Puluhan Emak-Emak Gelar Aksi Damai di Kantor Dinas Pendidikan Pesawaran, Desak Perlindungan untuk Korban Perundungan

Pesawaran — Puluhan emak-emak yang menamakan diri sebagai Emak-Emak Peduli Pendidikan Pesawaran menggelar aksi damai di depan Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Pesawaran, Selasa (22/7). Aksi ini merupakan bentuk keprihatinan dan protes terhadap dugaan perundungan yang dialami Gibran, siswa kelas VIII SMP Negeri 19 Pesawaran.

Massa aksi membawa spanduk dan poster berisi tuntutan agar pemerintah daerah, khususnya Dinas Pendidikan, segera mengambil langkah nyata dalam menangani kasus perundungan tersebut dan memastikan perlindungan terhadap siswa.

Koordinator aksi, Weni Oktasari, menyatakan bahwa aksi ini adalah bentuk dukungan moral bagi korban serta desakan agar negara hadir melindungi anak-anak di lingkungan sekolah.

“Kami sudah dua kali menyampaikan persoalan ini kepada pihak Dinas Pendidikan. Kami ingin Gibran didampingi secara psikologis dan difasilitasi agar bisa kembali ke sekolah. Tapi hingga hari ini belum ada solusi yang konkret,” ujar Weni.

Ia menegaskan bahwa aksi ini juga menjadi representasi dari suara para ibu di Pesawaran yang menginginkan lingkungan pendidikan yang aman dan bebas dari kekerasan.

“Kami semua tentu masih teringat kasus tragis siswa SMA di Garut yang meninggal dunia karena tak kuat menanggung bullying. Jangan sampai kejadian serupa terjadi di Pesawaran. Gibran hingga kini masih trauma dan belum kembali ke sekolah,” tambahnya.

Momentum aksi ini bertepatan dengan peringatan menjelang Hari Anak Nasional. Para ibu mendesak agar pemerintah serius dalam menjalankan tanggung jawab perlindungan terhadap anak-anak.

“Anak-anak adalah masa depan bangsa. Mereka berhak tumbuh dalam lingkungan yang sehat, aman, dan penuh kasih sayang. Kami minta pemerintah jangan tutup mata,” pungkas Weni.

Usai menyampaikan orasi, perwakilan peserta aksi diterima untuk berdialog langsung dengan pejabat Dinas Pendidikan. Aksi kemudian ditutup dengan tertib dan damai.

Puluhan Emak-Emak Desak Pemerintah Tangani Kasus Bullying di SMPN 19 Pesawaran

JurnalKota.net – Pesawaran : Puluhan emak-emak menggelar aksi damai di depan Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Pesawaran, Selasa (22/7/2025). Aksi ini merupakan bentuk protes dan keprihatinan atas dugaan perundungan yang dialami Gibran, siswa kelas 8 SMP Negeri 19 Pesawaran.

Para peserta aksi yang menamakan diri Emak-Emak Peduli Pendidikan Pesawaran ini membawa aspirasi sebagai orang tua, menuntut pemerintah hadir dan bertindak nyata dalam melindungi anak-anak dari kekerasan di lingkungan sekolah.

Koordinator aksi, Weni Oktasari, menyampaikan bahwa aksi ini adalah bentuk dukungan moral kepada Gibran sekaligus bentuk desakan kepada pemerintah agar segera mengambil langkah nyata.

“Sebelumnya kami sudah dua kali bertemu pihak Dinas Pendidikan. Kami sudah sampaikan bahwa Gibran harus didampingi dan difasilitasi agar kembali sekolah. Tapi sampai hari ini belum ada solusi dari pihak dinas maupun sekolah,” ujar Weni.

Ia menambahkan, kehadiran mereka bukan hanya sebagai bentuk keprihatinan, tetapi juga sebagai suara dari para ibu dan orang tua di Pesawaran yang ingin memastikan anak-anak tumbuh dalam lingkungan pendidikan yang aman dan bebas dari perundungan.

“Kita semua tahu, masyarakat Indonesia tengah berduka atas kasus seorang siswa SMA di Garut yang meninggal dunia karena tidak tahan dibully. Jangan sampai hal serupa terjadi di Pesawaran. Gibran hingga saat ini masih belum kembali sekolah karena menjadi korban bullying,” lanjutnya.

Dalam momentum menjelang Hari Anak Nasional, para ibu ini berharap pemerintah benar-benar serius menangani isu perlindungan anak.

“Kami minta semua pihak, terutama pemerintah daerah, agar tidak abai. Anak-anak adalah masa depan kita, dan mereka berhak tumbuh di lingkungan yang sehat dan penuh kasih sayang,” pungkas Weni.

Usai menyampaikan orasi, perwakilan emak emak kemudian diterima oleh pihak Dinas Pendidikan untuk berdialog. Aksi kemudian ditutup dengan pembubaran massa secara tertib.*

Danrem 043/Gatam Beri Penghormatan Setinggi-Tingginya kepada 37 Purnawirawan

JurnalKota.net – Bandar Lampung – Komandan Korem 043/Gatam, Brigjen TNI Rikas Hidayatullah, S.E., M.M., memimpin langsung Upacara Wisuda Purnawira yang digelar di Aula Sudirman Makorem 043/Gatam, Jl. Teuku Umar Penengahan, Bandar Lampung, Selasa (22/7/2025).

Kegiatan ini merupakan wujud penghormatan dan penghargaan dari satuan kepada 37 orang Purnawirawan – terdiri dari Perwira, Bintara, dan PNS – yang telah menyelesaikan masa tugasnya dan memasuki masa pensiun. Upacara berlangsung khidmat dengan prosesi penciuman Tunggul Duaja Korem 043/Gatam “Najaga Satya Eka Nagara” sebagai simbol pengabdian terakhir kepada satuan dan bangsa.

Dalam sambutannya, Danrem 043/Gatam menyampaikan rasa hormat dan apresiasi yang setinggi-tingginya atas dedikasi, loyalitas, dan pengabdian para wisudawan selama berdinas di TNI AD, khususnya Korem 043/Gatam.

> “Purna tugas bukan akhir dari pengabdian, melainkan awal dari pengabdian dalam bentuk yang lain di tengah masyarakat. Nilai-nilai kejuangan, kedisiplinan, dan semangat kebangsaan yang telah tertanam dalam diri saudara-saudara hendaknya terus menjadi teladan di manapun berada,” tegas Brigjen Rikas.

Danrem juga menegaskan bahwa para purnawirawan tetap menjadi bagian dari Keluarga Besar TNI AD, yang diharapkan terus memberi kontribusi positif demi kemajuan bangsa dan negara.

> “Selamat memasuki masa purna tugas. Terima kasih atas pengabdian tanpa batas. Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan kesehatan, keberkahan, dan kebahagiaan kepada Bapak/Ibu beserta keluarga tercinta. Salam hormat dan bangga dari kami semua,” pungkasnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kasrem 043/Gatam Kolonel Inf Sumarlin Marzuki, S.E., M.Han., Kasiren Korem, para Kasi Korem 043/Gatam, Dandim 0410/KBL, para Dan/Kasatdisjan jajaran Korem 043/Gatam, para Pasi dan Kabalak, serta Ketua dan Pengurus Persit Kartika Chandra Kirana Koorcab Rem 043 PD II/Sriwijaya.*

PLN Nusantara Power UP Sebalang Bangun Sumur Bor Umum untuk Warga Dusun Sebalang 1

JurnalKota.net – Lampung Selatan — PT PLN Nusantara Power Unit Pembangkitan (UP) Sebalang kembali menunjukkan komitmennya terhadap pembangunan berkelanjutan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) dengan membangun sumur bor umum di Dusun Sebalang 1, Desa Tarahan, Kecamatan Katibung, Kabupaten Lampung Selatan.

Program ini menjawab kebutuhan masyarakat yang selama ini mengalami keterbatasan akses air bersih, terutama saat musim kemarau. Dengan pertumbuhan jumlah penduduk dan meningkatnya kebutuhan air, kehadiran infrastruktur air bersih menjadi krusial dan mendesak.

Serah terima bantuan dilaksanakan secara simbolis pada awal Juli 2025, dihadiri oleh perwakilan manajemen PLN Nusantara Power UP Sebalang, aparatur desa, tokoh masyarakat, dan warga setempat. Pembangunan sumur ini turut melibatkan koordinasi dengan Pemerintah Desa Tarahan guna menentukan lokasi strategis dan mudah diakses.

Asman Business Support PLN Nusantara Power UP Sebalang, Rizki Setyo Anggoro, menjelaskan bahwa pembangunan sumur bor ini merupakan bagian dari dukungan PLN terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya pilar ke-6 tentang akses air bersih dan sanitasi berkelanjutan.

“Air bersih adalah kebutuhan dasar masyarakat. Kami berharap sumur bor ini dapat dimanfaatkan secara optimal dan dikelola bersama oleh warga demi keberlanjutan jangka panjang,” ujar Rizki.

Kepala Dusun Sebalang 1, Nur’alim, menyampaikan apresiasinya atas kontribusi PLN yang dianggap sangat membantu warga, khususnya saat musim kemarau.

“Sebelumnya, warga harus berjalan jauh untuk mendapatkan air bersih. Kini, dengan adanya sumur bor umum, kebutuhan air dapat terpenuhi lebih mudah dan efisien,” ungkapnya.

Proyek ini dikerjakan oleh mitra pelaksana PT Power Mandiri Nusantara, mencakup pengeboran sesuai standar teknis, pemasangan pompa dan instalasi listrik, tandon air, serta jaringan distribusi. PLN juga mendorong pembentukan kelompok pengelola air di tingkat dusun untuk memastikan operasional dan pemeliharaan fasilitas berjalan berkelanjutan.

Program ini menjadi bagian dari rangkaian CSR PLN Nusantara Power UP Sebalang tahun 2025, yang berfokus pada empat pilar: pemberdayaan masyarakat, pendidikan, lingkungan, dan kesehatan.

PLN berharap, kehadiran inisiatif ini dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekitar dan memperkuat sinergi antara perusahaan dan komunitas lokal di wilayah operasionalnya.*

Danrem 043/Gatam Hadiri Peluncuran Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Lampung Selatan

JurnalKota.net – Lampung Selatan – Komandan Korem 043/Gatam, Brigjen TNI Rikas Hidayatullah, S.E., M.M., menghadiri acara Peluncuran Kelembagaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sekaligus Peringatan Hari Koperasi Nasional ke-78 Tahun 2025, yang diselenggarakan di Kelurahan Way Urang, Kecamatan Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan, Senin (21/07/2025).

Acara penting tersebut dihadiri langsung oleh Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, S.T., M.M., yang menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan atas dukungan dan fasilitasi pelaksanaan kegiatan yang dilaunching serentak oleh Presiden RI Prabowo Subianto melalui Zoom Meeting.

Dalam sambutannya, Gubernur menyoroti tantangan ekonomi yang dihadapi Provinsi Lampung—sebagai provinsi terbesar keempat di Sumatera namun memiliki angka Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) per kapita terendah ketiga di pulau tersebut. Dengan angka kemiskinan yang masih tinggi, yaitu 10,62% atau sekitar 939 ribu jiwa, keberadaan koperasi dinilai sangat krusial.

> “Koperasi hadir bukan hanya sebagai wadah usaha, tetapi juga sebagai instrumen memperkuat ekonomi rakyat. Program Koperasi Merah Putih adalah langkah strategis untuk mendorong kemandirian desa, memperkuat ketahanan pangan, serta menciptakan pertumbuhan ekonomi yang merata dan inklusif. Kita patut bangga karena Lampung menjadi provinsi pertama di Indonesia yang berhasil mencapai 100% pembentukan koperasi ini,” ujar Gubernur.

Gubernur yang akrab disapa Kyai Mirza itu juga memberikan pesan kepada para pengurus Koperasi Merah Putih untuk terus bekerja dengan tulus dan profesional demi menghadirkan perubahan nyata di desa. Ia juga mengucapkan selamat atas peringatan Hari Koperasi Nasional ke-78, yang tahun ini mengusung tema “Koperasi Maju, Indonesia Adil dan Makmur.”

> “Mari kita terus perkuat semangat gotong royong dan kebersamaan demi kemajuan Provinsi Lampung menuju Indonesia Emas 2045,” tutupnya.

Acara tersebut turut dihadiri oleh Kapolda Lampung, Danrem 043/Gatam, Pejabat Pimpinan Tinggi dari Kementerian Koordinator Bidang Pangan RI, Kementerian Koperasi RI, dan Kementerian Dalam Negeri, serta Kabinda Lampung, Ketua Komisi II DPRD Provinsi Lampung, Kajati Lampung, dan para Bupati/Walikota se-Provinsi Lampung.*

Samsat I Rajabasa Gencar Sosialisasikan Program Pemutihan Pajak Kendaraan di Dua Titik Strategis

JurnalKota.net – Lampung – Dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kepatuhan membayar pajak kendaraan bermotor, UPTD Samsat Wilayah I Rajabasa di bawah Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Lampung melaksanakan pendataan serta sosialisasi program pemutihan pajak di dua titik strategis berkolaborasi dengan Satlantas Polres Bandar Lampung dalam rangka Operasi Patuh 2025, pada Senin 21 Juli 2025.

Dua lokasi yang dipilih dalam kegiatan ini adalah Jalan Gedung Meneng, Rajabasa, dan Jalan Gatot Subroto, Bumi Waras, Bandar Lampung. Sosialisasi dilakukan dengan membagikan brosur informasi serta memberikan edukasi langsung kepada pengendara dan masyarakat sekitar.

Program pemutihan pajak kendaraan ini merupakan inisiatif Pemerintah Provinsi Lampung di bawah kepemimpinan Gubernur Lampung, sebagai bentuk kebijakan pro-rakyat. Masyarakat yang memanfaatkan program ini akan mendapatkan pembebasan denda keterlambatan dan kemudahan pelunasan pajak, baik untuk kendaraan roda dua (R2) maupun roda empat (R4).

Kepala UPTD Samsat I Rajabasa, Bobiansah Stianegara, S.Sos., M.M., menyampaikan bahwa pendekatan langsung ke masyarakat sangat penting untuk memperluas jangkauan informasi terkait program ini.

“Harapan kami, masyarakat bisa memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin. Program pemutihan ini tidak berlangsung sepanjang tahun, sehingga ini adalah momen yang tepat untuk menyelesaikan kewajiban pajak tanpa harus terbebani denda,” ujar Bobiansah.

Selain itu, Bobiansah juga menambahkan, pemilihan lokasi yang ramai dan strategis bertujuan agar informasi dapat menjangkau lebih banyak masyarakat dalam waktu singkat.

“Selain memberikan keringanan kepada masyarakat, keberhasilan program ini juga berkontribusi positif terhadap peningkatan pendapatan daerah dari sektor pajak kendaraan bermotor,” tambahnya.

Turut hadir dalam kegiatan sosialisasi ini sejumlah pejabat Samsat Wilayah I Rajabasa, antara lain:Tji Idham Fitriallah, S.T., M.M. Kasi Pendataan dan Penetapa,Puspa Indah, S.E., M.M. Kasubag Tata Usaha, serta Anita Marliana Makki, S.E., M.M. Kasi Penagihan dan Pelaporan

Bapenda Provinsi Lampung melalui UPTD Samsat I Rajabasa terus mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan program ini sebelum masa pemutihan berakhir.*

Pengamat Politik Unila Angkat Bicara tentang Musda Golkar Lampung

JurnalKota.net – Bandar Lampung-Konstestasi politik menjelang Musda XI Golkar Lampung kian menarik. Jika 12 DPD II Partai Golkar kabupaten/kota solid dan tidak berubah haluan, maka kursi nomor satu partai berlambang pohon beringin teduh di Lampung dipastikan akan diduduki Hi Aprozi Alam.

Hal itu disampaikan Pengamat politik Universitas Lampung (Unila) Dr Robi Cahyadi saat dimintai pendapatnya, Senin (21/7/2025).

“Berarti sudah lebih dari 50%. Kalau tidak salah dalam juklak juknis yang saya baca, pemilihan ketua Golkar Lampung ada beberapa syarat seperti lulusan S1, bertakwa, pernah jadi pengurus sebelumnya, minimal di dukung 30% dari total suara,” ujarnya.

Dengan begitu, Robi menambahkan, dari total 21 suara, dukungan 12 DPD II sudah melampaui 50%. “Jika kita telaah Aprozi Alam yang sudah mengantongi dukungan 12 dari total 21 suara, berarti besar banget sudah 50% lebih. Kalau didukung 12 DPD bisa calon tunggal itu dalam kontestasi Musda Golkar Lampung,” jelasnya menambahkan.

Ia menilai Aprozi Alam didukung mayoritas arus bawah untuk memimpin Golkar Lampung. Keseriusan dalam memajukan Golkar dapat dilihat dari kerja-kerja membangun komunikasi dan konsolidasi ke pemegang hak suara.

“Beliau sudah giat bekerja maksimal, terlihat adanya dukungan dari 12 DPD II. Ini mengindikasikan beliau serius untuk maju. Artinya Aprozi Alam didukung arus bawah, tentu DPP berpegang teguh pada Juklak Juknis yang sudah dikeluarkan. Sekalipun ada calon lain jika 12 DPD II tetap solid, tidak berubah haluan, Musda akan dimenangkan Aprozi Alam. Kalau sudah 50% plus satu bisa saja calon tunggal,” kata Robi.

Sebelumnya, Ketua DPD II Partai Golkar Lampung Timur (Lamtim) Azwar Hadi menyambut baik jadwal Musda XI yang telah dikeluarkan DPP. Ia menegaskan sebanyak 12 DPD II Partai Golkar Kabupaten/Kota solid akan mendukung Ketua AMPG Lampung Hi Aprozi Alam untuk menjadi ketua Golkar Lampung lima tahun ke depan.

“Perkembangan 12 DPD II Golkar kabupaten/kota tetap solid mendukung Aprozi Alam untuk menjadi ketua DPD I Golkar Lampung,” tegas Azwar saat dikonfirmasi, Minggu (20/7/2025).

Dengan total dukungan itu, Wakil Bupati Lamtim itu optimistis Musda akan dimenangkan Aprozi Alam yang saat ini mendapat amanah rakyat Dapil Lampung II sebagai anggota Komisi VIII DPR RI.

Ia mengungkapkan alasan 12 DPD II Partai Golkar kabupaten/kota mendukung Aprozi Alam lantaran ingin pembaruan. Ia yakin di bawah komando Aprozi Alam, Partai Golkar Lampung akan lebih baik lagi ke depannya. “Karena kita ingin Golkar Lampung berubah. Mudah-mudahan di bawah kepemimpinan sosok muda Aprozi Alam, Golkar Lampung akan lebih baik ke depannya,” tegasnya. (*)

Tim PKM-RE Kembangkan Teknologi Pemisahan Limbah Pewarna Ramah Lingkungan Berbasis Polymer Inclusion Membrane

LAMPUNG – Tim Program Kreativitas Mahasiswa Riset Eksakta (PKM-RE) Universitas Lampung (Unila) kembali mencetak prestasi membanggakan,…

Tim PKM-RE Unila Kembangkan Teknologi Pemisahan Limbah Pewarna Tekstil Ramah Lingkungan

Lampung — Tim Program Kreativitas Mahasiswa Riset Eksakta (PKM-RE) Universitas Lampung (Unila) kembali menorehkan prestasi dengan…

Dang Ike Gelar Silaturahmi Tokoh Adat Saibatin dan Pepadun: Perkuat Persatuan, Lestarikan Budaya Lampung

JurnalKota.net – Lampung, [KoPI] — Tokoh adat sekaligus tokoh masyarakat Lampung, Irjen Pol (Purn) Drs. H. Ike Edwin, S.H., M.H., M.M., atau akrab disapa Dang Ike, menggelar silaturahmi bersama para Pemangku Adat Lampung Saibatin dan Penyimbang Tuha Raja di kediamannya, Lamban Gedung Kuning (LGK), pada Minggu (20/7/2025).

Kegiatan ini mengangkat tema “Merawat dan Melestarikan Adat Budaya Lampung serta Memperkuat Persatuan Suku Lampung yang Bermartabat dan Bermanfaat.” Dalam sambutannya, Dang Ike menegaskan pentingnya menyatukan kekuatan antara tokoh adat Saibatin dan Pepadun untuk menjaga kekayaan budaya Lampung di tengah tantangan zaman.

“Sudah saatnya tokoh adat Saibatin dan Pepadun bersatu untuk melestarikan adat dan budaya. Jangan sampai kita terpecah belah,” ujar Dang Ike.

Ia mengajak seluruh tokoh adat untuk tidak hanya menjaga warisan budaya, tetapi juga berkontribusi nyata bagi kemajuan daerah, terutama dalam menanamkan nilai-nilai adat kepada generasi muda.

“Lampung punya piil pesenggiri, punya harga diri. Mari kita jaga bersama dari pengaruh budaya luar yang tidak sesuai dengan jati diri kita. Jangan sampai anak cucu kita tidak lagi mengenal adat orang tuanya karena terpengaruh pergaulan bebas,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Dang Ike juga menyoroti fenomena meningkatnya jumlah kelompok LGBT di Lampung yang kini mencapai sekitar 20 ribu orang, menurut beberapa sumber. Ia menilai hal tersebut sebagai ancaman serius terhadap nilai-nilai budaya dan moral masyarakat Lampung.

“Fenomena ini menjadi tanggung jawab kita semua, termasuk para Saibatin dan Pennyimbang Tuha Raja. Kita tidak bisa membiarkannya. Para tokoh adat dan aparat hukum harus bertindak tegas sesuai aturan yang berlaku,” tegasnya.

Senada dengan itu, Tokoh Adat dari Kabupaten Pesawaran sekaligus Anggota DPRD Provinsi Lampung, Mustika Bahrum, turut menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi tersebut. Ia menilai keberadaan LGBT sebagai bentuk penyimpangan yang tidak hanya dilarang oleh adat, tapi juga agama.

“Adat Lampung sangat menjunjung tinggi nilai kesusilaan. Kita harus bersama-sama menjaga generasi muda agar tidak terjebak dalam pergaulan bebas, apalagi sampai terlibat dalam praktik LGBT,” ucapnya.

Mustika juga memberikan apresiasi atas inisiatif Dang Ike yang mempertemukan tokoh adat Saibatin dan Pepadun untuk memperkuat sinergi dan membangun masa depan adat Lampung.

“Kita bisa mencontoh Bali, bagaimana adat dan budaya dijaga, dikembangkan, hingga menjadi daya tarik wisata. Lampung juga punya potensi besar, tinggal bagaimana kita kelola bersama,” tuturnya.

Acara silaturahmi tersebut dihadiri oleh sedikitnya 37 perwakilan tokoh adat dari kedua unsur, yang menyatakan komitmen untuk terus menjalin komunikasi dan kebersamaan demi memperkuat persatuan serta memperjuangkan kemajuan budaya Lampung.

Sebagai simbol persatuan, acara diakhiri dengan saling tukar tanda pin antara tokoh adat Saibatin dan Pepadun, sebagai bentuk kebersamaan dan semangat kolaborasi lintas adat di Provinsi Lampung. [*]