 2025 ini mampu melahirkan ide-ide atau gagasan baru dengan menterjemahkan ideologi Bung Karno ke masa saat ini,” kata Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto.
Dia juga mengungkapkan, sebagai organisasi sayap partai, BMI memiliki tantangan yang tidak mudah kedepan. Di tengah kondisi menguatnya upaya desoekarnoisasi saat ini, kader muda BMI harus mampu meluruskan ideologi kerakyatan Bung Karno kepada masyarakat luas, khususnya generasi milenial dan Gen-Z.
“BMI harus mampu menjawab berbagai tantangan ini dengan merumuskan ide-ide baru dengan memanfaatkan dunia digital untuk menghadapi upaya desoekarnoisasi itu,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Umum Banteng Muda Indonesia (BMI) Mochammad Herviano menyampaikan, tujuan digelarnya konsolidasi nasional BMI ini untuk menyatukan pola gerak organisasi BMI dalam menjalankan hasil rekomendasi Kongres VI PDI Perjuangan.
Selain itu, lanjut Vino (sapaan akrab Mochammad Herviano), digelarnya Bersukaria Camp & Rakernas BMI 2025 ini untuk meneguhkan soliditas kader BMI seluruh Indonesia dalam menjalankan kerja-kerja organisasi, khususnya dalam menghadapi Pemilu 2029 mendatang yang dapat dipastikan akan didominasi oleh pemilih-pemilih muda.
Dalam kesempatan itu, Ketum BMI Mochammad Herviano mengingatkan kepada kader BMI seluruh Indonesia agar senantiasa menjaga semangat juang (fighting spirit) dalam menjalankan roda organisasi.
“Karena sejatinya kita berkumpul ini bisa menjadi energi semangat juang kita. Pesan Ibu Ketua Umum PDI Perjuangan Hj. Megawati Soekarnoputri untuk kader muda BMI kita harus punya fighting spirit. Fighting spirit itu yang harus kita jaga, kita bumikan bersama-sama,” kata Bung Vino.
Selain itu, Vino juga berpesan kepada jajaran pengurus DPD BMI seluruh Indonesia agar terus menjaga soliditas dan melakukan rekrutmen dengan mentargetkan anak-anak muda. Karena dengan terus melakukan rekrutmen, proses regenerasi dalam tubuh organisasi akan berjalan dengan baik.
Di tempat yang sama, Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan yang juga menjabat Bendahara Umum DPP BMI, Kaisar Kiasa Kasih Said Putra mengucapkan terima kasih kepada kader muda BMI seluruh Indonesia yang telah hadir dalam rangkaian Bersukaria Camp 2025 & Rakernas BMI.
Menurut Kaisar kehadiran jajaran pengurus DPD BMI seluruh Indonesia dalam ajang konsolidasi nasional BMI kali ini adalah wujud nyata dari konsistensi kader muda BMI dalam memperjuangkan program kerja dan ideologi partai PDI Perjuangan.
Kaisar juga mengingatkan, BMI harus selalu hadir di tengah masyarakat dengan cara membantu kesulitan-kesulitan rakyat. Hal itu menjadi program kerja utama BMI untuk mendekatkan PDI Perjuangan bersama rakyat.
“Banteng Muda Indonesia adalah bantengnya wong cilik, wong sendal jepit, karena Tuannya PDI Perjuangan adalah wong cilik,” ucap salah satu Anggota DPR RI termuda dari Fraksi PDI Perjuangan tersebut.
Untuk diketahui, kegiatan Bersukaria Camp & Rakernas BMI 2025 yang diselenggarakan pada tanggal 21-23 November 2025 itu diikuti oleh fungsionaris DPP BMI dan jajaran pengurus DPD BMI seluruh Indonesia.
Konsolidasi Nasional yang dikemas dengan acara Bersukaria Camp itu, juga merumuskan sejumlah langkah strategis organisasi, khususnya dalam merangkul generasi muda di seluruh wilayah Indonesia untuk memenangkan PDI Perjuangan dalam menghadapi Pemilu 2029 mendatang.*
Pembinaan ideologi pancasila dan Wawasan Kebangsaan Bersama H.BERNAS YUNIARTA, S.E. Mengedepankan Agama
JurnalKota.net – Bandar Lampung – Kegiatan Pembinaan Ideologi Pancasila (PIP) dan Wawasan Kebangsaan digelar pada Senin, 24 November 2025, bertempat di kediaman Ibu Idayati Kusuma, Jalan Pagar Alam, Gang Patria No. 48, Kota Bandar Lampung. Acara ini dihadiri langsung oleh Ketua DPRD Kota Bandar Lampung, H. Bernas Yuniarta, S.E., yang sekaligus menjadi narasumber utama. Mengedepankan ajaran agama sebagai dasar adab bersanding ilmu.
Kegiatan tersebut berlangsung hangat, Humanis dan penuh antusias dari masyarakat sekitar yang hadir. Dalam arahannya, H. Bernas Yuniarta menegaskan pentingnya memperkuat pemahaman Pancasila sebagai dasar negara yang wajib dipahami dan diamalkan oleh seluruh warga negara, terutama dalam menghadapi tantangan global dan derasnya arus informasi saat ini.
Ia menekankan bahwa nilai–nilai Pancasila bukan sekadar hafalan, namun harus menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari lingkungan keluarga, masyarakat, hingga pemerintahan. Menurutnya, wawasan kebangsaan menjadi benteng utama dalam menjaga persatuan, keharmonisan, dan keutuhan NKRI.
“Pembinaan ideologi dan nilai kebangsaan tidak boleh berhenti. Ini tugas bersama, bukan hanya pemerintah, tetapi seluruh elemen masyarakat agar Lampung tetap rukun, aman, dan maju,” ujar H. Bernas dalam sambutannya.
Sementara itu, Ibu Idayati Kusuma selaku tuan rumah menyampaikan rasa terima kasih atas dipilihnya kediamannya sebagai lokasi kegiatan yang dinilai sangat bermanfaat untuk masyarakat sekitar. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus diadakan agar masyarakat semakin paham akan pentingnya menjaga nilai persatuan dan kebangsaan. Ungkapnya dengan senyum yang humanis.
Acara berlangsung tertib dan ditutup dengan sesi dialog antara masyarakat dan Ketua DPRD Kota Bandar Lampung, yang dimanfaatkan warga untuk menyampaikan aspirasi serta berbagai isu sosial di lingkungan mereka.
Kegiatan pembinaan Ideologi Pancasila dan wawasan kebangsaan ini diharapkan mampu memperkuat karakter masyarakat dan meningkatkan rasa cinta tanah air di tengah dinamika kehidupan digitalisasi. (Ugie)