UPT DLH, UPT Perdagangan TKP, dan Paguyuban Pasar Bambu Kuning Bersinergi Atasi Sampah
JK, BANDAR LAMPUNG – Persoalan sampah di Pasar Bambu Kuning kini ditangani melalui kolaborasi antara Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Lingkungan Hidup (DLH), UPT Perdagangan Tempat Khusus Pasar (TKP), serta Paguyuban Pedagang Bambu Kuning. Sinergi lintas pihak ini bertujuan menciptakan solusi berkelanjutan bagi masalah kebersihan yang selama ini dikeluhkan pedagang maupun pengunjung pasar, Kamis (28/08/2025).
Kegiatan penanganan sampah dilakukan dengan melibatkan pedagang, pengelola pasar, dan instansi terkait. Langkah bersama ini diharapkan dapat menekan volume tumpukan sampah yang muncul setiap hari di kawasan pasar.

Kepala UPT TKP, Hendro Rudiyanto, SH, menyatakan apresiasi atas partisipasi berbagai pihak.
“Persoalan sampah di pasar bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama. Kolaborasi ini menjadi awal yang baik menuju pasar yang lebih bersih,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Perhimpunan Pedagang Bambu Kuning Trade Center (PPBTC), Arnita Purnamawati, menegaskan dukungan penuh dari para pedagang.
“Kami menyambut baik inisiatif ini. Walaupun ada keterbatasan armada dari pihak DLH, dengan kerja sama seluruh pihak, kami optimistis persoalan sampah dapat diatasi,” katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala UPT Perdagangan, Supriadi, turut menyambut baik langkah kolaboratif tersebut. Ia menekankan pentingnya sinergi sebagai kunci keberhasilan dalam menjaga kebersihan pasar.
Pasar Bambu Kuning merupakan salah satu pusat perdagangan utama di Kota Bandar Lampung. Pasar ini menggabungkan konsep tradisional dan modern dengan tingkat kunjungan tinggi setiap hari. Meski demikian, pengelolaan sampah masih menjadi tantangan serius yang kini mulai ditangani secara bersama-sama.
Kolaborasi ini diharapkan dapat menjadi model penerapan kebersihan lingkungan pasar yang berkelanjutan di Bandar Lampung.(kwt)
FKIP Terima Benchmarking dan Kerja Sama dengan Universitas LP Ma’arif Lampung
Lampung – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Lampung (Unila) menerima kunjungan benchmarking dari Universitas…
Memasuki Purna Bakti, Jaimin, Agustina dan Hotmuda Simarmata Pamit
Lambar – Memasuki purna tugas sebagai Apartur Sipil Negara (ASN) per 01 September 2025 tiga pegawai…
Pemprov Lampung Perkuat Kewaspadaan dan Kesiapsiagaan Hadapi Bencana Alam
JurnalKota.net – Bandar Lampung — Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan mengikuti Rapat Admin Game Tanggap Darurat dalam menghadapi Megathrust dan Tsunami secara virtual bertempat di Ruang Kerja Sekda, Kamis (28/08/2025).
Penyelenggaraan kegiatan ini didasari oleh Peraturan Presiden Nomor 202 Tahun 2024 tentang Dewan Pertahanan Nasional dan Direktif Menteri Pertahanan RI selaku Ketua Harian Dewan Pertahanan Nasional dalam rangka penyusunan Solusi Kebijakan tentang Tanggap Darurat dalam Menghadapi Megathrust dan Tsunami kepada Presiden Republik Indonesia selaku Ketua Dewan Pertahanan Nasional.
Wakil Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Wamenhan RI) sekaligus Sekretaris Dewan Pertahanan Nasional Marsekal Madya TNI (Purn) Donny Ermawan T., M.D.S., M.S.P. dalam kesempatan tersebut berharap forum ini dapat menghasilkan solusi kebijakan strategis lintas sektor dalam menghadapi skenario terhadap bencana megathrust dan tsunami.
“Diharapkan para pelaku aktif tau apa yang menjadi tugas, fungsi dan kewenangan dari kementerian dan lembaga masing-masing bisa dilakukan, apa yang harus dilakukan dan juga kendala-kendala apa yang dialami sehingga dari sinilah kita lihat, kita akan rumuskan solusi kebijakan apa yang dapat dilakukan,” ucapnya.
Megathrust adalah jenis gempa bumi besar yang terjadi akibat pergeseran lempeng tektonik di zona subduksi. Di Selat Sunda, tekanan akumulasi lempeng dapat melepaskan energi besar—jika lepas secara tiba-tiba, dapat memicu tsunami.
Menurut peneliti BRIN, jika terjadi gempa megathrust berkekuatan hingga M 8,7, tsunami dengan tinggi antara 4–8 meter berpotensi menerjang wilayah pesisir Lampung dalam waktu kurang dari satu jam. Meski begitu, kesiapsiagaan dan mitigasi yang matang membuat masyarakat bisa selamat dan tetap tenang.
Sebagai bentuk kesiapan di daerah, Pemerintah Provinsi Lampung telah menerbitkan Rencana Kontinjensi Bencana Tsunami Provinsi Lampung yang diterbitkan dalam Peraturan Gubernur Lampung Nomor 29 Tahun 2023 Tentang Rencana Kontinjensi Bencana Tsunami.
Dalam Peraturan Gubernur Lampung Nomor 29 Tahun 2023 Tentang Rencana Kontinjensi Bencana Tsunami dijelaskan bahwa Rencana Kontinjensi Bencana Tsunami Provinsi Lampung dimaksudkan untuk memberikan acuan bagi seluruh pemangku kepentingan dalam penanganan darurat bencana tsunami dalam mewujudkan penanganan bencana tsunami yang cepat, tepat, efektif, terkoordinasi dan menyeluruh di Provinsi Lampung.
Rencana Kontinjensi tersebut memuat beberapa poin strategis, antara lain :
1. Menyepakati skenario, tujuan, kebijakan, dan strategi dalam menghadapi kondisi darurat.
2. Mengkoordinasikan lembaga, organisasi, dan masyarakat agar mampu merespon dengan cepat, terpadu, dan akuntabel.
3. Memastikan ketersediaan sumber daya serta mekanisme pengambilan keputusan yang cepat untuk mempercepat respon bencana dan menyelamatkan nyawa.
4. Menyatukan komitmen lintas pihak untuk bertindak secara terkoordinasi sebelum keadaan darurat terjadi.
5. Menggerakkan sumber daya secara efektif dalam penanganan darurat.
Dengan adanya rencana tersebut, Pemerintah Provinsi Lampung berkomitmen memperkuat kesiapsiagaan serta mempercepat respon terhadap potensi ancaman bencana tsunami, khususnya di wilayah pesisir Lampung yang rawan terdampak.
Selain itu, berbagai upaya konkrit mitigasi telah dilakukan oleh Pemprov Lampung dan stakeholder terkait, antara lain :
*1. Surat Edaran Gubernur dan Tingkat Daerah.*
Penjabat Gubernur Lampung telah mengeluarkan Surat Edaran No. 140 Tahun 2024 agar seluruh kabupaten/kota menyiapkan ulang alarm peringatan dini, jalur evakuasi, rambu-rambu, serta simulasi bencana.
*2. Peningkatan Alat Peringatan Dini dan Sensor.*
Terdapat 18 titik seismometer dan 19 Warning Receiver System (WRS) aktif di Lampung, untuk mendeteksi gempa dan menyampaikan informasi secara cepat kepada masyarakat.
*3. Jalur Evakuasi dan Shelter.*
Jalur evakuasi dan shelter yang siap digunakan di Kabupaten Lampung Selatan telah dipetakan 15 titik evakuasi menuju 13 shelter seperti masjid dan sekolah di Kecamatan Katibung, Sidomulyo, dan Kalianda. Jalur tersebut diuji secara lapangan: durasi evakuasi berkisar antara 7 hingga 13 menit.
*4. Edukasi Publik dengan Prinsip 20:20:20.*
Jika merasakan gempa selama 20 detik, segera bergerak dalam 20 menit menuju lokasi aman dengan elevasi minimal 20 meter .
*5. Zonasi Risiko dan Sosialisasi.*
Area Rawan Tsunami, Studi pemetaan risiko menunjukkan beberapa wilayah pesisir, termasuk Bandar Lampung dan Lampung Selatan, tergolong “zona merah” — tinggi risiko. Pemetaan ini melibatkan identifikasi jalur evakuasi dan zona aman sebagai langkah mitigasi langsung .
*6. Sinergi Antar Instansi.*
Respons terpadu antara Pemprov, BPBD, Basarnas, TNI/Polri, dan instansi lain untuk respons cepat dan terintegrasi dalam menghadapi bencana.
*7. Simulasi dan Rambu Evakuasi.*
Pemerintah daerah telah menindaklanjuti edaran untuk memasang papan informasi, rambu evakuasi, dan menggelar simulasi kesiapsiagaan bersama komunitas lokal.
Mitigasi ini bertujuan untuk memberikan jaminan, bahwa Pemerintah Provinsi Lampung siap dan akan bertindak cepat jika bencana terjadi. Keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama.
Melalui teknologi, infrastruktur, edukasi, dan kolaborasi, masyarakat Lampung dapat menghadapi potensi ancaman dengan tenang, waspada, dan penuh persiapan.*
Sekdaprov Lampung Lantik Dua Pejabat Eselon II, Dorong Pembangunan Desa dan Perlindungan Perempuan-Anak
JurnalKota.net – BANDAR LAMPUNG—Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan, mewakili Gubernur Lampung melantik dua pejabat pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung. Pelantikan berlangsung di ruang rapat utama kantor Gubernur Lampung, Kamis, (28/08/2025).
berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Lampung Nomor 800.1.3.3/4769/VI.04 Tahun 2025, Dua pejabat yang dilantik adalah Saipul, S.Sos., M.IP, yang sebelumnya menjabat Penelaah Teknis Kebijakan di Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, kini dipercaya sebagai Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Transmigrasi (PMDT). Sementara itu, Dra. Hanita Fahrial, M.Si, yang sebelumnya menjabat Sekretaris Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, naik menjadi Kepala dinas di instansi tersebut.
Dalam sambutan tertulis Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal yang dibacakan Sekda, Gubernur menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mempercepat pembangunan.
“Keberhasilan seorang pejabat tidak ditentukan oleh jabatan semata, melainkan kemampuan membangun kerja sama dan menciptakan dampak nyata bagi masyarakat,” ucap Sekda.
Kepada Saipul, Gubernur menitipkan amanah besar untuk memperkuat pembangunan desa dan kawasan transmigrasi. Pemerintah ingin desa menjadi pusat pertumbuhan ekonomi rakyat dan motor pembangunan berkelanjutan di daerah.
“Saya ingin agar program strategis pusat dan provinsi di bidang pemberdayaan masyarakat desa diintegrasikan secara konkret. Kita harus bekerja cepat, tepat, dan terukur,” ujar Sekda.
Ia menekankan prinsip membangun dari desa dan dari bawah sebagaimana tertuang dalam Asta Cita Presiden Republik Indonesia, yang hingga kini dinilai masih relevan sebagai fondasi pembangunan nasional. Lampung ditargetkan menjadi contoh provinsi yang mampu menjalankan agenda pembangunan desa dengan cepat, mandiri, dan berdaya saing.
Selain itu, Dinas PMDT juga diminta mendukung program pemberian makanan bergizi gratis yang menjadi prioritas nasional. Program tersebut dianggap membutuhkan sinergi kuat dengan pemerintah desa, pendamping lokal, dan lembaga masyarakat agar efektif menjangkau anak-anak, terutama di wilayah pedesaan dan transmigrasi.
Sementara itu, untuk Hanita, Gubernur menekankan bahwa pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak adalah isu strategis dalam pembangunan manusia. Ia ditugaskan menjadi motor penggerak kebijakan yang berpihak pada kelompok perempuan, anak, dan masyarakat rentan.
“Langkah strategis seperti penguatan layanan PPPA, pencegahan kekerasan berbasis gender, serta edukasi publik harus diperluas,” ucap Sekda.
Menurut Gubernur, agenda tersebut selaras dengan misi menyiapkan sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas 2045. Pemerintah ingin memastikan tidak ada warga yang tertinggal dalam proses pembangunan, termasuk perempuan dan anak.
Pelantikan dua pejabat eselon II ini disebut menjadi bagian dari upaya peremajaan birokrasi Pemprov Lampung. Pemerintah ingin memastikan perangkat daerah dijalankan oleh pejabat yang memiliki kapasitas dan integritas untuk mewujudkan visi Bersama Lampung Maju Menuju Indonesia Emas.
Dengan penempatan pejabat baru di dua sektor strategis ini, pemerintah berharap penguatan pembangunan desa dan perlindungan kelompok rentan bisa berjalan beriringan. Dampaknya diharapkan tidak hanya mempercepat pertumbuhan ekonomi berbasis masyarakat, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup keluarga di Lampung secara menyeluruh. *
Pemprov Lampung Genjot Produksi Kopi Robusta Lewat Inovasi Budidaya Sistem Pagar
JurnalKota.net – Bandar Lampung – Pemerintah Provinsi Lampung melalui Dinas Perkebunan Provinsi Lampung terus mengembangkan inovasi budidaya kopi untuk meningkatkan produksi sekaligus memperkuat posisi Lampung sebagai salah satu daerah penghasil kopi terbesar di Indonesia.
Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Lampung, Ir. Yuliastuti, M.T.A, memaparkan berbagai langkah strategis yang dijalankan sepanjang tahun 2025, termasuk penerapan sistem budidaya pagar pada tanaman kopi robusta.
“Sistem pagar memungkinkan jarak tanam lebih rapat sehingga populasi pohon per hektare dapat meningkat dua kali lipat. Jika sebelumnya rata-rata 2.000–2.500 batang per hektare, kini bisa mencapai 4.000 batang. Dengan asumsi satu pohon menghasilkan satu kilogram kopi, maka produksi dapat meningkat hingga 4 ton per hektare,” jelas Yuliastuti saat konferensi pers bersama media di Ruang Video Confrence Dinas Kominfotik Provinsi Lampung, Kamis (28/8/2025).
Berdasarkan data BPS Lampung 2025, luas areal perkebunan kopi di Lampung mencapai 152.507 hektare, dengan rincian: Tanaman belum menghasilkan: 6.800 hektare, Tanaman menghasilkan: 138.000 hektare dan Tanaman tua dan rusak: 6.800 hektare.
Produksi rata-rata kopi Lampung saat ini sekitar 120.377 ton per tahun, atau masih di bawah 2 ton per hektare. Namun, sejumlah petani binaan sudah mampu menghasilkan hingga 3,5 ton per hektare melalui teknik budidaya yang lebih intensif.
Yuliastuti menjelaskan, untuk tanaman tua dan rusak dilakukan program replanting (peremajaan) dengan metode sambung samping. Sementara tanaman yang belum menghasilkan diberi perlakuan khusus agar cepat berproduksi.
Dinas Perkebunan Provinsi Lampung melalui dukungan penuh dari Gubernur Rahmat Mirzani Dajusal telah mengalokasikan anggaran untuk pembangunan demplot (lahan percontohan) kopi sistem pagar di Kabupaten Lampung Barat dan Tanggamus. Lahan percontohan ini diharapkan menjadi rujukan bagi petani dalam menerapkan pola tanam intensif, termasuk penggunaan pupuk organik dan teknik pemangkasan yang tepat.
Selain itu, pemerintah juga mendorong penggunaan metode petik merah untuk menjaga kualitas biji kopi serta mengarahkan petani agar tidak menjemur hasil panen di atas tanah secara langsung. Pemerintah menyediakan bantuan berupa terpal, alat penggiling (grinder), dan huller untuk meningkatkan kualitas pasca panen.
Tidak hanya fokus pada produksi, Dinas Perkebunan Lampung juga menyiapkan program hilirisasi kopi berupa pelatihan roasting, pengemasan (packaging), dan akses pasar yang melibatkan Dinas Perindustrian dan Perdagangan.
Menurut data BPS, nilai ekspor kopi Lampung pada 2025 mencapai lebih dari USD 400 juta, dengan tujuan utama Amerika Serikat, Jepang, dan negara-negara Eropa.
“Dengan inovasi budidaya, peremajaan tanaman, dan penguatan hilirisasi, kami menargetkan peningkatan signifikan baik dari sisi volume maupun nilai ekspor kopi Lampung. Hal ini juga sejalan dengan program Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif, mandiri, dan inovatif,” tutur Yuliastuti.
Meski kopi robusta menjadi komoditas unggulan, Lampung juga mulai mengembangkan kopi arabika di Kabupaten Lampung Barat, khususnya di Kecamatan Sekincau pada ketinggian 1.000–1.200 mdpl. Namun, karakteristik kopi robusta yang kuat tetap menjadi identitas utama Lampung di pasar nasional maupun internasional.*
Pemprov Lampung Siap Dukung Sensus Ekonomi 2026, Data Ekonomi Jadi Fondasi Pembangunan
JurnalKota.net -Bandar Lampung —- Kepala Dinas Kominfotik Provinsi Lampung, Ganjar Jationo, menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Lampung siap berkolaborasi dalam mendukung dan menyukseskan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026).
Hal tersebut disampaikan Ganjar Jationo saat menjadi narasumber dalam kegiatan Sosialisasi Sensus Ekonomi 2026, di Swiss-Belhotel, Kamis (28/8/2025).
“Kami punya sumber daya, BPS punya sumber daya, mungkin kompetensinya agak berbeda tetapi kita sama-sama pemerintah. Kita sadar data itu penting, seluruh sumberdaya BPS dan sumberdaya pemerintah bisa kita gerakkan bersama-sama,” kata Ganjar Jationo.
Kadis Kominfotik selanjutnya menambahkan agar kegiatan sosialisasi SE2026 dilakukan hingga ke tingkat desa sehingga seluruh masyarakat memahami manfaat Sensus Ekonomi.
Kepala BPS Provinsi Lampung, Ahmad Riswan Nasution, menjelaskan bahwa Sensus Ekonomi 2026 bertujuan untuk menyediakan data dasar seluruh kegiatan ekonomi sebagai landasan penyusunan kebijakan dan perencanaan pembangunan nasional dan daerah.
Sensus Ekonomi 2026 akan dilaksanakan pada Mei-Juli 2026 dengan cakupan seluruh wilayah Indonesia dan seluruh sektor usaha di luar pertanian. Data yang dikumpulkan mencakup unit-unit usaha skala besar hingga kecil, dengan pendekatan yang mengintegrasikan ekonomi digital, data spasial, serta prinsip keberlanjutan.*
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal Raih Penghargaan sebagai Kepala Daerah Pendukung Gerakan Zakat Indonesia dari Badan Amil Zakat Nasional
JurnalKota.net – JAKARTA —– Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal meraih penghargaan sebagai Kepala Daerah Pendukung Gerakan Zakat Indonesia dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).
Penghargaan ini diterima Gubernur Mirza dalam ajang Baznas Awards 2025 “Menguatkan Baznas, Mendukung Asta Cita” di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta Utara, Kamis (28/8/2025).
Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas komitmen dan dukungan Gubernur Mirza dalam memperkuat pengelolaan zakat di Provinsi Lampung.
Pemerintah Provinsi Lampung dinilai aktif mendorong sinergi antara Baznas di daerah, instansi pemerintah, serta masyarakat dalam mengembangkan potensi zakat sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi umat.
Gubernur Mirza menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas penghargaan tersebut.
“Penghargaan ini adalah hasil kerja bersama seluruh elemen di Provinsi Lampung,” ujar Gubernur Mirza.
Sementara itu, Ketua Baznas RI Prof. Dr. Noor Achmad memberikan apresiasi kepada seluruh kepala daerah yang telah mendukung gerakan zakat.
Menurutnya, keberhasilan Baznas dalam menjalankan perannya tidak lepas dari peran strategis pemerintah daerah.
“Justru andalan di daerah adalah Gubernur, Bupati, dan Wali Kota. Apa yang Bapak Ibu berikan sangat berarti bagi Baznas. Tidak mungkin kami bisa menguatkan Baznas dan mendukung Asta Cita tanpa kehadiran para pemimpin daerah dan semua pihak,” ujar Noor.
Baznas Awards 2025 ini memberikan penghargaan kepada sejumlah kepala daerah, kementerian, lembaga, hingga media atas kontribusinya dalam mendukung gerakan zakat nasional.*
Bakrie Power Berminat Kembangkan Energi Terbarukan di Provinsi Lampung, Dukung Target Lampung Jadi Lumbung Energi Nasional
JurnalKota.net – BANDARLAMPUNG — Visi Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal yang menargetkan Lampung menjadi lumbung energi nasional, terus diimplementasikan oleh Pemerintah Provinsi Lampung. Bahkan, Bakrie Power berniat berinvestasi di sektor energi terbarukan ini di Provinsi Lampung.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Mulyadi Irsan memimpin rapat rencana pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dan energi terbarukan lainnya melalui skema investasi.
Rapat berlangsung di Ruang Asisten Perekonomian dan Pembangunan, dan dihadiri OPD terkait, perwakilan BUMD, serta perwakilan investor dari Bakrie Power, Kamis (28/8/2025).
Dalam rapat tersebut, Bakrie Power menyampaikan ketertarikannya terhadap potensi energi terbarukan di Lampung. Kekayaan sumber daya air dan infrastruktur seperti bendungan dinilai sangat mendukung pengembangan PLTS, pembangkit listrik tenaga air (hydropower), hingga ekosistem kendaraan listrik berbasis baterai (EV).
Mulyadi menyampaikan bahwa Lampung memiliki banyak potensi energi terbarukan, khususnya dari sumber daya air karena kondisi geografisnya yang pegunungan. Menurutnya, energi terbarukan nantinya tidak hanya berkontribusi pada pengurangan emisi, tetapi juga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Ia menambahkan bahwa pemerintah daerah mempersilakan Bakrie Power untuk melakukan kajian dan penelitian lebih lanjut mengenai potensi yang bisa dikembangkan. Pemerintah Provinsi Lampung siap memberikan dukungan sesuai kewenangan agar rencana investasi berjalan lancar. Sebagai langkah awal, PLTS Way Sekampung disebut dapat menjadi model pengembangan energi terbarukan di Lampung.*
Dialog Terbuka Pemprov Lampung dan Buruh, Langkah Positif Menuju Kebijakan Ketenagakerjaan yang Seimbang
JurnalKota.net – Bandar Lampung — Pemerintah Provinsi Lampung membuka ruang dialog konstruktif bersama Majelis Pekerja Buruh Indonesia (MPBI), serikat pekerja, pengusaha, dan seluruh pemangku kepentingan agar tercapai keseimbangan antara kesejahteraan pekerja dan kelangsungan usaha.
Hal tersebut ditegaskan oleh Gubernur Lampung yang diwakili oleh Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik Provinsi Lampung, Achmad Saefulloh yang didampingi Kepala Dinas Tenaga Kerja Provinsi Lampung Agus Nompitu saat menerima Audiensi bersama Majelis Pekerja Buruh Indonesia (MPBI) bertempat di Ruang Sungkai Balai Keratun Kantor Gubernur, Kamis (28/08/2025).
Dalam kesempatan tersebut MPBI menyampaikan beberapa aspirasi terkait ketenagakerjaan
Adapun hal-hal yang menjadi tuntutan Majelis Pekerja Buruh Indonesia (MPBI), yaitu :
1. Hapuskan Outsourcing dan Tolak Upah Murah.
2. Hentikan PHK Sepihak, Bentuk Satgas PHK, dan Jalankan Desk Ketenagakerjaan.
3. Reformasi Pajak Perburuhan.
4. Sahkan RUU Ketenagakerjaan (Tanpa Omnibus Law).
5. Sahkan RUU Perampasan Aset, Berantas Korupsi.
6. Revisi Undang-Undang Pemilu: Re-design Sistem Pemilu 2029.
Dalam kesempatan tersebut digelar dialog sebagai bentuk upaya penyelesaian berbagai isu seputar ketenagakerjaan.
Kegiatan audiensi ditutup dengan penyerahan dokumen Pernyataan Sikap dan pokok-pokok Pikiran Majelis Pekerja Buruh Indonesia (MPBI) Provinsi Lampung oleh Ketua DPW Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Lampung Sulaiman Ibrahim, kepada Gubernur Lampung yang diwakili oleh Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik Provinsi Lampung, Achmad Saefulloh.*
Peresmian Gedung Ibnu Sina Pondok Pesantren Wali Songo Meriahkan Peringatan Maulidurrosul di Lampung Tengah
JurnalKota.net – LAMPUNG TENGAH —– Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela meresmikan Gedung Baru Ibnu Sina di Pondok Pesantren Wali Songo, Lampung Tengah, Rabu (27/8/2025) malam.
Peresmian ini menjadi bagian dari peringatan Ta’dzim Maulidurrosul Nabi Muhammad SAW yang digelar di lingkungan pondok pesantren.
Wagub Jihan mengapresiasi berdirinya gedung baru yang megah tersebut. Ia berharap, gedung yang dinamai Ibnu Sina seorang ilmuwan besar di bidang kedokteran itu akan menjadi simbol kemajuan ilmu pengetahuan dan pendidikan di Provinsi Lampung.
“Selamat atas diresmikannya Gedung Ibnu Sina yang megah ini. Insya Allah, gedung ini akan menjadi bagian dari sejarah peradaban luar biasa di Provinsi Lampung, sejalan dengan nama besar Ibnu Sina, ilmuwan kedokteran yang mendunia,” ujar Jihan.
Wagub juga menyampaikan doa dan harapannya agar para santri yang menimba ilmu di gedung tersebut dapat tumbuh menjadi ilmuwan hebat di bidang masing-masing dan mampu menggapai cita-citanya.
“Saya doakan anak-anakku semua yang belajar di Gedung Ibnu Sina ini bisa menjadi ilmuwan-ilmuwan yang unggul dan bermanfaat bagi bangsa dan agama,” lanjutnya.
Dalam kesempatan itu, Jihan menegaskan bahwa pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang unggul adalah bagian penting dari visi Lampung Maju Menuju Indonesia Emas.
Ia menyatakan bahwa pondok pesantren memiliki peran strategis dalam mewujudkan visi tersebut, khususnya dalam menciptakan SDM yang berdaya saing.
“Visi Lampung Maju Menuju Indonesia Emas ini tidak mungkin tercapai tanpa kesiapan SDM yang kuat. Pondok pesantren di seluruh Provinsi Lampung sangat berjasa dalam mencetak generasi yang unggul dan menjadi pilar ketahanan daerah,” ujarnya.
Jihan turut mengapresiasi kiprah Pondok Pesantren Wali Songo yang dinilainya terus berkembang dari tahun ke tahun, menjadi lebih mandiri dan mampu berkontribusi langsung dalam menjawab berbagai persoalan sosial di masyarakat.
“Saya merasa bangga, pemerintah provinsi sangat mengapresiasi pondok pesantren ini yang terus istiqomah dalam mendidik dan mencetak santriwan-santriwati yang berkualitas,” katanya.
Pemerintah Provinsi Lampung, lanjut Jihan, terus berkomitmen meningkatkan pembangunan di seluruh kabupaten/kota, termasuk Lampung Tengah.
Salah satu fokus utama adalah memperkuat infrastruktur demi menunjang kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat.
“Anggaran untuk pembangunan infrastruktur, khususnya di Lampung Tengah, terus kami gelontorkan. Ini adalah bagian dari upaya kita membangun pondasi kuat bagi kemajuan daerah,” tutupnya.
Pada kesempatan itu juga, Wagub Jihan turut memberikan hadiah umroh kepada salah seorang santriwan yang fasih berbahasa arab dan inggris.
Acara peresmian dan Ta’dzim Maulidurrosul ini juga dihadiri oleh Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya, Pengasuh Majelis An Nur Bandar Lampung Habib Umar Bin Muhdhor Al Haddad dan Pengasuh Pondok Pesantren Wali Songo Romo Kyai Syaikhul Ulum Syuhadak.*
Kerusuhan Depan Mako Brimob Memanas, Massa Bakar Mobil dan Pos Polisi
JAKARTA – Kerusuhan di depan Markas Komando (Mako) Brimob Polda Metro Jaya, Jalan Usman Harun, Jakarta…
Walikota Bandar Lampung Hj. Eva Dwiana Hadiri Kegiatan Perkemahan Pramuka di Rajabasa
JK, BANDAR LAMPUNG – Walikota Bandar Lampung, Hj. Eva Dwiana, melakukan kunjungan kerja sekaligus menghadiri kegiatan perkemahan pramuka yang diselenggarakan di Bumi Perkemahan Pramuka, Kecamatan Rajabasa, Kota Bandar Lampung. Kamis (28/08/2025).
Dalam sambutannya, Walikota Hj. Eva Dwiana menyampaikan apresiasi dan rasa bangga kepada seluruh peserta perkemahan yang telah menunjukkan semangat kebersamaan, kedisiplinan, serta jiwa gotong royong yang menjadi ciri khas Gerakan Pramuka.
“Kegiatan pramuka bukan hanya melatih keterampilan, tetapi juga membentuk karakter generasi muda agar siap menjadi pemimpin di masa depan. Pemerintah Kota Bandar Lampung akan terus mendukung kegiatan positif seperti ini, karena generasi muda adalah aset bangsa,” ujar Walikota Eva Dwiana.
Acara ini turut dihadiri oleh unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Bandar Lampung, pejabat pemerintah daerah, serta jajaran pengurus Kwartir Cabang Gerakan Pramuka. Kehadiran Forkopimda menunjukkan dukungan penuh terhadap pengembangan generasi muda melalui kegiatan kepramukaan.
Kegiatan perkemahan tersebut diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai sekolah dan gugus depan pramuka se-Kota Bandar Lampung. Para peserta mengikuti berbagai rangkaian kegiatan seperti pelatihan keterampilan kepramukaan, penguatan wawasan kebangsaan, kegiatan seni budaya, serta kegiatan sosial kemasyarakatan.
Dengan adanya kegiatan ini, Pemerintah Kota Bandar Lampung berharap generasi muda semakin termotivasi untuk berperan aktif dalam pembangunan daerah, menjaga persatuan, serta menumbuhkan semangat nasionalisme di tengah masyarakat.(kwt)
Bupati Egi Raih Penghargaan Nasional iNews TV Atas Kepemimpinan Tanpa Batas Sosial
JAKARTA – Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, kembali mencatat prestasi di tingkat nasional. Dalam ajang…
Walikota Bandar Lampung Hj. Eva Dwiana Hadiri Rapat Paripurna Persetujuan Raperda APBD Perubahan 2025
JK, BANDAR LAMPUNG – Walikota Bandar Lampung, Hj. Eva Dwiana, menghadiri rapat paripurna DPRD Kota Bandar Lampung dalam rangka pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan Tahun Anggaran 2025. Kegiatan berlangsung di Ruang Sidang DPRD Kota Bandar Lampung. kamis, (28/08/2025).
Dalam rapat tersebut, Agusman Arief, SE, MM selaku juru bicara lintas fraksi menyampaikan bahwa seluruh fraksi DPRD Kota Bandar Lampung telah menyetujui rencana peraturan daerah mengenai APBD Perubahan Tahun Anggaran 2025. Persetujuan tersebut menjadi landasan bagi pemerintah daerah untuk menyesuaikan program kerja sesuai dengan kebutuhan masyarakat serta dinamika pembangunan kota.
Walikota Bandar Lampung Hj. Eva Dwiana dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada pimpinan dan seluruh anggota DPRD Kota Bandar Lampung atas komitmen dan dukungan dalam pembahasan Raperda APBD Perubahan 2025. Ia juga memberikan penghargaan sebesar-besarnya kepada masyarakat Bandar Lampung yang telah turut berperan aktif memberikan masukan dan dukungan terhadap jalannya pembangunan.
“Kami sangat berterima kasih kepada seluruh anggota DPRD dan masyarakat Kota Bandar Lampung atas kerja sama yang baik dalam mendukung APBD Perubahan ini. Semoga langkah bersama ini semakin memperkuat upaya kita dalam mewujudkan pembangunan yang merata, berkeadilan, dan bermanfaat bagi seluruh warga,” ujar Walikota Eva Dwiana.
Rapat paripurna ini menandai sinergi antara pemerintah kota dan legislatif dalam mengawal kebijakan pembangunan. Dengan disahkannya Raperda APBD Perubahan 2025, Pemerintah Kota Bandar Lampung berkomitmen untuk terus meningkatkan pelayanan publik, mempercepat pembangunan infrastruktur, serta memperkuat program sosial demi kesejahteraan masyarakat bandar Lampung. (kwt)