Ketum KNPI Imbau Aksi Massa Tetap Damai dan Kondusif

Jurnal kota net – Jakarta – Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPP KNPI), Haris Pertama, meminta seluruh kader dan pengurus KNPI di daerah menjaga ketertiban di tengah maraknya aksi unjuk rasa yang berpotensi menimbulkan kericuhan.

“Jangan mudah terprovokasi. Tetap kawal aksi dengan damai, fokus pada tujuan demokrasi demi kepentingan bersama,” ujar Haris, Minggu (31/8/2025).

Ia juga mengingatkan para demonstran agar menyampaikan aspirasi sesuai aturan hukum serta menghindari tindakan yang bisa merusak fasilitas publik.

“Fasilitas umum adalah milik kita bersama, jangan sampai aksi merugikan masyarakat luas,” tegasnya.

Lebih lanjut, Haris menekankan pentingnya pemerintah dan DPR mendengar suara masyarakat. Menurutnya, gelombang protes yang muncul di sejumlah daerah merupakan wujud ketidakpuasan rakyat terhadap berbagai kebijakan yang dianggap tidak berpihak pada kepentingan publik.

“Saya berharap para pejabat, khususnya DPR, membuka telinga dan hati untuk mendengar tuntutan rakyat yang menginginkan perubahan,” pungkas Haris.*

 

Unjuk Rasa di Lampung Berlangsung Kondusif, Gubernur Rahmat Mirzani Duduk Bersama Mahasiswa

JurnalKota.net – Bandar Lampung —- Aksi unjuk rasa yang digelar oleh berbagai elemen mahasiswa di depan Gerbang Pintu Masuk Komplek Kantor Gubernur/DPRD Provinsi Lampung, Senin (1/9/2025), berlangsung kondusif dan berakhir dengan damai.

Meski sempat terjadi ketegangan, langkah Gubernur Rahmat Mirzani Djausal bersama jajaran Forkopimda menemui para demonstran menuai simpati. Ajakan Gubernur agar massa menenangkan suasana disambut baik. Para pengunjuk rasa bahkan terlihat duduk bersama di jalan aspal, berdialog secara terbuka dan penuh kekeluargaan.

Dengan sabar, Gubernur Mirza mendengarkan satu per satu aspirasi yang disampaikan mahasiswa. Suasana menjadi lebih cair karena komunikasi dilakukan dari hati ke hati.

Sehari sebelumnya, jagat media sosial Lampung ramai dengan unggahan ajakan menggelar aksi demonstrasi. Menariknya, ajakan tersebut juga didukung dengan seruan dari akun-akun resmi pemerintah dan sejumlah influencer, yang menekankan pentingnya menjaga ketertiban dan kedamaian.

Pemerintah Provinsi Lampung sejak awal mengedepankan pendekatan persuasif. Sekdaprov Lampung Marindo Kurniawan bahkan menyebut para demonstran sebagai bagian dari keluarga besar Lampung. Menurutnya, mahasiswa adalah generasi muda Lampung yang kelak menjadi pewaris Provinsi Lampung di masa depan.

Dengan langkah simpatik dan edukatif tersebut, kekhawatiran akan terjadinya kericuhan seperti di beberapa daerah lain di Indonesia terbantahkan. Aksi unjuk rasa di Lampung justru berakhir dengan tertib, aman, dan penuh nuansa kekeluargaan.

Peristiwa ini sekaligus membuktikan bahwa demokrasi di Lampung telah tumbuh matang. Masyarakat Lampung tidak hanya menjunjung tinggi kebebasan berpendapat, tetapi juga mampu menjaga suasana kondusif.

Tanpa ada satupun titik api yang menyala, Lampung hari ini telah menjadi role model demokrasi di Indonesia.*

Suara Rakyat Didengar, Gubernur Mirza Sambut Massa dengan Aksi Damai

JurnalKota.net – BANDAR LAMPUNG — Suara Rakyat Didengar, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Lampung menyambut ribuan massa demonstrasi dengan aksi damai di depan gerbang kantor Pemerintah Provinsi Lampung, Senin (1/9/2025).

Ribuan massa yang memadati area gerbang kantor Pemprov Lampung disambut langsung oleh Gubernur Mirza. Berbekal pengeras suara, Gubernur Mirza berupaya meredakan ketegangan dengan mengajak perwakilan demonstran untuk berdialog. Menurutnya, pertemuan tatap muka ini menjadi bukti nyata bahwa pemerintah daerah tidak anti kritik dan terbuka terhadap aspirasi rakyat.

Dalam pidato singkatnya, Gubernur Mirza menyampaikan apresiasi kepada seluruh elemen masyarakat yang hadir. “Terima kasih sebesar-besarnya kepada adik-adik mahasiswa dan seluruh instrumen masyarakat Lampung yang hadir hari ini. Kalian telah membuktikan bahwa kita cinta dengan daerah kita, cinta dengan masyarakat kita,” ujar Gubernur Mirza.

Ia juga menekankan bahwa kehadiran ribuan massa di kantor pemerintahan adalah hal yang baik dan patut diapresiasi. “Ketika tidak ada kesesuaian, adik-adik hadir disini untuk menyampaikan aspirasi. Saya hari ini bersama seluruh jajaran pemerintah, kepala kepolisian daerah, dan seluruh anggota DPRD Provinsi Lampung, hadir di sini,” ujarnya.

Gubernur Mirza menambahkan, pemerintah daerah akan menampung seluruh aspirasi yang disampaikan. Tuntutan dan aspirasi tersebut akan menjadi dorongan bagi Pemprov Lampung untuk memperjuangkan ke Pemerintah Pusat agar bisa segera dilaksanakan.

“Saya ingin berterima kasih, pemerintah telah mendengar dan membenarkan seluruh aspirasi teman-teman sekalian untuk disampaikan kepada kami. Ini akan menjadi pendorong bagi kami untuk memperjuangkan aspirasi adik-adik kepada Pemerintah Pusat,” ujarnya.

Diakhir penyampaiannya, Gubernur Mirza berpesan agar para demonstran menjaga kondusivitas Lampung. Ia berterima kasih karena aksi berjalan tertib dan tidak disusupi oleh pihak-pihak yang tidak berkepentingan.

“Tolong jaga Provinsi Lampung dari hari ini, besok, sampai masa depan. Karena kalianlah masa depan Provinsi Lampung,” pungkasnya.

Sebagai informasi, perwakilan Mahasiswa menyampaikan 10 tuntutan utama pada aksi demontrasi ini.

Antara lain yaitu Sahkan RUU Perampasan Aset, Potong tunjangan dan gaji anggota DPR, Tingkatkan kualitas gaji dosen dan guru, Memerintah Presiden Prabowo untuk memecat menteri- menteri yang problematik, Meminta ketua partai untuk memberhentikan/merestrukturisasi kadernya yang problematik di eksekutif dan legislatif.

Kemudian, Reformasi total Polri, adili pelaku pembunuhan Affan Kurniawan, evaluasi kinerja Polda Lampung; Tolak RKUHAP, Tolak efisiensi anggaran terhadap sektor pendidikan dan kesehatan, dan Hentikan penggunaan pajak rakyat untuk menindas rakyat, serta Laksanakan reforma agraria sejati dengan pembebasan lahan untuk petani di Anak Tuha.*

Polres Pesisir Barat Laksanakan Patroli Skala Besar Jaga Situasi Aman dan Kondusif

JurnalKota.net – Pesisir Barat – Polres Pesisir Barat bersama TNI dan instansi terkait melaksanakan patroli skala besar dalam rangka menjaga situasi Kamtibmas tetap aman dan kondusif. Kegiatan ini berlangsung pada hari Minggu, 31 Agustus 2025 di wilayah hukum Polres Pesisir Barat.

Kapolres Pesisir Barat AKBP Bestiana, S.I.K., M.M., melalui Kabag Ops Polres Pesisir Barat Kompol Rohmadi, S.H., menyampaikan bahwa patroli skala besar ini merupakan langkah preventif untuk mengantisipasi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Patroli ini dilaksanakan untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat serta menunjukkan sinergitas antara Polri, TNI, dan instansi terkait dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah Kabupaten Pesisir Barat,” ujar Kompol Rohmadi.

Selain itu, patroli skala besar ini juga bertujuan untuk memantau situasi di titik-titik rawan dan memastikan masyarakat tetap merasa tenang dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Polres Pesisir Barat mengimbau masyarakat agar senantiasa mendukung tugas-tugas aparat keamanan dengan tetap menjaga kerukunan, waspada terhadap potensi gangguan Kamtibmas, serta segera melaporkan jika menemukan hal-hal yang mencurigakan.

Dengan adanya patroli skala besar ini, diharapkan situasi Kamtibmas di Kabupaten Pesisir Barat tetap terjaga aman, nyaman, dan kondusif.*

HUT Ke-78 Korem 043/Gatam, Brigjen TNI Haryantana, S.H. Pimpin Ziarah Rombongan

JurnalKota.net – Lampung – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-78 Korem 043/Garuda Hitam Tahun 2025, Komandan Korem 043/Gatam Brigjen TNI Haryantana, S.H., memimpin pelaksanaan ziarah rombongan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Tanjung Karang, Jl. Teuku Umar, Penengahan, Bandar Lampung, Senin (1/09/2025).

Kegiatan ziarah rombongan ini merupakan salah satu rangkaian acara peringatan HUT Korem 043/Gatam ke-78, sekaligus menjadi momentum bagi prajurit dan PNS Korem 043/Gatam untuk meneladani serta mengimplementasikan nilai-nilai perjuangan para pahlawan yang telah rela berkorban jiwa dan raga demi tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Ziarah diawali dengan penghormatan kepada arwah para pahlawan yang dipimpin langsung oleh Danrem 043/Gatam Brigjen TNI Haryantana, S.H., selaku pimpinan ziarah. Acara kemudian dilanjutkan dengan peletakan karangan bunga di tugu makam pahlawan serta penaburan bunga di pusara para pahlawan oleh Danrem beserta seluruh peserta upacara.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, para Kasi Kasrem 043/Gatam, para Dan/Ka Satdisjan jajaran Korem 043/Gatam, para Pasi Korem 043/Gatam, Kepala Balak Korem 043/Gatam, serta Pengurus Persit Kartika Chandra Kirana Koorcab Rem 043 PD XXI/Raden Inten.*

TNI-Polri Gelar Patroli Gabungan Skala Besar Jaga Kondusifitas di Bandar Lampung

JurnalKota.net – Bandar Lampung – Dalam rangka menjaga keamanan dan mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas, aparat gabungan TNI-Polri menggelar patroli gabungan skala besar, pada Minggu (30/8/2025) malam. Kegiatan menyasar sejumlah titik rawan dan objek vital di wilayah Kota Bandar Lampung.

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat serta mencegah terjadinya potensi gangguan keamanan.

Kasi Humas Polresta Bandar Lampung, AKP Agustina Nilawati mengatakan kegiatan patroli gabungan ini merupakan bagian dari upaya preventif guna mencegah potensi kerawanan yang bisa timbul di malam hari.

“Malam ini kami bersama jajaran Polda Lampung, Brimob dan kodim, menggelar kegiatan patroli gabungan, dan patroli menyasar sejumlah objek vital hingga pusat keramaian,” ujarnya, Minggu (31/8/2025).

Patroli dibagi menjadi 2 regu, dengan mengerahkan belasan kendaraan dinas mengelilingi kota Bandar Lampung.

Selain melakukan patroli, jajaran petugas juga melaksanakan komunikasi dengan pihak keamanan di sejumlah objek vital. Petugas mengimbau agar selalu berkoordinasi dengan pihak kepolisian jika menemukan hal-hal mencurigakan.

Langkah ini diambil untuk memperkuat sinergi antara aparat dan masyarakat dalam menciptakan situasi yang aman dan kondusif.

Kasi Humas menuturkan bahwa patroli serupa akan terus dilakukan secara rutin, terutama pada jam-jam rawan. Hal ini dilakukan untuk memastikan stabilitas keamanan di wilayah Kota Bandar Lampung.

“Kami imbau kepada seluruh masyarakat untuk tetap waspada dan tidak segan melaporkan setiap aktivitas mencurigakan kepada pihak kepolisian. Keamanan adalah tanggung jawab bersama, dan kami siap memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat,” kata AKP Agustina.*

Pemerintah Kota Bandar Lampung Gelar Istighosah dan Doa Bersama Untuk Keselamatan Bangsa di 20 Kecamatan

JurnalKota.net – Bandar Lampung- Pemerintah Kota Bandar Lampung menggelar Istighosah dan Doa Bersama Untuk Keselamatan bangsa serentak di 20 Kecamatan sekota Bandar Lampung, Minggu 31 Agustus 2025.

Acara ini digelar sebagai bentuk ikhtiar spiritual untuk memohon pertolongan Allah SWT, agar bangsa Indonesia senantiasa diberikan keselamatan, kedamaian, serta keberkahan.

Kegiatan istighosah diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan dengan dzikir, shalawat, serta doa bersama yang dipimpin oleh para Ulama dan Tokoh Agama. Dengan penuh khusyuk, jamaah mengangkat tangan, menundukkan hati, dan memohon ampunan atas segala dosa serta memohon perlindungan dari segala bentuk bencana, perpecahan, maupun ancaman yang dapat mengganggu keutuhan bangsa.

“Gejolak dan dinamika yang terjadi di berbagai daerah akhir-akhir ini tentu menjadi perhatian kita. Kita tak bisa mengandalkan upaya lahiriah semata, untuk itu sore ini kita berdoa dan satukan hati,” dikutip dari sambutan resmi Walikota Bandar Lampung Eva Dwiana.

Selain dimaknai sebagai ritual keagamaan, istighosah juga menjadi sarana mempererat ukhuwah islamiyah dan kebersamaan antar warga. Melalui doa bersama, terjalin semangat persaudaraan, solidaritas, dan kepedulian sosial untuk menjaga persatuan bangsa.

“Kamtibmas adalah tanggung jawab kita. Mari kita menjaga negara kita, Provinsi kita dan kota Bandar Lampung agar selaku kondusif. Jangan mudah terprovokasi mari mengedepankan persatuan, dialog dan musyawarah. Mari kita menolak segala bentuk kekerasan dan anarkis yang justru merugikan,” tulis sambutan Walikota Eva Dwiana.*

Pemerintah Provinsi Lampung Gelar Doa Bersama Kebangsaan, Satukan Hati untuk Perdamaian

JurnalKota.net – BANDARLAMPUNG — Pemerintah Provinsi Lampung menyelenggarakan Doa Bersama Kebangsaan sebagai upaya nyata merajut persatuan dan menjaga kedamaian.
Acara tersebut yang berlangsung di Kantor DPRD Provinsi Lampung, Minggu (31/8/2025).

Acara yang khidmat ini dipimpin oleh KH. Ihya Ulumudin, Pimpinan Pondok Pesantren Madarijul Ulum, dan dihadiri langsung oleh jajaran pimpinan daerah, mulai dari Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, Wakil Gubernur Provinsi Lampung Jihan Nurlela, hingga jajaran Forkopimda. Berbagai tokoh agama, tokoh masyarakat, serta pimpinan organisasi kemasyarakatan (Ormas) di Provinsi Lampung.

Acara doa bersama ini, ujar Gubernur Mirza, bertujuan untuk menyatukan hati yang mungkin sempat terpecah oleh perbedaan niat dan tujuan. “Hari ini, kita datang dari seluruh pihak, seluruh kelompok, seluruh komponen masyarakat, untuk menyatukan hati. Insyaallah dengan satunya hati, pertolongan Allah akan datang kepada kita,” ujar Gubernur Mirza.

Dalam sambutannya, Gubernur Mirza menekankan bahwa doa adalah inti dari ikhtiar manusia. “Tidak ada yang bisa menolak takdir kecuali doa. Doa bukan sekadar permohonan, melainkan senjata orang beriman yang mampu mendatangkan pertolongan Allah,” ujarnya.

Kehidupan berbangsa belakangan ini diwarnai dinamika yang cukup tinggi, dimana aspirasi dan perbedaan pendapat semakin terbuka.
Namun, Gubernur Mirza melihat ini sebagai pertanda bahwa bangsa Indonesia masih hidup dan rakyatnya peduli terhadap arah perjalanan negara.

“Tugas kita bersama adalah memastikan agar kepedulian masyarakat, kepedulian rakyat, tersalurkan dengan cara yang sangat konstruktif, yang penuh etika, dan menjunjung tinggi nilai persatuan dan kesatuan,” ujarnya.

Ia mengajak seluruh pihak untuk tidak membiarkan energi bangsa habis dalam perpecahan, melainkan mengarahkannya untuk pembangunan dan kesejahteraan bersama.

Gubernur Mirza menyoroti peran Lampung sebagai rumah bagi berbagai macam keberagaman. Ia menggambarkan Lampung sebagai tempat di mana semua suku, agama, dan budaya hidup berdampingan tanpa pernah melihat perbedaan. “Inilah wajah sejati Indonesia, inilah ruh dari Lampung, Sang Bumi Ruwa Jurai, tanah yang senantiasa mempersatukan keberagaman,” ungkapnya.

“Sebagai bagian dari masyarakat Lampung, kita memiliki tanggung jawab untuk terus menjaga ketentraman daerah, memperkuat nilai-nilai kebangsaan, serta menebarkan semangat persaudaraan,” tambahnya.

Di akhir sambutannya, Gubernur Mirza mengajak seluruh elemen masyarakat di Provinsi Lampung untuk terus menjaga kedamaian daerah. “Mari sama-sama kita jaga provinsi kita, kita jaga rumah kita. Kita curahkan energi kita untuk membuat Provinsi Lampung lebih baik,” ajak Gubernur Mirza.*

Pemprov Lampung Percaya Penyampaian Aspirasi Tidak Anarkis, Pelayanan Publik Tetap Berjalan

JurnalKota.net – Bandar Lampung — Menyikapi rencana unjuk rasa yang akan dilakukan oleh berbagai elemen mahasiswa yang tergabung dalam BEM SI Lampung pada Senin, 1 September 2025, Pemerintah Provinsi Lampung memastikan seluruh pelayanan publik tetap berjalan normal.

Sekdaprov Lampung, Marindo Kurniawan, menegaskan bahwa ASN di lingkungan Pemprov Lampung tetap menjalankan tugas dan kewajiban seperti biasa.

“Eselon 2, eselon 3, eselon 4, dan seluruh ASN di Pemprov Lampung tetap bekerja seperti biasa memberikan pelayanan publik. Itu memang menjadi tugas kita masing-masing. Di saat yang sama, kita juga ikut menjaga situasi tetap kondusif karena para demonstran adalah keluarga, anak-anak kita sendiri, generasi muda Lampung yang harus kita jaga dan kawal bersama,” ujar Marindo.

Hal senada disampaikan Plt. Kepala BKD Provinsi Lampung, Rendi Riswandi, yang menekankan bahwa penyampaian aspirasi adalah hak setiap warga negara, namun tidak boleh mengganggu jalannya pelayanan publik.

“Kalau penyampaian aspirasi itu kita dukung, karena memang diatur oleh ketentuan. Sedangkan untuk ASN di lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung bekerja seperti biasa. Terutama pelayanan publik, itu harus tetap berjalan karena ujungnya adalah untuk masyarakat. Jadi kami bekerja seperti biasa,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bapenda Provinsi Lampung, Slamet Riadi, memastikan pelayanan pajak dan kesamsatan tetap berjalan normal di seluruh daerah.

“Pada prinsipnya unjuk rasa adalah hal yang diperbolehkan. Artinya, pelayanan publik, khususnya pelayanan kesamsatan di 15 kabupaten/kota tetap berjalan. Itu tidak menghambat wajib pajak untuk melaksanakan kewajibannya,” jelas Slamet.

Dari sektor pendidikan, Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung, Thomas Amrico, memastikan kegiatan belajar-mengajar tetap berlangsung normal.

“Kita tetap fokus belajar esok hari. Anak masuk sekolah tepat waktu, pulang sesuai jadwal, dan guru-guru, wali kelas, serta kepala sekolah memastikan anak-anak tetap belajar. Kalau ada yang tidak masuk sekolah, kita konfirmasi ke orang tuanya apakah di rumah atau ikut serta dalam aksi. Prinsipnya, kita jaga kondusivitas bersama,” kata Thomas.

Ia menambahkan, keyakinan bahwa proses belajar tetap berjalan didasari oleh semangat kebersamaan masyarakat Lampung.

“Kami yakin yang demo ini kan keluarga kita juga, masyarakat Lampung juga, yang insya Allah akan menjaga keamanan, ketertiban, dan kondusivitas di Provinsi Lampung,” ujarnya.*

Pemerintah Provinsi Lampung Gelar Doa Bersama Kebangsaan, Satukan Hati untuk Perdamaian

JurnalKota.net – BANDARLAMPUNG — Pemerintah Provinsi Lampung menyelenggarakan Doa Bersama Kebangsaan sebagai upaya nyata merajut persatuan dan menjaga kedamaian.
Acara tersebut yang berlangsung di Kantor DPRD Provinsi Lampung, Minggu (31/8/2025).

Acara yang khidmat ini dipimpin oleh KH. Ihya Ulumudin, Pimpinan Pondok Pesantren Madarijul Ulum, dan dihadiri langsung oleh jajaran pimpinan daerah, mulai dari Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, Wakil Gubernur Provinsi Lampung Jihan Nurlela, hingga jajaran Forkopimda. Berbagai tokoh agama, tokoh masyarakat, serta pimpinan organisasi kemasyarakatan (Ormas) di Provinsi Lampung.

Acara doa bersama ini, ujar Gubernur Mirza, bertujuan untuk menyatukan hati yang mungkin sempat terpecah oleh perbedaan niat dan tujuan. “Hari ini, kita datang dari seluruh pihak, seluruh kelompok, seluruh komponen masyarakat, untuk menyatukan hati. Insyaallah dengan satunya hati, pertolongan Allah akan datang kepada kita,” ujar Gubernur Mirza.

Dalam sambutannya, Gubernur Mirza menekankan bahwa doa adalah inti dari ikhtiar manusia. “Tidak ada yang bisa menolak takdir kecuali doa. Doa bukan sekadar permohonan, melainkan senjata orang beriman yang mampu mendatangkan pertolongan Allah,” ujarnya.

Kehidupan berbangsa belakangan ini diwarnai dinamika yang cukup tinggi, dimana aspirasi dan perbedaan pendapat semakin terbuka.
Namun, Gubernur Mirza melihat ini sebagai pertanda bahwa bangsa Indonesia masih hidup dan rakyatnya peduli terhadap arah perjalanan negara.

“Tugas kita bersama adalah memastikan agar kepedulian masyarakat, kepedulian rakyat, tersalurkan dengan cara yang sangat konstruktif, yang penuh etika, dan menjunjung tinggi nilai persatuan dan kesatuan,” ujarnya.

Ia mengajak seluruh pihak untuk tidak membiarkan energi bangsa habis dalam perpecahan, melainkan mengarahkannya untuk pembangunan dan kesejahteraan bersama.

Gubernur Mirza menyoroti peran Lampung sebagai rumah bagi berbagai macam keberagaman. Ia menggambarkan Lampung sebagai tempat di mana semua suku, agama, dan budaya hidup berdampingan tanpa pernah melihat perbedaan. “Inilah wajah sejati Indonesia, inilah ruh dari Lampung, Sang Bumi Ruwa Jurai, tanah yang senantiasa mempersatukan keberagaman,” ungkapnya.

“Sebagai bagian dari masyarakat Lampung, kita memiliki tanggung jawab untuk terus menjaga ketentraman daerah, memperkuat nilai-nilai kebangsaan, serta menebarkan semangat persaudaraan,” tambahnya.

Di akhir sambutannya, Gubernur Mirza mengajak seluruh elemen masyarakat di Provinsi Lampung untuk terus menjaga kedamaian daerah. “Mari sama-sama kita jaga provinsi kita, kita jaga rumah kita. Kita curahkan energi kita untuk membuat Provinsi Lampung lebih baik,” ajak Gubernur Mirza.*

Bunda Eva Pastikan Kebutuhan Pokok Warga Terdampak Banjir Tetap Terpenuhi

JurnalKota.net – BANDAR LAMPUNG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung kembali menyalurkan bantuan bagi warga yang terdampak banjir. Setelah sebelumnya menyalurkan uang tunai dan makanan, pada Minggu (31/8/2025) pemerintah membagikan bantuan berupa beras langsung kepada masyarakat penerima.

Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra, Wilson Faisol, mewakili Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana, menyampaikan bahwa pemerintah daerah berkomitmen hadir di tengah masyarakat yang sedang dilanda kesulitan.

“Ibu Wali Kota Bunda Eva ingin memastikan kebutuhan pokok warga tetap terpenuhi. Bantuan beras ini adalah wujud kepedulian dan solidaritas pemerintah bersama masyarakat, agar mereka tetap kuat menghadapi ujian ini,” ujar Wilson.

Selain beras, Pemkot juga telah menyalurkan bantuan berupa uang tunai, nasi, dan air mineral. Total sebanyak 1.271 rumah tercatat menerima bantuan tersebut. “Hari ini kami juga masih berada di lokasi, membantu membersihkan sisa lumpur sekaligus memberikan layanan pemeriksaan kesehatan gratis,” tambah Wilson.

Sejumlah warga penerima mengaku sangat terbantu dengan adanya bantuan ini. “Kami merasa sangat terbantu. Dengan adanya beras ini, kebutuhan makan sehari-hari bisa lebih terjamin,” kata Yanti, warga Kecamatan Teluk Betung Timur.

Diketahui sebelumnya, hujan deras pada Jumat (29/8/2025) menyebabkan banjir dan longsor di Kabupaten Pesawaran. Akibatnya, Jalan Laksamana R.E. Martadinata yang menghubungkan Kota Bandar Lampung dengan Pesawaran sempat tertutup, sementara lumpur masuk ke permukiman warga di Kelurahan Way tataan, Teluk Betung Timur.*

Pemkot Bandar Lampung Salurkan Beras untuk Warga Terdampak Banjir

BANDAR LAMPUNG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung kembali menyalurkan bantuan bagi warga yang terdampak banjir. Setelah sebelumnya menyalurkan uang tunai dan makanan, pada Minggu (31/8/2025) pemerintah membagikan bantuan berupa beras langsung kepada masyarakat penerima.

Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra, Wilson Faisol, mewakili Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana, menyampaikan bahwa pemerintah daerah berkomitmen hadir di tengah masyarakat yang sedang dilanda kesulitan.

“Ibu Wali Kota Bunda Eva ingin memastikan kebutuhan pokok warga tetap terpenuhi. Bantuan beras ini adalah wujud kepedulian dan solidaritas pemerintah bersama masyarakat, agar mereka tetap kuat menghadapi ujian ini,” ujar Wilson.

Selain beras, Pemkot juga telah menyalurkan bantuan berupa uang tunai, nasi, dan air mineral. Total sebanyak 1.271 rumah tercatat menerima bantuan tersebut. “Hari ini kami juga masih berada di lokasi, membantu membersihkan sisa lumpur sekaligus memberikan layanan pemeriksaan kesehatan gratis,” tambah Wilson.

Sejumlah warga penerima mengaku sangat terbantu dengan adanya bantuan ini. “Kami merasa sangat terbantu. Dengan adanya beras ini, kebutuhan makan sehari-hari bisa lebih terjamin,” kata Yanti, warga Kecamatan Teluk Betung Timur.

Diketahui sebelumnya, hujan deras pada Jumat (29/8/2025) menyebabkan banjir dan longsor di Kabupaten Pesawaran. Akibatnya, Jalan Laksamana R.E. Martadinata yang menghubungkan Kota Bandar Lampung dengan Pesawaran sempat tertutup, sementara lumpur masuk ke permukiman warga di Kelurahan Way tataan, Teluk Betung Timur.*

Harapan Pedagang Kecil di Tengah Gelombang Aksi

Jurnalkota.net – BANDARLAMPUNG – Massa yang berasal dari berbagai aliansi dan mahasiswa akan menggelar aksi Gedung DPRD Provinsi Lampung pada Senin, 1 September 2025.

Salah Isu demo ini adalah kenaikan tunjangan dewan yang fantastis serta poin-poin lainnya.

‎Namun, bagi pedagang kecil, yang lebih penting bukanlah angka-angka di kursi parlemen, melainkan bagaimana dapur mereka tetap bisa mengepul.

Berdasarkan pantauan media ini di sejumlah pasar di Bandarlampung pada Minggu pagi (H-1 aksi demo), suasana masih ramai seperti biasa. Pedagang berteriak menawarkan dagangan, aroma bumbu dapur bercampur dengan hiruk-pikuk kendaraan yang lalu lalang.

‎Namun, di balik keriuhan pasar, ada perbincangan hangat soal aksi besar-besaran yang akan digelar esok hari, Senin, 1 September 2025.

“Demo boleh saja, itu hak rakyat. Tapi harapan kami, jangan sampai rusuh. Kalau sampai anarkis, yang rugi tetap kami juga. Pembeli takut datang ke pasar, dagangan tidak laku,” ujar ‎Budianto, seorang pedagang Bakso keliling dengan wajah serius.

‎Ia mengaku memahami maksud para pendemo. Baginya, keresahan soal kebijakan pemerintah memang nyata terasa. Namun Budianto berharap aksi ini tidak keluar jalur.

“Fokus saja pada tuntutan. Jangan mau diprovokasi. Kalau fasilitas umum rusak, yang kena dampak tetap rakyat kecil,” tambahnya.

‎Budianto juga berharap agar pemerintah bisa mendengar suara rakyat tanpa harus ada korban.

“Dan semoga kami, pedagang kecil ini, tetap bisa berjualan dengan tenang,” pungkasnya.

‎Harapan serupa datang dari pedagang lainnya, Sugiyanti. Wanita tua pedagang Warung Soto di depan Kantor Kajati Lampung

“Besok meskipun ada demo, saya tetap berjualan. Rezeki harus dicari, tidak bisa menunggu. Semoga tidak ada keributan. Yang kami butuhkan sebenarnya perhatian pemerintah pada perekonomian rakyat kecil seperti kami.” ungkapnya.

‎Jika kota kacau, pembeli enggan keluar rumah. Jika jalan ditutup, distribusi barang terhambat. Dan jika kerusuhan pecah, mereka yang pertama kali merasakan sepinya pasar.

“Kalau ribut ya semua nanti kena dampak. Saya berdoa semoga demonya tetap damai. Karena bagi kami, satu hari tanpa jual beli berarti satu hari tanpa penghasilan,” tutupnya.*

MPK PB HMI Tegaskan Aksi Damai Konstitusional, Negara Harus Lindungi Hak Warga

JurnalKota.net – LAMPUNG, 30 Agustus 2025 – Situasi keamanan dalam negeri belakangan ini dinilai semakin mencekam akibat ulah provokator yang tidak bertanggung jawab. Menanggapi hal tersebut, Wiedy Widayat selaku Majelis Pengawas dan Konstitusi (MPK) Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) menegaskan bahwa aksi yang dilakukan masyarakat merupakan bagian dari hak konstitusional warga negara sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Dasar 1945 dan peraturan perundang-undangan terkait.

“Aksi yang dilakukan masyarakat adalah wujud penyampaian pendapat di muka umum yang dijamin konstitusi. Fokus kami tetap pada substansi isi dan kesepakatan dalam aksi, dengan menjunjung tinggi semangat damai, tertib, dan harmonis,” ujar Wiedy Widayat, Sabtu (30/8).

Ia menekankan bahwa segala bentuk tindakan anarkis maupun destruktif bukanlah tanggung jawab organisasi.

“Jika terdapat pihak-pihak yang melakukan pelanggaran hukum, maka hal itu merupakan tanggung jawab personal dan sepenuhnya diserahkan kepada mekanisme hukum yang berlaku,” tegasnya.

Lebih lanjut, MPK PB HMI menyampaikan belasungkawa mendalam atas wafatnya Affan Kurniawan. Menurut Wiedy, kepergian almarhum menjadi pengingat bahwa perjuangan demokrasi dan kebebasan berpendapat tidak boleh dibayar dengan nyawa.

“Negara harus hadir untuk melindungi setiap warga yang menggunakan hak konstitusionalnya. Kekerasan, intimidasi, dan tindakan represif tidak boleh lagi terulang di masa depan,” tambahnya.

MPK PB HMI menegaskan bahwa perjuangan yang dijalankan adalah perjuangan damai untuk menegakkan kebenaran, keadilan, dan hak-hak rakyat sebagai pilar utama demokrasi.pihaknya juga menegaskan agar tidak ada lagi korban maupun kerugian yang dampaknya di rasakan Masyarakat. Jangan Anarkis jauhi Pelanggaran Hukum.*

Wali Murid Hingga Pedagang Berharap Demo di DPRD Lampung Berjalan Damai

LAMPUNG – Menjelang aksi demonstrasi yang rencananya digelar di depan Kantor DPRD Lampung pada Senin (1/9/2025),…