“PCNU Gelar Halaqoh Kyai Pesantren Se-Kota Bandar Lampung Bahas Peran Keagamaan dan Kebangsaan Pesantren”
JurnalKota.net – Bandar Lampung, 29 Oktober 2025 – Para kyai dan pimpinan pondok pesantren se-Kota Bandar Lampung menggelar Halaqoh bertajuk “Meneguhkan Peran Keagamaan dan Kebangsaan Pondok Pesantren” di Pondok Pesantren Hikmatul Mubtadi-aat, Kota Bandar Lampung.
Kegiatan ini dihadiri oleh puluhan tokoh penting di lingkungan pesantren dan pemerintahan, di antaranya Ketua PCNU Kota Bandar Lampung Ichwan Adji Wibowo, Wakil Rais Syuriah PWNU Lampung sekaligus Akademisi UIN Raden Intan Lampung Prof. Dr. Abdul Syukur, M.A, Wakil Rais Syuriah PWNU Lampung Drs. K.H. Basyaruddin Maisir, Kepala BP2MI Lampung Ahmad Fauzi, Kepala Kemenag Kota Bandar Lampung Drs. H. Muhammad Makmur, Rais Syuriah PCNU Kota Bandar Lampung KH. Izzuddin Abdussalam, Mustasyar PCNU Kota Bandar Lampung K.H. Abah Badruzzaman, serta tuan rumah pengasuh pondok pesantren Hikmatul Mubtadi-aat Ahmad Nasoha. Sekitar 50 pimpinan pesantren turut hadir dalam Halaqoh.
Rais Syuriah PCNU Kota Bandar Lampung KH. Izzuddin Abdussalam menekankan pentingnya ukhuwah dan sinergi antar-pesantren. “Kita harus kohel, saling dekat dan mendukung satu sama lain. Dengan kebersamaan dan koordinasi yang baik, pesantren di Bandar Lampung akan berkembang sejajar bahkan lebih unggul dibanding daerah lain,” ujarnya.
Dalam Kesempatan tersebut, Ketua PCNU Kota Bandar Lampung Ichwan Adji Wibowo menyampaikan bahwa pesantren memiliki peran strategis dalam membangun moral dan peradaban bangsa. Ia juga mengapresiasi kebijakan pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto yang telah membentuk Direktorat Jenderal Pondok Pesantren di Kementerian Agama. “Ini bukti perhatian nyata terhadap dunia pesantren yang perlu kita dukung demi stabilitas dan keberlanjutan pembangunan,” ungkapnya.
Kepala Kemenag Kota Bandar Lampung Drs. H. Muhammad Makmur menegaskan bahwa pesantren adalah bagian tak terpisahkan dari sejarah perjuangan bangsa. “Tanpa kiai, santri, dan pesantren, perjalanan Indonesia tidak akan sampai pada titik ini. Pesantren adalah owner bangsa, penjaga dan pemilik negeri ini,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahaya munculnya ideologi transnasional dan “ustadz instan” yang dapat mengikis nilai kebangsaan. Menurutnya, nilai-nilai Pancasila sejatinya bersumber dari ajaran Islam: tauhid, akhlak, ukhuwah, musyawarah, dan keadilan sosial.
Sementara itu, Prof. Dr. Abdul Syukur, M.A menyoroti pentingnya integrasi nilai keislaman dan kebangsaan dalam pendidikan pesantren. “Pesantren harus menjadi pusat pendidikan kewarganegaraan berbasis religiusitas. Hubbul wathan minal iman (cinta tanah air bagian dari iman) harus ditanamkan dalam seluruh proses pendidikan pesantren,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa pesantren berpotensi besar menjadi pusat rekonsiliasi sosial dan moral bangsa, terutama di tengah fragmentasi sosial yang makin kompleks.
Halaqoh kyai pesantren se Bandar Lampung, memiliki pandangan, pendirian dan menyampaikan hal hal sebagai berikut:
1. Meminta kepada semua pihak, baik pemerintah maupun seluruh lapisan masyarakat untuk berkomitmen menjaga dan mendukung eksistensi pesantren, karena menjaga pesantren sama saja menjaga hubungan agama dengan negara.
2. Mengapresiasi dan menghormati komitmen pemerintahan Prabowo dalam melanjutkan implementasi undang undang pesantren, terbukti dengan pembentukan dirjen pesantren pada kementerian agama dan bukti perhatian lainnya.
3. Mengapresiasi Pemerintah Kota Bandar Lampung dibawah kepemimpinan bunda Eva Dwiana yang istikomah memberikan perhatian, mensuport serta mendorong kemajuan kehidupan pesantren dan keagamaan di Kota Bandar Lampung melalui berbagai skema program pemerintah kota dalam bidang keagamaan dan kepesantrenan.
4. Para kyai Pesantren berpandangan bahwa pemerintahan di semua level adalah representasi Ulil Amri atau pemegang amanah rakyat maka para kyai merasa wajib membangun relasi positif dengan pemerintah, dalam rangka memastikan agar kepemimpinannya sesuai dengan kaidah Tasharruf al-Imam ‘ala al-ra’iyyah manutun bi al-maslahah (berorientasi kepada kemaslahatan rakyatnya).
5. Para kyai siap menjadi bagian dalam upaya mencegah dan memberantas narkoba dan terorisme. Dalam hal terorisme, siap mengembangkan dialog islam sebagai agama rahmatan lil’alamin serta siap ikut melakukan deradikalisasi terhadap faham-faham dan gerakan yang ada.
6. Para kyai siap menjadi komunikator yang menyambungkan kebijakan dan program kepada seluruh masyarakat. Hal ini penting dalam rangka meningkatkan hubungan komunikasi pemerintah dengan rakyat.
7. Para kyai mendukung upaya semua pihak dalam mencegah terjadinya perundungan (bullying) dan pelecehan seksual yang terjadi di manapun baik di lembaga pendidikan formal maupun di lingkungan pesantren.
8. Para kyai mengharap dan meminta pemerintah daerah baik provinsi maupun kota segera melanjutkan proses peraturan hukum turunan dari Undang undang pesantren seperti pergub, perda kota hingga perwali.
9. Para kyai meminta kepada semua pihak untuk peduli dan menjaga kelestarian lingkungan, dengan mengembangkan sikap ketauladanan demi menjaga amanah dari generasi sesudah kita.*
Peluncuran Program “Jaga Jakarta Tanpa Narkoba” Aksi Kolaborasi Untuk Indonesia Bersinar
JurnalKota.net – Jakarta – Badan Narkotika Nasional (BNN) secara resmi meluncurkan Program “Jaga Jakarta Tanpa Narkoba” melalui Apel Kebangsaan yang digelar di Lapangan Monumen Nasional (Monas), Gambir, Jakarta Pusat, pada Rabu (30/10). Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat kolaborasi lintas sektor guna mewujudkan Jakarta yang aman, bersih, sehat, dan tangguh dari ancaman penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika.
Program “Jaga Jakarta Tanpa Narkoba” merupakan inisiatif strategis yang melibatkan pemerintah pusat, pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dunia pendidikan, dunia usaha, media massa, dan seluruh elemen masyarakat. Sinergi ini menjadi wujud nyata komitmen bersama untuk melindungi masyarakat DKI Jakarta sebagai pusat pemerintahan, ekonomi, dan kehidupan sosial budaya bangsa dari bahaya narkoba.
Program kolaborasi ini memiliki tiga fokus utama. Pertama, penguatan ketahanan masyarakat melalui pembentukan dan penguatan Kelurahan Bersinar (Bersih Narkoba) serta pemberdayaan komunitas lokal sebagai pelopor pencegahan. Kedua, kolaborasi dan sinergi lintas sektor antara pemerintah, aparat penegak hukum, lembaga pendidikan, dan dunia usaha dalam pelaksanaan program edukasi, deteksi dini, serta intervensi berbasis masyarakat. Ketiga, pemanfaatan teknologi informasi dan media digital untuk memperluas jangkauan upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan serta Peredaran Gelap Narkotika (P4GN), sekaligus meningkatkan literasi masyarakat terhadap bahaya narkoba, khususnya di kalangan generasi muda.
Kepala BNN RI, Suyudi Ario Seto, dalam sambutannya menegaskan bahwa narkoba merupakan ancaman nyata bagi stabilitas nasional. Ia menekankan bahwa penyalahgunaan narkotika tidak hanya merusak individu, tetapi juga berpotensi menjadi instrumen subversif yang secara sistematis dapat melemahkan ketahanan bangsa dan mengancam masa depan generasi penerus bangsa. Oleh karena itu, upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) harus dilakukan secara komprehensif, holistik, integratif, dan berkelanjutan.
“Dari panggung Apel Kebangsaan ini, mari Kita tabuh lebih keras genderang perang melawan narkoba!” tegas Kepala BNN RI di hadapan ribuan peserta apel, yang terdiri dari berbagai unsur masyarakat.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala BNN RI juga mengajak seluruh elemen masyarakat Jakarta untuk mewujudkan tiga hal penting. Pertama, menjadikan lingkungan sebagai zona bersih dari penyalahgunaan narkoba. Kedua, menjadikan keluarga sebagai benteng pertama dalam melawan penyalahgunaan narkoba. Ketiga, menumbuhkan semangat kebangsaan dan gotong royong sebagai senjata moral dalam menjaga masa depan bangsa dari ancaman narkotika.
BNN berharap Program “Jaga Jakarta Tanpa Narkoba” dapat menjadi gerakan moral, sosial, dan kebangsaan yang menjadi model kolaborasi nasional dalam membangun desa/kota yang bersih tanpa narkoba.
Program ini diharapkan dapat direplikasi di seluruh wilayah Indonesia sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan nasional di tingkat daerah untuk mewujudkan Indonesia Bersinar, bersih tanpa narkoba.*
Lampung Perkuat Pondasi Ekonomi dan Investasi untuk Pertumbuhan Berkelanjutan
JurnalKota.net – BANDAR LAMPUNG – Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Lampung Marindo Kurniawan menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Lampung terus memperkuat pondasi ekonomi daerah melalui peningkatan iklim investasi yang kondusif, kompetitif, dan berkelanjutan. Upaya ini menjadi bagian dari strategi besar Pemprov dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan merata di seluruh wilayah.
”Investasi menjadi motor penting bagi pembangunan Lampung. Karena itu, kami berkomitmen menciptakan lingkungan yang ramah bagi investor, baik dalam negeri maupun asing, melalui kemudahan perizinan, kepastian hukum, dan dukungan infrastruktur yang memadai,” ujar Marindo di Bandar Lampung, Sabtu (1/11/2025).
Menurutnya, kinerja investasi Lampung menunjukkan hasil yang menggembirakan. Hingga triwulan III tahun 2025, realisasi investasi telah melampaui target tahunan, dengan total capaian mencapai Rp12,95 triliun, atau 120,32 persen dari target Rp10,76 triliun.
Dari total tersebut, Rp2,12 triliun berasal dari Penanaman Modal Asing (PMA) dan Rp10,83 triliun dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN). “Capaian ini merupakan bukti bahwa kepercayaan investor terhadap Lampung semakin kuat,” kata Marindo.
Beberapa sektor menjadi penggerak utama pertumbuhan investasi di Lampung. Untuk PMA, sektor yang tumbuh pesat antara lain industri makanan, tanaman pangan, peternakan dan perkebunan, transportasi, pergudangan, telekomunikasi, industri kimia, farmasi, serta pertambangan. Sedangkan untuk PMDN, sektor dominan meliputi industri makanan, pertambangan, perdagangan dan reparasi, hotel dan restoran, serta sektor tanaman pangan dan perkebunan.
Penanaman modal asing yang mengalir ke Lampung terutama berasal dari Singapura, Korea Selatan, Malaysia, Australia, dan Tiongkok. Negara-negara tersebut menilai Lampung memiliki potensi besar sebagai pusat agroindustri dan manufaktur di kawasan Sumatera bagian selatan.
Transformasi Ekonomi dan Hilirisasi
Marindo menjelaskan bahwa struktur ekonomi Lampung saat ini masih didominasi oleh sektor jasa dan perdagangan, namun pemerintah tengah melakukan transformasi dengan memperkuat sektor industri pengolahan dan hilirisasi komoditas unggulan seperti singkong, kopi, lada, dan kelapa sawit.
”Fokus kami saat ini adalah memperkuat rantai nilai ekonomi daerah dengan mendorong industri pengolahan berbasis potensi lokal. Dengan begitu, Lampung tidak hanya menjadi pemasok bahan mentah, tetapi juga produsen bernilai tambah tinggi,” jelasnya.
Kinerja ekonomi Lampung juga menunjukkan tren positif. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) 2024 tercatat mencapai Rp483,88 triliun, dengan kontribusi terbesar berasal dari sektor pertanian, industri pengolahan, dan perdagangan yang menyumbang 59,39 persen terhadap total PDRB. Posisi ini menempatkan Lampung sebagai perekonomian terbesar keempat di Pulau Sumatera.
Hingga semester I-2025, nilai PDRB Lampung telah mencapai Rp256,1 triliun, mencerminkan laju pertumbuhan yang stabil. Pada triwulan I, ekonomi Lampung tumbuh 5,47 persen, dan tetap terjaga di atas 5 persen pada triwulan II (5,09 persen).
Sektor industri pengolahan menjadi mesin utama ekonomi daerah, dengan kontribusi 18,93 persen terhadap PDRB atau sekitar Rp91,5 triliun pada 2024. Sebagian besar didominasi oleh industri makanan dan minuman.
Keunggulan Lampung, lanjut Marindo, terletak pada ketersediaan bahan baku lokal yang melimpah. Lebih dari 75 persen bahan baku industri pengolahan berasal dari dalam provinsi, menjadikan biaya produksi lebih efisien dan meningkatkan daya saing produk di pasar nasional maupun global.
Selain itu, Lampung memiliki tenaga kerja produktif lebih dari 5 juta jiwa yang siap terserap dalam dunia industri. “Kami terus mendorong pelatihan vokasi dan peningkatan keterampilan tenaga kerja agar sesuai dengan kebutuhan industri modern. SDM yang kuat akan menjadi kunci keberlanjutan investasi,” tambahnya.
Dalam memperkuat iklim investasi, Pemprov Lampung juga berfokus pada reformasi birokrasi dan digitalisasi layanan publik. Melalui sistem Online Single Submission (OSS), seluruh proses perizinan kini dapat dilakukan secara daring.
”Kemudahan berusaha menjadi prioritas kami. Semua proses kini dilakukan secara digital melalui OSS, sehingga investor tidak perlu lagi mengurus izin secara manual,” ujarnya.
Ia menambahkan, langkah Pemprov Lampung tidak hanya berfokus pada penyederhanaan birokrasi, tetapi juga pada pembenahan layanan publik agar dapat membangun kepercayaan investor dan memastikan setiap proyek berjalan lancar.
Melalui kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan mitra global, Pemerintah Provinsi Lampung bertekad menjadikan wilayahnya tidak hanya sebagai lumbung pangan nasional, tetapi juga pusat pertumbuhan ekonomi berbasis industri dan hilirisasi berkelanjutan di Indonesia bagian barat.
Dengan langkah-langkah strategis yang terus dijalankan, Lampung kini bukan sekadar tujuan investasi potensial, tetapi telah menjelma menjadi poros pertumbuhan ekonomi baru yang menarik perhatian investor nasional maupun internasional. (*)
Tingkatkan Kinerja dan Profesionalisme, Danrem 043/Gatam Sampaikan Arahan kepada Prajurit dan PNS
JurnalKota.net – Bandar Lampung – Usai pelaksanaan Upacara Bendera Mingguan, Komandan Korem 043/Garuda Hitam Brigjen TNI Haryantana, S.H. memberikan Jam Komandan berupa pengarahan kepada seluruh prajurit dan PNS Korem 043/Gatam, Senin (03/11/2025).
Kegiatan yang berlangsung dengan penuh kesederhanaan dan keakraban tersebut turut dihadiri oleh Kasrem 043/Gatam Kolonel Inf Sumarlin Marzuki, S.E., M.Han., para Kasi, Pasi, Kabalak, serta Dantim Intel Rem 043/Gatam.
Dalam arahannya, Brigjen TNI Haryantana menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya atas dedikasi serta loyalitas seluruh prajurit dan PNS Korem 043/Gatam yang telah melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab, tulus, dan ikhlas.
> “Saya sangat bangga dengan satuan Korem 043/Gatam beserta jajarannya, terutama kepada prajurit dan PNS yang telah bekerja dengan tulus dan ikhlas dalam menjalankan tugas pengabdiannya sebagai abdi negara,” ujar Danrem.
Lebih lanjut, Danrem berpesan agar seluruh anggota senantiasa menjaga kesehatan, kekompakan, dan keharmonisan, karena hal tersebut menjadi kunci utama dalam mendukung keberhasilan pelaksanaan tugas di satuan.
Pada kesempatan itu, Brigjen TNI Haryantana juga menekankan pentingnya menjauhi segala bentuk pelanggaran, seperti penyalahgunaan narkoba, judi online, pinjaman online, serta investasi ilegal yang dapat merugikan diri sendiri, keluarga, maupun satuan.
> “Jangan sekali-kali bermain dengan narkoba. Itu bisa merusak diri sendiri, keluarga, dan satuan kita. Hindari juga kegiatan werping casis. Bila ingin membantu masyarakat, bantulah dengan benar dan berikan mereka semangat serta dukungan,” tegas Danrem.
Dengan adanya pengarahan tersebut, diharapkan seluruh prajurit dan PNS Korem 043/Gatam semakin termotivasi untuk meningkatkan kinerja, profesionalisme, dan disiplin dalam setiap pelaksanaan tugas, demi mewujudkan satuan yang solid, tangguh, dan berintegritas tinggi.*
Unila Lepas 12 Awardee Bright Scholarship Ikuti Bright National Summit
Lampung – Universitas Lampung (Unila);resmi melepas 12 mahasiswa penerima Bright Scholarship Batch 11 dari YBM BRILiaN…
123 Siswa Diktuk Bintara Polri SPN Polda Lampung Latja di Polresta Bandar Lampung
JurnalKota.net – Bandar Lampung – Sebanyak 123 siswa Diktuk Bintara Polri T.A. 2025 SPN Polda Lampung resmi memulai Latihan Kerja (Latja) di Polresta Bandar Lampung. Latja dibuka langsung oleh Wakapolresta Bandar Lampung, AKBP Erwin Irawan, bertempat di Mapolres setempat, Senin (3/11/2025).
Dalam amanatnya, Waka Polresta Bandar Lampung, AKBP Erwin Irawan mewakili Kapolresta Bandar Lampung menyampaikan bahwa Latja ini merupakan bagian penting dalam pembentukan karakter dan profesionalisme calon Bintara Polri.
“Kegiatan yang kalian laksanakan ini hendaknya menjadi bekal awal dalam menempuh tugas-tugas kepolisian ke depan secara profesional. Gunakan kesempatan ini untuk belajar, memahami, dan mengasah kemampuan agar siap saat bertugas di lapangan nanti,” ujar Waka Polresta Bandar Lampung.
Sebanyak 123 siswa tersebut terbagi ke dalam 5 (lima) peleton dan akan melaksanakan latihan kerja selama sekitar satu minggu dengan jadwal yang telah ditentukan.
AKBP Erwin juga menambahkan bahwa latihan kerja di Polresta Bandar Lampung bersifat pengenalan, namun menjadi sarana penting bagi para siswa untuk memahami secara langsung dinamika tugas kepolisian di tengah masyarakat.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para siswa mampu mengembangkan inisiatif, kreativitas, dan tanggung jawab dalam melaksanakan tugas-tugas Polri.
“Tugas Polri ke depan semakin berat. Diperlukan sosok Bintara Polri yang kreatif, terampil, profesional, dan patuh hukum, serta memiliki karakter sesuai dengan semangat Presisi, Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi Berkeadilan,” tegasnya.
Waka Polresta juga memberikan pesan khusus kepada para supervisor dan mentor pendamping siswa Latja agar menjalankan peran sebagai pelatih sekaligus penilai dengan penuh tanggung jawab, sesuai dengan program pendidikan dan pelatihan yang telah ditetapkan oleh SPN Polda Lampung.
Mengakhiri arahannya, Waka Polresta berpesan agar seluruh siswa dapat memanfaatkan waktu latihan kerja dengan sebaik-baiknya, menjaga sikap, disiplin, serta menunjukkan semangat belajar yang tinggi.
“Gunakan kesempatan ini sebagai sarana untuk benar-benar memahami dan mampu mengaplikasikan tugas-tugas Polri di lapangan. Dengan demikian, kalian akan siap menjadi anggota Polri yang membanggakan,” pungkasnya.
Dengan ditandainya apel pembukaan ini, pelaksanaan Latja Siswa Diktuk Bintara Polri T.A. 2025 SPN Polda Lampung di Polresta Bandar Lampung resmi dimulai. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam mempersiapkan generasi penerus Polri yang profesional, berintegritas, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.*
Pelajar SMP Bandar Lampung Raih Prestasi di Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) 2025
Bandar Lampung – Sejumlah pelajar SMP di Kota Bandar Lampung kembali menorehkan prestasi gemilang dalam ajang…
FMIPA Gelar Audit ISO 21001:2018 Tahap Dua
Lampung – Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Lampung (Unila) melaksanakan Audit ISO 21001:2018…
Unila Gelar Pelatihan Pekerti
Lampung – Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran (LPMPP) Universitas Lampung (Unila) menggelar pelatihan Peningkatan Keterampilan…
Jadi Pembicara, Tony Hipnotis Generasi Muda Golkar
LAMPUNG – Salah satu tokoh Partai Golkar di Lampung, Tony Eka Candra tampil memikat saat menjadi…
PKS Tegaskan Dukungan untuk Presiden Prabowo Demi Kepentingan Bangsa
Jakarta – Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Almuzzammil Yusuf menegaskan dukungan partainya terhadap pemerintahan Presiden Prabowo…
Universitas Saburai Lantik Pengurus UKM Periode 2025–2026: Wujud Regenerasi dan Penguatan Karakter Mahasiswa
Bandar Lampung – Universitas Sang Bumi Ruwa Jurai (Saburai) resmi melantik pengurus Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) periode…
Opini: Pemimpin Muda, Antara Harapan dan Godaan Kekuasaan
Kasus yang menimpa dua figur muda dari Lampung, Bambang Kurniawan dan Dendi Ramadhona, menimbulkan refleksi mendalam…
Unila dan UNM Makassar Jalin Kerja Sama Kelembagaan dan Diskusi Senat Universitas
Lampung – Universitas Lampung (Unila) menerima kunjungan benchmarking dari Senat Universitas Negeri Makassar (UNM) sekaligus melaksanakan…
Sekdaprov Lampung Marindo Kurniawan Ajak Praja IPDN Asal Lampung Jadi Aparatur Berintegritas dan Inovatif
JurnalKota.net – Sumedang, Jawa Barat — Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Lampung, Marindo Kurniawan, melakukan ramah tamah dan silaturahmi bersama Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) asal Provinsi Lampung di Gedung Fakultas Politik Pemerintahan IPDN Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Selasa (28/10/2025) malam.
Acara yang digelar di sela kegiatan Retreat Sekretaris Daerah (Sekda) dan Kepala Bappeda se-Indonesia tersebut menjadi momentum kebersamaan antara jajaran pemerintah daerah dan para calon aparatur pemerintahan asal Bumi Ruwa Jurai.
Hadir dalam kegiatan tersebut Sekda Provinsi Lampung, para Sekda Kabupaten/Kota se-Lampung, Kepala Bappeda Provinsi dan Kabupaten/Kota, serta 85 orang Praja IPDN asal Lampung.
Dalam sambutannya, Sekdaprov Marindo Kurniawan menyampaikan apresiasi kepada pihak IPDN yang telah memfasilitasi kegiatan ramah tamah tersebut. Ia menegaskan, pertemuan itu merupakan bentuk perhatian dan dukungan pemerintah daerah terhadap para praja Lampung yang tengah menempuh pendidikan kepamongprajaan.
“Kesempatan ini menjadi ajang silaturahmi yang berharga sekaligus bentuk motivasi bagi adik-adik praja asal Lampung. Kalian adalah aset berharga daerah, calon-calon pemimpin masa depan yang akan meneruskan estafet pemerintahan dan pembangunan di tanah kelahiran kita,” ujar Marindo.
Ia berpesan agar para praja selalu menjaga disiplin, etika, dan semangat belajar, serta menjunjung tinggi Tri Dharma IPDN.
“Kami hadir malam ini bukan hanya untuk bersilaturahmi, tetapi juga memberikan semangat agar kalian tetap teguh memegang prinsip pengabdian kepada masyarakat dan negara. Lampung membutuhkan generasi muda yang berintegritas, melayani dengan hati, dan mampu berinovasi untuk kemajuan daerah,” tambahnya.
Selain Marindo, Inspektur Provinsi Lampung dan Sekda Kabupaten Lampung Utara, yang juga merupakan alumni IPDN turut memberikan pesan dan arahan kepada para praja agar terus menjaga nama baik daerah serta menjadi teladan di lingkungan kampus.
Sementara itu, Sekda Kabupaten Pesisir Barat, Tedi Zadmiko, menekankan pentingnya menjadikan masa pendidikan di IPDN sebagai awal dari pengabdian besar kepada bangsa dan daerah.
“Gunakan kesempatan ini sebaik mungkin untuk belajar dan membentuk karakter kepemimpinan yang kuat. Pesisir Barat dan seluruh Lampung membutuhkan aparatur yang tangguh, jujur, dan berintegritas,” ucap Tedi.
Dalam kesempatan yang sama, Praja M. Hikmal Hidayat, selaku ketua kontingen Lampung, menyampaikan ucapan terima kasih atas kehadiran para Sekda dan pejabat daerah Lampung.
“Pertemuan seperti ini sangat langka dan merupakan kehormatan bagi kami bisa bertatap muka langsung dengan para pimpinan daerah. Ini menjadi motivasi besar untuk terus berprestasi dan menjaga nama baik Lampung,” ungkapnya.
Acara malam ramah tamah diisi dengan perkenalan antar praja, makan malam bersama, bincang santai, serta penyerahan cenderamata dari Inspektur Provinsi Lampung mewakili Sekda dan Kepala Bappeda se-Lampung kepada perwakilan praja.
Kegiatan diakhiri dengan doa dan sesi foto bersama sebagai simbol kebersamaan dan dukungan pemerintah daerah terhadap generasi penerus aparatur pemerintahan asal Lampung.
Sebagai informasi, Praja IPDN asal Lampung telah menorehkan prestasi membanggakan, salah satunya Saddam Al Yasri Firstya, lulusan IPDN Angkatan XXXI tahun 2024, yang meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,87 dan memperoleh penghargaan Kartika Astha Bratha.*