Bandar Lampung — Curah hujan ekstrem yang melanda Kota Bandar Lampung menyebabkan banjir di sejumlah titik.…
Kategori: Bandar Lampung
Pemerhati Sosial Soroti Dilema Penerapan Perwali Pemilihan RT di Kelurahan Pesawahan, Bandar Lampung
Bandar Lampung – Penerapan Peraturan Wali Kota (Perwali) Bandar Lampung Nomor 13 Tahun 2020 tentang Tata…
Pemerintah Kota Bandar Lampung Dorong Optimalisasi Penagihan PBB-P2
Lampung – Wakil Wali Kota Bandar Lampung, Hi. Dedy Amarullah, secara resmi membuka kegiatan Penyampaian Surat…
Babinsa Gunung Agung Pantau Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW di Masjid Istiqomah
BANDAR LAMPUNG – Babinsa Kelurahan Gunung Agung Koramil 410-05/TKP, Sertu Zainal Abidin, melaksanakan pemantauan kegiatan peringatan Isra…
Wali Kota Eva Dwiana Serahkan Bantuan Perlengkapan Sekolah untuk Ribuan Siswa di Bandar Lampung
Bandar Lampung – Wali Kota Bandar Lampung, Hj. Eva Dwiana, menyerahkan bantuan perlengkapan sekolah bagi siswa…
Pemkot Bandar Lampung dan BPS Perkuat Sinergi Sukseskan Susenas 2026
Bandar Lampung – Pemerintah Kota Bandar Lampung yang diwakili Sekretaris Daerah (Sekda) Iwan Gunawan menerima audiensi…
Sambut Ramadhan 1447 H, Masjid Al Iman Bekerjasama dengan ADIRA Finance Syariah Gelar Bakti Sosial dan Tabligh Akbar
BANDAR LAMPUNG – Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Al Iman Perumahan Bumi Puspa Kencana, Gedong Meneng,…
Pemkot Bandar Lampung Raih Penghargaan Kelurahan Berprestasi Tingkat Nasional
Boyolali — Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung berhasil meraih penghargaan Kelurahan Berprestasi Tingkat Nasional atas komitmennya…
AKBP Vicky Dzulkarnain Terpilih Secara Aklamasi sebagai DANMENWA Lampung Periode 2025–2028
Bandar Lampung – AKBP Vicky Dzulkarnain, S.Ag., M.M. terpilih secara aklamasi sebagai Komandan Resimen Mahasiswa (DANMENWA) Provinsi Lampung periode 2025–2028 dalam Rapat Komando Daerah (RAKOMDA) Resimen Mahasiswa Raden Intan Provinsi Lampung.
RAKOMDA tersebut digelar pada Sabtu, 20 Desember 2025, bertempat di Gedung Serba Guna (GSG) UIN Raden Intan Lampung. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka pemilihan DANMENWA Lampung untuk masa bakti selanjutnya.
Rapat dibuka secara resmi oleh DANMEN Maharatan Lampung AKBP (Purn) Muchtar, S.E., S.H., M.H. Selanjutnya, sambutan disampaikan oleh Rektor UIN Raden Intan Lampung serta Kolonel Sus Drs. H. Ahmad Yani, S.H., M.H., yang menegaskan pentingnya peran strategis Resimen Mahasiswa dalam pembinaan karakter, bela negara, dan kepemimpinan generasi muda.
Proses pemilihan DANMENWA Lampung berlangsung secara musyawarah mufakat dan menghasilkan keputusan aklamasi yang menetapkan AKBP Vicky Dzulkarnain sebagai komandan terpilih.
RAKOMDA tersebut turut dihadiri oleh berbagai unsur strategis, di antaranya Dewan Pimpinan Nasional IARMI yang mengikuti kegiatan secara virtual melalui Zoom, Dewan Pimpinan Provinsi IARMI Lampung, jajaran DANMEN beserta staf, DANSUB Bandar Lampung, DANSUB Metro, DANSUB Pringsewu, dan DANSUB Lampung Selatan, serta delapan Danyon Menwa se-Provinsi Lampung.
Selain itu, kegiatan juga diikuti oleh sekitar 150 personel Menwa aktif se-Lampung, Rektor Universitas Muhammadiyah Pringsewu, serta AKBP Radius Utama, S.H., M.H. dari Polda Lampung.
Dengan terpilihnya AKBP Vicky Dzulkarnain sebagai DANMENWA Lampung, diharapkan Resimen Mahasiswa Provinsi Lampung semakin solid, profesional, dan mampu berkontribusi aktif dalam pembinaan mahasiswa serta penguatan nilai-nilai kebangsaan dan bela negara di Bumi Ruwa Jurai.
Bupati Lampung Selatan Terima Anugerah Daerah Harmonis dan Berkelanjutan dari JMSI Lampung
Bandar Lampung – Komitmen Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, dalam mewujudkan pembangunan daerah yang harmonis…
Bunda Eva Buka APEKSI Outlook 2025: Semangat Kolaborasi Antar Kota
Bandar Lampung — Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia Outlook 2025 menjadi forum strategis nasional yang mempertemukan pemerintah kota se-Indonesia untuk memperkuat kolaborasi, bertukar gagasan, serta mendorong inovasi pelayanan publik dan pembangunan daerah berkelanjutan.
Sebagai tuan rumah APEKSI Outlook 2025, Pemerintah Kota Bandar Lampung mengawali rangkaian kegiatan dengan prosesi adat Begawi Jejama pada Sabtu (20/12/2025). Prosesi adat ini menjadi simbol pembuka sekaligus penyambutan resmi bagi para wali kota dari berbagai daerah, pelaku UMKM, serta masyarakat.
Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana menjelaskan bahwa Begawi Jejama merupakan tradisi adat Lampung yang bermakna bekerja bersama-sama. Nilai tersebut dinilai selaras dengan semangat APEKSI sebagai forum kolaboratif yang menekankan kebersamaan dan kekompakan antarkepala daerah dalam membangun kota masing-masing.
APEKSI Outlook 2025 menjadi momentum strategis

Menurut Eva Dwiana, pelaksanaan APEKSI Outlook 2025 juga menjadi momentum strategis untuk memperluas jejaring kerja sama lintas daerah serta mendorong lahirnya inovasi dan tata kelola pemerintahan yang lebih efektif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Selain membahas pembangunan, Wali Kota Bandar Lampung juga mengajak seluruh pemerintah kota meningkatkan kewaspadaan dan koordinasi, khususnya dalam menghadapi tantangan daerah dan dinamika cuaca yang tidak menentu.
Melalui APEKSI Outlook 2025, Pemkot Bandar Lampung berharap terwujud kolaborasi nyata dan gagasan strategis yang memperkuat peran pemerintah kota dalam mendukung pembangunan nasional yang inklusif dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.
Wali Kota Eva Dwiana Ungkapkan Rasa Syukur dan Terima Kasih Usai Raih Penghargaan Excellence in Public Service Innovation
Jakarta — Wali Kota Bandar Lampung, Hj. Eva Dwiana, menyampaikan ungkapan gembira dan terima kasih setelah resmi…
Wamendagri Bima Arya Buka Retreat Nasional Sekretaris Daerah se-Indonesia, Tekankan Pemerintahan Efektif
JBK, JATINANGOR — Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan, bersama Kepala Bappeda Anang Risgiyanto, mengikuti kegiatan Retreat Nasional Sekretaris Daerah se-Indonesia di Kampus Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Jatinangor, yang dibuka oleh Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya pada Minggu (26/10/2025).
Selain kedua pejabat Pemprov Lampung tersebut, kegiatan Retreat Nasional Sekretaris Daerah se-Indonesia tersebut juga diikuti oleh seluruh Sekretaris Daerah kabupaten/kota se-Provinsi Lampung.
Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya dalam kesemptan itu mengatakan, bahwa efektivitas pemerintahan menjadi kunci utama bagi Indonesia untuk mencapai status negara maju dalam dua dekade ke depan. Hal itu ia sampaikan saat membuka
Menurut Bima Arya, kondisi saat ini jauh berbeda dibanding 10 hingga 20 tahun lalu. Indonesia kini berada di persimpangan sejarah menuju negara maju pada tahun 2045, memanfaatkan bonus demografi dan keluar dari jebakan kelas menengah.
“Arah Presiden sangat jelas: Indonesia harus menjadi negara maju dalam 20 tahun. Kalau tidak, kita akan selamanya terjebak sebagai negara kelas menengah,” tegasnya.
Ia menyampaikan bahwa dalam setiap rapat kabinet, Presiden menekankan pentingnya membangun pemerintahan yang efektif, sinergis, dan kolaboratif. Seluruh kementerian, lembaga, provinsi, dan kabupaten/kota diminta berjalan seirama agar kebijakan pembangunan nasional dapat terlaksana dengan baik.
“Efektivitas itu tidak berarti sebelumnya tidak efektif, tetapi harus lebih tajam, efisien, dan menyatu antara pusat dan daerah,” ujarnya.
Bima menjelaskan, salah satu fokus besar pemerintahan saat ini adalah efisiensi dalam pengelolaan keuangan negara dan daerah. Ia menyinggung adanya kebocoran anggaran sebagaimana disorot dalam buku Paradoks Indonesia karya Presiden Joko Widodo, yang menjadi dasar semangat reformasi pengelolaan keuangan publik.
“Semangat pemerintahan hari ini adalah memastikan uang negara dikelola jauh lebih efektif. Babak pertama efisiensi sudah dimulai, kini kita masuk babak kedua: penyesuaian dan sinkronisasi transfer ke daerah (TKD),” terang Bima.
Sebagai mantan kepala daerah, ia mengaku memahami tantangan yang dihadapi para Sekda dalam menyesuaikan kebijakan TKD. Namun, ia menegaskan, langkah tersebut diperlukan agar program pembangunan dapat berjalan tepat sasaran tanpa pemborosan anggaran.
Lebih lanjut, Wamendagri menuturkan bahwa retreat nasional Sekda ini menjadi ruang penting bagi Kemendagri untuk memediasi kebutuhan antara pusat dan daerah. Forum tersebut dihadiri para kepala daerah, kepala Bappeda, serta perwakilan kementerian dan lembaga yang relevan.
“Kami ingin memfasilitasi dan menjembatani. Di satu sisi, pemerintah pusat mendorong efektivitas APBD dan realisasi program prioritas nasional, di sisi lain kami juga mendengar langsung kebutuhan dari daerah,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa para wakil menteri dalam negeri diberi tugas khusus oleh Mendagri untuk menjadi mentor bagi daerah. Bima sendiri akan fokus mendampingi wilayah Jawa dan Sumatra, sedangkan dua wakil menteri lainnya mengawal kawasan Kalimantan, Sulawesi, hingga Papua dan Nusa Tenggara.
“Kami ingin menjadi tempat curhat kepala daerah, hadir langsung, mendengar tantangan di lapangan, dan menyampaikan kebijakan pusat agar nyambung dengan kebutuhan daerah,” tambahnya.
Di akhir sambutannya, Bima Arya juga menyinggung suasana kebersamaan dalam retreat tersebut. Ia berharap seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan hingga akhir dengan penuh semangat dan kenyamanan.
“Kami ingin Bapak-Ibu nyaman di sini. Silakan berolahraga pagi agar kuat menghadapi udara dingin Jatinangor,” ujarnya disambut tawa peserta.
Dengan gaya khasnya yang hangat dan humoris, Bima menutup sambutan dengan pesan motivatif: “Angka TKD mungkin tidak sama lagi, tapi semangat dan kinerja harus tetap sama, tetap terima, tetap semangat untuk Indonesia maju.”
Forum strategis tersebut dihadiri oleh 1.104 peserta yang terdiri dari 38 Sekda provinsi, 514 Sekda kabupaten/kota, serta para kepala Bappeda dari seluruh Indonesia. Mereka mengikuti serangkaian sesi diskusi tematik, pembekalan kebijakan, dan koordinasi lintas sektor bersama 22 kementerian/lembaga, termasuk Bappenas, Kementerian Keuangan, Kementerian PAN-RB, Kementerian ESDM, dan Kementerian Pendidikan Tinggi.(*)
Bukan dikeluarkan, Gina Siswa SMP ternyata mengundurkan diri sejak tahun 2023
JK, BANDAR LAMPUNG – Wakil Kepala SMPN 13 Bandar Lampung, Abdul Rohman membantah pihak sekolah yang mengeluarkan Gina Dwi Sartika menurut nya Gina keluar sekolah dengan alasan ingin masuk pondok.
Pemerintah Kota Bandar Lampung melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Rabu 22 Oktober 2025 mendatangi kediaman gina yang berada di Desa kurungan Nyawa, Kecamatan Gedong tatatan Kabupaten Pesawaran Rabu 22 Oktober 2025.
Kunjungan itu untuk memastikan video viral yang menyebutkan adanya aksi bullying dilingkungan sekolah. Setelah dilakukan pengecekan ternyata dugaan Bullying terjadi 2 tahu lalu. Gina 16 tahun
merupakan anak yang selama ini mendapat Pendampingan Dinas PPPA Kota Bandar Lampung.
“Gina selama ini selalu kami dampingi, gina sering main dipusat perbelanjaan. Waktu itu ada masalah lain, tapi sudah diselesaikan,” ujar Maryamah Kadis PPPA Kota Bandar Lampung.
Maryamah juga menceritakan 2 tahun lalu, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Kota Bandar Lampung juga menawarkan gini untuk melanjutkan pendidikan, tapi hal itu di tolak.
“Dulu juga gina kita tawarkan untuk melanjutkan sekolah tapi menolak dengan alasan ingin mondok,” ujar Maryamah Kadis PPPA Kota Bandar Lampung.
Sementara itu Camat kemiling Andi Syaputra Kesuma menjelaskan.
Pihaknya datang kelokasi untuk memastikan informasi yang beredar, setelah dilakukan pengecekan ternyata informasi tersebut tak semuanya benar.
“Setelah dicek ternyata Bukan dikeluarkan. tapi mengundurkan diri tahun 2023, alasannya dia mau ikut adeknya di pondok,” ujar Andi Syaputra Kesuma.
Andi meminta kepada keluarga agar gina bisa melanjutkan sekolahnya.
“Kita memastikan bahwa dia sekolah, kejar paket B, Pemerintah bantu administrasi,” tutup Andi.(*)
Agnesia Wulan Marindo Ditunjuk Ketua DPW Lasqi Lampung
JK, BANDAR LAMPUNG – Sekjen DPP Lasqi Nusantara Jaya Aminundin melantik Agnesia Wulan Marindo, sebagai Ketua DPW Lasqi Nusantara Jaya Provinsi Lampung masa bakti 2025-2030, disaksikan Dewan Pembina Ibu Purnama Wulan Sari Mirza, di Balai Keratun, Komplek Dinas Kantor Gubernur, Bandarlampung, Selasa (21/10/2025).
Sekjen Aminundin, dalam sambutannya, menjelaskan bahwa Lasqi memiliki trilogi utama, yakni dakwah, pembinaan, dan pelestarian seni budaya Islam.
Ia juga memaparkan sejumlah program nasional Lasqi lima tahun ke depan, termasuk pelaksanaan Festival Lasqi Nusantarajaya 2025 di Kabupaten Bogor, serta rencana kegiatan di berbagai provinsi hingga tahun 2030.
“Lampung menjadi salah satu provinsi yang aktif dalam pembinaan seni qasidah. Kami berharap Lampung dapat kembali menjadi tuan rumah ajang nasional di tahun-tahun mendatang,” ujarnya.
Ketua DPW Lasqi Nusantara Jaya Provinsi Lampung Agnesia Wulan Marindo, dalam sambutannya, menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan dan berkomitmen untuk memajukan Lasqi di Lampung.
“Lasqi Nusantara Jaya bukan sekadar wadah seni qasidah, melainkan ruang bagi ekspresi budaya Islami yang membangun karakter umat. Di era digital ini, Lasqi memiliki peluang besar untuk menjangkau generasi muda dan memperkenalkan wajah Islam yang damai dan kreatif,” ujarnya.
Ia juga menegaskan pentingnya sinergi antara DPW dan DPD kabupaten/kota agar program kerja Lasqi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Seperti orkestra, setiap daerah memiliki suara khasnya, tetapi keindahan sejati baru terdengar ketika semuanya berpadu selaras,” ucapnya.
Agnesia menambahkan, Lasqi Nusantara Jaya akan terus bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Lampung dalam membina generasi muda, memperkuat nilai-nilai keislaman, dan melestarikan budaya daerah.
“Dengan semangat kebersamaan, kita jadikan masa bakti ini sebagai momentum kebangkitan Lasqi Nusantara Jaya di Provinsi Lampung,” ujarnya
Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan hadir mewakili Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal. Dia mengatakan Pemerintah Provinsi Lampung mendukung pengembangan seni dan budaya Islami sebagai bagian dari pembangunan karakter masyarakat.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Lampung, saya mengucapkan selamat kepada seluruh pengurus yang baru dilantik. Semoga amanah ini dapat diemban dengan penuh tanggung jawab, dedikasi, dan semangat kebersamaan dalam memajukan seni serta budaya Islam di Bumi Ruwa Jurai yang kita cintai,” ujarnya.
Sekdaprov Marindo menegaskan bahwa pelantikan pengurus Lasqi Nusantara Jaya merupakan momentum penting untuk menghidupkan kembali semangat seni dan budaya Islami di tengah masyarakat.
Ia menilai, qasidah dan gambus bukan sekadar hiburan, tetapi juga sarana dakwah dan pembinaan moral yang telah lama menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Lampung.
“Kalau kita menengok ke belakang, seni qasidah sudah menjadi bagian dari denyut kehidupan masyarakat kita. Irama gambus yang khas dan liriknya yang sarat pesan moral telah mengiringi berbagai kegiatan keagamaan dan sosial di tengah masyarakat,” ujarnya.
Lebih lanjut, Sekdaprov Marindo menyoroti pentingnya menjaga keberlanjutan dan regenerasi dalam seni qasidah.
Ia menyampaikan tiga hal penting yang menjadi arah pembinaan Lasqi Nusantara Jaya ke depan, yakni memperkuat pembinaan dan regenerasi seni qasidah di kalangan generasi muda.
“Anak muda perlu kita dorong agar melihat qasidah bukan hal kuno, tapi seni Islami yang relevan, penuh nilai, dan bisa menjadi ekspresi positif mereka,” ujarnya.
Selanjutnya, membangun kolaborasi lintas sektor dimana Ia menegaskan pentingnya kerja sama antara Lasqi dengan pemerintah daerah, sekolah, pesantren, dan lembaga keagamaan agar kegiatan seni budaya Islami semakin produktif, mendidik, dan berdaya guna serta menjadikan Lasqi Nusantara Jaya sebagai ruang pemersatu.
Sekdaprov Marindo berharap Lasqi menjadi wadah sinergi antara para seniman, tokoh agama, dan masyarakat dalam membawa pesan moral, spiritual, dan kebangsaan melalui karya seni.
“Seni qasidah harus menjadi media yang menumbuhkan harmoni sosial dan memperkuat nilai persaudaraan di tengah keberagaman Lampung,” ujarnya.
Ia menambahkan, Pemerintah Provinsi Lampung akan terus memberikan dukungan terhadap berbagai kegiatan Lasqi melalui sinergi program pembinaan seni dan budaya hingga ke tingkat kabupaten dan kota.
“Pelantikan hari ini bukan sekadar seremonial, tapi menjadi titik awal semangat baru untuk membangun Lampung yang berkemajuan, religius, dan berbudaya. Mari kita jadikan seni qasidah sebagai kekuatan spiritual sekaligus sarana mempererat persaudaraan di tengah masyarakat,” tegasnya.(*)