FGD Evaluasi Tata Kelola Bawaslu di Unila: Prof. Ayi Tekankan Penguatan Mitigasi dan Transparansi Pengawasan Pemilu

Lampung – Dalam Focus Group Discussion (FGD) bertajuk Evaluasi Tata Kelola Organisasi Pengawas Pemilu yang digelar…

Ketua TP. PKK Provinsi Lampung Dorong Industri Kreatif Budaya Untuk Perkuat Ekonomi Perempuan Lampung

JurnalKota.net – Bandar Lampung — Ketua TP. PKK Provinsi Lampung, Purnama Wulan Sari Mirza menegaskan bahwa perempuan memiliki peranan penting dalam menjaga warisan seni dan budaya.

Hal tersebut ditegaskan oleh Ketua TP. PKK Provinsi Lampung, Purnama Wulan Sari Mirza saat menjadi narasumber dalam program ‘Suara Budaya Nusantara’ yang disiarkan oleh RRI Lampung dan RRI Jakarta secara nasional bertempat di Studio RRI Bandar Lampung, Senin (15/09/2025).

Kehadiran Ketua TP. PKK Provinsi Lampung, Purnama Wulan Sari Mirza pada program ‘Suara Budaya Nusantara’ merupakan bagian dari sosialisasi kegiatan Festival Bebay Butabuh yang merupakan bentuk kerjasama antara Dewan Kesenian Lampung (DKL) bersama Tim Penggerak PKK Provinsi dan diharapkan dapat menjadi ruang apresiasi seni budaya sekaligus menguatkan peran perempuan dalam melestarikan warisan Lampung.

Festival Bebay Butabuh 2025 direncanakan akan digelar di Taman Budaya Lampung dan diikuti peserta dari 15 kabupaten/kota se-Lampung. Pendaftaran dibuka sejak 7 September hingga 16 Oktober 2025, batas akhir pengiriman video seleksi pada 16 Oktober 2025, dan pengumuman seleksi pada 17 Oktober 2025. Acara final akan digelar pada 23 Oktober 2025, dan gratis untuk umum.

Menurut Ketua TP. PKK Provinsi Lampung, Purnama Wulan Sari Mirza, perempuan memiliki peranan vital dalam pembangunan seni dan budaya.

“Banyak sekali karya seni tradisi dan kontemporer yang lahir dari tangan perempuan, mulai dari tari, musik, kriya, kuliner, hingga wastra. Perempuan di Lampung ini emang harus serba bisa, artinya kita juga harus bisa dalam pengembangan potensi ekonomi dan juga seni budaya,” ucapnya.

Ketua TP. PKK Provinsi Lampung, Purnama Wulan Sari Mirza juga menambahkan bahwa, kuliner khas seperti seruit hingga kerajinan tangan dan fashion berbasis budaya merupakan contoh nyata bagaimana perempuan Lampung mampu berdaya melalui kreativitas.

“Kalau ke lampung dan belum makan seruit, belum afdol rasanya,” katanya.

Ketua TP. PKK Provinsi Lampung, Purnama Wulan Sari Mirza juga menambahkan bahwa penguatan peran perempuan di bidang seni budaya dapat berdampak langsung pada pembangunan daerah. Melalui industri kreatif dan pariwisata berbasis budaya, perempuan mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan lokal, serta memperkuat identitas Lampung.

“Karena sebagian besar pelaku UMKM itu adalah perempuan, jadi disini dengan UMKM berbasis seni dan budaya kuliner khas Lampung, kerajinan tangan, kuliner tradisional juga fashion berbasis budaya itu bisa mempunyai peranan penting untuk menambah value dari pendapatan itu tadi,” ucapnya.

“Industri kreatif berbasis budaya juga dapat menciptakan produk bernilai tinggi sehingga dapat menjadi suatu elemen pendorong kreativitas dan juga menciptakan inovasi serta meningkatkan pendapatan masyarakat lokal,” sambungnya.

Purnama Wulan Sari Mirza dalam kesempatan tersebut juga berharap Festival Bebay Butabuh dapat didukung oleh seluruh masyarakat Lampung dan berharap festival ini dapat berlanjut menjadi agenda tahunan dan dapat dilaksanakan setiap tahunnya.

“Batin sangat berharap kegiatan Bebay Butabuh ini akan terus berkelanjutan karena kegiatan seperti ini merupakan aset, artinya semua wanita-wanita di Lampung ini merupakan aset-aset, potensi daerah yang memang mana harus kita saling mendukung,” tegasnya.

“Kita harus memberi ruang kepada perempuan-perempuan, tapi yang lebih penting adalah bagaimana kita semua di sini menyadari bahwa potensi perempuan di bidang seni budaya ini bisa memberikan kontribusi yang besar dalam pembangunan daerah. Pembangunan sosial, ekonomi yang lebih penting lagi untuk kemajuan budaya kita,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Umum Dewan Kesenian Lampung, Satria Bangsawan yang juga hadir sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut menjelaskan bahwa penyelenggaraan kegiatan ini sesuai dengan peran dari Dewan Kesenian Lampung sebagai fasilitator atau katalisator bagi para seniman.

“Diharapkan melalui kegiatan ini maka seni dan budaya yang menjadi aset dari provinsi Lampung yang sangat kaya akan terlestarikan sekaligus juga akan berkembang,” ucapnya.

Ketua Umum Dewan Kesenian Lampung, Satria Bangsawan juga menjelaskan bahwa Festival Bebay Butabuh menjadi ruang apresiasi khusus bagi perempuan Lampung untuk tampil memainkan musik tradisional yang selama ini lebih banyak dimainkan laki-laki dan berharap hasil dari kegiatan ini dapat menjadi daya tarik bagi para wisatawan untuk mengunjungi Provinsi Lampung.

“Hasil dari kegiatan ini insya Allah akan menjadi daya tarik bagi para wisatawan ketika mereka datang ke Provinsi Lampung karena mereka barangkali tidak hanya menikmati dalam bentuk audio, tetapi juga dalam bentuk visualisasi, jadi bisa kita menampilkan penampilan musik-musik yang tidak hanya dari kaum pria tetapi juga wanita-wanita,” harapnya.

Senada dengan yang disampaikan oleh Ketua TP. PKK Provinsi Lampung, Purnama Wulan Sari Mirza, Ketua Umum Dewan Kesenian Lampung, Satria Bangsawan juga berharap kegiatan ini dapat berlanjut menjadi agenda tahunan.

“Insya Allah mungkin di tahun-tahun berikutnya, karena kita melihat bahwa ini sangat potensi untuk dilakukan, untuk mengingatkan sekaligus mengembangkan bahwa dengan peran dari perempuan dalam bermain musik ini sekaligus selain melestarikan adalah untuk mengembangkan kesenian yang ada di provinsi Lampung,” pungkasnya.*

Pemprov Lampung Tegaskan Komitmen Jaga Keamanan dan Kebersihan Masjid Raya Al-Bakrie

JurnalKota.net – Bandar Lampung — Pemerintah Provinsi Lampung terus berupaya memastikan keamanan dan kebersihan di lingkungan Masjid Raya Al-Bakri, hal tersebut ditekankan dalam rapat yang dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan, di Ruang Kerja Sekda, Senin (15/09/2025).

Dalam rapat tersebut, Marindo Kurniawan menyampaikan bahwa Pemprov Lampung akan bertindak sebagai penanggung jawab utama untuk perlindungan dan pengelolaan lingkungan Masjid Raya Al-Bakrie.

“Kita anggap Al-Bakrie sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) kita. Kita harus all out turun ke sana, memastikan semua pemanfaatan berjalan dengan baik,” tegasnya.

Pemerintah provinsi akan mengerahkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait dengan dukungan anggaran dan tugas masing-masing untuk menjaga keamanan, kebersihan, dan pemanfaatan masjid. Hal ini dilakukan karena Masjid Raya Al-Bakrie merupakan masjid kebanggaan provinsi Lampung.

Lebih lanjut, Pemprov Lampung akan mendorong para pegawai provinsi untuk melaksanakan salat lima waktu serta mengadakan berbagai kegiatan keagamaan dan pemerintahan di ballroom masjid.

“Intinya, Pemprov hadir dalam tata kelola Masjid Raya Al-Bakrie,” jelas Marindo.

Selain itu, akan rutin dilaksanakan kegiatan-kegiatan sosial dan keagamaan seperti Jumat Bersih atau Minggu Bersih di lingkungan masjid. Seluruh upaya ini tidak hanya bertujuan untuk mendukung terlaksananya kegiatan di masjid yang baru saja diresmikan pada 12 September 2025 lalu, tetapi juga untuk mempromosikan Masjid Raya Al-Bakrie sebagai pusat kegiatan Islami di Lampung.

“Kami ingin masyarakat merasa nyaman, baik di pelataran maupun di dalam masjid,” tutup Marindo.

Saat ini, prioritas utama adalah memastikan keamanan dan kebersihan lingkungan masjid untuk kenyamanan seluruh pengunjung.*

Pemkab Lamsel Luruskan Isu Bocah di Natar: Bukan Gizi Buruk, Melainkan Derita Kelumpuhan

Lampung Selatan, Natar – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan menegaskan bahwa informasi terkait bocah 10 tahun…

Tiga Poin Krusial: Pengendalian inflasi, Digitalisasi Sistem Pembayaran dan Sinergi Pusat dan Daerah Dibahas dalam “Economic Leadership for Regional Government Leaders”

JurnalKota.net – JAKARTA – Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menghadiri Acara Economic Leadership for Regional Government Leaders (REL) Angkatan IX Tahun 2025 yang digelar Bank Indonesia (BI) di Jakarta, Senin (15/9/2025).

Pertemuan ini menekankan pentingnya tiga poin krusial, yaitu pengendalian inflasi, peningkatan digitalisasi sistem pembayaran, dan sinergi kebijakan antara pusat dan daerah. Seluruhnya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Kegiatan yang mengusung tema “Mendorong Pertumbuhan Ekonomi melalui Penguatan Sinergi Pusat dan Daerah dalam Mendukung Program Asta Cita” ini berlangsung di Ruang Chandra, Gedung BI, Jakarta Pusat.

Selain Gubernur Mirza, hadir pula Ketua DPRD Provinsi Lampung Ahmad Giri Akbar, Kepala Perwakilan BI Lampung Bimo Epyanto, serta sejumlah kepala daerah dan ketua DPRD dari berbagai provinsi.

Dalam sambutannya saat membuka acara, Deputi Gubernur BI Juda Agung menyoroti tiga poin krusial, yaitu pengendalian inflasi, peningkatan digitalisasi sistem pembayaran, dan sinergi kebijakan antara pusat dan daerah. Ia menegaskan, ketiga hal tersebut menjadi kunci untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi.

Senada dengan itu, Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya menegaskan bahwa keberhasilan program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto sangat bergantung pada sinkronisasi, sinergitas, dan akselerasi antara pemerintah pusat dan daerah. Sementara itu, Kepala BPSDM Kemendagri Sugeng Haryono menekankan pentingnya peningkatan kapasitas kepemimpinan daerah dalam menghadapi tantangan pembangunan ekonomi yang semakin kompleks.

Gubernur Mirza menyampaikan, partisipasi aktif para pemimpin daerah diharapkan dapat memperkuat peran strategis dalam menjaga stabilitas perekonomian. Ia menambahkan, langkah ini juga penting untuk mendorong pemerataan pembangunan, termasuk di Provinsi Lampung.*

Pemprov Lampung Perkuat Nilai Tambah Produk Pangan, Perpadi Lampung Dukung Pencegahan Pengiriman Gabah Keluar Daerah

JurnalKota.net – BANDAR LAMPUNG —– Pemerintah Provinsi Lampung memperkuat nilai tambah (value-added) produk pangan terutama beras dengan mencegah pengiriman gabah keluar daerah.

Seperti diketahui, sejak Mei hingga Agustus 2025, Satpol PP Provinsi Lampung bersama instansi terkait telah memutar balik sedikitnya 15 kendaraan pengangkut gabah di Pelabuhan Bakauheni.

Total muatan yang berhasil diamankan mencapai lebih dari 128 ton gabah, yang rencananya dikirim ke Banten, Jawa Barat dan Indramayu. Langkah ini diharapkan mampu menjaga agar gabah Lampung tetap diolah di dalam daerah, sehingga nilai tambah ekonomi, ketersediaan beras, serta stabilitas harga bagi masyarakat dapat terjamin.

Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Provinsi Lampung Mulyadi Irsan, yang ditemui setelah Rapat Pembahasan Pengawasan Gabah di Provinsi Lampung, Senin (15/9/2025), menegaskan bahwa pemerintah mendorong hilirisasi dilakukan di daerah agar nilai tambah lebih banyak dinikmati oleh petani.

“Hilirisasi ini bila dilakukan di daerah itu akan menjadikan nilai tambah bagi petani. Added value itu bisa mendapatkan nilai tambah untuk mendukung kesejahteraan petani. Itu kenapa dari proses hulu-hilir ini dijaga di daerah,” jelasnya.

Menurut Mulyadi, Lampung sebagai lumbung pangan nasional menargetkan capaian gabah kering panen sebesar 3,5 juta ton pada 2025. Karena itu, sinergi antara pemerintah daerah melalui Satpol PP, Dinas terkait, hingga Bulog akan diperkuat untuk mengawasi agar gabah tidak keluar Lampung sebelum diproses.

“Itu penting, karena beras ini menyangkut kepentingan masyarakat banyak. Tujuan pemerintah adalah untuk menjamin terhadap kesejahteraan masyarakat. Ini lebih penting,” tegasnya.

Mulyadi juga menyampaikan bahwa sudah menyerap 111 persen dari target, yakni sebanyak 171 ribu ton gabah.

Gabah yang belum terserap akan tetap ditampung melalui skema kemitraan Bulog dengan mitranya sesuai dengan Harga Pokok Penjualan (HPP) Rp6.500.

Sementara itu, dukungan penuh datang dari Persatuan Penggilingan Padi dan Pengusaha Beras Indonesia (Perpadi). Haris Dianto pengurus Perpadi menegaskan pihaknya sangat mendukung langkah pemerintah memutarbalikkan kendaraan yang membawa gabah keluar Lampung.
“Sangat mendukung. Kalau dari Perpadi sih sangat mendukung sekali. Kalau diputar-balik, karena kan itu penegakan perda. Perpadi kan hanya bisa mendukung saja,” tegasnya.

Menurutnya, jika gabah terus mengalir keluar daerah dengan harga tinggi, maka berpotensi mendorong lonjakan harga beras di dalam negeri.

Haris juga menekankan bahwa keberadaan penggilingan padi di Lampung sangat strategis.

Ia menilai selain menjaga pasokan beras, penggilingan juga menyerap tenaga kerja lokal dan menghasilkan produk turunan yang bermanfaat.

“Gabah kalau nggak digiling oleh penggilingan padi, mana bisa jadi beras ? Nah ini pentingnya penggilingan-penggilingan padi. Hasil gilingnya bisa dimanfaatkan di Lampung, diproses di Lampung, kemudian hasil berasnya boleh keluar Lampung. Kalau hasil berasnya pasar bebas ke mana saja, mau keluar negeri pun boleh,” jelasnya.

Ia menambahkan, langkah pemerintah saat ini patut diapresiasi karena mampu melibatkan Perpadi sebagai mitra strategis.

“Alhamdulillah saya terima kasih. Penggilingan padi ini menjadi suatu ikon yang memang betul-betul harus bersinergi bersama pemerintah, diperhatikan, karena memang sangat strategis,” pungkasnya

Dengan kolaborasi pemerintah dan pelaku usaha, diharapkan distribusi gabah tetap terkendali, harga beras lebih stabil, dan kesejahteraan petani serta masyarakat Lampung dapat terjamin.*

Pemprov Lampung Bersama Bakrie Amanah Siap “All Out” Kelola Masjid Al-Bakrie Dengan Baik, Bersih, Aman dan Nyaman Bagi Masyarakat

JurnalKota.net – BANDARLAMPUNG —– Pemerintah Provinsi Lampung bersama Bakrie Amanah akan selalu hadir secara all out untuk memastikan pengelolaan yang baik dari sisi kebersihan, keamanan, dan kenyamanan masyarakat yang berkunjung ke Masjid Al-Bakrie.

Hal tersebut ditegaskan Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan saat memimpin Rapat Pembahasan Kebersihan dan Keamanan Masjid Raya Al-Bakrie, di ruang kerjanya, Kantor Gubernur Lampung, Senin (15/9/2025).

“Pemprov harus hadir secara all out untuk memastikan pengelolaan yang baik dari sisi kebersihan, keamanan, dan kenyamanan masyarakat yang berkunjung ke Masjid Al-Bakrie,” ujar Marindo.

Sejak diresmikan pada 12 September 2025, Masjid Raya Al-Bakrie yang berlokasi di Pusat Kota Bandarlampung ini menjadi landmark baru dan menarik minat besar dari masyarakat, tidak hanya dari dalam kota tetapi juga dari luar daerah.

Menurutnya, animo masyarakat yang tinggi, ini harus dibarengi dengan pengelolaan yang optimal agar masjid tetap menjadi tempat yang aman, nyaman, dan bersahabat bagi semua kalangan.

“Banyak masyarakat dari luar Bandarlampung ingin berkunjung ke masjid ini. Kita harus memastikan bahwa lingkungan masjid bersih dan aman, baik di dalam maupun di luar area,” katanya.

Marindo melanjutkan Pemprov Lampung akan menempatkan personel Satpol PP secara rutin guna memastikan keamanan dan ketertiban lingkungan masjid tetap terjaga.

Untuk mengantisipasi lonjakan pengunjung, khususnya pada malam hari atau akhir pekan, Pemprov juga akan menyusun skema lalu lintas untuk menghindari kemacetan di sekitar area masjid.

“Langkah ini bertujuan untuk meminimalkan potensi kemacetan serta memberikan kenyamanan dan kelancaran bagi masyarakat yang datang beribadah maupun beraktivitas sosial,” katanya.

Tak hanya sebagai tempat ibadah, Masjid Raya Al-Bakrie juga dirancang sebagai pusat pembinaan umat dan kegiatan sosial-ekonomi.

Masjid ini dilengkapi dengan ballroom serbaguna, ruang terbuka hijau, taman bermain yang ramah keluarga, serta lebih dari 70 gerai UMKM yang memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat sekitar.

Di pelataran ruang terbuka, masyarakat dapat bersantai dan menikmati suasana religius sekaligus kekeluargaan.

Marindo menegaskan bahwa upaya menjaga kebersihan, keamanan, dan ketertiban di Masjid Raya Al-Bakrie merupakan bagian dari komitmen Pemprov Lampung dalam menghadirkan ruang publik keagamaan yang representatif dan terawat.

Ia turut mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan merawat masjid kebanggaan masyarakat Lampung tersebut.

“Masjid ini harus menjadi tempat yang inklusif, terbuka, dan nyaman untuk seluruh lapisan masyarakat,” pungkasnya.*

Parkir Gratis ala Bojonegoro, Mungkinkah Diterapkan di Kota Bandar Lampung?

JurnalKota.net – Bandar Lampung – Video yang beredar tentang Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, yang memberlakukan parkir gratis untuk kendaraan berplat Bojonegoro mengundang perhatian publik. Kebijakan tersebut dinilai progresif karena memberi keringanan bagi warga lokal dan sekaligus menekan praktik parkir liar yang kerap meresahkan.

Pertanyaannya, mungkinkah hal serupa diterapkan di Bandar Lampung?

Kita tahu, problem parkir di Bandar Lampung sudah lama menjadi keluhan masyarakat. Selain pungutan liar yang dilakukan oknum tidak bertanggung jawab, sistem retribusi parkir juga sering dianggap tidak transparan. Banyak pengendara merasa tidak mendapatkan kepastian, apakah biaya parkir yang mereka bayarkan benar-benar masuk ke kas daerah atau justru hanya menjadi keuntungan segelintir orang.

Kebijakan parkir gratis khusus untuk plat daerah bisa menjadi langkah berani Pemkot Bandar Lampung untuk menata perparkiran. Dengan sistem digitalisasi, retribusi bisa difokuskan hanya pada kendaraan dari luar daerah, sementara kendaraan plat BE mendapat fasilitas parkir gratis. Dampaknya, warga merasa dihargai, PAD tetap masuk dari kendaraan pendatang, dan yang terpenting: ruang untuk praktik parkir liar semakin sempit.

Namun tentu saja, kebijakan ini tidak bisa diadopsi mentah-mentah. Harus ada kajian matang terkait potensi kehilangan pendapatan daerah serta kesiapan regulasi. Pemerintah Kota Bandar Lampung mesti berani melakukan reformasi manajemen parkir dengan memprioritaskan transparansi dan pengawasan ketat.

Karena sejatinya, parkir bukan hanya soal pungutan. Ia adalah cermin tata kelola kota. Jika parkir saja masih semrawut, bagaimana masyarakat bisa percaya pada keseriusan pemerintah dalam mengatur sektor lain yang lebih kompleks?

Kita berharap, keberanian Bojonegoro bisa menjadi inspirasi. Sudah saatnya Bandar Lampung berbenah dan menunjukkan keberpihakan nyata pada warganya, bukan pada kepentingan jangka pendek oknum-oknum parkir liar.*

Lampung Kembali Raih Predikat Provinsi Layak Anak, Bukti Kepedulian untuk Masa Depan Anak-Anak

JurnalKota.net – Bandar Lampung – Gubernur Lampung yang diwakili Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Lukman Pura memimpin Apel Mingguan di lingkungan Sekretariat Daerah Provinsi Lampung, bertempat di Lapangan Korpri Komplek Kantor Gubernur, Senin (15/09/2025).

Gubernur dalam sambutan tertulis yang dibacakan oleh Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM Lukman Pura, menyampaikan bahwa Provinsi Lampung kembali meraih penghargaan “Provinsi Layak Anak (PROVILA)” dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI. Ini merupakan kali ketiga bagi Lampung, bersama 12 provinsi lainnya.

Penghargaan ini bukan sekadar simbol, melainkan bukti sinergi luar biasa antara pemerintah, akademisi, dunia usaha, media, organisasi masyarakat, dan seluruh elemen masyarakat.

Gubernur menekankan bahwa penghargaan tersebut menjadi tanggung jawab bersama untuk terus melindungi, menjamin hak, dan memenuhi kebutuhan anak-anak di Lampung.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur juga mengajak seluruh jajaran Pemerintah Provinsi Lampung untuk menjadikan keberhasilan ini sebagai motivasi dan kepedulian. Tujuannya agar Lampung tidak hanya mempertahankan predikat Provinsi Layak Anak, tetapi juga menjadi rumah yang aman dan nyaman bagi seluruh anak.

“Anak-anak adalah masa depan bangsa. Mari kita jaga bersama hak-hak mereka yang meliputi Hak Hidup, Tumbuh Kembang, Perlindungan, dan Partisipasi,” ujar Gubernur.

Sebagai komitmen nyata, Pemerintah Provinsi Lampung memiliki layanan khusus yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat, yaitu Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA) dan Tempat Penitipan Anak (TPA) Pinggungan Sebuai.

PUSPAGA merupakan layanan berbasis masyarakat yang disediakan gratis sebagai wadah pembelajaran, edukasi, dan konseling bagi keluarga, yang ditangani oleh tenaga ahli seperti konselor dan psikolog.

Sementara itu, TPA Pinggungan Sebuai adalah tempat penitipan anak sekaligus taman asuh yang dirancang dengan mengutamakan keamanan dan kenyamanan mereka. Kedua fasilitas ini dapat diakses selama hari kerja di Gedung Pinggungan Sebuai, Jalan WR. Mongonsidi No. 69, Teluk Betung.*

Perkuat Solidaritas dan Kebersamaan, Komitmen PSMTI dalam membangun Lampung

JurnalKota.net – Bandar Lampung — Gubernur Lampung diwakili oleh Kepala Dinas Kominfotik Provinsi Lampung Ganjar Jationo membuka secara resmi kegiatan Musyawarah Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Provinsi Lampung ke-V Tahun 2025 bertempat di Radisson Hotel Lantai V Meeting Room, Minggu (14/09/2025).

Gubernur Lampung dalam sambutan tertulis yang dibacakan oleh Kepala Dinas Kominfotik Provinsi Lampung Ganjar Jationo menyampaikan apresiasi dan penghargaan atas terselenggaranya musyawarah ini.

“Ini menjadi momentum dan ajang untuk memperkuat, memperkokoh solidaritas komitmen dan menumbuhkan kembali peran sosial PSMTI dalam membangun Lampung dan juga kota Bandar Lampung dengan tema Harmoni dalam kebersamaan,” ucapnya.

Gubernur Lampung dalam kesempatan tersebut juga menyoroti keberagaman budaya yang ada di Provinsi Lampung dan berharap keberagaman itu dapat menjadi salah satu hal yang dapat memajukan daerah Lampung.

Lebih lanjut, Gubernur Lampung dalam kesempatan tersebut juga menegaskan bahwa kolaborasi antar semua elemen masyarakat merupakan hal yang sangat fundamental.

“Kolaborasi itu tidak harus menghilangkan identitas kita, suku ras agama atau gender kah. Beliau menekankan bahwa kolaborasi itu adalah share value, apa nilai terbaik dalam diri kita apa nilai terbaik dalam kawan-kawan kita, saudara-saudara kita itu yang kita kontribusikan untuk Lampung Maju ini. Kuncinya adalah share value kemampuan share value dengan sangat bagus hanya bisa dikemukakan dengan komunikasi,” tegasnya.

Gubernur dalam kesempatan tersebut juga menyinggung tentang pentingnya menjaga solidaritas sosial di tengah berbagai tantangan, dimana salah satunya bagaimana Lampung mampu melewati dinamika ‘Agustus Kelabu’ dengan kondisi yang tetap aman dan kondusif.

“Solidaritas sosial ini selalu menghadapi tantangan, menghadapi goncangan-goncangan. Alhamdulillah Lampung termasuk daerah yang paling aman, demo mahasiswanya paling beradab, pemimpin-pemimpinnya bisa duduk bersama di atas aspal, sama-sama panas-panasan dan tidak ada satupun botol aqua yang terbang. Itu semua tentu karena kontribusi kita semua, kolaborasi kita semua, termasuk warga PSMTI dan inilah peran sosial itu,” tegasnya.

Diakhir, Gubernur menyampaikan selamat bermusyawarah kepada seluruh peserta dan berharap tema musyawarah ini dapat dapat benar-benar terwujud dalam kehidupan sosial masyarakat Lampung.

“Ini temanya ‘Harmoni Dalam Kebersamaan’, harmoni itu tidak perlu sama yang sudah sama jangan harus beda-bedakan yang sudah berbeda jangan dipaksa sama, itulah seninya bermusyawarah untuk mencapai satu tujuan diikat oleh cita-cita dan obsesi terhadap keberhasilan dan kemajuan PSMTI,” pungkasnya.*

 

Perkuat Nilai Persatuan, Gubernur Rahmat Mirzani Djausal Ikuti Dakwah Damai Indonesiaku

JurnalKota.net – Bandar Lampung – Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, menghadiri acara Damai Indonesiaku yang bertema “Hidup Plong, Tanpa Sifat Sombong” di Masjid Raya Al-Bakrie, Minggu (14/09/2025). Acara ini diselenggarakan sebagai bagian dari rangkaian peresmian masjid yang baru saja diresmikan pada Jumat, 12 September 2025.

Masjid Raya Al-Bakrie tidak hanya difungsikan sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat kegiatan keagamaan berskala nasional dan internasional. Hal ini ditegaskan dengan diselenggarakannya program religi Damai Indonesiaku yang disiarkan langsung oleh stasiun televisi tvOne. Program ini dikenal luas karena mengemas dakwah Islam dengan cara yang menarik dan mudah dipahami.

Acara Damai Indonesiaku hari ini diisi oleh penceramah kenamaan, Ustadz Das’ad Latief dan K.H. Cholil Nafis. Dalam ceramahnya, K.H. Cholil Nafis menyampaikan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dengan menjadikan agama sebagai landasan, bukan sumber perpecahan.

Ia juga mengajak umat untuk mengedepankan toleransi dan saling pengertian, serta menghindari konflik yang sering kali muncul akibat perbedaan pendapat. K.H. Cholil Nafis juga menekankan agar umat Islam berdakwah dengan cara yang santun dan bijaksana.

Acara ini berjalan dengan khidmad dan disambut antusias oleh para jamaah yang hadir, menunjukkan dukungan penuh terhadap nilai-nilai perdamaian dan persatuan yang diserukan.*

Dukung Program Nasional, Sekdaprov Lampung Marindo Kurniawan Pastikan Data Akurat

JK, BANDAR LAMPUNG – Pemerintah Provinsi Lampung memperkuat sinergi dengan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung dalam rangka mendukung pembangunan berbasis data yang akurat dan komprehensif. Hal ini ditandai dengan audiensi Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan, bersama Kepala BPS Provinsi Lampung di Ruang Kerja Sekdaprov, Jumat (12/09/2025).

Pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut dari kunjungan BPS kepada Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, sehari sebelumnya, Kamis (11/09/2025). Pemerintah Provinsi Lampung dan BPS meneguhkan komitmen bersama untuk menyukseskan dua agenda nasional, yaitu Hari Statistik Nasional (HSN) 2025 dan Sensus Ekonomi (SE) 2026.

Sekdaprov Marindo Kurniawan menegaskan, keberhasilan agenda nasional tersebut sangat bergantung pada kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.

“Data yang akurat menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan yang tepat sasaran dan berkelanjutan. Pemprov Lampung siap mendukung penuh langkah BPS, baik dalam penyediaan data maupun peningkatan literasi statistik di masyarakat,” ujar Marindo.

Sebagai bagian dari upaya meningkatkan literasi statistik, BPS Provinsi Lampung menerbitkan sejumlah buku dengan bahasa sederhana agar mudah dipahami masyarakat, di antaranya:

1. Cerita di Balik Dua Belas Indikator

2. Statistik Berkisah

3. Potret Kemiskinan di Provinsi Lampung

Publikasi ini diharapkan dapat membantu masyarakat memahami peran penting data statistik dalam kehidupan sehari-hari sekaligus meningkatkan kesadaran publik bahwa data merupakan instrumen vital pembangunan.

Dengan kerja sama yang erat antara Pemerintah Provinsi Lampung dan BPS, diharapkan tersaji data berkualitas yang menjadi landasan kuat bagi perencanaan pembangunan daerah serta mendukung pencapaian program nasional.(*)

Dukung Program Nasional, Sekdaprov Lampung Marindo Kurniawan Pastikan Data Akurat

JK, BANDAR LAMPUNG – Pemerintah Provinsi Lampung memperkuat sinergi dengan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung dalam rangka mendukung pembangunan berbasis data yang akurat dan komprehensif. Hal ini ditandai dengan audiensi Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan, bersama Kepala BPS Provinsi Lampung di Ruang Kerja Sekdaprov, Jumat (12/09/2025).

Pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut dari kunjungan BPS kepada Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, sehari sebelumnya, Kamis (11/09/2025). Pemerintah Provinsi Lampung dan BPS meneguhkan komitmen bersama untuk menyukseskan dua agenda nasional, yaitu Hari Statistik Nasional (HSN) 2025 dan Sensus Ekonomi (SE) 2026.

Sekdaprov Marindo Kurniawan menegaskan, keberhasilan agenda nasional tersebut sangat bergantung pada kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.

“Data yang akurat menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan yang tepat sasaran dan berkelanjutan. Pemprov Lampung siap mendukung penuh langkah BPS, baik dalam penyediaan data maupun peningkatan literasi statistik di masyarakat,” ujar Marindo.

Sebagai bagian dari upaya meningkatkan literasi statistik, BPS Provinsi Lampung menerbitkan sejumlah buku dengan bahasa sederhana agar mudah dipahami masyarakat, di antaranya:

1. Cerita di Balik Dua Belas Indikator

2. Statistik Berkisah

3. Potret Kemiskinan di Provinsi Lampung

Publikasi ini diharapkan dapat membantu masyarakat memahami peran penting data statistik dalam kehidupan sehari-hari sekaligus meningkatkan kesadaran publik bahwa data merupakan instrumen vital pembangunan.

Dengan kerja sama yang erat antara Pemerintah Provinsi Lampung dan BPS, diharapkan tersaji data berkualitas yang menjadi landasan kuat bagi perencanaan pembangunan daerah serta mendukung pencapaian program nasional.(*)

Dukung Program Nasional, Sekdaprov Lampung Marindo Kurniawan Pastikan Data Akurat

JK, BANDAR LAMPUNG – Pemerintah Provinsi Lampung memperkuat sinergi dengan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung dalam rangka mendukung pembangunan berbasis data yang akurat dan komprehensif. Hal ini ditandai dengan audiensi Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan, bersama Kepala BPS Provinsi Lampung di Ruang Kerja Sekdaprov, Jumat (12/09/2025).

Pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut dari kunjungan BPS kepada Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, sehari sebelumnya, Kamis (11/09/2025). Pemerintah Provinsi Lampung dan BPS meneguhkan komitmen bersama untuk menyukseskan dua agenda nasional, yaitu Hari Statistik Nasional (HSN) 2025 dan Sensus Ekonomi (SE) 2026.

Sekdaprov Marindo Kurniawan menegaskan, keberhasilan agenda nasional tersebut sangat bergantung pada kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.

“Data yang akurat menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan yang tepat sasaran dan berkelanjutan. Pemprov Lampung siap mendukung penuh langkah BPS, baik dalam penyediaan data maupun peningkatan literasi statistik di masyarakat,” ujar Marindo.

Sebagai bagian dari upaya meningkatkan literasi statistik, BPS Provinsi Lampung menerbitkan sejumlah buku dengan bahasa sederhana agar mudah dipahami masyarakat, di antaranya:

1. Cerita di Balik Dua Belas Indikator

2. Statistik Berkisah

3. Potret Kemiskinan di Provinsi Lampung

Publikasi ini diharapkan dapat membantu masyarakat memahami peran penting data statistik dalam kehidupan sehari-hari sekaligus meningkatkan kesadaran publik bahwa data merupakan instrumen vital pembangunan.

Dengan kerja sama yang erat antara Pemerintah Provinsi Lampung dan BPS, diharapkan tersaji data berkualitas yang menjadi landasan kuat bagi perencanaan pembangunan daerah serta mendukung pencapaian program nasional.(*)

Budayakan Kebersihan, SMPN 1 Kebun Tebu Gelar Gotong Royong

Lampung Barat – Dalam rangka menanamkan nilai kebersamaan, tanggung jawab, serta kepedulian terhadap lingkungan, SMP Negeri 1…