1.112 Wisudawan Ikuti Prosesi Wisuda Periode Enam 2024/2025

LAMPUNG – Universitas Lampung (Unila) menyelenggarakan wisuda periode enam tahun akademik 2024/2025, pada Sabtu, 19 Juli…

Keluarga Korban Pembunuhan di Tulang Bawang Desak Polisi Tangkap Pelaku

JurnalKota.net – Tulang Bawang : Satu bulan berlalu sejak bocah perempuan RMZ (10) ditemukan tewas di salah satu kamar mess karyawan PT Indo Lampung Perkasa, namun pelaku yang diduga melakukan pemerkosaan dan pembunuhan terhadap korban belum juga tertangkap.

Keluarga korban, Yusnadi, mendesak kepolisian agar segera menindak tegas pelaku yang disebut telah diketahui identitasnya.

“Kami sekeluarga tidak akan tenang kalau pelaku tidak segera ditangkap. Anak kami kehilangan nyawa, tapi pelaku masih bebas berkeliaran. Kami mohon kepada kepolisian untuk bertindak,” ujar Yusnadi, Jumat (18/7/2025).

Peristiwa tragis itu terjadi Minggu malam, 22 Juni 2025. RMZ yang sebelumnya dilaporkan hilang sejak pagi, ditemukan tak bernyawa dalam kondisi mengenaskan.

Kasat Reskrim Polres Tulang Bawang, AKP Noviarif Kurniawan, mengatakan hasil visum awal dan olah TKP menguatkan dugaan bahwa RMZ adalah korban pemerkosaan dan pembunuhan.

“Kami sudah melakukan olah TKP, korban ini berada di salah satu kamar mess karyawan tanpa menggunakan pakaian sehelai pun, kemudian ada beberapa luka di tubuh korban. Luka ditemukan di belakang leher, leher bagian samping kiri lecet, mulut berbusa. Kemudian ada luka mengeluarkan darah di sekitaran area alat vital korban,” ungkapnya.

Noviarif menambahkan, adanya darah dari kemaluan korban turut memperkuat dugaan pemerkosaan. Saat ini pihak kepolisian mengaku masih melakukan pengembangan penyelidikan.

Sementara itu, keluarga korban terus menanti keadilan. Mereka berharap pihak berwajib segera menangkap dan memproses pelaku sesuai hukum yang berlaku.*

Tim Rinova Unila Tembus Empat Besar Nasional di Ajang Genera-Z Berbakti BCA 2025

LAMPUNG – Tim Rinova dari Universitas Lampung (Unila) berhasil menorehkan prestasi gemilang di kancah nasional dengan…

Himatemia FT Gelar Seminar Internasional EXCESS 2025

LAMPUNG – Universitas Lampung (Unila) melalui Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia (Himatemia) Fakultas Teknik (FT) kembali menyelenggarakan…

Unila Gelar Konferensi Pers Simanila 2025

LAMPUNG – Universitas Lampung (Unila) mengadakan konferensi pers untuk mengumumkan hasil jalur mandiri Simanila 2025, jalur…

Unila Lepas 1.111 Mahasiswa KKN Tematik II Tahun 2025

LAMPUNG – Universitas Lampung (Unila) melepas 1.111 mahasiswa KKN Tematik II yang akan ditempatkan di seluruh…

Ops Patuh, Propam Polresta Bandar Lampung Periksa Kelengkapan Berkendara Personel

JurnalKota.net – Bandar Lampung – Dalam rangka mendukung kelancaran Operasi Patuh Krakatau 2025, Propam Polresta Bandar Lampung bersama Satuan Lalu Lintas melakukan pemeriksaan kelengkapan berkendara personel Polri di Gerbang masuk Polresta Bandar Lampung, Rabu (16/7/2025).

Pemeriksaan meliputi kelengkapan surat-surat seperti SIM, STNK, serta kondisi kendaraan dinas dan pribadi personel. Tidak hanya itu, kelengkapan keselamatan berkendara seperti penggunaan helm berstandar SNI, kaca spion hingga lampu sein.

Pemeriksaan ini dilakukan untuk memastikan anggota menjadi contoh tertib berlalu lintas bagi masyarakat selama pelaksanaan operasi yang digelar 14–27 Juli 2025.

Kegiatan dipimpin langsung Kasat Lantas Polresta Bandar Lampung, Kompol Ridho Rafika didampingi Kasi Propam, AKP B. Panggabean bersama personel Satlantas dan Sie Propam.

Kasi Propam Polresta Bandar Lampung, AKP B. Panggabean mengatakan bahwa kegiatan ini sebagai upaya penegakan disiplin bagi internal guna memastikan seluruh personel mematuhi aturan berkendara yang berlaku sehingga bisa menjadi teladan dalam tertib berlalu lintas.

“Operasi Patuh ini untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam tertib berlalu lintas. Tentunya sebelum mengimbau masyarakat, personel Polri harus terlebih dahulu tertib dan melengkapi diri saat berkendara,” ujar AKP B Panggabean, Rabu (16/7/2025).

Dari hasil pemeriksaan, sebagian besar personel dinyatakan lengkap. Bagi personel yang kedapatan tidak lengkap atau ditemukan pelanggaran ringan, akan diberikan teguran dan arahan.

Kasi Propam menambahkan, kegiatan ini akan dilakukan secara berkala selama pelaksanaan Operasi Patuh Krakatau 2025, sebagai bentuk konsistensi Polresta Bandar Lampung dalam menegakkan aturan secara menyeluruh, baik kepada masyarakat maupun internal kepolisian.

Dengan diawali dari ketertiban personel Polri, diharapkan Operasi Patuh Krakatau 2025 dapat berjalan maksimal dalam menciptakan kamseltibcarlantas di wilayah Bandar Lampung, menurunkan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas, serta meningkatkan kesadaran masyarakat untuk tertib di jalan raya.*

Keyakinan Konsumen Terhadap Ekonomi Lampung Masih Terjaga pada Juni 2025

JurnalKota.net – Bandar Lampung – Keyakinan masyarakat terhadap kondisi perekonomian Provinsi Lampung pada Juni 2025 masih berada pada level optimis, meskipun mengalami sedikit penurunan dibanding bulan sebelumnya. Hal ini tercermin dari hasil Survei Konsumen yang dilakukan oleh Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Lampung.

Dalam laporan tersebut, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Lampung tercatat sebesar 107,83, masih berada di atas ambang batas optimis (>100). Angka ini sedikit menurun dibandingkan dengan bulan Mei 2025 yang mencapai 111,83, namun tetap menunjukkan bahwa konsumen masih memiliki pandangan positif terhadap kondisi ekonomi saat ini.

Kepala Perwakilan BI Provinsi Lampung menyampaikan bahwa tetap kuatnya keyakinan konsumen didorong oleh optimisme masyarakat terhadap prospek ekonomi ke depan. Hal ini tercermin dari Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) yang naik dari 116,00 pada Mei 2025 menjadi 119,67 pada Juni 2025.

“Kenaikan IEK menunjukkan masyarakat masih percaya bahwa kondisi usaha dan lapangan kerja akan tetap terjaga dan bahkan membaik pada akhir tahun, yakni Desember 2025,” jelasnya.

Secara umum, hasil survei menunjukkan bahwa konsumen di Lampung masih memiliki harapan positif terhadap stabilitas ekonomi daerah, terutama dalam aspek ketersediaan lapangan pekerjaan dan kelangsungan usaha.

Bank Indonesia akan terus memantau perkembangan ini sebagai salah satu indikator penting dalam menentukan arah kebijakan ekonomi dan menjaga stabilitas daerah di tengah dinamika ekonomi nasional maupun global.*

FGII Soroti Sikap Diam Dinas Pendidikan Pesawaran Terkait Dugaan Perundungan di SMPN 19

JurnalKota.net – Bandar Lampung: Federasi Guru Independen Indonesia (FGII) Provinsi Lampung menyoroti sikap pasif Dinas Pendidikan Kabupaten Pesawaran terkait kasus dugaan perundungan yang dialami seorang siswa di SMP Negeri 19 Pesawaran, yang diduga dilakukan oleh salah satu guru.

Ketua FGII Lampung, Anton Kurniawan, menilai Dinas Pendidikan seharusnya segera turun tangan dan tidak membiarkan kasus ini berlarut.
“Harusnya Dinas Pendidikan Pesawaran segera mengambil langkah agar persoalan itu bisa diatasi dan tidak terulang di kemudian hari,” kata Anton, Selasa (15/7/2025).

Menurutnya, dugaan keterlibatan guru dalam kasus ini adalah hal yang sangat serius dan menyentuh langsung kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pendidikan.

Anton menambahkan, sikap diam atau lamban dari pihak dinas hanya akan memperburuk citra dunia pendidikan di Pesawaran dan melemahkan perlindungan terhadap peserta didik.

Sebelumnya, Inspektorat Pesawaran telah memeriksa ulang pihak sekolah, sementara sejumlah tokoh masyarakat juga mendesak adanya tindakan nyata dari pemerintah daerah.

Masyarakat berharap, pemerintah tidak hanya menunggu hasil pemeriksaan formal, tetapi juga hadir secara moral untuk memastikan bahwa setiap anak di sekolah mendapat perlindungan dan rasa aman.*

FGII Soroti Sikap Pasif Dinas Pendidikan Pesawaran Terkait Dugaan Perundungan di SMPN 19

Lampung – Federasi Guru Independen Indonesia (FGII) Provinsi Lampung mengkritik keras sikap diam Dinas Pendidikan Kabupaten Pesawaran terkait kasus dugaan perundungan yang dialami seorang siswa di SMP Negeri 19 Pesawaran. Perundungan tersebut diduga dilakukan oleh oknum guru di sekolah tersebut.

Ketua FGII Lampung, Anton Kurniawan, menyayangkan sikap pasif pihak dinas yang dinilai tidak responsif dalam menangani persoalan yang menyangkut keselamatan dan kenyamanan peserta didik.

“Seharusnya Dinas Pendidikan Pesawaran segera bertindak cepat, bukan membiarkan kasus ini menggantung. Penanganan yang lamban hanya membuka celah terulangnya peristiwa serupa di masa depan,” tegas Anton, Selasa (15/7/2025).

Menurut Anton, dugaan keterlibatan guru dalam aksi perundungan merupakan isu serius yang menyentuh langsung kepercayaan masyarakat terhadap institusi pendidikan. Ia menilai bahwa sikap membiarkan atau menunda penanganan sama saja dengan mengabaikan perlindungan terhadap hak anak.

“Diamnya dinas bukan hanya mencoreng wajah dunia pendidikan di Pesawaran, tapi juga berpotensi melemahkan perlindungan bagi siswa yang seharusnya menjadi prioritas utama,” ujarnya.

Pemerintah Daerah Didesak Bertindak

Sebelumnya, pihak Inspektorat Pesawaran disebut telah melakukan pemeriksaan ulang terhadap manajemen sekolah, sementara sejumlah tokoh masyarakat dan pemerhati pendidikan terus mendesak agar pemerintah daerah mengambil sikap tegas.

FGII menegaskan bahwa upaya formal seperti pemeriksaan administrasi harus dibarengi dengan langkah moral dan preventif, agar kejadian serupa tidak terulang.

“Anak-anak di sekolah berhak atas lingkungan belajar yang aman dan bermartabat. Pemerintah daerah harus hadir untuk menjamin hal itu, bukan sekadar menunggu laporan selesai diperiksa,” tegas Anton.

Ia juga menambahkan bahwa kasus ini harus menjadi momentum evaluasi menyeluruh terhadap pola pengawasan dan pembinaan tenaga pendidik di Pesawaran.

Masyarakat kini menanti sikap tegas Dinas Pendidikan Pesawaran dalam memastikan bahwa setiap peserta didik benar-benar terlindungi, serta bahwa pelaku kekerasan, siapapun itu, mendapat sanksi sesuai aturan yang berlaku.