Usai Memboyong Penghargaan “The Most Inspiring & Leadership Women Asean Award 2024” di Yogyakarta, Nur Saadah Diterima Abah Lutfi Yahya Sosok

Pada waktu  S2 di UGM selain menulis Buku Blibiografi Beranotasi Usaha Kecil Menengah (Small Medium Enterprises) yang diterbitkan Pusat Studi Asia Pasifik UGM dan disponsori oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York, dan bukunya ada di perpustakaan Internasional di Hongkong yang bisa diakses 60 negara,  Perserikatan Bangsa-Bangsa, Perpustakaan-perpustakaan Universitas, kantor-kantor Pemerintahan, para Pelaku UKM, NGO, Asean, dan lain-lain, juga diminta Yang Mulia Sri Sultan sebagai Editor buku Menuju Jogya Propinsi Ramah Lingkungan Agenda 21 Pembangunan Pariwisata Berkelanjutan Daerah Istimewa Yogyakarta, yang ditulis Prof. Otto Soemarwoto, diterbitkan oleh Kantor Sekretaris DIY. Berkat penulisan buku tersebut melihat begitu kaya dan indahnya wisata-wisata dan seluk – beluk yang ada di Yogya serta semua kebudayaan yang ada di dalam Keraton untuk meningkatkan pariwisata di Yogyakarta.

Yayasan Nur Saadah Dimyati didirikan sepulang dari Palestina waktu membangun Rumah Sakit Indonesia Hebron di dekat Masjidil Aqsa. Bersama sahabat-sahabat Perempuan Insinyur Alumni S2 UGM, karena berawal masukkan dari kolega, masyarakat yang memerlukan, banyak yang menyampaikan kenapa jauh-jauh ke Palestina, Indonesia masih banyak orang yang susah, kata–kata ini terngiang-ngiang selalau, hingga yang saya lakukan menghubungi sahabat-sahabat saya waktu kuliah, alhamdulillah semua bersedia, dan sudah ada 6 cabang meliputi: DIY, Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, Kalimantan Selatan, Sumatera Barat, dan Sulawesi Selatan yang diketuai para sahabat-sahabat seperjuangan Insinyur Perempuan.

Kami mengurus Yayasan dengan cara yang berbeda karena kami Insinyur yang penting Goal Setnya dan memberi manfaat yang luas, dan yang lebih penting dari Politik adalah kemanusiaan, tuturnya.

Tinggalkan Balasan