JAKARTA — Pemerintah Provinsi Lampung meraih penghargaan dari Kementerian Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Republik Indonesia. Penghargaan diserahkan…
Kategori: Nasional
Gubernur Lampung Hadiri Pembukaan Trade Expo Indonesia ke-40, Dorong Produk Daerah Tembus Pasar Global
JurnalKota.net – TANGERANG — Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menghadiri Opening Ceremony Trade Expo Indonesia (TEI) ke-40 Tahun 2025, yang secara resmi dibuka oleh Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan mewakili Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Kabupaten Tangerang, Banten, Selasa (15/10/2025).
Pameran dagang internasional terbesar di Indonesia yang diselenggarakan oleh Kementerian Perdagangan (Kemendag) melalui Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (Ditjen PEN) ini mengusung tema “Discover Indonesia’s Excellence: Trade Beyond Boundaries.” Tema tersebut menegaskan tekad pemerintah untuk memperluas jangkauan ekspor, menarik investasi baru, dan memperkuat daya saing produk unggulan nasional.
Dalam sambutannya, Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyampaikan bahwa kinerja perdagangan Indonesia menunjukkan hasil yang menggembirakan. Hingga tahun ini, ekspor nasional meningkat lebih dari 7 persen dibandingkan tahun sebelumnya, sementara surplus neraca perdagangan melonjak dari USD 19 miliar menjadi USD 29 miliar.
Zulkifli Hasan menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran Kementerian Perdagangan serta kementerian dan lembaga terkait atas kontribusinya menjaga momentum ekspor nasional. Ia menegaskan bahwa pemerintah saat ini tengah menjalankan tiga agenda strategis nasional di bawah arahan Presiden Prabowo Subianto.
Pertama, program hilirisasi industri, yang melahirkan kebijakan Danantara untuk memperkuat nilai tambah dan kemandirian ekonomi nasional. Hilirisasi ini diharapkan menjadikan Indonesia bangsa industri yang kuat seperti pada era 1980-an, ketika bangsa ini telah mampu memproduksi pesawat, pupuk, petrokimia, dan satelit.
Kedua, penguatan sumber daya manusia, melalui program makan siang gratis bagi 82 juta penerima manfaat, sebagai upaya membangun generasi unggul dan sehat untuk menghadapi persaingan global.
Ketiga, kedaulatan pangan dan energi nasional. Pemerintah menargetkan Indonesia menjadi swasembada pangan, sekaligus berdaulat di bidang energi dengan mempercepat penggunaan biofuel B50 agar tidak lagi mengimpor solar mulai tahun depan, serta mulai menerapkan bensin campur etanol atau metanol sebesar 10 persen.
Zulkifli Hasan menjelaskan, langkah-langkah tersebut akan berdampak luas terhadap peningkatan kesejahteraan petani dan industri pertanian. Permintaan terhadap jagung, singkong, dan tebu akan meningkat seiring tumbuhnya industri bioenergi. Ia juga menyampaikan bahwa tahun ini Indonesia telah mencapai swasembada beras, dengan surplus sekitar 4–5 juta ton hingga akhir tahun.
Lebih lanjut, ia menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat mencapai 6 persen pada tahun 2026, apabila kebijakan hilirisasi, pangan, dan energi dapat berjalan secara konsisten dan kolaboratif.
Menko Zulkifli juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan pelaku usaha untuk mempercepat realisasi program pembangunan ekonomi nasional.
Menutup sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh penyelenggara, pelaku usaha, dan mitra internasional atas dukungan mereka dalam menyukseskan Trade Expo Indonesia ke-40. Dengan semangat kerja sama dan inovasi, Indonesia diyakini akan semakin kokoh sebagai kekuatan ekonomi global yang berdaya saing tinggi.
TEI ke-40 menargetkan 1.500 peserta pameran dan 30.000 pengunjung dari dalam dan luar negeri, dengan target transaksi sebesar USD 16,5 miliar. Hingga menjelang pembukaan, tercatat 1.015 peserta dan 6.847 buyer dari 106 negara telah terdaftar.
Selain pameran, kegiatan Trade Expo Indonesia 2025 juga diisi dengan seminar, talk show, workshop, hingga business matching. Tiga zona utama disiapkan untuk memudahkan pengunjung menjelajahi produk yaitu Zona Makanan, Minuman, Pertanian, Lisensi, dan Waralaba; Zona Manufaktur dan Jasa; serta Zona Fesyen, Gaya Hidup, dan Dekorasi Rumah.
Kehadiran Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal di TEI 2025 bukan sekadar seremoni, melainkan bagian dari strategi konkret Pemprov Lampung dalam memperkuat daya saing daerah di pasar ekspor global.
Sejumlah langkah nyata tengah dijalankan pemerintah provinsi, di antaranya program peremajaan dan hilirisasi komoditas pertanian dengan dukungan investasi senilai Rp180 miliar dari Kementerian Pertanian, yang diarahkan untuk memperluas kapasitas pengolahan hasil pertanian dan memperkuat rantai pasok lokal.
Pemprov juga mendorong ketahanan pangan terintegrasi melalui kolaborasi dengan Polda Lampung, BUMN, dan BUMD, guna mencapai target Swasembada Pangan Lampung 2025, termasuk diversifikasi tanaman pangan strategis seperti jagung dan singkong.
Selain itu, Lampung memperkuat ekosistem ekspor daerah dengan pelatihan ekspor bagi pelaku UMKM, peningkatan standar mutu dan sertifikasi produk, serta pengembangan kemasan dan promosi digital berbasis desa berorientasi ekspor.
Langkah-langkah ini menjadi bukti keseriusan Pemprov Lampung di bawah kepemimpinan Gubernur Rahmat Mirzani Djausal dalam membangun ekonomi yang berbasis nilai tambah, berdaya saing global, dan berkelanjutan.*
Gubernur Lampung Hadiri Pembukaan Trade Expo Indonesia ke-40, Dorong Produk Daerah Tembus Pasar Global
TANGERANG – Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menghadiri Opening Ceremony Trade Expo Indonesia (TEI) ke-40 Tahun…
Wanita Filantropi Indonesia Bedah Rumah di Lampung Selatan, Bupati Egi: Gotong Royong adalah Kekuatan Kita
KALIANDA – Kepedulian sosial kembali hadir di Lampung Selatan. Wanita Filantropi Indonesia (WFI) menggelar kegiatan bedah…
Kuliah Umum di Unila, Ajak Mahasiswa Bangun Kolaborasi dan Inovasi untuk Masa Depan Bangsa
JurnalKota.net – BANDARLAMPUNG — Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono mengisi kuliah umum (Stadium General) yang digelar Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Lampung Tahun 2025, di Gedung Serba Guna Universitas Lampung, Bandar Lampung, Selasa (14/10/2025).
Acara kuliah umum bertema “Membangun Kepemimpinan Kolaboratif dan Inovatif untuk Masa Depan Bangsa” ini dibuka Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal yang sekaligus memberi motivasi mahasiswa untuk menguatkan karakter kepemimpinan menuju Indonesia maju.
Menko AHY menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia usaha dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan dan berkeadilan.
“Kami berdialog dan membangun harapan bersama untuk Indonesia yang semakin maju dan sejahtera,” ujar Menko AHY.
“Hari ini, di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, kita semua memiliki peran di jalur masing-masing, baik pusat maupun daerah, untuk mengawal pembangunan menuju Indonesia 2045,” tambahnya.
Menko AHY menekankan bahwa pembangunan Indonesia ke depan harus berlandaskan prinsip keadilan dan kesetaraan, dengan fokus utama pada peningkatan kualitas sumber daya manusia.
“Indonesia akan menjadi Negara maju jika SDM-nya terus kita persiapkan. Jumlah penduduk kita besar dan produktif, tapi kualitasnya harus terus kita tingkatkan melalui pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan,” ujarnya.
Menurut AHY, pendidikan memainkan peran fundamental dalam membangun kualitas SDM, termasuk peran penting perguruan tinggi seperti Unila. Ia berharap kualitas pendidikan dan fasilitas pendukung di kampus semakin meningkat.
Selain SDM, Menko AHY juga menyoroti pentingnya pembangunan infrastruktur sebagai tulang punggung ekonomi nasional. Ia menegaskan bahwa peningkatan konektivitas, jalan, transportasi, serta fasilitas publik akan memperkuat produktivitas masyarakat dan mendukung ketahanan pangan, energi, dan air bersih.
“Kita ingin infrastruktur hadir untuk mendukung kesejahteraan masyarakat, agar petani lebih produktif, masyarakat lebih mudah mengakses pangan, energi, dan air bersih,” ujarnya.
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal dalam sambutannya mengajak mahasiswa untuk menjadi pemimpin masa depan yang kolaboratif, inovatif, dan adaptif terhadap perubahan zaman.
Mirza mengajak mahasiswa untuk menjadi pemimpin masa depan yang kolaboratif, inovatif, dan adaptif terhadap perubahan zaman. “Kita butuh pemimpin muda yang bukan hanya cerdas, tapi juga terbuka dan mampu berkolaborasi lintas sektor dan generasi,” ujarnya.
Gubernur Mirza menekankan bahwa kepemimpinan di era kini tidak lagi diukur dari kekuasaan, tetapi dari kemampuan untuk bekerja sama dan memberdayakan orang lain. “Kepemimpinan hari ini bukan lagi tentang siapa yang paling kuat, tapi siapa yang paling mampu bekerja sama, mendengar, dan memberdayakan orang lain,” katanya.
Menurut Gubernur Mirza, kampus merupakan tempat penting bagi mahasiswa untuk belajar menjadi pemimpin dan agen perubahan. Ia menyebut mahasiswa sebagai sumber energi bagi kemajuan bangsa. “Kampus hari ini bukan hanya tempat menimba ilmu, tapi juga ruang untuk melatih kepemimpinan, berpikir kritis, dan berkontribusi bagi masyarakat,” ujarnya. Ia juga mendorong mahasiswa untuk terus melahirkan ide-ide kreatif yang bisa diterapkan dalam pembangunan daerah, termasuk dalam bidang inovasi teknologi dan ekonomi berbasis komunitas.
Dalam kesempatan itu, Gubernur Mirza menyoroti pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan pembangunan infrastruktur sebagai kunci kemajuan Lampung.
Ia menyebut masih banyak potensi komoditas daerah yang masih dapat dioptimalkan. “Kami yakin, dengan SDM yang semakin berkualitas dan infrastruktur yang lebih baik, Lampung bisa tumbuh lebih cepat,” katanya.*
Jambore Pramuka Penggalang Lampung VII 2025 Dorong Semangat Berkarya Menuju Indonesia Emas 2045
JurnalKota.net – BANDARLAMPUNG —– Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela membuka Jambore Pramuka Penggalang Tingkat Daerah Lampung VII Tahun 2025 dalam upacara pembukaan yang berlangsung di Halaman Graha Bakti Pramuka, Komplek Kwarda Gerakan Pramuka Lampung, Bandarlampung, Selasa (14/10/2025).
Pada kesempatan itu, Wagub Jihan mengajak para Pramuka Penggalang untuk menjadi pramuka hebat yang berkarya, berprestasi, dan berkarakter menuju Indonesia Emas 2045. Kegiatan ini dilaksanakan 13-17 Oktober 2025.
Jihan mengatakan Jambore Daerah (Jamda) ini menjadi wadah untuk menempa diri, mengasah keterampilan, dan memupuk jiwa kepemimpinan para peserta.
“Gerakan Pramuka memiliki peran penting dalam pendidikan nonformal di Indonesia. Pramuka bukan hanya ekstrakurikuler, tapi juga menanamkan nilai kebersamaan, kepedulian, dan saling menghargai,” ujar Jihan.
Wagub Jihan meminta agar nilai-nilai Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, dan Dasa Darma Pramuka dapat diimplementasikan oleh para penggalang.
Jihan yang juga Wakil Ketua Majelis Pembimbing Daerah (Wamabida) Gerakan Pramuka Kwarda Lampung mengajak kader pramuka untuk menjadi pelopor perubahan di daerah masing-masing dan mempersiapkan diri dalam visi besar Indonesia Emas 2045 sejak dini.
“Tidak perlu melakukan hal besar, mulailah dari diri sendiri. Menjaga kebersihan, menanam pohon, atau mengajak orang sekitar menjaga alam. Semangat gotong royong harus menjadi ciri khas dan karakter pramuka untuk menyongsong Indonesia Emas 2045,” tegasnya.
Jihan menegaskan, tugas generasi muda sekarang adalah mengisi kemerdekaan yang telah diperjuangkan para pahlawan dengan karya nyata. Tantangan global saat ini, seperti digitalisasi dan disrupsi, harus dijawab oleh para pramuka.
“Kami kakak-kakak siap mengawal supaya tantangan tersebut bisa kita pecahkan bersama. Insyaallah, kita akan berhasil menyongsong Indonesia Emas 2045,” kata Jihan.
Jihan menjelaskan melalui kegiatan kepramukaan, para peserta akan diajarkan cara berkarya yang tidak hanya terampil, tapi juga bermanfaat bagi orang lain.
“Pramuka memberikan kesempatan mengasah kepemimpinan, kreativitas, dan kepedulian sosial yang sangat berguna untuk masyarakat,” katanya.
Wagub Jihan juga mendorong generasi muda untuk bisa berprestasi. Namun menurutnya, bahwa berprestasi bukan hanya soal menang kompetisi, melainkan tentang usaha, proses, ketekunan, dan semangat pantang menyerah.
“Jika tekun dalam mencapai tujuan, insyaallah kita akan meraih prestasi yang diinginkan. Tunjukkan kemampuan terbaik dalam setiap kegiatan untuk menghadapi tantangan dengan semangat,” ujarnya.
Jihan menuturkan disiplin, jujur, bertanggung jawab, dan peduli adalah modal utama menjadi pemimpin berintegritas.
Ia meminta gerakan pramuka untuk menjadi agen perubahan yang membawa dampak positif bagi lingkungan sekitar, kesiapan menjaga alam dan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.
“Kelak kalian akan menjadi pemimpin-pemimpin bangsa yang berdaya saing, yang berkarakter dan siap membawa Indonesia maju menuju masa depan yang lebih baik,” pungkasnya.*
Tinjau SRMA 32 Lampung Selatan, Menko AHY dan Wagub Jihan Pastikan Fasilitas Pendidikan Siap
JurnalKota.net – LAMPUNG SELATAN — Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela mendampingi Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Republik Indonesia, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), meninjau Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 32 Lampung Selatan pada Selasa (14/10/2025).
Dalam kunjungan tersebut, AHY meninjau sejumlah fasilitas sekolah, termasuk ruang kelas, laboratorium, dan asrama tempat tinggal siswa. AHY juga menyempatkan diri berbincang dengan para pelajar dan tenaga pengajar untuk mengetahui secara langsung proses belajar mengajar di sekolah yang menjadi bagian dari program nasional tersebut.
“Ini adalah program prioritas yang menjadi kebijakan Presiden Prabowo Subianto. Kami mengawal serius agar bukan hanya infrastrukturnya siap, tetapi juga berbagai fasilitas pendukung pendidikan lainnya, terutama bagi masyarakat yang kurang mampu,” kata AHY usai meninjau sekolah.
Menurut AHY, keberadaan Sekolah Rakyat menjadi bagian penting dari strategi pemerintah dalam memutus rantai kemiskinan. Melalui sistem pendidikan berasrama, siswa dapat fokus belajar sekaligus mendapatkan pembinaan karakter secara menyeluruh.
AHY menilai fasilitas di SRMA 32 Lampung Selatan sudah memadai. Asrama dan ruang belajar dinilai bersih, rapi, serta dilengkapi sarana laboratorium. “Guru-gurunya semangat dan anak-anaknya punya cita-cita tinggi. Ada yang ingin jadi guru, tentara, hingga pengusaha. Ini menandakan semangat mereka luar biasa,” ujar AHY.
Meski demikian, AHY menilai masih ada ruang untuk peningkatan fasilitas. Saat ini, bangunan SRMA 32 masih menempati area milik Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Lampung dan bersifat sementara. Pemerintah Provinsi Lampung, menurut AHY, telah menyiapkan lahan seluas sekitar 10 hektare untuk pembangunan kompleks sekolah permanen di masa mendatang.
“Ini masih tahap transisi. Namun tadi Bu Wagub menyampaikan, Pemprov sudah menyiapkan lahan yang lebih luas agar nanti sekolah ini bisa berdiri permanen, termasuk dilengkapi fasilitas olahraga. Karena pembangunan karakter siswa tidak cukup dari sisi akademik saja,” jelas AHY.
Dalam kesempatan itu, AHY juga menekankan pentingnya sinergi antara kementerian dan pemerintah daerah. Kementerian Koordinator yang ia pimpin akan terus berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terkait pembangunan infrastruktur, serta Kementerian Sosial yang membidangi pelaksanaan program sosial bagi masyarakat kurang mampu.
“Kita harus pastikan pembangunan berjalan terintegrasi, tidak masing-masing jalan sendiri. Untuk Lampung, kami akan kawal dengan semangat percepatan, tapi tetap sesuai perencanaan dan prosedur yang benar,” tegasnya.
Keberadaan Sekolah Rakyat merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga pra-sejahtera di seluruh kabupaten dan kota. Siswa di SRMA 32 berasal dari 15 kabupaten/kota se-Provinsi Lampung.
Kunjungan AHY di Lampung menjadi simbol komitmen pemerintah pusat dan daerah dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia. Melalui pembangunan sekolah berasrama seperti SRMA, pemerintah berharap generasi muda dari keluarga pra-sejahtera dapat memperoleh pendidikan yang layak, berkarakter, dan siap menghadapi dunia kerja di masa depan.*
Purnama Wulan Sari Mirza Dorong Kolaborasi Organisasi Wanita, Perkuat Sinergi di Era Digital
JurnalKota.net – Bandar Lampung — Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Lampung Purnama Wulan Sari Mirza resmi membuka Musyawarah Daerah (MUSDA) IX Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW) Provinsi Lampung Tahun 2025, yang mengusung tema “BKOW Provinsi Lampung Berkontribusi Wujudkan Perempuan Berdaya di Era Digital Menuju Lampung Maju”, Senin (14/10/2025).
Dalam sambutannya, Ketua TP. PKK Provinsi Lampung menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada BKOW atas dedikasi dan komitmennya memperkuat kiprah organisasi perempuan di Provinsi Lampung. Ia menegaskan bahwa MUSDA IX menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi dan solidaritas antarorganisasi perempuan dalam menjawab tantangan zaman.
“Kolaborasi lintas organisasi perempuan merupakan kekuatan besar. Ketika seluruh elemen bersatu, kita dapat menciptakan program yang lebih efektif dan menyentuh kebutuhan riil masyarakat, terutama bagi perempuan, anak, dan keluarga,” ujar Ketua TP. PKK Provinsi Lampung.
Ia menambahkan, peningkatan kualitas sumber daya manusia dan ketahanan keluarga adalah fondasi utama dalam membangun masyarakat yang sejahtera, mandiri, dan tangguh.
Sementara itu, Gubernur Lampung dalam sambutan tertulis yang dibacakan Staf Ahli Gubernur Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Lukman Pura menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh jajaran pengurus BKOW yang telah mempersiapkan kegiatan ini dengan baik. Gubernur menegaskan bahwa perempuan Lampung memiliki peran strategis dalam memperkuat pembangunan daerah, terutama di era digital yang membuka peluang luas bagi pemberdayaan dan inovasi.
“Perempuan Lampung telah menunjukkan kontribusi nyata di berbagai bidang pendidikan, ekonomi, sosial, hingga kepemimpinan publik. Melalui literasi digital dan semangat kolaboratif, perempuan mampu menjadi agen perubahan bagi keluarga dan masyarakat,” ujar Gubernur.
Gubernur juga mengajak seluruh organisasi wanita di bawah BKOW untuk terus memperkuat kerja sama dengan pemerintah daerah, dunia usaha, lembaga pendidikan, dan komunitas masyarakat agar setiap program dapat memberikan dampak nyata.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum BKOW Provinsi Lampung, Risneni Rasyid menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kehadiran Gubernur serta Ketua TP. PKK Provinsi Lampung. Ia berharap MUSDA IX menjadi momentum untuk melahirkan pemimpin perempuan yang berintegritas, dinamis, dan visioner.
“Kami berkomitmen menjadikan BKOW sebagai wadah kolaborasi dan inspirasi bagi seluruh organisasi wanita di Lampung, guna mewujudkan perempuan yang berdaya dan keluarga yang tangguh di era digital,” ujar Hj. Risneni Rasyid.
MUSDA IX BKOW Provinsi Lampung diharapkan menghasilkan keputusan dan program strategis yang mampu memperkuat peran perempuan dalam berbagai sektor kehidupan.
Kegiatan dihadiri oleh Ketua dan pengurus organisasi wanita se-Provinsi Lampung, tokoh perempuan, perwakilan lembaga pemerintah, serta mitra strategis dari berbagai kabupaten/kota.*
LEIF 2025 akan Fokus pada Gagasan Gubernur Rahmat Mirzani Djausal tentang Penguatan Ekonomi Berbasis Komoditas dan Hilirisasi
JurnalKota.net – BANDARLAMPUNG — Rapat lanjutan persiapan Lampung Economic Investment Forum (LEIF) 2025 akan fokus pada gagasan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal tentang penguatan ekonomi berbasis komoditas dan hilirisasi.
Hal tersebut diungkapkan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung Bimo Epyanto dalam rapat yang dipimpin Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan, di Ruang Kerja Sekda, Kantor Gubernur, Rabu (15/10/2025).
Bimo Epyanto menjelaskan sebanyak 130 investor nasional dan internasional diperkirakan akan hadir dalam forum tersebut.
Bimo menyampaikan bahwa ajang tersebut menjadi tantangan sekaligus peluang besar bagi Lampung untuk berdialog langsung dengan calon investor, sehingga diperlukan kesiapan bahan presentasi dan data yang kuat.
Rapat tersebut dihadiri juga oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Mulyadi Irsan, serta sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.
LEIF 2025 merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Lampung dan Bank Indonesia, yang dijadwalkan berlangsung pada 4 November 2025. Dalam forum ini, Lampung akan menampilkan berbagai proyek strategis dan peluang investasi unggulan untuk menarik minat investor, baik dari dalam maupun luar negeri. Forum tersebut diharapkan menjadi wadah strategis untuk mempertemukan pemerintah daerah dengan calon investor potensial.
Sekdaprov Marindo Kurniawan menyampaikan pesan Gubernur Rahmat Mirzani Djausal bahwa forum investasi ini tidak hanya menampilkan daftar proyek, tetapi juga harus mampu menggambarkan secara komprehensif potensi dan sumber daya yang dimiliki Provinsi Lampung.
“Kami ingin menunjukkan bahwa Lampung memiliki aset, lahan, dan sumber daya yang menjadi modal penting bagi pertumbuhan ekonomi. Di tengah keterbatasan fiskal daerah, kesempatan ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya,” ujar Marindo.
Ia menegaskan bahwa data, informasi, dan produk investasi yang akan disajikan harus jelas, akurat, dan menarik, agar mampu meningkatkan kepercayaan investor. Ia juga berharap hasil dari kegiatan ini tidak berhenti pada pelaksanaannya saja, tetapi berlanjut dalam bentuk kerja sama nyata dan berdampak jangka panjang bagi perekonomian daerah.
Pemerintah Provinsi Lampung optimistis LEIF 2025 mampu membuka peluang kolaborasi dan investasi jangka panjang, mempercepat hilirisasi komoditas unggulan, serta menghadirkan pertumbuhan ekonomi yang merata di seluruh wilayah.*
Pemprov Lampung dan Jajaran Kementerian Keuangan Perkuat Sinergi Percepat Penyelesaian Kegiatan dan Pencairan Dana Akhir Tahun Anggaran 2025
JurnalKota.net – BANDARLAMPUNG — Pemerintah Provinsi Lampung menjalin sinergi dengan jajaran Kementerian Keuangan seperti Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Tipe A1 Bandar Lampung dan perwakilan Bidang I Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Lampung dalam rangka percepatan penyerapan anggaran, penyelesaian kegiatan akhir tahun, serta penguatan tata kelola keuangan daerah.
Sinergi itu dilakukan Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan saat menerima kunjungan Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Tipe A1 Bandar Lampung bersama perwakilan Bidang I Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Lampung di Ruang Rapat Sekda, Kantor Gubernur, Selasa (15/10/2025).
Tim DJPb menyampaikan pentingnya disiplin waktu penyelesaian kontrak, BAST, hingga pendaftaran di KPPN agar tidak melewati batas waktu yang ditetapkan.
Dalam kesempatan itu, pihak KPPN menegaskan bahwa permintaan dispensasi atas keterlambatan dokumen hanya dapat diberikan satu kali, sehingga setiap OPD diharapkan mempercepat proses administrasi keuangan dan pelaporan agar penyerapan APBN maupun APBD dapat optimal. Sekda menekankan agar seluruh satuan kerja menjaga koordinasi dengan KPPN serta BPKAD dalam hal pengelolaan dana dekonsentrasi dan tugas pembantuan.
Beberapa dinas yang turut hadir antara lain Dinas Tenaga Kerja, Dinas PMPTSP, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, Dinas PSDA, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas PMD dan Transmigrasi, Dinas Kelautan dan Perikanan, Bappeda, serta Biro Administrasi Pembangunan. Sekda juga menyoroti pentingnya menjaga efisiensi pelaksanaan kegiatan agar tidak terjadi pemblokiran anggaran dan memastikan seluruh proses pengawasan dilakukan sesuai regulasi.
Pertemuan diakhiri dengan komitmen bersama antara Pemprov Lampung dan jajaran Kementerian Keuangan untuk memperkuat sinergi, meningkatkan akuntabilitas, serta mempercepat penyelesaian kegiatan dan pencairan dana di akhir tahun anggaran 2025.*
Gubernur Rahmat Mirzani Djausal Dampingi Menko Agus Harimurti Yudhoyono dalam Acara Fun Run di Bandar Lampung, Bangun Kolaborasi Lintas Sektor di Lampung sebagai Pintu Masuk Pulau Sumatera
JurnalKota.net – BANDARLAMPUNG —– Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mendampingi Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan RI Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dalam kegiatan Fun Run di Bandar Lampung, Selasa Pagi (14/10/2025).
Kehadiran Menko AHY tidak saja terkait acara itu, tetapi juga upaya melakukan kolaborasi lintas sektor dalam pembangunan infrastruktur nasional, termasuk di Provinsi Lampung yang menjadi gerbang utama Pulau Sumatera.
Sebagai pintu masuk Sumatera, Lampung harus didukung infrastruktur, konektivitas, dan efisiensi mobilitas manusia, barang, dan jasa.
Gubernur Mirza mengapresiasi kehadiran Menko AHY di Provinsi Lampung, yang dinilainya menjadi dorongan kuat bagi percepatan pembangunan daerah.
“Kami ucapkan selamat datang kepada Pak Menko. Tentu saja dukungan kita penuh untuk kemajuan pembangunan di Provinsi Lampung. Ke depan, kita akan terus menambah kolaborasi dan sinergi dengan pemerintah pusat,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa seluruh program pemerintah pusat akan terus didukung dan diintegrasikan dengan program daerah agar pembangunan berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.
Sementara itu, Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan RI Agus Harimurti Yudhoyono menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam pembangunan infrastruktur nasional, termasuk di Provinsi Lampung yang menjadi gerbang utama Pulau Sumatera.
“Lampung adalah pintu masuk Sumatera, sehingga harus didukung infrastrukturnya, konektivitasnya, dan efisiensi mobilitas manusia, barang, dan jasa,” ujarnya.
Ia menambahkan keberadaan Kemenko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan yang baru dibentuk oleh Presiden Prabowo Subianto, memiliki peran strategis dalam mengintegrasikan pembangunan lintas kementerian dan lembaga agar tidak berjalan sendiri-sendiri.
“Kami hadir untuk memastikan pembangunan berjalan lebih efisien, saling mendukung antar sektor, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Misalnya, kita bisa membangun bandara besar, tetapi tanpa konektivitas jalan yang baik, pemanfaatannya tidak akan optimal. Begitu juga dengan bendungan yang tidak diikuti jaringan irigasi,” jelasnya.
AHY juga menegaskan bahwa kementerian yang dipimpinnya akan memastikan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan di daerah dilakukan secara terintegrasi.
“Kami ingin memberikan kontribusi yang lebih baik dalam pembangunan di seluruh wilayah, termasuk Lampung. Sinergi dengan Pemprov menjadi kunci keberhasilan bersama,” pungkasnya.
Selain jajaran pemerintah daerah, kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Pangdam XXI/Radin Inten Mayjen TNI Khristome Sianturi, Wali Kota Metro Bambang Imam Santoso, Bupati Pesawaran Nanda Indira Bastian, serta unsur Forkopimda Provinsi Lampung.
Kegiatan Fun Run ini sekaligus menjadi simbol semangat kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mewujudkan pembangunan infrastruktur yang berkeadilan, merata, dan berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat Lampung dan wilayah Sumatera bagian selatan.*
Dukung Ekonomi Daerah, JAPFA Jajaki Kerja Sama Strategis dengan Pemkab Lampung Selatan
LAMSEL, Kalianda – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan terus memperluas kolaborasi dengan sektor swasta untuk memperkuat ekonomi daerah. Kali ini, Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama menerima audiensi dari PT Suri Tani Pemuka Aquafeed Lampung, anak perusahaan PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk, di ruang kerjanya, Kamis (15/10/2025).
Pertemuan tersebut menjadi langkah awal penjajakan kerja sama strategis antara Pemkab Lampung Selatan dan JAPFA dalam berbagai program sosial dan ekonomi yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.
Head of Industrial Relations Corporate PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk, Jefri Hari Akbar, mengatakan bahwa pertemuan ini bertujuan mempererat hubungan kemitraan sekaligus membangun sinergi antara perusahaan dan pemerintah daerah.
“Kami ingin menjajaki kolaborasi dalam berbagai program, mulai dari ketahanan protein pangan, dukungan regulasi investasi, hingga pembinaan koperasi masyarakat. Misalnya, kami bisa membantu pemberdayaan kolam ikan agar masyarakat memiliki akses terhadap pakan berkualitas,” jelas Jefri.
Menanggapi hal itu, Bupati Egi menyambut positif rencana kolaborasi tersebut. Ia menegaskan, Pemkab Lampung Selatan tengah berfokus pada pembangunan ekonomi yang berkelanjutan dan berpihak pada masyarakat kecil.
“Dengan konsep pentahelix, kami ingin menggandeng semua pihak, termasuk sektor swasta seperti JAPFA, untuk mengakselerasi program unggulan daerah. JAPFA bisa ikut memperkuat program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan Makan Bergizi Gratis (MBG),” ujar Bupati Egi.
Bupati muda itu juga optimistis, sinergi dengan industri pangan seperti JAPFA akan memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat, terutama di sektor pertanian, perikanan, dan UMKM.
Kolaborasi antara Pemkab Lampung Selatan dan JAPFA diharapkan tidak hanya memperkuat kemandirian pangan dan pemberdayaan koperasi, tetapi juga menjadi model kemitraan strategis antara pemerintah daerah dan dunia usaha dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi lokal yang inklusif dan berkelanjutan.
Pemkab Lampung Selatan Gandeng BTN, Perluas Akses KPR dan Perkuat Digitalisasi Layanan Publik
LAMSEL, Kalianda – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan resmi menjalin kerja sama strategis dengan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) untuk memperluas akses layanan perbankan, khususnya program Kredit Pemilikan Rumah (KPR), sekaligus memperkuat digitalisasi layanan publik di daerah.
Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dilakukan oleh Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama dan Pimpinan BTN Kantor Cabang Lampung, Peggy Pallasathena, di ruang kerja bupati, Rabu (15/10/2025).
Bupati Egi menyebut, kerja sama ini merupakan langkah strategis dalam mempercepat pembangunan daerah, terutama di sektor perumahan, pariwisata, dan investasi.
“Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan saat ini fokus mengembangkan dan mempromosikan sektor pariwisata sebagai penggerak ekonomi daerah. Kami berharap BTN turut berperan dalam menarik minat investor untuk berinvestasi di Lampung Selatan,” ujar Bupati Egi.
Sementara itu, Pimpinan BTN Cabang Lampung, Peggy Pallasathena, menegaskan bahwa kemitraan ini sejalan dengan program nasional penyediaan hunian layak bagi masyarakat dan aparatur sipil negara (ASN).
“Kerja sama ini mendukung program pemerintah pusat dalam penyediaan tiga juta rumah oleh Presiden Prabowo Subianto. BTN siap memberikan layanan KPR bagi masyarakat Lampung Selatan, ASN, serta pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja,” jelas Peggy.
Selain KPR, BTN juga memperkenalkan platform digital inovatif DigiKab, yang dirancang untuk mempercepat transformasi layanan publik di tingkat kabupaten.
Melalui DigiKab, masyarakat dapat mengakses berbagai layanan terpadu, mulai dari pemesanan produk pertanian, layanan wisata, pembayaran pajak restoran, pembiayaan UMKM, hingga program DigiKab Sehat.
Peggy menambahkan, implementasi DigiKab juga akan mendukung optimalisasi sistem pembayaran pajak daerah, termasuk pajak pariwisata dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), guna mendorong perluasan transaksi non-tunai serta memperkuat ekosistem keuangan daerah.
Kerja sama ini diharapkan menjadi fondasi sinergi berkelanjutan antara Pemkab Lampung Selatan dan BTN dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, mempercepat digitalisasi layanan publik, serta menghadirkan kemudahan akses perbankan bagi seluruh lapisan masyarakat.
8 Camat Baru Dilantik, Bupati Egi: Jabatan Itu Amanah untuk Melayani Rakyat
LAMSEL, Kalianda – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan kembali melakukan penyegaran di jajaran pejabat administrator. Sebanyak 18 pejabat dilantik oleh Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama, termasuk delapan camat baru yang akan menjadi ujung tombak pelayanan publik di wilayahnya masing-masing.
Pelantikan yang berlangsung khidmat di Aula Rajabasa, Rabu (15/10/2025), tersebut menjadi momentum penting bagi Bupati Egi untuk menegaskan kembali semangat birokrasi yang berorientasi pada pelayanan masyarakat.
“Pelantikan ini bukan sekadar seremoni atau pergantian jabatan, tapi bagian dari penyesuaian organisasi agar lebih adaptif terhadap perubahan zaman. Setiap masa ada orangnya, setiap orang ada masanya,” ujar Bupati Egi dalam sambutannya.
Delapan camat baru yang dilantik antara lain:
-
Sidik (Camat Bakauheni)
-
Sumiyati (Camat Candipuro)
-
Ruris Apdani (Camat Kalianda)
-
Sri Mahendra Kesuma Dewi (Camat Ketapang)
-
Wayan Susana (Camat Sragi)
-
R. Sy. Handoyo Soesilo (Camat Tanjungsari)
-
Raden Permata Marga (Camat Way Panji)
-
Fitri Hidayat (Camat Way Sulan)
Selain mereka, dr. Djohardi resmi menjabat sebagai Direktur RSUD Bob Bazar Kalianda, dan Dwi Juliyanti Puspita Sari sebagai Sekretaris Kecamatan Way Panji. Sementara delapan pejabat lainnya menempati posisi Kepala Bidang di sejumlah perangkat daerah.
Bupati Egi menegaskan bahwa setiap pejabat yang dilantik harus memiliki mental melayani, bukan mental dilayani.
“Kita ini bukan pejabat, tapi orang yang diberi jabatan untuk melayani. Jabatan itu titipan, bukan milik pribadi. Maka semua harus punya mental melayani,” tegasnya.
Ia juga berpesan agar para camat menjaga sikap dan perilaku, karena mereka adalah wajah pemerintah daerah di tingkat kecamatan.
“Camat itu perpanjangan tangan bupati. Maka jagalah ucapan, kebiasaan, dan perilaku, sebab masyarakat menilai pemerintah dari cara Anda bertindak,” pesan Egi.
Kepada pejabat lama, Egi menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan kerja keras yang telah diberikan selama ini. Ia menegaskan bahwa rotasi jabatan dilakukan semata-mata untuk memperkuat organisasi dan meningkatkan efektivitas kinerja, bukan karena alasan politis.
“Kalau ini urusan politik, dari awal saya dilantik sudah saya ganti semua. Tapi tidak. Ini murni penyesuaian agar roda pemerintahan berjalan lebih efektif,” tandasnya.
Di akhir arahannya, Bupati Egi mengajak seluruh pejabat yang baru dilantik untuk bekerja dengan sepenuh hati demi mewujudkan Lampung Selatan yang maju dan melayani rakyat.
Selain itu, dua Aparatur Sipil Negara (ASN) juga mendapat tugas tambahan sebagai Pelaksana Tugas (Plt), yakni Maturidi sebagai Plt Kepala Pelaksana BPBD Lampung Selatan, dan Bagus Wijaya Kusuma sebagai Plt Kepala Bagian Organisasi Sekretariat Daerah.
Fraksi Gerindra Apresiasi Program Pasar Murah Pemkab Lampung Selatan: Bukti Nyata Pemerintah Hadir untuk Rakyat
LAMPUNG SELATAN – Program pasar murah yang digulirkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan mendapat apresiasi tinggi dari…