BPS Rilis Pertumbuhan Ekonomi Triwulan 2, Kadis Kominfotik: Lampung Optimis dibarengi Kewaspadaan, BI: Sebut Lampung The King Of Sumatera

JurnalKota.net – BANDARLAMPUNG—Perekonomian Lampung menunjukkan performa impresif sepanjang semester pertama 2025. Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung, pertumbuhan ekonomi Lampung pada triwulan II-2025 mencapai 5,09 persen (year-on-year), melanjutkan capaian triwulan I-2025 yang sebesar 5,47 persen. Ini menjadi pertama kalinya sejak pandemi COVID-19, pertumbuhan dua triwulan berturut-turut berada di atas lima persen.

Data tersebut disampaikan langsung oleh Kepala BPS Provinsi Lampung, Dr. Ahmadriswan Nasution, dalam Berita Resmi Statistik yang digelar di Kantor BPS Lampung, Selasa (05/08/2025).

“Hal ini menunjukkan kekuatan struktur ekonomi Lampung yang mulai kembali ke tren positif, terutama dalam merespons permintaan domestik dan ekspor,” ujarnya.

Pertumbuhan ini disokong oleh lapangan usaha utama seperti industri pengolahan, perdagangan, konstruksi, dan transportasi. Keempat sektor ini menguat seiring meningkatnya aktivitas produksi serta mobilitas masyarakat selama periode April–Juni 2025.

Dari sisi pengeluaran, lonjakan ekspor barang dan jasa menjadi pendorong utama. Komoditas unggulan Lampung seperti lemak dan minyak hewan seperti sawit dan kopi mencatatkan kenaikan volume dan nilai ekspor yang signifikan. Hal ini menandakan komoditas ini masih bisa diterima pasar internasioanl ditengah dinamika ekonomi global. Selain itu, konsumsi rumah tangga juha meningkat tajam, terutama dipicu oleh beberapa momen libur panjang nasional.

Yang menjadi sorotan utama adalah angka pertumbuhan ekonomi triwulanan (quarter-to-quarter/q-to-q) Lampung. Perekonomian daerah ini tumbuh 9,33 persen dari triwulan I ke triwulan II 2025. Angka ini menempatkan Lampung sebagai provinsi dengan pertumbuhan q-to-q tertinggi kedua di Indonesia, setelah Papua Tengah yang mencatat 14,15 persen.

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Provinsi Lampung, Ganjar Jationo, menyatakan bahwa bila melihat pertumbuhan ekonomi semester 1 tahun 2024 dari januari sampai juni, mencapi 4,08 persen, sedangkan selama januari sampai juni tahun 2025 lampung sudah mencapai 5,27 persen, angka ini menunjukan angka pertumbuhan yang lebih baik dari tahun sebelumnya, capaian ini adalah alasan kuat untuk tetap optimistis, meski kewaspadaan tetap diperlukan.

“Perlu dicatat bahwa biasanya di triwulan III ada kecenderungan penurunan, namun kami optimistis karena masih ada program-program mandatori dari pusat yang akan dijalankan pada triwulan 3 dan triwulan 4 akan menopang pertumbuhan,” ujarnya.

Respons serupa datang dari Bank Indonesia perwakilan. Ekonom senior Bank Indonesia Perwakilan Lampung, Fiskara, menyebut pihaknya sempat mencemaskan gejala pelemahan ekonomi di triwulan II akibat tekanan global dan domestik.

“Kami melihat indikasi pelemahan dari konsumsi rumah tangga, yang menyumbang hampir 60 persen dari ekonomi. Tapi ternyata Lampung justru menunjukkan kekuatan,” ujarnya.

Ia pun menegaskan bahwa istilah “King of Sumatra” masih layak disematkan kepada Lampung. “Quarter II ini adalah moment of truth. Jika tumbuh di bawah 5 persen, tekanan akan sangat besar. Tapi nyatanya Lampung mencatat 5,09 persen. Bahkan hampir menyentuh 5,1 persen,” ujar Fiskara.

Bank Indonesia juga menyatakan akan menyampaikan sejumlah rekomendasi strategis kepada pemerintah daerah dalam laporan resmi ekonomi regionalnya. Menurut Fiskara, Lampung saat ini layak menjadi role model karena mampu menjaga momentum pertumbuhan ekonomi di tengah tekanan ekonomi nasional dan global.

Dengan pencapaian ini, Lampung tidak hanya mempertahankan tren pertumbuhan di atas 5 persen, tapi juga menegaskan posisinya sebagai lokomotif ekonomi Sumatra. Sementara sebagian besar provinsi masih berjuang menghadapi dinamika harga komoditas dan penurunan daya beli, Lampung menunjukkan bahwa strategi berbasis komoditas unggulan dan konsumsi domestik tetap relevan dan efektif.

Tantangan ke depan masih membayangi, khususnya memasuki triwulan ketiga yang secara siklikal cenderung melambat dan menurun. Namun pemerintah daerah menyatakan siap menjaga stabilitas dan daya beli masyarakat, terutama melalui intervensi program prioritas yang sedang masif dijalankan berjalan, seperti program Koperasi Merah Putih, Makan Bergizi Gratis, Sekolah Rakyat dan lain sebagainya.

Momentum ini menjadi penting tidak hanya bagi Lampung, tapi juga bagi kontribusi ekonomi daerah terhadap capaian nasional. Jika lebih banyak provinsi bisa menjaga pertumbuhan di atas lima persen, maka target Indonesia Emas dapat terwujud.*

DPP Aliansi Indonesia Bersatu Soroti PAD Bapeda Lampung 

JurnalKota.net – BANDAR LAMPUNG – Perjuangan keras dalam meningkatkan PAD Provinsi Lampung Kepala Bapenda Slamet Riadi mendapat sorotan penuh oleh Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (Ketum DPP) Aliansi Indonesia Bersatu, Hadie Reyandi Chandra. Ketum DPP Aliansi Indonesia Bersatu mengapresiasi kinerja Slamet Riadi dalam rangka mendongkrak PAD Provinsi Lampung dalam kondisi efisiensi saat ini. “Harus diakui satu-satunya OPD yang mampu mendobrak perusahaan-perusahaan besar dan berani di Provinsi Lampung.

Dalam kunjungannya, Ketum DPP Aliansi Indonesia Bersatu Senin, (04/08/2025) diruang kerja Kepala Bapenda Provinsi Lampung, Hadie Reyandi Chandra bangga karena di beberapa era Gubernur Lampung selama ini belum ada yang mampu bahkan menagih pajak-pajak perusahaan besar di Provinsi Lampung hanya baru di era Gubernur Rahmat Mirzani Djausal tersebutlah salah satu OPD nya berani menagih pajak tertunggak di perusahaan besar yang ada di Lampung,” ujar Hadie.

Dalam paparannya Kepala Bapenda Lampung seperti yang telah diungkapkannya diberbagai media, sampai hari ini perusahaan-perusahaan seperti PT. SGC, PT. SIL dan GPM telah melunasi pajak setelah pajak kendaraan bermotor menyusul pajak alat berat mereka.

“Namun tinggal pajak air permukaan masih tahap penghitungan dan mudah-mudahan segera terselesaikan,” kata Kepala Bapenda Provinsi Lampung.

Terkait perusahaan-perusahaan besar tersebut inilah yang menjadi perhatiaan serius Ketum DPP melakukan kunjungan ke Bapenda Provinsi Lampung.

Selain pajak-pajak yang telah terbayarkan yang lebih menyentuh adanya dugaan kelebihan lahan Hak Guna Usaha (HGU) yang di kuasai PT. Sugar Group Companies (SGC) terkait Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) mereka.

Ketika Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, melakukan Kunjungan Kerja (Kunker) ke Lampung beberapa waktu lalu mengatakan, bahwa pengukuran ulang lahan milik perusahaan bukanlah tanggung jawab negara melainkan tanggung jawab pemohon, kecuali dalam program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) yang biayanya tertanggung oleh negara karena jika APBN terus-menerus digunakan untuk mengukur lahan korporasi, ini bisa menjadi “Preseden Buruk” yang akan membuat perusahaan enggan membayar Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP),” luar biasa ulas Bung Hadie sapaan akrabnya.

Ada apa dibalik PT. SGC tersebut, sementara saat sebelum Kementerian ATR/BPN ke Lampung saya turun ke Kabupaten Tulang Bawang beberapa tokoh adat masyarakat bangga menilai akan ada titik temu terhadap lahan-lahan mereka yang telah dikuasai PT. SGC selama muluhan tahun tersebut, namun kenyataannya hanya kekecewaan belaka.

Sementara petinggi dari PT. Sugar Group Companies (SGC) Purwanti Lee dan Gunawan Yusuf terkait Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) yang menjerat eks pejabat Mahkamah Agung (MA), Zarof Ricar Rp70 miliar dari PT.SGC untuk pengurusan perkara hukum melawan PT Marubeni pada 2016–2018 akhirnya di cekal oleh Kejaksaan Agung Republik Indonesia.

Menyikapi hal tersebut saya selaku Ketum DPP Aliansi Indonesia Bersatu melalui Bapenda sebagai salah satu OPD Gubernur Lampung serta mengajak seluruh putra daerah Lampung yang bernaung baik dari DPD KNPI, DPP Laskar Lampung dan Ormas maupun Organisasi DPD lainnya, agar dapat kita bersama-sama bersatu mengungkap Lahan PT.SGC tersebut.

Jika memang negara tidak bisa membiayai ukur ulang yang menghabiskan dana 10 milyar, saya sependapat kita galang dana.

Terkait kasus petinggi PT.SGC yang nyata-nyata telah terbukti dari pernyataan Zarof Ricar, saya selaku Ketum DPP Aliansi Indonesia Bersatu meminta agar Kejagung RI dapat bekerja semaksimal mungkin dalam menegakkan supremasi hukum yang berlaku sampai hakim menetapkan sebagai tersangka.

“Saya ingin kelebihan lahan HGU yang menjadi milik masyarakat Kabupaten Tulang Bawang, Tubabar, Kabupaten Lampung Tengah, dan Mesuji bisa dinikmati mereka, melihat Petani Singkong sulit untuk dipertahankan warga masyarakat Lampung dapat beralih ke Tani Tebu, “Artinya gantian lah kan penguasa lahan SGC telah muluhan tahun mengumpulkan keuntungan, Jadi jika ini dapat dinikmati masyarakat, saya yakin Lampung tidak akan kesusahan, taraf ekonomi meningkat ditambah ruas-ruas jalan telah membaik sehingga program Gubernur RMD benar-benar terbukti dalam memakmurkan masyarakat Provinsi Lampung dan inilah yang menjadi keinginan Presiden kita Prabowo Subianto, “Petani Makmur Petani Sejahtera,” harap Ketum.

Disisi lain peran Bapenda dapat memfasilitasi dengan Pak Gubernur, jika taraf ekonomi masyarakat Lampung makmur bukan otomatis PAD akan meningkat pesat,” tutup Bung Hadie.*

Di Harlah ke-343 Walikota Bandarlampung Promosikan Budaya Tari Khas Lampung 

JurnalKota.net – Pemerintah Kota Bandar Lampung menggelar Pawai Budaya Tari Ngigel di Bundaran Tugu Adipura, Minggu (3/8/2025).

Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian peringatan HUT ke-343 Bandar Lampung yang telah berlangsung sejak 17 Juni lalu.

Walikota Bandar Lampung, Eva Dwiana mengatakan Pawai ini bertujuan mengenalkan Budaya Lampung kepada generasi muda.

“Generasi muda sekarang jadi tahu kalau budaya kita ini banyak sekali. Itu salah satu tujuan yang ingin disampaikan,” ujarnya.

Menurut Eva, Tari Ngigel merupakan warisan budaya Lampung yang mencerminkan keceriaan dan kekayaan masyarakat lokal.

Namun, tak banyak anak muda yang mengetahui makna di baliknya.

“Kami ingin anak-anak milenial dan Gen Z tahu sejarah nenek moyang kita. Kita punya Tari Ngigel, makanan khas seperti sekubal, dan kegiatan adat yang luar biasa,” katanya.

Pawai ini mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat, berbagai elemen ikut terlibat, mulai dari komunitas lintas agama, tokoh adat, hingga pelajar.

Sejak pekan lalu, para camat juga mulai mengenakan topi adat Lampung sebagai kampanye budaya.

Eva menegaskan pembangunan kota tidak hanya soal infrastruktur, tetapi juga pelestarian budaya sebagai identitas dan kebanggaan warga.

“Semoga kegiatan seperti ini terus dilaksanakan agar budaya kita tetap terjaga dan lestari,” pungkasnya.*

Harlah 343 Kota Bandarlampung Kado Walikota Bangun Rumah Sakit Penyakit Dalam

JurnalKota.net – Bandarlampung – Pemerintah Kota Bandar Lampung resmi memulai pembangunan rumah sakit penyakit dalam Kota Bandar Lampung, Sabtu (2/8/2025). Di halaman RSUD A. Dadi Tjokrodipo.

Walikota Bandar Lampung, Eva Dwiana mengatakan, pihaknya menargetkan pembangunan rumah sakit penyakit dalam ini rampung pada 2026.

“Karena, harapannya rumah sakit ini bisa segera menolong warga Bandar Lampung,” ujarnya.

Bunda Eva mengungkapkan, seluruh fasilitas yang dibutuhkan baik untuk operasi dan klinik akan disiapkan seluruhnya, agar menjadi rumah sakit rujukan.

Untuk tenaga medis, Bunda Eva mengungkapkan, pihaknya sementara akan mengekspor dokter-dokter spesialis dari luar Bandar Lampung seperti Pelembang dan DKI Jakarta.

Tetapi, Pemerintah Kota sudah menyiapkan 10 kuota beasiswa bagi para dokter muda Bandar Lampung untuk lanjut ke spesialis penyakit dalam, agar tidak perlu lagi mengekspor dokter dari luar Bandar Lampung.

“Bagi yang mau, seluruh biaya baik pendidikan, kos hingga makan akan ditanggung Pemkot,” ujarnya.

Dengan adanya rumah sakit penyakit dalam ini, warga Bandar Lampung tidak perlu lagi ke luar daerah untuk mendapatkan pengobatan.

“Khusus warga Bandar Lampung, untuk masyarakat kurang atau tidak mampu kita gratiskan seluruhnya, tapi untuk yang mampu akan ada potongan 20-30 persen,” ujarnya.

Selain itu, dirinya mengingatkan kepada Direktur RS A Dadi Tjokrodipo, Teti Herawati nantinya juga bisa menerima warga di luar Bandar Lampung.

“Warga kabupaten kota se-Lampung juga bisa berobat di sini,” katanya.

Selain itu, Bunda Eva mengungkapkan, di perayaan HUT ke-343 Kota Bandar Lampung ini pihaknya juga menggelar serangkaian kegiatan, seperti bhakti sosial.

Pemerintah Kota Bandar Lampung memberikan pelayanan operasi gratis untuk penderita bibir sumbing, operasi katarak, sunatan massal, operasi wanita hingga skrining kangker payudara.

“Kegiatan semua ini merupakan wujud nyata kepedulian Pemerintah Kota Bandar Lampung bersama seluruh elemen masyarakat untuk senantiasa hadir dan memberikan manfaat bagi sesama,” kata Eva.*

Harlah KNPI, Iyai Mirza Berikan Kesempatan Pemuda Lampung Berpartisipasi Bangun Ekonomi Daerah

JurnalKota.net – BANDAR LAMPUNG — Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengajak pemuda di Bumi Ruwa Jurai untuk menjadi motor penggerak perubahan dan pembangunan bangsa.

Hal itu disampaikan Gubernur saat memberikan sambutan dalam Kegiatan Sarasehan Pemuda Lintas Generasi memperingati Hari Lahir ke-52 Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) yang digelar di Aula DPD KNPI Provinsi Lampung, Selasa, (29/06/2025), malam.

Atas nama Pemerintah Provinsi Lampung, Gubernur Lampung mengucapkan selamat Harlah ke-52 KNPI. “Usia 52 tahun merupakan usia matang bagi organisasi yang telah lama menjadi wadah berhimpun dan berkontribusi bagi kemajuan pemuda serta pembangunan bangsa,” ujar orang nomor satu di Bumi Ruwai Jurai.

Mengangkat tema “Kebersamaan Pemuda Menuju Lampung Maju”, menurut Gubernur kegiatan ini menjadi ruang dialog dan kolaborasi antar generasi untuk menyongsong masa depan bangsa yang lebih baik. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara generasi muda dan generasi sebelumnya dalam membangun masa depan Indonesia.

Pemprov Lampung, lanjut Gubernur, terus berkomitmen menciptakan ruang kreatif bagi pemuda, mulai dari pendidikan, pelatihan vokasi, pembinaan prestasi di bidang olahraga, seni, kewirausahaan hingga penguatan kepemimpinan dan partisipasi sosial-politik.

Kemudian, Gubernur menegaskan pentingnya keterlibatan pemuda dalam mendorong perubahan ekonomi lokal.

“Kalau bukan anak muda Lampung yang masuk ke sektor pertanian, peternakan, UMKM, siapa lagi? Kita punya komoditas yang nilainya puluhan triliun seperti singkong, beras, kambing, namun tidak ada yang merasa itu bisa jadi sumber penghidupan,” sambungnya.

Gubernur Mirza menyebut peran pemerintah tak harus selalu lewat anggaran, tapi juga lewat regulasi yang berpihak.

“Jangan minta anggaran ke mana-mana, anggaran kita kecil. Tapi regulasi itu lebih tajam dari APBD. Dengan regulasi yang berpihak, kita bisa buka kesempatan buat kalian,” tegasnya.

Diakhir sambutannya, Gubernur Mirza mendorong KNPI sebagai organisasi kepemudaan strategis untuk menjadi agen perubahan, simbol persatuan, serta pelopor kolaborasi lintas sektor. “Jadilah pencipta sejarah, bukan hanya saksi. Mari kita sambut Indonesia Emas dengan kerja nyata,” tutupnya.

Selanjutnya, Ketua DPD KNPI Provinsi Lampung, Iqbal Ardiansyah, mengapresiasi kepemimpinan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal yang progresif dan fokus pada peningkatan ekonomi serta Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Menurutnya, langkah-langkah konkret Gubernur yang aktif menunjukkan visi jangka panjang yang tidak semata-mata membebankan pembangunan pada anggaran yang tersedia.

Iqbal juga menekankan bahwa keberhasilan Gubernur saat ini merupakan hasil dari proses panjang dan konsisten, mulai dari dunia usaha, organisasi kepemudaan, hingga politik. Ia menilai Gubernur adalah sosok yang matang secara proses dan layak menjadi inspirasi bagi generasi muda Lampung.

Peringatan hari lahir KNPI Ke-52 ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Ketua DPD KNPI Provinsi Lampung dan disaksikan oleh Gubernur Mirza, Sekdaprov Marindo Kurniawan, Anggota DPD RI Bustami Zainudin, dan Kepala Dinas Pemuda & Olahraga Lampung Meiry Harika Sari, (*)

Danrem 043/Gatam Ziarah ke Makam Pahlawan Raden Inten II, Tegaskan Semangat Pembentukan Kodam Raden Inten

JurnalKota.net – Lampung – Komandan Korem 043/Garuda Hitam, Brigjen TNI Rikas Hidayatullah, S.E., M.M., didampingi Ketua Persit KCK Koorcab Rem 043 PD II/Swj, Ny. Hanny Rikas Hidayatullah, memimpin langsung kegiatan ziarah ke makam Pahlawan Nasional Raden Inten II di Desa Gedong Harta, Kecamatan Penengahan, Kabupaten Lampung Selatan, Kamis (31/7/2025).

Kegiatan ziarah ini merupakan bagian dari rangkaian strategis menyambut rencana pembentukan Komando Daerah Militer (Kodam) Raden Inten, yang dirancang untuk menaungi wilayah Provinsi Lampung dan Bengkulu, terpisah dari struktur Kodam II/Sriwijaya.

Dalam sambutannya, Brigjen TNI Rikas menegaskan bahwa pemilihan nama “Kodam Raden Inten” bukan sekadar simbol, tetapi bentuk penghormatan atas jasa Raden Inten II serta komitmen meneladani semangat perjuangannya.

> “Raden Inten II adalah simbol perjuangan rakyat Lampung. Jiwa patriotismenya menjadi inspirasi dalam pembentukan Kodam baru yang akan memperkuat sistem pertahanan negara, khususnya di wilayah Lampung dan Bengkulu,” tegas Danrem di hadapan prajurit, tokoh masyarakat, dan tamu undangan.

Ziarah berlangsung khidmat dengan prosesi doa bersama dan tabur bunga di pusara sang pahlawan. Hadir dalam kegiatan ini antara lain Wakil Bupati Lampung Selatan M. Syaiful Anwar, S.T., pejabat TNI, Forkopimda Lampung Selatan, tokoh adat, serta perwakilan organisasi masyarakat.

Rencana pembentukan Kodam Raden Inten telah mendapat atensi dari Mabes TNI-AD, Keberadaannya diharapkan mampu memperkuat struktur komando kewilayahan, mempercepat mobilisasi pasukan, serta meningkatkan sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menjaga stabilitas keamanan.

> “Dengan berdirinya Kodam Raden Inten, koordinasi lintas sektoral akan semakin optimal dan kehadiran TNI akan semakin dekat dengan masyarakat,” tambah Brigjen TNI Rikas.

Sebagai informasi, Raden Inten II—yang memiliki gelar Kusuma Ratu Radin Inten II—lahir di Lampung tahun 1834 dan gugur pada 5 Oktober 1856. Ia merupakan keturunan Fatahillah dan Putri Sinar Alam dari Keratuan Pugung. Dimakamkan di Desa Gedong Harta, makamnya dikenal dengan nama Benteng Cempaka, yang berjarak sekitar 18 km dari Kota Kalianda.

Saat ini, Korem 043/Gatam berada di bawah Kodam II/Sriwijaya. Dengan terbentuknya Kodam Raden Inten, diharapkan struktur pertahanan nasional akan semakin merata, responsif, dan adaptif terhadap tantangan keamanan di masa depan.*

Dukung Ketahanan Pangan di Serang, Polsek Petir Tanam Jagung

JurnalKota.net – SERANG – Dalam rangka mendukung program ketahanan pangan nasional, Polsek Petir Polres Serang Polda Banten bersama sejumlah pihak melaksanakan kegiatan penanaman jagung kuartal III di wilayah hukumnya. Kegiatan ini berlangsung pada Selasa, (29/7/2025), sekitar pukul 09.45 WIB di Kampung Sawah, Desa Kubang Jaya, Kecamatan Petir, Kabupaten Serang.

Penanaman jagung dilakukan di atas lahan seluas 5.000 meter persegi milik warga bernama Hesen Susanto. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kapolsek Petir, IPTU Fuqon Saibatin Singajuru, S.Tr.K, M.Si, dengan dukungan dari berbagai elemen masyarakat dan instansi terkait.

Turut hadir dalam kegiatan ini antara lain: Perwakilan dari Kecamatan Petir, Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Petir, Plt. Kepala Desa Kubang Jaya, Personel Bagian SDM Polres Serang, Personel Polsek Petir dan Kelompok Tani (Poktan) Tumbuh Subur.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolsek Petir secara simbolis menyerahkan bantuan pertanian kepada Poktan Tumbuh Subur sebagai bentuk dukungan Polri terhadap sektor pertanian. Bantuan yang diberikan meliputi: 50 kg Pupuk Urea, 50 kg Pupuk NPK, 5 kg Bibit Jagung Hibrida Merk Cap Kapal Terbang, Pupuk Organik Cair serta Insektisida.

“Kegiatan ini merupakan bentuk sinergi antara Polri dan masyarakat dalam menciptakan ketahanan pangan, serta membangun ketangguhan ekonomi di tingkat desa,” Ujar IPTU Furqon Alumni Akpol 2020 ini di sela-sela acara.

Kegiatan berakhir sekitar pukul 11.10 WIB dengan situasi aman, tertib, dan kondusif. Kegiatan penanaman jagung ini merupakan bagian dari program berkelanjutan Polres Serang dalam membina dan memberdayakan masyarakat, khususnya petani, agar semakin mandiri dan produktif.

Kapolres Serang, AKBP Candra Sasongko, S.H, S.I.K, M.H, M.Si, menyampaikan apresiasinya atas semangat kolaboratif yang ditunjukkan seluruh pihak dalam kegiatan ini. Ia berharap, kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan sebagai bagian dari kontribusi Polri dalam menjaga stabilitas sosial dan ekonomi masyarakat. (*)

Wali Kota Eva Dwiana Lantik 266 PPPK Tahap I di Lingkungan Pemkot Bandar Lampung

JurnalKota.net – BANDAR LAMPUNG – Sebanyak 266 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) resmi dilantik dan diambil sumpah jabatannya oleh Wali Kota Bandar Lampung, Hj. Eva Dwiana, dalam prosesi yang berlangsung di Aula Gedung Semergo, Senin (28/07/2025).

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Eva Dwiana secara simbolis menyerahkan Surat Keputusan (SK) pengangkatan kepada para pegawai yang telah lulus seleksi dan memenuhi seluruh tahapan administrasi dan uji kompetensi.

“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kota Bandar Lampung, saya mengucapkan selamat kepada saudara-saudari yang hari ini resmi dilantik sebagai PPPK,” ucap Wali Kota dalam sambutannya.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan menjadi PPPK bukanlah sesuatu yang instan, melainkan melalui proses panjang dan seleksi yang sangat ketat. Karena itu, ia meminta seluruh pegawai yang telah diangkat untuk tidak menyia-nyiakan kepercayaan yang telah diberikan negara.

“Pelantikan ini bukan akhir perjuangan, melainkan awal dari tanggung jawab besar sebagai abdi negara. Tunjukkan profesionalisme, dedikasi, dan integritas dalam setiap tugas,” tegasnya.

Wali kota juga mengingatkan pentingnya menjaga etika dan kedisiplinan kerja. Ia berharap para pegawai, khususnya yang baru dilantik, dapat menjadi teladan baik di lingkungan kerja maupun di masyarakat.

“Jangan nodai amanah yang telah diberikan. Jadilah sosok yang membanggakan, bukan hanya bagi institusi, tapi juga bagi keluarga dan lingkungan sekitar,” pungkasnya.*

Begawi Bandar Lampung 2025 Siap Pecahkan Rekor MURI Sekubal Terbesar

JurnalKota.net – BANDAR LAMPUNG — Dalam rangka menyemarakkan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Bandar Lampung yang ke-343, Pemerintah Kota Bandar Lampung akan menggelar sebuah acara spektakuler bertajuk “Begawi Bandar Lampung 2025”. Kegiatan ini akan berlangsung pada Minggu, 27 Juli 2025, berpusat di ikon kota Tugu Adipura.

Salah satu agenda utama dalam gelaran akbar ini adalah upaya pemecahan Rekor MURI (Museum Rekor Dunia Indonesia) untuk Sekubal Terbesar, makanan khas Lampung yang selama ini menjadi simbol kekayaan kuliner tradisional masyarakat Sai Bumi Ruwa Jurai.

Tak hanya itu, kemeriahan akan semakin lengkap dengan hadirnya Festival Masakan Tradisional Lampung dan Jajanan Pasar, yang menampilkan ragam cita rasa kuliner lokal dari berbagai kecamatan se-Kota Bandar Lampung. Festival ini menjadi ajang promosi kekayaan budaya kuliner daerah sekaligus memperkuat identitas dan kebanggaan masyarakat terhadap warisan leluhur.

Wali Kota Bandar Lampung dijadwalkan membuka langsung acara ini, yang juga akan dimeriahkan oleh pertunjukan seni budaya Lampung, parade komunitas, serta bazar UMKM.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota berharap dapat meningkatkan rasa cinta masyarakat terhadap tradisi lokal serta memperkenalkan kekayaan budaya Lampung ke tingkat nasional, bahkan internasional.*

Budaya Lokal Mendunia: Bandar Lampung Ukir Rekor MURI Lewat Sekubal

JurnalKota.net – Bandar Lampung — Perayaan Hari Ulang Tahun ke-343 Kota Bandar Lampung diwarnai dengan pencapaian membanggakan. Pemerintah Kota Bandar Lampung berhasil mencatatkan rekor dunia melalui pembuatan sekubal — makanan khas Lampung — terbesar dan terpanjang di dunia, yang resmi masuk dalam Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).

Rekor ini dipecahkan dalam gelaran Festival Masakan Tradisional Lampung dan Jajanan Pasar di kawasan Tugu Adipura, Minggu (27/7/2025). Sekubal raksasa tersebut memiliki panjang 25 meter dan diameter 25 sentimeter, menjadikannya daya tarik utama dalam rangkaian HUT Kota Bandar Lampung.

Direktur Operasional MURI, Yusuf Ngadri, hadir secara langsung untuk menyerahkan piagam penghargaan kepada Wali Kota Bandar Lampung, Hj. Eva Dwiana.

“Penghargaan ini adalah hadiah untuk warga Kota Bandar Lampung. Semoga menjadi pemicu semangat dalam melestarikan budaya lokal,” ujar Eva Dwiana dalam sambutannya.

Ia menambahkan bahwa keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi simbol kebanggaan daerah serta memperkuat identitas budaya Lampung di level nasional maupun internasional.

“Kami ingin budaya Lampung semakin dikenal luas. Bukan hanya sekubal dan siger, tapi juga berbagai bentuk seni seperti tarian, musik, serta kekayaan kuliner lainnya,” kata Eva.

Pemecahan rekor ini tak hanya menampilkan keberhasilan pemerintah daerah dalam mengangkat warisan kuliner, namun juga menunjukkan semangat gotong royong dan kreativitas masyarakat Lampung dalam menjaga tradisi leluhur.*