PESISIR BARAT – Kapolres Pesisir Barat AKBP Alsyahendra SIK.MH didampingi Kabag Ops Polres Pesisir Barat Kompol…
Penulis: Redaksi
Pasca Terjangan Banjir, Warga Mendapatkan Bantuan Sembako dari Polres Pesisir Barat
PESISIR BARAT – Pasca terjangan banjir yang menimpa puluhan rumah yang berada di pesisir tengah polres…
DPW APPSI Provinsi Lampung Sukses Menggelar Muswil
LAMPUNG – Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Provinsi Lampung sukses menggelar…
Pj. Sekdaprov Lampung Tandatangani Bersama Pj. Bupati Lampung Barat Serah Terima Tanah Samsat Liwa
BANDAR LAMPUNG – Pemerintah Kabupaten Lampung Barat secara resmi menyerahkan aset berupa tanah kepada Pemerintah Provinsi…
Jokowi: Selamat Ulang Tahun Ke-52 untuk Seluruh Keluarga Besar PDIP
Solo – PDIP merayakan ulang tahun ke-52 pada Jumat (10/1). Mantan kader dan Presiden ke-7, Joko…
Pj. Bupati Lambar Nukman Hadiri Pleno Penetapan Bupati dan Wakil Bupati Terpilih
LAMPUNG BARAT – Penjabat (Pj) Bupati Lampung Barat, Drs. Nukman, M.M., menghadiri rapat pleno terbuka penetapan…
Sat Resnarkoba Polres Pesisir Barat Ungkap Kasus Penyalahgunaan Narkoba di Pekon Menyancang
PESISIR BARAT– Sat Resnarkoba Polres Pesisir Barat berhasil mengungkap kasus penyalahgunaan narkoba pada Senin malam, 06…
DPRD Lampung Selatan Bentuk Pansus Pemekaran Daerah Otonomi Baru
LAMPUNG SELATAN — Mulai 8 Januari 2025, setelah disetujuinya nama Bandar Negara sebagai Daerah Otonomi Baru…
Komisi IV DPRD Pesawaran Dampingi Anak Korban Kekerasan
Lampung, Pesawaran – Kekerasan terhadap anak kembali terjadi. Seorang bocah di bawah umur dianiaya guru ngaji karena dituduh mencuri. Kasus ini mendapat perhatian serius Ketua Komisi IV DPRD Pesawaran Muhammad Rinaldi dan sejumlah anggota komisi lainnya.
Tindakan main hakim sendiri ini bermula saat korban MRA (9) dipaksa kawan-kawannya untuk mencuri. Jika tidak mau, maka korban akan dimusuhi. Karena takut akhirnya korban masuk ke rumah seorang ustadz di sebuah pondok pesantren di Desa Negeri Sakti, Kabupaten Pesawaran.
Apes, saat masuk area pondok, korban tertangkap pemilik kawasan pondok pesantren. Seorang ustadz kalap. Korban digebuki hingga babak belur. Tak puas, korban disundut besi panas di punggung, perut dan tangannya. Korban juga dipaksa mengaku nyolong duit Rp 10 juta.
“Begitu dapat laporan tentang kasus penganiayaan anak di bawah umur ini, saya langsung berkoordinasi dengan ibu Maisuri. Saya minta tolong untuk mengawal kasusnya. Malam itu juga Alhamdulillah dinas langsung turun untuk pendampingan korban,” ujar Rinaldi saat ditemui di lokasi kejadian.
Kepala Dinas Perlindungan Perempuan dan Anak Kabupaten Pesawaran Maisuri bergerak cepat.
“Malam itu kami langsung kirim staf untuk dampingi korban ke rumah sakit melakukan visum. Saat ini sedang dilakukan BAP oleh pihak kepolisian untuk proses hukumnya. Kami juga siap memberikan bantuan konsultasi psikiater apabila dibutuhkan oleh korban,” jelas Maisuri.
Menanggapi ini, Sekretaris Komisi IV, Yasser Syamsurya Ryacudu sangat menyayangkan kasus kekerasan pada anak di bawah umur yang terjadi di pondok pesantren.
“Praktek main hakim sendiri seperti ini kan menyalahi aturan hukum, apalagi ini korbannya anak-anak yang masih bisa dibina dengan teguran,” ujar Yasser. Informasi yang diterima, pondok pesantren tersebut ternyata belum berizin. (*)
Tilang Sistem Potong Poin Bakal Berlaku Tahun Ini
Jakarta – Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri akan menerapkan sistem poin pelanggaran kepada pengemudi yang melakukan…
Niat Bisa Dapat Kerja, 7 Perempuan di Palembang Justru Tertipu Rp 25 Juta
Sumsel – Tujuh perempuan muda asal Palembang menjadi korban penipuan dengan modus lowongan pekerjaan (loker) yang…
Dalam Waktu Dekat DPRD Lamsel Bakal Gelar Paripurna Tentang Usulan TPPD
LAMPUNG SELATAN — Setelah melalui proses panjang, Tim Persiapan Pemekaran Daerah (TPPD) Lampung Selatan akhirnya mendapatkan…
Unila Gelar Pelepasan 7080 Mahasiswa KKN MBKM Periode I 2025
Lampung – Universitas Lampung (Unila) mengadakan acara pelepasan mahasiswa yang akan mengikuti program Kerja Kuliah Nyata…
DPRD Sepakati APBD Jakarta Rp 91,34 Triliun: Tertinggi Sepanjang Sejarah
Jakarta – Badan Anggaran (Banggar) DPRD DKI Jakarta bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) DKI Jakarta…