Bandar Lampung – Unit Penunjang Akademik (UPA) Perpustakaan Universitas Lampung sukses menyelenggarakan dua rangkaian kegiatan bagi…
Kategori: Pendidikan
Disdikbud Gelar Bimtek Kepala Sekolah TK, SD, SMP Se-Kota Metro
Metro | Sebanyak 162 Kepala Sekolah jenjang TK, SD, SMP Se-Kota Metro mengikuti pendidikan dalam mengembangkan…
Mahasiswa Hukum Unila Raih Juara 2 Pilmapres LLDIKTI II 2026, Siap Melaju ke Tingkat Nasional
Bandar Lampung – Prestasi membanggakan kembali diraih mahasiswa Universitas Lampung. Perwakilan Fakultas Hukum Unila, Deni Kurniawan,…
LPK Itech Metro Bertransformasi Menjadi Akademi Itech
Metro | Untuk menciptakan tenaga kerja yang berkompeten di bidang teknologi digital, LPK ITECH Metro bertransformasi…
Hardiknas 2026: Dr. Ryzal Perdana Tekankan Sinergi Akademisi dan Praktisi dalam Mewujudkan Partisipasi Semesta
JurnalKota.net – BANDARLAMPUNG – Memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) pada 2 Mei 2026, Dr. Ryzal Perdana, M.Pd., memberikan catatan penting mengenai arah pendidikan nasional. Dalam kapasitasnya sebagai akademisi di FKIP Universitas Lampung sekaligus Ketua Dewan Pengurus Yayasan Pembina (YP) Unila, ia menekankan bahwa kualitas pendidikan Indonesia saat ini sangat bergantung pada keberhasilan kolaborasi lintas sektor.
Mengangkat tema nasional “Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua”, Dr. Ryzal melihat tema ini sebagai jembatan antara teori pendidikan di kampus dengan praktik di sekolah.
“Secara akademis, kita memahami bahwa ekosistem pendidikan yang tangguh membutuhkan keterlibatan publik yang luas. Namun, tantangan terbesarnya adalah bagaimana teori ‘Partisipasi Semesta’ ini benar-benar diimplementasikan dalam kebijakan di tingkat sekolah,” ujar Dr. Ryzal dalam rilis media yang diterima Humas YP Unila, Sabtu (2/5).
Sebagai akademisi FKIP Unila, Dr. Ryzal menyoroti perlunya sinergi antara satuan pendidikan, keluarga, industri, dan pemerintah untuk menciptakan lingkungan belajar yang adaptif terhadap perubahan zaman. Baginya, riset-riset pendidikan di perguruan tinggi harus mampu menyentuh langsung kebutuhan di sekolah-sekolah di bawah naungan yayasan.
“Di YP Unila, kami berkomitmen menjadi laboratorium hidup di mana nilai-nilai inklusivitas dan inovasi pendidikan dijalankan secara nyata. Kami ingin memastikan bahwa layanan pendidikan yang unggul bukan sekadar wacana akademik, melainkan kenyataan yang dirasakan oleh setiap siswa,” tambahnya.
Beliau berharap momen Hardiknas 2026 ini menjadi titik balik bagi para pendidik untuk tidak berhenti berinovasi. Ia menegaskan bahwa tujuan utama pendidikan bukan sekadar mencetak lulusan yang cerdas secara intelektual, tetapi juga individu yang memiliki integritas moral dan daya saing global.
“Kita sedang menyiapkan generasi yang akan mengisi masa depan. Melalui momentum 2 Mei ini, mari kita perkuat komitmen untuk memberikan akses pendidikan terbaik bagi siapa saja, tanpa terkecuali, dengan mengedepankan kolaborasi yang berbasis pada data dan riset,” tutupnya.
Peringatan Hardiknas ini juga menjadi momentum bagi SMA YP Unila untuk terus mengokohkan posisinya sebagai institusi yang memegang teguh semangat “Sekolahnya Juara, Juara Sekolah”.*
Hardiknas 2026: Kolaborasi Lintas Sektor Jadi Kunci Pendidikan Berkualitas
BANDAR LAMPUNG – Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) pada 2 Mei 2026 menjadi momentum refleksi bagi…
Marak Pencurian Sekolah di Tanggamus, SDN 1 Karang Anyar Jadi Korban
Tanggamus — Aksi pencurian yang menyasar fasilitas pendidikan di Kecamatan Wonosobo, Kabupaten Tanggamus, kian meresahkan. Kali…
Banjir Bandar Lampung, Siapa Bertanggung Jawab? Ini Analisis Akademisi Unila
Bandar Lampung – Fenomena banjir yang kerap melanda Kota Bandar Lampung kini tidak lagi sekadar dipandang…
KAFE Unila Luncurkan Lampung Policy Forum, Dorong Kebijakan Daerah Berbasis Riset
Lampung — KAFE FEB Universitas Lampung resmi meluncurkan Lampung Policy Forum sebagai wadah strategis untuk memperkuat…
Halal Bihalal KAFE Unila Lahirkan Lampung Policy Forum untuk Perkuat Kebijakan Berbasis Riset
JurnalKota.net – Bandar Lampung — Keluarga Alumni Fakultas Ekonomi dan Bisnis (KAFE) FEB Universitas Lampung (Unila) secara resmi meluncurkan Lampung Policy Forum sebagai wadah strategis untuk memperkuat kontribusi alumni dalam mendorong kebijakan publik berbasis riset, bertepatan dengan kegiatan Halal Bihalal yang digelar di Hotel Amalia, Minggu (26/04/2026).
Mengangkat tema Lampung Naik Kelas, kegiatan ini menjadi momentum penting yang mempertemukan alumni lintas generasi dalam suasana hangat dan penuh keakraban. Kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara KAFE Unila, FEB Unila, Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Lampung, serta Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) Lampung.
Ketua KAFE Unila, Dr. Edarwan, S.E., M.Si., menegaskan bahwa kehadiran Lampung Policy Forum merupakan langkah konkret dalam mengoptimalkan potensi intelektual alumni agar lebih berperan dalam pembangunan daerah.
Menurutnya, KAFE tidak hanya berfungsi sebagai ruang silaturahmi, tetapi juga harus mampu mengambil peran strategis melalui kontribusi pemikiran dan kajian ilmiah yang aplikatif.
“Forum ini diharapkan menjadi jembatan antara dunia akademik dan pemerintah, sehingga setiap kebijakan yang diambil semakin berbasis pada riset dan kajian ilmiah,” ujarnya.
Sementara itu, Dekan FEB Unila, Prof. Dr. Nairobi, S.E., M.Si., menekankan bahwa alumni memiliki posisi krusial dalam mendukung kemajuan perguruan tinggi. Dalam momentum halal bihalal tersebut, ia juga menyampaikan apresiasi sekaligus harapan agar hubungan antara kampus dan alumni terus diperkuat.
Ia menegaskan bahwa FEB Unila terbuka terhadap berbagai bentuk kolaborasi, termasuk dalam peningkatan kualitas lulusan, pengembangan jejaring profesional, hingga peluang kerja sama internasional.
“Kami siap mendorong sinergi yang lebih konkret bersama alumni melalui forum ini,” tegasnya.
Sekretaris KAFE Unila, Ganjar Jationo, S.E., M.A.P., menyampaikan bahwa kegiatan berlangsung dengan partisipasi yang cukup luas dari berbagai angkatan. Tercatat sekitar 120 peserta hadir, mewakili 14 angkatan, mulai dari tahun 1976 hingga 2017.
Menurutnya, suasana kebersamaan yang terbangun menjadi kekuatan utama dalam mempererat jaringan alumni sekaligus membuka ruang diskusi yang produktif.
Selain itu, kegiatan juga diisi dengan dialog interaktif yang menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai sektor. Diskusi yang dimoderatori oleh Dr. Edarwan tersebut menghadirkan perspektif dari kalangan akademisi, pemerintah, dan pelaku usaha, di antaranya Kepala UPT Pengembangan Karir dan Kewirausahaan Unila Dr. Usep Syaipudin, Kepala Dinas Tenaga Kerja Provinsi Lampung Agus Nompitu, serta Ketua DPD HIPPI Lampung H. Heri Andrian.
Melalui peluncuran Lampung Policy Forum ini, diharapkan terbangun kolaborasi yang lebih solid antara kampus, alumni, dan pemangku kepentingan lainnya, guna memperkuat arah pembangunan Lampung yang lebih adaptif, berbasis data, dan berorientasi pada kemajuan daerah. (*)