Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana Buka Kejuaraan Bola Voli U-19 di GOR Sumpah Pemuda Way Halim

JK, BANDAR LAMPUNG — Wali Kota Bandar Lampung, Hj. Eva Dwiana, secara resmi membuka Kejuaraan Bola Voli U-19 yang digelar di GOR Sumpah Pemuda, Way Halim, pada Selasa (28/10/2025).

Kegiatan ini diikuti oleh tim-tim bola voli dari berbagai kecamatan di Kota Bandar Lampung. Kejuaraan tersebut bertujuan untuk menumbuhkan semangat sportivitas, membina atlet muda berbakat, serta memperkuat prestasi olahraga di daerah.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Kota Bandar Lampung, Nero Akbar, menyampaikan bahwa kejuaraan ini merupakan bagian dari program tahunan pembinaan atlet muda yang konsisten dilakukan Pemerintah Kota.

“Kami berharap melalui kejuaraan ini lahir atlet-atlet voli potensial yang bisa membawa nama baik Kota Bandar Lampung di tingkat provinsi, nasional, bahkan internasional,” ujar Nero Akbar.

Sementara itu, Wali Kota Hj. Eva Dwiana dalam sambutannya memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan kejuaraan, serta memberikan semangat kepada para peserta.

“Pemerintah Kota Bandar Lampung sangat mendukung kegiatan olahraga seperti ini. Anak-anak muda harus terus berlatih, menjunjung tinggi sportivitas, dan berprestasi untuk mengharumkan nama daerah,” kata Eva Dwiana.

Pada kesempatan yang sama, Ketua KONI Provinsi Lampung yang diwakili oleh Wakil Ketua I turut menyampaikan dukungan penuh terhadap upaya pembinaan atlet muda melalui ajang kompetitif seperti ini. Ia berharap kejuaraan ini menjadi wadah untuk menyeleksi dan mengembangkan potensi atlet daerah menuju jenjang yang lebih tinggi.

Acara pembukaan berlangsung meriah dengan penampilan atraktif dari tim voli sekolah dan klub muda. Kejuaraan ini dijadwalkan berlangsung selama beberapa hari dengan sistem gugur hingga babak final, dan akan menentukan tim terbaik yang mewakili Kota Bandar Lampung dalam ajang selanjutnya.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Bandar Lampung menegaskan komitmennya dalam mendorong kemajuan olahraga dan pembinaan generasi muda yang sehat, tangguh, serta berkarakter sportivitas tinggi.(*)

‎Wamendagri Bima Arya Buka Retreat Nasional Sekretaris Daerah se-Indonesia, Tekankan Pemerintahan Efektif ‎

JBK, JATINANGOR — Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan, bersama Kepala Bappeda Anang Risgiyanto, mengikuti kegiatan Retreat Nasional Sekretaris Daerah se-Indonesia di Kampus Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Jatinangor, yang dibuka oleh Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya pada Minggu (26/10/2025).

‎Selain kedua pejabat Pemprov Lampung tersebut, kegiatan Retreat Nasional Sekretaris Daerah se-Indonesia tersebut juga diikuti oleh seluruh Sekretaris Daerah kabupaten/kota se-Provinsi Lampung.

‎ Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya dalam kesemptan itu mengatakan,  bahwa efektivitas pemerintahan menjadi kunci utama bagi Indonesia untuk mencapai status negara maju dalam dua dekade ke depan. Hal itu ia sampaikan saat membuka

‎Menurut Bima Arya, kondisi saat ini jauh berbeda dibanding 10 hingga 20 tahun lalu. Indonesia kini berada di persimpangan sejarah menuju negara maju pada tahun 2045, memanfaatkan bonus demografi dan keluar dari jebakan kelas menengah.

‎“Arah Presiden sangat jelas: Indonesia harus menjadi negara maju dalam 20 tahun. Kalau tidak, kita akan selamanya terjebak sebagai negara kelas menengah,” tegasnya.

‎Ia menyampaikan bahwa dalam setiap rapat kabinet, Presiden menekankan pentingnya membangun pemerintahan yang efektif, sinergis, dan kolaboratif. Seluruh kementerian, lembaga, provinsi, dan kabupaten/kota diminta berjalan seirama agar kebijakan pembangunan nasional dapat terlaksana dengan baik.

‎“Efektivitas itu tidak berarti sebelumnya tidak efektif, tetapi harus lebih tajam, efisien, dan menyatu antara pusat dan daerah,” ujarnya.

‎Bima menjelaskan, salah satu fokus besar pemerintahan saat ini adalah efisiensi dalam pengelolaan keuangan negara dan daerah. Ia menyinggung adanya kebocoran anggaran sebagaimana disorot dalam buku Paradoks Indonesia karya Presiden Joko Widodo, yang menjadi dasar semangat reformasi pengelolaan keuangan publik.

‎“Semangat pemerintahan hari ini adalah memastikan uang negara dikelola jauh lebih efektif. Babak pertama efisiensi sudah dimulai, kini kita masuk babak kedua: penyesuaian dan sinkronisasi transfer ke daerah (TKD),” terang Bima.

‎Sebagai mantan kepala daerah, ia mengaku memahami tantangan yang dihadapi para Sekda dalam menyesuaikan kebijakan TKD. Namun, ia menegaskan, langkah tersebut diperlukan agar program pembangunan dapat berjalan tepat sasaran tanpa pemborosan anggaran.

‎Lebih lanjut, Wamendagri menuturkan bahwa retreat nasional Sekda ini menjadi ruang penting bagi Kemendagri untuk memediasi kebutuhan antara pusat dan daerah. Forum tersebut dihadiri para kepala daerah, kepala Bappeda, serta perwakilan kementerian dan lembaga yang relevan.

‎“Kami ingin memfasilitasi dan menjembatani. Di satu sisi, pemerintah pusat mendorong efektivitas APBD dan realisasi program prioritas nasional, di sisi lain kami juga mendengar langsung kebutuhan dari daerah,” jelasnya.

‎Ia menegaskan bahwa para wakil menteri dalam negeri diberi tugas khusus oleh Mendagri untuk menjadi mentor bagi daerah. Bima sendiri akan fokus mendampingi wilayah Jawa dan Sumatra, sedangkan dua wakil menteri lainnya mengawal kawasan Kalimantan, Sulawesi, hingga Papua dan Nusa Tenggara.

‎“Kami ingin menjadi tempat curhat kepala daerah, hadir langsung, mendengar tantangan di lapangan, dan menyampaikan kebijakan pusat agar nyambung dengan kebutuhan daerah,” tambahnya.

‎Di akhir sambutannya, Bima Arya juga menyinggung suasana kebersamaan dalam retreat tersebut. Ia berharap seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan hingga akhir dengan penuh semangat dan kenyamanan.

‎“Kami ingin Bapak-Ibu nyaman di sini. Silakan berolahraga pagi agar kuat menghadapi udara dingin Jatinangor,” ujarnya disambut tawa peserta.

‎Dengan gaya khasnya yang hangat dan humoris, Bima menutup sambutan dengan pesan motivatif: “Angka TKD mungkin tidak sama lagi, tapi semangat dan kinerja harus tetap sama, tetap terima, tetap semangat untuk Indonesia maju.”

‎Forum strategis tersebut dihadiri oleh 1.104 peserta yang terdiri dari 38 Sekda provinsi, 514 Sekda kabupaten/kota, serta para kepala Bappeda dari seluruh Indonesia. Mereka mengikuti serangkaian sesi diskusi tematik, pembekalan kebijakan, dan koordinasi lintas sektor bersama 22 kementerian/lembaga, termasuk Bappenas, Kementerian Keuangan, Kementerian PAN-RB, Kementerian ESDM, dan Kementerian Pendidikan Tinggi.(*)

Sekdaprov Lampung Ikuti Retreat Nasional Sekda, Kemendagri Dorong Penguatan Sinergi Pusat dan Daerah ‎

JK, JAKARTA — Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Pusat Penerangan menyelenggarakan Retreat Nasional Sekretaris Daerah (Sekda) seluruh Indonesia di Kampus Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Jatinangor, Jawa Barat, pada 26–29 Oktober 2025.

‎Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Kemendagri, Benni Irwan, menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi forum strategis untuk menyatukan persepsi para Sekda mengenai tata kelola pemerintahan serta arah kebijakan pembangunan daerah yang sejalan dengan program prioritas pemerintah pusat.

‎“Retreat ini bukan sekadar kegiatan penyegaran, tetapi momentum penting untuk memperkuat sinergi dan soliditas antar-Sekda di seluruh Indonesia,” ujar Benni di Jakarta.

‎Benni Irwan menegaskan bahwa Kemendagri terus berkomitmen memfasilitasi peningkatan kapasitas dan kolaborasi para Sekda sebagai motor penggerak birokrasi di daerah.

‎“Kami berharap melalui retreat ini, para Sekda mampu menjadi agen perubahan dalam mendorong efektivitas pemerintahan daerah serta memastikan program prioritas nasional terlaksana dengan baik,” pungkasnya.

‎Kegiatan ini diikuti oleh 1.104 peserta, terdiri atas 38 Sekda Provinsi, 38 Kepala Bappeda Provinsi, 514 Sekda Kabupaten/Kota, serta 514 Kepala Bappeda Kabupaten/Kota.

‎Mereka akan mengikuti berbagai sesi diskusi, pembekalan, dan koordinasi lintas sektor bersama 22 kementerian dan lembaga, di antaranya Bappenas, Kementerian Keuangan, Kementerian PAN-RB, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementerian ESDM, serta Kementerian Pendidikan Tinggi.

‎Retreat ini juga menindaklanjuti Surat Edaran Kemendagri Nomor 600.3/7565/SJ tentang Rapat Koordinasi dalam rangka Sinkronisasi Program Kementerian/Lembaga dan Pemerintah Daerah Tahun 2025, serta mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029.

‎Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Dr. Marindo Kurniawan, dan Kepala Bappeda Provinsi Lampung, Anang Risgiyanto mengikuti kegiatan tersebut secara penuh untuk memperkuat koordinasi dan komitmen pembangunan di daerah.

‎“Tentu ini penting bagi kemajuan Lampung. Kami akan menyerap arahan dari para narasumber lintas kementerian untuk memperkuat koordinasi integrasi, sinergi dan sinkronisasi program pembangunan pusat dan daerah,” ujar Marindo.

‎Ia juga memastikan bahwa roda pemerintahan di lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung tetap berjalan normal selama dirinya mengikuti kegiatan tersebut.

‎“Sudah ada para asisten yang menjalankan tugas sesuai tupoksi masing-masing. InsyaAllah, birokrasi di Pemprov Lampung tetap berjalan lancar,” tambahnya.(*)

Bukan dikeluarkan, Gina Siswa SMP ternyata mengundurkan diri sejak tahun 2023

JK, BANDAR LAMPUNG – Wakil Kepala SMPN 13 Bandar Lampung, Abdul Rohman membantah pihak sekolah yang mengeluarkan Gina Dwi Sartika menurut nya Gina keluar sekolah dengan alasan ingin masuk pondok.

Pemerintah Kota Bandar Lampung melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Rabu 22 Oktober 2025 mendatangi kediaman gina yang berada di Desa kurungan Nyawa, Kecamatan Gedong tatatan Kabupaten Pesawaran Rabu 22 Oktober 2025.

Kunjungan itu untuk memastikan video viral yang menyebutkan adanya aksi bullying dilingkungan sekolah. Setelah dilakukan pengecekan ternyata dugaan Bullying terjadi 2 tahu lalu. Gina 16 tahun

merupakan anak yang selama ini mendapat Pendampingan Dinas PPPA Kota Bandar Lampung.

“Gina selama ini selalu kami dampingi, gina sering main dipusat perbelanjaan. Waktu itu ada masalah lain, tapi sudah diselesaikan,” ujar Maryamah Kadis PPPA Kota Bandar Lampung.

Maryamah juga menceritakan 2 tahun lalu, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Kota Bandar Lampung juga menawarkan gini untuk melanjutkan pendidikan, tapi hal itu di tolak.

“Dulu juga gina kita tawarkan untuk melanjutkan sekolah tapi menolak dengan alasan ingin mondok,” ujar Maryamah Kadis PPPA Kota Bandar Lampung.

Sementara itu Camat kemiling Andi Syaputra Kesuma menjelaskan.

Pihaknya datang kelokasi untuk memastikan informasi yang beredar, setelah dilakukan pengecekan ternyata informasi tersebut tak semuanya benar.

“Setelah dicek ternyata Bukan dikeluarkan. tapi mengundurkan diri tahun 2023, alasannya dia mau ikut adeknya di pondok,” ujar Andi Syaputra Kesuma.

Andi meminta kepada keluarga agar gina bisa melanjutkan sekolahnya.

“Kita memastikan bahwa dia sekolah, kejar paket B, Pemerintah bantu administrasi,” tutup Andi.(*)

Agnesia Wulan Marindo Ditunjuk Ketua DPW Lasqi Lampung

JK, BANDAR LAMPUNG – Sekjen DPP Lasqi Nusantara Jaya Aminundin melantik Agnesia Wulan Marindo, sebagai Ketua DPW Lasqi Nusantara Jaya Provinsi Lampung masa bakti 2025-2030, disaksikan Dewan Pembina Ibu Purnama Wulan Sari Mirza, di Balai Keratun, Komplek Dinas Kantor Gubernur, Bandarlampung, Selasa (21/10/2025).

Sekjen Aminundin, dalam sambutannya, menjelaskan bahwa Lasqi memiliki trilogi utama, yakni dakwah, pembinaan, dan pelestarian seni budaya Islam.

Ia juga memaparkan sejumlah program nasional Lasqi lima tahun ke depan, termasuk pelaksanaan Festival Lasqi Nusantarajaya 2025 di Kabupaten Bogor, serta rencana kegiatan di berbagai provinsi hingga tahun 2030.

“Lampung menjadi salah satu provinsi yang aktif dalam pembinaan seni qasidah. Kami berharap Lampung dapat kembali menjadi tuan rumah ajang nasional di tahun-tahun mendatang,” ujarnya.

Ketua DPW Lasqi Nusantara Jaya Provinsi Lampung Agnesia Wulan Marindo, dalam sambutannya, menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan dan berkomitmen untuk memajukan Lasqi di Lampung.

“Lasqi Nusantara Jaya bukan sekadar wadah seni qasidah, melainkan ruang bagi ekspresi budaya Islami yang membangun karakter umat. Di era digital ini, Lasqi memiliki peluang besar untuk menjangkau generasi muda dan memperkenalkan wajah Islam yang damai dan kreatif,” ujarnya.

Ia juga menegaskan pentingnya sinergi antara DPW dan DPD kabupaten/kota agar program kerja Lasqi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

“Seperti orkestra, setiap daerah memiliki suara khasnya, tetapi keindahan sejati baru terdengar ketika semuanya berpadu selaras,” ucapnya.

Agnesia menambahkan, Lasqi Nusantara Jaya akan terus bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Lampung dalam membina generasi muda, memperkuat nilai-nilai keislaman, dan melestarikan budaya daerah.

“Dengan semangat kebersamaan, kita jadikan masa bakti ini sebagai momentum kebangkitan Lasqi Nusantara Jaya di Provinsi Lampung,” ujarnya

Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan hadir mewakili Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal. Dia mengatakan Pemerintah Provinsi Lampung mendukung pengembangan seni dan budaya Islami sebagai bagian dari pembangunan karakter masyarakat.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Lampung, saya mengucapkan selamat kepada seluruh pengurus yang baru dilantik. Semoga amanah ini dapat diemban dengan penuh tanggung jawab, dedikasi, dan semangat kebersamaan dalam memajukan seni serta budaya Islam di Bumi Ruwa Jurai yang kita cintai,” ujarnya.

Sekdaprov Marindo menegaskan bahwa pelantikan pengurus Lasqi Nusantara Jaya merupakan momentum penting untuk menghidupkan kembali semangat seni dan budaya Islami di tengah masyarakat.

Ia menilai, qasidah dan gambus bukan sekadar hiburan, tetapi juga sarana dakwah dan pembinaan moral yang telah lama menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Lampung.

“Kalau kita menengok ke belakang, seni qasidah sudah menjadi bagian dari denyut kehidupan masyarakat kita. Irama gambus yang khas dan liriknya yang sarat pesan moral telah mengiringi berbagai kegiatan keagamaan dan sosial di tengah masyarakat,” ujarnya.

Lebih lanjut, Sekdaprov Marindo menyoroti pentingnya menjaga keberlanjutan dan regenerasi dalam seni qasidah.

Ia menyampaikan tiga hal penting yang menjadi arah pembinaan Lasqi Nusantara Jaya ke depan, yakni memperkuat pembinaan dan regenerasi seni qasidah di kalangan generasi muda.

“Anak muda perlu kita dorong agar melihat qasidah bukan hal kuno, tapi seni Islami yang relevan, penuh nilai, dan bisa menjadi ekspresi positif mereka,” ujarnya.

Selanjutnya, membangun kolaborasi lintas sektor dimana Ia menegaskan pentingnya kerja sama antara Lasqi dengan pemerintah daerah, sekolah, pesantren, dan lembaga keagamaan agar kegiatan seni budaya Islami semakin produktif, mendidik, dan berdaya guna serta menjadikan Lasqi Nusantara Jaya sebagai ruang pemersatu.

Sekdaprov Marindo berharap Lasqi menjadi wadah sinergi antara para seniman, tokoh agama, dan masyarakat dalam membawa pesan moral, spiritual, dan kebangsaan melalui karya seni.

“Seni qasidah harus menjadi media yang menumbuhkan harmoni sosial dan memperkuat nilai persaudaraan di tengah keberagaman Lampung,” ujarnya.

Ia menambahkan, Pemerintah Provinsi Lampung akan terus memberikan dukungan terhadap berbagai kegiatan Lasqi melalui sinergi program pembinaan seni dan budaya hingga ke tingkat kabupaten dan kota.

“Pelantikan hari ini bukan sekadar seremonial, tapi menjadi titik awal semangat baru untuk membangun Lampung yang berkemajuan, religius, dan berbudaya. Mari kita jadikan seni qasidah sebagai kekuatan spiritual sekaligus sarana mempererat persaudaraan di tengah masyarakat,” tegasnya.(*)

DPC GWI Pesawaran Resmi Terdaftar di Kesbangpol, Teguhkan Sinergi Pers dan Pemerintah Daerah

JK, BANDAR LAMPUNG – Dewan Pimpinan Cabang Gabungan Wartawan Indonesia (DPC GWI) Kabupaten Pesawaran resmi terdaftar di Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Pesawaran, Senin (20/10/2025).

Kunjungan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua DPC GWI Pesawaran, Nasoba, didampingi Sekretaris Sigit Muharso, S.H., Bendahara Rita Wati, serta sejumlah anggota pengurus. Kedatangan rombongan bertujuan menyerahkan dan mendaftarkan Surat Keputusan (SK) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) GWI Nomor 063/SK-DPC/10/2025 tentang Pengangkatan Pengurus Dewan Pimpinan Cabang Gabungan Wartawan Indonesia Kabupaten Pesawaran.

SK tersebut merupakan hasil keputusan DPP GWI yang menekankan pentingnya penyempurnaan dan konsolidasi kepengurusan organisasi di tingkat cabang guna memperkuat peran serta eksistensi wartawan di daerah.

Surat keputusan ditandatangani di Jakarta pada 14 Oktober 2025 oleh Ketua Umum DPP GWI, Andera.

Susunan Pengurus Harian DPC GWI Kabupaten Pesawaran:

Ketua: Nasoba

Wakil Ketua: Triyono

Sekretaris: Sigit Muharso, S.H.

Bendahara: Rita Wati

Adapun Dewan Pelindung DPC GWI Pesawaran*meliputi unsur pemerintah daerah dan penegak hukum, yakni:

DPRD Kabupaten Pesawaran, Bupati Pesawaran, Kejaksaan Negeri Pesawaran, Polres Pesawaran, Kodim 0421/Lamsel, Dinas Kominfo Pesawaran, serta Kesbangpol Pesawaran.

Pendaftaran SK DPC GWI Pesawaran dengan nomor 063/SK-DPC/10/2025 tersebut merupakan tindak lanjut dari Surat DPP GWI Nomor 012/DPP GWI/02/07/25 dan Nomor 015/DPP GWI/VIII/2025, sebagai bentuk penataan dan penguatan legalitas organisasi di tingkat daerah.

Ketua DPC GWI Pesawaran, Nasoba, menyampaikan bahwa langkah ini merupakan wujud komitmen GWI dalam membangun sinergi yang konstruktif antara insan pers, pemerintah daerah, dan aparat penegak hukum.

“Kami ingin memastikan bahwa GWI di Pesawaran hadir bukan hanya sebagai organisasi wartawan, tetapi juga sebagai mitra strategis pemerintah dalam mencerdaskan kehidupan bangsa melalui karya jurnalistik yang profesional dan berintegritas,”ujar Nasoba.

Dengan terdaftarnya SK tersebut, DPC GWI Pesawaran resmi menjadi bagian sah dalam struktur kelembagaan daerah, dan diharapkan dapat menjadi wadah penguatan peran wartawan dalam mewujudkan ekosistem pers yang sehat, edukatif, serta berorientasi pada kepentingan publik.(*)

Kisah AgenBRILink LQQ Bengkulu yang Sukses Dekatkan Layanan Perbankan ke Warga Sekitar

JK, BENGKULU – AgenBRILink terus menjadi andalan masyarakat dalam mengakses layanan keuangan di tingkat lokal. Salah satunya AgenBRILink LQQ di Kelurahan Purwodadi, Kecamatan Arga Makmur, Bengkulu Utara, yang kini berkembang menjadi pusat transaksi keuangan warga sekaligus mitra bagi berbagai koperasi di sekitarnya.

Meski baru dua tahun sejak resmi beroperasi pada 16 Agustus 2023, AgenBRILink LQQ milik Ujang Mahmudi menunjukkan perkembangan yang pesat. Berawal dari melayani masyarakat dengan sarana seadanya di sebuah container box, kini Ujang mampu membangun sebuah ruko yang lebih nyaman dan aman bagi nasabah.

“Alasan membuka usaha jadi AgenBRILink ya karena ingin mempermudah masyarakat di sekitar lingkungan yang rata-rata pedagang pasar untuk transaksi cepat mudah aman. Ini juga menjadi pendapatan tambahan,” jelas Ujang.

Dia pun menuturkan, layanan transaksi yang dijalankan pun beragam, mulai dari setoran, tarik tunai, pembayaran tagihan rutin, hingga pencairan dana dengan nilai transaksi yang bisa mencapai ratusan juta rupiah per hari.

Lebih lanjut, dia menyebut, keberadaan AgenBRILink LQQ tidak hanya dimanfaatkan oleh individu, tetapi juga oleh berbagai koperasi. Tercatat saat ini ada 3 koperasi yang rutin melakukan penyetoran, pembayaran angsuran, hingga transaksi tagihan bulanan melalui agen ini. Bahkan, Ujang menuturkan banyak koperasi yang turut mengarahkan anggotanya untuk melakukan pencairan maupun penarikan dana lewat AgenBRILink miliknya.

Di balik ramainya aktivitas di Agen BRILink LQQ, Ujang menybut bahwa saat ini sudah ada empat kasir muda yang bekerja bergantian. Dimana dua orang melayani nasabah pada shift pagi hingga siang, sementara dua lainnya bertugas di sore hingga malam. Pola kerja ini, kata Ujang, memang guna memastikan layanan tetap tersedia sepanjang hari sekaligus memberi kesempatan kerja bagi anak-anak muda di sekitar lingkungan.

“Sebagian dari mereka adalah mahasiswa yang memanfaatkan waktu luang di sela kuliah untuk bekerja sebagai kasir. Ini menjadi cara kami(*)

Sekdaprov Lampung Marindo Apresiasi Prestasi ASN Lampung di Pornas Korpri XVII 2025, Tempati Peringkat 8 Nasional

JK, PALEMBANG – Semangat juang dan dedikasi tinggi aparatur sipil negara (ASN) asal Provinsi Lampung kembali berbuah manis. Kontingen Lampung berhasil menorehkan prestasi gemilang pada Pekan Olahraga Nasional Korps Pegawai Republik Indonesia (Pornas Korpri) XVII Tahun 2025, yang diselenggarakan di Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu (11/10/2025).

Melalui kerja keras, kekompakan, dan sportivitas yang tinggi, Kontingen Lampung sukses meraih total 14 medali, terdiri dari 2 emas, 5 perak, dan 7 perunggu, serta menempatkan diri di peringkat 8 nasional dari 102 kontingen yang mewakili 38 provinsi dan 64 kementerian/lembaga se-Indonesia.

Dari cabang tenis meja, Lampung mencatat sejarah melalui Susni Herwanti (Universitas Lampung) yang meraih emas di nomor putri eksekutif.

Selain itu, dua perak diraih oleh Bela Arisna (UPTD SMPN Satap 9 Pesawaran) & Isna Syafira Khalif Ilma (BPS Kota Metro) di nomor ganda putri, serta oleh Isna Syafira Khalif Ilma di nomor tunggal putri umum.

Tim putri Lampung juga menambah perunggu di nomor beregu putri melalui kolaborasi Early Widianingsih (Dinas Kesehatan Provinsi Lampung), Bela Arisna, Rizki Fitri Julia (SMAN 1 Bandar Lampung), Isna Syafira Khalif Ilma, Lenny Armelia (Bapenda Provinsi Lampung), dan Susni Herwanti.

Dari cabang gateball, Lampung menorehkan prestasi luar biasa dengan medali emas yang dipersembahkan oleh Yose Rizal Suud (Inspektorat Provinsi Lampung), Rizal Fahmie (Dinas BMBK Provinsi Lampung), dan Arie Korneliyya (Dinas Kominfotik Provinsi Lampung), setelah menundukkan tim tangguh Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Tambahan medali perak diraih oleh Ika Yulistira (Satpol PP Provinsi Lampung) di nomor tunggal putri, serta perunggu oleh Wawan Ardi Putranto (BPKAD Provinsi Lampung) di nomor tunggal putra. Dengan torehan ini, Lampung menjadi juara umum cabang olahraga gateball.

Sementara itu, Tim Bola Voli Putri Lampung tampil tangguh dan berhasil meraih medali perak setelah melalui pertandingan ketat melawan tim-tim kuat dari berbagai provinsi.

Dari cabang renang, Lampung menyumbangkan enam medali dengan rincian satu perak dan lima perunggu.

Atlet Umar Wardoyo (Dispora Provinsi Lampung) meraih perak di nomor 50 meter gaya bebas putra usia 42 tahun, sedangkan Ajeng Perwito (Lapas Perempuan Kelas II Bandar Lampung) menyumbangkan tiga perunggu pada nomor 50 meter gaya bebas, 100 meter gaya bebas, dan 50 meter gaya dada putri usia 31–41 tahun.

Tambahan perunggu juga diperoleh Asih Purwanti (BPKAD Provinsi Lampung) pada 50 meter gaya bebas putri usia 42–50 tahun, serta Umar Wardoyo pada 50 meter gaya bebas putra usia 42–50 tahun.

Atas pencapaian membanggakan ini, Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan, menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya kepada seluruh kontingen.

“Prestasi ini adalah bukti nyata dedikasi dan semangat luar biasa ASN Lampung. Mereka tidak hanya berprestasi dalam tugas kedinasan, tetapi juga mampu mengharumkan nama daerah di tingkat nasional. Ini kebanggaan bagi seluruh masyarakat Lampung,” ujar Marindo di Palembang, Sabtu (11/10/2025).

Marindo menambahkan, capaian ini harus menjadi sumber motivasi baru bagi seluruh ASN Lampung untuk terus mengembangkan potensi diri dan menjaga semangat sportivitas.

“Kita berharap prestasi ini menjadi inspirasi dalam menghadapi Pornas Korpri XVIII Tahun 2027, di mana Provinsi Lampung akan menjadi tuan rumah. Mari kita siapkan diri dengan lebih matang untuk memberikan yang terbaik bagi daerah,” tambahnya.

Keberhasilan ini menjadi bukti konkret bahwa ASN Provinsi Lampung memiliki semangat, disiplin, dan loyalitas tinggi, tidak hanya dalam menjalankan tugas pelayanan publik, tetapi juga dalam mengharumkan nama daerah di kancah nasional.

Melalui olahraga, ASN Lampung menunjukkan bahwa nilai-nilai integritas, kerja sama, dan profesionalisme dapat diterapkan di semua lini kehidupan, termasuk di arena kompetisi.(*)

Walikota Bandar Lampung Eva Dwiana Resmi Membuka MTQ ke-54 Tingkat Kota Bandar Lampung Tahun 2025

JK, BANDAR LAMPUNG – Walikota Bandar Lampung, Hj. Eva Dwiana, secara resmi membuka Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-54 Tingkat Kota Bandar Lampung Tahun 2025, yang berlangsung pada Jumat malam, 10 Oktober 2025 pukul 20.15 WIB, di Lapangan GSG Herman HN, Bumi Perkemahan Jl. Kepayang, Kelurahan Raja Basa Pemuka, Kecamatan Rajabasa.

Kegiatan yang berlangsung khidmat dan meriah ini diikuti oleh kafilah dari 20 kecamatan se-Kota Bandar Lampung, serta dihadiri oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh agama, tokoh masyarakat, dan ratusan warga yang antusias menyaksikan pembukaan ajang tahunan bergengsi tersebut.

Turut hadir dalam acara pembukaan, Ketua DPRD Kota Bandar Lampung Bernas Yuniarto, S.E.; Kapolresta Bandar Lampung Kombes Pol. Alfred Jacob Tilukay, S.I.K., M.Si.; Dandim 0410/KBL Kolonel Arm Roni Hermawan, serta para pejabat tinggi daerah, ketua LPTQ, dewan hakim, dan panitia penyelenggara.

Dalam sambutannya, Walikota Eva Dwiana menyampaikan bahwa MTQ bukan hanya kompetisi membaca Al-Qur’an, tetapi juga wadah penting untuk menanamkan nilai-nilai keimanan, memperkuat ukhuwah Islamiyah, dan menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an.

“Melalui kegiatan ini, saya berharap lahir generasi muda Qur’ani yang tidak hanya fasih membaca Al-Qur’an, tetapi juga mampu mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari. Generasi yang berakhlak mulia, cerdas, dan siap menghadapi tantangan zaman, sejalan dengan visi Kota Bandar Lampung yang religius, maju, dan sejahtera,” ujar Walikota.

Beliau juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh Forkopimda, panitia penyelenggara, LPTQ Kota Bandar Lampung, dewan hakim, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan penyelenggaraan MTQ ke-54 ini.

Acara pembukaan diisi dengan rangkaian kegiatan bernuansa religius dan budaya, meliputi defile kafilah dari 20 kecamatan, pembacaan Ayat Suci Al-Qur’an dan saritilawah, lagu Indonesia Raya dan Mars MTQ, serta penitipan piala bergilir kepada Ketua LPTQ Kota Bandar Lampung. Puncak acara ditandai dengan pengibaran bendera MTQ diiringi Hymne MTQ, pembacaan doa, dan atraksi kesenian daerah yang memukau penonton.

Dengan dibukanya MTQ ke-54 oleh Walikota Bandar Lampung, diharapkan kegiatan ini menjadi momentum memperkuat nilai-nilai keislaman, persaudaraan, dan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an, serta mendorong terciptanya masyarakat yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia di Kota Bandar Lampung.(Kwt)

Disnakkeswan Lampung Selatan Gelar Rangkaian Kegiatan Pencegahan Rabies dalam Momentum Bulan Bakti Rabies 2025

JK, LAMPUNG SELATAN – Dalam rangka memperingati Bulan Bakti Rabies yang jatuh setiap bulan September, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) Kabupaten Lampung Selatan melaksanakan serangkaian kegiatan pencegahan dan pengendalian rabies. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya rabies serta pentingnya vaksinasi hewan penular rabies (HPR) seperti anjing, kucing, kera, dan musang.

Kegiatan tersebut juga bertepatan dengan momentum Hari Rabies Sedunia yang diperingati setiap bulan September, sebagai wujud komitmen pemerintah daerah dalam mendukung target nasional Indonesia bebas rabies tahun 2030.

Selama Bulan Bakti Rabies tahun 2025, Disnakkeswan Lampung Selatan telah melaksanakan berbagai kegiatan, di antaranya:

Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) tentang bahaya penyakit rabies, Vaksinasi rabies massal bagi HPR seperti anjing, kucing, kera, dan musang, Kastrasi atau sterilisasi terhadap kucing lokal jantan.

Kegiatan KIE dan vaksinasi dilaksanakan di sejumlah titik, yaitu Balai Desa Panca Tunggal Kecamatan Merbau Mataram, UPT Puskeswan Tanjung Bintang, Balai Desa Taman Agung Kecamatan Kalianda, UPT Puskeswan Candipuro, UPT Puskeswan Ketapang, UPT Puskeswan Sidomulyo, serta beberapa titik lain di wilayah Lampung Selatan.

Total vaksinasi yang telah diberikan mencapai 905 dosis kepada hewan penular rabies milik masyarakat.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Lampung Selatan, drh. Rini Ariasih, menyampaikan bahwa kegiatan vaksinasi rabies ini diharapkan dapat menekan penyebaran penyakit rabies pada hewan serta melindungi masyarakat dari ancaman penularan.

“Dengan adanya vaksinasi rabies di Lampung Selatan, kita dapat mencegah dan menekan penyebaran penyakit rabies pada hewan, yang pada akhirnya juga melindungi kesehatan masyarakat dari penyakit mematikan ini,” ujar Rini Ariasih di ruang kerjanya, Senin (13/10/2025).

Lebih lanjut, Rini menjelaskan bahwa kegiatan ini juga merupakan langkah nyata untuk mewujudkan Lampung Selatan bebas rabies, sekaligus menjaga sektor pariwisata dan program Agro Edu Wisata yang tengah dikembangkan oleh Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan agar terbebas dari dampak negatif rabies.

Pada tahun 2025, peringatan Hari Rabies Sedunia mengusung tema “Act Now: You, Me, Community” yang berarti Bertindak Sekarang: Kamu, Aku, Komunitas.

Rini menegaskan bahwa tema tersebut mencerminkan semangat gotong royong dalam upaya pengendalian rabies.

“Pencegahan dan pengendalian rabies adalah tanggung jawab bersama. Setiap orang memiliki peran dalam melawan rabies. Tindakan nyata sekecil apa pun dari masyarakat dapat memberikan dampak besar. Dengan bertindak bersama, target Indonesia bebas rabies tahun 2030 dapat tercapai,” tutupnya.(*)

Disnakkeswan Lampung Selatan Gelar Rangkaian Kegiatan Pencegahan Rabies dalam Momentum Bulan Bakti Rabies 2025

JK, LAMPUNG SELATAN – Dalam rangka memperingati Bulan Bakti Rabies yang jatuh setiap bulan September, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) Kabupaten Lampung Selatan melaksanakan serangkaian kegiatan pencegahan dan pengendalian rabies. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya rabies serta pentingnya vaksinasi hewan penular rabies (HPR) seperti anjing, kucing, kera, dan musang.

Kegiatan tersebut juga bertepatan dengan momentum Hari Rabies Sedunia yang diperingati setiap bulan September, sebagai wujud komitmen pemerintah daerah dalam mendukung target nasional Indonesia bebas rabies tahun 2030.

Selama Bulan Bakti Rabies tahun 2025, Disnakkeswan Lampung Selatan telah melaksanakan berbagai kegiatan, di antaranya:

Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) tentang bahaya penyakit rabies, Vaksinasi rabies massal bagi HPR seperti anjing, kucing, kera, dan musang, Kastrasi atau sterilisasi terhadap kucing lokal jantan.

Kegiatan KIE dan vaksinasi dilaksanakan di sejumlah titik, yaitu Balai Desa Panca Tunggal Kecamatan Merbau Mataram, UPT Puskeswan Tanjung Bintang, Balai Desa Taman Agung Kecamatan Kalianda, UPT Puskeswan Candipuro, UPT Puskeswan Ketapang, UPT Puskeswan Sidomulyo, serta beberapa titik lain di wilayah Lampung Selatan.

Total vaksinasi yang telah diberikan mencapai 905 dosis kepada hewan penular rabies milik masyarakat.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Lampung Selatan, drh. Rini Ariasih, menyampaikan bahwa kegiatan vaksinasi rabies ini diharapkan dapat menekan penyebaran penyakit rabies pada hewan serta melindungi masyarakat dari ancaman penularan.

“Dengan adanya vaksinasi rabies di Lampung Selatan, kita dapat mencegah dan menekan penyebaran penyakit rabies pada hewan, yang pada akhirnya juga melindungi kesehatan masyarakat dari penyakit mematikan ini,” ujar Rini Ariasih di ruang kerjanya, Senin (13/10/2025).

Lebih lanjut, Rini menjelaskan bahwa kegiatan ini juga merupakan langkah nyata untuk mewujudkan Lampung Selatan bebas rabies, sekaligus menjaga sektor pariwisata dan program Agro Edu Wisata yang tengah dikembangkan oleh Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan agar terbebas dari dampak negatif rabies.

Pada tahun 2025, peringatan Hari Rabies Sedunia mengusung tema “Act Now: You, Me, Community” yang berarti Bertindak Sekarang: Kamu, Aku, Komunitas.

Rini menegaskan bahwa tema tersebut mencerminkan semangat gotong royong dalam upaya pengendalian rabies.

“Pencegahan dan pengendalian rabies adalah tanggung jawab bersama. Setiap orang memiliki peran dalam melawan rabies. Tindakan nyata sekecil apa pun dari masyarakat dapat memberikan dampak besar. Dengan bertindak bersama, target Indonesia bebas rabies tahun 2030 dapat tercapai,” tutupnya.(*)

Rotasi Jabatan di Pemkot Bandar Lampung : Veni Devialesti Definitif Kadis Kominfo, Zulkifli Naik Menjadi Kepala BKD

JK, BANDAR LAMPUNG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung kembali melaksanakan rotasi jabatan pejabat pimpinan tinggi pratama (eselon II). Sebanyak tujuh pejabat resmi dilantik oleh Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana, dalam upacara pelantikan di Gedung Semergou, Senin (06/10/2025) pagi.

Dalam rotasi kali ini, Veni Devialesti ditetapkan secara definitif sebagai Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Bandar Lampung setelah sebelumnya menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt).

Sementara itu, Zulkifli memperoleh promosi jabatan sebagai Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Bandar Lampung. Sebelumnya, ia menjabat sebagai Camat Teluk Betung Timur.

Selain keduanya, lima pejabat lainnya juga menduduki posisi baru di lingkungan Pemkot Bandar Lampung:

Febriana sebagai Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP).

Zakky Irawan sebagai Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD).

Nero Akbar sebagai Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora).

Idham Basyar sebagai Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Dini Purnamawaty sebagai Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda).

Dalam sambutannya, Wali Kota Eva Dwiana menegaskan bahwa pelantikan ini bukan sekadar seremonial, melainkan bagian dari penyegaran organisasi pemerintah daerah agar semakin optimal dalam melayani masyarakat.

“Saya berharap para pejabat yang baru saja dilantik dapat bekerja maksimal, melayani masyarakat dengan sepenuh hati, serta mendukung penuh program pembangunan di Kota Bandar Lampung,” ujar Eva.

Eva juga menekankan pentingnya setiap pejabat untuk segera menyesuaikan diri dengan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) masing-masing, serta memperkuat koordinasi lintas perangkat daerah.

“Evaluasi kinerja akan terus dilakukan untuk memastikan pelayanan publik dan pembangunan di Bandar Lampung berjalan optimal,” tegasnya.

Rotasi dan promosi jabatan ini merupakan langkah strategis Pemerintah Kota Bandar Lampung dalam memperkuat tata kelola pemerintahan yang efektif, profesional, dan berorientasi pada pelayanan publik.

Pemerintah Kota Bandar Lampung berkomitmen untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan berdaya saing. Melalui berbagai program pembangunan, Pemkot terus berupaya meningkatkan kualitas layanan publik dan kesejahteraan masyarakat di seluruh wilayah Kota Bandar Lampung.(*)

Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan Hadiri Upacara Peringatan HUT ke-80 TNI

JK, BANDAR LAMPUNG – Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan, menghadiri upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang diselenggarakan Kodam XXI/Radin Inten di Lapangan Korpri, Kompleks Perkantoran Gubernur Lampung, Jl. Wolter Monginsidi, Teluk Betung Utara, Bandar Lampung, Minggu (05/10/2025).

Upacara berlangsung khidmat dengan Inspektur Upacara Kasdam XXI/Radin Inten Brigjen TNI Andrian Susanto, S.I.P., M.Han., M.I.Pol. dan Letkol Cpm Anjan Pama Setyawan, S.I.P. sebagai Komandan Upacara. Kegiatan ini diikuti oleh jajaran TNI di wilayah Lampung, serta dihadiri Forkopimda Provinsi Lampung, Forkopimda Kota Bandar Lampung, dan unsur pejabat sipil serta militer lainnya.

Dalam amanat Panglima TNI yang dibacakan Inspektur Upacara, ditegaskan bahwa HUT ke-80 TNI tahun ini mengusung tema:

TNI Prima – TNI Rakyat – Indonesia Maju.”

Tema ini menggambarkan jati diri TNI yang lahir dari rakyat, berjuang bersama rakyat, dan mengabdi sepenuhnya untuk rakyat. Panglima TNI menekankan bahwa sinergitas TNI dengan seluruh komponen bangsa merupakan kekuatan utama dalam mewujudkan Indonesia yang berdaulat, adil, makmur, dan maju.

Lebih lanjut, Panglima TNI menegaskan empat poin penekanan kepada seluruh prajurit dan PNS TNI, yakni:

1. Perkokoh iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

2. Pertahankan soliditas TNI serta kemanunggalan TNI dengan rakyat.

3. Tingkatkan kewaspadaan dalam penggunaan media sosial.

4. Laksanakan tugas dengan ikhlas, jauhi pelanggaran hukum, dan utamakan kepentingan rakyat.

Sekdaprov Lampung, Marindo Kurniawan, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan upacara ini dan menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Lampung mendukung penuh sinergitas TNI dengan pemerintah daerah serta masyarakat.

“Peringatan HUT ke-80 TNI ini menjadi momentum memperkuat kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, dan seluruh masyarakat Lampung dalam menjaga kedaulatan negara sekaligus mempercepat pembangunan daerah menuju Lampung Berjaya,” ujar Marindo.

Usai upacara, acara dilanjutkan dengan kegiatan sosial berupa pembagian paket sembako untuk masyarakat kurang mampu, serta hiburan rakyat meliputi tarian kolosal, parade defile, marching band, demonstrasi drone pertanian, panggung prajurit, dan pembagian door prize. Antusiasme masyarakat menambah kemeriahan acara tersebut.

Hadir dalam kesempatan tersebut Forkopimda Provinsi Lampung, pejabat utama Kodam XXI/Radin Inten, Korem 043/Garuda Hitam, Polda Lampung, serta pejabat dari Pemerintah Provinsi Lampung.(*)

Dukung Kemajuan Pendidikan, Komunitas Wartawan Kota KAWAT Bandar Lampung Gelar Audiensi Bersama Kadisdik Provinsi Lampung

JK, BANDAR LAMPUNG – Jalin sinergitas dalam memajukan pendidikan yang optimal, Komunitas Wartawan Kota (KAWAT) Kota Bandar Lampung menggelar Audiensi bersama Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung Thomas Amirico, S.STP, MH di ruang kerja Kadis, pada Kamis (02/10/2025).

Thomas Amirico menyambut baik Audiensi dan memberikan ruang bagi KAWAT dalam menjalin kerjasama yang baik tentang publikasi.

” Kami terbuka untuk rekan-rekan wartawan dari KAWAT dalam hal pemberitaan tentang pendiidkan di Provinsi Lampung, sebab publik harus tahu tentang perkembangan Pendidikan di Provinsi Lampung apalagi dimasa sekarang yang semuanya serba digital, jadi mau tidak mau Pendidikan kita juga harus mengikuti pergeseran zaman yang semakin canggih ini, ” ungkapnya.

Kemudian lanjut Thomas, pergeseran tentang dunia digital saat ini harus dibarengi dengan informasi yang membangun tentang kemajuan Pendidikan di Lampung dan untuk menangkal berita-berita hoax.

” Kami sangat senang dapat bekerjasama dengan KAWAT semoga kerjasama ini dapat menjadi jembatan penyampai informasi Pendidikan di Lampung, namun kritik dan saran membangun tetap kami butuhkan untuk kemajuan Pendidikan bagi generasi penerus bangsa, “imbuhnya.

Sementara Hadransyah Ketua KAWAT Kota Bandar Lampung didampingi Plt. Sekretaris Suryanto, mengucapkan terimakasih atas sambutan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Lampung.

” Alhamdulillah Pak Kadis Thomas Amirico menyambut kami dengan terbuka dan semangat kekeluargaan terbangun, karena beliau selain dekat dengan wartawan, beliau juga sangat mendukung tentang pemberitaan positif perkembangan Pendidikan di Lampung, ” ucap Ardan sapaan akrab Hadransyah.

Lanjut Ardan, KAWAT Kota Bandar Lampung juga akan fokus untuk pemberitaan seputar informasi Pendidikan di Lampung.

” Terkait Pendidikan ini menjadi tanggung jawab kita bersama, termasuk wartawan. Maka kami akan terus mengawal pemberitaan pendidikan di Lampung baik itu tentang kemajuan Pendidikan serta kritik membangun, agar semua dapat berjalan sesuai dengan cita-cita Bapak Pendidikan Indonesia KH. Hajar Dewantara, ” harapnya.

Di momen audiensi sinergitas yang penuh semangat kekeluargaan ini tak lupa juga dilakukan foto bersama antara Komunitas Wartawan Kota Bandar Lampung dengan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Lampung, ini menjadi bukti bahwa pentingnya untuk menjalin kerjasama yang baik antara insan Pers dan pelaku Pendidikan di Lampung. (Adr)

Ancaman Limbah Medis Puskeswan Natar, Jarum Berserakan hingga Botol Obat kadaluwarsa Terbuka

JK, LAMPUNG SELATAN – Sebuah temuan lapangan menguak praktik berbahaya di Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) Kecamatan Natar. Di belakang bangunan, limbah medis berupa jarum suntik bekas dan botol obat dibiarkan begitu saja. Bukti yang menunjukkan kelalaian fatal dalam tata kelola kesehatan lingkungan.

Di dua titik berbeda sisi kanan dan kiri belakang bangunan jarum suntik berserakan tanpa wadah pengaman, sementara botol-botol cairan obat dibiarkan terbuka bercampur dengan sampah lainnya.

Posisi Puskeswan yang berada di tengah pemukiman warga kian memperbesar ancaman. Tempat yang semestinya menjadi pusat pelayanan kesehatan hewan, justru berubah wajah menjadi sumber bahaya baru bagi masyarakat sekitar, terutama anak-anak yang kerap bermain di sekitar lokasi.

Seorang warga yang tinggal tak jauh dari Puskeswan mengaku resah dengan kondisi tersebut. “itu kan puskeswan nya diarea terbuka seperti itu, kalau sore hari anak-anak terkadang bermain kesana, kalau mereka main ke belakang, bisa saja mereka kena jarum suntik itu. Bahaya sekali, apalagi ada botol obat kadaluwarsa dan sudah pernah dipakai yang cairannya masih terisi, kalau hujan bisa terbawa ke selokan dan area perkebunan,” ungkapnya, meminta namanya tidak dipublikasikan.

Keterangan warga tersebut mendorong Tim Koalisi Jurnalis dan Aktivis (KOJAK) Lampung turun langsung melakukan investigasi lapangan. Hasilnya, tim menemukan bukti nyata: jarum suntik bekas tercecer di dua titik, sementara botol cairan obat dengan sisa kandungan kimiawi teronggok tanpa perlakuan khusus. Temuan itu memperlihatkan adanya dugaan pola kelalaian dalam pengelolaan limbah medis berbahaya.

Pakar kesehatan lingkungan Provinsi Lampung menegaskan, kondisi tersebut sangat berbahaya.

“Jarum suntik bekas hewan bisa menularkan penyakit zoonosis, penyakit yang berpindah dari hewan ke manusia, misalnya rabies atau infeksi bakteri tertentu. Jika mengenai kulit, juga bisa menularkan Hepatitis hingga HIV jika ada kontaminasi,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan, cairan obat yang dibuang sembarangan dapat mencemari lingkungan. “Kalau cairan kimia meresap ke tanah atau terbawa air hujan, sumber air warga bisa tercemar. Obat-obatan hewan mengandung senyawa aktif yang berbahaya jika masuk ke tubuh manusia atau lingkungan,” tambahnya.

Padahal regulasi mengenai limbah medis sudah tegas. Peraturan Pemerintah No. 101 Tahun 2014 menyebutkan bahwa limbah medis termasuk kategori B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) yang wajib ditangani dengan prosedur khusus. Permenkes No. 18 Tahun 2020 menegaskan, setiap fasilitas kesehatan, termasuk Puskeswan, wajib menyerahkan limbah medis kepada pihak ketiga berizin atau menggunakan insinerator berstandar lingkungan.

Lebih jauh, UU No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup menegaskan, kelalaian atau kesengajaan membuang limbah B3 sembarangan bisa berujung pidana.

Pasal 104 UU tersebut menyebut ancaman penjara hingga 3 tahun dan denda maksimal Rp3 miliar.

Fakta di lapangan memperlihatkan hal sebaliknya. Alih-alih dikelola sesuai aturan, limbah medis berbahaya di Puskeswan Natar justru dibiarkan berserakan, seolah menunggu waktu untuk mencelakai.

“Kalau fasilitas kesehatan saja tidak taat aturan, bagaimana dengan masyarakat biasa? Risiko ini nyata, lingkungan tercemar, kesehatan terancam, bahkan potensi wabah penyakit,” pungkas pakar kesehatan lingkungan tersebut.

Sementara itu hingga berita ini diterbitkan, pihak Puskeswan Natar maupun Dinas Peternakan Lampung Selatan belum memberikan klarifikasi resmi. Senyap tanpa jawaban, sementara bukti lapangan berbicara gamblang.(*)