DPRD Lampung Tegaskan Harga Pupuk Subsidi 2026 Wajib Sesuai HET, Awasi Ketat Distribusi

Lampung – Komisi II DPRD Provinsi Lampung yang membidangi sektor pertanian menegaskan bahwa harga jual pupuk…

Pemprov Lampung Tegaskan Pasokan Daging Sapi Aman, Neraca 2025 Surplus

JurnalKota.net – Bandar Lampung – Pemerintah Provinsi Lampung menegaskan bahwa ketersediaan daging sapi dan kerbau di wilayah Lampung sepanjang Tahun 2025 berada dalam kondisi aman dan mencukupi. Klarifikasi ini disampaikan menyusul munculnya berbagai isu dan perbedaan angka terkait neraca supply–demand daging sapi di Lampung yang beredar di ruang publik.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) Provinsi Lampung, Ir. Lili Mawarti, M.Si., IPU, menjelaskan bahwa berdasarkan hasil kajian teknis Disnakkeswan, neraca supply–demand daging sapi dan kerbau Lampung justru menunjukkan surplus sebesar 3.955 ton pada Tahun 2025.

“Perlu dipahami bahwa perhitungan supply tidak hanya didasarkan pada produksi daging dalam provinsi, tetapi juga harus memasukkan komponen stok awal serta pemasukan ternak dan daging dari luar provinsi,” ujar Lili Mawarti.

Ia menjelaskan, perbedaan angka yang muncul dalam beberapa publikasi disebabkan oleh perbedaan metodologi penghitungan. Dalam publikasi Peternakan dalam Angka 2025 yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS), supply dihitung hanya dari produksi daging sapi dan kerbau dalam provinsi yang tercatat sebesar 18.523 ton, tanpa memperhitungkan stok awal maupun arus lalu lintas ternak dan daging antarprovinsi serta impor.

“Secara faktual, Lampung merupakan daerah sentra ternak sekaligus penyangga pasokan nasional. Berdasarkan data lalu lintas ternak dalam sistem ISIKHNAS, sepanjang Tahun 2025 Lampung menerima pemasukan 162.911 ekor sapi dan kerbau, termasuk 159.117 ekor sapi impor, dan pada saat yang sama mengeluarkan 298.642 ekor ternak ke luar daerah,” jelasnya.

Kondisi pasokan yang stabil tersebut, lanjut Lili, tercermin langsung dari pergerakan harga di pasaran. Berdasarkan Berita Resmi Statistik Tahun 2025, komoditas daging sapi tidak memberikan andil inflasi tahunan (year-on-year) di Provinsi Lampung. Bahkan, daging sapi tercatat mengalami deflasi sebesar 0,01 persen pada bulan April dan Desember 2025.

“Ini membuktikan bahwa sepanjang tahun, termasuk pada momen krusial seperti Ramadhan dan Idul Fitri, pasokan daging sapi di Lampung berada dalam kondisi cukup dan terkendali,” tegasnya.

*Populasi Ternak Meningkat, Bantuan Fokus ke Peternak Rakyat*

Di sisi lain, Pemerintah Provinsi Lampung juga mencatat tren peningkatan populasi ternak yang signifikan sepanjang Tahun 2025. Data Disnakkeswan menunjukkan populasi sapi potong mencapai 905.322 ekor, kambing 1.974.609 ekor, ayam ras pedaging 94.814.874 ekor, dan ayam ras petelur 14.850.524 ekor.

Capaian tersebut memperkuat posisi Lampung sebagai provinsi dengan populasi sapi tertinggi di Pulau Sumatera, sekaligus mendukung agenda nasional swasembada protein hewani.

Dalam keterbatasan anggaran, Lili menegaskan bahwa Pemprov Lampung tetap memprioritaskan bantuan yang berdampak langsung kepada peternak rakyat. Sepanjang Tahun 2025, pemerintah telah menyalurkan bantuan 640 ekor kambing Rambon kepada 32 kelompok tani di 10 kabupaten, 2.000 ekor ayam petelur kepada 20 kelompok tani di 8 kabupaten, serta 2.200 ekor itik lokal kepada 22 kelompok tani di 6 kabupaten, yang seluruhnya dilengkapi pakan konsentrat.

Selain itu, Disnakkeswan juga menyalurkan 32 unit mesin tetas telur kepada 29 kelompok tani di 7 kabupaten. Melalui dukungan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian RI, Provinsi Lampung turut menerima bantuan 37.200 ekor Ayam Merah Putih yang disalurkan kepada 62 kelompok tani di 7 kabupaten/kota, lengkap dengan pakan, kandang, obat-obatan, dan vitamin.

*Efisiensi Anggaran, Kinerja Tetap Berprestasi*

Terkait pengelolaan anggaran, Lili menepis anggapan pemborosan dalam pelaksanaan program peternakan. Ia menegaskan bahwa sepanjang Tahun Anggaran 2025, Disnakkeswan Provinsi Lampung menjalankan program secara efisien dan akuntabel.

“Tidak ada rapat koordinasi di hotel mewah, tidak ada studi banding. Seluruh rapat dan konsolidasi program dilakukan di Aula Disnakkeswan atau secara daring, dengan perjalanan dinas yang sangat terbatas dan selektif,” tegasnya.

Kebijakan efisiensi tersebut, menurutnya, tidak mengurangi capaian kinerja. Justru pada Tahun 2025, Provinsi Lampung berhasil meraih peringkat kedua nasional dalam capaian vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), dengan realisasi 379.791 dosis atau 99,8 persen dari total alokasi 380.550 dosis. Lampung juga mencatat realisasi anggaran operasional vaksinasi tercepat secara nasional di zona pemberantasan, yang mendapatkan penghargaan resmi dari Kementerian Pertanian RI.

*Stabilitas Harga dan Intervensi Pakan*

Keberhasilan menjaga stabilitas harga daging sapi sepanjang Tahun 2025 menjadi salah satu indikator utama keberhasilan pengelolaan sektor peternakan di Lampung. Namun demikian, Pemprov Lampung tidak berhenti pada pengendalian pasokan daging semata.

Untuk menjaga keberlanjutan usaha peternak, pemerintah kini tengah melakukan pemutakhiran data peternak sebagai calon penerima manfaat Cadangan Jagung Pemerintah (CJP) dalam Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) Jagung. Program ini diharapkan mampu menekan biaya pakan, menjaga harga telur dan ayam di tingkat konsumen, sekaligus melindungi peternak rakyat dari gejolak harga.

*Arah Kebijakan 2026: Perkuat Hulu dan Kesejahteraan Peternak*

Menghadapi Tahun 2026, Pemerintah Provinsi Lampung menegaskan arah kebijakan peternakan akan difokuskan pada penguatan sektor hulu, terutama dukungan pakan, kesehatan hewan, dan pembibitan, agar peternak rakyat tidak tertekan oleh fluktuasi pasar.

Selain melanjutkan Program SPHP Jagung, Pemprov Lampung juga akan memperkuat penyediaan pakan ternak unggul melalui inovasi rumput Pakchong varietas Tansa, yang telah ditetapkan secara nasional melalui Keputusan Menteri Pertanian Republik Indonesia pada 2 Januari 2026.

“Pembangunan peternakan bukan sekadar angka statistik, tetapi menyangkut stabilitas sosial dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Lili.

*Komitmen Jangka Panjang*

Ia menambahkan, pembangunan sektor peternakan di Lampung dilaksanakan sesuai kewenangan yang diatur dalam regulasi, mulai dari penyediaan dan pengembangan sarana pertanian, pengendalian kesehatan hewan dan kesehatan masyarakat veteriner, perizinan usaha, hingga penyuluhan. Sinergi dengan pemerintah kabupaten/kota menjadi kunci keberhasilan pembangunan peternakan secara berkelanjutan.

Sepanjang Tahun 2025, indikator kinerja utama sektor peternakan Lampung menunjukkan tren positif, dengan pertumbuhan produksi ternak sebesar 5,85 persen dan peningkatan produksi olahan peternakan sebesar 3 persen.

“Komitmen kami jelas, Lampung tidak hanya kuat sebagai lumbung pangan nasional di atas kertas, tetapi juga kokoh secara sosial dan ekonomi bagi masyarakat peternak,” pungkas Lili Mawarti.*

Pemprov Lampung Perkuat Disiplin dan Kualitas Layanan ASN Lewat Pengaturan Jam Kerja

Lampung – Pemerintah Provinsi Lampung menegaskan komitmennya dalam memperkuat disiplin kerja, mendorong inovasi, serta meningkatkan kualitas…

Pemprov Lampung Pastikan Pembangunan Jembatan Kali Pasir, Solusi Akses Pendidikan Anak Sekolah

Lampung – Pemerintah Provinsi Lampung memastikan pembangunan jembatan Kali Pasir di Sungai Batanghari, yang menghubungkan Desa…

Slamet Riadi dan Ketua LVRI Lampung Komitmen Sukseskan Musda Pemuda Panca Marga demi PPM Bersatu

LAMPUNG — Setelah menerima Surat Keputusan (SK) sebagai Pimpinan Caretaker Pimpinan Daerah Pemuda Panca Marga (PD-PPM) Provinsi Lampung, Slamet Riadi langsung bergerak cepat untuk mempersiapkan pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) PD PPM Lampung.

Penunjukan tersebut merujuk pada SK pencabutan kepengurusan sebelumnya Nomor 13/PP.PPM-DPD/VI/2025 tertanggal 24 Juni 2025. Slamet Riadi menegaskan komitmennya untuk menyatukan kembali organisasi Pemuda Panca Marga di Provinsi Lampung melalui Musda yang demokratis dan kondusif.

Sebagai langkah awal, Slamet Riadi melakukan silaturahmi sekaligus koordinasi dengan Dewan Pembina PPM, Mayor (Purn) H. Subardi, yang juga menjabat sebagai Ketua Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Provinsi Lampung.

Slamet Riadi bersama Dewan Pembina PPM, Mayor (Purn) H. Subardi. /Ist

Dalam keterangannya, Slamet Riadi menyampaikan harapannya agar Musda dapat berjalan lancar dan menjadi momentum persatuan.

“Saya berharap Musda PPM di Provinsi Lampung dapat berjalan lancar demi menyatukan kembali organisasi menuju PPM Bersatu,” ujar Slamet Riadi, Senin (2/2/2026).

Ia menambahkan, penunjukan dirinya sebagai caretaker merupakan amanah besar yang ia jalankan sebagai bagian dari tanggung jawab moral sebagai anak pejuang.

“Saya merasa terpanggil untuk meneruskan perjuangan para pendahulu. Tidak ada kepentingan lain selain menjaga marwah para orang tua kita yang telah berjuang merebut kemerdekaan Republik Indonesia,” katanya.

Slamet juga mengajak seluruh pihak yang merasa bagian dari keluarga besar Pemuda Panca Marga untuk bersama-sama membangun organisasi tanpa kepentingan tertentu.

“Mari bersatu padu jika merasa anak pejuang yang sah, meneruskan perjuangan orang tua kita,” ajaknya.

Dalam waktu dekat, Slamet Riadi menyatakan akan segera menggelar rapat konsolidasi sebagai tahapan menuju pelaksanaan Musda PPM Lampung.

“Saya akan menggelar rapat konsolidasi terkait langkah menuju Musda PPM Bersatu. Silakan bersama-sama kita satukan kembali Pemuda Panca Marga di Lampung,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua LVRI Lampung sekaligus Dewan Pembina PPM, Mayor (Purn) H. Subardi, menyambut baik penunjukan Slamet Riadi sebagai caretaker dan menyatakan dukungan penuh demi suksesnya Musda.

“Sebagai Dewan Pembina, saya mendukung penuh. Saya yakin di tangan Slamet Riadi, Musda PPM Lampung dapat berjalan lancar dan sukses,” ujar Subardi yang akrab disapa Ayah Badri.

Ia menegaskan bahwa dirinya berpegang pada garis komando organisasi sesuai keputusan pusat.

“Ketum PPM ditunjuk oleh DPP LVRI Pusat, dan beliau menunjuk Slamet Riadi sebagai caretaker di Lampung. Artinya, mandat itu harus saya dukung sesuai SK yang berlaku,” jelasnya.

Dalam pernyataan bersama, Slamet Riadi dan Ketua LVRI Lampung sepakat menjalin komitmen untuk mengawal dan menyukseskan Musda PD PPM Lampung demi terwujudnya PPM yang solid dan bersatu.

“Musda Lampung harus berjalan. Saya hanya sebagai Dewan Pembina yang mengamati, namun tetap berpegang teguh pada satu garis komando,” tutup Ayah Badri.

Ketua DPRD Lampung Selatan Hadiri Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah 2026

LAMPUNG SELATAN — Ketua DPRD Kabupaten Lampung Selatan, Erma Yusneli, menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah…

Komisi IV DPRD Lampung Gelar RDP dengan Dishub dan Pelindo Bahas Optimalisasi CSR Infrastruktur

Lampung — Komisi IV DPRD Provinsi Lampung menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Dinas Perhubungan Provinsi…

Wakil Ketua Komisi I DPRD Lampung Jadi Pembina Upacara Forkopimda di Lapangan Korpri

Lampung – Wakil Ketua Komisi I DPRD Provinsi Lampung, Ade Utami Ibnu, S.E., bertindak sebagai Pembina…

Ade Utami Ibnu Jadi Pembina Upacara Forkopimda Lampung, Perkuat Sinergi Pembangunan Daerah

Lampung – Wakil Ketua Komisi I DPRD Provinsi Lampung, Ade Utami Ibnu, bertindak sebagai Pembina Upacara…

Komisi IV DPRD Lampung RDP dengan Dishub dan Pelindo Bahas CSR Infrastruktur Perhubungan 2026

Lampung – DPRD Provinsi Lampung melalui Komisi IV menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Dinas Perhubungan…

DPRD Lampung Dukung Program MBG dan Pupuk Organik Cair Gubernur Rahmat Mirzani untuk Ketahanan Pangan

Lampung – DPRD Provinsi Lampung menyatakan dukungan penuh terhadap berbagai program strategis yang digagas Gubernur Lampung…

Apresiasi DPRD Lampung: Program Pupuk Organik Cair Gubernur Dinilai Ringankan Beban Petani dan Tingkatkan Produksi

Lampung – Anggota Komisi II DPRD Provinsi Lampung, Mikdar Ilyas, mengapresiasi program pupuk organik cair yang…

Wagub Jihan Nurlela Ketua Yayasan Kanker Indonesia Provinsi Lampung Periode 2025-2030

Lampung – Wakil Gubernur (Wagub) Lampung Jihan Nurlela dilantik menjadi Ketua Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Cabang…

Gubernur Rahmat Mirzani Djausal Kukuhkan Pengurus KTNA Lampung Masa Bakti 2026–2031

Lampung – Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengukuhkan pengurus Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Provinsi Lampung…

Bidang Fisik, Ekonomi dan Pertanian Menjadi Usulan Utama, Reses Anggota DPRD Wasis Riyadi

Metro | Bidang fisik, ekonomi dan pertanian menjadi usulan utama, Aspirasi tersebut disampaikan saat reses Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Metro yang berlangsung di kediaman Wasis Riyadi. Jum’at (30/01/2026).

Anggota DPRD Kota Metro Wasis Riyadi menjelaskan, pada bidang fisik, sejumlah usulan disampaikan masyarakat, di antaranya perbaikan drainase, pembangunan onderlah, serta pengadaan sarana pendukung rukun kematian berupa tarub dan kursi. Selain itu, warga juga mengusulkan pengadaan bentor untuk mendukung kegiatan kebersihan lingkungan.

Lebih lanjut, Untuk perbaikan infrastruktur jalan, warga mengusulkan peningkatan jalan di Jalan Pala 1 hingga Pala 7 serta wilayah Apri yang mencakup RW 01, 02, 03, dan 04.

“Usulan lain yang menjadi perhatian utama adalah pemasangan lampu penerangan jalan agar masyarakat dapat merasakan perubahan dan peningkatan pelayanan di tahun ini,” kata Wasis.

Wasis Riyadi menegaskan, bahwa perencanaan tersebut diupayakan untuk direalisasikan pada tahun berjalan dan tidak dialihkan ke tahun 2027.

Terkait adanya kebijakan efisiensi anggaran, Wasis Riyadi menyampaikan bahwa pemerintah akan berupaya semaksimal mungkin, meskipun belum semua usulan dapat direalisasikan.

Namun demikian, program yang menjadi prioritas pelayanan masyarakat tetap diutamakan, khususnya lampu jalan, pelayanan kesehatan, serta perbaikan drainase guna menanggulangi banjir yang kerap terjadi.

Di akhir kegiatan, Wasis Riyadi juga membagikan rompi kepada anggota Linmas.

Wasis menyampaikan, bahwa Walikota telah memiliki niat baik dengan menganggarkan perlengkapan lengkap Linmas berupa topi, baju, celana, dan sepatu. Namun, terdapat kebutuhan rompi yang belum dapat dipenuhi oleh pemerintah daerah.

“Atas dasar itu, saya berinisiatif membantu sedikit dari gaji pribadi untuk melengkapi kebutuhan Linmas berupa 10 rompi, khususnya untuk wilayah Metro Timur, agar mereka lebih semangat dalam membantu dan melayani masyarakat,” ujar Wasis.|(Rio).