Marak Pencurian Sekolah di Tanggamus, SDN 1 Karang Anyar Jadi Korban

Marak Pencurian Sekolah di Tanggamus, SDN 1 Karang Anyar Jadi Korban

Tanggamus — Aksi pencurian yang menyasar fasilitas pendidikan di Kecamatan Wonosobo, Kabupaten Tanggamus, kian meresahkan. Kali ini, SDN 1 Karang Anyar menjadi korban, dengan sejumlah perangkat elektronik penting hilang digondol pelaku.

Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (5/4/2026) sekitar pukul 14.00 WIB. Kasus ini telah dilaporkan ke pihak kepolisian dengan nomor laporan LP/B-12/IV/2026/SPKT Unitreskrim Polsek Wonosobo.

Kronologi Kejadian

Kejadian bermula saat pihak sekolah menerima informasi dari anak-anak yang bermain di sekitar lokasi bahwa gerbang dan bangunan sekolah dalam kondisi terbuka.

Menindaklanjuti laporan tersebut, pihak sekolah segera melakukan pengecekan dan mendapati pintu ruang kantor guru telah dibobol.

Setelah dilakukan pemeriksaan, diketahui sejumlah barang inventaris sekolah telah hilang.

Barang yang Hilang

Adapun barang-barang yang dilaporkan hilang, antara lain:

  • 1 unit speaker aktif merk VENUS
  • 1 unit printer merk Brother tipe DCP-L2540DW

Total kerugian ditaksir mencapai sekitar Rp5,5 juta.

Kepala Sekolah: Sudah Merajalela

Kepala sekolah, Sumiyati, mengaku prihatin atas kejadian tersebut.

“Kami sangat kecewa. Barang yang hilang sangat penting untuk menunjang kegiatan belajar mengajar,” ujarnya, Selasa (28/4/2026).

Ia juga mengungkapkan bahwa aksi pencurian di lingkungan sekolah bukan hanya terjadi di tempatnya, melainkan sudah menimpa sejumlah sekolah lain di wilayah Wonosobo.

“Belakangan ini banyak sekolah yang jadi korban, seperti di SDN Sri Dadi, Dadisari, hingga Sudimoro. Kejadiannya berdekatan,” ungkapnya.

Menurutnya, kondisi ini menimbulkan dugaan adanya sindikat yang secara sistematis menyasar fasilitas pendidikan.

Polisi Lakukan Penyelidikan

Saat ini, pihak kepolisian dari Polsek Wonosobo masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku serta melacak barang bukti yang hilang.

Pihak sekolah berharap pelaku segera ditangkap agar tidak ada lagi sekolah lain yang menjadi korban. (Khoiri)

Tinggalkan Balasan