Pemprov Lampung Genjot Produksi Kopi Robusta Lewat Inovasi Budidaya Sistem Pagar

JurnalKota.net – Bandar Lampung – Pemerintah Provinsi Lampung melalui Dinas Perkebunan Provinsi Lampung terus mengembangkan inovasi budidaya kopi untuk meningkatkan produksi sekaligus memperkuat posisi Lampung sebagai salah satu daerah penghasil kopi terbesar di Indonesia.

Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Lampung, Ir. Yuliastuti, M.T.A, memaparkan berbagai langkah strategis yang dijalankan sepanjang tahun 2025, termasuk penerapan sistem budidaya pagar pada tanaman kopi robusta.

“Sistem pagar memungkinkan jarak tanam lebih rapat sehingga populasi pohon per hektare dapat meningkat dua kali lipat. Jika sebelumnya rata-rata 2.000–2.500 batang per hektare, kini bisa mencapai 4.000 batang. Dengan asumsi satu pohon menghasilkan satu kilogram kopi, maka produksi dapat meningkat hingga 4 ton per hektare,” jelas Yuliastuti saat konferensi pers bersama media di Ruang Video Confrence Dinas Kominfotik Provinsi Lampung, Kamis (28/8/2025).

Berdasarkan data BPS Lampung 2025, luas areal perkebunan kopi di Lampung mencapai 152.507 hektare, dengan rincian: Tanaman belum menghasilkan: 6.800 hektare, Tanaman menghasilkan: 138.000 hektare dan Tanaman tua dan rusak: 6.800 hektare.

Produksi rata-rata kopi Lampung saat ini sekitar 120.377 ton per tahun, atau masih di bawah 2 ton per hektare. Namun, sejumlah petani binaan sudah mampu menghasilkan hingga 3,5 ton per hektare melalui teknik budidaya yang lebih intensif.

Yuliastuti menjelaskan, untuk tanaman tua dan rusak dilakukan program replanting (peremajaan) dengan metode sambung samping. Sementara tanaman yang belum menghasilkan diberi perlakuan khusus agar cepat berproduksi.

Dinas Perkebunan Provinsi Lampung melalui dukungan penuh dari Gubernur Rahmat Mirzani Dajusal telah mengalokasikan anggaran untuk pembangunan demplot (lahan percontohan) kopi sistem pagar di Kabupaten Lampung Barat dan Tanggamus. Lahan percontohan ini diharapkan menjadi rujukan bagi petani dalam menerapkan pola tanam intensif, termasuk penggunaan pupuk organik dan teknik pemangkasan yang tepat.

Selain itu, pemerintah juga mendorong penggunaan metode petik merah untuk menjaga kualitas biji kopi serta mengarahkan petani agar tidak menjemur hasil panen di atas tanah secara langsung. Pemerintah menyediakan bantuan berupa terpal, alat penggiling (grinder), dan huller untuk meningkatkan kualitas pasca panen.

Tidak hanya fokus pada produksi, Dinas Perkebunan Lampung juga menyiapkan program hilirisasi kopi berupa pelatihan roasting, pengemasan (packaging), dan akses pasar yang melibatkan Dinas Perindustrian dan Perdagangan.

Menurut data BPS, nilai ekspor kopi Lampung pada 2025 mencapai lebih dari USD 400 juta, dengan tujuan utama Amerika Serikat, Jepang, dan negara-negara Eropa.

“Dengan inovasi budidaya, peremajaan tanaman, dan penguatan hilirisasi, kami menargetkan peningkatan signifikan baik dari sisi volume maupun nilai ekspor kopi Lampung. Hal ini juga sejalan dengan program Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif, mandiri, dan inovatif,” tutur Yuliastuti.

Meski kopi robusta menjadi komoditas unggulan, Lampung juga mulai mengembangkan kopi arabika di Kabupaten Lampung Barat, khususnya di Kecamatan Sekincau pada ketinggian 1.000–1.200 mdpl. Namun, karakteristik kopi robusta yang kuat tetap menjadi identitas utama Lampung di pasar nasional maupun internasional.*

Pemprov Lampung Siap Dukung Sensus Ekonomi 2026, Data Ekonomi Jadi Fondasi Pembangunan

JurnalKota.net -Bandar Lampung —- Kepala Dinas Kominfotik Provinsi Lampung, Ganjar Jationo, menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Lampung siap berkolaborasi dalam mendukung dan menyukseskan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026).

Hal tersebut disampaikan Ganjar Jationo saat menjadi narasumber dalam kegiatan Sosialisasi Sensus Ekonomi 2026, di Swiss-Belhotel, Kamis (28/8/2025).

“Kami punya sumber daya, BPS punya sumber daya, mungkin kompetensinya agak berbeda tetapi kita sama-sama pemerintah. Kita sadar data itu penting, seluruh sumberdaya BPS dan sumberdaya pemerintah bisa kita gerakkan bersama-sama,” kata Ganjar Jationo.

Kadis Kominfotik selanjutnya menambahkan agar kegiatan sosialisasi SE2026 dilakukan hingga ke tingkat desa sehingga seluruh masyarakat memahami manfaat Sensus Ekonomi.

Kepala BPS Provinsi Lampung, Ahmad Riswan Nasution, menjelaskan bahwa Sensus Ekonomi 2026 bertujuan untuk menyediakan data dasar seluruh kegiatan ekonomi sebagai landasan penyusunan kebijakan dan perencanaan pembangunan nasional dan daerah.

Sensus Ekonomi 2026 akan dilaksanakan pada Mei-Juli 2026 dengan cakupan seluruh wilayah Indonesia dan seluruh sektor usaha di luar pertanian. Data yang dikumpulkan mencakup unit-unit usaha skala besar hingga kecil, dengan pendekatan yang mengintegrasikan ekonomi digital, data spasial, serta prinsip keberlanjutan.*

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal Raih Penghargaan sebagai Kepala Daerah Pendukung Gerakan Zakat Indonesia dari Badan Amil Zakat Nasional

JurnalKota.net – JAKARTA —– Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal meraih penghargaan sebagai Kepala Daerah Pendukung Gerakan Zakat Indonesia dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).

Penghargaan ini diterima Gubernur Mirza dalam ajang Baznas Awards 2025 “Menguatkan Baznas, Mendukung Asta Cita” di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta Utara, Kamis (28/8/2025).

Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas komitmen dan dukungan Gubernur Mirza dalam memperkuat pengelolaan zakat di Provinsi Lampung.

Pemerintah Provinsi Lampung dinilai aktif mendorong sinergi antara Baznas di daerah, instansi pemerintah, serta masyarakat dalam mengembangkan potensi zakat sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi umat.

Gubernur Mirza menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas penghargaan tersebut.

“Penghargaan ini adalah hasil kerja bersama seluruh elemen di Provinsi Lampung,” ujar Gubernur Mirza.

Sementara itu, Ketua Baznas RI Prof. Dr. Noor Achmad memberikan apresiasi kepada seluruh kepala daerah yang telah mendukung gerakan zakat.

Menurutnya, keberhasilan Baznas dalam menjalankan perannya tidak lepas dari peran strategis pemerintah daerah.

“Justru andalan di daerah adalah Gubernur, Bupati, dan Wali Kota. Apa yang Bapak Ibu berikan sangat berarti bagi Baznas. Tidak mungkin kami bisa menguatkan Baznas dan mendukung Asta Cita tanpa kehadiran para pemimpin daerah dan semua pihak,” ujar Noor.

Baznas Awards 2025 ini memberikan penghargaan kepada sejumlah kepala daerah, kementerian, lembaga, hingga media atas kontribusinya dalam mendukung gerakan zakat nasional.*

Bakrie Power Berminat Kembangkan Energi Terbarukan di Provinsi Lampung, Dukung Target Lampung Jadi Lumbung Energi Nasional

JurnalKota.net – BANDARLAMPUNG — Visi Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal yang menargetkan Lampung menjadi lumbung energi nasional, terus diimplementasikan oleh Pemerintah Provinsi Lampung. Bahkan, Bakrie Power berniat berinvestasi di sektor energi terbarukan ini di Provinsi Lampung.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Mulyadi Irsan memimpin rapat rencana pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dan energi terbarukan lainnya melalui skema investasi.

Rapat berlangsung di Ruang Asisten Perekonomian dan Pembangunan, dan dihadiri OPD terkait, perwakilan BUMD, serta perwakilan investor dari Bakrie Power, Kamis (28/8/2025).

Dalam rapat tersebut, Bakrie Power menyampaikan ketertarikannya terhadap potensi energi terbarukan di Lampung. Kekayaan sumber daya air dan infrastruktur seperti bendungan dinilai sangat mendukung pengembangan PLTS, pembangkit listrik tenaga air (hydropower), hingga ekosistem kendaraan listrik berbasis baterai (EV).

Mulyadi menyampaikan bahwa Lampung memiliki banyak potensi energi terbarukan, khususnya dari sumber daya air karena kondisi geografisnya yang pegunungan. Menurutnya, energi terbarukan nantinya tidak hanya berkontribusi pada pengurangan emisi, tetapi juga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Ia menambahkan bahwa pemerintah daerah mempersilakan Bakrie Power untuk melakukan kajian dan penelitian lebih lanjut mengenai potensi yang bisa dikembangkan. Pemerintah Provinsi Lampung siap memberikan dukungan sesuai kewenangan agar rencana investasi berjalan lancar. Sebagai langkah awal, PLTS Way Sekampung disebut dapat menjadi model pengembangan energi terbarukan di Lampung.*

Dialog Terbuka Pemprov Lampung dan Buruh, Langkah Positif Menuju Kebijakan Ketenagakerjaan yang Seimbang

JurnalKota.net – Bandar Lampung — Pemerintah Provinsi Lampung membuka ruang dialog konstruktif bersama Majelis Pekerja Buruh Indonesia (MPBI), serikat pekerja, pengusaha, dan seluruh pemangku kepentingan agar tercapai keseimbangan antara kesejahteraan pekerja dan kelangsungan usaha.

Hal tersebut ditegaskan oleh Gubernur Lampung yang diwakili oleh Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik Provinsi Lampung, Achmad Saefulloh yang didampingi Kepala Dinas Tenaga Kerja Provinsi Lampung Agus Nompitu saat menerima Audiensi bersama Majelis Pekerja Buruh Indonesia (MPBI) bertempat di Ruang Sungkai Balai Keratun Kantor Gubernur, Kamis (28/08/2025).

Dalam kesempatan tersebut MPBI menyampaikan beberapa aspirasi terkait ketenagakerjaan

Adapun hal-hal yang menjadi tuntutan Majelis Pekerja Buruh Indonesia (MPBI), yaitu :

1. Hapuskan Outsourcing dan Tolak Upah Murah.
2. Hentikan PHK Sepihak, Bentuk Satgas PHK, dan Jalankan Desk Ketenagakerjaan.
3. Reformasi Pajak Perburuhan.
4. Sahkan RUU Ketenagakerjaan (Tanpa Omnibus Law).
5. Sahkan RUU Perampasan Aset, Berantas Korupsi.
6. Revisi Undang-Undang Pemilu: Re-design Sistem Pemilu 2029.

Dalam kesempatan tersebut digelar dialog sebagai bentuk upaya penyelesaian berbagai isu seputar ketenagakerjaan.

Kegiatan audiensi ditutup dengan penyerahan dokumen Pernyataan Sikap dan pokok-pokok Pikiran Majelis Pekerja Buruh Indonesia (MPBI) Provinsi Lampung oleh Ketua DPW Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Lampung Sulaiman Ibrahim, kepada Gubernur Lampung yang diwakili oleh Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik Provinsi Lampung, Achmad Saefulloh.*

Peresmian Gedung Ibnu Sina Pondok Pesantren Wali Songo Meriahkan Peringatan Maulidurrosul di Lampung Tengah

JurnalKota.net – LAMPUNG TENGAH —– Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela meresmikan Gedung Baru Ibnu Sina di Pondok Pesantren Wali Songo, Lampung Tengah, Rabu (27/8/2025) malam.

Peresmian ini menjadi bagian dari peringatan Ta’dzim Maulidurrosul Nabi Muhammad SAW yang digelar di lingkungan pondok pesantren.

Wagub Jihan mengapresiasi berdirinya gedung baru yang megah tersebut. Ia berharap, gedung yang dinamai Ibnu Sina seorang ilmuwan besar di bidang kedokteran itu akan menjadi simbol kemajuan ilmu pengetahuan dan pendidikan di Provinsi Lampung.

“Selamat atas diresmikannya Gedung Ibnu Sina yang megah ini. Insya Allah, gedung ini akan menjadi bagian dari sejarah peradaban luar biasa di Provinsi Lampung, sejalan dengan nama besar Ibnu Sina, ilmuwan kedokteran yang mendunia,” ujar Jihan.

Wagub juga menyampaikan doa dan harapannya agar para santri yang menimba ilmu di gedung tersebut dapat tumbuh menjadi ilmuwan hebat di bidang masing-masing dan mampu menggapai cita-citanya.

“Saya doakan anak-anakku semua yang belajar di Gedung Ibnu Sina ini bisa menjadi ilmuwan-ilmuwan yang unggul dan bermanfaat bagi bangsa dan agama,” lanjutnya.

Dalam kesempatan itu, Jihan menegaskan bahwa pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang unggul adalah bagian penting dari visi Lampung Maju Menuju Indonesia Emas.

Ia menyatakan bahwa pondok pesantren memiliki peran strategis dalam mewujudkan visi tersebut, khususnya dalam menciptakan SDM yang berdaya saing.

“Visi Lampung Maju Menuju Indonesia Emas ini tidak mungkin tercapai tanpa kesiapan SDM yang kuat. Pondok pesantren di seluruh Provinsi Lampung sangat berjasa dalam mencetak generasi yang unggul dan menjadi pilar ketahanan daerah,” ujarnya.

Jihan turut mengapresiasi kiprah Pondok Pesantren Wali Songo yang dinilainya terus berkembang dari tahun ke tahun, menjadi lebih mandiri dan mampu berkontribusi langsung dalam menjawab berbagai persoalan sosial di masyarakat.

“Saya merasa bangga, pemerintah provinsi sangat mengapresiasi pondok pesantren ini yang terus istiqomah dalam mendidik dan mencetak santriwan-santriwati yang berkualitas,” katanya.

Pemerintah Provinsi Lampung, lanjut Jihan, terus berkomitmen meningkatkan pembangunan di seluruh kabupaten/kota, termasuk Lampung Tengah.

Salah satu fokus utama adalah memperkuat infrastruktur demi menunjang kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat.

“Anggaran untuk pembangunan infrastruktur, khususnya di Lampung Tengah, terus kami gelontorkan. Ini adalah bagian dari upaya kita membangun pondasi kuat bagi kemajuan daerah,” tutupnya.

Pada kesempatan itu juga, Wagub Jihan turut memberikan hadiah umroh kepada salah seorang santriwan yang fasih berbahasa arab dan inggris.

Acara peresmian dan Ta’dzim Maulidurrosul ini juga dihadiri oleh Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya, Pengasuh Majelis An Nur Bandar Lampung Habib Umar Bin Muhdhor Al Haddad dan Pengasuh Pondok Pesantren Wali Songo Romo Kyai Syaikhul Ulum Syuhadak.*

Yayasan Bakrie Amanah Mendanai Pembangunan Masjid Raya Al-Bakrie yang Segera Diresmikan September Mendatang

JurnalKota.net – BANDAR LAMPUNG —– Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal memberi apresiasi yang tinggi kepada Yayasan Bakrie Amanah yang telah mendanai pembangunan Masjid Raya Al-Bakrie dan siap diresmikan pada 12 September 2025 mendatang.

Gubernur Mirza menyebut kehadiran Masjid Raya Al-Bakrie adalah kontribusi luar biasa yang akan dikenang masyarakat.

“Keluarga Bakrie telah memberikan kontribusi yang sangat luar biasa. Masjid ini bukan hanya sekadar masjid, tapi akan jadi landmark. Orang kalau melihat Bandar Lampung, akan ingat Masjid Bakrie,” ujarnya, ketika menerima pengurus Yayasan Bakrie Amanah di Ruang Kerja Gubernur, Kantor Gubernur Lampung, Rabu (27/8/2025).

Lebih lanjut, Gubernur Mirza menegaskan bahwa Masjid Raya Al-Bakrie tidak boleh dipandang semata-mata sebagai bangunan fisik, melainkan harus menghadirkan rasa yang hidup dalam diri umat.

Ia berharap Masjid Raya Al-Bakrie menjadi ruang inklusif yang terbuka bagi siapa saja, bukan hanya untuk kelompok tertentu.

“Masjid ini harus punya rasa, bukan hanya bagus, bukan hanya besar. Masjid harus inklusif, orang melihat senang, ada ketertarikan hati untuk ibadah dan dekat dengan Allah Ta’ala,” ujarnya.

Gubernur Mirza juga menekankan pentingnya tata kelola yang baik dan profesional agar Masjid Raya Al-Bakrie benar-benar bisa menjalankan fungsi sebagaimana masjid di zaman Rasulullah SAW, dimana masjid bukan hanya sebagai tempat shalat, tetapi juga pusat dakwah, pendidikan dan pelayanan sosial yang membawa manfaat bagi masyarakat.

Ia juga berharap masjid ini dapat berperan lebih jauh, misalnya menyediakan makanan bagi masyarakat yang membutuhkan, sehingga benar-benar memberi dampak sosial nyata.

Ketua Yayasan Bakrie Amanah Roy Hendrajanto Marta Sakti menyampaikan progres serta rasa syukur karena pembangunan berjalan lancar hingga tuntas.

“Alhamdulillah sudah selesai pembangunan, sekarang sedang bersih-bersih, rapi-rapi. InsyaAllah tanggal 12 September kita mohon izin meresmikan,” ujarnya.

Roy berharap dukungan Pemerintah Provinsi Lampung, terutama dalam pengelolaan dan pemeliharaan jangka panjang, termasuk pembentukan badan pengurus masjid agar fungsinya berjalan optimal.

Kehadiran Masjid Raya Al-Bakrie diharapkan menambah kebanggaan masyarakat, sejajar dengan simbol-simbol daerah lain seperti Menara Siger dan gajah.

Masjid ini tidak hanya akan menjadi rumah ibadah, tetapi juga pusat kegiatan umat, wadah persaudaraan, serta landmark yang memperkuat identitas Lampung di tingkat nasional.

Seperti diketahui, Masjid Raya Al-Bakrie Lampung hadir dengan menggabungkan konsep keagamaan dengan kearifan budaya lokal, sehingga pada setiap ruangan yang tercipta terdapat makna yang fungsional.

Dengan total luas bangunan mencapai kurang lebih 10.240 m², masjid ini terbagi atas lantai dasar seluas 4.224 m², mezanin seluas 1.024 m², serta basement yang mencapai 4.480 m² dengan kapasitas mampu menampung hingga sekitar 12.000 jamaah.

Untuk menunjang kenyamanan, masjid ini memiliki empat akses masuk, yaitu melalui pintu utara, pintu selatan, pintu timur, serta ramp khusus difabel yang ramah bagi jamaah penyandang disabilitas.

Selain fungsi utamanya sebagai tempat ibadah, Masjid Raya Al-Bakrie juga menyediakan berbagai fasilitas penunjang yang memperkuat perannya sebagai pusat kegiatan umat.

Tersedia perpustakaan, Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ), ruang jenazah, ruang rias, ruang persiapan, ruang rapat, ruang meeting, ruang tunggu keluarga, ruang marbot, hingga ruang Dewan Kemakmuran Masjid (DKM).

Tersedia juga pantry, toilet serta ruang wudhu terpisah bagi pria dan wanita, penitipan barang, hingga ramp yang ramah difabel.

Untuk melengkapi kebutuhan masyarakat, masjid ini juga dilengkapi dengan function room, area parkir yang luas, taman kota, children playground, serta area UMKM.

Kehadiran fasilitas ini menjadikan Masjid Raya Al-Bakrie bukan hanya sekadar rumah ibadah, tetapi juga pusat kegiatan sosial, pendidikan, dan ekonomi yang bermanfaat bagi masyarakat luas.*

Pengukuhan Pengurus KAFE Unila Momentum Memperkuat Soliditas Serta Kontribusi Alumni Terhadap Kampus Dan Bangsa

JurnalKota.net – BANDARLAMPUNG – Ketua Keluarga Alumni Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Lampung (KAFE Unila), Dr. Edarwan, menegaskan bahwa pengukuhan pengurus bukan sekadar formalitas, melainkan momentum penting untuk memperkuat soliditas dan kontribusi alumni terhadap kampus dan bangsa.

“Hari ini adalah titik nyala semangat alumni FEB! KAFE bukan sekadar nama organisasi, tetapi rumah yang menyatukan, tangan yang menguatkan, dan api yang menyala untuk kampus, keluarga, dan negeri,” tegasnya saat mengukuhkan pengurus pusat KAFE Unila masa bakti 2024–2029 di Gedung D Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Lampung, Rabu (27/8/2025) tersebut suasana terasa hangat dan penuh kekeluargaan.

Acara dipandu Sekretaris KAFE Unila, Ganjar Jationo, S.E., M.A.P., yang juga merupakan alumni FEB Unila. Keakraban di antara para alumni tampak hangat dari awal hingga akhir kegiatan.

Tak hanya itu, pada acara ini juga ada kejutan. Yaitu, adanya pemberian beasiswa KAFE kepada dua mahasiswa yang tidak sanggup membayar UKT (uang kuliah tunggal). Juga disertai acara tanya jawab dan doodprize.

Menurut Dr. Edarwan, KAFE Unila memiliki visi dan misi. Yakni; Visi: Menjadi wadah alumni yang solid, bermanfaat, dan berkontribusi nyata bagi kampus dan bangsa.

“Misi kita yaitu merajut silaturahmi lintas generasi. Kemudian mendukung program strategis fakultas dan universitas. Dan menjadi motor penggerak alumni di era digital dan global, ” terangnya.

Menurutnya, visi dan misi ini bukan sekadar wacana, tetapi komitmen yang harus kita wujudkan bersama.

” Alumni FEB tidak boleh hanya bernostalgia, tetapi harus bergerak, berbuat, dan memberi manfaat,” harap dia.

Acara pengukuhan juga dihadiri perwakilan dari 24 angkatan. Mulai dari alumni tertua Kak Fasa (angkatan 1967) hingga alumni termuda Kak Theo (angkatan 2014). Kehadiran mereka menjadi simbol kuatnya ikatan kebersamaan lintas generasi.

“Obor dinyalakan di malam gelap,
Cahayanya terang membakar motivasi, ” kata penutup Edarwan dengan sebuah pantun motivasi:

Alumni FEB semangatnya tetap,
Berkarya besar untuk kampus dan negeri!

“Semoga Allah SWT memberikan kesehatan, kekompakan, dan loyalitas kita kepada almamater tercinta. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Hidup Alumni! Hidup FEB! Hidup Unila!” pungkasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Dekan FEB Unila, Prof. Dr. Nairobi, S.E., M.Si., menegaskan pentingnya menjaga tradisi kekeluargaan di lingkungan alumni.

“Dari dulu sampai sekarang, kita punya tradisi memanggil senior dengan sebutan ‘kakak’ dan junior sebagai ‘adik’. Ini bukan sekadar sapaan, tapi simbol persaudaraan yang harus terus kita pelihara,” ujarnya.

Sementara itu, Kak Fasa, salah satu pendiri KAFE Unila sekaligus alumni angkatan 1967, dalam obrolan santai menyampaikan rasa bangga sekaligus mengenang awal terbentuknya KAFE unila.

“kami duduk bersama di kolam renang Sheraton, berdiskusi bagaimana menjaga silaturahmi alumni. Saya bangga hari ini KAFE tetap eksis dan semakin solid. Mari kita jaga persatuan ini,” pungkasnya.*

Pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Pesawaran Periode 2025–2030 Digelar di Balai Keratun

JurnalKota.net – BANDARLAMPUNG — Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal melantik Nanda Indira Bastian dan Antonius Muhammad Ali sebagai Bupati dan Wakil Bupati Pesawaran periode 2025–2030, di Balai Keratun Lt. 3, Komplek Kantor Gubernur Pemerintah Provinsi Lampung, Bandarlampung, Rabu (27/08/2025).

Pelantikan berdasarkan Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 100.2.1.3.2876 Tahun 2025.

Dalam sambutannya, Gubernur Mirza berpesan agar Bupati dan Wakil Bupati Pesawaran yang baru saja dilantik dapat memperkuat sinergi dengan Pemerintah Provinsi. Ia menekankan bahwa penyusunan RPJMD Kabupaten Pesawaran harus selaras dengan arah pembangunan Provinsi Lampung, bahkan dengan visi besar Indonesia Emas 2045.

Mirza menekankan bahwa jabatan kepala daerah bukan sekadar kehormatan, tetapi juga amanah besar untuk mengabdi dan bekerja sepenuh hati bagi rakyat.

“Selamat bertugas kepada Hj. Nanda Indira B., S.E., M.M. sebagai Bupati dan Antonius Muhammad Ali, S.H. sebagai Wakil Bupati Pesawaran untuk masa jabatan 2025–2030. Saya percaya, kepemimpinan yang baru ini akan membawa semangat baru, inovasi baru, dan energi baru untuk membangun Pesawaran lebih maju,” ujar Mirza.

Gubernur Mirza menilai ada banyak tanggungjawab yang telah menanti Bupati, antara lain memastikan tata kelola pemerintahan berjalan baik, khususnya dalam pengelolaan aparatur. Bupati juga bertanggung jawab penuh pada pembinaan, manajemen, dan pengembangan ASN dengan prinsip sistem merit—berdasarkan kualifikasi, kompetensi, dan kinerja, serta membangun iklim kerja yang harmonis, profesional, dan penuh semangat pelayanan.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Mirza mengajak Kabupaten Pesawaran dan Pemerintah Kabupaten/Kota lainnya untuk menjalin sinergi dengan Pemerintah Provinsi agar perencanaan dan pelaksanaannya berjalan selaras.

Gubernur Mirza juga menyoroti sejumlah capaian pembangunan di Pesawaran yang perlu terus ditingkatkan, seperti pertumbuhan ekonomi yang saat ini berada di angka 3,9 persen, tingkat kemiskinan 11,86 persen, tingkat pengangguran terbuka 4,36 persen, serta Indeks Pembangunan Manusia (IPM) 70,24.

Menurutnya, hal-hal tersebut perlu dioptimalkan agar sejajar dengan capaian Provinsi Lampung. Fokus pembangunan lima tahun ke depan diarahkan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, pendidikan yang terjangkau, akses kesehatan gratis, serta perbaikan infrastruktur, khususnya jalan-jalan desa dan kecamatan di Pesawaran.

Gubernur Mirza memaparkan tiga misi pembangunan Lampung 2025–2030, yaitu: mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif, mandiri, dan inovatif; memperkuat sumber daya manusia unggul dan produktif; serta meningkatkan kehidupan masyarakat yang beradab, berkeadilan, berkelanjutan, dengan tata kelola pemerintahan yang efektif dan berintegritas. Ia juga berpesan agar kepemimpinan baru memperkuat program desa melalui penguatan BUMDes dan koperasi, menyiapkan unit produksi berbasis masyarakat, serta menjaga stabilitas harga pangan dengan memprioritaskan produk lokal.

“Fokus kerja pemerintahan Bupati dan Wakil Bupati yang baru adalah bagaimana memperbaiki Pesawaran. Kita sangat paham dengan segala keterbatasan anggaran, tapi justru di situ diperlukan kreativitas, inovasi, dan kolaborasi. Saya yakin dan percaya Bupati dan Wakil Bupati bisa melakukan itu dengan sungguh-sungguh,” tegasnya.

Dalam pelantikan ini, Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Lampung Ibu Purnama Wulan Sari Mirza juga turut menyerahkan surat tugas Ketua Tim Penggerak PKK, Ketua Dekranasda, dan Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Pesawaran.

Hadir pada pelantikan itu, Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela dan Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Lampung Ibu Purnama Wulan Sari Mirza, serta H. Zulkifli Anwar (DPR RI), Chusnunia Chalim (DPR RI), Mukhlis Basri (DPR RI), Deddy Winarwan, (Direktur Evaluasi Kinerja Ditjen Otda), Raden Adipati Surya (Bupati Way Kanan 2021 – 2025), H. Pandu Kesuma Bangsa (Wabup Lamsel 2021 – 2025), Nuri Maulida Pandu (Ketua TP. PKK Lamsel 2021-2025), Stafsus Menteri Perhubungan, Dirut Bank Lampung, AKBP Maya Henny Hijtijahubessy (Irwasda Polda Banten), dan jajaran Forkopimda Pemerintah Kabupaten Pesawaran.*

Descatama Paksi Moeda Terima Penghargaan Salah Satu Tokoh Inspiratif dari LAMPUNG7.COM

JurnalKota.net – LAMPUNG – Sekretaris DPRD Provinsi Lampung, Descatama Paksi Moeda, S.T., S.E., M.M., menerima penghargaan Spesial Tokoh Inspiratif dari media LAMPUNG7.COM dalam rangka HUT ke-11 media tersebut. Penyerahan penghargaan dilakukan langsung oleh Komisaris sekaligus Pemimpin Redaksi LAMPUNG7.COM, Jeffri Noviansyah, di ruang kerja Sekretaris DPRD Provinsi Lampung, pada Rabu (27/8/2025).

Jeffri hadir mewakili Komisaris Utama, Drs. H. Aries Wijayanto HS, M.M., serta Direktur PT. Siger Lampung Inter Media, Arif Budi Sulistyo, S.E., yang merupakan bagian dari manajemen media LAMPUNG7.COM. Penghargaan ini seharusnya diserahkan saat acara puncak Semarak HUT ke-11 LAMPUNG7.COM beberapa waktu lalu, namun kala itu Descatama berhalangan hadir karena padatnya agenda kedewanan.

Dalam pernyataannya, Jeffri Noviansyah, yang juga menjabat sebagai Ketua Umum DPP KoPI (Dewan Pengurus Pusat Komite Pewarta Independen) menyampaikan bahwa penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi terhadap tokoh-tokoh yang dinilai memiliki kontribusi besar dalam pembangunan daerah, khususnya dalam bidang komunikasi, kepemudaan, dan olahraga.

“Bapak Descatama bukan hanya sosok birokrat yang profesional, tapi juga sahabat bagi media dan jurnalis. Ia terbuka, kooperatif, dan selama ini terbukti aktif mendukung berbagai inisiatif untuk pengembangan generasi muda, baik saat menjabat sebagai Kadispora maupun kini sebagai Sekwan,” ungkap Jeffri.

Ia juga menambahkan bahwa kategori “Sekwan Sahabat Media” diberikan sebagai pengakuan atas peran Descatama dalam membangun sinergi positif antara lembaga legislatif dan insan pers di Provinsi Lampung.

Sementara itu, usai menerima penghargaan, Descatama Paksi Moeda menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas penghargaan yang diberikan kepadanya.

“Saya menyampaikan terima kasih kepada keluarga besar LAMPUNG7.COM atas penghargaan ini. Ini menjadi motivasi bagi saya untuk terus memberikan yang terbaik, baik dalam mendukung kinerja DPRD maupun dalam upaya pembinaan generasi muda di Provinsi Lampung,” ucapnya.

Penghargaan ini sekaligus menjadi catatan penting atas dedikasi Descatama selama ini, khususnya saat menjabat sebagai Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Provinsi Lampung, di mana ia dikenal aktif mendorong pengembangan olahraga dan pemberdayaan pemuda.*