Kinerja Industri Jasa Keuangan Provinsi Lampung Terjaga, OJK Lampung Optimis Tren Positif Terus Berlanjut

JurnalKota.net – Bandar Lampung, bensorinfo.com – Selasa,26 Juni 2024. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Lampung menggelar kegiatan Media Update Kinerja Industri Jasa Keuangan Provinsi Lampung periode Triwulan 1 – 2024 dengan mengundang insan media baik elektronik, cetak maupun online. Secara umum, kinerja industri jasa keuangan di Provinsi Lampung terus terjaga dengan baik, dengan tetap tumbuhnya sektor perbankan, baik dari sisi asset, kredit maupun dana pihak ketiga, yang juga diikuti dengan pertumbuhan sektor lainnya.

OJK Provinsi Lampung juga terus berupaya melakukan langkah-langkah untuk memastikan bahwa seluruh aspek pengawasan dan regulasi di sektor jasa keuangan tetap terjaga dengan baik, sehingga dapat memberikan perlindungan yang optimal bagi konsumen dan mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan bagi industri.

Perkembangan Sektor Perbankan (PBKN)
Kinerja perbankan di Provinsi Lampung menunjukkan pertumbuhan positif, yang tercermin dari Aset perbankan yang meningkat sebesar 9,46% pada triwulan 1 2024 dibandingkan periode triwulan 1 2023 dari sebesar Rp116,29 Triliun menjadi sebesar Rp127,29 Triliun. Sementara itu, jika dibandingkan dengan posisi Desember 2023 Total Aset Perbankan di Provinsi Lampung juga tercatat meningkat sebesar 1,61% dari sebesar Rp125,27 Triliun menjadi sebesar Rp127,29 Triliun.

Penyaluran kredit perbankan Lampung di Triwulan I – 2024 mengalami peningkatan bila dibandingkan dengan triwulan 1-2023 (yoy) yaitu meningkat sebesar Rp3,08 Triliun atau 4,06% yaitu dari sebesar Rp75,98 Triliun menjadi sebesar Rp79,06 Triliun. Sementara itu, jika dibandingkan dengan posisi Desember 2023 (ytd) juga mengalami peningkatan sebesar Rp1,19 Triliun atau 1,53% yaitu dari sebesar Rp77,86 Triliun menjadi Rp79,06 Triliun. Adapun 3 sektor ekonomi penyumbang kredit terbesar yaitu sektor penerima kredit bukan lapangan usaha, pedagang besar dan eceran serta pertanian, perburuan dan kehutanan.

Penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) Provinsi Lampung posisi triwulan 1-2024 tercatat mengalami peningkatan bila dibandingkan dengan triwulan 1-2023 (yoy) yaitu meningkat sebesar 2,03% dari sebesar Rp62,66 Triliun menjadi sebesar Rp63,93 Triliun. Demikian juga jika dibandingkan dengan posisi Desember 2023, tercatat meningkat sebesar 1,21% dari sebesar Rp63,16 Triliun menjadi Rp63,93 Triliun.

Pada triwulan 1 2024 kredit UMKM secara year on year (yoy) meningkat sebesar Rp4,02 Triliun (14,53%) dari Rp27,64 Triliun pada triwulan 1-2023 menjadi sebesar Rp31,65 Triliun pada posisi Triwulan 1-2024 yang berdampak pada peningkatan Share kredit UMKM sebesar 3,66% yaitu dari sebesar 36,38% menjadi sebesar 40,04%. Namun, peningkatan pertumbuhan kredit ini juga diikuti dengan meningkatnya rasio kredit bermasalah (NPL) yang naik sebesar 0,75% dari sebelumnya posisi Maret 2023 sebesar 3,51% menjadi sebesar 4,25% pada Maret 2024. Peningkatn ini disebabkan adanya peningkatan nominal NPL UMKM yang meningkat sebesar Rp0,38 Triliun yaitu dari sebesar Rp0,97 Triliun di Triwulan 1 2023 menjadi sebesar Rp1,35 Triliun di Triwulan 1 2024. OJK terus mendukung kinerja perbankan melalui kebijakan yang diperlukan sehingga dapat terus tumbuh berkelanjutan namun tetap prudent dalam aspek manajemen risiko.

Perkembangan Sektor Perasuransian, Penjaminan Dan Dana Pensiun (PPDP)

Asuransi
Pendapatan premi asuransi di Provinsi Lampung secara yoy tercatat mengalami penurunan sebesar -36,41% atau turun sebesar Rp237 Miliar, dari sebelumnya periode 31 Maret 2023 sebesar Rp651 Miliar turun menjadi sebesar RpRp414 Miliar di posisi 31 Maret 2024. Penurunan didorong dari turunnya premi asuransi umum sebesar -46,44% (Rp209 Miliar). Sementara premi asuransi jiwa di Lampung terkontraksi sebesar -13,93% yoy, atau turun sebesar Rp28 Miliar.

Dana Pensiun
Dana Pensiun di Provinsi Lampung tercatat mengalami pertumbuhan aset bersih sebesar 7,06% secara year on year (yoy), yang meningkat sebesar RpRp12,02 Miliar dari sebesar Rp170,24 Miliar di Desember 2022 menjadi sebesar Rp182,26M pada Desember 2023.
Perkembangan Sektor Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML)

Perusahaan Pembiayaan
Di Provinsi Lampung, nilai outstanding piutang pembiayaan posisi 31 Maret 2024 sebesar Rp9.997T. Secara year on year piutang pembiayaan mengalami kenaikan sebesar 6,92% atau naik sebesar Rp647M. Kenaikan didukung pada piutang pembiayaan modal kerja dan investasi yang masing-masing naik sebesar 34,26% dan 9,10%. Adapun komponen piutang pembiayaan berdasarkan sektor ekonomi, untuk 3 (tiga) besar didominasi oleh Perdagangan besar dan eceran; reparasi dan perawatan mobil dan sepeda motor sebesar 34, 60%, Pertanian, kehutanan dan perikanan sebesar 10,28%, dan Transportasi dan pergudangan sebesar sebesar 7,90%.

Perusahaan Modal Ventura
Pembiayaan atau penyertaan modal ventura di Lampung secara year on year (yoy), piutang pembiayaan mengalami kontraksi sebesar 1,39% atau turun sebesar 4,78 Miliar dari periode Rp344,18 Miliar di Maret 2023 menjadi sebesar Rp339,4 Miliar di posisi Maret 2024. Namun demikian, NPF yang tercatat mengalami sedikit perbaikan dari sebesar 8,83% di posisi Maret 2023 menjadi 8,41% di posisi Maret 2024.
Lembaga Keuangan Mikro
Perkembangan aset Lembaga Keuangan Mikro (LKM) di Provinsi Lampung tumbuh sebesar 9,40% (yoy) atau meningkat sebesar Rp3,4M dari sebelumnya tercatat sebesar Rp35,15M posisi 31 Desember 2022 menjadi sebesar Rp38,64M pada posisi posisi 31 Desember 2023. Peningkatan aset LKM didorong oleh peningkatan penyaluran pembiayaan LKM yang tumbuh 8,31% (yoy) atau meningkat sebesar Rp2M atau tercatat dari sebelumnya sebesar Rp23,33M pada Desember 2022 menjadi sebesar Rp25,43M.

Pergadaian
Jumlah penyaluran pinjaman oleh perusahaan pergadaian di Provinsi Lampung mengalami pertumbuhan sebesar 14,96% atau naik sebesar Rp105 Miliar dari sebelumnya sebesar Rp698 Miliar posisi Maret 2023 menjadi sebesar Rp803 Miliar posisi Maret 2024.

Fintech P2P Lending
Pertumbuhan outstanding pembiayaan Fintech P2P Lending di Provinsi Lampung tumbuh sebesar 18,24% secara yoy, meningkat Rp154 Miliar menjadi Rp995 Miliar. Adapun peningkatan Lender tercatat sebesar 98,01% yaitu dari 15.806 akun posisi 31 Maret 2024 menjadi 31.297 akun posisi 31 Maret 2024 dan peningkatan borrower tercatat sebesar 25,25% (yoy) yaitu dari 1.454.879 akun menjadi 1.822.176 akun.

Perkembangan Sektor Pasar Modal
Kuartal 1 2024 Jumlah Investor di Provinsi Lampung sebanyak 302.663 investor atau 2,41% dari total SID nasional yang mencapai 12.566.488 SID. Jumlah investor pasar modal meningkat yang ditunjukkan melalui single investor identification (SID) yang tumbuh 15,88% yoy atau meningkat sebanyak 41.486 SID. Jumlah investor terbanyak berada di Kota Bandar Lampung sebesar 97.907 SID atau 32,34% dari total investor di Lampung.
Pada kuartal 1 2024 perkembangan transaksi saham di Provinsi Lampung Lampung secara yoy menunjukkan peningkatan. Rata rata transaksi saham sebanyak Rp1.158 Miliar dari periode Maret 2023 sampai dengan Maret 2024. Peningkatan jumlah transaksi mencerminkan keyakinan investor yang masih cukup terjaga meski dihadapkan dengan berbagai tantangan serta situasi ekonomi global dan domestik. Tercatat transaksi saham dilakukan oleh investor di seluruh kabupaten/kota di Provinsi Lampung dengan transaksi terbesar berasal dari investor di Kota Bandar Lampung, Kabupaten Lampung Selatan dan Kabupaten Lampung Timur. Sementara transaksi dalam jumlah kecil dilakukan oleh Kabupaten Pesisir Barat dan Kabupaten Mesuji.

Securities Crowd Funding
Posisi 31 Desember 2023, sudah terdapat 3 Platform Penyelenggara SCF dan 12 penerbit SCF di Provinsi Lampung dengan total dana terhimpun sebanyak Rp5,42 Milyar dari 534 pemodal. Dimana 83,3% dari total seluruh Penerbit SCF di Provinsi Lampung mayoritas berasal dari Industri Agriculture. Dana terhimpun terbesar berasal dari industri Shopping & Retail yakni sebesar Rp2,5 Milyar atau 46% dari total dana terhimpun
Perkembangan Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen (PEPK)

Selama kuartal 1 2024, OJK Provinsi Lampung menerima dan memproses 313 layanan konsumen. Adapun rincian jumlah layanan konsumen selama kuartal 1 2024 dapat diklasifikasikan menjadi 104 layanan pengaduan, 180 layanan pertanyaan dan 29 layanan informasi.

Sedangkan untuk SLIK (Sistem Layanan Informasi Keuangan), selama kuartal 1 2024 OJK Provinsi Lampung telah menyelesaikan layanan SLIK sebanyak 1.380 permohonan, yang dilakukan secara online melalui Aplikasi iDebKU maupun walk-in (datang langsung ke kantor OJK). Secara keseluruhan terdapat 835 layanan SLIK secara Walk-In dan 547 layanan SLIK via online yang telah diberikan Kantor OJK Provinsi Lampung.

Dalam hal pelaksanaan edukasi, selama kuartal 1 2024, OJK Provinsi Lampung telah melaksanakan 20 kegiatan edukasi literasi dan inklusi keuangan kepada masyarakat dengan jumlah peserta mencapai 1.885 peserta (tidak termasuk audiens daring). Adapun klasifikasi peserta edukasi sendiri terdiri dari pelajar/santri, tenaga pengajar dan masyarakat umum.

Satgas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (SATGAS PASTI)
Telah dilakukan rapat koordinasi antar anggota Satgas PASTI di Provinsi Lampung yang dilaksanakan pada tanggal 7 Maret 2024. Selama tahun 2024, Satgas PASTI telah melakukan sosialisasi kepada Bhabinkamtibmas Polres Kabupaten Pesawaran, Polres Kabupaten Way Kanan dan Kabupaten Pesisr Barat. Sampai dengan kuartal I 2024, belum terdapat kegiatan penanganan entitas oleh Satgas PASTI.
PERKEMBANGAN TIM PERCEPATAN AKSES KEUANGAN DAERAH (TPAKD)
Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) di Provinsi Lampung telah terbentuk 16 TPAKD atau telah terbentuk seluruhnya diantaranya 1 TPAKD provinsi dan 15 TPAKD kabupaten/kota yang telah dikukuhkan. Dalam rangka pelaksanaan program kerja, TPAKD Provinsi Lampung terus melakukan koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten/Kota dalam penyusunan dan pelaksanaan program kerja TPAKD tingkat Provinsi maupun tingkat kabupaten/kota. Progress Program TPAKD Provinsi Lampung tahun 2023 triwulan IV, sebagai berikut:

Kartu Petani Berjaya
Total penyaluran KUR melalui KPB sejak awal penyaluran sampai kuartal 1 2024 sebesar Rp2,59 triliun dengan jumlah debitur 63.325. Total pengguna aktif e-KPB di Provinsi Lampung sebanyak 837.702 pengguna. Realisasi AUTP pada program KPB sebanyak 46.119 Ha dengan jumlah polis terbit sebanyak 74.558 petani dengan jumlah pendapatan premi sebesar Rp4,46 miliar.

Desa Inklusi Keuangan
Saat ini, sudah terdapat 16 Desa Inklusi Keuangan (di 4 kabupaten atau 31,25% dari total Kab/kota), mengalami penambahan 6 desa dari tahun 2022. Tercatat 2.601 desa dari 2.654 desa yang sudah terdapat agen laku pandai, per maret 2024, terdapat 50.229 agen laku pandai dengan jumlah nasabah 818.381 dengan total outstanding sebesar 57, 3 miliar. Tercatat 227 desa terdapat Agen BUMDES yang telah terintegrasi dengan E-SAMSAT serta 828 desa yang sudah memiliki agen bumdes. Kemudian, Desa Nabung Saham merupakan salah satu bagian dari program inisiatif TPAKD Provinsi Lampung, saat ini telah terdapat 341 investor saham di desa inklusi keuangan dengan rata-rata transaksi Rp1,01 miliar per bulan.

Optimalisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR)
Pencapaian penyaluran KUR pada Tahun 2023 tercatat sebesar Rp8,45 Triliun atau 74,35% dari kuota yang diberikan pemerintah dikarenakan kendala perubahan persyaratan pihak yang berhak mendapatkan KUR (agar tepat sasaran) dan penerbitan petunjuk teknis. Pencapaian ini lebih rendah dibandingkan pada tahun 2022 yang tercapai 106,11%. Pada tahun 2024 kuota KUR yang diberikan pemerintah untuk 10 bank penyalur yang berada di Provinsi Lampung sebesar Rp11,18 Triliun.(*)

TP2DD Provinsi Lampung Siapkan Inovasi Layanan Yang Memenuhi Preferensi Pembayaran Nontunai Masyarakat

JurnalKota.net – Bandar Lampung – Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Provinsi Lampung terus memperkuat upaya perluasan digitalisasi di Provinsi Lampung. Sinergi seluruh pihak terlibat sangat dibutuhkan untuk terus meningkatkan IETPD di Provinsi Lampung. “Beberapa hal terkait digitalisasi perlu menjadi perhatian Pemerintah Daerah (Pemda), di antaranya aksesibilitas teknologi dan telekomunikasi, kepercayaan masyarakat dalam bertransaksi elektronik, serta kerjasama antarinstansi untuk memperkuat ekosistem transaksi digital baik sektor pemerintah, swasta, maupun lembaga keuangan disampaikan oleh Pj. Gubernur Lampung, Dr. Drs. Samsudin, S.H., M.H dalam sambutannya pada kegiatan Capacity Building dan Pendampingan Pengisian Survei IETPD Semester | Tahun 2024 di Marriott Resort & Spa, Pesawaran, Selasa (25/06).

Sementara itu, Kepala Perwakilan BI Provinsi Lampung, Junanto Herdiawan mengatakan, “Berdasarkan hasil pengisian survei Indeks Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (IETPD) Lampung, salah satu tantangan digitalisasi di Lampung ada di sisi demand yaitu minat masyarakat dalam bertransaksi nontunai. Oleh karena itu, TP2DD di Provinsi Lampung harus terus berinovasi dalam memberikan solusi dan layanan pembayaran digital yang sesuai dengan kebutuhan Masyarakat”. Bank Indonesia juga turut mendukung perluasan digitalisasi sistem pembayaran di Provinsi Lampung dari sisi supply dan demand untuk mendorong peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD)

Pada kesempatan ini, Dara Ayu Prastiwi selaku Koordinator Bidang Ekonomi Daerah Kemenko Perekonomian memaparkan materi terkait Strategi Peningkatan Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah kepada Bapenda Provinsi, dan Bapenda/BPPRD Kabupaten/Kota di Provinsi Lampung. Lebih detail, Dara juga menyampaikan evaluasi terhadap IETPD dan Championship TP2DD Lampung bertujuan agar Pemda dapat melihat aspek yang perlu ditingkatkan guna mendorong tingkat elektronifikasi transaksi Pemda.

Kegiatan diakhiri dengan pendampingan pengisian survei IETPD semester I tahun 2024 oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung Bersama dengan BPD Provinsi Lampung yang terus berkomitmen untuk mendukung perluasan digitalisasi di Lampung. Harapannya, kegiatan ini dapat mendorong TP2DD di Provinsi Lampung untuk terus melakukan terobosan-terobosan dalam meningkatkan digitalisasi di daerah.(*)

Sektor Jasa Keuangan Terjaga Stabil dan Didukung Kinerja Intermediasi yang Semakin Kuat

JurnalKota.net – Jakarta, 10 Juni 2024 – Rapat Dewan Komisioner Bulanan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 29 Mei 2024 menilai sektor jasa keuangan terjaga stabil yang didukung oleh tingkat permodalan yang kuat dan likuiditas memadai di tengah ketidakpastian global akibat masih tingginya tensi geopolitik, potensi meluasnya perang dagang, serta kinerja perekonomian global yang masih di bawah ekspektasi.

Tensi perang dagang kembali meningkat akibat kenaikan tarif Amerika Serikat (AS) dan beberapa negara Amerika Latin terhadap produk Tiongkok, baik produk green technology maupun besi-baja. Pengenaan tarif ini berisiko memperluas perang dagang mengingat Tiongkok adalah mitra dagang utama dan salah satu investor terbesar di Kawasan Amerika Latin.

Di AS, tekanan inflasi kembali mereda di tengah moderasi pasar tenaga kerja dan kinerja sektor riil. Hal ini mendorong meredanya tekanan di pasar keuangan global setelah pasar kembali berekspektasi penurunan Fed Fund Rate (FFR) sebanyak dua kali di akhir tahun 2024.
Sementara itu, otoritas moneter di Eropa diekspektasikan akan lebih akomodatif untuk mendorong perekonomian yang lemah di tengah tingkat inflasi yang terus mereda. Pasar mengekspektasikan penurunan suku bunga pada Juni dan tiga kali pemotongan di 2024.

Di Tiongkok, menyikapi indikasi masih lemahnya kinerja perekonomian, Pemerintah menerbitkan insentif fiskal yang cukup agresif yang dibiayai oleh penerbitan special long-term bond sebesar CNY 1 triliun (sekitar USD138 miliar), penerbitan ke-4 sepanjang sejarah setelah diterbitkan pada 1998 (Asian Financial Crisis), 2008 (Global Financial Crisis), dan 2020 (pandemi).
Bank sentral juga akomodatif dengan menyuntikkan likuiditas ke sistem keuangan dan peluncuran beberapa kebijakan untuk mendorong pembiayaan di sektor properti. Sejalan dengan Tiongkok, Pemerintah dan Bank Sentral India juga melakukan buyback surat utang jangka panjang dan pendek untuk meningkatkan likuiditas di pasar dan menurunkan yield.

Di perekonomian domestik, pertumbuhan ekonomi di Q1 2024 lebih tinggi dari ekspektasi pasar didorong oleh pengeluaran pemerintah dan Lembaga Non Profit yang Melayani Rumah Tangga (LNPRT) sejalan dengan periode Pemilu, kebijakan kenaikan gaji dan pembayaran THR PNS/Pensiunan, serta periode Ramadhan/lebaran. Namun demikian, indikator perekonomian di awal Q2 2024 menunjukkan moderasi pertumbuhan khususnya data-data terkait permintaan masyarakat dan kinerja sektor yang terkait komoditas.

Perkembangan Pasar Modal dan Bursa Karbon (PMDK)

Di pasar saham, IHSG terkoreksi 4,15 persen ytd ke level 6.970,74 (melemah 3,64 persen mtd), dengan nilai kapitalisasi pasar sebesar Rp11,825 triliun atau naik 1,29 persen ytd, serta membukukan net sell sebesar Rp6,25 triliun ytd. Pelemahan terjadi di antaranya di sektor teknologi serta transportasi dan logistik (secara ytd). Di sisi likuiditas transaksi, rata-rata nilai transaksi harian pasar saham tercatat Rp12,17 triliun ytd.
Di pasar obligasi, indeks pasar obligasi ICBI menguat 1,53 persen ytd ke level 380,33, dengan yield SBN pada 30 Mei rata-rata naik sebesar 22,40 bps (secara ytd) dan non-resident mencatatkan net sell sebesar Rp35,08 triliun. Untuk pasar obligasi korporasi per akhir Mei 2024, investor non-resident juga mencatatkan net sell sebesar Rp1,57 triliun ytd.

Di industri pengelolaan investasi, nilai Asset Under Management (AUM) tercatat sebesar Rp822,48 triliun (turun 0,27 persen ytd), dengan Nilai Aktiva Bersih (NAB) reksa dana tercatat sebesar Rp482,23 triliun atau turun 3,83 persen ytd dan tercatat net redemption sebesar Rp75,94 triliun ytd pada 31 Mei 2024.
Penghimpunan dana di pasar modal masih dalam tren yang positif, tercatat nilai Penawaran Umum sebesar Rp86,92 triliun dengan 18 emiten baru. Sementara itu, masih terdapat 141 pipeline Penawaran Umum dengan perkiraan nilai indikatif sebesar Rp56,92 triliun.

Sedangkan untuk penggalangan dana pada Securities Crowdfunding (SCF) yang merupakan alternatif pendanaan bagi UKM, sejak pemberlakuan ketentuan SCF hingga Mei 2024 telah terdapat 17 penyelenggara yang telah mendapatkan izin dari OJK dengan 546 Penerbit, 174.873 pemodal, dan total dana yang dihimpun sebesar Rp1,13 triliun.
Pada Bursa Karbon, sejak diluncurkan pada 26 September 2023 hingga 31 Mei 2024, tercatat 62 pengguna jasa yang mendapatkan izin dengan total volume sebesar 608.427 tCO2e dan akumulasi nilai sebesar Rp36,77 miliar, dengan rincian nilai transaksi 26,86 persen di Pasar Reguler, 22,88 persen di Pasar Negosiasi dan 50,26 persen di Pasar Lelang. Ke depan, potensi Bursa Karbon masih sangat besar mempertimbangkan terdapat 3.765 pendaftar yang tercatat di Sistem Registri Nasional Pengendalian Perubahan Iklim (SRN PPI) dan tingginya potensi unit karbon yang dapat ditawarkan.(*)

Inflasi Gabungan Provinsi Lampung Mei Stabil di Tengah Pasokan yang Terjaga

JurnalKota.net, Lampung – Indeks Harga Konsumen (IHK) di Provinsi Lampung Mei 2024 relatif stabil dan tercatat mengalami inflasi 0,08% (mtm), lebih tinggi dibandingkan April 2024 yang tercatat mengalami deflasi sebesar 0,01% (mtm).

Realisasi tersebut lebih rendah dibandingkan rata-rata tingkat inflasi di Provinsi Lampung pada Mei dalam 3 (tiga) tahun terakhir sebesar 0,22% (mtm) namun lebih tinggi dari tingkat inflasi nasional yang mencatat deflasi sebesar 0,03% (mtm).

Secara tahunan, IHK di Provinsi Lampung pada Mei 2024 mengalami inflasi 3,09% (yoy), lebih tinggi dibandingkan inflasi nasional yang tercatat sebesar 2,84% (yoy) namun lebih rendah dibandingkan dengan inflasi pada bulan sebelumnya sebesar 3,29% (yoy).

Dilihat dari sumbernya, pada Mei 2024 terdapat sejumlah komoditas yang mengalami inflasi, antara lain bawang merah, emas perhiasan, kopi bubuk, cabai merah, dan sigaret kretek mesin (SKM) dengan andil masing-masing sebesar 0,21%; 0,06%; 0,04%; 0,03%; dan 0,03%.

Kenaikan harga bawang merah disebabkan oleh keterbatasan pasokan akibat banjir di daerah sentra produksi di Jawa Tengah yang merupakan pemasok bawang merah terbesar untuk Lampung.

Peningkatan harga emas perhiasan sejalan dengan berlanjutnya tren kenaikan harga emas dunia seiring dengan ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

Lebih lanjut, peningkatan harga kopi bubuk disebabkan oleh terbatasnya bahan baku seiring penurunan produksi kopi robusta asal Lampung menjelang panen raya yang akan berlangsung pada Juni 2024.

Selanjutnya peningkatan harga SKM sejalan dengan penerapan tarif cukai hasil tembakau pada awal tahun 2024. Di sisi lain, inflasi lebih tinggi tertahan oleh beberapa komoditas yang mengalami deflasi seperti: beras, daging ayam ras, angkutan antar kota, cabai rawit, dan bawang putih dengan andil masing-masing sebesar -0,44%; -0,32%; -0,06%; -0,02%; dan -0,02%.

Penurunan harga beras sejalan dengan terjaganya pasokan pasca periode panen raya serta relaksasi harga eceran tertinggi (HET) untuk komoditas beras medium dan premium hingga 31 Mei 2024.

Lebih lanjut, penurunan harga daging ayam ras disebabkan oleh relaksasi harga acuan pembelian (HAP) untuk komoditas jagung pipilan kering serta telur dan ayam ras.

Adapun penurunan tarif angkutan antar kota terjadi seiring dengan normalisasi permintaan pasca high demand periode HBKN Idulfitri. Penurunan harga cabai rawit dan bawang putih disebabkan oleh pasokan dan permintaan yang terjaga.

Ke depan, KPw BI Provinsi Lampung memprakirakan bahwa inflasi IHK di Provinsi Lampung akan tetap terjaga pada rentang sasaran inflasi 2,5±1% (yoy) sampai dengan akhir tahun 2024. Namun, diperlukan upaya mitigasi risiko-risiko sebagai berikut, antara lain dari Inflasi Inti berupa (i) Potensi kenaikan permintaan agregat yang didorong oleh kenaikan UMP tahun 2024; (ii) Berlanjutnya kenaikan harga emas dunia sejalan dengan belum meredanya tensi geopolitik di Timur Tengah; (iii) melemahnya nilai tukar berpotensi menghambat komoditas yang bertumpu pada impor. Sementara itu dari sisi Inflasi Volatile Food (VF), adalah (i) Peningkatan harga komoditas hortikultura, terutama bawang merah akibat banjir di daerah sentra produksi dan kenaikan harga bawang putih sejalan dengan masih tingginya harga di negara asal impor; (ii) Kenaikan harga referensi minyak kelapa sawit pada awal tahun; (iii) Meningkatnya harga daging dan telur ayam ras seiring dengan tingginya harga pakan ayam. Selanjutnya risiko dari Inflasi Administered Price (AP) yang perlu mendapat perhatian di antaranya yaitu (i) Kenaikan harga minyak dunia sejalan dengan berlanjutnya ketidakpastian kondisi perang di Timur Tengah (ii) Kenaikan harga aneka rokok sejalan dengan kenaikan tarif cukai rokok tahun 2024 sebesar 10% dan rokok elektrik sebesar 15%.

Meninjau perkembangan inflasi bulan berjalan dan mempertimbangkan risiko inflasi ke depan, Bank Indonesia dan TPID akan terus berupaya menjaga stabilitas harga. Adapun strategi 4K yang ditempuh adalah sebagai berikut:

  1. Keterjangkauan Harga

a. Melakukan operasi pasar beras/SPHP secara kontinyu hingga harga kembali turun sampai dengan HET.

b. Melakukan monitoring harga dan pasokan, khususnya pada komoditas bawang merah, daging ayam ras, dan gula pasir, telur ayam ras, minyak goreng, dan aneka cabai.

2. Ketersediaan Pasokan

a. Memperkuat dan memperluas Kerjasama Antar Daerah (KAD) Intra Provinsi Lampung.

b. Implementasi percepatan penanaman padi, realisasi penyaluran pupuk bersubsidi, optimalisasi peran bendungan dan pompanisasi, pendistribusian varietas yang cukup resisten terhadap genangan, dan pendistribusian traktor/alsintan.

3. Kelancaran Distribusi

a. Memastikan kecukupan kapasitas dan jumlah moda transportasi untuk menjaga kelancaran lalu lintas angkutan barang dan manusia.

b. Melanjutkan upaya percepatan perbaikan jalan Kabupaten/Kota dan Pedesaan.

4. Komunikasi efektif

a. Melakukan rapat koordinasi secara formal, dilaksanakan rutin setiap minggu, dan informal, melalui WhatsApp Group, dalam rangka menjaga awareness TPID Lampung terkait dinamika harga dan pasokan terkini.

b. Memperkuat sinergi komunikasi dengan media dan masyarakat dalam rangka menghindari perilaku panic buying. (*)

Bank Indonesia Provinsi Lampung Ajak Generasi Muda Tingkatkan Daya Literasi Melalui Perayaan World Book Day Tahun 2024

JurnalKota.net –  Bank Indonesia Provinsi Lampung gaungkan perayaan World Book Day tahun 2024 untuk tingkatkan daya literasi putra-putri Provinsi Lampung. Melalui penyelenggaraan talkshow gerakan literasi yang bertema “Salurkan Inovasi dan Menginspirasi”, Perpustakaan Bank Indonesia Provinsi Lampung bekerjasama dengan Pemerintah Daerah untuk membangun kesadaran masyarakat dalam menghargai pentingnya buku dan
keterampilan literasi.

“Kesadaran generasi muda dalam meningkatkan daya literasi perlu dibangun sejak dini, mengingat tekanan distraksi yang tinggi dari social media pada era digitalisasi ini, terutama berbagai informasi bohong atau hoax.” disampaikan oleh Junanto Herdiawan, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Lampung, pada saat menyampaikan keynote speech pembuka acara di Swissbel-hotel Bandar Lampung (29/05).

Daya literasi yang baik menjadi fondasi bagi generasi muda dalam mengembangkan kompetensi dan kualitas karakternya, melalui pengelolaan pengetahuan dan informasi dengan bijaksana.

Penulis buku “Filosofi Teras”, Henry Manampiring, membedah karyanya untuk meningkatkan minat generasi muda dalam membaca suatu karya tulis. Dengan membedah buku “Filosofi Teras”, Henry menjelaskan filsafat Stoa yang digambarkan secara sederhana dalam karyanya.

“Buku Filosofi Teras menggambarkan inti trikotomi kendali yang dicetuskan William Irvine secara sederhana dan related dengan kehidupan sehari-hari generasi milenial dan Gen Z. Dengan membacanya, kita dapat mempelajari bahwa tidak semua hal ada dalam kendali kita, namun ada juga emosi-emosi negatif yang bisa kita kendalikan” ujar Henry.

Upaya peningkatan semangat literasi melalui pendekatan bedah buku ini diharapkan dapat mendorong minat baca generasi muda, dengan terbukanya pemahaman bahwa suatu karya tulis mampu menyajikan solusi atas permasalahan kehidupan sehari-hari.

Lebih lanjut, Purwanto Putra, pegiat literasi, juga menyampaikan bahwa literasi merupakan jendela bagi generasi muda untuk menguasai keterampilan abad ke-21.

“Gerakan Literasi Nasional menjadi salah satu cara agar  masyarakat Indonesia terbiasa membaca buku, misalnya seperti penduduk Jepang yang menghabiskan waktu perjalanan dengan membaca buku” ujar Purwanto.

Perpustakaan merupakan salah satu instrumen Gerakan Literasi Nasional untuk meningkatkan minat baca, yang memiliki beragam pustaka referensi kredibel bagi generasi muda dalam mengembangkan diri.

“Perpustakaan menghadapi tantangan untuk mempertahankan eksistensinya,  berbagai inovasi perlu dilakukan untuk menarik minat kunjungan generasi muda, seperti penyediaan e-book yang mudah diakses atau dipinjam. Kendati demikian, minat baca tetap menjadi faktor penting yang mendorong hidupnya suasana perpustakaan, semoga generasi muda Lampung semakin termotivasi untuk membaca buku dengan seminar dan bedah buku seperti hari ini” ujar Purwanto.

Perayaan World Book Day yang dilaksanakan setiap tanggal 23 April di seluruh dunia merupakan wujud sikap mengormati buku dan penulisnya. Buku memiliki peran penting dalam perkembangan suatu bangsa karena perannya sebagai penghubung antarmasa, antargenerasi, dan antarbudaya.

Tanggal 23 April memiliki makna khusus dalam dunia sastra, yaitu sebagai hari wafatnya penulis-penulis ternama seperti William Shakespeare, Miguel de Cervantes, dan Inca Garcilaso de la Vega.

Kegiatan talkshow gerakan literasi yang diselenggarakan oleh Perpustakaan Bank Indonesia Provinsi Lampung hari ini diharapkan dapat meningkatkan baca serta menyulut semangat generasi muda untuk meningkatkan daya literasinya.

Peserta talkshow yang mayoritas merupakan mahasiswa dan pelajar sangat antusias dalam menyimak pemaparan narasumber, ditunjukan dengan keikutsertaan 358 peserta di Swissbel-hotel Bandar Lampung dan 229 peserta yang menonton melalui zoom meeting dan siaran live kanal youtube Bank Indonesia Provinsi Lampung. (*)

OPTIMISME KONSUMEN TERHADAP PEREKONOMIAN LAMPUNG PADA APRIL 2024 TETAP KUAT

JurnalKota.net – Keyakinan masyarakat Lampung terhadap kinerja ekonomi Lampung secara
keseluruhan pada April 2024 tetap kuat. Hal ini terindikasikan dari hasil Survei Konsumen
Bank Indonesia Provinsi Lampung (BI Lampung) yang menunjukkan bahwa Indeks
Keyakinan Konsumen (IKK) berada pada level optimis (>100) sebesar 141,75. Optimisme
konsumen tersebut tercatat lebih tinggi jika dibandingkan dengan 129,00 pada bulan Maret
2024. IKK Provinsi Lampung yang tetap positif, sejalan dengan IKK Nasional pada April
2024 yang sebesar 127,7, atau tetap berada pada level optimis.
Indeks Kondisi Ekonomi (IKE) yang mencerminkan persepsi konsumen terhadap
kinerja perekonomian saat ini tetap berada pada level optimis. Hal ini tercermin dari IKE
sebesar 125,17 dibandingkan dengan 117,00 pada bulan Maret 2024. Tetap kuatnya
keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini didukung oleh optimisme
konsumen terhadap penghasilan, ketersediaan lapangan kerja saat ini, dan tingkat
konsumsi barang tahan lama (durable goods).
Pada April 2024, 54,5% responden memiliki persepsi bahwa penghasilan saat ini
meningkat jika dibandingkan dengan 6 bulan yang lalu. Sementara itu keyakinan konsumen
dalam melakukan pembelian durable goods lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya.
Tercatat 34,5% responden yang mengkonsumsi durable goods saat ini meningkat,
sementara 52,0% responden lainnya menyatakan relatif stabil. Konsumsi durable goods
yang meningkat terutama pada belanja furnitur dan perabotan rumah tangga serta belanja
elektronik yang masing-masing tercatat sebanyak 42,0%.
Sementara itu, Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) yang mencerminkan persepsi
konsumen terhadap kinerja perekonomian 6 bulan ke depan (Oktober 2024) juga tetap
berada pada level optimis yaitu pada April 2024 tercatat sebesar 158,33, lebih tinggi jika
dibandingkan dengan 141,00 pada periode sebelumnya. Ekspektasi konsumen terhadap
kondisi ekonomi ke depan yang tetap optimis terutama ditopang oleh meningkatnya
perkiraan penghasilan 6 bulan yang akan datang. Sebanyak 64,5% responden
memprakirakan penghasilan 6 bulan mendatang meningkat, sementara 33,5% responden
lainnya memprakirakan stabil. Sebanyak 41,9% responden menyatakan penghasilan yang
lebih tinggi pada 6 bulan mendatang karena adanya kenaikan/tambahan gaji/upah,
sementara 34,9% responden menyatakan karena didorong oleh kenaikan omzet. Di sisi lain

indeks ekspektasi terhadap perkiraan kondisi kegiatan usaha secara umum pada 6 bulan
yang akan datang tercatat sebesar 157,50, lebih tinggi jika dibandingkan dengan 129,50
pada bulan sebelumnya. Hal ini sejalan dengan peningkatan pada perkiraan ketersediaan
lapangan kerja pada 6 bulan yang akan datang.(*)

Pekan Raya Lampung 2024 Hadirkan Sejumlah Layanan dan Fasilitas Terbaik

JurnalKota.net – Bandar Lampung, Perhelatan hiburan masyarakat Pekan Raya Lampung (PRL) akan segera berlangsung di PKOR Wayhalim Bandar Lampung pada 22 Mei–10 Juni 2024 .

Sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan, PRL rencananya akan buka pada 22 Mei peresmiannya langsung oleh Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi.

Project Manager PRL 2024, Sukaryadi, menuturkan persiapan yang sudah dilakukan sudah mencapai 90 persen.

Ia menegaskan pegelaran PRL sebisa mungkin mengutamakan kenyamanan pengunjung, dengan berbagai fasilitas dan layanan yang terbaik.

“Semua sudah memenuhi semua ketentuan. Kita berusaha memberi yang terbaik dari segi ketertiban, keamanan, lingkungan, maupun fasilitas,” ujarnya , Sabtu, 18 Mei 2024.

Harga tiket yang tersedia pun beragam, mulai dari Rp15.000 hingga Rp50.000 rupiah.

Sementara terkhusus anak-anak, lansia di atas 60 tahun, dan ibu hamil panitia tidak memungut biaya alias gratis.

Tak hanya itu, Sukaryadi menegaskan pihaknya juga sudah menyiapkan mobil operasional, yang akan mereka gunakan untuk menjemput para pengunjung dari arah Sultan Agung sampai Bypass.

Itu kita kasih gratis supaya semakin mempermudah dan membuat nyaman pengunjung,” ujarnya.

Selain itu, ada juga berbagai wahana serta fasilitas yang panitia suguhkan untuk masyarakat Lampung.

Antara lain wisata kuliner, permainan anak-anak, festival musik daerah, serta hiburan anak muda semua akan tersedia di sini.

Sukaryadi menyebutkan sebanyak 10.000 pengunjung targetnya akan memeriahkan perhelatan tahunan ini.

Sebagai bagian dari upaya mengembangkan perekonomian masyarakat Lampung. Sejumlah UMKM pun turut terlibat dalam PRL tahun ini.

Sukaryadi menyebut total ada sekitar 73 UMKM yang sudah masuk seleksi.

“Pekan Raya Lampung ini adalah hiburan masyarakat Lampung sarana untuk bersantai bersama keluarga. Jadi silakan masyarakat datang dan sama-sama kita meriahkan,” ucapnya.(*)

Forum Investasi Lampung Segera Sampaikan Proyek Investasi yang Siap Ditawarkan

JurnalKota.net – Forum Investasi Lampung (FOILA) perkuat sinergi dalam mengakselerasi investasi melalui penyajian
daftar proyek investasi yang siap ditawarkan (Investment Project Ready to Offer atau I-PRO). Dalam
mempersiapkan I-PRO, pemahaman dan kapabilitas anggota FOILA hingga ke level kabupaten/kota perlu
diperkuat mengingat besarnya potensi daerah untuk dieksplorasi. “Dalam mengoptimalkan potensi sektor
pertanian, perkebunan, pariwisata, hingga energi baru-terbarukan Lampung yang tersebar di kabupaten/kota,
kita perlu pahami bersama dan siapkan I-PRO yang sesuai dengan preferensi pasar internasional” disampaikan
oleh Junanto Herdiawan, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Lampung, ketika membuka kegiatan Capacity
Building FOILA (16/05/24) di Holiday Inn Bukit Randu Bandar Lampung.
Proyek investasi yang siap ditawarkan atau I-PRO harus memenuhi beberapa kriteria agar dapat
diterima oleh calon investor pada skala internasional. Disampaikan oleh Ratih Purbasari Kania, Director of
Natural Resource Planning BKPM, proyek I-PRO harus memenuhi aspek legal, teknis, bankable, atraktif, dan
memiliki model bisnis yang jelas dan terukur. “Kami menghargai keseriusan Provinsi Lampung dalam
mendorong investasi melalui FOILA. Langkah berikutnya adalah mengeksplorasi potensi daerah menjadi daftar
proyek investasi berstatus I-PRO, artinya clear and clear, memiliki model bisnis berkelanjutan, serta tentunya
menguntungkan bagi calon investor.” Ujar Ratih Purbasari.
Dalam perancangan proyek-proyek investasi berstatus I-PRO, Pemerintah perlu mendorong
penerapan skema Creating Shared Value (CSV) untuk mendayagunakan masyarakat lokal. “Dengan prinsip CSV,
investor tidak hanya memberikan bantuan sosial, namun mendukung transformasi petani atau masyarakat lokal
menjadi small holder melalui sarpras produktif, pembiayaan, dan pembinaan.” Disampaikan oleh Welly
Soegiono, Director of External Affairs PT. GGP. “Dalam bisnis PT. GGP, kami membina petani pisang di
Tanggamus dan menjadi offtaker yang memasarkan pisang mereka ke pasar ekspor dengan harga yang
mendukung kenaikan kesejahteraan petani.” Lanjutnya. Sebagai provinsi dengan keunggulan pada sektor
pertanian dan perkebunan, Welly mengatakan bahwa kesejahteraan petani merupakan faktor penting yang
mendukung keberlanjutan usaha dalam jangka panjang. “Pemerintah melalui K/L dan OPD teknis yang
membidangi juga harus bersinergi untuk menghadirkan kemudahan investasi dari sisi fiskal maupun nonfiskal
pada proyek-proyek I-PRO.”
Pada sesi akhir Capacity Building ini, anggota FOILA dari kabupaten/kota juga memperoleh
refreshment terkait penggunaan website FOILA. Refereshment ini diharapkan dapat meningkatkan partisipasi
aktif kabupaten/kota dengan pembaharuan berkala informasi dalam website FOILA untuk mendorong
peningkatan investasi di Lampung. Saat ini, calon investor dapat dengan mudah mempelajari perkembangan
perekonomian Lampung dan berbagai proyek investasi yang ditawarkan melalui https://investlampung.id/.
Sinergi antar anggota FOILA yang semakin kuat diharapkan dapat meningkatkan peran investasi agar
pertumbuhan ekonomi Provinsi Lampung dapat mencapai level sebelum pandemi Covid 19, atau tumbuh di atas
5% (yoy) per tahun. Capacity Building FOILA yang diinisasi oleh Bank Indonesia Provinsi Lampung ini dihadiri
oleh Bappeda, DPMPTSP, Disparekraf, dan Biro/Bagian Perekonomian Provinsi dan Kabupaten/Kota di Provinsi
Lampung

Pekan Raya Lampung Sudah 80%

JurnalKota.net – Bandar lampung, SuryaLampung – Project Manager sukaryadi saat di konfirmasi terkait persiapan pekan raya lampung di ruang kerjanya pada rabu 15 Mei 2024 menjelaskan bahwasanya Pekan Raya Lampung di Provinsi Lampung saat ini sudah berjalan 80℅

Saat ini pemasangan tenda sarnafal, rijing, dan wahana mainan anak-anak sudah mulai terpasang dan untuk tiket pun sudah biasa dibeli secara online melalui loket.com dan untuk para pengunjung anak-anak, lansia, dan ibu hamil tidak perlu membeli tiket masuk (GRATIS) tetapi dengan ketentuan yang berlaku “ungkapnya”

“Lanjut” Selain itu nantinya pihak panitia akan menyediakan mobilisasi buat para pengunjung dari get masuk ke lokasi wahana di karenakan jarak get masuk ke wahana lumayan jauh.

Masi di tempat yang sama Project Manager sukaryadi menambahkan bahwasanya acara pekan raya lampung bukanlah acaranya penyelenggaraan atau IO tetapi ini merupakan gagasan dari pak gubernur yang mana mewujudkan salah satu program dari lampung berjaya.

Selain menampilkan Artis-artis dari ibu kota kita juga akan menampilkan banyak ragam kesenian budaya lampung yang mana bisa di nikmati dari pukul 15:00 Wib panitia akan menyajikan seperti pentas musik pelajar dan umum, pentas seni tari, pentas alat musik tradisional lampung dan masi banyak lagi.”ujarnya”

Project Manager sukaryadi berharap hadirnya pekan raya lampung 2024 kali ini masyarakat lampung khususnya dapat terhibur dan membawa berkah serta manfaat yang positif.(*)

Pengumuman Pembukaan Seleksi Calon Anggota Komisaris dan Direksi BUMD Kabupaten Lampung Barat 2024

JurnalKota.net – Berdasarkan Surat Penjaringan Calon Anggota Komisaris BUMD Kabupaten Lampung Barat nomor : 500/ 140 / 04 / 2024 Pemerintah Kabupaten Lampung Barat membuka kesempatan bagi setiap Warga Negara Indonesia yang berminat dan memenuhi syarat menjadi Direksi Perusahaan Pesagi Mandiri Perseroda dan Anggota Komisaris Perusahaan Perseroan Daerah Pesagi Mandiri dari unsur Pejabat Pemerintah Daerah Kabupaten Lampung Barat yang dilaksanakan mulai tanggal 14 Mei 2024 hingga tanggal 21 Mei 2024 untuk calon Anggota Komisaris dan 24 Mei 2024 untuk anggota Direksi.

Surat Pengumuman Penjaringan Calon Anggota Komisaris BUMD.pdf

Persyaratan Umum, Ketentuan Pendaftaran, Jadwal Pelaksanaan serta template Lampiran Persyaratan pendaftara dapat dilihat pada Surat terlampir berikut.

Calon Direksi BUMD.pdf
Calon Anggota Komisaris.pdf

Surat Lamaran yang telah ditulis/diketik dan ditandatangani menggunakan Matrai Rp. 10.000,- dapat dikirim secara langsung atau melalui pos kepada : PANITIA SELEKSI DIREKSI PERUSAHAAN PESAGI MANDIRI PERSERODA KABUPATEN LAMPUNG BARAT
Alamat sekretariat :
Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah Kabupaten Lampung Barat
JL. Raden Intan II No.1 Way Mengaku, Liwa, Kabupaten Lampung Barat 3481

Selama Proses seleksi, pelamar tidak dipungut biaya.

Seluruh pengumuman dan perkembangan tahapan seleksi akan disampaikan melalui Website Pemerintah Kabupaten Lampung Barat.(*)

Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Terjaga Di Tengah Dinamika Geopolitik Global

JurnalKota.net – Jakarta, 13 Mei 2024. Rapat Dewan Komisioner Bulanan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 2 Mei 2024 menilai stabilitas sektor jasa keuangan nasional tetap terjaga stabil dengan kinerja intermediasi yang kontributif. Kondisi tersebut didukung oleh likuiditas yang memadai dan tingkat permodalan yang kuat di tengah peningkatan ketidakpastian global akibat ketegangan geopolitik dan trajectory penurunan inflasi yang berada di bawah ekspektasi pasar sehingga menimbulkan tekanan di pasar keuangan.

Di Amerika Serikat (AS), Gross Domestic Product (GDP) AS melambat sebesar 1,6 persen qtq (sebelumnya: 3,4 persen), yang merupakan penurunan terendah dalam dua tahun terakhir, disebabkan oleh peningkatan impor yang signifikan. Meskipun demikian, kinerja ekonomi AS masih menunjukkan tanda-tanda penguatan yang lebih tinggi dari ekspektasi. Hal ini mendorong kembalinya ekspektasi suku bunga high/er for longer sehingga pasar memprediksi probabilitas pemotongan Fed Funds Rate (FFR) semakin menurun.
Berbeda dengan The Fed, Europan Central Bank (ECB) dan Bank of England (BOE) dihadapkan dilema antara pertumbuhan yang rendah dan inflasi yang masih tinggi di Kawasan Eropa, namun pasar mengekspektasikan BOE dan ECB akan memilih menurunkan suku bunga untuk mendorong pertumbuhan. Di Tiongkok, rilis beberapa kinerja ekonomi di atas ekspektasi pasar meskipun masih terjadi pelemahan permintaan domestik sehingga pemerintah masih cenderung menerapkan kebijakan fiskal dan moneter yang akomodatif.
Di perekonomian domestik, inflasi inti mengalami peningkatan yang mengindikasikan pemulihan permintaan dalam periode Pemilu dan bulan Ramadhan. Sektor manufaktur juga mengalami peningkatan kinerja, didorong oleh naiknya volume pesanan dan produksi baru.
Penguatan tersebut terefleksi dari peningkatan pertumbuhan ekonomi Q1 2024 menjadi 5,11 persen yoy (Q4 2023: 5,04 persen yoy), terutama didorong oleh peningkatan konsumsi Lembaga Non Profit yang melayani Rumah Tangga (LNPRT) yang tumbuh 24,3 persen dan konsumsi pemerintah sebesar 19,9 persen. Ke depan, perlu dicermati potensi normalisasi pertumbuhan ekonomi seiring telah berakhirnya periode pemilu dan Ramadan di tengah berlanjutnya normalisasi harga komoditas yang menekan pertumbuhan ekspor.(*)

Simolek Goes To School: OJK Lampung Menggandeng BI Dan BPD Lampung Edukasi Guru Dan Pelajar di Lampung Utara

Jurnal kota net – Lampung Utara, 03 Mei 2024. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Lampung bersama dengan Bank Indonesia (BI) dan PT Bank Pembangunan Daerah Lampung (BPD Lampung) memberikan edukasi literasi keuangan kepada para pelajar dan guru di SMP Negeri 1 Abung Semuli, Lampung Utara. Kegiatan ini merupakan program OJK Provinsi Lampung dengan nama SiMolek Goes to School yang bertujuan untuk menghadirkan sosialisasi/edukasi yang bersifat Edutainment kepada kalangan pelajar, masyarakat umum, serta kelompok masyarakat lainnya.

Dalam kegiatan tersebut, dihadiri oleh 60 orang guru dan 800 pelajar. OJK memberikan edukasi mengenai fungsi dan tugas OJK serta pengelolaan Keuangan (menabung dari uang saku), dari Bank Indonesia mengenai pengenalan mata uang rupiah dan QRIS, serta dari BPD Lampung materi mengenai pengenalan produk Simpanan Pelajar (SiMPEL) sekaligus diberikan pembukaan rekening SiMPEL untuk pelajar yang hadir dalam kegiatan tersebut.

“Melalui kegiatan SiMolek Goes to School ini, kami berharap dapat memberikan kontribusi yang bermanfaat bagi peningkatan literasi dan inklusi keuangan di Provinsi Lampung, khususnya kepada pelajar di SMP Negeri 1 Abung Semuli” Ungkap Analis Senior PEPK dan LMS OJK Provinsi Lampung, Tri Reswanti dalam sambutannya.

OJK Provinsi Lampung mengenalkan Kelembagaan OJK kepada guru dan pelajar, serta bagaimana pelajar dapat menggunakan uang saku harian untuk hal-hal yang bermanfaat, salah satunya untuk disisihkan ke tabungan, untuk masa depan (persiapan masuk ke tingkat SLTA maupun perkuliahan).

Bank Indonesia Perwakilan Lampung, menyampaikan pengetahuan mengenai bagaimana menggunakan uang rupiah dengan baik (antara lain menjaga fisik uang supaya tetap dalam kondisi baik), termasuk mengenali keaslian uang rupiah. Selain itu, transaksi menggunakan QRIS juga diperkenalkan kepada pelajar dan khususnya kepada guru-guru. Sedangkan dari BPD Lampung, produk tabungan SiMPEL (Sipanan Pelajar), menjadi prioritas yang dikenalkan kepada pelajar, bahkan dibagian akhir juga dilakukan pembukaan rekening tabungan SiMPEL untuk 100 pelajar yang hadir.

“Saya sebagai pelajar merasa senang, bisa dapat ilmu, bisa bernyanyi bersama. Kegiatan seperti ini belum pernah ada di sekolah” ungkap Yose Hariyanto, pelajar kelas VIII.

Mulyadi selaku Kepala SMP Negeri 1 Lampung mengucapkan rasa terima kasih kepada OJK, BI, dan BPD Lampung atas terselenggaranya kegiatan SiMolek Goes to School. Dirinya berharap para pelajar dapat menerapkan sehingga dapat meningkatkan literasi keuangan para pelajar.

Kegiatan Edukasi ini pada akhirnya diharapkan dapat meningkatkan indeks literasi dan inklusi Keuangan di masa yang akan datang, khususnya untuk Provinsi Lampung.(*)

Harga Komoditas Kompak Turun: Minyak Anjlok 1,3 Persen, Timah Jatuh 1,5 Persen

Harga minyak turun hampir USD 1 per barel pada hari Jumat (10/5) karena komentar dari pejabat…

Rapat Berkala KSSK II 2024: Stabilitas Sistem Keuangan Nasional Tetap Terjaga

JurnalKota.net – Stabilitas Sistem Keuangan (SSK) Indonesia pada triwulan l-2024 masih dalam kondisi terjaga, didukung oleh kondisi fiskal, moneter, dan sektor keuangan yang stabil, dalam rillis yang diterima media, Minggu (5/5/2024).

Namun, terdapat peningkatan ketidakpastian dan gejolak geopolitik global yang mendorong peningkatan tekanan di pasar keuangan global dan domestik.

KSSK akan terus melakukan asesmen forward looking atas kinerja perekonomian dan sektor keuangan terkini seiring risiko ketidakpastian ekonomi global yang meningkat serta gejolak geopolitik dunia yang eskalatif.

Menteri Keuangan, Gubenur Bank Indonesia (Bl), Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK),dan Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS)dalam Rapat Berkala KSSK ll- 2024 pada hari Selasa, 30 April 2024 berkomitmen untuk terus memperkuat koordinasi dan sinergi,serta meningkatkan kewaspadaan ketidakpastian ekonomi dan pasar keuangan global serta gejolak geopolitik yang eskalatif, termasuk rambatannya pada perekonomian dan sektor keuangan domestik.

Outlook pertumbuhan ekonomi global diprakirakan relatif stagnan dengan berbagai risiko dan tantangan.Dalam laporan terbaru World Economic Outlook April 2024,IMF memproyeksikan ekonomi global stagnan di level 3,2% yoy di tahun 2024.

Sementara itu, perekonomian Amerika Serikat(AS) tumbuh pada level 2,5% yoy di tahun 2023, dan diprakirakan kembali menguat ke 2,7% yoy di tahun 2024 seiring dengan kuatnya permintaan domestik dan aktivitas manufaktur AS yang masih ekspansif.

Masih kuatnya kinerja ekonomi AS tersebut diikuti dengan kembali meningkatnya laju inflasi dalam beberapa bulan terakhir, sehingga mendorong potensi penundaan dimulainya pemangkasan suku bunga acuan The Fed (high for longer).Di sisi lain,Tiongkok diprakirakan tumbuh melambat dari 5,2%yoy ditahun 2023 ke level 4,6% yoy di tahun 2024.

Memasuki bulan April 2024, dinamika ekonomi keuangan global berubah cepat dengan kecenderungan kearah negatif akibat eskalasi perang di Timur Tengah dan ketegangan geopolitik yang makin tinggi.

Kebijakan moneter AS yang cenderung mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama -dan penundaan pemangkasan suku bunga federal (Fed Fund Rate)-serta tingginya yield US Treasury telah menyebabkan terjadinya arus modal portfolio keluar dari negara-negara emerging dan pindah ke AS serta menyebabkan penguatan mata uang US Dollar dan melemahnya nilai tukar mata uang berbagai negara.

Ke depan, risiko terkait potensi penundaan pemangkasan FFR, tingginya yield US Treasury, penguatan US Dollar dan eskalasi ketegangan geo politik global akan terus dicermati.

KSSK terus siaga mengantisipasi dengan respons kebijakan yang sinergis dan efektif untuk memitigasi dampak negatif dari rambatan tekanan dan ketidakpastian global terhadap perekonomian domestik dan stabilitas sistem keuangan Indonesia.

Di tengah dinamika ketidakpastian global,kinerja ekonomi Indonesia masih cukup resilien.

Pertumbuhan ekonomi di triwulan 12024 diprakirakan tetap berada di atas 5,0%dan menguat dibandingkan triwulan IV tahun 2023 didukung permintaan domestik yang tetap kuat, baik di sisi konsumsi pemerintah, konsumsi rumah tangga,dan konsumsi LNPRT, seiring dengan penyelenggaraan Pemilu, kenaikan gaji ASN,dan pemberian THR dengan Tukin 100%.

Sementara itu, investasi bangunan lebih tinggi dari prakiraan,ditopang oleh berlanjutnya Proyek Strategis Nasional (PSN)disejumlah daerah dan aktivitas konstruksi properti swasta sebagai dampak positif dari insentif Pemerintah. Adapun, kinerja ekspor diprakirakan masih belum cukup kuat sejalan dengan moderasi harga sejumlah komoditas dan lemahnya permintaan global.

Dengan perkembangan tersebut, pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2024 diprakirakan tetap di atas 5,0%.

Ketahanan eksternal ekonomi nasional cukup stabil dengan kebijakan nilai tukar Bank Indonesia(Bl) terus diarahkan untuk menjaga stabilitas Rupiah.

Pada akhir triwulan l 2024, nilai tukar Rupiah mengalami depresiasi sebesar 2,89%ytd (per tanggal 28 Maret 2024), lebih rendah dibandingkan dengan pelemahan mata uang beberapa negara emerging market lainnya seperti Baht Thailand (6,41%ytd) dan Ringgit Malaysia (2,97%ytd).

Kinerja Rupiah yang terjaga tersebut ditopang oleh kebijakan stabilisasi Bl dan surplus neraca perdagangan barang.

Posisi cadangan devisa Indonesia akhir Maret 2024 tetap tinggi sebesar 140,4 miliar dolar AS, setara dengan pembiayaan 6,4 bulan impor atau 6,2 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri Pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.

Pada April 2024, tekanan terhadap mata uang global berlanjut sejalan makin meningkatnya ketidakpastian pasar keuangan global yang mendorong terus menguatnya dolar AS.

Indeks nilai tukar dolar AS terhadap mata uang utama (DXY) menguat tajam mencapai level tertinggi 106,25 pada tanggal 16 April 2024 atau mengalami apresiasi 4,86% dibandingkan dengan level akhir tahun 2023. Perkembangan ini memberikan tekanan depresiasi kepada hampir seluruh mata uang dunia, termasuk nilai tukar Rupiah.

Pada penutupan pasar tanggal 26 Apri 2024, Yen Jepang dan Won Korea masing-masing melemah 10,92%dan 6,34%ytd, sedangkan mata uang kawasan seperti Baht Thailand melemah 7,63%ytd.

Sementara itu, pelemahan Rupiah Sampai dengan 26 April 2024 tercatat lebih rendah yakni 5,02%ytd.

Perkembangan ini didukung respons Bl yang terus memperkuat kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah antara lain dengan mengoptimalkan instrumen moneter yang tersedia, memperkuat strategi operasi moneter pro- market guna menarik masuknya aliran portofolio asing dari luar negeri,dan terus memperkuat koordinasi untuk implementasi instrumen penempatan valas Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam(DHE SDA)sejalan dengan PP Nomor 36 Tahun 2023.

Inflasi terjaga dalam kisaran sasaran 2,5±1%. Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK)Maret 2024 tercatat sebesar 3,05%yoy,ditopang oleh inflasi inti yang rendah sebesar 1,77%yoydan inflasi administered prices(AP)yang menurun menjadi 1,39%yoy. Adapun inflasi volatile food (VF)meningkat menjadi 10,33%yoy dari 8,47%yoy pada bulan sebelumnya, yang dipengaruhi oleh faktor musiman periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN)dan pergeseran musim tanam akibat dampak El-Nino.

Sementara itu,inflasi IHK April 2024 menurun menjadi 3,00% yoy,ditopang oleh inflasi inti yang rendah sebesar 1,82%yoy,serta inflasi VF dan AP yang menurun menjadi 9,63%yoy dan 1,54%yoy.

Kedepan, Pemerintah dan BI meyakini inflasi IHK 2024 tetap terkendali dalam sasarannya.

Inflasi inti diprakirakan terjaga seiring ekspektasi inflasi yang terjangkar dalam sasaran, kapasitas perekonomian yang masih besar dan dapat merespons permintaan domestik, imported inflation yang terkendali sejalan dengan kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah, serta dampak positif berkembangnya digitalisasi.

Inflasi VF juga akan kembali menurun seiring peningkatan produksi akibat masuknya musim panen dan dukungan sinergi pengendalian inflasi TPIP dan TPID melalui berbagai kebijakan stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) serta GNPIP di berbagai daerah.Untuk itu, bauran kebijakan fiskal dan moneter terus diperkuat guna memitigasi risiko yang dapat memberikan tekanan terhadap inflasi, termasuk dari kenaikan imported inflation serta kenaikan harga energi dan pangan global.

Sinergi dan koordinasi dalam forum TPIP dan TPID juga akan terus diperkuat sehingga dapat memastikan inflasi tetap terkendali dalam kisaran 2,5±1%pada 2024 dan 2025.

Kinerja APBN sampai dengan triwulan I tahun 2024 masih surplus, di tengah
ketidakpastian perekonomian global yang masih eskalatif. Pendapatan negara terkontraksi 4,1%yoy sedangkan belanja negara tumbuh tinggi 18,0%yoy untuk menopang berbagai agenda pembangunan.

Realisasi APBN sampai dengan triwulan I tahun 2024 masih surplus sebesar Rp8,1 triliun atau 0,04% PDB, keseimbangan primer positif sebesar Rp122,1 triliun, serta rasio utang yang terjaga dikisaran 38,79%dari PDB.(*)

BI Bersama Media BBM Gelar Diseminasi Perkembangan Perekonomian Terkini 2024 di Lampung 

JunalKota.net – Bandar Lampung – Dalam rangka diseminasi perkembangan perekonomian terkini dan Bauran kebijakan Bank Indonesia, akan diselenggarakan kegiatan BBM triwulan II 2024 dengan tema “Strategi Penguatan Permintaan Domestik di Tengah Ketidakpastian Global“ Bannk Indonesia (BI) Provinsi Lampung menggelar acara Bank Indonesia Bersama Media (BBM) di Bukit Randu Resto. Rabu (08/05/2024).

Kepala Kantor Perwakilan BI Lampung, Junanto Herdiawan, berujar tujuan kegiatan untuk memperkuat hubungan dengan media di Lampung, dan mendorong media menyajikan berita yang berimbang serta optimis.

“Masyarakat perlu diberi pemberitaan yang berimbang dan optimis, karena di tengah perkembangan media sosial dan era digital saat ini, media berperan sebagai sumber pemberitaan yang terpercaya,” ujar Junanto.

Berikutnya,Junanto mengatakan Pertumbuhan ekonomi Lampung triwulan pertama sebesar 3,3%. Ada beberapa faktor yang masih bisa tumbuh yang menopang ekonomi daerah. Saya yakin di triwulan berikutnya bisa terus tumbuh hingga 4,8 persen

“Karena itu, BI mendorong sektor investasi untuk mengakselerasi pertumbuhan perekonomian. Ia menegaskan investasi perlu di tingkatkan,” Kata dia.

Ditempat yang sama, Fiskara Indawan, Ekonom Senior Bank Indonesia Provinsi Lampung Berucap BI Lampung meningkatkan pertumbuhan ekonomi dengan mendorong investasi melalui Forum Investasi Lampung.

“Saat ini yang menarik adalah pengaruh dari global yaitu depresiasi nilai tukar berpengaruh pada perekonomian nasional, termasuk Provinsi Lampung,” Ucap Fiskara.

Selanjutnya, Fiskara bertutur dia menyoroti kebijakan BI menaikkan BI rate untuk menjaga nilai tukar rupiah, serta pertumbuhan ekonomi nasional tetap tinggi, meskipun dengan berbagai tantangan global.

“Kami targetkan pertumbuhan perekonomian Lampung bisa kembali seperti sebelum pandemi,” ujar Fiskara.(*)