Pemprov Lampung Tegaskan Pasokan Daging Sapi Aman, Neraca 2025 Surplus
JurnalKota.net – Bandar Lampung – Pemerintah Provinsi Lampung menegaskan bahwa ketersediaan daging sapi dan kerbau di wilayah Lampung sepanjang Tahun 2025 berada dalam kondisi aman dan mencukupi. Klarifikasi ini disampaikan menyusul munculnya berbagai isu dan perbedaan angka terkait neraca supply–demand daging sapi di Lampung yang beredar di ruang publik.
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) Provinsi Lampung, Ir. Lili Mawarti, M.Si., IPU, menjelaskan bahwa berdasarkan hasil kajian teknis Disnakkeswan, neraca supply–demand daging sapi dan kerbau Lampung justru menunjukkan surplus sebesar 3.955 ton pada Tahun 2025.
“Perlu dipahami bahwa perhitungan supply tidak hanya didasarkan pada produksi daging dalam provinsi, tetapi juga harus memasukkan komponen stok awal serta pemasukan ternak dan daging dari luar provinsi,” ujar Lili Mawarti.
Ia menjelaskan, perbedaan angka yang muncul dalam beberapa publikasi disebabkan oleh perbedaan metodologi penghitungan. Dalam publikasi Peternakan dalam Angka 2025 yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS), supply dihitung hanya dari produksi daging sapi dan kerbau dalam provinsi yang tercatat sebesar 18.523 ton, tanpa memperhitungkan stok awal maupun arus lalu lintas ternak dan daging antarprovinsi serta impor.
“Secara faktual, Lampung merupakan daerah sentra ternak sekaligus penyangga pasokan nasional. Berdasarkan data lalu lintas ternak dalam sistem ISIKHNAS, sepanjang Tahun 2025 Lampung menerima pemasukan 162.911 ekor sapi dan kerbau, termasuk 159.117 ekor sapi impor, dan pada saat yang sama mengeluarkan 298.642 ekor ternak ke luar daerah,” jelasnya.
Kondisi pasokan yang stabil tersebut, lanjut Lili, tercermin langsung dari pergerakan harga di pasaran. Berdasarkan Berita Resmi Statistik Tahun 2025, komoditas daging sapi tidak memberikan andil inflasi tahunan (year-on-year) di Provinsi Lampung. Bahkan, daging sapi tercatat mengalami deflasi sebesar 0,01 persen pada bulan April dan Desember 2025.
“Ini membuktikan bahwa sepanjang tahun, termasuk pada momen krusial seperti Ramadhan dan Idul Fitri, pasokan daging sapi di Lampung berada dalam kondisi cukup dan terkendali,” tegasnya.
*Populasi Ternak Meningkat, Bantuan Fokus ke Peternak Rakyat*
Di sisi lain, Pemerintah Provinsi Lampung juga mencatat tren peningkatan populasi ternak yang signifikan sepanjang Tahun 2025. Data Disnakkeswan menunjukkan populasi sapi potong mencapai 905.322 ekor, kambing 1.974.609 ekor, ayam ras pedaging 94.814.874 ekor, dan ayam ras petelur 14.850.524 ekor.
Capaian tersebut memperkuat posisi Lampung sebagai provinsi dengan populasi sapi tertinggi di Pulau Sumatera, sekaligus mendukung agenda nasional swasembada protein hewani.
Dalam keterbatasan anggaran, Lili menegaskan bahwa Pemprov Lampung tetap memprioritaskan bantuan yang berdampak langsung kepada peternak rakyat. Sepanjang Tahun 2025, pemerintah telah menyalurkan bantuan 640 ekor kambing Rambon kepada 32 kelompok tani di 10 kabupaten, 2.000 ekor ayam petelur kepada 20 kelompok tani di 8 kabupaten, serta 2.200 ekor itik lokal kepada 22 kelompok tani di 6 kabupaten, yang seluruhnya dilengkapi pakan konsentrat.
Selain itu, Disnakkeswan juga menyalurkan 32 unit mesin tetas telur kepada 29 kelompok tani di 7 kabupaten. Melalui dukungan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian RI, Provinsi Lampung turut menerima bantuan 37.200 ekor Ayam Merah Putih yang disalurkan kepada 62 kelompok tani di 7 kabupaten/kota, lengkap dengan pakan, kandang, obat-obatan, dan vitamin.
*Efisiensi Anggaran, Kinerja Tetap Berprestasi*
Terkait pengelolaan anggaran, Lili menepis anggapan pemborosan dalam pelaksanaan program peternakan. Ia menegaskan bahwa sepanjang Tahun Anggaran 2025, Disnakkeswan Provinsi Lampung menjalankan program secara efisien dan akuntabel.
“Tidak ada rapat koordinasi di hotel mewah, tidak ada studi banding. Seluruh rapat dan konsolidasi program dilakukan di Aula Disnakkeswan atau secara daring, dengan perjalanan dinas yang sangat terbatas dan selektif,” tegasnya.
Kebijakan efisiensi tersebut, menurutnya, tidak mengurangi capaian kinerja. Justru pada Tahun 2025, Provinsi Lampung berhasil meraih peringkat kedua nasional dalam capaian vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), dengan realisasi 379.791 dosis atau 99,8 persen dari total alokasi 380.550 dosis. Lampung juga mencatat realisasi anggaran operasional vaksinasi tercepat secara nasional di zona pemberantasan, yang mendapatkan penghargaan resmi dari Kementerian Pertanian RI.
*Stabilitas Harga dan Intervensi Pakan*
Keberhasilan menjaga stabilitas harga daging sapi sepanjang Tahun 2025 menjadi salah satu indikator utama keberhasilan pengelolaan sektor peternakan di Lampung. Namun demikian, Pemprov Lampung tidak berhenti pada pengendalian pasokan daging semata.
Untuk menjaga keberlanjutan usaha peternak, pemerintah kini tengah melakukan pemutakhiran data peternak sebagai calon penerima manfaat Cadangan Jagung Pemerintah (CJP) dalam Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) Jagung. Program ini diharapkan mampu menekan biaya pakan, menjaga harga telur dan ayam di tingkat konsumen, sekaligus melindungi peternak rakyat dari gejolak harga.
*Arah Kebijakan 2026: Perkuat Hulu dan Kesejahteraan Peternak*
Menghadapi Tahun 2026, Pemerintah Provinsi Lampung menegaskan arah kebijakan peternakan akan difokuskan pada penguatan sektor hulu, terutama dukungan pakan, kesehatan hewan, dan pembibitan, agar peternak rakyat tidak tertekan oleh fluktuasi pasar.
Selain melanjutkan Program SPHP Jagung, Pemprov Lampung juga akan memperkuat penyediaan pakan ternak unggul melalui inovasi rumput Pakchong varietas Tansa, yang telah ditetapkan secara nasional melalui Keputusan Menteri Pertanian Republik Indonesia pada 2 Januari 2026.
“Pembangunan peternakan bukan sekadar angka statistik, tetapi menyangkut stabilitas sosial dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Lili.
*Komitmen Jangka Panjang*
Ia menambahkan, pembangunan sektor peternakan di Lampung dilaksanakan sesuai kewenangan yang diatur dalam regulasi, mulai dari penyediaan dan pengembangan sarana pertanian, pengendalian kesehatan hewan dan kesehatan masyarakat veteriner, perizinan usaha, hingga penyuluhan. Sinergi dengan pemerintah kabupaten/kota menjadi kunci keberhasilan pembangunan peternakan secara berkelanjutan.
Sepanjang Tahun 2025, indikator kinerja utama sektor peternakan Lampung menunjukkan tren positif, dengan pertumbuhan produksi ternak sebesar 5,85 persen dan peningkatan produksi olahan peternakan sebesar 3 persen.
“Komitmen kami jelas, Lampung tidak hanya kuat sebagai lumbung pangan nasional di atas kertas, tetapi juga kokoh secara sosial dan ekonomi bagi masyarakat peternak,” pungkas Lili Mawarti.*
Kasdam XXI/Radin inten Hadiri Apel Gelar Pasukan Operasi Keselamatan Krakatau 2026
JurnalKota.net – Bandar Lampung – Kepala Staf Kodam XXI/Radin Inten BRIGJEN TNI Andrian susanto, S.I.P . M. HAN, menghadiri kegiatan Apel Gelar Pasukan Operasi Keselamatan Krakatau – 2026 yang diselenggarakan oleh Kepolisian Daerah Polda Lampung di Lapangan Mapolda Lampung, Senin pagi. Kehadiran Kasdam XXI/Radin Inten, BRIGJEN TNI Andrian susanto, S.I.P . M. HAN, tersebut menjadi wujud nyata sinergitas TNI–Polri dalam mendukung pelaksanaan operasi kepolisian kewilayahan guna menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas di wilayah Provinsi Lampung.
Apel Gelar Pasukan dipimpin langsung oleh Kapolda Lampung dan dihadiri oleh unsur Forkopimda Provinsi Lampung, pejabat utama Polda Lampung, jajaran TNI, Dinas Perhubungan, Satpol PP, Jasa Raharja, serta instansi terkait lainnya. Kegiatan ini merupakan bagian dari tahapan penting sebelum dimulainya Operasi Keselamatan Krakatau – 2026, sebagai bentuk pengecekan akhir kesiapan personel maupun sarana dan prasarana pendukung operasi.
Dalam amanatnya, Wakapolda Lampung Brigjen Pol Drs. Sumarto, M.Si. menekankan bahwa Operasi Keselamatan Krakatau merupakan operasi kepolisian yang mengedepankan pendekatan preemtif dan preventif, serta didukung penegakan hukum lalu lintas secara humanis dan edukatif. Operasi ini bertujuan untuk meningkatkan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas serta menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas di wilayah hukum Polda Lampung.
Kasdam XXI/Radin Inten BRIGJEN TNI Andrian susanto, S.I.P .M.HAN, Memberikan wujud nyata bahwa TNI, khususnya jajaran Kodam XXI/Radin Inten, siap mendukung penuh pelaksanaan operasi tersebut sesuai dengan tugas dan fungsi perbantuan kepada Polri. Dukungan tersebut diwujudkan melalui koordinasi yang solid di lapangan, pengamanan kegiatan masyarakat, serta keterlibatan dalam upaya menciptakan situasi wilayah yang aman dan kondusif.
Kehadiran Kasdam XXI/Radin Inten BRIGJEN TNI Andrian susanto, S.I.P .M.HAN, merupakan bentuk komitmen TNI untuk terus bersinergi dengan Polri dan pemerintah daerah dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat. Operasi ini bukan hanya tugas kepolisian, tetapi tanggung jawab bersama demi keselamatan masyarakat pengguna jalan.
Apel Gelar Pasukan juga diisi dengan pemeriksaan pasukan oleh pimpinan apel, pengecekan kendaraan operasional, serta perlengkapan pendukung tugas di lapangan. Pemeriksaan tersebut bertujuan memastikan seluruh personel yang terlibat dalam Operasi Keselamatan Krakatau 2026 berada dalam kondisi siap dan mampu menjalankan tugas secara profesional.
Operasi Keselamatan Krakatau 2026 sendiri akan dilaksanakan selama beberapa hari ke depan dengan fokus pada upaya edukasi tertib berlalu lintas, penertiban pelanggaran yang berpotensi menimbulkan kecelakaan, serta peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya keselamatan di jalan raya. Sasaran operasi meliputi pengendara yang tidak menggunakan helm, tidak memakai sabuk pengaman, penggunaan ponsel saat berkendara, melawan arus, serta pelanggaran kasat mata lainnya yang berisiko tinggi terhadap keselamatan.
Melalui pelaksanaan operasi ini, diharapkan tercipta budaya tertib berlalu lintas di tengah masyarakat serta menurunnya angka kecelakaan lalu lintas, baik dari segi jumlah kejadian maupun tingkat fatalitas korban. Sinergitas antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci utama keberhasilan operasi.
Kegiatan apel berlangsung dengan tertib, khidmat, dan penuh semangat kebersamaan, mencerminkan solidaritas antar instansi dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat di Provinsi Lampung.*
Aster Kasdam XXI/Radin Inten Hadiri Apel Forkopimda di Lapangan Korpri Kantor Gubernur
JurnalKota net – Bandar Lampung – Aster Kasdam XXI/ Radin Inten, Kolonel Inf Anang Sofyan Effendy, menghadiri undangan apel bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) yang digelar di Lapangan Korpri, Kantor Gubernur Provinsi Lampung, pada hari Senin (02/02/2026).
Apel tersebut diselenggarakan dalam rangka meningkatkan komunikasi, koordinasi, serta mempererat kebersamaan antar unsur Forkopimda guna mendukung terciptanya stabilitas keamanan dan kelancaran penyelenggaraan pemerintahan di wilayah Provinsi Lampung.
Kegiatan apel diikuti oleh jajaran Forkopimda Provinsi Lampung, TNI, Polri, instansi pemerintah daerah, serta unsur terkait lainnya.
Dalam kesempatan tersebut, Aster Kasdam XXI/ Radin Inten, Kolonel Inf Anang Sofyan Effendy menyampaikan, bahwa sinergitas dan soliditas antar unsur Forkopimda merupakan kunci utama dalam menghadapi berbagai tantangan tugas ke depan. Melalui komunikasi dan koordinasi yang baik, diharapkan setiap permasalahan di wilayah dapat diselesaikan secara cepat, tepat, dan terkoordinasi.
“Apel bersama ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kebersamaan serta menyamakan visi dan langkah dalam menjaga kondusivitas wilayah dan mendukung pembangunan daerah,” ujarnya.
Kehadiran Aster Kasdam XXI/Radin Inten dalam kegiatan tersebut merupakan wujud komitmen TNI AD untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah dan seluruh komponen bangsa dalam menjaga stabilitas keamanan serta mendukung kesejahteraan masyarakat.*
Propinsi Lampung Catatkan Deflasi Pada Awal Tahun 2026
JurnalKota.net – Lampung – Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS), Provinsi Lampung mencatat deflasi 0,07%
(mtm) pada Januari 2026, lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya yang mengalami inflasi sebesar 0,59% (mtm).
Realisasi tersebut lebih tinggi jika dibandingkan dengan nasional yang
mengalami deflasi 0,15% (mtm) dan rata-rata tingkat perkembangan Indeks Harga Konsumen (IHK) di Provinsi Lampung pada bulan Januari dalam 3 (tiga) tahun terakhir yang mengalami deflasi 0,11% (mtm).
Dengan perkembangan tersebut, inflasi Provinsi Lampung secara tahunan sebesar 1,90% (yoy), lebih rendah dibandingkan inflasi nasional yang mencapai 3,55% (yoy).
Dilihat dari sumbernya, deflasi pada Januari 2026 utamanya disebabkan oleh penurunan
harga komoditas yang tergabung dalam kelompok makanan, minuman, dan tembakau, serta kelompok transportasi, yaitu cabai merah, bawang merah, cabai rawit, bensin, dan jeruk dengan andil masing-masing sebesar -0,25%; -0,12%, -0,06%, -0,03%, dan -0,03% (mtm).
Penurunan harga cabai merah dan cabai rawit sejalan dengan peningkatan pasokan yang didukung oleh mulai masuknya masa panen pada sentra produksi utama, khususnya Kabupaten Pringsewu dan Kabupaten Lampung Timur.
Sementara itu, penurunan harga bawang merah selain dipengaruhi oleh peningkatan pasokan selama masa panen, juga didukung oleh realisasi kerja sama KAD B2B antara BUMD Jawa Tengah dengan Lampung.
Dari sisi non pangan, penurunan harga bensin dipengaruhi oleh penyesuaian harga BBM non-subsidi oleh Pertamina.
Di sisi lain, deflasi yang lebih dalam pada Januari 2026 tertahan oleh kenaikan harga
komoditas yang tergabung dalam kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya, kelompok makanan, minuman, dan tembakau, serta kelompok jasa pelayanan makanan dan minuman, yaitu emas perhiasan, tomat, kangkung, bayam, dan nasi dengan lauk dengan andil masingmasing sebesar 0,08%, 0,05%, 0,04%, 0,03%, dan 0,03% (mtm).
Kenaikan harga emas perhiasan seiring berlanjutnya tren peningkatan harga emas dunia di tengah tingginya ketidakpastian global.
Selanjutnya, kenaikan harga tomat, kangkung, dan bayam disebabkan oleh penurunan produksi di daerah sentra akibat tingginya curah hujan.
Ke depan, KPw BI Provinsi Lampung memprakirakan bahwa inflasi di Provinsi Lampung akan tetap terjaga pada rentang sasaran inflasi 2,5±1% (yoy) pada akhir tahun 2026. Namun, beberapa risiko perlu diwaspadai dan dimitigasi, diantaranya dari Inflasi Inti (Core Inflation) berupa;
(i) peningkatan permintaan agregat sebagai dampak dari penyesuaian UMP yang direalisasikan secara bertahap pada sepanjang tahun dan meningkatnya mobilitas masyarakat pada momentum
Ramadan dan HBKN Idulfitri 1447 H; serta
(ii) berlanjutnya kenaikan harga emas dunia seiring masih tingginya ketidakpastian geopolitik dan sentimen kebijakan ekonomi Amerika Serikat. Selanjutnya dari sisi Inflasi bahan makanan bergejolak (Volatile Food) adalah; (i) peningkatan curah hujan dan
risiko banjir lokal berpotensi menghambat realisasi panen padi serta distribusi pangan, sejalan dengan analisis BMKG dan beberapa Pusat Iklim Dunia yang memprediksi berlanjutnya La Nina lemah hingga awal tahun 2026.
(ii) potensi peningkatan harga komoditas pangan strategis pada periode high season Ramadan dan HBKN Idulfitri 1447 H;
(iii) potensi gangguan pasokan dan
distribusi komoditas pangan ke Provinsi Lampung sebagai dampak meningkatnya frekuensi kejadian bencana hidrometeorologi di sejumlah wilayah Sumatera, yang berisiko menghambat kelancaran arus logistik antarwilayah.
Adapun risiko dari inflasi harga yang diatur pemerintah (Administered Price) yang perlu dicermati adalah;
(i) kenaikan harga minyak dunia dipicu potensi gangguan pasokan global sejalan dengan berlanjutnya tensi geopolitik di kawasan Timur Tengah;
(ii) normalisasi tarif angkutan darat dan laut pasca berakhirnya diskon tarif angkutan, serta insentif PPN DTP untuk angkutan udara pada periode HBKN.
Meninjau perkembangan inflasi bulan berjalan dan mempertimbangkan risiko inflasi ke depan, Bank Indonesia dan TPID Provinsi Lampung akan terus melanjutkan upaya menjaga stabilitas harga melalui strategi 4K.
1. Keterjangkauan Harga
a. Melakukan operasi pasar beras/SPHP secara terarah dan targeted.
b. Melakukan monitoring harga dan pasokan, khususnya pada komoditas yang berisiko
mengalami kenaikan harga pada bulan Januari, utamanya komoditas hortikultura, daging sapi, serta daging dan telur ayam ras.
2. Ketersediaan Pasokan
a. Perluasan Implementasi Toko Pengendalian Inflasi di seluruh wilayah IHK/Non-IHK.
b. Penguatan kerja sama antar daerah (KAD) antar-Provinsi maupun intra-Provinsi untuk
komoditas defisit dan berisiko defisit dengan sentra produksi.
c. Penguatan koordinasi antar OPD terkait untuk mempercepat realisasi pelaksanaan program swasembada pangan di Provinsi Lampung, utamanya melalui optimalisasi lahan,penggunaan varietas unggul, bantuan
alsintan, serta memastikan kelancaran
pendistribusian pupuk bersubsidi secara tepat guna dan tepat sasaran.
d. Penguatan data pasokan dalam rangka memperkuat monitoring ketersediaan pasokan.
3. Kelancaran Distribusi
a. Memastikan kecukupan kapasitas dan jumlah moda transportasi untuk menjaga kelancaran lalu lintas angkutan barang dan manusia.
b.Penguatan kapasitas transportasi dengan penambahan volume penerbangan Lampung –Jakarta dan reaktivasi rute penerbangan Lampung – Bali dan Lampung – Jogja.
c. Melanjutkan upaya perbaikan jalan kabupaten/kota dan pedesaan yang dilalui oleh angkutan barang bahan pangan
d. Memastikan keberlanjutan dan penguatan implementasi Mobil TOP (Transportasi Operasi Pasar) dalam menjaga kelancaran operasi pasar.
e. Bekerja sama dengan OPD dan Bulog dalam pemberian dukungan Subsidi Ongkos Angkut (SOA).
4.Komunikasi efektif
a. Melakukan rapat koordinasi rutin TPID Provinsi dan Kabupaten/Kota dalam rangka menjaga awareness terkait dinamika harga dan pasokan terkini.
b. Memperkuat sinergi komunikasi dalam rangka menjaga ekspektasi positif terhadap prospek perkembangan harga dan kecukupan pasokan.
c. Penguatan sistem informasi neraca pangan melalui integrasi data pangan terkini dan
berkualitas untuk mendukung pengambilan kebijakan pengendalian harga yang tepat.
d. Pemanfaatan media digital untuk penyampaian informasi terkini inflasi di Provinsi Lampung.*
Guru-guru Lampung Utara Dihimpun, PMII Gelar Seminar Nasional Inspiratif
JurnalKota.net – Lampung Utara, 2 Februari 2026 – PC PMII Lampung Utara berkolaborasi dengan Teacherpreneur dan didukung oleh Pemkab Lampung Utara, Dinas Pendidikan Lampung Utara, dan Kemenag Lampung Utara, menggelar Seminar Nasional dengan tema “Pengajar Belum Tentu Mengajar, Tapi Mampu Menginspirasi” di Gedung Pusiban. Kegiatan ini dihadiri oleh 3.000 peserta, terdiri dari 1.500 guru naungan Dinas Pendidikan Lampung Utara dan 1.500 guru naungan Kemenag Lampung Utara.
Dalam sambutannya, Ketua PMII Lampung Utara, Feni Sri Ayu, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan bukti nyata PMII dalam ikut serta dalam peduli pendidikan. “Guru adalah pahlawan dalam menciptakan pemimpin di masa mendatang,” ujar Feni.
Bupati Lampung Utara, yang diwakili Staf Ahli Mandkondri, mengapresiasi kegiatan ini dan menyatakan bahwa PMII benar-benar hadir untuk semua, salah satunya untuk guru-guru. “Sangat perlu bimbingan sehingga tercipta guru-guru yang hebat,” tambahnya.
Seminar Nasional ini diisi oleh Tokoh Nasional Syafi’i Efendi, Presiden Indonesian Brics of Forum, yang merupakan motivator muda nomor 1 di Indonesia. Hadir pula Forkopimda lainnya, alumni, dan kader-kader PMII Lampung Utara.
“Seminar ini diharapkan dapat memberikan inspirasi bagi para guru dan meningkatkan kualitas pendidikan di Lampung Utara,” ujar Feni. Dengan tema yang inspiratif, seminar ini diharapkan dapat menjadi momentum bagi guru-guru Lampung Utara untuk meningkatkan kemampuan dan inspirasi mereka dalam mengajar.*
BEM Universitas Malahayati Gelar Diskusi Publik: Strategi Intelektual Mencegah Radikalisme dan Terorisme di Perguruan Tinggi
JurnalKota.net – Bandar Lampung, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Malahayati Lampung menggelar Diskusi Publik bertema “Penguatan Peran Kampus sebagai Benteng Ideologi Bangsa: Strategi Intelektual Mencegah Radikalisme dan Terorisme di Perguruan Tinggi” pada Selasa, 28 Januari 2026 di Aula Gedung MCC Universitas Malahayati, Bandar Lampung.
Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua FKUB Provinsi Lampung Prof. Dr. H. Moh. Baharuddin, M.A., Kanwil Kemenag Provinsi Lampung Mirza Pahlevi, Kasat Intel Polresta Bandar Lampung Kompol Andi Yunara, serta perwakilan Yayasan Mangkubumi Putra Lampung Sulthon Arifudin. Sekitar 100 peserta dari Aliansi BEM se-Provinsi Lampung dan Pok Cipayung Plus Kota Bandar Lampung turut memeriahkan diskusi.
Dalam pemaparannya, Sulthon Arifudin menjelaskan bahwa radikalisme lahir dari cara berpikir kaku, tertutup, dan menolak perbedaan. Menurutnya, mahasiswa sebagai generasi muda berada pada fase pencarian jati diri sehingga rentan disusupi ideologi ekstrem. Karena itu, kampus harus menjadi ruang aman untuk menanamkan nilai toleransi, literasi digital, dan penguatan kebangsaan.
“Mahasiswa adalah calon pemimpin masa depan. Jika mereka terpapar radikalisme, maka masa depan bangsa juga terancam,” tegas Sulthon.
Ketua FKUB Provinsi Lampung, Prof. Baharuddin, menekankan pentingnya keseimbangan antara kebebasan beragama dan toleransi. Ia menyebut bahwa intoleransi dan fanatisme sempit merupakan pintu masuk bagi radikalisme yang berpotensi berkembang menjadi terorisme.
“Moderasi beragama, dialog lintas iman, serta penegakan hukum yang adil adalah kunci utama mencegah radikalisme,” ujarnya.
Sementara itu, Mirza Pahlevi dari Kanwil Kemenag Provinsi Lampung menegaskan bahwa mahasiswa merupakan kelompok strategis dalam upaya pencegahan radikalisme. Ia mendorong penguatan nilai Pancasila, NKRI, dan literasi digital agar mahasiswa mampu menyaring informasi dan tidak terpengaruh narasi ekstrem di media sosial.
Dari sisi keamanan, Kompol Andi Yunara mengungkapkan bahwa di wilayah Bandar Lampung terdapat puluhan individu yang masuk dalam pengawasan terkait jaringan radikal dan terorisme. Ia menjelaskan bahwa kelompok radikal menyasar mahasiswa melalui kajian tertutup, pendekatan personal, serta propaganda digital.
“Karena itu kampus harus punya sistem deteksi dini, regulasi yang tegas, serta mendorong mahasiswa dan dosen menjadi agen moderasi,” katanya.
Melalui diskusi ini, BEM Universitas Malahayati berharap kampus tidak hanya menjadi pusat keilmuan, tetapi juga benteng ideologi bangsa yang menanamkan nilai toleransi, moderasi beragama, dan semangat kebangsaan di kalangan mahasiswa.*
Pemprov Lampung Perkuat Disiplin dan Kualitas Layanan ASN Lewat Pengaturan Jam Kerja
Lampung – Pemerintah Provinsi Lampung menegaskan komitmennya dalam memperkuat disiplin kerja, mendorong inovasi, serta meningkatkan kualitas…
Pemprov Lampung Pastikan Pembangunan Jembatan Kali Pasir, Solusi Akses Pendidikan Anak Sekolah
Lampung – Pemerintah Provinsi Lampung memastikan pembangunan jembatan Kali Pasir di Sungai Batanghari, yang menghubungkan Desa…
PMII Lampung Utara Himpun Ribuan Guru dalam Seminar Nasional Inspiratif
Lampung Utara — Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Lampung Utara berkolaborasi dengan Teacherpreneur…
Slamet Riadi dan Ketua LVRI Lampung Komitmen Sukseskan Musda Pemuda Panca Marga demi PPM Bersatu
LAMPUNG — Setelah menerima Surat Keputusan (SK) sebagai Pimpinan Caretaker Pimpinan Daerah Pemuda Panca Marga (PD-PPM) Provinsi Lampung, Slamet Riadi langsung bergerak cepat untuk mempersiapkan pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) PD PPM Lampung.
Penunjukan tersebut merujuk pada SK pencabutan kepengurusan sebelumnya Nomor 13/PP.PPM-DPD/VI/2025 tertanggal 24 Juni 2025. Slamet Riadi menegaskan komitmennya untuk menyatukan kembali organisasi Pemuda Panca Marga di Provinsi Lampung melalui Musda yang demokratis dan kondusif.
Sebagai langkah awal, Slamet Riadi melakukan silaturahmi sekaligus koordinasi dengan Dewan Pembina PPM, Mayor (Purn) H. Subardi, yang juga menjabat sebagai Ketua Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Provinsi Lampung.

Dalam keterangannya, Slamet Riadi menyampaikan harapannya agar Musda dapat berjalan lancar dan menjadi momentum persatuan.
“Saya berharap Musda PPM di Provinsi Lampung dapat berjalan lancar demi menyatukan kembali organisasi menuju PPM Bersatu,” ujar Slamet Riadi, Senin (2/2/2026).
Ia menambahkan, penunjukan dirinya sebagai caretaker merupakan amanah besar yang ia jalankan sebagai bagian dari tanggung jawab moral sebagai anak pejuang.
“Saya merasa terpanggil untuk meneruskan perjuangan para pendahulu. Tidak ada kepentingan lain selain menjaga marwah para orang tua kita yang telah berjuang merebut kemerdekaan Republik Indonesia,” katanya.
Slamet juga mengajak seluruh pihak yang merasa bagian dari keluarga besar Pemuda Panca Marga untuk bersama-sama membangun organisasi tanpa kepentingan tertentu.
“Mari bersatu padu jika merasa anak pejuang yang sah, meneruskan perjuangan orang tua kita,” ajaknya.
Dalam waktu dekat, Slamet Riadi menyatakan akan segera menggelar rapat konsolidasi sebagai tahapan menuju pelaksanaan Musda PPM Lampung.
“Saya akan menggelar rapat konsolidasi terkait langkah menuju Musda PPM Bersatu. Silakan bersama-sama kita satukan kembali Pemuda Panca Marga di Lampung,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua LVRI Lampung sekaligus Dewan Pembina PPM, Mayor (Purn) H. Subardi, menyambut baik penunjukan Slamet Riadi sebagai caretaker dan menyatakan dukungan penuh demi suksesnya Musda.
“Sebagai Dewan Pembina, saya mendukung penuh. Saya yakin di tangan Slamet Riadi, Musda PPM Lampung dapat berjalan lancar dan sukses,” ujar Subardi yang akrab disapa Ayah Badri.
Ia menegaskan bahwa dirinya berpegang pada garis komando organisasi sesuai keputusan pusat.
“Ketum PPM ditunjuk oleh DPP LVRI Pusat, dan beliau menunjuk Slamet Riadi sebagai caretaker di Lampung. Artinya, mandat itu harus saya dukung sesuai SK yang berlaku,” jelasnya.
Dalam pernyataan bersama, Slamet Riadi dan Ketua LVRI Lampung sepakat menjalin komitmen untuk mengawal dan menyukseskan Musda PD PPM Lampung demi terwujudnya PPM yang solid dan bersatu.
“Musda Lampung harus berjalan. Saya hanya sebagai Dewan Pembina yang mengamati, namun tetap berpegang teguh pada satu garis komando,” tutup Ayah Badri.
Diskominfo Hadirkan Aplikasi BAKAS Untuk Permudah Pelayanan Administrasi Pegawai Menjadi Prima dan Cepat
Lambar – Pemerintah Kabupaten Lampung Barat melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (DISKOMINFO) menghadirkan aplikasi Berkas Administrasi…
Ketua DPRD Lampung Selatan Hadiri Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah 2026
LAMPUNG SELATAN — Ketua DPRD Kabupaten Lampung Selatan, Erma Yusneli, menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah…
Komisi IV DPRD Lampung Gelar RDP dengan Dishub dan Pelindo Bahas Optimalisasi CSR Infrastruktur
Lampung — Komisi IV DPRD Provinsi Lampung menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Dinas Perhubungan Provinsi…
Wakil Ketua Komisi I DPRD Lampung Jadi Pembina Upacara Forkopimda di Lapangan Korpri
Lampung – Wakil Ketua Komisi I DPRD Provinsi Lampung, Ade Utami Ibnu, S.E., bertindak sebagai Pembina…
Unila Gelar Asesmen Lapangan Reakreditasi Prodi MPWK Pascasarjana
Lampung – Universitas Lampung (Unila) melaksanakan Asesmen Lapangan (AL) Reakreditasi Program Studi Magister Perencanaan Wilayah dan…