Rumah Singgah Pasien YBM PLN Ringankan 1.093 Mustahik yang Berobat di Bandar Lampung
JurnalKota, Bandar Lampung (19 Juni 2023) – Rumah Singgah Pasien (RSP) Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN Lampung yang diresmikan pada Desember 2018 telah menjadi tempat singgah bagi 1.093 pasien pengobatan dari berbagai daerah di luar Kota Bandar Lampung.
Beralamat di Jalan Danau Tondano, Kedaton, Bandar Lampung, RSP yang didirikan YBM PLN ini merupakan rumah singgah yang dapat dimanfaatkan oleh pasien dari luar Kota Bandar Lampung yang sedang menjalani pengobatan di berbagai rumah sakit rujukan seperti, RSUD Abdul Moeloek dan RS Urip Sumoharjo.
General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Lampung, Saleh Siswanto menjelaskan Rumah Singgah Pasien merupakan program dari YBM PLN dengan menggandeng Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) sebagai pengelola RSP di Bandar Lampung.
“YBM PLN menyediakan rumah singgah ini untuk pasien-pasien pengobatan dari luar Kota Bandar Lampung yang membutuhkan tempat untuk menginap atau tinggal sementara untuk menjalani pengobatan di RS rujukan yang ada di Bandar Lampung,” ucap Saleh.
Dengan total 8 kamar untuk pasien dan pendamping, RSP YBM PLN juga menyediakan fasilitas ambulans yang dapat digunakan oleh pasien untuk antar-jemput dari RSP ke rumah sakit tempat pengobatan.
“Pasien-pasien yang tinggal di RSP YBM PLN ini merupakan rekomendasi dan atas verifikasi dari RS rujukan sehingga dapat dipastikan ditempati oleh pasien yang benar-benar membutuhkan,” jelas Saleh.
Sutayem, warga Desa Sri Gading, Kecamatan Labuhan Maringgai, Kabupaten Lampung Timur yang sempat menempati RSP selama kurang lebih 2 bulan merasa sangat terbantu dengan keberadaan Rumah Singgah Pasien YBM PLN untuk menjadi tempat tinggal sementara selama beliau menjalani proses pengobatan tanpa perlu memikirkan jarak tempuh sekitar 85 km dari tempat tinggalnya ke RSUD Abdul Moeloek.
Sutayem didiagnosa penyakit Kanker Sarkoma pada selubung saraf tepi atau Neurofibrosarcoma sehingga perlu menjalani Radioterapi di RSUD Abdul Moeloek selama 30 kali setelah mendapat rujukan dari RS A. Yani Metro.
“Alhamdulillah dengan adanya Rumah Singgah Pasien YBM PLN ini saya merasa sangat terbantu. Tempat singgahnya nyaman, fasilitasnya baik, saya jadi bisa menjalani pengobatan sampai tuntas,” jelas Sutayem yang telah menempati RSP dari awal pengobatannya pada 25 Desember 2022 sampai dengan Februari 2023.
Beliau juga menambahkan sangat senang dengan aktivitas lain yang ada di RSP YBM PLN seperti pengajian bersama dan tausiyah sehingga dapat menambah ilmu serta menjadi penyemangat spiritual bagi pasien-pasien yang berada di RSP YBM PLN.
“Harapan saya, semoga Rumah Singgah Pasien YBM PLN-IZI ini akan selalu ada sehingga bisa membantu saudara-saudara yang membutuhkan rumah singgah seperti saya,” tutup Sutayem. (red)
Di Gelaran World Surf League Krui Pro 2023, Listrik PLN Berselancar Mulus Tanpa Kedip
JurnalKota, Bandar Lampung – PT PLN (Persero) sukses pasok listrik andal untuk gelaran liga selancar dunia atau World Surf League (WSL) Krui Pro 2023, yang diadakan di Pantai Tanjung Setia, Kabupaten Pesisir Barat, Lampung pada 12 hingga 18 Juni 2023.
Berlangsung meriah, perhelatan akbar para peselancar dunia ini diikuti oleh 289 peselancar dari 14 negara. WSL Krui Pro di tahun 2023 ini merupakan gelaran kompetisi selancar dunia tahun ke-lima setelah sebelumnya dilaksanakan pada tahun 2017, 2018, 2019 dan 2022.
Sukses hadirkan listrik andal tanpa kedip selama jalannya kompetisi, General Manager PLN Unit Induk Distribusi Lampung, Saleh Siswanto mengatakan pihaknya telah berkomitmen untuk menyediakan listrik andal selama kompetisi berlangsung. Hal ini tercermin pada pasokan listrik di lokasi-lokasi penyelenggaraan WSL Krui Pro 2023 yang hadir tanpa kedip. Beban puncak kelistrikan di Krui pada hari pertama hingga hari terakhir masih di bawah daya mampu sistem kelistrikan di Kabupaten Pesisir Barat yaitu 11 MW.
“Alhamdulillah, kami turut berbahagia atas kesuksesan gelaran WSL Krui Pro 2023. Sebagai tuan rumah di kompetisi akbar tahunan selancar dunia, kami sebagai BUMN penyedia kelistrikan telah berkomitmen untuk mendukung kesuksesan acara ini dengan menyediakan listrik yang andal,” Jelas Saleh Siswanto.
Strategi kesuksesan PLN dalam memasok listrik tanpa kedip selama WSL Krui Pro 2023 berlangsung pun dijelaskan oleh Saleh Siswanto sebagai persiapan yang sangat matang mengingat acara tersebut berkelas internasional dan membawa nama baik seluruh stakeholders yang terlibat.
“Empat pekan sebelum acara berlangsung, PLN telah melakukan persiapan, mulai dari pemeliharaan jaringan listrik, penambahan gardu, penyiagaan 3 Unit Genset Bergerak, hingga Uninterruptible Power Supply (UPS) 100 kVA. Peningkatan keandalan listrik tersebut khususnya dilakukan di lokasi pelaksanaan acara hingga penginapan peserta dan tamu undangan,” terang Saleh Siswanto.
Bupati Pesisir Barat Dr. Drs. Agus Istiqlal, S.H., M.H. turut mengapresiasi kesuksesan PLN dalam menghadirkan listrik tanpa kedip selama WSL Krui Pro 2023 berlangsung.
“Saya mewakili seluruh jajaran Pemda dan tentunya masyarakat Pesisir Barat, mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada PLN atas suksesnya perhelatan WSL Krui Pro 2023 yang dilaksanakan selama 7 hari di Krui. Terima kasih PLN telah menyediakan pasokan listrik andal dan memenuhi kebutuhan kelistrikan di seluruh lokasi acara,” kata Agus Istiqlal.
Apresiasi juga datang dari Sekretaris Jenderal Persatuan Selancar Ombak Indonesia (PSOI), Tipi Jabrik yang juga merupakan peselancar Pro asal Indonesia yang sudah mengantongi berbagai gelar juara di kejuaraan selancar dunia. Menurutnya, gelaran WSL Krui Pro 2023 tidak akan menuai kesuksesan tanpa hadirnya listrik andal PLN.
“Untuk event Krui Pro 2023 ini, listrik merupakan salah satu komponen terpenting dalam kesuksesan acara ini. Saya mewakili seluruh jajaran panitia WSL Krui Pro 2023 sangat mengapresiasi kerja keras PLN dalam menghadirkan listrik tanpa kedip selama kompetisi berlangsung,” ucap Tipi Jabrik. (red)
Di Konser Blink-182, Kourtney Kardashian Umumkan Kehamilannya
JurnalKota, Entertaint – Tiap pasangan tentu memiliki keunikan tersendiri ketika akan mengumumkan bahwa mereka akan segera memiliki anak. Seperti yang dilakukan artis-sosialita Kourtney Kardashian kali ini.
Kourtney Kardashian mencuri spotlight di konser Blink-182 pada hari Jumat, ketika ia mengumumkan bahwa dia dan suaminya Travis Barker, yang mana adalah drummer Blink-182, tengah menantikan anak pertama mereka bersama.
Bussinesswomen dan bintang reality show tersebut membagikan video di media sosialnya, di mana dia berada di antara penonton di acara itu, melompat-lompat sambil memegang poster bertuliskan, “Travis, aku hamil.”

Barker, yang merupakan drummer Blink-182, melompat dari panggung dan mencium istrinya saat penonton Los Angeles meraung dengan semangat.
Balado Kardashian dan Barker bertunangan pada Oktober 2021 silam. Tak lama, mereka menikah tahun lalu dalam beberapa upacara mewah.
Pertama di Las Vegas, setelah Penghargaan Grammy pada April 2022, dalam apa yang mereka katakan bukan pertukaran sumpah yang mengikat secara hukum, pernikahan resmi di gedung pengadilan Santa Barbara pada bulan Mei, diakhiri dengan upacara mewah yang mereka selenggarakan tak lama setelah itu di venue mewah Villa Olivetto, Portofino, Italia. Perkebunan luas tersebut milik desainer Dolce & Gabbana, yaitu Domenico Dolce dan Stefano Gabbana.
Pasangan itu masing-masing memiliki anak dari hubungan sebelumnya. Kardashian (44) memiliki tiga anak dengan mantan pasangan lamanya Scott Disick: Mason, Penelope, dan Reign.
Sementara Barker (47) adalah ayah dari Landon, putrinya Alabama, dan putri tirinya Atiana, yang ia miliki dengan mantan istrinya Shanna Moakler.
Keduanya telah berbagi sedikit tentang perjalanan kehamilan mereka di serial reality Hulu, “The Kardashians”. Pada September 2022, Kardashian memberi tahu The Wall Street Journal bahwa dia telah menghentikan perawatan fertilisasi in vitro (IVF) menjelang pernikahan karena itu “terlalu berat” dan dia ingin fokus merencanakan upacara pernikahannya. (red)
Artikel dilansir dari viva.co.id
Setelah Dijerat dengan 37 Dakwaan, Donald Trump Bebas dengan Jaminan
JurnalKota – Donald Trump akhirnya dibebaskan dengan jaminan. Berdasar dokumen yang dirilis pengadilan federal, Trump bisa bebas walaupun dijerat dengan 37 dakwaan. Syaratnya, mantan presiden Amerika Serikat (AS) itu tidak berkomunikasi tentang kasus tersebut dengan para saksi yang masuk dalam daftar pemerintah.
Sidang dengar pendapat pertama pada Selasa (13/6) sore yang menyeret Trump itu berlangsung sekitar 50 menit. Awalnya, pembahasan terkait syarat yang diajukan hakim Jonathan Goodman berlangsung cukup alot. Todd Blanche, pengacara Trump, menolak syarat yang diajukan oleh hakim untuk melarang semua kontak dengan saksi kasus.
’’Banyak orang, termasuk pria dan wanita yang melindunginya, mungkin menjadi saksi dalam kasus ini. Pembatasan itu tidak sesuai dan tidak bisa berfungsi,’’ ujar Blanche seperti dikutip CNN.
Sebagian orang yang terlibat dalam kasus itu merupakan para pegawai yang bekerja dengan Trump setiap hari. Bahkan, salah seorang saksi kunci masih menjadi pengacara Trump. Karena itu, lanjut dia, tidak mungkin Trump dilarang berbicara dengan pengacaranya.
Akhirnya, jaksa penuntut David Harbach menyarankan tim Departemen Kehakiman untuk menyusun daftar saksi yang mungkin akan diminta memberikan kesaksian di persidangan. Cakupannya dipersempit, bukan diperluas. Hal itu akan mengakomodasi kekhawatiran hakim tentang kontak saksi sekaligus situasi yang diajukan Trump.
Selama persidangan, para pendukung Trump maupun orang-orang yang menentangnya berunjuk rasa damai di depan pengadilan. Tidak ada kerusuhan seperti dikhawatirkan. Trump pun akhirnya dibebaskan tanpa adanya pembatasan penerbangan. Baik di dalam maupun luar negeri. Sebab, Trump dinilai tidak berpotensi melarikan diri.
Dari pengadilan, iring-iringan mobil Trump langsung menuju Versailles, sebuah restoran Kuba yang populer di Little Havana, Miami. Di sana, Trump disambut para pendukungnya.
Dari restoran tersebut, Trump terbang menuju acara penggalangan dana kampanye bakal calon presiden yang dihelat di klub golf miliknya di New Jersey. (red)
dilansir dari JawaPost
DPD LSM PELITA Berikan Klarifikasi Terkait Pemberitaan di Salah Satu Media Online
JurnalKota, Lampung Selatan – Menanggapi pemberitaan di salah satu media online dengan judul “PTPN VII Menangkan Sengketa Lahan Sidosari” yang terbit pada tanggal 12 Juni 2023, DPD Lembaga Swadaya Masyarakat Pelindung Tanah Air (LSM PELITA) selaku penerima kuasa/pendamping dari ahli waris Suprayitno (alm) yang dikuasakan kepada Maskamdani, memberikan klarifikasi kepada Lampung7.com terkait pemberitaan sepihak tersebut, Kamis (15/6/2023).
Menurut Heri Apriyanto selaku Penerima Kuasa dari Maskamdani, apa yang menjadi Statement/Pernyataan dari Sekretaris PTPN VII Bambang Hartawan, dan Hakim Ketua Pengadilan Negeri Kalianda Dian Anggraini, yang di muat dan dipublikasikan di salah satu media online tersebut tidak benar.
Dimana sebelumnya diberitakan bahwa “Majelis Hakim pengadilan Negeri Kalianda yang mengadili perkara ini telah memutuskan menolak gugatan terhadap lahan HGU milik PTPN VII yang berada di Desa Sidosari, Natar, Lampung Selatan.
Dari pernyataan itu Heri Apriyanto menyatakan bahwa gugatan penggugat tidak pernah ditolak oleh Pengadilan Negeri Kalianda.
“Gugatan kami tidak pernah ditolak oleh Pengadilan Negeri Kalianda, karena proses pengadilan berjalan sebagaimana mestinya sampai adanya keputusan oleh majelis hakim yang memenangkan pihak tergugat dalam hal ini PTPN VII. Namun belum mempunyai kekuatan hukum mengikat, karena penggugat masih mengajukan untuk perkara pertama di tingkat kasasi dan gugatan kedua nomor 45/PGT.G/2022/PN.Kla mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi Tanjung Karang,” ujar Heri.
Terkait pernyataan Sekretaris PTPN VII Bambang Hartawan yang menyatakan “Sidang putusan kasus ini memang berlangsung pada awal Mei lalu, tetapi baru masuk ke direktori putusan Mahkamah Agung pada Kamis,8 Juni 2023.kami sengaja menunggu putusan itu dirilis di direktori putusan MA, supaya lebih valid dan tidak ada keraguan”.
Untuk itu menurut Heri Apriyanto, pernyataan Bambang Hartawan itu tidak benar, karena pada hari Kamis tanggal 8 Juni 2023 itu adalah pembacaan putusan oleh majelis hakim pengadilan negeri Kalianda yang memenangkan pihak tergugat dalam hal ini PTPN VII.
“Jadi pada hari Kamis tanggal 8 Juni 2023 itu adalah pembacaan putusan majelis hakim pengadilan negeri Kalianda yang memenangkan pihak tergugat dalam hal ini PTPN VII, bukan keputusan Mahkamah Agung (MA). Bahkan dalam pembacaan putusan tersebut tidak dihadiri oleh semua pihak terkecuali pihak penggugat,” jelas Heri.
Terhadap pernyataan Sekretaris PTPN VII Bambang Hartawan terkait pelaporan tindak Pidana Penyerobotan lahan dan pengrusakan, Heri Apriyanto menyatakan tidak merasa melakukan penyerobotan dan pengrusakan.
“Kami tidak merasa melakukan penyerobotan dan pengrusakan yang dituduhkan oleh pihak PTPN VII, karena lahan yang kami kelola adalah lahan hak milik Suprayitno (alm) atau Maskamdani yang dikuasakan kepada LSM PELITA dengan dasar surat-surat yang dimiliki oleh pemberi kuasa,” ungkap Heri.
Untuk sejarah historis tanah yang dikuasai oleh PTPN VII, berdasarkan pernyataan dari management PTPN VII tanah/lahan tersebut berasal dari Nasionalisi perkebunan milik Belanda, berdasarkan Peraturan Pemerintah nomor 19 tahun 1959.
Dalam hal ini Heri Apriyanto membantah pernyataan tersebut.
“Kalau memang HGU yang di miliki PTPN VII itu berdasarkan Nasionalisasi, kenapa ada surat pernyataan dari Manager PTPN VII Unit Repa Natar Berman Sidauruk, bahwa di tahun 1974 telah dilakukan proses pembebasan tanah dan tanam tumbuh (Ganti Rugi) melalui panitia Pemda Lampung Selatan,” tanya Heri.
Berdasarkan apa yang disampaikan oleh Hakim Ketua Pengadilan Negeri Kalianda Dian Anggraini dalam pemberitaan di salah satu media online tersebut, bahwa Sertifikat HGU nomor 16 tahun 1997 dengan gambar situasi nomor 9 dan 10/1974 tertanggal 20 Maret 1974 seluas 4.984, 41 hektar merupakan aset PTPN VII Unit Repa (Rejosari Pematang Kiwah).
Dalam hal ini Heri Apriyanto mempertanyakan kenapa ada perbedaan luas lahan didalam sertifikat HGU nomor 16 tahun 1997 seluas 4.984,41 hektar, sementara lahan yang dikuasai oleh PTPN VII Unit Repa seluas 9.796,49 hektare.
“Bahkan kami mempertanyakan perbedaan luas lahan yang tertuang di dalam sertifikat HGU PTPN VII Unit Repa nomor 16 tahun 1997 seluas 4.984,41 hektar, tapi kenyataannya berdasarkan data yang kami miliki dan di ajukan oleh PTPN VII Unit Repa dalam persidangan seluas 9.796,49 hektare. Pertanyaan kami , tanah siapa yang di serobot oleh PTPN VII seluas 4.812,08 hektar berdasarkan perbedaan luas tanah yang tertulis di sertifikat HGU nomor 16 tahun 1997 dengan kenyataan luas lahan yang dikuasai oleh PTPN VII” tanya Heri.
Berdasarkan keputusan majelis hakim pengadilan negeri Kalianda yang menghukum Maskamdani dan Kawan-kawan atau pihak lain yang menguasai objek sengketa untuk menyerahkan kepada PTPN VII seketika dan tanpa syarat apapun.
Keputusan atau hukuman tersebut di tanggapi oleh DPD LSM PELITA bahwa mereka tidak akan pernah menyerahkan lahan milik Suprayitno (Alm) atau Maskamdani.
“Kami tidak akan pernah menyerahkan lahan milik Suprayitno (Alm) atau Maskamdani, walaupun sudah ada keputusan tetap atau mengikat dari pengadilan (inkrah) sebelum pihak pengadilan melakukan pengembalian tapal batas dan dapat menunjukkan atau membuktikan siapa yang memberi dan menerima konvensasi ganti rugi berdasarkan surat pernyataan nomor: Repa/G/M/2021 tanggal 21 Agustus 2021 yang di tanda tangani oleh Berman Sidauruk selaku Manager Unit,” imbuh Heri.
Heri Apriyanto juga menyayangkan atas pemberitaan yang diterbitkan oleh salah satu media online Yang terkesan berita sepihak dan disinyalir berita tersebut adalah rilis dari Humas PTPN VII.
“Disini juga kami sangat menyayangkan atas pemberitaan salah satu media online yang tidak melakukan konfirmasi terlebih dahulu ke pihak DPD LSM PELITA selaku penerima kuasa atau pendamping dari Maskamdani, disinyalir berita tersebut adalah rilis dari Humas PTPN VII.” Pungkas Heri. **
Turut Meriahkan Gelaran HUT Ke-341 Kota Bandar Lampung, Rumah BUMN Balam Libatkan 7 UMKM Kuliner
JurnalKota, Bandar Lampung – Dalam rangka menyemarakkan perayaan HUT Ke-341 Kota Bandar Lampung, Rumah BUMN Bandar Lampung mengajak 7 UMKM binaannya untuk turut memeriahkan Bandar Lampung Expo 2023 di Lapangan Saburai. Bandar Lampung Expo resmi dibuka oleh Walikota Bandar Lampung, Eva Dwiana pada Minggu (11/6).
Koordinator Rumah BUMN Bandar Lampung, Niki mengatakan terdapat 116 stand yang terlibat di Bandar Lampung Expo 2023, yang terdiri dari 20 organisasi perangkat daerah (OPD), 46 perusahaan swasta, 10 BUMN dan BUMD, 30 UMKM Dharma Wanita dan PKK, dan 10 pelaku usaha ekonomi kreatif.
“Kami turut bangga mitra binaan Rumah BUMN Bandar Lampung dapat berpartisipasi dalam kegiatan ini. Pasalnya, Walikota berharap bahwa dengan adanya Bandar Lampung Expo 2023, UMKM makin dilirik oleh masyarakat dan dapat memenuhi target yakni menghasilkan omzet gabungan sebesar Rp1,5 Miliar. Jadi ini merupakan kegiatan penting yang mendukung geliat UMKM di Bandar Lampung,” jelas Niki.
Mendukung hal tersebut, General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Lampung, Saleh Siswanto mengatakan bahwa PLN 100% memberikan support penuh atas partisipasi 7 UMKM binaan Rumah BUMN Bandar Lampung dalam gelaran tahunan tersebut.
“PLN berikan 100% dukungan untuk para pelaku UMKM dibawah binaan Rumah BUMN Bandar Lampung yang saat ini sedang berpartisipasi dalam Bandar Lampung Expo 2023. Harapan kami, masyarakat dapat mengenal dan lebih memilih produk-produk buatan UMKM yang tentu tidak kalah kualitasnya dengan produk-produk buatan produsen lain, apalagi impor,” kata Saleh Siswanto.
Menurutnya, dengan mendukung para pelaku UMKM tentu akan memberikan dampak ke perekonomian dalam negeri. Maka dari itu, Saleh Siswanto juga mengajak masyarakat untuk ikut menyukseskan Bandar Lampung Expo 2023 dengan membeli produk-produk UMKM.
“Ayo kita sama-sama sukseskan acara ini dengan membeli produk-produk UMKM. Dengan begitu kita juga turut mendukung peningkatan perekonomian dalam negeri,” tambah Saleh Siswanto.
Diketahui terdapat 7 UMKM di bawah binaan Rumah BUMN Bandar Lampung yang mengikuti Bandar Lampung Expo 2023. Niki menjelaskan bahwa ketujuh UMKM tersebut berada di bidang kuliner.
“Total terdapat 7 UMKM, 4 diantaranya membuka stand di tempat yakni Pempek Keysha, Grill Chickin Crunch, Kopi SR dan Es Pisang Ijo Daeng Yuni. Sementara itu 3 UMKM lainnya menitipkan produk saja, antara lain Keripik Bintang Buah, Ummi Kemplang dan Keripik Pangsit Waafa,” kata Niki.
Yuni selaku pemilik UMKM Es Pisang Ijo Daeng Yuni mengatakan bahwa dirinya sangat senang dan bersemangat untuk meraup omzet selama pergelaran Bandar Lampung Expo 2023.
“Saya sangat bersemangat untuk memasarkan produk-produk yang kami sediakan di stand kami. Harapan saya, kami dapat memenuhi target omzet dan masyarakat dapat mengenal produk kami serta membeli produk-produk buatan UMKM. Harga murah dan kualitas tak kalah saing dengan produk buatan lain,” tutup Yuni. (red)
Peringati Hari Lingkungan Hidup, PLN Lakukan Aksi Bersih Pantai dan Sungai
JurnalKota, Tanjung Karang – PLN UIP3B Sumatera melalui program Employee Volunteer Program PLN Peduli lakukan pembersihan dan konservasi sungai dan pantai di beberapa daerah pada 9-10 Juni 2023. Sebanyak 340 relawan PLN bersama komunitas-komunitas peduli lingkungan, mahasiswa, pelajar, pemerintah daerah, serta masyarakat berkolaborasi membersihkan lingkungan sekitaran sungai dalam rangka Hari Lingkungan Hidup Tahun 2023.
Kegiatan yang merupakan bagian dari program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) PLN ini dilakukan di tiga lokasi yaitu Sungai Sail, Pekanbaru; Pantai Pasir Jambak, Padang; dan Pantai Sebalang, Lampung sebagai bentuk komitmen PLN terhadap kepedulian lingkungan, khususnya pengendalian konservasi sungai dan pantai.
Kegiatan pembersihan dan konservasi Sungai Sail di Tanjung Rhu, Limapuluh, Pekanbaru juga dilengkapi dengan pembersihan lingkungan sekitar sungai, penanaman pohon produktif di pinggir sungai, serta pembersihan pinggir sungai, dimana para relawan berkolaborasi dengan pemerintah setempat, Basarnas Pekanbaru, Bank Sampah Pandau Jaya, dan Komunitas Peduli Sungai Pondok Belantara.
Sementara itu, relawan PLN di Pasir Jambak, Pasir Nan Tigo, Koto Tangah, Padang juga berkolaborasi dengan pemerintah daerah setempat yang diwakili oleh Sekretaris Lurah serta TNI dan Polisi. Dimana pada kegiatan ini para relawan berhasil mengumpulkan sampah seberat 1 ton.
General Manager PLN UIP3B Sumatera, Daniel Eliawardhana, menyatakan selain bertujuan untuk penyaluran program TJSL, pegawai PLN juga terjun menjadi relawan membantu masyarakat. Program yang dilakukan secara serentak ini juga melibatkan relawan di PLN UPT Padang dan PLN UPT Tanjung Karang.
“Harapannya, melalui kontribusi langsung pegawai PLN di Pekanbaru, Padang, dan Lampung, dapat memberikan dampak yang lebih dan menjadi momentum yang mampu meningkatkan kesadaran masyarakat. Jika pantai dan sungai kita bersih maka kita juga yang merasakan manfaatnya,” ungkap Daniel.
Pada kesempatan yang sama, Lurah Tanjung Rhu, Rusli, juga memberikan apresiasi atas program TJSL PLN Peduli di daerahnya. Ia menyatakan, masyarakat perlu diingatkan secara berkala bahwa sampah dapat memberikan efek yang buruk untuk lingkungan, khususnya Sungai Sail yang berada dekat dengan permukiman masyarakat.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada PLN karena sudah peduli dengan daerah kami. Adanya pembersihan ini semoga dapat mengurangi sampah di lingkungan kami dan mengurangi banjir pasang sungai,” tuturnya.
Di lain tempat, Sekretaris Lurah Pasie Nan Tigo, Indah, juga menyambut baik dan mengapresiasi aksi pembersihan Pasir Jambak yang dilakukan oleh relawan PLN. Menurutnya dibutuhkan komitmen bersama untuk menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan salah satunya dengan pembuangan sampah pada tempatnya. (red)
Meteran Listrik AMI, Cara Baru PLN Manjakan Pelanggan
JurnalKota, Jakarta – Inovasi layanan kelistrikan yang dilakukan oleh PT PLN (Persero) dalam bentuk smart meter Advanced Metering Infrastructure (AMI) terbukti membawa manfaat yang besar. Warga langsung merasakan keuntungan lewat monitoring tagihan listrik yang lebih akurat, sistem yang lebih aman dan pelayanan yang lebih cepat.
Imam, Ketua RT 06, Gudang Peluru Kelurahan Kebon Baru Jakarta Selatan, mengapresiasi upaya PLN dalam penggunaan sistem baru ini. Menurutnya, sistem AMI lebih akurat dan tidak menyita waktu saat menunggu petugas PLN menghitung meteran di rumah.
“Dulu petugas harus keliling tiap awal bulan, terkadang tidak bertemu dengan pemilik rumah, dengan sistem yang baru ini, kan lebih akurat dan tidak menyita waktu,” ujar Imam. (12 Juni 2023)
Hal senada juga diungkapkan oleh Maman warga Kota Bandung, Jawa Barat. Dirinya mengatakan penerapan meteran AMI membuat lebih mudah dalam pengontrolan penggunaan listrik maupun dalam hal perbaikan ketika ada kendala listrik.
“Petugas (PLN) tidak perlu lagi datang ke rumah untuk catat meter, lebih nyaman, penanganan gangguan juga lebih cepat. Saya juga dapat mengontrol pemakaian listrik dengan mudah,” ungkap Maman.
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menjelaskan Advanced Metering Infrastructure (AMI) sendiri merupakan alat pengukur penggunaan listrik yang dilengkapi dengan fitur komunikasi dua arah untuk penyediaan informasi yang komprehensif.
Dengan AMI, baik PLN maupun pelanggan dapat melakukan monitoring dan kontrol secara real-time. AMI sendiri, tambah Darmawan, merupakan pengembangan dari AMR (Automatic Meter Reading), pembacaan meter otomatis dengan tambahan kemampuan penerapan tarif secara dinamis dan interkoneksi.
“Penerapan smart meter berbasis AMI ini membawa banyak manfaat, seperti pembacaan data meter secara real-time dan dilakukan dari jarak jauh sehingga tidak diperlukan lagi pembacaan meter ke lokasi,” jelas Darmawan.
Selanjutnya, dengan sistem ini para pelanggan bisa mengetahui profil penggunaan energi listrik sekaligus tagihan listrik berjalan. Pelanggan juga bisa menghitung energi listrik secara mandiri melalui aplikasi PLN Mobile.
Tidak hanya membawa manfaat dari sisi pelanggan, Darmawan menambahkan penerapan AMI telah terbukti mampu menghemat penggunaan energi, dan menekan biaya operasional perusahaan untuk pengecekan meter secara langsung.
“Di Austria misalnya, penerapan AMI tercatat mampu menghemat energi hingga 55 persen dan menghemat biaya operasional hingga 19 persen. Sementara di Belanda mampu menghemat 15 persen energi, dan menekan biaya operasional hingga 15 persen”, pungkas Darmawan.
Terkatung Katung, Nasib 24 Perempuan Asal NTB Korban TPPO Minta di Pulangkan
JurnalKota, Lampung – Mulai dari terkatung-katung selama hampir 1 bulan hingga berpindah tempat persembunyian dalam ruang bawah tanah saat digerebek petugas.
Kisah yang di ceritakan NA (38) perempuan berasal dan berangkat dari NTB dengan harapan bekerja di Dubai serta impiannya untuk mendapat gaji hampir Rp 10 juta perbulan.
NA mengisahkan saat di NTB dia mengenal seorang perekrut dari pegawai pinatu (laundry). Diapun lalu didekati perekrut itu dengan janji manis bekerja di luar Negeri.
Setelah pembuatan komitmen, pada 3 Mei 2023 NA diberangkatkan ke Jakarta menggunakan pesawat bersama para calon pekerja migran lainnya yang tidak saling mengenal.
Sampai di Jakarta, tersangka DW menyambut para calon pekerja migran ini lalu membawa mereka ke wilayah Bogor, Jawa Barat.
“Kami Dua hari di Bogor, di perumahan, saya nggak tau tempatnya,dan milik siapa itu” ungkap NA di Mapolda Lampung, Senin (11/6/2023)
NA hanya tau sekitar 2 pekan dia dan calon pekerja lainnya tinggal di rumah tersebut tanpa ada kejelasan keberangkatan meski sudah memiliki paspor.
Bahkan, NA sempat sakit dan harus diinfus sebanyak dua botol.
Menurut NA, pada 31 Mei 2023 rumah itu digerebek petugas. Namun dia tidak mengetahui apakah itu petugas imigrasi atau kepolisian.
“Karena panik, kita dibawa sembunyi oleh teteh. Saya nggak tahu nama aslinya, dibawa ke ruangan bawah tanah,” kata NA.
Usai penggerebekan yang berhasil dihindari itu, para calon pekerja migran ini diperintahkan berbenah dan dibawa ke Lampung.
Keberangkatan menuju Lampung itu dilakukan secara terpisah. NA menyampaikan,ada yang menggunakan mobil berisikan 6 orang.
Kemudian Di sebuah SPBU sebelum Pelabuhan Merak, para korban ini lalu dikumpulkan dan diangkut menggunakan bus.
Bus lalu menyeberang ke Lampung dengan kapal Ferry.
NA mengatakan, pengawas yang ikut bersama mereka melarang agar para korban tidak turun dari bus selama penyeberangan.
“Di atas kapal itu kita semua dilarang untuk turun dari bus, tapi kami berontak karena kami ingin buang air kecil,” kata NA.
Setelah diperbolehkan turun dari bus, pengawas perempuan itu bahkan ikut masuk ke kamar mandi untuk mengawasi.
Perjalanan darat itu lalu berakhir di sebuah rumah besar tidak terurus yang belakangan di ketahui milik oknum polisi yang berada di Jalan Padat Karya, Kecamatan Rajabasa pada Jumat (2/6/2023).
NA menuturkan tetangga rumah sempat bertanya apakah mereka rombongan siswa sekolah atau TKW (tenaga kerja wanita).
“Ada satu orang yang jawab TKW,” kata NA.
Pengawas yang dipanggil Teteh itu sempat mendengar dan memarahi karena jawaban salah satu korban.
“Kenapa dijawab? Kenapa nggak diam aja?” kata NA menirukan ucapan pengawas itu.
Dua hari di rumah itu, anggota polisi dari Kepolisian Daerah Lampung datang dan mengevakuasi mereka.
NA mengaku lega dan bersyukur, begitu juga teman-teman nya yang lain lantaran mendapatkan kejelasan setelah terombang-ambing dan dilempar ke sana kemari oleh para pelaku.
“Saya ucapkan terima kasih kepada Polda Lampung kami sudah diselamatkan, saya berharap bisa pulang secepatnya ke rumah,” kata NA.
Diberitakan sebelumnya, sebanyak 24 warga NTB diselamatkan dari upaya perdagangan orang saat transit di Lampung.
Para calon pekerja migran Indonesia (PMI) ini hendak diselundupkan ke wilayah Timur Tengah.
Wakil Direktur Direktorat Kriminal Umum (Ditkrimum) Polda Lampung AKBP Hamid Andri Soemantri mengatakan 24 PMI tersebut diselamatkan dari rumah penampungan di wilayah Kecamatan Rajabasa pada Senin (5/6/2023). (Red)