Membangun Harapan di Atas Sungai, Gubernur Lampung Gerakkan Gotong Royong Perbaiki Jembatan Viral Tampang Muda

JurnalKota.net – Tanggamus, Lampung – Semangat gotong royong, warisan luhur bangsa Indonesia, kembali menyala di bumi Lampung. Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, menunjukkan aksi nyata kepemimpinan responsif dengan turun langsung merespon kondisi darurat Jembatan Gantung Tampang Muda di Kecamatan Pematang Sawa, Tanggamus.

Jembatan yang sempat viral di media sosial karena kondisinya yang rusak dan membahayakan, kini tengah diperbaiki lewat kolaborasi luar biasa lintas elemen masyarakat.

Jembatan yang menjadi satu-satunya akses utama bagi warga, termasuk anak-anak sekolah, sebelumnya nyaris tak layak pakai. Namun, Gubernur yang akrab disapa Mirza ini tak tinggal diam. Ia menginisiasi aksi gotong royong massal, menggandeng Vertical Rescue Indonesia (VRI) Regional Lampung, Pemerintah Kabupaten Tanggamus, masyarakat desa, pelajar, mahasiswa, hingga organisasi pencinta alam untuk membangun kembali jembatan harapan itu.

“Akses pendidikan dan keselamatan anak-anak kita adalah hal yang tidak bisa ditawar. Jembatan ini bukan hanya soal penyambung dua tempat, tetapi penyambung masa depan mereka. Saya mengapresiasi semangat semua relawan dan elemen masyarakat yang dengan cepat merespon call to action ini. Ini adalah bukti nyata kekuatan kolaborasi kita. Saya minta perbaikan dilaksanakan dengan cepat dengan hasil terbaik” tegas Gubernur Mirza saat memberikan arahan.

Ia juga memerintahkan agar perbaikan dilaksanakan secepat mungkin dengan hasil terbaik. Tanggapannya yang cepat dan langsung di lapangan menjadi contoh kepemimpinan yang peduli dan berpihak pada rakyat.

Melalui pendekatan yang kolaboratif dan inklusif. Pemprov Lampung dan Pemkab Tanggamus bertindak sebagai fasilitator, sementara kekuatan utamanya berasal dari para relawan terlatih VRI, didukung penuh oleh pelajar, mahasiswa, dan warga lokal.

Vertical Rescue Indonesia, yang dikenal lewat program nasional“1000 Jembatan Gantung Untuk Indonesia”, langsung menurunkan tim teknis ke lokasi. Mereka telah melakukan survei, membangun sinergi di lapangan, dan berkomitmen menyelesaikan perbaikan jembatan ini paling lambat akhir September 2025. Target ini ditetapkan agar para pelajar dapat kembali beraktivitas dengan aman.

“Ini adalah tugas kemanusiaan. Kami dari VRI Lampung siap memimpin usaha teknis di lapangan dengan standar keselamatan tertinggi,” ujar Muhammad Kariskun, Koordinator VRI Regional Lampung.

“Dukungan semua pihak, dari pemerintah hingga warga yang menyumbang tenaga dan logistik, sangat menguatkan kami.” lanjutnya.

Perbaikan Jembatan Gantung Tampang Muda bukan sekadar proyek infrastruktur, tapi simbol solidaritas, kepedulian, dan kepemimpinan yang hadir untuk rakyat. Aksi ini juga membuktikan bahwa semangat gotong royong masih menjadi kekuatan utama masyarakat Lampung dalam menghadapi tantangan bersama.

Dengan semangat ini, Jembatan Tampang Muda akan kembali berdiri kokoh, bukan hanya sebagai penghubung dua wilayah, tapi sebagai penyambung harapan dan masa depan generasi penerus bangsa.*

Bimtek E-Purchasing, Langkah Lampung Menuju Pengadaan yang Transparan dan Digital

JurnalKota.net – Bandar Lampung, —- Pemerintah Provinsi Lampung melalui Biro Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) menggelar Sosialisasi dan Bimbingan Teknis (Bimtek) Proses Pengadaan E-Purchasing melalui platform Mbizmarket. Kegiatan yang dibuka secara resmi oleh Kepala Biro PBJ Setdaprov Lampung, Puadi Jailani ini berlangsung di Gedung Pusiban, Kamis (11/9/2025).

Dalam sambutannya, Karo PBJ Puadi Jailani menekankan pentingnya adaptasi terhadap perkembangan regulasi dan teknologi pengadaan barang/jasa pemerintah.

Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 46 Tahun 2025 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah pada pasal 50 ayat 5 disampaikan bahwa pelaksanaan E-Purchasing wajib dilakukan untuk memenuhi kebutuhan barang/jasa apabila tersedia dalam Katalog elektronik.

Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) RI bekerjasama dengan PT. Telekomunikasi Indonesia telah mengembangkan Katalog Elektronik Versi 6 dan diimplementasikan dalam Proses Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah. Dengan telah diimplementasikannya Katalog Elektronik Versi 6 ini, kata Puadi Jailani, maka Katalog Elektronik Versi 5 secara keseluruhan telah dinonaktifkan.

Kemudian, LKPP juga telah mengeluarkan Surat Edaran Nomor : 9390/D.2.3/05/2025 tanggal 14 Mei 2025 perihal Pemberlakukan Toko Daring dalam Proses Pengadaan Barang/Jasa. Dalam Surat Edaran tersebut disampaikan bahwa Toko Daring LKPP masih tetap beroperasi dan dapat dimanfaatkan sebagai media belanja Kementerian/Lembaga dan Pemerintah Daerah.

Lebih lanjut, Puadi menyoroti potensi belanja pengadaan di Provinsi Lampung yang sangat besar. Berdasarkan data APBD Tahun Anggaran 2025, total potensi belanjanya mencapai Rp 2,548 triliun, dengan nilai yang dialokasikan untuk E-Purchasing sebesar Rp 1,207 triliun.

“Berdasarkan pemantauan dari AMEL LKPP, realisasi belanja Pemprov Lampung di Katalog Elektronik hingga saat ini mencapai Rp 478 miliar dan di Toko Daring sebesar Rp 6,02 miliar. Artinya, masih tersisa potensi belanja E-Purchasing senilai Rp 723 miliar yang harus kita optimalkan sepanjang 2025,” paparnya.

Menyikapi hal tersebut, Puadi Jailani memberikan dua arahan utama kepada seluruh peserta yang terdiri dari Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan Pejabat Pengadaan di lingkungan Pemprov Lampung.

Pertama, ia mendorong para PPK dan Pejabat Pengadaan untuk memanfaatkan Katalog Elektronik dan Toko Daring secara maksimal dalam setiap proses pengadaan.

Kedua, ia meminta agar para penyedia, khususnya Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), didorong untuk segera memiliki akun INAPROC dan memasukkan produknya ke dalam Katalog Elektronik Versi 6 dan Toko Daring LKPP.

“Kami juga membuka kesempatan seluas-luasnya kepada marketplace nasional yang tergabung dalam tokodaring.lkpp.go.id untuk mensosialisasikan proses bisnisnya kepada seluruh Perangkat Daerah di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota se-Lampung,” tambahnya.

Puadi berharap seluruh peserta dapat memanfaatkan momen Bimtek ini untuk menggali informasi dan pengetahuan sebanyak-banyaknya dari narasumber, khususnya terkait mekanisme belanja melalui Toko Daring Mbizmarket. Di akhir sambutan, ia menyampaikan apresiasi kepada tim Mbizmarket atas penyelenggaraan kegiatan ini.*

Pemprov Lampung Gelar Rakor Keamanan Pangan, Penanganan dan Pencegahan Keracunan Makanan Program MBG secara Virtual

JurnalKota.net – BANDAR LAMPUNG —– Pemerintah Provinsi Lampung menggelar Rapat Koordinasi terkait Keamanan Pangan, Penanganan dan Pencegahan Keracunan Makanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diikuti oleh Pemerintah Kabupaten/Kota secara virtual se-Provinsi Lampung, pada Rabu (10/09/2025).

Rakor ini dipimpin oleh Wakil Gubernur Jihan Nurlela, sebagai langkah bersama memperkuat implementasi program MBG di daerah.

Dalam arahannya, Wagub Jihan menyampaikan bahwa rakor ini menjadi agenda penting sebagai tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto mengenai percepatan pelaksanaan Program MBG.

Selain itu, rapat juga dimaksudkan untuk mengevaluasi dinamika yang terjadi di lapangan, khususnya terkait kasus keracunan makanan di sejumlah daerah.

“Agenda ini sangat penting, karena sesuai arahan Bapak Presiden tentang percepatan pelaksanaan Program MBG. Namun, dalam perjalanannya masih ada dinamika di beberapa lokasi SPPG yang perlu segera dievaluasi,” tegasnya.

Wagub Jihan berpendapat meski kasus keracunan yang sempat terjadi tidak berstatus sebagai kejadian luar biasa, namun hal tersebut menjadi perhatian serius pemerintah.

Untuk itu, Pemprov Lampung menekankan agar setiap kabupaten/kota segera memperkuat pengawasan pangan mulai dari distribusi, proses penyajian, higienitas, hingga rantai penyimpanan bahan baku.

Lebih lanjut, Wagub Jihan menegaskan bahwa keberhasilan Program MBG bukan hanya diukur dari capaian jumlah penerima, tetapi juga dari jaminan kualitas dan keamanan pangan yang disalurkan.

Ia menyebut pemerintah menargetkan tidak ada lagi kasus keracunan yang mencoreng kredibilitas program nasional ini.

“Kita menargetkan zero accident atau nol kasus keracunan dalam program MBG. Jangan sampai program makan bergizi gratis yang mulia ini justru berubah menjadi makan beracun,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas PMDT Provinsi Lampung sekaligus Ketua Pelaksana Satgas MBG Saipul juga menekankan pentingnya peran aktif Satgas di kabupaten/kota untuk memastikan keamanan pangan.

Ia menyampaikan bahwa beberapa kejadian luar biasa (KLB) keracunan telah terjadi di Bandar Lampung, Metro dan Lampung Utara, dan sudah ditindaklanjuti bersama Balai Besar POM serta dinas terkait.

“Kita harus aktif melakukan pengawasan, mulai dari rantai pasok, pengolahan, penyajian, hingga distribusi makanan. Jangan menunggu laporan, tetapi harus proaktif berkoordinasi dengan SPPI dan pihak sekolah. Karena ini menyangkut siswa kita, warga kita sendiri. Kalau terjadi keracunan, dampaknya bisa sangat besar, apalagi bila menimpa anak-anak atau ibu hamil,” jelasnya.

Saipul juga menegaskan pentingnya keberanian daerah dalam mengambil tindakan tegas, termasuk menghentikan sementara layanan dapur SPPI yang bermasalah, hingga dipastikan kembali layak beroperasi oleh Dinas Kesehatan atau instansi berwenang.

Selain itu, ia mengingatkan pentingnya pelatihan penjamah makanan, variasi menu harian yang sesuai standar gizi, serta perhatian khusus pada wilayah 3T yang memiliki tantangan distribusi lebih besar.

“Ini program pusat, tapi penerimanya adalah warga kita sendiri. Karena itu menjadi tanggung jawab kita bersama untuk mengawasi dan memastikan keamanan pangan. Mari kita jalankan tugas ini dengan serius, agar tidak ada lagi kasus keterlambatan distribusi maupun keracunan,” tambahnya.

Melalui rapat ini, Pemprov Lampung berharap seluruh Satgas MBG dapat memperkuat koordinasi lintas sektor, meningkatkan pengawasan pangan, serta mempercepat penyelesaian pendataan di daerah, sehingga implementasi Program MBG berjalan optimal dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.*

Lampung Luncurkan E-Monev Keterbukaan Informasi Publik 2025

JurnalKota.net – BANDARLAMPUNG—Pemerintah Provinsi Lampung meluncurkan sistem Electronic Monitoring and Evaluation (E-Monev) Keterbukaan Informasi Publik 2025 pada Rabu (10/9/2025).

Kegiatan yang berlangsung secara daring ini dibuka oleh Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal yang diwakili oleh Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Kominfotik) Lampung, Ganjar Jationo.

Peluncuran yang dipusatkan di ruang video conference Kantor Dinas Kominfotik Provinsi Lampung itu dihadiri Ketua Komisi Informasi (KI) Provinsi Lampung, Erizal, bersama jajaran anggota. Sementara itu, secara daring, acara diikuti ratusan instansi mulai dari OPD provinsi dan kabupaten/kota, Bawaslu, KPU, perguruan tinggi, BUMN/BUMD, hingga kepala desa serta sekolah menengah atas di seluruh Lampung.

Gubernur Lampung dalam sambutan tertulis yang dibacakan oleh Kadis Kominfotik Provinsi Lampung, Ganjar Jationo menekankan bahwa keterbukaan informasi publik adalah pilar penting untuk menciptakan pemerintahan yang bersih dan akuntabel. Landasan hukumnya termaktub dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.

Menurut Gubernur, badan publik memiliki kewajiban hukum menyediakan, memberikan, dan menerbitkan informasi yang berada di bawah kewenangannya. Layanan tersebut harus diberikan secara cepat, tepat, dan sederhana agar publik dapat mengakses informasi yang dibutuhkan.

Gubernur menambahkan, di era digital saat ini pemanfaatan teknologi informasi menjadi semakin krusial. Karena itu, peluncuran e-Monev dipandang sebagai inovasi penting untuk memantau kepatuhan badan publik terhadap prinsip keterbukaan informasi.

“Melalui e-Monev ini, kita dapat meningkatkan kepercayaan publik, membangun tata kelola pemerintahan yang transparan, serta memperkuat ruang dialog antara pemerintah dan masyarakat,” ucap Gubernur.

Lebih jauh, Gubernur optimistis penerapan keterbukaan informasi yang konsisten akan memperkuat demokrasi lokal. Hal itu juga diharapkan mendorong pembangunan yang inklusif dan menjadikan Lampung sebagai contoh praktik pemerintahan modern yang responsif.

Sementara itu, Ketua Komisi Informasi Lampung, Erizal, menyebutkan bahwa pada tahun ini terdapat 246 badan publik yang mengikuti e-Monev 2025. Jumlah itu terdiri dari 111 pimpinan badan publik pada sesi pertama dan 135 pada sesi kedua.

“Terima kasih kepada seluruh peserta dan panitia yang bekerja keras menyiapkan kegiatan ini hampir satu bulan penuh meski dalam keterbatasan. Kegiatan ini rutin dilakukan setiap tahun sebagai amanat dari UU KIP,” kata Erizal.

Ia menegaskan, e-Monev bukanlah sekadar instrumen administratif, melainkan sarana untuk mengukur tingkat kepatuhan dan konsistensi badan publik dalam menyediakan informasi yang terbuka bagi masyarakat.

Lebih rinci, e-Monev 2025 bertujuan menjamin hak warga negara atas informasi publik, mewujudkan penyelenggaraan negara yang transparan, serta mendorong partisipasi masyarakat dalam proses pembangunan.

Selain itu, Erizal menjelaskan, pengukuran kepatuhan badan publik tidak dimaksudkan sebagai pengukuran kepatuhan terhadap Komisi Informasi. Penilaian dilakukan berdasarkan hak dan kewajiban badan publik sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.

Aspek yang diukur mencakup kemampuan badan publik dalam menyediakan informasi yang akurat dan tidak menyesatkan, pengelolaan sistem layanan informasi, serta mekanisme uji konsekuensi terhadap informasi yang dikecualikan.

E-Monev juga berfungsi mengidentifikasi dan menginventarisasi permasalahan yang muncul di lapangan, lalu memberikan umpan balik serta solusi yang dapat diterapkan untuk perbaikan ke depan.

Hasil pengukuran nantinya akan digunakan untuk menetapkan kategori kepatuhan badan publik. Dengan begitu, pemerintah dapat mengetahui instansi mana saja yang telah menjalankan keterbukaan informasi secara optimal, dan mana yang masih memerlukan pembenahan.

Menurut Erizal, keberadaan e-Monev menjadi sarana evaluasi sekaligus dorongan untuk meningkatkan kualitas layanan informasi di setiap badan publik. Dengan transparansi yang lebih baik, kepercayaan publik terhadap pemerintah diharapkan terus tumbuh.

Kegiatan ini, lanjutnya, juga diharapkan mendorong partisipasi masyarakat dalam pengawasan pembangunan, sehingga terwujud tata kelola pemerintahan yang lebih demokratis dan akuntabel.

Pada akhirnya, keterbukaan informasi publik disebut sebagai hak konstitusional warga negara yang tidak boleh diabaikan. Badan publik di semua tingkatan dituntut proaktif dalam menyediakan informasi berkualitas dan mudah diakses.

Peluncuran e-Monev 2025 di Lampung menjadi langkah konkret untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik atau good governance. Kolaborasi, komitmen, dan inovasi dinilai menjadi kunci sukses dalam menguatkan transparansi di era digital.

Dengan adanya sistem ini, masyarakat Lampung diharapkan semakin mudah mengakses informasi, ikut serta dalam proses pembangunan, serta mendorong terciptanya pemerintahan yang bersih dan terpercaya.*

Pemprov Lampung Ajak Media Membentuk Ruang Publik Yang Sehat, Inklusif, dan Mencerdaskan Masyarakat

JurnalKota.net – Bandar Lampung —- Gubernur Lampung diwakili Kadis Kominfotik Provinsi Lampung, Ganjar Jationo, menghadiri Milad ke-13 Ikatan Wartawan Online (IWO), di Hotel Horison, Selasa (9/9/2025).

Gubernur Lampung dalam sambutan tertulis yang disampaikan oleh Kadis Kominfotik Provinsi Lampung, Ganjar Jationo, mengatakan bahwa momentum milad ini mengingatkan pada peran penting pers, khususnya media online, dalam membentuk ruang publik yang sehat, inklusif, dan mencerdaskan.

Perubahan lanskap informasi di era digital telah membawa peluang sekaligus tantangan. Di satu sisi, teknologi mempercepat penyebaran arus informasi, di sisi lain, masyarakat dihadapkan pada derasnya hoaks, polarisasi, dan banjir konten yang belum tentu objektif dan bernilai kebenaran.

Menurut Gubernur, melalui karya jurnalistik yang independen, kritis, namun tetap konstruktif, IWO membantu menjaga kepercayaan publik sekaligus memperkuat demokrasi.

Isu-isu strategis yang dihadapi saat ini, kata Gubernur, seperti ketahanan pangan, keberlanjutan energi, penanganan iklim, hingga penguatan ekonomi digital perlu mendapat perhatian dan penyajian yang mencerahkan dari media.

“Di sinilah IWO hadir sebagai mitra strategis pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha,” kata Gubernur.

Pemerintah Provinsi Lampung tengah mengarahkan langkah menuju Lampung Maju Menuju Indonesia Emas 2045. Visi besar ini menuntut sinergi seluruh elemen, termasuk insan pers, dalam memperkuat literasi digital, mengawal transparansi kebijakan, serta mengedukasi masyarakat.

Gubernur mengajak IWO untuk menjadikan momentum ini sebagai sarana untuk memperkuat kolaborasi. Pemerintah Provinsi Lampung, kata Gubernur, siap untuk terus bersinergi dengan IWO dalam menghadirkan iklim informasi yang sehat, serta bersama-sama menyiapkan generasi Lampung yang unggul, kreatif, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas.

“Saya berharap, melalui Milad ke-13 ini, IWO semakin kokoh sebagai wadah profesional yang melahirkan wartawan online berintegritas, adaptif terhadap teknologi, dan mampu menghadirkan optimisme bagi masa depan Lampung dan Indonesia,” pungkas Gubernur.

Sementara itu, Ketua IWO Lampung, Aprohan Saputra, mengajak seluruh stakeholder di Provinsi Lampung untuk terus berkolaborasi dan membersamai IWO di usianya yang masih relatif muda

“Walaupun muda, kita harus membersamai dan terus dukung agar IWO semakin maju dan memberikan warna bagi Provinsi Lampung,” ujarnya.

Dalam Milad ke-13 IWO ini, juga dilakukan Penyerahan IWO Award 2025. Menurut Gubernur, IWO Award 2025 merupakan wujud apresiasi atas dedikasi para jurnalis yang tidak hanya menuliskan berita, tetapi juga menggelorakan semangat dan inspirasi bagi masyarakat.

Gubernur Rahmat Mirzani Djausal dalam IWO Award 2025 menerima Penghargaan dalam kategori Percepatan Pembangunan Daerah dan Kebijakan Kesejahteraan Masyarakat di Provinsi Lampung. Selain itu, Sekdaprov Marindo Kurniawan juga menerima Penghargaan dalam kategori Peningkatan Pelayanan Publik, Reformasi Birokrasi yang Efektif dan Efisien.*

Rebut Hadiah Panglima, Ribuan Rider Ramaikan Trail Adventure 2025 HUT TNI ke-80

JurnalKota.net – Lampung – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Tentara Nasional Indonesia (TNI), ribuan rider bakal meramaikan ajang Trail Adventure GEBER 2025 yang memperebutkan hadiah dari Panglima TNI. Kegiatan ini akan digelar pada Minggu, 14 September 2025 di kawasan PTPN Way Berulu, Pesawaran, Lampung.

Komandan Kodim (Dandim) 0421/Lampung Selatan Letkol Kav Mochammad Nuril Ambiyah, S.H., M.I.P., melalui Perwira Penghubung (Pabung) Kodim 0421/Lamsel Mayor Cpl Sarwan Iranu, menjelaskan bahwa Trail Adventure GEBER 2025 dipelopori Kodam XXI/Raden Inten atas instruksi Mabes TNI, dengan dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Lampung, Pemkab Pesawaran, PTPN I Regional 7, serta berbagai pihak terkait.

“Hingga saat ini tercatat sudah 975 peserta melakukan registrasi resmi dari total animo sebanyak 2.134 peserta. Sisanya akan registrasi ulang pada H-1 maupun hari pelaksanaan. Peserta berasal dari komunitas motor trail lokal Lampung, serta dari luar provinsi, seperti Bengkulu, Jambi, Bangka Belitung, Palembang, Banten, Bandung, Surabaya, Jawa Tengah hingga Bali,” ungkap Mayor Cpl Sarwan Iranu, Rabu (10/9/2025).

Rute Menantang dan Atraktif

Lebih lanjut ia menerangkan, Trail Adventure Panglima TNI 2025 ini mengusung tema “GEBER 2025 Dalam Semangat Juang HUT TNI ke-80.” Ajang ini bukan sekadar olahraga ekstrem, melainkan sudah menjadi event adrenalin tahunan yang ditunggu-tunggu pecinta otomotif roda dua, khususnya motor trail.

Untuk rute tahun ini, para rider akan menjajal jalur sepanjang kurang lebih 26 kilometer yang melewati panorama alam Kabupaten Pesawaran. Lintasan akan melintasi Desa Kebagusan dan Desa Keagungan Ratu, Kecamatan Gedong Tataan, sebelum finis di Lapangan Gesta Football Club PTPN Way Berulu.

“Kegiatan ini membuktikan bahwa olahraga ekstrem juga bisa menjadi sarana promosi wisata yang efektif, mempererat kebersamaan, sekaligus membangun citra positif daerah,” ujarnya.

Keamanan Peserta Jadi Prioritas

Terkait keamanan, panitia telah menyiapkan 7 unit mobil evakuasi, 4 unit ambulans lengkap dengan dokter dan perawat, serta 17 pos pengawasan di titik-titik rawan jalur.

“Kami ingin memastikan seluruh elemen teknis dan nonteknis berjalan sesuai rencana. Acara ini bukan hanya soal olahraga ekstrem, tapi juga wadah silaturahmi,” tambahnya.

Hadiah dan Hiburan Meriah

Gelaran ini semakin semarak dengan hiburan musik, penampilan DJ, dan pembagian doorprize. Hadiah utama yang disiapkan antara lain:

1 unit mobil second Blind Van

1 unit motor listrik

4 unit motor second Mio

Puluhan hadiah hiburan lainnya seperti kulkas, magic com, kipas angin, dan lainnya.

Selain itu, sebelum acara dimulai panitia juga menyalurkan bantuan sosial kepada 300 warga sekitar lokasi. Hiburan turut dimeriahkan oleh DJ Alinsha dan G-Box Dancer.

Harapan ke Depan

Mayor Cpl Sarwan berharap, Trail Adventure GEBER 2025 tidak hanya menjadi ajang olahraga semata, tetapi juga dapat ditetapkan sebagai event tahunan.

“Lebih jauh, kegiatan ini diharapkan mampu menjadi sarana branding pariwisata dan ekonomi daerah, sehingga memberi dampak nyata dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya di Kabupaten Pesawaran,” pungkasnya.*

Danrem 043/Gatam Hadiri Ijtima’ Ulama dan Umara MUI Provinsi Lampung Tahun 2025/1447 H

JurnalKota.net – Bandar Lampung – Komandan Korem 043/Gatam Brigjen TNI Hariyatana, S.H., menghadiri kegiatan Ijtima’ Ulama dan Umara yang digagas oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Lampung Tahun 2025 M/1447 H. Acara tersebut berlangsung pada Senin malam (8/9/2025) di Hotel Horison, Jl. Kartini, Tanjung Karang Pusat, Bandar Lampung.

Mengangkat tema “Revitalisasi Peran Ulama dan Umara dalam Menjaga Kepercayaan Publik dan Keutuhan Bangsa”, kegiatan ini bertujuan mempertemukan para ulama, umara, tokoh masyarakat, serta pemangku kepentingan untuk menyamakan visi dan langkah dalam membangun bangsa.

Ketua MUI Provinsi Lampung, Prof. Dr. KH. Moh. Mukri, M.Ag., dalam sambutannya menekankan pentingnya sinergi antara ulama dan umara.

> “Ijtima’ Ulama dan Umara ini merupakan momentum penting untuk menyatukan langkah, menyamakan visi, serta merumuskan solusi atas berbagai persoalan umat dan bangsa, khususnya di Provinsi Lampung. Sinergi antara ulama sebagai pewaris para nabi dengan umara sebagai pemimpin yang diberi amanah, merupakan kunci terciptanya masyarakat yang beriman, berilmu, dan berkeadaban,” ujar Prof. Mukri.

Beliau juga menegaskan bahwa forum ini diharapkan melahirkan gagasan, rekomendasi, dan kesepahaman yang dapat memberi kontribusi nyata bagi pembangunan, sekaligus memperkuat ukhuwah serta menjaga harmoni umat.

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, S.T., M.M., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut.

> “Ulama dan umara adalah dua mata rantai yang tidak boleh terputus. Ketika keduanya berjalan beriringan, insya Allah bangsa ini akan kokoh, kepercayaan masyarakat terjaga, dan pembangunan dapat berjalan baik. Ijtima ini bukan sekadar pertemuan seremonial, melainkan momentum untuk menyatukan langkah demi menjaga keutuhan bangsa,” tegas Gubernur.

Sementara itu, Danrem 043/Gatam Brigjen TNI Hariyatana, S.H., menegaskan bahwa TNI senantiasa siap bersinergi dengan para ulama dan pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas dan keutuhan bangsa.

> “Kami meyakini, peran ulama dan umara sangat penting dalam membimbing masyarakat. TNI akan selalu mendukung upaya menjaga persatuan, keamanan, dan ketenteraman, agar pembangunan di Provinsi Lampung dapat berjalan dengan baik,” ujar Danrem.

Lebih lanjut, Gubernur mengajak seluruh pihak untuk terus bersinergi dalam mewujudkan Lampung Maju Menuju Indonesia Emas 2045, dengan ulama sebagai pemberi arahan moral dan spiritual, umara sebagai pelaksana kebijakan yang amanah, serta masyarakat sebagai penjaga persatuan.

Sebagai simbol penguatan ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah, dan ukhuwah insaniyah, kegiatan Ijtima’ Ulama dan Umara diakhiri dengan doa bersama, kemudian ditutup dengan sesi foto bersama seluruh peserta.*

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal Bersama 4 Bupati Temui Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman Pastikan Langkah Konkret Atasi Persoalan Singkong Lampung

JurnalKota.net – JAKARTA – Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal bersama empat bupati menemui Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman di Jakarta, Selasa (9/9/2025) malam untuk memastikan langkah konkret dalam mengatasi persoalan singkong di Lampung.

Empat bupati yang mendampingi Gubernur Lampung dalam pertemuan tersebut adalah Bupati Lampung Utara Hamartoni Ahadis, Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya, Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah, dan Bupati Mesuji Elfianah.

Mentan Amran menyambut baik laporan dari Lampung dan berjanji segera mengeluarkan surat resmi terkait penetapan harga minimal singkong yang berlaku secara nasional.

“Regulasi ini harus kita kawal bersama. Saya akan buatkan surat agar harga singkong minimal sesuai regulasi harga di Lampung, sehingga petani punya jaminan harga. Kita tidak boleh membiarkan petani terus merugi,” tegas Mentan.

Selain itu, Amran mendorong peningkatan produksi singkong dengan kualitas pati lebih tinggi agar kebutuhan industri dalam negeri terpenuhi sekaligus memperkuat posisi tawar petani di hadapan pabrik.

“Saya mau singkong Lampung bisa 70 ton per hektare. Saya minta Pak Sekjen memanggil tim khusus. Nanti saya ajarkan langsung supaya bisa diterapkan di Provinsi Lampung. Kita kawal regulasi sistem tata niaga singkong, petani untung, pabrik juga tidak dirugikan,” kata Amran.

Gubernur Rahmat Mirzani Djausal menyampaikan pertemuan dengan Mentan membahas persoalan anjloknya harga singkong di Lampung yang berdampak langsung terhadap jutaan petani di daerah tersebut.

Dia mengatakan Lampung merupakan sentra singkong nasional dengan kontribusi hampir 70 persen produksi singkong Indonesia. Namun, harga singkong terus tertekan akibat masuknya impor tepung tapioka dan singkong yang membuat produk lokal sulit bersaing.

“Bersama beberapa bupati kami menghadap Pak Menteri, karena menghadapi permasalahan harga singkong di Provinsi Lampung yang terus turun. Saat ini kita sedang mengusahakan agar harga bisa segera distabilkan dan diseragamkan, tidak hanya di Lampung, tapi juga di seluruh Indonesia,” kata Gubernur Mirza.

Gubernur Mirza menegaskan potensi ekonomi singkong di Lampung sangat besar. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) dari sektor singkong hingga turunannya diperkirakan mencapai hampir Rp50 triliun. Sekitar satu juta keluarga di Lampung menggantungkan hidup dari singkong, dengan lahan tanaman yang lebih luas dibandingkan padi dan jagung.

“Jika kondisi ini terus berlanjut, petani bisa berhenti menanam singkong. Karena itu, kami meminta perhatian pemerintah pusat agar tata niaga singkong segera dibenahi,” ujarnya.*

Ground Breaking Pembangunan Pabrik Percontohan Green Hydrogen Project Pertamina Geothermal Energy Digelar di Ulubelu Tanggamus

JurnalKota.net – TANGGAMUS —– Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mendampingi Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi Todotua Pasaribu, Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung, Komisaris Utama Pertamina Mochamad Iriawan serta Ditektur Utama PT. Pertamina Persero Simon Aloysius Mantiri melakukan Peletakan Batu Pertama (Ground Breaking) Pembangkit Listrik Tenaga Panas PGE Area Ulu Belu, Tanggamus, Selasa (9/9/2025).

Dengan dimulainya pembangunan ini maka Provinsi Lampung menorehkan sejarah baru dalam transisi energi nasional karena menjadi Percontohan Green Hydrogen Project Pertamina Geothermal Energy (PGE).

Wakil Menteri ESDM RI Yuliot Tanjung menyebut proyek di Ulubelu ini sebagai inovasi besar yang akan mempercepat transisi energi nasional.

Ia menilai hidrogen hijau akan menjadi game changer dalam peta energi global.
“Green hydrogen adalah energi masa depan yang fleksibel dan bisa menjadi komoditas ekspor bernilai tinggi,” ungkapnya.

Yuliot menyebut Indonesia memiliki potensi energi baru terbarukan hingga 3.660 gigawatt, namun baru dimanfaatkan sekitar 0,4 persen.

Karena itu, ia menilai langkah PGE memanfaatkan potensi geotermal untuk hidrogen hijau adalah sejarah penting, bukan hanya untuk Lampung, tetapi juga bagi Indonesia.

Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi RI Todotua Pasaribu menekankan pentingnya hilirisasi dalam sektor energi, termasuk geothermal.

Menurutnya pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran menempatkan hilirisasi sebagai agenda strategis untuk memberi nilai tambah pada investasi.
“Sudah saatnya energi geothermal tidak hanya menghasilkan listrik, tetapi juga produk strategis seperti hidrogen dan amonia,” jelasnya.

Ia juga menekankan bahwa keberanian Pertamina Geothermal Energy masuk ke proyek hidrogen hijau menjadi terobosan besar.

Hilirisasi, lanjutnya bukan hanya bicara volume investasi, tetapi juga nilai tambah yang berkontribusi signifikan pada perekonomian.

Sementara itu, Gubernur Mirza menegaskan bahwa Ulubelu tidak hanya dikenal sebagai penghasil kopi terbaik, tetapi juga kini menjadi pusat energi hijau yang mendukung cita-cita nasional.

“Lampung ini tanah yang berkah. Dari kopi Ulubelu hingga potensi geotermal, semuanya bisa kita persembahkan untuk kemajuan Indonesia,” ujarnya.

Gubernur Mirza menjelaskan bahwa sekitar 70 persen ekspor kopi nasional berasal dari Lampung dan separuhnya dihasilkan langsung dari wilayah ini.

Bahkan, menurut cerita yang ia dapat saat berkunjung ke Vietnam, kopi Lampung menjadi campuran penting untuk meningkatkan cita rasa dan nilai jual kopi dunia.

Hal ini, menurutnya menunjukkan kualitas unggul tanah Lampung yang kini juga membuktikan potensinya melalui energi panas bumi.

Gubernur Mirza menilai kehadiran pilot plant green hydrogen ini akan membuka ekosistem baru yang terintegrasi dimana letaknya yang dekat dengan pelabuhan membuat distribusi energi bersih di masa depan semakin menjanjikan.
“Kami bersama pemerintah kabupaten akan berada di garis depan untuk memastikan Lampung menjadi lumbung energi Indonesia,” tegasnya.

Gubernur Mirza menambahkan proyek ini sejalan dengan cita-cita Presiden Prabowo Subianto menjadikan Indonesia lumbung energi dunia dan Provinsi Lampung dengan potensi geothermal Ulubelu, siap memainkan peran strategis tersebut.
“Harapan kami, proyek ini sukses dan memberi manfaat langsung, baik untuk masyarakat Lampung maupun bangsa Indonesia,” pungkasnya.

“Lampung tidak hanya bicara kopi yang sudah mendunia, tetapi kini juga bicara energi hijau. Ulubelu akan kita jaga dan kembangkan agar menjadi kebanggaan nasional,” tutupnya.

Pada kesempatan yang sama, Komisaris Utama PT. Pertamina Mochamad Iriawan menyebut pembangunan proyek ini sebagai tonggak sejarah penting bagi bangsa dimana Ulubelu menjadi bukti nyata bahwa energi bersih bisa lahir dari bumi Indonesia.
“Ulubelu adalah simbol bahwa energi bersih lahir dari tanah kita untuk generasi masa depan,” ujarnya.

Ia menyampaikan bahwa Pertamina melalui PGE menargetkan investasi besar pada pengembangan energi hijau, termasuk di Lampung.

Iriawan meyakini Teknologi electrolyser yang digunakan diyakini mampu memproduksi hidrogen dengan efisiensi tinggi, sekaligus membuka peluang riset dan pengembangan industri energi hijau di dalam negeri.

Seperti diketahui, Green hydrogen di Ulubelu adalah upaya Pertamina Geothermal Energy (PGE) untuk memproduksi hidrogen hijau dari sumber energi panas bumi di WKP Ulubelu, Lampung.

Prosesnya menggunakan listrik yang dihasilkan dari energi panas bumi untuk memecah air melalui elektrolisis, menghasilkan hidrogen yang sangat bersih karena tidak ada emisi gas rumah kaca yang dihasilkan.

Proyek ini merupakan bagian dari strategi Pertamina untuk mengembangkan energi bersih dan mendukung target Net Zero Emission (NZE) Indonesia pada tahun 2060

Dengan kapasitas awal yang masih terbatas, proyek ini diharapkan menjadi laboratorium besar bagi pengembangan teknologi hidrogen di Indonesia.

Selain mengurangi emisi karbon, pembangunan ini juga membuka lapangan kerja, meningkatkan kualitas SDM, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Tidak hanya itu, Lampung berpotensi menjadi pusat industri energi bersih yang dapat bersaing di kawasan Asia.*

Sat Lantas Polres Pesisir Barat lakukan pengaturan Lalu Lintas Akibat Banjir Hingga Menutup Badan Jalan

JurnalKota.net – Pesisir Barat – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Pesisir Barat mengakibatkan banjir di sejumlah titik, yang berdampak pada terganggunya arus lalu lintas. Sejumlah ruas jalan tergenang air, menyebabkan kemacetan panjang, terutama di kawasan jalur utama penghubung antar kecamatan.pada senin malam,(8/9/2025)

Menanggapi situasi tersebut, Kapolres Pesisir Barat AKBP Bestiana,S.I.K.,M.M., melalui kasat Lintas Polres Pesisir Barat IPTU Ucida, S.KM., S.H., M.H.,langsung turun ke lapangan untuk melakukan pengaturan arus lalu lintas. Personel Sat Lantas dikerahkan ke titik-titik rawan kemacetan untuk mengurai kepadatan kendaraan dan memastikan kelancaran serta keselamatan pengguna jalan.

Kasat Lantas Polres Pesisir Barat menyampaikan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan instansi terkait guna mempercepat penanganan di lokasi banjir. Selain itu, petugas juga mengarahkan pengendara untuk menggunakan jalur alternatif guna menghindari lokasi yang tergenang air.

“Kami himbau kepada seluruh Warga dan pengguna jalan diimbau untuk tetap berhati-hati, mengurangi kecepatan saat melintas di daerah yang tergenang, serta mematuhi arahan petugas di lapangan.”

Langkah cepat yang dilakukan oleh Sat Lantas Polres Pesisir Barat ini diharapkan dapat meminimalkan kemacetan dan menjaga keamanan lalu lintas di tengah kondisi cuaca yang kurang bersahabat.*