Produk Perhutanan Sosial Lampung Naik Kelas, OJK Hadir Dorong Akses Permodalan dan Pasar Lewat Buyer Visit KUPS

JurnalKota.net – Bandar Lampung, 23 Oktober 2025 – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Lampung bersama Dinas Kehutanan Provinsi Lampung menyelenggarakan kegiatan Buyer Visit Produk Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) sebagai bagian dari
upaya memperluas akses pembiayaan dan pemasaran bagi kelompok usaha
perhutanan sosial di Provinsi Lampung.
Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Lampung, Yanyan
Ruchyansyah; Kepala Kantor OJK Provinsi Lampung yang diwakili oleh Deputi
Direktur Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan 2, Indah Puspitasari; Kepala Balai
Perhutanan Sosial Palembang Sekwil Lampung; serta perwakilan dunia usaha dari
KADIN, HIPMI, APINDO, dan PHRI Lampung. Turut hadir pula perwakilan Bank Lampung, pejabat struktural Dinas Kehutanan, serta para Ketua Kelompok Perhutanan Sosial dari berbagai kabupaten.

Dalam sambutannya, Kepala OJK Provinsi Lampung yang diwakili oleh Indah
Puspitasari menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata peran OJK
dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif di daerah, melalui penguatan kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga jasa keuangan, dan pelaku usaha.

“OJK tidak hanya berfungsi mengatur dan mengawasi lembaga jasa keuangan, tetapi juga memiliki mandat untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif di daerah. Salah satu langkah konkret kami adalah mempertemukan kelompok perhutanan sosial dengan lembaga keuangan dan dunia usaha agar mereka dapat memperoleh pembiayaan yang mudah serta memiliki pasar yang berkelanjutan,” ujar Indah.

Lebih lanjut, Indah menjelaskan bahwa petani perhutanan sosial tidak hanya
membutuhkan akses pembiayaan, tetapi juga pendampingan dan jaminan pasar.

Oleh karena itu, kegiatan ini menjadi wadah untuk mempertemukan kelompok
perhutanan sosial dengan asosiasi dunia usaha seperti KADIN, HIPMI, APINDO, dan
PHRI guna membuka peluang kerja sama perdagangan produk hasil perhutanan
sosial.

Sementara itu, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Lampung, Yanyan Ruchyansyah,
menjelaskan bahwa hingga saat ini terdapat 451 izin perhutanan sosial di Provinsi
Lampung yang melibatkan lebih dari 94.000 kepala keluarga dengan luas area mencapai lebih dari 209.000 hektare. Nilai transaksi ekonomi perhutanan sosial di Lampung juga tercatat menempati peringkat tiga nasional pada tahun 2023.

Ia menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor, termasuk dukungan pembiayaan dari
lembaga jasa keuangan yang diawasi OJK, menjadi kunci keberlanjutan usaha
masyarakat di sekitar hutan.

Melalui kegiatan ini, OJK Provinsi Lampung menegaskan komitmennya dalam
memperkuat ekosistem keuangan inklusif dan berkelanjutan bagi sektor kehutanan, sekaligus mendorong terciptanya model pemberdayaan ekonomi hijau
yang berbasis masyarakat dan ramah lingkungan.*

OJK dan TPAKD Lampung Timur Tingkatkan Literasi dan Inklusi Keuangan Melalui Pembukaan 1.364 Polis Asuransi Bagi Kader Posyandu 

JurnalKota.net – Sukadana, 21 Oktober 2025 – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Lampung bersama Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kabupaten Lampung Timur menyelenggarakan kegiatan Product Matching dan Pembukaan 1.364 Polis
Asuransi bagi kader Posyandu sebagai bagian dari upaya meningkatkan literasi dan
inklusi keuangan di Provinsi Lampung.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program
kerja TPAKD Kabupaten Lampung Timur yang bertujuan memperluas akses
masyarakat terhadap produk dan layanan keuangan formal, khususnya di sektor
asuransi.

Acara dihadiri oleh Bupati Lampung Timur, Ela Siti Nuryamah; Sekretaris Daerah
Provinsi Lampung yang dalam hal ini diwakili oleh Staf Ahli Gubernur Bidang
Ekonomi dan Pembangunan, Bani Ispriyanto; Sekretaris Daerah Kabupaten
Lampung Timur, Rustam Effendi; serta Kepala Kantor OJK Provinsi Lampung yang
diwakili oleh Deputi Direktur Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan 2, Indah Puspitasari.

Turut hadir pula perwakilan Asuransi Astra, Kepala OPD terkait, dan para kader Posyandu dari berbagai kecamatan di Kabupaten Lampung Timur.

Dalam sambutannya, Indah Puspitasari menyampaikan bahwa kegiatan ini
merupakan salah satu langkah nyata OJK dalam memperkuat peran TPAKD di
daerah. “TPAKD dibentuk sesuai arahan Kementerian Dalam Negeri sebagai wadah
koordinasi untuk memperluas akses masyarakat terhadap lembaga jasa keuangan
formal. Berdasarkan survei OJK tahun 2025, tingkat literasi keuangan nasional
baru mencapai 66%, sementara inklusi keuangan sudah mencapai 80%. Artinya,
banyak masyarakat yang sudah menggunakan layanan keuangan, namun belum sepenuhnya memahami manfaat dan risikonya,” ujar Indah.

Lebih lanjut, Indah menegaskan bahwa peningkatan pemahaman keuangan
masyarakat, khususnya bagi perempuan, menjadi salah satu prioritas OJK. “Kami
percaya ibu-ibu memiliki peran penting sebagai pengelola keuangan rumah tangga
dan agen perubahan di lingkungannya. Karena itu, OJK menjadikan kader
Posyandu sebagai sasaran strategis edukasi keuangan agar mampu menjadi duta
literasi bagi masyarakat sekitar,” tambah Indah.

Sementara itu, Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Bani
Ispriyanto, mewakili Pemerintah Provinsi Lampung, menyampaikan apresiasi atas
terselenggaranya kegiatan ini. Ia menegaskan bahwa literasi dan inklusi keuangan
merupakan pilar penting pembangunan ekonomi daerah yang inklusif dan
berkelanjutan. Ia juga mengatakan bahwa banyak masyarakat belum memahami
pentingnya perlindungan asuransi. Padahal, asuransi berperan besar dalam
menjaga ketahanan ekonomi keluarga dan pelaku usaha kecil saat menghadapi
risiko yang tak terduga.

Bupati Lampung Timur, Ela Siti Nuryamah, menambahkan bahwa kegiatan ini
menjadi bagian dari gerakan percepatan akses keuangan di seluruh tingkatan
pemerintahan, termasuk pemberian perlindungan bagi kader Posyandu. Ia
menegaskan bahwa kader Posyandu bekerja tanpa pamrih membantu masyarakat,
terutama dalam kesehatan ibu dan anak. Dengan adanya perlindungan asuransi,
kader Posyandu dapat terlindungi dari risiko kerja dan dapat terus berkontribusi
bagi kesejahteraan masyarakat.

Melalui kegiatan ini, OJK bersama TPAKD Lampung Timur mempertegas
komitmennya untuk memperluas akses dan pemahaman keuangan yang inklusif
bagi seluruh lapisan masyarakat, dengan menjadikan kader Posyandu sebagai
pionir literasi keuangan di tingkat desa.*

Gelar Tradisi Penerimaan Warga Baru, Pangdam XXI/Raden Inten Ucapkan Selamat atas Kepercayaan yang Diberikan TNI AD

JurnalKota.net – Bandar Lampung — Bertempat di Aula A. Yani Makodam XXI/Raden Inten, Jl. Teuku Umar, Penengahan, Bandar Lampung, Pangdam XXI/Raden Inten Mayjen TNI Kristomei Sianturi, S.Sos., M.Si. (Han) memimpin acara Tradisi Penerimaan Warga Baru dan Penciuman Pataka Kodam XXI/Raden Inten, Senin (27/10/2025).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kasdam XXI/Raden Inten Brigjen TNI Andrian Susanto, S.I.P., M.Han., M.I.Pol., Irdam XXI/Raden Inten Brigjen TNI Enjang, S.I.P., M.Han., Danrem 043/Gatam Brigjen TNI Haryantana, S.H., Kasrem 043/Gatam Kolonel Inf Sumarlin Marzuki, S.E., para Pejabat Utama Kodam XXI/Raden Inten, Dandim 0410/KBL, Ketua Persit KCK Daerah XXI/Raden Inten beserta pengurus.

Dalam sambutannya, Pangdam XXI/Raden Inten menyampaikan ucapan selamat atas kepercayaan yang diberikan oleh TNI Angkatan Darat kepada para prajurit yang mengemban jabatan baru di lingkungan Kodam XXI/Raden Inten beserta keluarganya.

> “Kita adalah generasi pertama yang mengawaki Kodam XXI/Raden Inten yang sama-sama kita cintai ini. Menjadi bagian dari keluarga besar Kodam XXI/Raden Inten bukan sekadar kebanggaan, tetapi juga amanah dan tanggung jawab yang luhur,” ujar Pangdam.

Lebih lanjut Pangdam menegaskan, sejak Kodam XXI/Raden Inten diresmikan, setiap prajurit harus menanamkan dalam diri bahwa kehormatan tidak diukur dari pangkat atau jabatan, melainkan dari pengabdian tulus dan konsistensi dalam memegang teguh Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan Delapan Wajib TNI.

> “Saya harap momentum tradisi satuan ini menjadi titik awal bagi seluruh warga baru untuk menumbuhkan semangat juang, loyalitas tanpa pamrih, serta tekad kuat untuk terus belajar, berlatih, dan berbuat yang terbaik bagi satuan dan masyarakat. Ingat, kebersamaan dan kekompakan adalah kunci utama keberhasilan dalam setiap pelaksanaan tugas,” tegasnya.

Di akhir sambutannya, Pangdam XXI/Raden Inten berpesan kepada seluruh warga baru, prajurit, dan PNS jajaran Kodam XXI/Raden Inten untuk terus menunjukkan dedikasi terbaik.

> “Banggalah menjadi Prajurit Kodam XXI/Raden Inten. Tunjukkan dengan prestasi, dedikasi, serta semangat pantang menyerah,” pungkas Pangdam.*

Lampung Fest 2025 Gaungkan “Coffee and Tourism” untuk Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Berbasis Potensi Lokal

JurnalKota.net – BANDARLAMPUNG —– Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal memperkuat langkah pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal.

Salah satunya diwujudkan melalui penyelenggaraan Lampung Fest 2025 yang mengusung tema “Coffee and Tourism”, dengan menghadirkan Lampung Coffee Pavilion sebagai simbol sinergi antara industri kopi dan pariwisata.

Hal tersebut terungkap dalam acara Ramah Tamah Lampung Coffee Pavilion yang digelar di El’s Coffee Roastery, Bandar Lampung, Senin (27/10/2025).

Dalam sambutannya, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menekankan bahwa kopi bukan hanya komoditas ekspor utama, tetapi juga bagian dari identitas budaya dan kekuatan ekonomi daerah.

“Ekspor komoditas kopi Indonesia pada tahun 2024 meningkat hingga 76,33 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Menariknya, lebih dari 51 persen ekspor tersebut berasal dari Lampung, dengan nilai mencapai 840 juta dolar AS. Ini menunjukkan bahwa Lampung memiliki peran vital dalam industri kopi nasional,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa di balik keberhasilan ekspor, terdapat potensi besar yang perlu terus dikembangkan di sektor domestik.

Berdasarkan data, 79 persen masyarakat Indonesia merupakan peminum kopi, dan 71 persen di antaranya memilih kopi siap saji.

Tren ini membuka peluang inovasi di berbagai lini, mulai dari produk, layanan, hingga pengalaman menikmati kopi.

“Kita perlu berinovasi dalam menciptakan pengalaman yang unik, memperkenalkan rasa yang lebih beragam, serta memperkuat ekosistem industri kopi dari hulu hingga hilir,” ungkapnya.

Gubernur Mirza menilai, tema “Coffee and Tourism” bukan sekadar konsep seremonial, tetapi strategi konkret untuk menggabungkan dua kekuatan besar Lampung, yakni budaya kopi dan potensi wisata alam.

Ia mencontohkan gagasan festival kopi yang terintegrasi dengan konsep agrowisata, di mana kebun kopi tidak hanya menjadi sumber ekonomi, tetapi juga destinasi wisata yang edukatif dan berkelanjutan.

Gubernur Mirza juga menyampaikan arah kebijakan pembangunan Lampung Maju, Pemprov Lampung menggariskan lima fokus utama yang menjadi motor penggerak pariwisata daerah, yakni:

1. Pembangunan Desa Wisata, dengan memperkuat program SIGER MADANI yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat dan pelestarian lingkungan.
2. Penguatan Investasi Pariwisata, melalui proyek strategis seperti Bakauheni Harbour City (BHC) sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di kawasan barat Indonesia.
3. Pengembangan Ekonomi Kreatif, dengan dukungan kegiatan seperti Lampung Boemi Event dan KALDERA 2025, untuk membuka ruang bagi pelaku seni, budaya, dan UMKM.
4. Digitalisasi dan Inovasi, agar pelaku pariwisata mampu beradaptasi dengan teknologi modern dan bersaing di pasar global.
5. Kolaborasi Inklusif, yang menekankan pentingnya kerja sama antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat.

Melalui Lampung Fest 2025, Pemprov Lampung memperkenalkan Pavilion Kopi Lampung, yang dirancang sebagai ruang kolaboratif bagi seluruh ekosistem kopi, mulai dari petani, pelaku usaha, pengrajin, hingga penikmat kopi.

Di pavilion tersebut, akan diselenggarakan berbagai kegiatan seperti lomba barista, edukasi kopi, temu bisnis, hingga kompetisi kuliner berbahan dasar kopi.

Pengunjung juga berkesempatan menikmati kopi khas Lampung secara gratis.

Lebih dari sekadar pameran, Gubernur Mirza berharap Pavilion Kopi Lampung dapat menjadi wadah promosi dan pembelajaran tentang praktik budidaya berkelanjutan, seperti sistem agroforestri dan teknologi roasting modern yang mampu meningkatkan kualitas dan nilai jual kopi Lampung.

“Kami berkomitmen untuk melibatkan para petani yang mengedepankan praktik ramah lingkungan dan inovasi teknologi pertanian. Melalui Lampung Fest, kita ingin dunia tahu bahwa Lampung bukan hanya penghasil kopi unggulan, tetapi juga pusat inovasi dan pariwisata kopi Indonesia,” ujarnya.

Gubernur Mirza juga mengajak untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor, agar potensi besar Lampung dalam bidang kopi dan pariwisata dapat memberikan manfaat luas bagi masyarakat.

“Acara seperti Lampung Fest ini adalah momentum untuk menunjukkan bahwa Lampung kaya akan alam, budaya, dan semangat kolaborasi. Dengan gotong royong dan kerja bersama, kita bisa membawa Lampung lebih maju, lebih dikenal, dan lebih sejahtera,” pungkasnya.

Seperti diketahui, Lampung Fest 2025 sendiri akan berlangsung dari 11-25 November 2025 di PKOR Way Halim, Bandar Lampung.*

Mutasi Perwira Bermasalah Disorot, Divpropam Polri Periksa Proses Mutasi Salah Satu Anggota yang Masih Jalani Hukuman Etik

Jakarta – Divisi Profesi dan Pengamanan (Divpropam) Polri tengah melakukan pemeriksaan terhadap proses mutasi jabatan Iptu Nikolas…

Retreat Nasional di IPDN Jatinangor Bahas Penguatan Efektivitas Pemerintahan dan Sinkronisasi Program Pusat–Daerah

JurnalKota.net – JAWA BARAT — Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan, mengikuti Retreat Sinkronisasi Program dan Kegiatan Kementerian/Lembaga Pemerintah Non Kementerian (LPNK) dengan Pemerintah Daerah Tahun 2025, yang berlangsung di Balairung Rudini Kampus Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Sabtu (26/10/2025), malam.

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya, yang dalam arahannya menegaskan pentingnya sinergi dan efektivitas pemerintahan antara pusat dan daerah dalam mewujudkan target Indonesia menjadi negara maju dalam 20 tahun ke depan.

Menurut Bima, saat ini Indonesia berada di persimpangan penting menuju status negara maju pada 2045. Untuk itu, seluruh elemen pemerintahan—baik pusat maupun daerah—harus memperkuat kolaborasi dan memastikan roda birokrasi berjalan secara efektif dan efisien.

“Pemerintahan yang efektif hanya akan terjadi ketika kementerian, lembaga, provinsi, kota, dan kabupaten bisa seirama,” ujar Bima Arya.

Bima menekankan pentingnya pengelolaan keuangan negara dan daerah yang lebih efisien. Pemerintah, kata dia, tengah melanjutkan gelombang kedua efisiensi melalui penyesuaian Transfer ke Daerah (TKD), setelah sebelumnya melakukan penyisiran terhadap kegiatan non-substantif. Langkah ini, menurutnya, harus dilakukan secara sinergis agar kebijakan nasional dapat berjalan sejalan dengan kebutuhan dan dinamika di masing-masing daerah.

Kemendagri berperan sebagai fasilitator dan mediator agar sinkronisasi program kementerian/lembaga dengan pemerintah daerah berjalan optimal. Forum retreat ini juga menjadi ruang dialogis untuk menyerap aspirasi daerah serta memastikan prioritas pembangunan nasional terlaksana dengan baik.

Dalam kesempatan tersebut, Bima turut menjelaskan pembagian tugas tiga Wakil Menteri Dalam Negeri. Ia sendiri membawahi wilayah Jawa dan Sumatera, Wamendagri Rika menangani Indonesia Timur (termasuk Papua, Nusa Tenggara, dan Maluku), sedangkan Wamendagri Amartyagus fokus pada Kalimantan dan Sulawesi. Ketiganya berperan sebagai mentor bagi daerah dalam memperkuat koordinasi kebijakan.

Dari Provinsi Lampung, kegiatan retreat ini diikuti oleh Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan, Kepala Bappeda Anang Risgiyanto, dan Kasat Pol PP M. Zulkarnain, yang hadir langsung di Kampus IPDN Jatinangor. Kehadiran jajaran Pemerintah Provinsi Lampung tersebut mencerminkan komitmen daerah dalam memperkuat sinkronisasi program dan efektivitas pelaksanaan kebijakan pemerintah.

Menutup arahannya, Bima Arya mengajak seluruh peserta untuk menjaga semangat kebersamaan dan fokus pada substansi kegiatan. Ia berharap seluruh kepala daerah dapat terus memperkuat efektivitas pemerintahan menuju Indonesia Maju 2045.*

Inflasi Terjaga, Pertumbuhan Ekonomi Naik, Pemprov Lampung Dukung Langkah Pemerintah Pusat

JurnalKota.net – Bandar Lampung —- Staf Ahli Gubernur Lampung Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan (Ekubang), Bani Ispriyanto, menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah yang dipimpin langsung oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian secara daring dari Ruang Command Center Dinas Kominfotik Provinsi Lampung, Senin (27/10/2025).

Dalam arahannya, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyampaikan apresiasi Presiden atas terkendalinya angka inflasi nasional pada bulan September 2025 yang tercatat sebesar 2,65% (y-on-y). Capaian ini menempatkan Indonesia dalam kategori negara dengan inflasi yang terjaga dengan baik di tingkat internasional.

“Beliau, pada rapat terakhir Paripurna minggu lalu menyampaikan apresiasi karena inflasi September 2025 terjaga di angka 2,65%,” ujar Mendagri Tito Karnavian.

Mendagri menjelaskan bahwa inflasi nasional pada periode tersebut terutama didorong oleh faktor eksternal, yaitu kenaikan harga emas internasional yang mempengaruhi sektor perawatan pribadi. Secara khusus, Mendagri menekankan bahwa Indonesia menargetkan inflasi pada kisaran 2,5% plus minus 1%, atau antara 1,5% hingga 3,5%.

Di sektor pangan, Mendagri menyampaikan bahwa harga beras relatif stabil. Namun, pemerintah tetap mewaspadai komoditas yang berpotensi mendorong inflasi, seperti cabai merah, telur ayam ras, dan daging ayam ras.

Mendagri juga mengingatkan bahwa keberhasilan pengendalian inflasi dan pertumbuhan ekonomi nasional merupakan hasil dari akumulasi kinerja Pemerintah Pusat dan seluruh Pemerintah Daerah. Hal ini sejalan dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang cukup tinggi, yakni 5,12% (y-on-y) pada Triwulan II-2025.

Sementara itu, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Amalia Adininggar Widyasanti, dalam pemaparannya menyebutkan bahwa pantauan Indeks Perkembangan Harga (IPH) pada bulan September 2025 memberikan peringatan dini terhadap beberapa komoditas untuk bulan Oktober. Komoditas yang perlu diwaspadai antara lain daging ayam ras, cabai merah, SKM, dan cabai hijau.

“Komoditas-komoditas ini merupakan penyumbang andil kenaikan IPH di mayoritas provinsi/kabupaten/kota dan menunjukkan tren kenaikan harga, di antaranya cabai merah, telur ayam ras, dan daging ayam ras. Perkembangan harga di bulan Oktober akan menjadi peringatan untuk terus kita pantau dan kendalikan,” jelas Kepala BPS.*

Kamabida Kwarda Pramuka Lampung Rahmat Mirzani Djausal Ajak Kepengurusan Baru Kwarda Pramuka Lampung Perkuat Peran Organisasi Dengan Membentuk Generasi Muda Tangguh dan Berkarakter Menuju Indonesia Emas 2045

JurnalKota.net – BANDARLAMPUNG —– Ketua Majelis Pembimbing Daerah (Kamabida) Gerakan Pramuka Kwarda Lampung, yang juga Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, mengajak kepengurusan baru Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Lampung untuk memperkuat peran organisasi dalam membentuk generasi muda yang tangguh dan berkarakter menuju Indonesia Emas 2045.

Ajakan itu disampaikan Gubernur Mirza saat membuka Musyawarah Daerah (Musda) ke-16 Gerakan Pramuka Lampung Tahun 2025, di Balai Keratun Lantai 3, Komplek Kantor Gubernur Lampung, Senin (27/10/2025).

Musda kali ini mengangkat tema “Bersama Pramuka, Wujudkan Lampung Maju Menuju Indonesia Emas 2045.”

Salah satu agenda utamanya adalah pemilihan Ketua Kwarda Lampung masa bakti 2025–2030. Turut hadir Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela, Sekretaris Jenderal Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Mayjen (Purn) Bachtiar Utomo dan Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Lampung Chusnunia Chalim.

Gubernur Mirza menegaskan bahwa Gerakan Pramuka memiliki peran besar dalam membangun karakter bangsa.

“Pramuka mengajarkan nilai-nilai disiplin, tanggung jawab, gotong royong, dan cinta tanah air. Saya yakin, dari Pramuka-lah lahir generasi muda yang tangguh dan siap menghadapi perubahan zaman tanpa kehilangan jati diri,” ujarnya.

Mirza juga menuturkan sejak kecil dirinya telah aktif di organisasi ini.

“Pramuka menjadi organisasi pertama yang saya ikuti sebagai penggalang,” katanya.

Gubernur Mirza menilai, Gerakan Pramuka Lampung memiliki potensi besar dalam mendukung pembangunan daerah.

“Misalnya pelestarian lingkungan, kesiapsiagaan bencana, dan edukasi sosial. Kegiatan-kegiatan seperti ini selaras dengan semangat Lampung yang tangguh, peduli, dan terus maju,” katanya.

Mirza mengatakan bahwa tantangan generasi muda kini jauh lebih kompleks. Dunia digital bergerak cepat, dan arus informasi kian deras.

“Di sinilah Pramuka hadir sebagai kompas moral yang membantu anak muda tetap tegak, jujur, dan berani melangkah di tengah badai perubahan,” tambahnya.

Gubernur Mirza mengingatkan bahwa Gerakan Pramuka harus sejalan dengan arah pembangunan nasional sebagaimana tertuang dalam Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam mewujudkan swasembada pangan, energi, dan air, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.

“Peningkatan kualitas SDM harus menunjang program tersebut, termasuk melalui Pramuka. Saya mengajak seluruh gugus depan untuk aktif menanam cabai dan komoditas lain yang bisa membantu menekan inflasi,” tegasnya.

Mirza mengapresiasi kerja keras seluruh pengurus Kwarda Lampung yang telah telah berjuang menjaga semangat Pramuka tetap menyala di tengah berbagai tantangan.

Ia juga menyampaikan kebanggaannya karena Lampung ditunjuk menjadi tuan rumah Karang Pamitran Nasional Tahun 2028.

“Saya bangga mendengar bahwa Lampung akan menjadi tuan rumah Karang Pamitran Nasional 2028. Mari kita siapkan dengan baik agar Lampung tampil sebagai tuan rumah yang ramah, kreatif, dan inspiratif,” ucapnya.

Melalui Musda, Mirza menegaskan kegiatan ini menjadi momentum penting untuk menilai capaian, memperbaiki kekurangan, dan menyusun langkah-langkah ke depan.

“Semoga hasil Musda mampu melahirkan ide-ide segar serta program yang relevan dengan tantangan zaman,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kwarnas Gerakan Pramuka Mayjen (Purn) Bachtiar Utomo mengajak Gerakan Pramuka Lampung untuk berperan nyata dalam membentuk generasi muda yang tangguh, berkarakter, dan memiliki daya saing tinggi menuju Indonesia Emas 2045.

Menurutnya, tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini jauh lebih kompleks dibanding masa-masa sebelumnya. Perubahan sosial, kemajuan teknologi, serta derasnya arus informasi telah memberikan pengaruh besar terhadap nilai-nilai kehidupan, baik dalam bermasyarakat, berbangsa, maupun bernegara.

“Dalam konteks ini, Gerakan Pramuka harus hadir sebagai benteng moral dan wadah pembentukan karakter yang adaptif, namun tetap berakar pada nilai-nilai Pancasila dan kepribadian bangsa Indonesia yang menjunjung tinggi semangat gotong royong,” ujar Bachtiar.

Bachtiar menilai, Gerakan Pramuka Lampung memiliki potensi besar untuk menjadi pelopor inovasi dalam kegiatan kepramukaan, terutama yang berbasis digital dan lingkungan.

“Dengan memanfaatkan teknologi informasi secara bijak, Pramuka Lampung dapat menjangkau lebih banyak peserta didik, memperluas jejaring kemitraan, serta memperkenalkan nilai-nilai kepramukaan kepada masyarakat luas dengan cara yang lebih relevan dan menarik,” katanya.

Bachtiar mendorong seluruh jajaran Gerakan Pramuka di Provinsi Lampung untuk terus menggerakkan wadah kepramukaan agar tetap eksis dan berkontribusi nyata terhadap program-program pemerintah.

Ia menegaskan, arah gerak Gerakan Pramuka perlu sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya cita kedua yang menekankan pentingnya mewujudkan swasembada pangan, energi, dan air.

Dalam kesempatan tersebut, juga dilakukan penganugerahan penghargaan kepada Kwarcab Gerakan Pramuka Tergiat sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dalam mengembangkan kegiatan kepramukaan di daerah.*

Hadiri Pengukuhan Kepala Perwakilan BPK Lampung, Mad Hasnurin: Bimbingan BPK Penting Dalam Pengelolaan Keuangan Daerah

Lambar – Wakil Bupati Lampung Barat Mad Hasnurin menegaskan pentingnya peran strategis dan bimbingan dari Badan…

‎Wamendagri Bima Arya Buka Retreat Nasional Sekretaris Daerah se-Indonesia, Tekankan Pemerintahan Efektif ‎

JBK, JATINANGOR — Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan, bersama Kepala Bappeda Anang Risgiyanto, mengikuti kegiatan Retreat Nasional Sekretaris Daerah se-Indonesia di Kampus Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Jatinangor, yang dibuka oleh Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya pada Minggu (26/10/2025).

‎Selain kedua pejabat Pemprov Lampung tersebut, kegiatan Retreat Nasional Sekretaris Daerah se-Indonesia tersebut juga diikuti oleh seluruh Sekretaris Daerah kabupaten/kota se-Provinsi Lampung.

‎ Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya dalam kesemptan itu mengatakan,  bahwa efektivitas pemerintahan menjadi kunci utama bagi Indonesia untuk mencapai status negara maju dalam dua dekade ke depan. Hal itu ia sampaikan saat membuka

‎Menurut Bima Arya, kondisi saat ini jauh berbeda dibanding 10 hingga 20 tahun lalu. Indonesia kini berada di persimpangan sejarah menuju negara maju pada tahun 2045, memanfaatkan bonus demografi dan keluar dari jebakan kelas menengah.

‎“Arah Presiden sangat jelas: Indonesia harus menjadi negara maju dalam 20 tahun. Kalau tidak, kita akan selamanya terjebak sebagai negara kelas menengah,” tegasnya.

‎Ia menyampaikan bahwa dalam setiap rapat kabinet, Presiden menekankan pentingnya membangun pemerintahan yang efektif, sinergis, dan kolaboratif. Seluruh kementerian, lembaga, provinsi, dan kabupaten/kota diminta berjalan seirama agar kebijakan pembangunan nasional dapat terlaksana dengan baik.

‎“Efektivitas itu tidak berarti sebelumnya tidak efektif, tetapi harus lebih tajam, efisien, dan menyatu antara pusat dan daerah,” ujarnya.

‎Bima menjelaskan, salah satu fokus besar pemerintahan saat ini adalah efisiensi dalam pengelolaan keuangan negara dan daerah. Ia menyinggung adanya kebocoran anggaran sebagaimana disorot dalam buku Paradoks Indonesia karya Presiden Joko Widodo, yang menjadi dasar semangat reformasi pengelolaan keuangan publik.

‎“Semangat pemerintahan hari ini adalah memastikan uang negara dikelola jauh lebih efektif. Babak pertama efisiensi sudah dimulai, kini kita masuk babak kedua: penyesuaian dan sinkronisasi transfer ke daerah (TKD),” terang Bima.

‎Sebagai mantan kepala daerah, ia mengaku memahami tantangan yang dihadapi para Sekda dalam menyesuaikan kebijakan TKD. Namun, ia menegaskan, langkah tersebut diperlukan agar program pembangunan dapat berjalan tepat sasaran tanpa pemborosan anggaran.

‎Lebih lanjut, Wamendagri menuturkan bahwa retreat nasional Sekda ini menjadi ruang penting bagi Kemendagri untuk memediasi kebutuhan antara pusat dan daerah. Forum tersebut dihadiri para kepala daerah, kepala Bappeda, serta perwakilan kementerian dan lembaga yang relevan.

‎“Kami ingin memfasilitasi dan menjembatani. Di satu sisi, pemerintah pusat mendorong efektivitas APBD dan realisasi program prioritas nasional, di sisi lain kami juga mendengar langsung kebutuhan dari daerah,” jelasnya.

‎Ia menegaskan bahwa para wakil menteri dalam negeri diberi tugas khusus oleh Mendagri untuk menjadi mentor bagi daerah. Bima sendiri akan fokus mendampingi wilayah Jawa dan Sumatra, sedangkan dua wakil menteri lainnya mengawal kawasan Kalimantan, Sulawesi, hingga Papua dan Nusa Tenggara.

‎“Kami ingin menjadi tempat curhat kepala daerah, hadir langsung, mendengar tantangan di lapangan, dan menyampaikan kebijakan pusat agar nyambung dengan kebutuhan daerah,” tambahnya.

‎Di akhir sambutannya, Bima Arya juga menyinggung suasana kebersamaan dalam retreat tersebut. Ia berharap seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan hingga akhir dengan penuh semangat dan kenyamanan.

‎“Kami ingin Bapak-Ibu nyaman di sini. Silakan berolahraga pagi agar kuat menghadapi udara dingin Jatinangor,” ujarnya disambut tawa peserta.

‎Dengan gaya khasnya yang hangat dan humoris, Bima menutup sambutan dengan pesan motivatif: “Angka TKD mungkin tidak sama lagi, tapi semangat dan kinerja harus tetap sama, tetap terima, tetap semangat untuk Indonesia maju.”

‎Forum strategis tersebut dihadiri oleh 1.104 peserta yang terdiri dari 38 Sekda provinsi, 514 Sekda kabupaten/kota, serta para kepala Bappeda dari seluruh Indonesia. Mereka mengikuti serangkaian sesi diskusi tematik, pembekalan kebijakan, dan koordinasi lintas sektor bersama 22 kementerian/lembaga, termasuk Bappenas, Kementerian Keuangan, Kementerian PAN-RB, Kementerian ESDM, dan Kementerian Pendidikan Tinggi.(*)

CAKAK NUWO: DPP Mighrul Lappung Bersatu Resmikan Kantor Sekretariat, Wujudkan Semangat Persatuan

JurnalKota.net – Bandar Lampung, Minggu 26 Oktober 2025 — Suasana penuh kehangatan dan kebersamaan mewarnai acara “Cakak Nuwo” dalam rangka Peresmian Kantor Sekretariat Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Mighrul Lappung Bersatu, yang digelar pada Minggu (26/10/2025). Kegiatan tersebut dihadiri oleh jajaran Pengurus Pusat, Tokoh Adat, Tokoh Masyarakat, serta para tamu undangan dari berbagai kalangan.

Dalam acara yang berlangsung khidmat dan meriah itu, para peserta tampak kompak mengenakan busana khas daerah Lampung, memancarkan nuansa kearifan lokal serta kebanggaan terhadap warisan budaya. Momentum “Cakak Nuwo” ini menjadi simbol semangat baru bagi organisasi Mighrul Lappung Bersatu dalam mempererat tali silaturahmi dan memperkuat peran perempuan Lampung dalam pembangunan sosial, budaya, dan kemasyarakatan.

Ketua Umum DPP Mighrul Lappung Bersatu dalam sambutannya menyampaikan bahwa berdirinya kantor sekretariat baru ini merupakan langkah penting dalam memperkuat koordinasi dan konsolidasi organisasi. Ia juga menegaskan komitmen untuk menjadikan Mighrul Lappung Bersatu sebagai wadah yang mampu melestarikan nilai-nilai luhur adat Lampung sekaligus berkontribusi nyata bagi kemajuan daerah.

Acara ditutup dengan sesi foto bersama para pengurus dan tamu undangan, menandai momen bersejarah lahirnya pusat kegiatan organisasi yang diharapkan menjadi rumah bagi kebersamaan dan pemberdayaan masyarakat Lampung.*

Kasdam XXI/Raden Inten Hadiri Event Utomobile Run 10K dan 5K Tahun 2025

JurnalKota.net – Bandar Lampung — Kepala Staf Kodam XXI/Raden Inten Brigjen TNI Andrian Susanto, S.I.P., M.Han., M.I.Pol. menghadiri kegiatan Utomobile Run 10K dan 5K Tahun 2025 yang digelar di halaman Kantor Bank Utomo, Jalan Raden Intan No. 93, Kelurahan Enggal, Kecamatan Enggal, Kota Bandar Lampung, pada Minggu (26/10/2025).

Event olahraga lari jalan raya ini diselenggarakan dalam rangka memperingati hari jadi Bank Utomo sekaligus menjadi ajang untuk mempererat silaturahmi serta menumbuhkan semangat hidup sehat di kalangan masyarakat Lampung.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Irdam XXI/Raden Inten Brigjen TNI Enjang, S.I.P., M.Han., Kapoksahli Pangdam XXI/Raden Inten Brigjen TNI Sriyanto, M.I.R., M.A., Kanit Keuangan Polda Lampung Kombes Pol Juniar Simanjuntak, S.Si., M.Si., Kajasdam XXI/Raden Inten Letkol Arm Andi Achmad Afandi, S.Sos., M.Si., Direktur Utama PT BPR Utomo Manunggal Sejahtera Lampung, Bapak Rudy Hasanudin, Pimpinan Cabang Bank Danamon Ibu Lince, Direksi dan Jajaran BPR dan BPRS se-Provinsi Lampung.

Event Utomobile Run 2025 diikuti lebih dari 2.000 peserta dari berbagai kalangan, mulai dari komunitas lari, pelajar, masyarakat umum hingga prajurit TNI dan personel Polri. Peserta berkompetisi dalam dua kategori, yaitu 10 kilometer dan 5 kilometer, dengan rute yang melintasi sejumlah jalan protokol di Kota Bandar Lampung.

Dalam kesempatan tersebut, Kasdam XXI/Raden Inten Brigjen TNI Andrian Susanto menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada pihak penyelenggara serta seluruh peserta yang telah berpartisipasi dalam kegiatan positif tersebut.

> “Kegiatan seperti ini tidak hanya menyehatkan tubuh, tetapi juga memperkuat kebersamaan dan semangat sportivitas di tengah masyarakat Lampung,” ujarnya.

Suasana kegiatan berlangsung meriah dan penuh semangat, ditandai dengan antusiasme peserta sejak pagi hari. Acara ditutup dengan penyerahan medali dan hadiah bagi para pemenang, serta pengundian doorprize menarik bagi seluruh peserta yang turut memeriahkan kegiatan tersebut.*

Jaga Kondisi Kamtibmas Jelang Kunker Presiden, Polres Lampung Utara Gelar Patroli

JurnalKota.net – Lampung Utara – Dalam rangka menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) menjelang Kunker Presiden Prabowo Subianto, Polres Lampung Utara bersama TNI melaksanakan kegiatan patroli KRYD, Minggu dini hari, (26/10/25).

Kegiatan tersebut diawali dengan apel persiapan yang berlangsung di halaman Polsek Kotabumi Utara yang di pimpin oleh Kabag Ops Polres Lampung Utara Kompol Firmansyah.

Kapolres Lampung Utara AKBP Deddy Kurniawan melalui Kabag Ops Kompol Firmansyah menjelaskan, sasaran kegitan meliputi lokasi rawan tindak pidana seperti pencurian, perkelahian, dan balapan liar. Pengendara kendaraan bermotor yang tidak melengkapi surat-surat dan kelompok masyarakat yang beraktivitas hingga larut malam.

“Patroli gabungan ini sebagai deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan menjelang kedatangam Presiden Prabowo Subianto di Lampung Utara,” ujarnya.

Selama kegiatan berlangsung, situasi kamtibmas terpantau aman dan kondusif. Tidak ditemukan adanya kelompok masyarakat yang melakukan aktivitas mencurigakan maupun tindakan yang berpotensi mengganggu keamanan.

“Kegiatan KRYD ini menjadi bagian dari upaya Polres Lampung Utara untuk memastikan situasi keamanan tetap kondusif dan masyarakat merasa aman dalam menyambut momentum nasional,” katanya. (*)

Marching Band Gita Praja Saburai Pemprov Lampung Raih Juara Umum Kejurnas Marching Band Piala Kemenpora RI 2025

JurnalKota.net – Bandar Lampung, — Marching Band Gita Praja Saburai Pemerintah Provinsi Lampung sukses menorehkan prestasi gemilang dengan meraih Juara Umum pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Marching Band Federasi Youth Band Indonesia (FYBI) Piala Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI Tahun 2025.

Ajang bergengsi ini digelar selama dua hari, 25–26 Oktober 2025, di Lapangan Korpri, Komplek Kantor Gubernur Lampung yang dibuka secara resmi oleh Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, Sabtu (25/10/2025).

Kejurnas tahun ini diikuti oleh 18 tim marching band dari enam provinsi, yaitu Lampung, Riau, Sumatera Selatan, Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Tengah. Total peserta dan pendukung mencapai sekitar 3.000 orang, menjadikan ajang ini salah satu kegiatan marching band terbesar di tahun 2025.

Dalam kompetisi yang berlangsung ketat, Gita Praja Saburai Pemprov Lampung tampil memukau dan mendominasi hampir seluruh kategori lomba. Dengan kekompakan, kreativitas, dan performa prima, Gita Praja Saburai berhasil menjuarai berbagai nomor dan akhirnya dinobatkan sebagai Juara Umum Kejurnas Marching Band 2025.

Berikut daftar lengkap prestasi yang diraih Gita Praja Saburai pada Kejurnas Marching Band FYBI Piala Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI Tahun 2025 :

Juara 1 General Effect Kategori Umum.
Juara 1 Analisa Musik Tiup Divisi Umum.
Juara 1 Analisa Visual Color Guard Divisi Umum.
Juara 1 Parade Mayoret.
Juara 1 Parade Show Performance.
Juara 1 Parade Street.
Juara 1 Color Guard Kontes.
Juara 1 Analisa Musik Perkusi Divisi Senior Umum.
Juara 1 Cultural Parade Divisi Senior Umum.
Juara 1 Konser Divisi Senior Brass:
Juara 2 Individual Brass (An. Farid)
Individual Perkusi: Juara 1 (An. Aqfa) dan Juara 2 (An. Habib)
Juara 2 Individual Color Guard (An. Zidan)
Juara 2 Individual Field Commander Divisi Senior Brass Umum.

Prestasi luar biasa ini semakin menegaskan posisi Gita Praja Saburai sebagai marching band kebanggaan daerah yang konsisten menorehkan prestasi di tingkat nasional.

Ketua Umum Pengurus Pusat FYBI, Hermanto, mengapresiasi dukungan penuh Pemerintah Provinsi Lampung yang telah memfasilitasi penyelenggaraan Kejurnas.

Sementara itu, perwakilan KORMI Nasional, Awang Suwanda, turut menyampaikan apresiasi kepada FYBI dan seluruh peserta yang telah menunjukkan semangat berolahraga dan berkarya melalui musik.

Kemenangan Gita Praja Saburai ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Lampung. Selain mengharumkan nama daerah, keberhasilan ini juga menjadi bukti nyata komitmen Pemprov Lampung dalam mendorong pembinaan generasi muda di bidang seni, budaya, dan olahraga.

Dengan capaian ini, diharapkan Gita Praja Saburai Pemerintah Provinsi Lampung terus menjaga prestasi dan menjadi inspirasi bagi marching band lainnya untuk terus berinovasi dan berkompetisi secara sehat di kancah nasional maupun internasional.*

Sekdaprov Lampung Ikuti Retreat Nasional Sekda, Kemendagri Dorong Penguatan Sinergi Pusat dan Daerah

JurnalKota.net – Jakarta — Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Pusat Penerangan menyelenggarakan Retreat Nasional Sekretaris Daerah (Sekda) seluruh Indonesia di Kampus Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Jatinangor, Jawa Barat, pada 26–29 Oktober 2025.

‎Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Kemendagri, Benni Irwan, menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi forum strategis untuk menyatukan persepsi para Sekda mengenai tata kelola pemerintahan serta arah kebijakan pembangunan daerah yang sejalan dengan program prioritas pemerintah pusat.

‎“Retreat ini bukan sekadar kegiatan penyegaran, tetapi momentum penting untuk memperkuat sinergi dan soliditas antar-Sekda di seluruh Indonesia,” ujar Benni di Jakarta.

‎Benni Irwan menegaskan bahwa Kemendagri terus berkomitmen memfasilitasi peningkatan kapasitas dan kolaborasi para Sekda sebagai motor penggerak birokrasi di daerah.

‎“Kami berharap melalui retreat ini, para Sekda mampu menjadi agen perubahan dalam mendorong efektivitas pemerintahan daerah serta memastikan program prioritas nasional terlaksana dengan baik,” pungkasnya.

‎Kegiatan ini diikuti oleh 1.104 peserta, terdiri atas 38 Sekda Provinsi, 38 Kepala Bappeda Provinsi, 514 Sekda Kabupaten/Kota, serta 514 Kepala Bappeda Kabupaten/Kota.

‎Mereka akan mengikuti berbagai sesi diskusi, pembekalan, dan koordinasi lintas sektor bersama 22 kementerian dan lembaga, di antaranya Bappenas, Kementerian Keuangan, Kementerian PAN-RB, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementerian ESDM, serta Kementerian Pendidikan Tinggi.

‎Retreat ini juga menindaklanjuti Surat Edaran Kemendagri Nomor 600.3/7565/SJ tentang Rapat Koordinasi dalam rangka Sinkronisasi Program Kementerian/Lembaga dan Pemerintah Daerah Tahun 2025, serta mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029.

‎Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Dr. Marindo Kurniawan, dan Kepala Bappeda Provinsi Lampung, Anang Risgiyanto mengikuti kegiatan tersebut secara penuh untuk memperkuat koordinasi dan komitmen pembangunan di daerah.

‎“Tentu ini penting bagi kemajuan Lampung. Kami akan menyerap arahan dari para narasumber lintas kementerian untuk memperkuat koordinasi integrasi, sinergi dan sinkronisasi program pembangunan pusat dan daerah,” ujar Marindo.

‎Ia juga memastikan bahwa roda pemerintahan di lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung tetap berjalan normal selama dirinya mengikuti kegiatan tersebut.

‎“Sudah ada para asisten yang menjalankan tugas sesuai tupoksi masing-masing. InsyaAllah, birokrasi di Pemprov Lampung tetap berjalan lancar,” tambahnya.(*)