JurnalKota.net – Bandarlampung – Politisi senior Lampung, M. Alzier Dianis Thabranie dengan tegas dan lantang mengaku siap kembali memimpin DPD I Partai Golkar Lampung. Hal menyusul dicopotnya Arinal Djunaidi sebagai Ketua DPD dan digantikan dengan Adies Kadir sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Ketua DPD I Partai Golkar Lampung.
Alzier yang juga Ketua DPD I Golkar Lampung 2004-2009, 2009-2015, dan 2015-2020 ini mengatakan Partai Golkar memiliki banyak kader yang layak untuk menjadi ketua DPD I. “Banyak, Sekretaris Ismet Robi, ada Azwar Yacub, dan masih banyak lain tokoh muda lainnya. Tapi kalau mereka nggak sanggup ya kita siap jadi ketua DPD,” ujarnya, Jumat (18/10).
Disinggung dua kader Golkar yang jadi Anggota DPR RI, Hanan A. Razak dan Rycko Menoza, Alzier meminta kepada mereka untuk fokus dan konsentrasi saja menjadi wakil rakyat di Senayan. “Urus DPR RI aja, nanti nggak konsentrasi. Biar kira-kira yang tinggal di Lampung aja yang jadi ketua DPD,” selorohnya.
Alzier mengaku miris dengan kondisi DPD I Partai Golkar Lampung saat ini semenjak dipimpin oleh Arinal Djunaidi. Menurutnya, DPD I Partai Golkar Lampung saat ini kurang memberi kontribusi kepada jajaran bawahnya, mulai dari DPD II, kecamatan, hingga tingkat desa, tidak ada kontribusi dari DPD I. “Masa’ pimpinannya ketua Golkar dan juga gubernur tapi anak buahnya amburadul, nggak ada fasilitas apapun,” paparnya.
Alzier mengatakan, pada zaman dia dulu memimpin Golkar Lampung, ia membelikan mobil untuk setiap DPD II. Tapi, sekarang, dia melihat, dalam membangun Golkar anggota fraksi disuruh sumbangan. “Di situ kelihatan, masa’ Gubernur minta sumbangan dari fraksi,” katanya.
Berangkat dari situ, dirinya siap ikut dalam Musda DPD I Partai Golkar Lampung dan siap merebut kembali kepemimpinan DPD I Partai Lampung. “Dan dalam waktu dekat ini, saya akan main-main lagi ke kantor DPD I, pulang ke rumah kitaz ngopi-ngopi bareng sekretaris Ismet, yang penting Arinal dah berhenti,” tukasnya.
Lebih lanjut dirinya berharap kepada Plt. Ketua DPD I Partai Golkar Lampung Adies Kadir untuk bisa lebih banyak menjalin koordinasi dan melibatkan tokoh Golkar Lampung yang masih ada. “Kita lihat aja, ketua Golkar Karyo Utama dah mati, Zulkarnain sudah mati, Jazuli Iza udah mati, tinggal gua sebiji aja lah ketua Golkar yang belum mati. Jadi kalau dia nggak ngeliat kita, gila aja dia, apalagi di junior dan adik saya,” tandasnya. (*).